cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
REPRESENTASI PENDIDIKAN PADA FILM JEMBATAN PENSIL Devi Heryanti; Yostiani Noor Asmi Harini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/he8sja04

Abstract

Film Jembatan Pensilgarapan sutradara Hasto Broto yang dirilis pada September 2017 menceritakan tentang anak-anak pelosok desa Pulau Muna, Sulawesi Tenggara yang sangat sulit untuk meraih pendidikan. Pada artikel ini dideskripsikanstruktur film dengan pendekatan sosiologi sastra. Berdasarkan hasil analisis, film Jembatan Pensil merepresentasikan ketidakmerataan pendidikan di Pulau Muna serta sulitnya akses jalan yang ditempuh menjadi hambatan masuknya pendidikan. Selain itu, belum adanya campur tangan pemerintah yang mengakibatkan pendidikan kurang terjangakau. Sosok Ondeng tampil sebagai pahlawan untuk memperbaiki jembatan yang rapuh dengan menabungkan uang jajannya. Keterbelakangan mental yang dimiliki tokoh Ondeng merupakan satir terhadap masyarakat dan pemerintah.
PROSA FIKSI REALISTIK DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA Risma Khairun Nisya
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/003qxb22

Abstract

Menyiapkan generasi penerus bangsa dengan karakter yang kuat menjadi sangat penting pada abad ini.Karakter yang kita kenal sebagai sifat atau watak individu pada perkembangannya dapat dibentuk melalui proses pendidikan.Pendidikan tidak hanya ilmu pengetahuan tetapi moral baik dan buruk yang perlu diketahui oleh siswa.Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar, prosa fiksi merupakan salah satu jenis sastra yang terintegrasi dengan mata pelajaran bahasa Indonesia.Dalam hal ini prosa fiksi dapat menjadi media penyampai pesan moral kepada siswa, melalui karakter tokoh-tokohnya.Menumbuhkan karakter siswa melalui literasi sastra di sekolah perlu dikembangkan dengan menyediakan sarana baca yang dapat menarik minat siswa.Prosa fiksi realistik merupakan salah satu media literasi sastra.Cerita yang termasuk jenis prosa fiksi realistik ini bertujuan untuk menyampaikan pesan yang mengandung niai-nilai kehidupan yang logis, berkaitan dengan etika, moral, religius dan nilai-nilai lainnya.Oleh karena itu, prosa fiksi realistik dapat menjadi salah satu referensi bahan bacaan siswa di Sekolah sebagai sumber pendidikan karakter.Melalui bacaan ini siswa dapat belajar mengenai etika, moral dan kehidupan keagamaan dengan lebih real.
MENCIPTAKAN GENERASI LITERAT MELALUI MEDIA MASSA SURAT Ima Siti Rahmawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/qc4bye91

Abstract

“Bangsa yang berbudaya ialah bangsa yang membiasakan budaya literasi (melekwacana) bukan sekadar budaya orasi (berbicara). Pada hakikatnya penyebaran budaya literasi meliputi budaya baca dan tulis. Sedangkan budaya orasi meliputi kebudayaan masyarakat dalam bertutur kata, dan menerima informasi. Dalam konteks keterampilan berbahasa bahwa literasi secara sederhana diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Seseorang dikatakan literat apabila bisa memahami sesuatu karena membaca informasi yang tepat dan melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman terhadap isi bacaan tersebut. Surat kabar merupakan salah satu media massa turut berperan dalam mempublikasikan budaya literasi hadir di masyarakat. Melalui surat kabar, gagasan yang disampaikan mengenai persoalan yang hangat dibicarakan di tengah masyarakat dapat dipahami lebih luas. Kehadirannya membuat masyarakat menjadi kritis, peka terhadap informasi, dan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas intlektual. Selain itu, media massa surat kabar mampu membentuk kebiasaan berliterasi dimulai dari kebiasaan berpikir dari pemahaman isu/persoalan yang diikuti oleh sebuah proses membaca, kemudian menulis yang pada akhirnya akan menciptakan karya. Literasi juga erat kaitannya dengan pola pembelajaran di sekolah yaitu ketersediaan bahan bacaan dan tumbuhnya masyarakat gemar membaca (reading society). Dengan demikian, budaya literasi sebagai pembentuk generasi literat bisa dikatakan sebagai akar dari peradaban yang mampu mentransformasi pola pikir dan perilaku.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM Deden Sutrisna
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/4pzqp218

Abstract

Penelitian iniadalah gagasan ilmiah yang berupaya mencari pemecahan masalah literasi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Majalengka. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menumbuhkan semangat literasi sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui kegiatan menulis. Fokus utama kegiatan literasi yang dituju dalam penelitian ini adalah literasi daring atau pemanfaatan sumber-sumber bahan bacaan baik itu buku, jurnal, prosiding, dan sumber bacaan lainnya yang tersedia melalui daring dengan menggunakan aplikasi google classroom. Google classroom merupakan aplikasi pembelajaran virtual yang dikeluarkan oleh Google. Kemudahan yang ditawarkan aplikasi ini menjadi dasar pemikiran penulis untuk mengembangkan kegiatan literasi pada mahasiswa menggunakan aplikasi ini. Beberapa keunggulan aplikasi ini diantaranya sebagai berikut. Pertama, kemudahan untuk mengakses aplikasi, yaitu melalui gawai atau telepon pintar yang dimiliki mahasiswa. Kedua, aplikasi ini memungkinkan dosen untuk mengirim tugas baca atau bahan literasi kepada seluruh mahasiswa secara cepat dalam satu kali klik. Ketiga, dosen dapat memanfaatkan aplikasi ini sebagai ruang diskusi literasi dengan mahasiswa secara bersamaan sehingga dosen dapat memantau aktivitas literasi mahasiswa. Keempat, melalui google classroom dosen dapat menginstruksikan, menetapkan, dan membicarakan dengan mahasiswa secara daring diwaktu yang sama secara bersamaan (kelas virtual).
MAKNA SYAIR MADIHIN BAINTAN KEBUDAYAAN BANJARMASIN MENGGUNAKAN PENDEKATAN STRUKTURALISME Achmad Muhlisin; Alifiana Izha Gandhi; Safira Nur Arfiani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/h55tpa40

Abstract

Penelitian dengan judul “Makna Syair madihin Baintan Kebudayaan Banjarmasin Menggunakan Pendekatan Struktural”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna denotasi dan konotasinya. Teori yang digunakan ialah teori Roland Barthes dengan pendekatan struktural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jenis penelitian kualitatif yang mengkaji berupa kalimat dan bukan berupa angka. Sumber data yang diambil adalah Video Baintan Baintan karya Gozali Rahman. Teknik pengumpulan data yaitu melalui rekaman dan wawancara. Dari hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa kesenian tradisional Baintan terdapat makna konotasi dan denotasi. Makna Konotasi dari Baintan Baintan tersebut yakni terjemahan bahasa Indonesia yang belum dimaknai sedangkan makna denotasi dari Baintan Baintan tersebut yakni terdapat makna gurauan dan makna budaya yang memiliki makna sebagai kegiatan hiburan juga makna untuk memperkenalkan identitas daerah pemadihin.
PENINGKATAN MINAT BACA MURID SEKOLAH DASAR MELALUI CERITA RAKYAT TORAJA DALAM BENTUK KOMIK DENGAN MEMANFAATKAN ANAK SEBAGAI TOKOH CERITA Febriany Betteng Palondongan; Nadila Ridwan; Nurhalizah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/g1zykm53

Abstract

Peningkatan Minat Baca Murid Sekolah Dasar Melalui Cerita Rakyat Toraja dalam Bentuk Komik dengan Memanfaatkan Anak sebagai Tokoh Cerita. Kemampuan membaca murid Sekolah Dasar dari beberapa penelitian menunjukkan hasil yang rendah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan PIRLS (Progress in Internasional Reading Literacy Study) tahun 2011 menunjukkan minat baca murid Sekolah Dasar di Indonesia menduduki peringkat 41 dari 45 negara. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak melalui cerita rakyat Toraja dalam bentuk media komik, serta dapat menumbuhkan karakter anak melalui alur cerita yang ada dalam komik. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan subjek murid Sekolah Dasar kelas V di Rantepao,Toraja Utara dan objek penelitian ini adalah cerita rakyat dalam bentuk komik. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi serta dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan media komik, hasil pretest dan posttest, menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05) . Sehingga dapat disimpulkan penggunaan media komik berpengaruh dalam meningkatkan minat baca murid.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT MELALUI METODE LATIHAN DI KELAS VIII A SMP NEGERI 2 DARMA Mamat Slamet
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pywbnj66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Darma dalam membaca, mengetahui kemampuan membaca cepat siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Darma, dan untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat melalui metode penugasan di kelas VIII A SMP Negeri 2 Darma. Dalam pelaksanaannya menggunakan metode penelitian deskriptif, dan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Darma sebanyak 29 orang . Hasil penilaian pembelajaran dalam kemampuan siswa membaca cepat dengan menggunakan metode latihan di kelas VIII A SMP Negeri 2 Darma telah menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada prosentase keberhasilan yang kecepan membacanya 200 kpm atau lebih dari siklus I sampai siklus III yaitu, pada siklus I 22 orang (75 % ) meningkat menjadi 23 orang (79%) pada siklus II, dan pada siklus III menjadi 28 orang (96%). Hal ini menunjukkan bahwa metode latihan sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa.
STRATEGI KAMPANYE RIDWAN KAMIL DALAM MEDIA INSTAGRAM Fadhilah Juwita Lestari; Shany Pebrianti; Aceng Ruhendi Syaifullah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/54kzfb19

Abstract

Suasana politik di beberapa daerah di Indonesia semakin memanas menjelang Pilkada tahun 2018, tak terkecuali di Jawa Barat. Berbagai cara pun dilakukan oleh semua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur demi meraih kemenangan. Tidak sedikit kampanye-kampanye hitam dan kata-kata tidak santun dilakukan untuk menjelek-jelekan pasangan calon lawan. Ridwan Kamil merupakan salah satu calon gubernur Jawa Barat yang memiliki elektabilitas yang cukup tinggi di Jawa Barat. Mengacu pada hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui strategi kampanye yang dilakukan oleh Ridwan Kamil ditinjau dari sudut pandang linguistik. Makalah ini akan membongkar strategi tindak tutur, kesantuan, dan propaganda kampanye Ridwan Kamil dalam caption instagram official pribadinya. Makalah ini menggunakan teori tindak tutur ilokusi dari Searle dan Austin untuk mengungkap jenis tuturan yang digunakan RK dalam berkampanye. Selanjutnya teori Leech digunakan untuk mengetahui strategi dan indikator kesantunan yang digunakan oleh RK. Yang terakhir adalah teori strategi propaganda yang digagas oleh Lee & Lee digunakan untuk mengungkap strategi propaganda di balik tuturan RK. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi tindak tutur yang paling banyak digunakan adalah Assertif; strategi kesantunan yang banyak digunakan adalah maksim penghargaan dengan mayoritas skala kesantunan untung/rugi; dan strategi propaganda yang paling sering digunakan adalah glittering generality. Berdasarkan hasil penelitian, citra yang ingin dibangun oleh RK dalam kampanyenya di media Instagram adalah integritas yang tinggi, bijaksana, merakyat, dan bercita-cita luhur.
TRADISI BAU NYALE TERHADAP NILAI MULTIKULTURAL PADA SUKU SASAK Runi Fazalani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/tnbt3529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang: (1) Pengaruh dan fungsi tradisi Bau Nyale terhadap masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok, (2) Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Bau Nyale. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mengeksplorasi tradisi budaya yang mampu mempengaruhi masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang telah ada dalam tradisi Bau Nyale di Suku Sasak Pulau Lombok. Obyek penelitian ini adalah tradisi Bau Nyale di Pantai Segar Desa Kute Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah NTB. Hasil penelitian ini menunjukkan tentang 1) Beberapa fungsi Tradisi Bau Nyale terhadapa masyarakat Suku Sasak sebagai berikut: (1) fungsi historis, (2) sebagai rekreasi, (3) sebagai even pariwisata, (4) sebagai wadah ekspresi nilai budaya, (5) sebagai penggerak ekonomi masyarakat, (6) sebagai enkultarisi budaya. 2) Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Bau Nyale sebagai berikut: (1) Nilai Spiritual atau Nilai Ketuhanan, (2) Nilai Integrasi atau sebuah pembaharuan, dan (3) Nilai Solidaritas.
PEMBELAJARAN BAHASA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA Yanto Budhianto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/70vswr26

Abstract

Gerakan Literasi merupakan kegiatan yang bersifat partisipatif melibatkan seluruh warga sekolah (peserta didik, Guru, Kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite sekolah, dan orang tua wali murid). Hal ini terkait dengan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah bahwa Literasi identik dengan aktifitas membaca dan menulis mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya (UNESCO, 2003). Kemampuan Siswa sebagai subjek pembelajar dalam Gerakan Literasi Sekolah diantaranya kemampuan menentukan, mengidentifikasi , menemukan, mengevaluasi, menciptakan Informasi secara terorganisir guna mengkomunikasikannya pada tiap individu untuk berpartisifasi aktif dalam belajar di sekolah dan di masyarakat. Gerakan kolaboratif pembelajaran berbahasa di SDN 1 Kalapagunung ditekankan dalam pengefektifan Literasi dengan mewujudkan pembiasaan membaca peserta didik dalam waktu 15 menit membaca mampu mengarahkan pengembangan belajar pada tahap keterampilan reseptif, produktif maupun responsif Siswa. Pembelajaran berbahasa, pada Penelitian Tindakan Sekolah yang dilaksanakan di SDN 1 Kalapagunung bertujuan untuk meningkatkan Kemampuan Literasi tiap peserta didik melalui cara dan teknik pengajaran yang dilaksanakan Guru dalam memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menumbuhkembangkan budaya Literasi di SDN 1 Kalapagunung