cover
Contact Name
Yasmina Wikan Astri
Contact Email
wikanastri87@gmail.com
Phone
+6281310088135
Journal Mail Official
prianganjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora Lantai 3, UIN Sunan Gunung Djati Jalan. A. H. Nasution No. 105, Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Priangan Journal of Islamic Sundanese Culture
ISSN : -     EISSN : 29625297     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Priangan memiliki perspektif tentang Budaya Islam Sunda. Jurnal ini bertujuan untuk menyajikan dan membahas beberapa isu yang berkaitan dengan Budaya Islam Sunda. Area fokusnya meliputi Budaya Islam Sunda, tradisi lokal di Wilayah Priangan, seni bangunan tradisional Sunda, warisan Islam masyarakat Sunda, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan komunitas Sunda. Priangan bertujuan untuk menyediakan media bagi mahasiswa, praktisi, peneliti, akademisi, dan lainnya untuk mempublikasikan penelitian mereka di bidang Budaya Islam Sunda. Priangan menerima artikel di bidang fokus terkait dan metodologi penelitian apa pun yang memenuhi standar yang ditetapkan untuk publikasi dalam jurnal. Kriteria utama untuk publikasi di Priangan adalah signifikansi kontribusi artikel terhadap literatur dan praktik dalam studi Budaya Islam Sunda. Priangan menerima artikel dari penulis dari lembaga nasional dan internasional.
Articles 49 Documents
Peran Ustadz Ashbiran Karim Dalam Menyiarkan Agama Islam Di Gunung Sindur Bogor Tahun 2016-2020 Ayuni Zahra
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 4 No. 2 (2025): Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v4i2.22049

Abstract

This study examines the role of local Ulama in remote areas, namely, Ustadz Ashbiran Karim or better known as Abi Karim in broadcasting Islam in the Gunung Sindur Region, Bogor in 2016-2020. This study aims to reveal the role and progress of Ustadz Ashbiran Karim in broadcasting Islam in the Gunung Sindur Region, Bogor. In order to obtain valid data, the method used in this research is the historical research method, which is a systematic procedure or technique based on the principles and rules of historical science. The technique in question includes several steps, including: topic selection, source selection (heuristics), internal and external criticism (verification), data analysis and interpretation (interpretation), as well as presentation in written form (historiography). This article attempts to explain the role of Ustadz Ashbiran Karim in dakwah Islamic religion in the Mount Sindur Region of Bogor as a pillar of building national integration. Ustadz Ashbiran Karim broadcasts Islam by preaching in various places by developing one's character first. With this writing, it is hoped that future generations of Muslims will be able to think based on the Qur'an.Keywords: Islam, Da'wah, Bogor.
Pesantren Al-Falah Biru Pada Masa Kepemimpinan Syekh Badruzzaman (1900-1973) Hamzah Jali; Ading Kusdiana
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 3 No. 2 (2024): Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v3i2.22064

Abstract

Sebagaimana yang penulis ketahui bahwa Pondok Pesantren Al-Falah Biru merupakan salah satu pondok pesantren tertua yang berada di Jawa Barat, khususnya di wilayah Kabupaten Garut. Tulisan ini bertujuan untuk dapat menguraikan bagaimana saja proses berdirinya Pondok Pesantren Al-Falah Biru dan Kondisi Pondok Pesantren Al-Falah Biru pada masa kepemimpinan Syekh Badruzzaman. Pada penulisan ini, saya menggunakan metode penelitian sejarah yang mana terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa Pondok Pesantren Al-Falah Biru ini termasuk kepada lembaga pondok pesantren yang memiliki umur tertua di wilayah Garut. Pada umumnya, pondok pesantren memang menghasilkan atau mencetak santri yang unggul dalam ilmu agamanya dan memiliki budi pekerti yang baik. Tapi selain itu, para santri yang mondok di Al-Falah Biru ini dilatih juga untuk melawan para penjajah. Jadi eksistensi Pondok Pesantren ini tidak hanya menghasilkan santri yang berilmu dan berakhlakul karimah, tetapi juga menghasilkan santri yang lincah dalam berperang/melawan para penjajah pada saat itu.
Peranan Paguyuban Pengarang Sunda Wanita PATREM Dalam Meningkatkan Eksistensi Sastrawati Sunda 2019-2022 Nafhan Nabilah Rahmat
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 3 No. 2 (2024): Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v3i2.22077

Abstract

The Sundanese Patrem Literature Association is an organization of women writers in West Java which was founded on November 4, 1982. The founders of this association include Tini Kartini, Ningrum Djualeha, Ami Raksanegara and Popong Otje Djundjunan, which was originally established as an association of wanoja authors (Women Authors). The name patrem is taken from the jewelry as well as the weapons used by Dyah Pitaloka or Putri Citraresmi.Key Word: Sundanese, Patrem, LiteraturePaguyuban Sastrawati Sunda Patrem merupakan organisasi pengarang wanita yang berada di jabar (Jawa Barat) yang didirikan pada tahun 1982 tanggal 4 November. Pendiri dari paguyuban ini diantaranya ialah Tini Kartini, Ningrum Djualeha, Ami Raksanegara dan Popong Otje Djundjunan, yang pada awalnya paguyuban ini didirikan untuk sebuah perkumpulan pengarang wanoja (wanita). nama patrem diambil dari perhiasan sekaligus senjata yang digunakan dyah pitaloka atau putri Citraresmi. Key Word: Sunda, Patrem, Sastra
Sejarah dan Perkembangan Pencak Silat Panglipur Mekar Buana di Cikole Lembang tahun 2011-2020 M Ilham Nurjaman
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 4 No. 2 (2025): Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v4i2.22457

Abstract

Pencak Silat Panglipur is a martial arts school in Bandung which was founded by Abah Aleh in 1909. Panglipur continues to grow in Indonesia and even abroad. One branch that is growing is Panglipur Mekar Buana. This article aims to find out the history and development of the Panglipur Mekar Buana pencak silat from 2011 to 2020. The method used is historical research methods starting from heuristics, verification, interpretation and historiography. Pencak Silat Panglipur Mekar Buana was founded by Asep Dedi Suherman on 2 November 2011 which is a division of Panglipur Langlangbuana. Asep studied silat from a young age from grade 3 in elementary school until he was 18 years old. Then Aki Tarmedi gave a mandate to spread Panglipur. 
Sejarah Perjuangan Pendiri Masjid Baiturrokhmah Cimahi dalam Penyebaran Ajaran Islam Abad ke-20 M Febri Nugraha; Tarpin Tarpin
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 2 No. 1 (2023): Priangan: Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v2i1.27978

Abstract

This study was conducted to examine the history of the struggle of the founder of the Baiturrokhmah Cimahi Mosque in the spread of Islamic teachings in the 20th century AD. Islamic Teachings and Their Orders. In the process of collecting sources, the author conducted interviews about the Biography of the Founder of the Baiturrokhmah Mosque (KH. Usman Dhomiri), the History of the Establishment of the Baiturrokhmah Cimahi Mosque, and the Struggle to Spread Islamic Teachings and Their Orders, with the great-grandson of K.H. Usman Dhomiri. In addition, the author also conducted an online search, which was collected in the form of ebooks, journals, theses, and credible websites. This study uses the Historical Method, which is carried out through 4 stages, namely Heuristics, Criticism, Interpretation, and Historiography.. Based on the results of the study, it can be concluded that K.H. Usman Dhomiri played an important role in spreading and developing the teachings of Islam and its Tarekat in Cimahi, even to several other areas in West Java. K.H. Usman Dhomiri shows that his leadership benefits the community.
Kontribusi Pondok Pesantren Zawiyah Darussufi dalam Pengembangan Tarekan Tijaniyah di Garut 2008-2022 Lida Hida; Asep Achmad Hidayat
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 2 No. 1 (2023): Priangan: Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v2i1.27982

Abstract

The entry into the Tijaniyah Order is not known for certain. In 1928, the Tijaniyah Order was already in Cirebon, West Java. Which at this time the Tijaniyah Order already had quite a number of followers and spread throughout Indonesia. In this study the authors used historical research methods. In this method there are 4 steps that must be carried out by the writer, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. the result of this research is the history of the Zawiyah Darussufi Islamic boarding school which was built in the middle of the Jatiputra Asri Cibunar housing complex, Tarogong Kidul, Garut Regency, West Java. The emergence of the Tijaniyah Order in Garut which experienced several leadership periods, and one of the contributions of the Zawiyah Darussufi Islamic Boarding School in the development of the Tijaniyah Order, namely by establishing a fathoniyah hostel which has a purpose other than a place of freedom or a safe place of worship, namely for a rehabilitation facility for Muslims who come from Pattani used to be a low standard drug user and other bad habits. 
Peran Pesantren Syamsul Ulum Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia Di Sukabumi (1945-1946) Nisa Fadlila Rahma; Mahbub Hefdzil Akbar
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 2 No. 1 (2023): Priangan: Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v2i1.27984

Abstract

This research was conducted to find out what roles the Syamsul Ulum farmers had played in fighting for Indonesian independence in Sukabumi. The method used in this study is the historical method, in which the author carries out several stages, namely heuristics, criticism, interpretation, historiography. The result of this research is to find the facts that when the Syamsul Ulum Islamic Boarding School participated in the battle against the allies that took place in Sukabumi, kh. Ahmad Sanusi as the founder of the pesantren founded several classes whose members were his students at that time. When the battle occurred, this class joined TKR to fight against the allies.
Eksistensi Pondok Pesantren Cipari Garut Pada Masa Kepemimpinan K.H. Amin Bunyamin Tahun 1977-2010 Nerla Misriani Saleh; Ajid Hakim
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 3 No. 2 (2024): Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v3i2.28739

Abstract

K.H. Amin Bunyamin merupakan seorang ulama pejuang sekaligus salah satutokoh pendiri Pondok Pesantren di Garut. Dalam kepemimpinannya, K.H. AminBunyamin berhasil memajukan masyarakat Garut khususnya Komplek Cipari denganterus berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti Madrasah Tsanawiyah,Madrasah Aliyah serta majlis ta’lim rutin yang dihadiri para kiyai dari berbagai ponpesyang ada di daerah Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitiansejarah yang meliputi empat tahapan yiatu: Heuristik, Kritik, Interpretasi danHistoriografi. Hasil dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa eksistensi K.H. AminBunyamin dalam memajukan pondok pesantren sangatlah berpengaruh bagi kehidupanmasyarakat Cipari. Kontribusinya sangatlah besar terhadap perkembnagan pendidikanIslam, diantaranya Ia berhasil mendirikan sebuah lembaga-lembaga formal. Selain itu,dalam menjalin kebersamaan dengan berbagai pondok pesantren, beliau juga berhasilmembangun sebuat majelis ta’lim rutin yang masih ada sampai sekarang. Kata Kunci: Amin Bunyamin, Cipari, Eksistensi, Kepemimpinan
Perkembangan Kesenian Marawis di Madrasah Al-Istiqomah Tahun 2015 -2019 Dina Oktaviani; Aam Abdillah
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 2 No. 2 (2023): Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v2i2.32683

Abstract

AbstractArt is something that comes out of human hands, both in the form of sound and work. In this study the author will discuss the history of Marawis art at Madrasa Al-Istiqomah, with the development of the Marawis era at Madrasahs developing according to the demands of the times. Marawis in Madrasas is one that still maintains Marawis art, competing with the times which have not lost the characteristics of the Marawis art itself. The method used in this study is the historical historical method which consists of heuristics, criticism, interpretation and historiography. The results of the study show that the Marawis art was originally used for Islamic celebrations and major events, now Marawis is also used in weddings, circumcisions, birthday celebrations for madrasahs, Islamic boarding schools or institutions, even in competitions in arts festivals. Keywords: Development, Art, Marawis, Madrasah Al-Istiqomah  AbstrakKesenian merupakan suatu hal yang keluar dari tangan manusia baik berupa suara maupun hasil karya. Dalam penelitian ini penulis akan membahas terkait sejarah kesenian Marawis di Madrasah Al-Istiqomah, dengan perkembangan zaman Marawis di Madrasah berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Marawis di Madrasah merupakan salah satu yang masih mempertahankan kesenian Marawis, bersaing dengan perkembangan zaman yang mana tidak memghilangkan ciri khas dari kesenian Marawis itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode history sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpetasidan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesenian Marawis yang awalnya dipergunakan untuk syiar dan acara besar Islam, sekarang ini Marawis juga dipergunakan dalam acara nikahan, khitanan, perayaan ulang tahun madrasah, pesantren atau institusi-institusi bahkan di perlombaan dalam festival-festival kesenian. Kata kunci: Perkembangan, Kesenian, Marawis, Madrasah Al-Istiqomah
Perkembangan Seni Beladiri Benjang Gulat di Kecamatan Ujungberung (1920 - 2021) Husna Aulia Jannah; Ading Kusdiana
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 2 No. 2 (2023): Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v2i2.32685

Abstract

AbstractArt is one of the seven cultural elements proposed by Koentjaraningrat. The growth of the arts is also inseparable from the characteristics or peculiarities of a particular society. The same goes for the martial art of Benjang Wrestling. This article discusses the development of Benjang Wrestling martial arts in Ujungberung district. The writing of this article aims to explain how the beginning of the emergence of Benjang art and the development of Benjang Wrestling martial arts. The research method used in writing this article is a historical method that has four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results of research from the sources that have been studied show that Benjang already appeared in the middle of the 19th century, but began to be known to the wider community since the beginning of the 20th century which then continued to develop and had its own techniques. Although it was banned during the New Order era, after the reform, Benjang Wrestling martial arts activists tried to maintain the existence of Benjang Wrestling, especially until now. This can be seen from the establishment of an organization that aims to organize and house the martial arts practitioners of Benjang Wrestling. Keyword: Artistry, Benjang, Traditional  AbstrakKesenian merupakan salah satu dari tujuh unsur kebudayaan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat. Pertumbuhan kesenian juga tidak dapat dipisahkan dari ciri atau kekhasan masyarakat tertentu. Begitu pula dengan Seni beladiri Benjang Gulat. Artikel ini membahas mengenai perkembangan seni beladiri Benjang Gulat di kecamatan Ujungberung. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana awal mula munculnya kesenian Benjang serta perkembangan seni beladiri Benjang Gulat. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode sejarah yang memiliki empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian dari sumber yang telah diteliti menunjukkan bahwa Benjang sudah muncul pada pertengahan abad-19, tetapi mulai dikenal masyarakat luas sejak awal abad ke-20 yang kemudian terus  berkembang dan memiliki teknik-teknik tersendiri. Meskipun sempat dilarang pada era Orde Baru, pasca reformasi pegiat seni beladiri Benjang Gulat berusaha untuk mempertahankan eksistensi Benjang Gulat khususnya hingga saat ini. Hal ini dapat dilihat dari didirikannya organisasi yang bertujuan untuk mengatur dan menaungi para pelaku seni beladiri Benjang Gulat. Kata kunci: Kesenian, Benjang, Tradisional