cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
KAJIAN SEMANTIK PADA FENOMENA PLEONASME DALAM ESAI MAHASISWA BERBANTUKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Veni Nurpadillah; Emah Khuzaemah; Tommi Yuniawan; Arief Darmawan
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/sckc0957

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis gejala pleonasme dalam esai mahasiswa yang disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dari sudut pandang semantik. Pleonasme dimaknai sebagai penggunaan unsur bahasa berlebih yang mengakibatkan pemborosan makna dan ketidakefisienan dalam komunikasi akademik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa potongan kata, frasa, klausa, dan kalimat dari esai mahasiswa yang terbukti mengandung kesalahan semantik. Data dikumpulkan dari mahasiswa di tiga perguruan tinggi wilayah Ciayumajakuning, yaitu UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, dan Universitas Darul Ma’arif yang memanfaatkan aplikasi AI seperti ChatGPT, Samwell.ai, dan ShortlyAI dalam penulisan tugasnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas libat cakap (SBLC) dan catat, sedangkan analisis dilakukan menggunakan metode agih (Teknik Bagi Unsur Langsung) dan metode padan referensial (teknik Pilah Unsur Penentu). Hasil analisis terhadap 37 data menunjukkan berbagai bentuk pleonasme, seperti pengulangan frasa, penggunaan klitik atau unsur gramatikal yang tidak diperlukan, serta pengulangan makna dalam satu struktur kalimat. Ditemukan bahwa mahasiswa cenderung menerima hasil AI secara mentah tanpa revisi kritis terhadap aspek makna. Selain itu, AI juga belum sepenuhnya mampu menghasilkan teks yang hemat secara semantik akibat bias pada data pelatihannya. Penelitian ini merekomendasikan integrasi literasi semantik dalam pembelajaran akademik berbasis teknologi dan pengembangan fitur AI yang lebih efisien secara semantik. Temuan ini mendukung pentingnya kebijakan akademik yang mengarahkan penggunaan AI secara etis dan reflektif. KATA KUNCI:  Kecerdasan Buatan; Pleonasme; Semantik   A SEMANTIC STUDY OF THE PLEONASM PHENOMENON IN STUDENT ESSAYS BASED ON ARTIFICIAL INTELLIGENCE   ABSTRACT: This study aims to identify and analyze pleonasm phenomena in student essays written with the assistance of Artificial Intelligence (AI) from a semantic perspective. Pleonasm is defined as the excessive use of linguistic elements that results in semantic redundancy and inefficiency in academic communication. The research employs a qualitative descriptive method with data consisting of segments of words, phrases, clauses, and sentences from student essays found to contain semantic errors. Data were collected from students at three universities in the Ciayumajakuning region: UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, and Universitas Darul Ma’arif, all of whom used AI applications such as ChatGPT, Samwell.ai, and ShortlyAI in their writing tasks. Data collection techniques included non-participatory observation and note-taking, while analysis was conducted using the distributional method (Immediate Constituent technique) and the translational identity method (Determining Element Sorting technique). Analysis of 37 data samples revealed various forms of pleonasm, such as phrase repetition, unnecessary use of clitics or grammatical elements, and semantic redundancy within sentence structures. The findings show that students tend to accept AI-generated texts uncritically, without revising them for semantic clarity. Moreover, AI has not yet demonstrated the ability to produce semantically economical texts, partly due to biases in its training data. This study recommends integrating semantic literacy into technology-based academic instruction and developing AI features that promote greater semantic efficiency. These findings also support the need for academic policies that guide the ethical and reflective use of AI in higher education. KEYWORDS: Artificial Intelligence; Pleonasm; Semantics Diterima: 4 Juni 2025 Direvisi: - Disetujui: 2 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Nurpadillah, V., Khuzaemah, E., Yuniawan, T., & Darmawan, A. (2025). Kajian Semantik Pada Fenomena Pleonasme Dalam Esai Mahasiswa Berbantukan Artificial Intelligence. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2) 312-331.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
VARIASI POLA KALIMAT TUNGGAL PADA JUDUL BERITA DARING SEPAK BOLA DETIKCOM EDISI JANUARI 2025 Galih Ramadhan; Jaja Jaja
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/6tq6py62

Abstract

ABSTRAK: Sumber Informasi yang banyak diminati yaitu berita harian daring yang dapat diakses melalui internet dengan mudah. Dalam penyampaiannya, tata Bahasa teks berita harian sangat menarik untuk diteliti bagaimana pola, fungsi, kategori, dan peran dalam kalimat yang disampaikan pada teks berita harian. Sumber data merupakan sebuah dokumentasi dari 100 berita berita harian daring tentang sepak bola yang diterbitkan oleh tim detikcom melalui jaringan internet pada edisi januari 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi berbagai judul teks berita harian detikcom. Hasil pembahasan ditemukan bahwa berbagai judul berita daring sepak bola pada situs detikcom dominan menggunakan pola kalimat S-P-O selain, itu terdapat kalimat yangmenggunakan pola kalimat S-P-O-K. Kemudian juga terdapat pola kalimat S-P Selanjutnya terdapat juga kalimat yang menggunakan pola S-P-O-Pel. Selanjutnya, pola kalimat yang paling sedikit digunakan adalah kalimat tunggal yang menggunakan pola kalimat S-P-K. Selain itu penelitian ini dapat bermanfaat untuk pembelajaran teks berita khususnya dalam meningkatkan kemampuan menulis peserta didik dengan belajar terkait variasi pola kalimat yang akan digunakan pada saat menulis teks berita. KATA KUNCI: varisi pola kalimat; kalimat tunggal; judul berita; berita daring, detikcom.   VARIATIONS OF SIMPLE SENTENCE PATTERNS IN ONLINE FOOTBALL NEWS HEADLINES ON DETIKCOM, JANUARY 2025 EDITION   ABSTRACT: The most popular source of information today is online daily news, which can be easily accessed via the internet. In its presentation, the language structure of daily news texts is particularly interesting to study in terms of patterns, functions, categories, and roles within the sentences used in daily news texts. The data source consists of a documentation of 100 online daily news articles about football, published by the Detikcom team through the internet in the January 2025 edition.This research employs a qualitative method, with data collection conducted through documentation techniques involving various headlines of Detikcom daily news texts. The findings indicate that the majority of football news headlines on the Detikcom website predominantly use the S-P-O (Subject-Predicate-Object) sentence pattern. Additionally, there are sentences that follow the S-P-O-K (Subject-Predicate-Object-Adverb) pattern. Some sentences also use the S-P (Subject-Predicate) pattern, while others follow the S-P-O-Pel (Subject-Predicate-Object-Complement) pattern. The least frequently used sentence pattern is the simple sentence with the S-P-K (Subject-Predicate-Adverb) structure.Furthermore, this research can be beneficial for news text learning, particularly in enhancing students' writing skills by exploring variations of sentence patterns to be used when composing news texts. KEYWORDS: variations of sentence patterns; simple sentence; news headline; online news; detikcom.   Diterima: 12 Juni 2025 Direvisi: 7 Agustus 2025 Disetujui: 8 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Ramadhan, G., & Jaja. (2025). Variasi pola kalimat tunggal pada judul berita daring sepak bola Detikcom edisi Januari 2025. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 332-342.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.                                                                                                                                                              
Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Literasi Digital terhadap Kompetensi Menulis Esai Mahasiswa Sakina Fitri; Mantasiah; Juanda Juanda
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fs9bxv39

Abstract

ABSTRAK: Literasi media digital pada era globalisasi sangat dibutuhkan oleh mahasiswa untuk menyampaikan informasi secara efektif dalam proses belajar mengajar, terutama dalam konteks pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan metode pembelajaran kolaboratif berbasis literasi digital dalam meningkatkan kompetensi menulis esai mahasiswa di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Makassar. Metode penelitian ini menggunakan survei kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang mengukur aspek-aspek penerapan metode kolaboratif, penggunaan teknologi, efektivitas pembelajaran, serta keterlibatan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran kolaboratif berbasis literasi digital efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang menulis esai dan meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Selain itu, penggunaan teknologi seperti Google Docs, Canva, dan ChatGPT memperkaya interaksi dan kolaborasi antarmahasiswa. Kontribusi penelitian ini terletak pada peningkatan pemahaman tentang penerapan metode pembelajaran berbasis teknologi yang dapat diterapkan di berbagai institusi pendidikan di seluruh dunia, mendukung perkembangan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global. Penelitian ke depan disarankan untuk mengeksplorasi implementasi teknologi lain dan menguji keberlanjutan dampaknya terhadap pengembangan keterampilan menulis di berbagai disiplin ilmu. KATA KUNCI: literasi digital; menulis esai; pembelajaran kolaboratif; teknologi pembelajaran.   COLLABORATIVE LEARNING BASED ON DIGITAL LITERACY ON STUDENTS' ESSAY WRITING COMPETENCE     ABSTRACT: Digital media literacy in the era of globalization is really needed by students to convey information effectively in the teaching and learning process, especially in the context of technology-based learning. The aim of this research is to evaluate the application of collaborative learning methods based on digital literacy in improving students' essay writing competence in the Department of Indonesian Language and Literature, Makassar State University. This research method uses a quantitative survey with a descriptive survey design. The instrument used is a questionnaire that measures aspects of implementing collaborative methods, use of technology, learning effectiveness, and student involvement. The research results show that collaborative learning methods based on digital literacy are effective in increasing students' understanding of essay writing and increasing student involvement in the learning process. Apart from that, the use of technology such as Google Docs, Canva, and ChatGPT enriches interaction and collaboration between students. The contribution of this research lies in increasing understanding of the application of technology-based learning methods that can be applied in various educational institutions throughout the world, supporting the development of student competencies in facing global challenges. Future research is recommended to explore the implementation of other technologies and examine the sustainability of their impact on the development of writing skills across various disciplines. KEYWORDS: digital literacy; essay writing; collaborative learning; learning technology. Diterima: 13 Juni 2025 Direvisi: - Disetujui: 13 Juli 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Fitri, S., Mantasiah, & Juanda. (2025). Pembelajaran kolaboratif berbasis literasi digital terhadap kompetensi menulis esai mahasiswa. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 343-360.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Representasi Emosi Pada Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis: Mimetik Terhadap Pengalaman Manusia Aditya Apriannur; Nina Queena Hadi Putri; Endang Dwi Sulistyowati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/f871g082

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi emosi dalam film "Bolehkah Sekali Saja Kumenangis" karya Reka Wijaya dengan menggunakan pendekatan mimetik. Film ini mengisahkan perjalanan hidup seorang wanita bernama Tari, yang berjuang melindungi ibunya dari kekerasan dan menghadapi berbagai tantangan emosional. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi delapan data yang diklasifikasikan ke dalam beberapa bagian, termasuk transformasi naratif, konflik dalam film, eksplorasi kedalaman emosi kesedihan, dan pengalaman baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini secara efektif menggambarkan kerentanan emosional tokoh, terutama Tari dan Baskara, yang berjuang dengan ekspektasi, kekerasan, dan rasa kehilangan. Kesedihan yang dialami Tari diperkuat oleh perbandingan dengan Baskara, yang memiliki dukungan dan tempat yang aman. Film ini juga menyoroti perjalanan Tari dalam mencari kebebasan dan pengalaman baru, serta pentingnya dukungan emosional dari orang-orang terdekat. Dengan narasi yang kuat dan pengembangan karakter yang mendalam, "Bolehkah Sekali Saja Kumenangis" berhasil menciptakan resonansi emosional yang intens, merangsang empati penonton terhadap realitas sosial dan budaya yang dihadapi oleh para tokohnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kajian film dan emosi, serta memperluas pemahaman tentang peran film dalam kehidupan manusia. KATA KUNCI: Film; Pendekatan Mimetik; Representasi Emosi   REPRESENTATION OF EMOTIONS IN FILM BOLEHKAH SEKALI SAJA KUMENANGIS: A MIMETIC REFLECTION OF HUMAN EXPERIENCE     ABSTRACT: This study aims to explore the representation of emotions in the film "Bolehkah Sekali Saja Kumenangis" by Reka Wijaya using a mimetic approach. The film tells the story of a woman named Tari, who struggles to protect her mother from violence and faces various emotional challenges. Through qualitative analysis, this study identified eight data that were classified into several parts, including narrative transformation, conflict in the film, exploration of the depth of sadness emotions, and new experiences. The results of the study show that the film effectively depicts the emotional vulnerability of the characters, especially Tari and Baskara, who struggle with expectations, violence, and loss. Tari's sadness is reinforced by the comparison with Baskara, who has support and a safe place. The film also highlights Tari's journey in seeking freedom and new experiences, as well as the importance of emotional support from those closest to her. With a strong narrative and in-depth character development, "Bolehkah Sekali Saja Kumenangis" successfully creates intense emotional resonance, stimulating the audience's empathy for the social and cultural realities faced by its characters. This study is expected to make a significant contribution to the study of film and emotion, as well as broaden the understanding of the role of film in human life. KEYWORDS: Film; Mimetic Approach; Representations of Emotions Diterima: 22 Juni 2025 Direvisi: 4 Juli 2025 Disetujui: 5 Juli 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Apriannur, A., Putri, N. Q. H., & Sulistyowati, E. D. (2025). Representasi emosi dalam film bolehkah sekali saja kumenangis: Mimetik pengalaman manusia. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 361-371.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
GAYA BAHASA PERULANGAN ALBUM BERDAMAI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN MATERI AJAR PUISI Rita Wulandari; Iwan Marwan; Nurul Dwi Lestari; Rossy Widya Puspita
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/xagrr293

Abstract

ABSTRAK: Pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA sangat penting dalam mengembangkan keterampilan berbahasa peserta didik. Gaya bahasa perulangan merupakan salah satu bentuk gaya bahasa yang penting dalam karya sastra dan musik karena dapat memperkuat makna, menciptakan irama, serta meningkatkan estetika bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa perulangan dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari yang dirilis pada tahun 2024 dan mengetahui relevansinya terhadap pengembangan materi ajar puisi di SMA kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian pustaka dengan teknik simak, baca, dan catat sebagai metode pengumpulan data. Data primer berupa lirik-lirik lagu yang terdapat dalam album Berdamai, sedangkan data sekunder meliputi buku ajar Bahasa Indonesia kelas X, artikel jurnal penelitian, dan informasi dari media online. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan tujuh jenis gaya bahasa perulangan dalam album Berdamai, yaitu 8 data aliterasi, 23 data asonansi, 6 data anafora, 4 data epistrofa, 13 data epizeukis, 3 data mesodiplosis, dan 2 data simploke. Penggunaan gaya bahasa perulangan ini bertujuan untuk membangun kekuatan ekspresif, memperkuat pesan, dan menciptakan irama emosional dalam lirik lagu. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa gaya bahasa perulangan ini relevan dengan pengembangan materi ajar puisi di SMA, khususnya kelas X. KATA KUNCI: Album Lagu; Gaya Bahasa; Puisi REPETITIONAL LANGUAGE STYLE OF THE BERDAMAI ALBUM AND ITS RELEVANCE TO THE DEVELOPMENT OF POETRY TEACHING MATERIALS   ABSTRACT: Indonesian language learning at the high school level is very important in developing students' language skills. Repetition is one of the important forms of language style in literary and musical works because it can strengthen meaning, create rhythm, and enhance the aesthetics of language. This study aims to analyze the repetition in the album Berdamai by Ghea Indrawari which was released in 2024 and to determine its relevance to the development of poetry teaching materials in high school grade X. The method used in this study is a literature review with listening, reading, and note-taking techniques as a method of data collection. Primary data are in the form of song lyrics contained in the Berdamai album, while secondary data include Indonesian language textbooks for grade X, research journal articles, and information from online media. Data analysis techniques used include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that seven types of repetition language styles were found in the Berdamai album, namely 8 alliteration data, 23 assonance data, 6 anaphora data, 4 epistrophe data, 13 epizeukis data, 3 mesodiplosis data, and 2 simploke data. The use of this repetition language style aims to build expressive power, strengthen messages, and create emotional rhythms in song lyrics. The results of this study also prove that this repetition language style is relevant to the development of poetry teaching materials in high school, especially class X. KEYWORDS: Song Album; Style of Language; Poetry Diterima: 25 Juni 2025 Direvisi: 26 Agustus 2025 Disetujui: 27 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka: Wulandari, R., Marwan, I., Lestari, N. D., & Puspita, R. W. (2025). Gaya bahasa perulangan album berdamai dan relevansinya terhadap pengembangan materi ajar puisi. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 372-384.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.                                                                                                                                                                 
KUMPULAN CERPEN KOMPAS SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA BERMUATAN KEARIFAN LOKAL Angger Gilang Praditama; Ari Kusmiatun; Dwi Budiyanto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kx6hcx95

Abstract

ABSTRAK: Sastra sebagai cerminan dari realitas sosial menyajikan budaya yang terdapat dalam realitas kehidupan masyarakat. Sastra merupakan sarana yang menarik untuk mengajarkan bahasa sekaligus budaya kepada pembelajar bahasa. Penelitian ini berfokus pada bentuk kearifan lokal yang terdapat dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2018 Doa Yang Terapung dan implementasinya sebagai bahan ajar dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2018 Doa Yang Terapung dan sumber-sumber lain seperti artikel, jurnal, buku, dan sumber-sumber lain yang mendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca dan mencatat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kearifan lokal yang ditemukan adalah busana, kuliner, nama, seni dan adat, sehingga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran BIPA pada pembelajar BIPA tingkat lanjut level 6 sampai 7 sebagai bahan ajar karena dapat membantu pembelajar mempelajari bahasa dan budaya dengan lebih menarik. KATA KUNCI: bahan ajar; kearifan lokal; sastra; pembelajaran BIPA   A COLLECTION OF SHORT STORIES FROM KOMPAS AS TEACHING MATERIAL FOR BIPA WITH LOCAL WISDOM CONTENT     ABSTRACT: Literature as a reflection of social reality presents the culture found in the reality of people's lives. Literature is an interesting tool to teach language as well as culture to language learners. This research focuses on the form of local wisdom contained in the Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2018 Doa Yang Terapung and its implementation as teaching material in BIPA learning. This research is a qualitative descriptive research. The source of data in this research is the Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2018 Doa Yang Terapung and other sources such as articles, journals, books, and other supporting sources. The data collection technique is done by reading and writing. The data analysis technique used in this research is interactive data analysis technique. The results showed that the form of local wisdom found is the wisdom of fashion, cuisine, names, arts and customs, so it can be implemented in BIPA learning at advanced BIPA learners level 6 to 7 as teaching material because it can help learners learn language and culture more interestingly. KEYWORDS: BIPA learning; teaching materials, literature; local wisdom   Diterima: 22 Juli 2025 Direvisi: 9 Agustus 2025 Disetujui: 9 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Praditama, A. G., Kusmiatun, A., & Budiyanto, D. (2025). Kumpulan cerpen Kompas sebagai bahan ajar BIPA bermuatan kearifan lokal. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 431-444.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
REPRESENTASI IBU KOTA NUSANTARA DALAM PEMBERITAAN DETIK.COM: ANALISIS WACANA KRITIS BERBASIS KORPUS Refbiagi Seis Meka; Atiqa Sabardila; Markhamah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rx4fpj93

Abstract

ABSTRAK: Pemberitaan mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu isu strategis dalam media Indonesia, khususnya karena proyek ini merepresentasikan agenda politik, pembangunan, dan identitas nasional. Media daring seperti Detik.com memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik melalui pilihan bahasa dan strategi wacana yang digunakan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi Ibu Kota Nusantara yang dibangun oleh Detik.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan Corpus-Assisted Discourse Studies (CADS), yakni perpaduan analisis linguistik korpus dan analisis wacana kritis. Jenis penelitian bersifat kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif (embedded design). Data penelitian berupa 1.245 berita tentang IKN yang dipublikasikan oleh Detik.com sepanjang tahun 2024, dengan total 449.461 tokens. Data dihimpun melalui teknik web scraping menggunakan perangkat lunak Octoparse dan dikompilasi menjadi korpus. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan perangkat lunak AntConc untuk mengekstraksi frekuensi kata, kolokasi, dan konkordansi. Temuan kuantitatif kemudian diinterpretasikan secara kualitatif dengan kerangka analisis wacana kritis Norman Fairclough (teks, praktik wacana, dan praktik sosial), untuk menghasilkan pemahaman mendalam mengenai representasi wacana IKN. Data yang dianalisis dipilih secara purposive-proporsional. Pengujian keabsahan data melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Detik.com merepresentasikan IKN sebagai proyek strategis nasional yang didominasi oleh wacana institusional, simbolik, dan teknokratik. Leksikon yang muncul menekankan peran negara, personalisasi Presiden, dan keberhasilan pembangunan, sementara representasi masyarakat cenderung terpinggirkan. Detik.com secara diskursif mereproduksi narasi hegemonik negara dan menormalisasi ideologi pembangunan serta simbolisme nasional, sehingga membentuk realitas yang berpihak pada kepentingan negara dan mengabaikan keberagaman suara publik. Temuan ini memperlihatkan bagaimana media turut berperan dalam membentuk konstruksi ideologis terhadap proyek IKN melalui praktik wacana yang selektif. KATA KUNCI: Analisis Wacana Kritis; Detik.com; Ibu Kota Nusantara; Korpus; Representasi   THE REPRESENTATION OF IBU KOTA NUSANTARA IN DETIK.COM NEWS: A CORPUS ASSISTED DISCOURSE STUDIES     ABSTRACT: Coverage of the Indonesian Capital City (IKN) has become a strategic issue in Indonesian media, particularly as this project represents political agendas, development, and national identity. Online media such as Detik.com play a crucial role in shaping public perception through their language choices and discourse strategies. Based on this, this study aims to uncover the representation of the Indonesian Capital City constructed by Detik.com. This study uses a Corpus-Assisted Discourse Studies (CADS) approach, a combination of corpus linguistic analysis and critical discourse analysis. The research type is qualitative with the support of quantitative analysis (embedded design). The research data consists of 1,245 news articles about the IKN published by Detik.com throughout 2024, totaling 449,461 tokens. The data were collected through web scraping techniques using Octoparse software and compiled into a corpus. Quantitative analysis was conducted using AntConc software to extract word frequency, collocation, and concordance. The quantitative findings were then interpreted qualitatively using Norman Fairclough's critical discourse analysis framework (text, discourse practice, and social practice), to produce an in-depth understanding of the representation of the IKN discourse. The data analyzed was selected purposively-proportionally. Testing the validity of data through method triangulation. The results show that Detik.com's reporting represents the IKN as a national strategic project dominated by institutional, symbolic, and technocratic discourses. The emerging lexicon emphasizes the role of the state, the personalization of the President, and the success of development, while the representation of society tends to be marginalized. Detik.com discursively reproduces the state's hegemonic narrative and normalizes development ideology and national symbolism, thus shaping a reality that favors state interests and ignores the diversity of public voices. These findings demonstrate how the media plays a role in shaping the ideological construction of the IKN project through selective discourse practices. KEYWORDS: Critical Discourse Analysis; Detik.com; Ibu Kota Nusantara; Corpus; Representation Diterima: 6 Juli 2025 Direvisi: 8 Agustus 2025 Disetujui: 5 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Meka, R. S., Sabardila, A., & Markhamah. (2025). Representasi ibu kota Nusantara dalam pemberitaan Detik.com: Analisis wacana kritis berbasis. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 385-410.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
Pengujian Efektivitas Aplikasi Mobile Berbasis Artificial Intelligence Speech Recognition untuk Peningkatan Pelafalan Kosakata Bahasa Sunda pada Anak Usia Dini Edi Rohaedi; Nanang Abdurahman; Diaz Muthiya Azzahra
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/qajnrx85

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas aplikasi mobile berbasis Artificial Intelligence Speech Recognition (AISR) dalam meningkatkan kemampuan pelafalan kosakata bahasa Sunda pada anak usia dini. Instrumen penelitian berupa daftar 20 kata bahasa Sunda yang telah divalidasi oleh ahli bahasa untuk memastikan ketepatan bunyi dan tingkat kesesuaian dengan perkembangan anak. Penelitian menggunakan desain one group pretest–posttest, dengan prosedur pengujian pelafalan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penggunaan aplikasi. Data diperoleh dari 20 responden PAUD yang diminta melafalkan kata secara tepat, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 66,5 pada pretest menjadi 81,5 pada posttest, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik. Temuan ini membuktikan bahwa aplikasi AISR efektif sebagai media pembelajaran interaktif untuk membantu anak mengenali, memperbaiki, dan meningkatkan ketepatan pelafalan kosakata bahasa Sunda. KATA KUNCI: Anak Usia Dini; Aplikasi Mobile; Artificial Intelligence Speech Recognition; Bahasa Sunda; Pelafalan Kosakata   Testing the Effectiveness of an Artificial Intelligence Speech Recognition-Based Mobile Application for Improving Sundanese Vocabulary Pronunciation in Early Childhood   ABSTRACT: This study aims to examine the effectiveness of a mobile application based on Artificial Intelligence Speech Recognition (AISR) in improving the pronunciation of Sundanese vocabulary among early childhood learners. The research instrument consisted of a list of 20 Sundanese words validated by language experts to ensure phonetic accuracy and age-appropriate difficulty. The study employed a one group pretest–posttest design, in which pronunciation was tested before and after using the application. Data were collected from 20 kindergarten participants who were asked to pronounce the words correctly, and the results were analyzed using a paired sample t-test. The findings revealed a significant improvement in the average score from 66.5 in the pretest to 81.5 in the posttest, indicating that the AISR-based application is effective as an interactive learning medium to help children recognize, correct, and improve the accuracy of Sundanese vocabulary pronunciation. KEYWORDS: Children Early Childhood; Mobile Applications; Artificial Intelligence Speech Recognition; Sundanese Language; Vocabulary Pronunciation Diterima: 21 September 2025 Direvisi: - Disetujui: 2 Oktober 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Rohaedi, E., Abdurahman, N., & Azzahra, D. M. (2025). Pengujian efektivitas aplikasi mobile berbasis artificial intelligence speech recognition untuk peningkatan pelafalan kosakata bahasa Sunda pada anak usia dini. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 554-565.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA YANG MEMBERDAYAKAN: IMPLEMENTASI PRINSIP LIFELONG LEARNING DALAM PERSPEKTIF SISWA Imam Safi'i; asep Jejen Jaelani; Sobri
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/k7fmmm41

Abstract

ABSTRAK: Implementasi pembelajaran sepanjang hayat merupakan salah upaya untuk mewujudkan indivdu yang senantiasa memiliki kemauan serta kemampuan untuk belajar dalam beragam situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi dari 436 siswa  siswa SMA di Wilayah Banten mengenai implementasi prinsip-prinsip pembelajaran pembelajaran sepanjang hayat dalam pembelajaran bahasa Indonesia. siswa terlibat Persepsi dianalisis berdasarkan empat indikator, yaitu menggambarkan situasi saat ini, mengukur tujuan yang telah ditetapkan, memberikan pembaruan terus-menerus, dan memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pencapaian hasil. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik analisis data menggunakan koefisien korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel asal sekolah memiliki korelasi paling kuat dan konsisten terhadap semua indikator persepsi, dengan nilai koefisien tertinggi pada indikator tujuan (r = 0,41). Sementara itu, variabel kelas juga menunjukkan korelasi positif meskipun dalam kategori lemah hingga sedang. Sebaliknya, jenis kelamin menunjukkan korelasi negatif yang sangat lemah dan tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan belajar dan jenjang pendidikan lebih berpengaruh terhadap persepsi siswa dibandingkan faktor gender. Implikasi dari penelitian ini mengarah pada pentingnya perencanaan pembelajaran yang kontekstual, berbasis kebutuhan siswa, dan mempertimbangkan faktor lingkungan sekolah.   KATA KUNCI: Latar belakang siswa,  korelasi pearson, pembelajaran bahasa Indonesia,, pembelajaran sepanjang hayat,  persepsi siswa EMPOWERING INDONESIAN LANGUAGE LEARNING: IMPLEMENTING LIFELONG LEARNING PRINCIPLES IN A STUDENT'S PERSPECTIVE     ABSTRACT: Implementation of lifelong learning is one of the efforts to realize individuals who always have the will and ability to learn in various situations. This study aims to identify the perceptions of 436 high school students in the Banten Region regarding the implementation of the principles of lifelong learning in learning Indonesian. students involved Perceptions were analyzed based on four indicators, namely describing the current situation, measuring the goals that have been set, providing continuous updates, and providing insight into the factors that contribute to the achievement of results. The method used is quantitative correlation with data analysis techniques using the Pearson correlation coefficient. The results of the analysis show that the school of origin variable has the strongest and most consistent correlation with all perception indicators, with the highest coefficient value on the goal indicator (r = 0.41). Meanwhile, the class variable also shows a positive correlation although in the weak to moderate category. Conversely, gender shows a very weak and insignificant negative correlation. These findings indicate that the learning environment and level of education have a greater influence on student perceptions than gender factors. The implications of this study point to the importance of contextual learning planning, based on student needs, and considering school environmental factors. KEYWORDS: Indonesian language learning, lifelong learning, Student background, Pearson correlation, student perception Diterima: 8 Juli 2025 Direvisi: 16 September 2025 Disetujui: 16 September 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Safi’i, I., Jaelani, A. J., & Sobri. (2025). Pembelajaran bahasa Indonesia yang memberdayakan: Implementasi prinsip lifelong learning dalam perspektif siswa. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 411-419.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
OPTIMALISASI APLIKASI PENYUNTINGAN EJAAN BAHASA INDONESIA (SIPEBI) UNTUK PENYUNTINGAN NASKAH PENELITIAN MAHASISWA UIN WALISONGO SEMARANG Arief Darmawan; Eka Harisma; Arkan Zahri
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/066hwh59

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesalahan ejaan dalam karya ilmiah mahasiswa serta mengevaluasi efektivitas aplikasi penyuntingan ejaan bahasa Indonesia (Sipebi) dalam proses penyuntingan naskah akademik. Latar belakang studi ini berdasarkan pada kesenjangan antara tuntutan formalitas bahasa dalam penulisan ilmiah dan praktik aktual penulisan skripsi mahasiswa yang masih banyak mengandung kesalahan ejaan. Meskipun aplikasi seperti Sipebi telah dikembangkan untuk mendukung kepatuhan terhadap kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V, kemampuan pengguna dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan ejaan tetap menjadi permasalahan signifikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis isi terhadap dokumen skripsi dari delapan fakultas di UIN Walisongo Semarang periode 2023 – 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 215 kesalahan yang diklasifikasikan ke dalam empat kategori utama: kesalahan penggunaan huruf (57 kesalahan), penulisan kata (80 kesalahan), tanda baca (78 kesalahan), dan penulisan unsur serapan (8 kesalahan). Kesalahan yang paling dominan terdapat pada kategori penulisan kata, terutama pada penggunaan kata depan, partikel, dan kata turunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa di dalam skripsi mahasiswa masih terdapat banyak kesalahan ejaan dan dapat dideteksi oleh Sipebi dengan cukup efektif. Oleh karena itu, optimalisasi penggunaan Sipebi harus disertai dengan peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan kebahasaan yang terstruktur agar kualitas kebahasaan karya ilmiah dapat ditingkatkan secara sistematis dan berkelanjutan.   KATA KUNCI: penyuntingan, ejaan, Sipebi, karya ilmiah mahasiswa   OPTIMIZATION OF THE INDONESIAN SPELLING EDITING APPLICATION (SIPEBI) FOR EDITING STUDENT RESEARCH MANUSCRIPTS   ABSTRACT: This study aims to describe the types of spelling errors found in students’ academic writing and to evaluate the effectiveness of the Indonesian Spelling Editing Application (Sipebi) in the editing process of academic manuscripts. The background of this research lies in the discrepancy between the formal linguistic standards required in academic writing and the actual practices found in students’ theses, which still contain numerous spelling errors. Although tools such as Sipebi have been developed to support compliance with the Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Fifth Edition, users’ ability to identify and correct spelling errors remains a significant issue. This research employed a qualitative descriptive method using documentation techniques and content analysis of thesis documents from eight faculties at UIN Walisongo Semarang, covering the period 2023–2025. The findings revealed a total of 215 errors classified into four major categories: errors in letter usage (57 instances), word formation (80 instances), punctuation (78 instances), and foreign word adaptation (8 instances). The most frequent errors occurred in the word formation category, particularly in the misuse of prepositions, particles, and derived words. The study concludes that students’ theses still contain substantial spelling issues, most of which can be effectively detected by Sipebi. However, optimizing the use of Sipebi should be accompanied by structured language training to enhance students’ linguistic competence, thereby improving the academic quality of their scholarly writing in a systematic and sustainable manner.   KEYWORDS: editing, spelling, Sipebi, student academic writing Diterima: 19 Juli 2025 Direvisi: 12 Agustus 2025 Disetujui: 12 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Darmawan, A., W., E. H., & Zahri, A. (2025). Optimalisasi aplikasi penyuntingan ejaan bahasa Indonesia (SIPEBI) untuk penyuntingan naskah penelitian mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 420-430.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  

Page 1 of 35 | Total Record : 341