cover
Contact Name
Bondan Ade Prasetya
Contact Email
mahaprajnastabweb@gmail.com
Phone
+6282312220499
Journal Mail Official
lppm@mahaprajnastab.ac.id
Editorial Address
Jl. Cilincing Lama Utara No.3 5, RT.5/RW.4, Cilincing, Kec. Cilincing, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14120
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Dharma Edukasi : Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
ISSN : -     EISSN : 31091849     DOI : -
Dharma Edukasi is a multidisciplinary journal focusing on education, science, social, and religious studies. It publishes original research, applied research, and literature reviews to promote interdisciplinary academic discourse and address contemporary issues in society.
Articles 18 Documents
Ajaran Agama Buddha Mahayana Dalam Kakawin Kuñjarakarna Bondan Ade Prasetya
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 2 (2025): Dharma Edukasi - Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66791/dharmaed.v1i2.2511

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana ajaran Agama Buddha Mahayana disampaikan secara praktis melalui Kakawin Kunjarakarna, sebuah karya sastra Jawa Kuna dari lingkungan budaya Majapahit. Kakawin tersebut mengisahkan perjalanan spiritual seorang yaksa bernama Kunjarakarna yang takut mengalami kelahiran kembali yang buruk. Ia mencari bimbingan Buddha Wairocana dan diperlihatkan gambaran neraka serta akibat moral dari perbuatan bajik dan tidak bajik. Dengan demikian, teks ini berfungsi sebagai media pengajaran moral yang langsung. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi nilai-nilai utama ajaran Mahayana dalam Kakawin Kunjarakarna termasuk welas asih (karuṇā), cita-cita bodhisattva, hukum karma, dan transformasi batin serta (2) menjelaskan relevansi nilai-nilai tersebut bagi pendidikan karakter Buddhis di Indonesia masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis isi (content analysis), membandingkan isi kakawin dengan kajian Buddhisme Mahayana dan studi sastra Jawa Kuna. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal utama. Pertama, Kunjarakarna digambarkan sebagai sosok yang berupaya memperbaiki diri secara moral dan menumbuhkan belas kasih, sejalan dengan jalan bodhisattva. Kedua, gambaran neraka dan konsekuensi karma digunakan sebagai strategi pendidikan etika sosial, bukan sekadar ancaman religius. Ketiga, kakawin ini menyampaikan pedoman etika sosial-politik perilaku moral individu dilihat sebagai dasar harmoni masyarakat. Dengan demikian, Kakawin Kunjarakarna dapat dibaca sebagai model pendidikan karakter Buddhis berbasis budaya Nusantara yang relevan untuk pembelajaran Agama Buddha di sekolah.
Representasi Bakti Anak Dalam Sutra Bakti Seorang Anak : Kajian Nilai Moral Dan Etika Rendra Rukmana; Indra Wijaya
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 2 (2025): Dharma Edukasi - Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66791/dharmaed.v1i2.2512

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi bakti anak dalam Sutra Bakti Seorang Anak serta menganalisis nilai moral dan etika yang terkandung di dalamnya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis isi terhadap teks sutra, disertai kajian literatur terkait nilai moral dan etika dalam konteks pendidikan dan budaya secara umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sutra Bakti Seorang Anak memuat nilai-nilai moral seperti rasa hormat, tanggung jawab, dan pengabdian kepada orang tua, yang diungkapkan melalui narasi dan simbolisme yang mendalam. Nilai etika yang diajarkan menekankan pentingnya bakti dan pengabdian sebagai bentuk penghormatan terhadap orang tua dan leluhur. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa representasi bakti anak dalam sutra tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mengandung ajaran moral dan etika yang relevan dalam pengembangan karakter dan moralitas generasi masa kini. Kata Kunci: bakti anak, nilai moral, nilai etika, sutra, simbolisme, pengabdian, karakter, moralitas, budaya, pendidikan karakter
Pengaruh Adosa Dan Karuna Terhadap Karakter Tanggung Jawab Mahasiswa STAB Maha Prajna Nyaman; Diono, Wahyu
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 2 No. 1 (2026): Dharma Edukasi - Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66791/dharmaed.v2i1.2601

Abstract

The decline of academic integrity in the digital era, reflected in practices such as plagiarism, assignment outsourcing, and weak discipline, highlights the urgent need to strengthen students' sense of responsibility. This study aims to examine the effects of adosa and karuna on the responsibility character of students at STAB Maha Prajna Jakarta. The novelty of this study lies in its empirical investigation of two Buddhist ethical values, adosa and karuna, as predictors of responsibility character within the context of Buddhist higher education, an area that remains underexplored in quantitative research. The study employed a quantitative approach using a survey design involving 60 students. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that adosa and karuna jointly have a significant effect on students' responsibility character (F = 3865.428; p < 0.001), with the model accounting for 99.3% of the variance (R² = 0.993). Partially, both variables were found to have positive and significant effects, with karuna making a more dominant contribution than adosa. These findings suggest that the development of students' responsibility should not rely solely on external discipline, but also on the internalization of self-restraint and compassion as ethical foundations of academic behavior. Keywords: adosa, karuna, responsibility character, students, Buddhist higher education.
Implementasi Lokapala Dhamma Dalam Pengendalian Hedonisme Mahasiswa STAB Maha Prajna Di Media Sosial Sukarman; Nyaman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 2 No. 1 (2026): Dharma Edukasi - Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66791/dharmaed.v2i1.2602

Abstract

Media sosial mempercepat pembentukan citra diri, konsumsi simbolik, dan budaya pembandingan sosial di kalangan mahasiswa, sehingga kecenderungan gaya hidup hedonistik semakin mudah tumbuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Lokapala Dhamma, yaitu hiri dan ottappa, diimplementasikan dalam mengendalikan gaya hidup hedonistik mahasiswa STAB Maha Prajna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi partisipasi pasif, dokumentasi, dan analisis tematik terhadap perilaku keseharian mahasiswa di lingkungan kampus serta representasi diri di media sosial yang bersifat terbuka. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonisme mahasiswa tampak pada kebiasaan mengikuti tren, konsumsi barang bermerek, dorongan tampil ideal di media sosial, dan pengeluaran untuk memperoleh pengakuan kelompok. Implementasi hiri berfungsi sebagai rasa malu moral yang menahan mahasiswa dari perilaku pamer, boros, dan hidup melebihi kemampuan, sedangkan ottappa bekerja sebagai kesadaran terhadap akibat finansial, akademik, sosial, dan spiritual dari perilaku tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa Lokapala Dhamma relevan sebagai kontrol moral internal yang memperkuat kesederhanaan, pengendalian diri, dan tanggung jawab mahasiswa di tengah tekanan budaya digital. Implikasi penelitian ini adalah perlunya integrasi pembinaan spiritual, literasi media sosial, dan pendampingan karakter di lingkungan 
Pengaruh Literasi Digital Dan Budaya Literasi Terhadap Minat Baca Peserta Didik Kelas 8 SMPS Ariya Metta Yuliyanto, Rizky; Andriyanto; Mahardika, Ghana Yoga Mahardika
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 2 No. 1 (2026): Dharma Edukasi - Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66791/dharmaed.v2i1.2604

Abstract

This research originates from the problem of low reading interest among 8th-grade students, which is caused by a lack of enthusiasm toward reading activities. The purpose of this study is to determine the influence of Digital Literacy and Literacy Culture on the Reading Interest of 8th-grade students at SMPS Ariya Metta. This research employs a quantitative method with an ex post facto approach. The sample was taken using a saturated sampling technique, in which the entire population of 85 students was included as research subjects. Data were collected through a closed-ended questionnaire distributed online via Google Forms. The instruments used were tested for validity and reliability, while data analysis applied descriptive statistics, multiple linear regression, hypothesis testing with t-test and F-test, as well as the coefficient of determination test. The results of hypothesis testing showed that all proposed hypotheses were accepted. Thus, it can be concluded that Digital Literacy and Literacy Culture significantly influence the Reading Interest of 8th-grade students at SMPS Ariya Metta. Therefore, strengthening Digital Literacy and Literacy Culture within the school environment is essential to enhance students’ reading interest at the junior high school level.
Pemahaman Tentang Kematian Dalam Bhayabherava Sutta Dan Vatthupama Sutta Boniran; Priono, Joko
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 2 No. 1 (2026): Dharma Edukasi - Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66791/dharmaed.v2i1.2603

Abstract

Kematian adalah satu fenomena yang tidak bisa diubah dan dihentikan oleh manusia, bisa disebut juga abadi, yang mana manusia harus melewati periode ini. Kematian adalah jalan perpisahan yang terjadi untuk meninggalkan orang tercinta dan meninggalkan rasa sakit yang sangat dalam serta ketakutan terhadap orang yang ditinggalkan. Dalam Buddhisme sendiri, segala sesuatu tidak ada yang kekal, termasuk umur itu sendiri. Kelahiran dan kematian adalah proses kehidupan yang akan dilalui oleh semua makhluk hidup yang ada, di mana ada kelahiran pasti ada kematian, semuanya tergantung karma mereka sendiri. Sehingga, mereka bisa terlahir di alam yang sesuai dengan perbuatan mereka. Konsep kematian terdapat pada Salla Sutta yang menjelaskan bahwa ketidakpastian dan penderitaan hidup akan diakhiri oleh kematian, dan Maranassati Sutta mengajarkan tentang melatih kesadaran akan kematian agar dapat mengakhiri noda batin dan ketakutan terhadap kematian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu studi kepustakaan yang bersumber dari buku dan jurnal. Hasil dari kajian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang terlibat dalam bidang pendidikan agama dan keagamaan Buddha, yang dikembangkan sebagai bahan edukasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha secara teoretis maupun praktis.   Kata Kunci : Kematian dalam bhayabherava sutta dan vatthupama sutta  
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kesejahteraan Psikologis Peserta Didik SMP Swasta Insan Teratai Tangerang Suparman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 2 No. 1 (2026): Dharma Edukasi - Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66791/dharmaed.v2i1.2605

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua dan kecerdasan emosional terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik SMP Swasta Insan Teratai, permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya kesejahteraan psikologis pada peserta didik yang menghambat proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yang peneliti lakukan dilapangan ditemukan masalah seperti peserta didik merasa terisolasi sosial, kesepian atau sulit berinteraksi dengan teman sekelas. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan ex post facto. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik purposive sampling. Responden penelitian ini adalah peserta didik SMP Swasta Insan Teratai Tangerang. Data dikumpulkan menggunakan angket. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pola asuh orang tua dan kecerdasan emosional berpengaruh pada kesejahteraan psikologis peserta didik. Dalam uji analisa korelasi menggunakan regresi linear berganda, karena untuk melihat hubungan antara variabel lebih dari satu seperti bebas dengan variabel terikat sehingga akan ditemukan titik permasalahan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh hubungan antar variabel bebas dan variabel terikat atau pola asuh orang tua, kecerdasan emosional terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik yang menurun. Hasil penelitian ini uji hipotesis pola asuh orang tua (X1) terhadap kesejahteraan psikologis (Y). Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS, diperoleh nilai Thitung 3,212 bernilai positif dengan nilai signifikan 0,002. Uji hipotesis kecerdasan emosional (X2) terhadap kesejahteraan psikologis (Y) di peroleh nilai Thitung 3,244 bernilai positif dengan nilai signifikan sebesar 0,002. Dengan adanya penelitian ini peneliti berharap kesejahteraan psikologis peserta didik mengalami peningkatan.
Vasala Sutta Sebagai Kritik Sosial: Landasan Etika Humanistik Dalam Buddhisme Bondan Ade Prasetya
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 2 No. 1 (2026): Dharma Edukasi - Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66791/dharmaed.v2i1.2606

Abstract

This study aims to analyze the Vasala Sutta as a form of social criticism and to identify the foundations of humanistic ethics within Buddhist teachings that are relevant to the phenomenon of social discrimination based on status and identity. This research employs a descriptive qualitative approach using a library research method, utilizing primary data in the form of the Vasala Sutta text and secondary data derived from indexed scientific journal articles. Data collection techniques are conducted through documentation and systematic literature review, with sources selected using purposive sampling based on relevance and academic credibility. The results indicate several key themes, namely the deconstruction of socially constructed identity based on birth, the affirmation of morality as the primary indicator of human value, criticism of discriminatory social structures, the internalization of humanistic values, and the relevance of these teachings in the context of modern society. These findings demonstrate that the Vasala Sutta embodies principles of moral equality and a critique of the caste system, which can be understood as the foundation of humanistic ethics in Buddhism. In conclusion, this study contributes theoretically to enriching the study of Buddhist ethics through a socio-humanistic perspective, as well as providing practical implications for the development of inclusive values in education and multicultural societies. This study also recommends further research using empirical approaches to explore the implementation of these values in contemporary social contexts.

Page 2 of 2 | Total Record : 18