cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
PELANGGARAN PRINSIP SOPAN SANTUN PADA DIALOG ACARA MATA NAJWA EPISODE MELIHAT KE TIMUR Nanang Maulana
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/z42hy797

Abstract

Bahasa seperti lahan yang tidak ada habisnya untuk digarap atau dijadikan objek penelitian oleh para peneliti, sifat bahasa yang dinamis memungkinkan para peneliti menemukan kasus-kasus baru atau bahkan teori kekinian. Selain itu luasnya kajian bahasa menjadikan bahasa bisa dikaji atau diteliti dari berbagai sudut pandang baik dari internal atau eksternal bahasa itu sendiri. Pada penelitian yang berjudul Pelanggaran Prinsip Sopan Santun Pada Acara Dialog Mata Najwa Episode Melihat ke Timur ini bahasa dikaji dari perspektif pinsip sopan santun yang dikemukakan oleh Robin Lakoff sebagai patokan kesopansantunan dan bertujuan untuk mencari atau mengetahui pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan yang tidak sesuai dengan kaidah sopan santun yang dikemukakan Lakoff. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa masih banyak pelanggaran-pelanggaran, baik itu pelanggaran kaidah formalitas, kaidah ketidaktegasan dan kaidah persamaan atau kesekawanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif sementara prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak yaitu a) teknik simak; b) teknik catat; c) teknik penyeleksian; d) analisis.
PENGGUNAAN METODE SETIA (FAITHFUL) DALAM MENERJEMAHKAN KARYA SASTRA BERUPA CERITA PENDEK Muhammad Aprianto Budie Nugroho
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/gq927r71

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan bagaimana mahasiswa menggunakan metode penerjemahan Setia ( Faithful) dalam menerjemahkan karya sastra berupa cerita pendek berjudul “Blunder” karya Anton Chekov dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dalam mengumpulkan data dan menganalisis data yang didapat dari hasil terjemahan Inggris-Indonesia dari mahasiswa tingkat tiga. Penulis menggunakan teori-teori penerjemahan dari Newmark dalam menganalisa metode apa yang digunakan oleh para mahasiswa dan Baker untuk menganalisis kesetaraan dalam penerjemahan. Berdasarkan hasil analisa dari hasil penterjemahan yang di lakukan oleh mahasiswa bisa di ambil sebuah kesimpulan bahwa hampir semua mahasiswa menggunakan metode Faithful dalam menenerjemahkan cerita pendek tersebut. Metode penerjemahan Faithful sering digunakan oleh mahasiswa, karena mahasiswa mencoba menerjemahkan secara persis makna kontekstual dari bahasa sumber. Selain itu ditemukan kesetaraan dalam penerjemahan yang dilakukan oleh para mahasiswa yaitu persamaan gramatikal.
BAHASA INDONESIA MENUJU BAHASA INTERNASIONAL Dendy Sugono
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/hfyqqg30

Abstract

Dalam perikehidupan masyarakat Indonesia telah terjadi berbagai perubahan, terutama yang berkaitan dengan tata ekonomi dan politik. Di bidang ekonomi, misalnya, telah terjadi perubahan dalam sistem perdagangan dari perdagangan tradisional ke perdagangan bebas, dari sistem tawar ke sistem harga mati. Situasi itu telah merambah ke kota-kota kecil di Tanah Air. Bahkan, sistem itu telah merambah ke perdagangan eceran (kecil), seperti pasar-pasar/toko kecil (mini market) dan kios-kios barang dan minuman. Selain hilangnya budaya tawar, ada fenomena baru sedang mewabah seolah menandai kelas sosial masyarakat, yaitu belanja secara daring (online), belanja tak perlu keluar rumah cukup memesan secara daring dan barang diantar ke rumah. Kondisi itu mendatangkan pengusaha besar memasuki area perdagangan tradisional, bahkan sejumlah pengusaha besar dari luar Indonesia mendekati pasar-pasar tradisional. Sistem perdagangan pun telah berubah diawali dengan Tata Ekonomi Eropa dan perkembangan di kawasan Asia Tenggara. Kawasan Asia Tenggara ini telah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kondisi itu telah menempatkan bahasa asing pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa itu memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa dan memengaruhi perkembangan bahasa di kawasan negara-negara ASEAN, seperti bahasa Indonesia (Sugono, 2014). Keadaan itu telah membawa perubahan gaya hidup dan perilaku masyarakat dalam bertindak dan berbahasa, khususnya di Indonesia. Misalnya, rasa kebersamaan telah tergeserkan oleh individualisme; interaksi sosial di tempat umum telah kehilangan ruang, seperti pusat belanja yang disebut pasar dahulu menjadi tempat interaksi sosial warga masyarakat. Kini tempat itu telah berganti pasar modern (swalayan) yang tidak memberi peluang terjadinya interaksi sosial, bahkan antara pembeli dan penjual, apalagi dengan pemilik barang dagangan, tidak ada percakapan. Gejala tersebut merupakan indikasi bahwa ruang gerak penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan mengalami pergeseran. Sebaliknya, penggunaan bahasa asing makin memperoleh tempat dalam tatanan kehidupan masa kini.
KEBANGGAAN TERHADAP BAHASA INDONESIA (LANGUAGE PRIDE) DI PURWAKARTA Siti Chadijah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/05zxjc70

Abstract

Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa selalu dijaga, salah satunya dengan menjadikan bahasa Indonesia sebagai satu bidang studi yang wajib diikuti oleh warga negara Indonesia sejak sekolah dasar hingga di perguruan tinggi. Tujuan dari pembinaan bahasa Indonesia melalui pendidikan formal tersebut di samping bermaksud agar warga negara terutama yang menempuh pendidikan formal memiliki keterampilan berbahasa lisan maupun tulis, juga diharapkan memiliki jati diri yang ajeg serta memiliki sikap bahasa Indonesia yang baik sebagai wujud kebanggaan bahasa (language pride). Penelitian ini didasarkan pada kajian sikap bahasa, terutama kebanggaan mahasiswa terhadap bahasa Indonesia. Dengan metode observasi dan wawancara permulaan secara langsung penulis memeroleh data sementara berupa respon mahasiswa mengenai kebanggaan bahasa (languagepride) terhadap bahasa Indonesia perlu dikaji lebih mendalam. Hal ini disebabkan berbagai alasan yang terungkap dari jawaban sementara mahasiswa Polibisnis Purwakarta. Penelitian ini juga bermaksud untuk mengetahui bagaimana sikap bahasa terutama kebanggaan mahasiswa Polibisnis Purwakarta terhadap bahasa Indonesia. Untuk menjaring data tentang sikap bangga bahasa terhadap bahasa Indonesia tersebut, penulis mengimplementasikan kriteria penilaian sikap kebanggaan terhadap bahasa Indonesia dengan menggunakan beberapa pertanyaan tidak terstruktur untuk dijawab oleh mahasiswa Polibisnis Purwakarta. Pernyataan-pernyataan tersebut diharapkan dapat melihat kecenderungan mahasiswa menampakkan sikap bahasanya terutama kebanggaannya terhadap bahasa Indonesia. Harapannya, sikap bahasa terutama kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia yang baik hadir dalam diri mahasiswa secara sadar dan penuh cinta sehingga kasus hilangnya bahasa seperti di Irlandia tidak terjadi di Indonesia.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FIELD TRIP PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sri Ratnawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/2qramp05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil penulisan deskripsi siswa kelas V SDN Unggulan Kuningan , Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan dengan menerapkan metode pembelajaran field trip. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah 15 siswa kelas V SDN Unggulan Kuningan . Sumber data yang digunakan adalah tempat, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode field trip dalam pembelajaran menulis deskriptif dapat meningkatkan minat belajar siswa dari 53% pada siklus I menjadi 73% pada siklus II. Selain itu, keaktifan siswa selama pembelajaran juga meningkat menjadi 53% pada siklus I menjadi 87% pada siklus II. Prestasi belajar siswa juga meningkat dari sebelumnya, yaitu 60% siswa mencapai KKM dengan nilai rata-rata 65,8 pada siklus I meningkat menjadi 87% siswa mencapai KKM dengan nilai rata-rata 75,25. Simpulan penelitian ini adalah penerapan metode field trip dalam pembelajaran menulis deskripsi dapat meningkatkan kualitas proses dan prestasi belajar siswa kelas V dari SDN Unggulan Kuningan. Hal ini dapat ditunjukkan oleh peningkatan ketertarikan siswa, keaktifan siswa, dan prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II.
Bahasa Indonesia Telah Diproklamasikan Sebagai Bahasa Internasional Tri Budhi Sastrio
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/qk5e4j77

Abstract

Hampir empat tahun telah berlalu dan gema nyaring proklamasi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional tetap saja sayup-sayup meskipun diyakini seperti yang diamanatkan di dalam Proklamasi Bahasa – KBI X itu sendiri, semua berjalan secara alami menuju ke sebuah tujuan yang sebenarnya tidak tepat juga dikatakan tujuan karena tujuan itu telah dicapai dan bersama-sama dengan tujuan itulah semua berjalan sekarang ini. Makalah singkat berikut ini mencoba mencatat semua latar belakang peristiwa sederhana yang melatarbelakangi diproklamirkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional, yang versi digitalnya diunggah melalui Facebook, sedangkan versi tertulisnya dimuat di dalam harian Tribunnews yang terbit di Kalimantan.
Literasi Media Melalui Kajian Linguistik Fungsional di Indonesia Wulan Rahmatunisa
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/takv8m69

Abstract

Gempuran hoax atau berita bohong menjadi semakin menghawatirkan. Penggunaan sosial media yang menjadi salah satu arena penyebaran hoax harus mendapat perhatian utama khususnya bagi generasi Z yang merupakan konsumen mayoritas dari jejaring tersebut. Pada makalah ini akan dipaparkan mengenai bagaimana peranan literasi media melalui kajian linguistik fungsional menjadi senjata terhadap serangan berita bohong, yang diterapkan dalam ranah pendidikan di Indonesia. Literasi media merupakan sarana untuk menjadikan kita pembaca yang kritis dan tidak langsung terprovokasi oleh isu yang media sajikan (Cope, 2002). Sebagai bagian tak terpisahkan dari esensi Systemic Functional Linguistics atau tata bahasa fungsional, literasi media mengajak kita untuk faham akan bagaimana sebuah teks memiliki multidimensi dalam pengkonstruksian makna (Halliday dan Matthiessen, 2004). Oleh karena itu, sudah saatnya linguistik fungsional digalakan sebagai senjata ampuh anti hoax dalam dunia pendidikan di Indonesia.
PENGGUNAAN NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL SAADAWI SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN WACANA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PBSI TAHUN AKADEMIK 2017/2018 Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/z570rk54

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran, idealnya seorang pengajar membuat sendiri bahan ajar sesuai dengan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik, sehingga mempermudah peserta didik dalam mempelajari materi. Sumber bahan ajar bisa dari buku, modul atau karya sastra misalnya hasil analisis novel karena novel merupakan karya sastra yang sarat makna. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari tahun lalu yang berjudul Analisis wacana kritis pada novel perempuan di titik nol larya Nawal el saadawi dilihat dari tokoh danperwatakan, konflik serta amanat.Selanjutnya hasil penelitian tersebut diujicobakan sebagai bahan ajar mata kuliah wacana dengan judul penelitian ini Penggunaan Novel Perempuan Di Titik Nol Karyanawal El Saadawi Sebagai Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Wacana Pada Mahasiswa Program Studi PBSI Tahun Akademik 2017/2018. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah hasil pembelajaran wacana bahasa Indonesia sebelum penggunaan bahan ajar hasil analisis novel perempuan di titik nol karya nawal el saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018? (2) Bagaimanakah hasil pembelajaran wacana bahasa Indonesia setelah penggunaan bahan ajar hasil analisis novel perempuan di titik nol karya nawal el saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018? (3) Apakah novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal el Saadawi efektif dalam pembeljaran mata kuliah wacana bahasa Indonesia pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Ingin mengetahui hasil pembelajaran Wacana bahasa Indonesia sebelum penggunaan bahan ajar hasil analisis novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El Saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018. (2) Ingin mengetahui hasil pembelajaran wacana bahasa Indonesia setelah penggunaan bahan ajar hasil analisis novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El Saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018.(3) Ingin mengethui efektifitas penggunaan bahan ajar hasil analisis novel perempuan di titik nol karya nawal el saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018. Hipotesis penelitian ini adalah penggunaan novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal el Saadwi sebagai bahan ajar mata kuliah Wacana Bahasa Indonesia pada mahasiswa prodi PBSI tahun ajaran 2017/2018 efektif digunakan dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu (1) Hasil pembelajaran wacana sebelum menggunakan novel Perempuan Dititik Nol sebagai bahan ajar rata-ratanya adalah 64,29. (2) Hasil pembelajaran wacana sesudah menggunakan novel Perempuan Dititik Nol sebagai bahan ajar rata-ratanya adalah 75,96. (3) Terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar analisis wacana yang cukup signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan Novel Perempuan Dititik Nol sebagai bahan ajar. Hal ini menunjukkan bahwa novel Perempuan Dititik Nol efektif digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran tersebut.
PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA MASYARAKAT KAMPUNG CIDADAP KABUPATEN CIREBON Hesti Muliawati; Rendi Suhendra; Muhamad Husen Muttaqin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ycr4v931

Abstract

Bahasa daerah merupakan warisan leluhur yang harus dipertahankan karena bahasa adalah satu-satunya alat berkomunikasi secara lisan. Dengan bahasa kita dapat memperkenalkan ciri khas atau identitas, serta budaya masyarakatnya. Saat ini penggunaan bahasa daerah semakin sedikit, salah satu penyebabnya adalah masuknya budaya lain ke dalam budaya yang sudah ada. Namun, berbeda dengan masyarakat Kampung Cidadap yang berada di Desa Cipejeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Diketahui masyarakat tersebut masih mempertahankan menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi sehari-harinya. Padahal mayoritas masyarakat di desanya menggunakan bahasa Sunda untuk berkomunikasi. Saat ini, pemertahanan bahasa di suatu wilayah menjadi sebuah tantangan bagi masyarakatnya. Sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, mobilitas penduduk, dan dengan mudahnya budaya luar masuk ke dalamnya, yang menyebabkan suatu masyarakat dapat berkomunikasi dengan beragam bahasa. Untuk itu, diperlukan adanya kesadaran masyarakat agar tetap menjaga identitas golongannya. Adapun tujuan dari penelitian ini, yakni: 1) Bagaimanakah sikap dan pemilihan bahasa masyarakat Kampung Cidadap, Kabupaten Cirebon; dan 2) mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat kampung Cidadap masih tetap mempertahankan bahasanya. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa masyarakat Kampung Cidadap sampai saat ini masih tetap mempertahankan bahasa Jawa dalam berkomunikasi sehari-harinya. Hal ini berarti kesetiaan berbahasa (language loyality) pada masyarakat kampung Cidadap masih dipertahankan sebagai ciri khas identitasnya.
PANDANGAN TERHADAP PEMERINTAH DALAM KARYA SASTRA Ahmad Fadly
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/dzk4z803

Abstract

Polarisasi media menyebabkan tindakan yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Kerangka pikir bangsa membedakan produk tulisan secara oposisi. Dalam berita (hardnews) lebih mudah diidentifikasi oposisi itu. Namun, tidak mudah membedakannya pada karya sastra. Penelitian ini menggunakan karya sastra (cerpen) yang diterbitkan oleh koran-koran pada 2016 dan 2017. Dalam pengolahannya, peneliti ini mengoperasikan perangkat lunak AntConc 4.3.3w untuk mengungkap pandangan pengarang terhadap pemerintah dan juga rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah dipandang sebagai obyek yang negatif karena tindakannya berseberangan dengan rakyat dan kurangnya kordinasi antara pusat dan daerah sehingga memiliki oposisi. Akan tetapi, pemerintah yang direpresentasikan oleh kata presiden, gubernur, walikota, dan bupati dipandang dari segi personal, bukan sebagai institusi pemerintah sehingga komunikasi interpersonal lebih dititikberatkan. Sementara itu, masyarakat dipandang sebagai obyek yang memiliki pola pikir dan nilai kolektif serta kebersamaan yang tinggi, sedangkan rakyat dipandang sebagai oposisi terhadap pemerintah, klasifikasi sosial, dan simbol perjuangan serta perlawanan.