cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMA Nurhesti Rahmadani; Ade Maruli Tua Dongoran; Rosmawati Harahap
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/yrae7550

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pengembangan bahan ajar teks eksposisi, efektivitas hasil pengembangan bahan ajar teks eksposisi dan kelayakan hasil validasi ahli pada siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun Pembelajaran 2018-2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar teks eksposisi, efektivitas penggunaan bahan ajar teks eksposisi dan kelayakan hasil validasi ahli pada siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun Pembelajaran 2018-2019. Penelitian ini menggunakan metode R&D. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan. Penelitian ini menggunakan instrumen nontes dan instrumen tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi pada siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun pembelajaran 2018-2019, dimana sebelum proses pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi berada pada kategori cukup dan kemudian meningkat menjadi baik setelah proses pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi di kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun Pembelajaran 2018-2019.
REPRESENTASI CERITA KARNADI ANEMER BANGKONG SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT SUNDA Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/tvsxsz38

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bentuk representasi, perubahan representasi, serta pandangan tentang representasi cerita Karnadi Anemer Bangkong. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif dengan teknik penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dengan metode diakronis. Metode diakronis merupakan penelitian resepsi sastra yang dilakukan terhadap tanggapan-tanggapan pembaca dalam beberapa periode. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Rasiah Nu Goreng Patut serta karya-karya lain yang bercerita tentang Karnadi Anemer Bangkong dan karya lain yang erat hubungannya dengan Karnadi Anemer Bangkong dari sejak 1928 sampai dengan tahun 2017. Data dikelompokkan berdasarkan tahun kemunculannya. Dalam hal ini dipilih tiga data yaitu Madraji : Carita Pantun Modern karya Suyudi, Fiksimini Karnadi Kiwari karya Tia Baratawiria, dan naskah drama Barok (Tidak Bodoh Tapi Tidak Tahu Sebab Tidak Pernah) karya Aan Sugiantomas. Hasil penelitian cerita Rasiah Nu Garong Patut (Karnadi Anemer Bangkong) mengalami berbagai macam bentuk representasi. Bentuk representasi itu diantaranya naskah dan scenario film dan sinetron, pantun (cerita pantun), fiksimini, dan naskah drama. Perubahan representasi dari Karnadi dan Madraji adalah pada bentuk. Madraji dalam bentuk cerita pantun, sementara Karnadi dalam bentuk novel. Dari segi isi, keduanya bercerita tentang kaum bawah yang kemudian merefleksikan kritik pada kemiskinan yang ada pada zamannya masing-masing. Kritik sosial menjadi pesan penting pada karya keduanya. Tia Baratawiria merepresentasikan Karnadi berbeda dengan cerita aslinya. Karnadi dalam fiksi mini Tia Baratawiria dibalik seratus delapan puluh derajat. Tia memposisikan Karnadi sebagai orang kaya, yang pada akhirnya nyaris sama seperti keluarga Eulis Awang yang sombong. Tia hendak memberikan pesan, bahwa jika seandainya Karnadi kaya pun sifatnya tidak akan berubah menjadi baik. Watak dan kepribadian manusia dipengaruhi oleh harta. Aan Sugiantomas merepresentasikan tokoh Barok berbeda dengan Karnadi. Jika Karnadi buruk rupa, maka Barok tampan. Barok secara fisik dan kedudukan berbeda, namun tetap mewakili kaum bawah. Melalui Barok Aan menggugat simbol-simbol kebodohan yang dilekatkan pada diri Barok yang tidak sekolah. Secara alur naskah Barok sama dengan cerita Karnadi Anemer Bangkong.
ANALISIS HASIL PENERJEMAHAN KATA SLANG DALAM DIALOG FILM DEADPOOL 2 BERDASARKAN GENDER PENERJEMAH Muhammad Aprianto Budie Nugroho
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/z7w3yf05

Abstract

Didalam penelitian ini peneliti fokus dalam menganalisis perbedaan dalam hasil penerjemahan kata slang terdapat pada dialog fim Deadpool 2 yang dilakukan oleh para partisipan yang dibedakan berdasarkan gender para penerjemah. Selain hal tersebut peneliti juga berusaha mencari tahu kesetaraan makna yang terdapat dalam hasil penerjemahan yang dilakukan oleh para partisipan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Partisipan yang terlibat dama penelitian ini adalah mahasiswa pria dan wanita dari tingkat 3 pada semester 5. Data penelitian adalah berupa dokumen penerjemahan yang dilakukan oleh para partisipan. Hasil dari penelitian tersebut adalah hasil penerjemahan kata slang yang dilakukan oleh partisipan pria total terdapat 37 persamaan dari 4 partisipan dalam menerjemahkan kata slang, dan yang diterjemahkan berbeda oleh 4 partisipan terdapat total 28 perbedaan, sedangkan pada hasil penerjemahan 4 partisipan wanita terdapat 40 persamaan dalam menerjemahkan 18 kata slang, dan terdapat 27 perbedaan dalam menerjemahkan kata-kata tersebut. Sedangkan untuk kesetaraan baik dalam kata, gramatikal, tekstual dan pragmatik, baik partisipan pria maupun partisipan wanita dalam menerjemahkan hampir semua mencapai partisipan telah mencapai kesetaran/kesepadanan baik pada tingkat kata, gramatikal, tekstual, dan pragmatik. Dalam kesetaraan kata totalnya adalah 52 kesetaraan dari total 8 partisipan. Sedangkan untuk kesetaraan gramatikal total kesetaraannya terdapat 44 kesetaraan/kesepadanan dari total 8 partisipan pria dan wanita. Untuk kesetaraan tekstual terdapat 51 kesetaraan dari 8 partisipan pria dan wanita. Sedangkan untuk kesetaraan pragmatik terdapat 50 kesetaraan dari total 8 partisipan pria dan wanita.
KEPRAKTISAN BAHAN AJAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DAN SAINTIFIK Zahra Alwi; Ernalida; Yenni Lidyawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pcwzz803

Abstract

Perencanaan Pembelajaran merupakan matakuliah wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa program studi pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sriwijaya pada semester enam. Matakuliah tersebut memberikan panduan untuk calon guru dalam membuat perangkat pembelajaran dan meyimulasikannya. Untuk mengetahui kepraktisan buku ajar Perencanaan Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan karakter dan Pendekatan Saintifik (PPBPKPS) yang sudah dikembangkan dan divalidasi oleh para ahli dan sudah diterbitkan cetakan pertama, perlu diketahui, “Bagaimanakah kepraktisan buku PPBPKPS, dilihat dari uji one-to-one dan uji small grup? Metode yang digunakan, bagian dari penelitian dan pengembanganfase keempat, deskriptif kuantitatif. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa semester 6 kelas Inderalaya dan kelas Palembang, teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dan tes, analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Tingkat kepraktisan yang digunakan mengacu pada kriteria berikut ini. 1) tidak praktis (0—54), 2) kurang praktis (55—59), 3) cukup praktis (60—75), 4) praktis (76—85), dan 5) sangat praktis (86—100). Dari uji kepraktisanbahan ajar PPBPKPS, terlihat dari 4 aspek yang terpenuhi yakni: efektif, kreatif, efisien, dan menarik. Hasil nilai kepraktisan dari data one to one diperoleh rata-rata nilai 80.05 dan dari small grup diperoleh rata-rata 81,03, berarti bahan ajar ini tergolong praktis. Selanjutnya bahan ajar tersebut dapat digunakan oleh mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan dan oleh guru di lapangan.
KEMAMPUAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MEMBUAT SOAL TES BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) DI SMP SEKECMATAN KARANGNUNGGAL Deni Chandra; Dedi Heryadi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/z0zxj867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kemampuan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam membuat soal tes berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) tingkat SMP se-Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dan (2) menganalisis kesesuaian soal tes yang dibuat oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia ditinjau dari kriteria soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini dilaksanakan di tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.Sumber data dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang secara keseluruhan berjumlah 7 orang. Sumber data dari SMP N 1 Karangnunggal sebanayak 2 orang, dari SMP Negeri 3 Karangnunggal sebanyak 2 orang dan dari SMP IT Karangnunggal sebanyak 3 orang. Data yang diperoleh berupa soal esai dan pilihan ganda yang dibuat oleh setiap responden.Pemerolehan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes.Data tersebut dikaji dengan teknik analisis deskriptif. Hasil pengkajian pertama diperoleh kemampuan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam membuat soal tes berbasis HOTS dalam bentuk esai maupun pilihan ganda masih rendah. Hal tersebut terbukti dari jumlah keseluruhan soal yang masih berada pada ranah ingatan (C1).Hasil pengkajian yang kedua diperoleh bahwa bentuk soal pilihan ganda ataupun esai belum memenuhi kriteria soal HOTS yang baik.Hal itu terbukti dari masih banyaknnya soal pilihan ganda ataupun esai yang belum menggunakan stimulus yang menarik dan kontekstual, mengukur kemampuan kognitif level analisis, evaluasi, maupun mencipta serta belum mengandung jawaban yang tersirat.
PENGARUH SOSIAL MEDIA YOUTUBE TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 3-4 TAHUN (STUDI PADA ANAK SPEECH DELAY) Mulia Kurniati; Nuryani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/5ftqv376

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh sosial media youtube terhadap pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun yang dilakukan pada anak speech delay (keterlambatan bicara). Hal tersebut didasari atas pemahaman bahwa kemajuan teknologi yang dilengkapi fitur-fitur canggih seperti YouTube akan makin mempermudah kehidupan bersosial manusia. Demikian juga pada anak-anak yang masih dalam tahap pemerolehan bahasa. YouTube menjadi salah satu media yang menarik serta memiliki pengaruh dalam proses pemerolehan bahasa anak, terlebih bagi anak yang mengalami keterlambatan bicara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu memaparkan sebuah situasi yang disajikan dalam bentuk uraian naratif. Responden penelitian ini adalah H yang sedang berada dalam fase fonologis dan fase sintaksis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media sosial Youtube memiliki pengaruh yang signifikan pada pemerolehan bahasa anak khususnya bagi anak speech delay. Banyaknya perbendaharaan kata yang ada di dalam media Youtube bisa mempengaruhi pemerolehan bahasa responden. Akan tetapi, sejauh ini, karena ada faktor eksternal maka responden mengalami kesulitan dalam menerima sejumlah stimulus positif dari media Youtube.
PENGGUNAAN MODEL SINEKTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS PUISI Sun Suntini; Figiati Indra Dewi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/92czj416

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, fokus dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa PBSI tingkat II tahun ajaran 2018/2019. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis puisi dengan memperhatikan pilihan kata yang tepat, pencitraan, pemadatan bahasa, kata konkret, tema, dan amanat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas. Objek penelitian mahasiswa PBSI tingkat II tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah 58 orang. Hasil peneltian 1). Menyusun RPS dengan langkah-langkah sebagai berikut 1) menggunakan teknik tanya jawab anatara mahasiswa dan peneliti/dosen mengenai tema yang sudah ditentukan oleh dosen yaitu “wanita karier”(2) menggunakan teknik analogi langsung mahasiswa menganalogikan wanita karier dengan benda, hewan, kata sifat ada kata positif dan ada kata negatif. Mahasiswa harus mengumpulkan kata-kata tersebut sebanyak-banyaknya untuk dirangkai menjadi sebuah puisi .(3) masing-masing mahasiswa disuruh menulis puisi dengan tema wanita karier. (4) menggunakan kriteria penilaian untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis puisi. Tindakan-tindakan tersebut termuat dalam Rancangan Pembelajaran Semester (RPS).2). Proses pelaksanaan pembelajaran menulis puisi, pada awalanya dosen/peneliti melakukan tanya jawab dengan mahasiswa tentang puisi kemudian dosen memberikan tema (wanita karier), para mahasiswa disuruh menulis sebanyak-banyaknya kata-kata yang menganalogikan wanita karier misalnya analogi dengan kata sifat. Analogi dengan binatang. Analogi dengan benda. Kata –kata yang dikumpulkan ada yang negatif ada yang maknanya positif. Selanjutnya setiap mahasiswa harus menulis puisi dengan kata-kata yang sudah ditulis sebelumnya.3). Hasil pembelajaran yang dicapai dapat dilihat pada pencapaian sebagai berikut. Pada siklus I, mahasiswa yang memperoleh nilai di atas 80 hanya ada lima orang dengan nilai rata-rata seluruh mahasiswa 73. Sedangkan pada siklus II siswa yang memperoleh nilai di atas 80 sebanyak 42 orang dengan nilai rata-rata seluruh siswa 83. Ini membuktikan bahwa model sinektik yang digunakan oleh peneliti efektif untuk meningkatkan pembelajaran menulis puisi pada mahasiswa PBSI tingkat II tahun ajaran 2018/2019 Universitas Kuningan.
LOKALITAS BENUAQ KALIMANTAN DALAM NOVEL API AWAN ASAP KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN Randa Anggarista; Baiq Wahidah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ks480331

Abstract

Penelitian ini menggunakan perspektif sosiologi sastra dengan tujuan untuk mengidentifikasi unsur lokalitas Benuaq Kalimantan dalam novel Api Awan Asap karya Korrie Layun Rampan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur lokalitas Benuaq Kalimantan yang teridentifikasi dalam novel Api Awan Asap yaitu lokalitas pada sistem kemasyarakatan berupa musyawarah dan menganut sistem kepemimpinan yang disebut sebagai Petinggi Jepi; sistem kesenian berupa nyanyian dan menenun kain ulap doyo; sistem mata pencaharian dengan mengolah lahan perkebunan dan pertanian; serta lokalitas pada lokasi berupa rumah adat lou.
ANALISIS GANGGUAN FONOLOGI DAN VARIASI PELAFALAN FONEM /R/ PADA PENDERITA CADEL Andriyana
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/a5rmah23

Abstract

Fonologi sebagai kajian bunyi mentanskripsikan bunyi secara detail secara fonetik dari yang dihasilkan artikulator pembicara. Penelitian sebelumnya berkaitan dengan cadel cenderung memulul rata karena hanya menggunakan transkripsi ortografis dan fonemis namun tidak sampai melakukan transkripsi fonetik. Untuk penyebab dari cadel itu sendiri sudah banyak dibahas oleh peneliti lain sehingga penulis hanya melihat tanpa meneliti lebih dalam penyebab dari cadel. Gangguan cadel yang dialami oleh Aden Eka Pradana dan Ilham Maulana Irsyad yang akan dilihat perbedaan dan variasi pengucapan fonem /r/ yang mereka ucapkan untuk membedakan pendapat umum tentang cadel yang hanya merubah fonem /r/ menjadi /l/. Penelitian ini megunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan proses pencarian data menggunakan wawancara terbuka untuk mendalami kasus cadel dan wawancara tertutup utuk menguji pengucapan fonem /r/ dengan posisinya dalam kata. Data tersebut kemudian diolah menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan posisi /r/ dan konsisi individu membedakan pelafalan /r/ sehingga pada tes menggunakan fonem konsonan partisipan pertama menimbukan bunyi aspirasi dan partisipan kedua menimbulkan retopleks. Tes kedua dengan menggunakan kluster kembali memiliki perbedaan dimana partisipan pertama menyebutkan dengan sempurna sementara partisipan kedua masih memiliki gangguan yaitu lateral release. Hal ini membuktikan bahwa posisi dan jenis fonem /r/ mempengaruhi pengucapan pada penderita cadel.
MEMANFAATKAN WHATSAPP SEBAGAI MEDIA DALAM KEGIATAN LITERASI DI MASA PANDEMI COVID-19 Aswan
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7zrxnw94

Abstract

Munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap dunia pendidikan. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan pendidikan di Indonesia yang berjalan sangat pasif. Pembelajaran konvensional terpaksa diganti dengan pembelajaran jarak jauh via daring. Selain dari pembelajaran formal, aktivitas literasi juga terdampak oleh pandemi Covid-19. Salah satu cara agar pembelajaran berjalan sesuai dengan standar, maka semua elemen pendidikan harus memanfaatkan teknologi dalam menghubungkan antara guru dan siswa. Melihat hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pemanfaatan WhatsApp yang digunakan sebagai media kegiatan literasi di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Jumlah partisipan dalam penelitian ini berjumlah 233 orang. Berdasarkan hasil analisis, dapat dikatakan bahwa dengan memanfaatkan WhatsApp sebagai media dalam aktivitas literasi dapat memantik minat masyarakat dari berbagi jenjang, mulai dari siswa, mahasisa, pekerja rumah tangga, guru, dan lain-lain. Salah satu aktivitas literasi yang dilakukan dalam grup WhatsApp adalah pelatihan menulis judul cerita berbantuan gambar. Kesimpulan yang dapat diambil adalah WhatsApp dapat dijadikan sebuah media dalam kegiatan berliterasi di masa pandemi Covid-19.