cover
Contact Name
Hibarkah Kurnia
Contact Email
inpirasipublisher.jimi@gmail.com
Phone
+6281346276304
Journal Mail Official
inspirasipublisher.jimi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kimangunsarkoro Ruko Perumahan Taman Kota Blok H No. 3 RT 12 RW 16 Kel. Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi Indonesia 17112
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Industrial Management Inspiration
Published by Inspirasi Publisher
ISSN : -     EISSN : 31242731     DOI : https://doi.org/10.66152/jimi
Human Resource Management, Marketing Management, Financial Management, Operational Management, Business Process Management, Project Management, Materials Management, Entrepreneurship, Digital Business, Operations Research and Analysis, Decision Analysis and Methods, Information Systems, Business Intelligence, Simulation & Stochastic Models, Accounting Management, and Financial Accounting
Articles 9 Documents
Implementasi Metode 5S untuk Penataan Alat dan Material di Area Kerja QA Pabrik Baja Syafrian Eko Nugroho; Mochamad Refly Robiansyah; Andriyas Sugiarto; Alvi Octavianto
Journal of Industrial Management Inspiration (JIMI) Vol 1 No 1 (2025): Vol. 1 No. 1 (2025): Vol 1, Issue 1, JIMI Des 2025
Publisher : Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jimi.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) dalam menata alat dan material di area kerja QA pabrik baja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada enam responden serta observasi lapangan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa dimensi Seiri, Seiton, Seiketsu, dan Shitsuke berada dalam kategori “baik”, sedangkan dimensi Seiso memperoleh skor terendah yang menunjukkan perlunya peningkatan aspek kebersihan. Dimensi Dampak mendapatkan skor tertinggi dengan kategori “sangat baik”, mencerminkan pengaruh positif penerapan 5S terhadap keselamatan, efisiensi, dan produktivitas kerja. Selanjutnya, uji statistik Paired t-test dilakukan untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah implementasi 5S. Hasilnya menunjukkan nilai rata-rata sebelum penerapan sebesar 2,94 dan sesudah penerapan sebesar 3,93, dengan nilai t-hitung sebesar 4,08 dan p-value < 0,05. Artinya, terdapat perbedaan signifikan yang menunjukkan bahwa penerapan metode 5S berhasil meningkatkan keteraturan area kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode 5S terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertib, bersih, aman, dan produktif.
Analisis Faktor Terbesar Dalam Keberhasilan Program Magang Berbasis KPI Menggunakan Metode AHPe AHP Billa Izzati; Khotibul Umam; Ahmad Syaugi; Muhamad Rasyid Syarif
Journal of Industrial Management Inspiration (JIMI) Vol 1 No 1 (2025): Vol. 1 No. 1 (2025): Vol 1, Issue 1, JIMI Des 2025
Publisher : Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jimi.v1i1.19

Abstract

Persaingan bisnis di era Industri 4.0 memaksa perusahaan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan cara magang. Program magang bukan hanya sebagai alat pelatihan, tapi juga sebagai cara seleksi calon tenaga kerja potensialnya. Untuk mengukur efektifitas program magang ini, banyak perusahaan telah menerapkan Key Performance Indicators (KPI). Namun, efektifitas program ini belum banyak dianalisis secara sistematis untuk mengetahui faktor apa yang paling dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprioritaskan faktor keberhasilan program magang berbasis KPI menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan membandingkan empat kriteria utama: persepsi terhadap KPI, dampak KPI terhadap kinerja, dukungan pembimbingan, dan pemahaman terhadap KPI.  Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa persepsi terhadap KPI memiliki bobot tertinggi (38%), diikuti dampak KPI terhadap kinerja (30%), dukungan pembimbingan (20%), dan pemahaman terhadap KPI (12%).Temuan ini menunjukkan perlu adanya pembangunan pemahaman dan persepsi positif atas KPI dari awal program magang. Penyelenggara magang harus melakukan pelatihan awal tentang konsep KPI dan memperkuat peran pembimbing dalam mendampingkan peserta untuk pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan.
Implementasi Pendekatan PDCA Dalam Organisasi Manajemen Industri: Sebuah Kajian Studi Literatur Ricky permadi Ricky; Owen Mulya; Akbar Maulana Yusuf; Muhammad Agung Trijayadi
Journal of Industrial Management Inspiration (JIMI) Vol 1 No 1 (2025): Vol. 1 No. 1 (2025): Vol 1, Issue 1, JIMI Des 2025
Publisher : Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jimi.v1i1.21

Abstract

Penerapan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) dalam organisasi manajemen industri dinilai efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan efisiensi operasional. Namun, implementasi yang tidak konsisten sering kali menghambat keberlanjutan perbaikan dalam sistem manajemen. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendekatan PDCA diterapkan dalam berbagai sektor industri di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 30 artikel ilmiah yang terbit antara tahun 2022 hingga 2024, yang diperoleh dari berbagai jurnal nasional terakreditasi. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi pola penggunaan PDCA, tantangan implementasi, serta dampak terhadap kinerja organisasi. Hasil studi menunjukkan bahwa pendekatan PDCA memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu, efisiensi produksi, kepuasan pelanggan, dan penguatan budaya kerja berbasis perbaikan berkelanjutan. Kendala yang umum ditemukan meliputi kurangnya pemahaman metode, keterbatasan pelatihan, dan lemahnya dukungan manajemen. Kesimpulannya, PDCA merupakan pendekatan yang efektif dan fleksibel untuk diterapkan dalam berbagai konteks industri, namun perlu didukung oleh strategi implementasi yang terstruktur dan berkelanjutan.  
TINJAUAN SISTEMATIK PENERAPAN KAIZEN DALAM INDUSTRI JASA Rizki Hidayah; Hamdani Hamdani; Fahreza Putra Aryaan; Yudi Sasmita
Journal of Industrial Management Inspiration (JIMI) Vol 1 No 1 (2025): Vol. 1 No. 1 (2025): Vol 1, Issue 1, JIMI Des 2025
Publisher : Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jimi.v1i1.27

Abstract

Industri jasa merupakan sektor yang berfokus pada penyediaan layanan yang bernilai tambah kepada pelanggan, sehingga efisiensi proses dan kualitas pelayanan menjadi faktor kunci keberhasilan. Kaizen, sebagai prinsip perbaikan berkelanjutan, telah banyak diterapkan dalam konteks industri manufaktur, namun implementasinya dalam industri jasa masih belum banyak dikaji secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan Kaizen dalam berbagai sektor jasa melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Proses dilakukan dengan mengumpulkan, menyaring, dan menganalisis 20 artikel yang relevan, terbit antara tahun 2020 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Kaizen banyak dikaitkan dengan peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan digitalisasi proses. Tahun 2022 dan 2023 menjadi periode publikasi terbanyak, sedangkan sektor jasa kurir dan logistik menjadi objek penelitian yang paling dominan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti maupun praktisi dalam memahami pola penerapan Kaizen di sektor jasa dan mengembangkan strategi perbaikan berkelanjutan yang lebih terstruktur dan aplikatif.
Pengembangan Model Pengukuran Kinerja Berbasis Balanced Scorecard untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Muhamad Fahru; arif riansyah; oscar sinaga; Muhammad Arif Riansyah
Journal of Industrial Management Inspiration (JIMI) Vol 1 No 1 (2025): Vol. 1 No. 1 (2025): Vol 1, Issue 1, JIMI Des 2025
Publisher : Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jimi.v1i1.30

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun seringkali menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan pengukuran kinerja secara komprehensif. Pengukuran kinerja tradisional yang berfokus pada aspek finansial saja tidak cukup untuk merefleksikan keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengukuran kinerja berbasis Balanced Scorecard (BSC) yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan UMKM. Model yang diusulkan mencakup empat perspektif dasar BSC—keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan—dengan penyesuaian indikator kunci kinerja (KPI) yang relevan untuk skala UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, wawancara dengan pemilik/manajer UMKM, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pakar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi UMKM untuk mengimplementasikan pengukuran kinerja yang lebih holistik, sehingga mampu mendukung pengambilan keputusan strategis dan peningkatan daya saing. Kata Kunci: Balanced Scorecard, Pengukuran Kinerja, UMKM, Keuangan, Pelanggan, Proses Bisnis Internal, Pembelajaran dan Pertumbuhan. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are the backbone of the Indonesian economy, but often face challenges in managing and measuring performance comprehensively. Traditional performance measurement that focuses on financial aspects alone is not enough to reflect the sustainability and growth of MSMEs. This study aims to develop a Balanced Scorecard (BSC)-based performance measurement model that is tailored to the characteristics and needs of MSMEs. The proposed model includes four basic BSC perspectives—finance, customers, internal business processes, and learning and growth—with adjustments to key performance indicators (KPIs) that are relevant to the scale of MSMEs. The research methods used are literature studies, interviews with MSME owners/managers, and Focus Group Discussions (FGDs) with experts. The results of this study are expected to provide practical guidance for MSMEs to implement more holistic performance measurement, so that they can support strategic decision making and increase competitiveness. Keywords: Balanced Scorecard, Performance Measurement, MSMEs, Finance, Customers, Internal BusinessProcesses, Learning and Growth.
Analisis Penyebab Gagal Tes Hidrostatik Pada Pipa Upvc Menggunakan Metode Fishbone Dita Aditia Sunarya; Dede Sopandi; Ibnu Arief Hamonangan Ritonga; Pranata Fransiscu Sembiring; Rizki Rismana Putra
Journal of Industrial Management Inspiration (JIMI) Vol 2 No 1 (2026): Vol 2 No 1, Juni 2026 (JIMI)
Publisher : Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jimi.v2i1.35

Abstract

Kualitas produk pada industri manufaktur perpipaan menjadi faktor penting, khususnya pada produk pipa uPVC (unplasticized Polyvinyl Chloride). Salah satu pengujian untuk menjamin kualitas pipa adalah uji hidrostatik, yaitu pengujian ketahanan pipa terhadap tekanan fluida dalam waktu tertentu. Pada proses produksi di PT. KLM masih ditemukan kegagalan uji hidrostatik pada pipa uPVC ukuran 63 mm yang ditandai dengan pelembungan dan ketidakmampuan menahan tekanan sesuai standar perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab gagal tes hidrostatik menggunakan metode Fishbone Diagram serta memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kualitas produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis Fishbone Diagram dengan pendekatan 4M+1E. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab kegagalan berasal dari faktor machine, method, dan man, dengan faktor machine sebagai penyebab paling dominan. Setelah dilakukan perbaikan pada parameter mesin, proses produksi, dan alat uji hidrostatik, pipa mampu menahan tekanan selama 1 jam tanpa mengalami pelembungan, kebocoran, retak, maupun pecah sehingga dinyatakan memenuhi standar kualitas perusahaan.
ANALISIS PENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE LEAN MANUFACTURING PADA INDUSTRI MANUFAKTUR Muhammad Farid Ar Ramadhan; Aprizal Saputra; Abdul Haziz; Nurma Djati Saputra
Journal of Industrial Management Inspiration (JIMI) Vol 2 No 1 (2026): Vol 2 No 1, Juni 2026 (JIMI)
Publisher : Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jimi.v2i1.38

Abstract

Persaingan industri manufaktur yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk meningkatkan efisiensi produksi agar mampu mempertahankan daya saing. Namun, masih banyak perusahaan yang mengalami pemborosan (waste) dalam proses produksi sehingga menghambat produktivitas dan meningkatkan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan lean manufacturing dalam meningkatkan efisiensi produksi pada industri manufaktur serta mengevaluasi efektivitas tools lean seperti Value Stream Mapping (VSM) dan Lean Six Sigma. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan mengkaji berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang relevan terkait lean manufacturing, waste, efisiensi produksi, dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lean manufacturing mampu meningkatkan efisiensi produksi melalui eliminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah, pengurangan waste, optimalisasi aliran proses, serta peningkatan kualitas produksi. Selain itu, penggunaan VSM dan Lean Six Sigma terbukti efektif dalam mengidentifikasi bottleneck, menurunkan cycle time dan lead time, serta meningkatkan produktivitas perusahaan. Kesimpulannya, lean manufacturing merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan efisiensi, kualitas, produktivitas, dan daya saing perusahaan manufaktur secara berkelanjutan.
Analisis Perancangan Ekosistem Digital Untuk Transformasi Industri 4.0 Pada Perusahaan Manufaktur Skala Menengah Dito Saputra; Fery Adi Permana; Hendrik Prasetyo Sudarma; Muhammad Ridho
Journal of Industrial Management Inspiration (JIMI) Vol 2 No 1 (2026): Vol 2 No 1, Juni 2026 (JIMI)
Publisher : Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jimi.v2i1.47

Abstract

Transformasi Industri 4.0 menjadi urgensi bagi perusahaan manufaktur skala menengah guna mempertahankan daya saing di tengah volatilitas pasar, namun kendala integrasi teknologi sering kali menghambat efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sebuah ekosistem digital yang terintegrasi guna mendukung transisi digital pada perusahaan manufaktur menengah. Metode yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan kerangka kerja Enterprise Architecture untuk memetakan proses bisnis ke dalam sistem digital. Hasil penghitungan data menunjukkan peningkatan efisiensi alur kerja sebesar 27% dan reduksi lead time produksi mencapai 15% setelah pemodelan ekosistem diterapkan. Dalam pembahasannya, penelitian ini menyoroti bahwa sinkronisasi antara perangkat IoT di lini produksi dengan sistem manajemen basis data pusat merupakan kunci utama dalam meminimalisir silo informasi. Disimpulkan bahwa perancangan ekosistem digital yang tepat sasaran terbukti mampu mengoptimalkan performa industri manufaktur menengah, sekaligus menyediakan fondasi yang skalabel untuk adopsi teknologi masa depan.
Analisis Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan Agen Brilink di Kabupaten Bekasi Melalui Motivasi Kerja Mukhamad Mujib Ridwan; Supardi Supardi; Sugeng Suroso
Journal of Industrial Management Inspiration (JIMI) Vol 2 No 1 (2026): Vol 2 No 1, Juni 2026 (JIMI)
Publisher : Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jimi.v2i1.59

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis secara mendalam mengenai pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan pada Agen BRILink di wilayah Kabupaten Bekasi, dengan menjadikan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang dipergunakan adalah pendekatan kuantitatif kausalitas dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada sampel sebanyak 134 responden yang merupakan karyawan operasional Agen BRILink di Kabupaten Bekasi, yang dipilih secara sengaja menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menampilkan: (1) kompetensi memengaruhi positif bersignifikan kepada motivasi kerja karyawan; (2) kompetensi memengaruhi positif bersignifikan kepada kinerja karyawan; (3) motivasi kerja memengaruhi positif bersignifikan kepada kinerja karyawan; dan (4) motivasi kerja memediasikan pengaruhnya kompetensi terhadap kinerja karyawan secara signifikan. Temuan ini menampilkan bahwa semakin tinggi kompetensi yang dimiliki karyawan, semakin tinggi pula motivasi kerja dan kinerja operasional yang dicapai. Motivasi kerja telah terbukti sebagai faktor psikologis intervening yang penting untuk menguatkan hubungan antara kompetensi dan hasil kinerja. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan, sistem penghargaan berbasis kinerja, dan pengembangan diri karyawan agar senantiasa menjadi fokus perusahaan untuk mendukung kinerja agen secara keseluruhan

Page 1 of 1 | Total Record : 9