Journal of Electrical Vocational Education (JEVE)
Aims To promote the publication of academically rigorous research that enhances the quality of vocational education in electrical engineering. To bridge the gap between research, instructional media development, and industry needs. To facilitate knowledge exchange among researchers, educators, industry practitioners, and policymakers. Scope JEVE welcomes manuscripts addressing, but not limited to, the following themes: 1) Curriculum, Pedagogy, and Assessment Curriculum development in electrical vocational education (competencies, OBE/CPL, KKNI/Indonesian NQF). Learning models and strategies: project-/problem-/inquiry-based learning, work-based learning, flipped learning, gamification, microlearning. Authentic and performance-based assessments, rubrics, competency certification (SKKNI/industry standards). Information literacy, digital/AI literacy, soft skills (4C), and employability skills in vocational contexts. 2) Media & Educational Technology in Electrical Vocational Education Design, development, and evaluation of instructional media (trainers, modules, simulations, virtual labs). LMS & e-learning (Moodle, mobile learning), learning analytics, and practical performance dashboards. AR/VR/MR for electrical training, occupational safety, and laboratory procedures. Gamification in learning (points, badges, leaderboards, quests, role-play) for programming, automation, and control systems. 3) Electrical Engineering Domains & Applications in TVET Electrical installation, protection, testing, and troubleshooting. Power electronics, motor drives, PLC/SCADA, DCS, educational robotics, basic mechatronics. Instrumentation and control, IoT/IIoT for vocational training, and data/serial communication in practical settings. Renewable energy (PV, wind, energy storage) and energy efficiency in vocational education. 4) Industry Linkages & Policy Industry partnerships, apprenticeships, teaching factories, and industrial certification. Tracer studies, competency mapping, and skill-gap analysis in electrical vocational education. Policy, management, and governance of laboratories and teaching factories. 5) Design & Evaluation of Innovations Design-Based Research (DBR), R&D (Borg & Gall / ADDIE), and validation of instructional media and instruments. Quasi-experiments, comparative studies, and implementation case studies in laboratories / industry. Development of assessment instruments (validity, reliability, factor analysis / IRT) for vocational learning.
Articles
24 Documents
Analisis Pola Evolusi pada Pengembangan Perangkat Lunak melalui Aktivitas Repository Github dalam Project Based Learning
Mutia Rahmi Dewi;
Defni;
Yoliza Erwanda
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2025): November Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jeve.v1i2.47
Software evolution is a continuous process of change that occurs throughout the system development life cycle. In the context of higher education, understanding the dynamics of software change is essential for assessing students’ competencies in managing team-based projects. This study aims to analyze software evolution patterns in student projects developed using the Project-Based Learning (PBL) approach. The research data were obtained from 12 public GitHub repositories belonging to students who developed applications based on the Laravel framework. The study employs a descriptive quantitative approach by analyzing commit log data using automated Python-based scripts. The analysis focuses on activity metrics such as the number of commits, the average number of files changed per commit, and the identification of the most frequently modified files. The results indicate that each group exhibits distinct construction and evolution patterns. Groups with high commit frequencies demonstrate stable iterative development processes, whereas groups with low commit frequencies tend to perform large, sporadic changes. Frequent small changes on average indicate the adoption of good continuous integration practices. These findings confirm that software evolution dynamics in PBL are influenced not only by project size but also by collaboration patterns and the maturity of version control system usage. The results of this study are expected to serve as a foundation for developing automated, data-driven evaluation systems based on students’ development activities, as well as to enrich empirical studies on software evolution in vocational education.
Efektivitas Penggunaan Google Site Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Instalasi Tenaga Listrik
David Hidayatullah;
Sukardi Sukardi
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2025): November Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jeve.v1i2.48
Pemanfaatan media pembelajaran digital telah banyak dikaji mampu meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa. Namun demikian, penelitian yang secara khusus mengkaji efektivitas Google Site sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran kejuruan, khususnya Instalasi Tenaga Listrik di Sekolah Menengah Kejuruan, masih relatif terbatas. Sebagian besar studi sebelumnya lebih berfokus pada penggunaan Learning Management System (LMS) atau aplikasi pembelajaran berbasis platform tertentu, sehingga potensi Google Site yang bersifat fleksibel, mudah diakses, dan adaptif terhadap karakteristik pembelajaran vokasional belum banyak dieksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Google Site sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Instalasi Tenaga Listrik di kelas XI TITL 1 SMKN 1 Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui model one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 23 siswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan perhitungan N-Gain untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan media Google Site. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 64,60 meningkat menjadi 84,56 pada posttest. Nilai N-Gain sebesar 0,574 atau 57,40% termasuk dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa Google Site efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, Google Site dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran digital yang interaktif dan mudah diakses untuk mendukung pembelajaran Instalasi Tenaga Listrik di Sekolah Menengah Kejuruan
Analisis Kesiapan Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Padang Menjadi Guru Sekolah Menengah Kejuruan yang Kompeten
Dea Yolanda;
Sukardi
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2025): November Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jeve.v1i2.52
Kebutuhan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Teknik Elektro belum sepenuhnya terpenuhi, sementara sebagian lulusan Pendidikan Teknik Elektro tidak memilih berkarier sebagai guru setelah lulus. Kondisi ini mengindikasikan adanya persoalan dalam penyiapan calon guru, baik dari sisi minat maupun kesiapan profesional. Di sisi lain, mahasiswa umumnya memiliki pemahaman teoritis yang baik, namun masih menghadapi kendala dalam praktik pembelajaran. Padahal, guru SMK dituntut memiliki kompetensi komprehensif, meliputi kompetensi pedagogik kejuruan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis praktik dan proyek; kompetensi profesional berupa penguasaan materi keteknikan elektro seperti instalasi listrik, sistem tenaga, elektronika, dan keselamatan kerja (K3); kompetensi kepribadian berupa sikap disiplin, teliti, dan bertanggung jawab; serta kompetensi sosial dan industri dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kesenjangan ini menunjukkan perlunya kajian terhadap kesiapan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Padang dalam menjadi guru SMK yang kompeten dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa secara umum berada pada kategori siap. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa telah memiliki kesiapan yang memadai untuk menjalankan peran sebagai guru SMK, meskipun masih diperlukan penguatan pada beberapa aspek kompetensi agar kesiapan tersebut dapat berkembang secara lebih optimal
Implementasi Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Dasar-dasar Ketenagalistrikan
Muhammad Rozi Dwi Aprian;
Elfizon Elfizon
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2025): November Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jeve.v1i2.53
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Ketenagalistrikan kelas X TITL di SMKN 1 Sumatera Barat tahun ajaran 2025/2026. Pembelajaran berbasis masalah diterapkan melalui penyajian permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan konsep dasar kelistrikan, meliputi arus listrik, tegangan, hambatan, rangkaian listrik sederhana, serta keselamatan kerja kelistrikan. Selama proses pembelajaran, siswa dibimbing untuk menganalisis permasalahan, mencari dan mengolah informasi, berdiskusi, serta merumuskan solusi secara sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain One-Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian terdiri atas 31 siswa kelas X TITL di SMKN 1 Sumatera Barat. Data hasil belajar diperoleh melalui tes yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) implementasi model PBL. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah. Implementasi model PBL terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif. Dengan meningkatnya hasil belajar tersebut, diharapkan siswa memiliki landasan pengetahuan yang kuat sebagai bekal dalam mempelajari kompetensi kelistrikan pada jenjang selanjutnya.