cover
Contact Name
Donny Richard Mataputun
Contact Email
lppmstikessumberwaras@gmail.com
Phone
+6285354712921
Journal Mail Official
lppmstikessumberwaras@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Sumber Waras
ISSN : 30324262     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.63704/jksw.v6i2.64
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras berfokus pada bidang keperawatan, administrasi Kesehatan dan bidang kainnya dalam lingkup Kesehatan. Alamat STIKes Sumber Waras Jalan Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta Barat 11440 Telp. (021)-5682011, Ext. 146, Fax. 56967453, PO Box. 2528 email: stikessumberwaras@gmail.com website: www.stikessumberwaras.ac.id www.jurnal.stikessumberwaras.ac.id
Articles 88 Documents
Pengaruh Kinerja Petugas Rekam Medis Terhadap Keakuratan Pengkodingan Fraktur Julia Indriaty
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v5i1.58

Abstract

Latar Belakang: Pengkodingan fraktur yang akurat sangat penting dalam sistem rekam medis karena memengaruhi validitas data pasien, klaim asuransi, serta perencanaan dan evaluasi layanan kesehatan. Kinerja petugas rekam medis berperan krusial dalam memastikan ketepatan pengkodean diagnosis dan tindakan medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja petugas rekam medis terhadap keakuratan pengkodingan fraktur di rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen rekam medis pasien dengan diagnosis fraktur. Uji statistik dilakukan untuk menganalisis hubungan antara kinerja petugas rekam medis dan tingkat keakuratan pengkodean fraktur. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja petugas rekam medis dan keakuratan pengkodean fraktur. Faktor seperti pemahaman terhadap sistem klasifikasi penyakit, ketelitian dalam pencatatan, dan tingkat pengalaman petugas berkontribusi terhadap ketepatan pengkodean. Kesimpulan: Kinerja petugas rekam medis berpengaruh secara signifikan terhadap keakuratan pengkodingan fraktur. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi petugas melalui pelatihan dan evaluasi berkala sangat diperlukan untuk memastikan kualitas data rekam medis yang optimal.
Pengaruh Pelatihan Manajemen Rekam Medis Terhadap Kualitas Dokumentasi Medis di Pelayanan Kesehatan Julia Indriaty
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v5i1.59

Abstract

Kualitas dokumentasi medis merupakan faktor krusial dalam pelayanan kesehatan, yang berperan dalam kesinambungan perawatan pasien, pengambilan keputusan klinis, serta aspek hukum. Manajemen rekam medis yang baik dapat meningkatkan akurasi, kelengkapan, dan efisiensi dalam pencatatan data pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan manajemen rekam medis terhadap kualitas dokumentasi medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung sebelum dan sesudah pelatihan terhadap petugas rekam medis di berbagai rumah sakit dan klinik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan manajemen rekam medis berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kelengkapan, ketepatan waktu, dan kepatuhan dalam pencatatan data pasien. Oleh karena itu, pelatihan berkala dan penerapan sistem pencatatan elektronik direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas dokumentasi medis
Pengaruh Organisasi terhadap Kesiapan Rekam Medis Elektronik dalam Upaya Transformasi Digital Ratna Indra Sari
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v5i1.60

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan semakin menjadi kebutuhan, salah satunya melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan ini menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor organisasi terhadap kesiapan penggunaan RME dalam mendukung transformasi digital di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terhadap tenaga kesehatan serta pengelola rekam medis di berbagai rumah sakit dan klinik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kepemimpinan, budaya organisasi, kesiapan sumber daya manusia, serta infrastruktur teknologi memiliki hubungan yang signifikan dengan kesiapan penerapan RME. Oleh karena itu, perencanaan strategis, pelatihan tenaga kesehatan, serta optimalisasi teknologi informasi diperlukan untuk memastikan keberhasilan implementasi RME dalam mendukung transformasi digital.
Penerapan ROM terhadap Kekuatan Otot pada Lansia dengan Gangguan Mobilitas Fisik Tatang Sutisna; Cicielia Ernawati Rahayu; Yulianti
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v6i2.61

Abstract

World Health Organization (WHO) mengklaim bahwa populasi lansia berusia 60 tahun akan mengalami peningkatan dari 1 miliar di tahun 2020 menjadi 1,4 miliar pada tahun 2050. Lansia merupakan sekelompok orang yang berusia 60 tahun dengan bertambahnya usia, proses degenerasi yang dialami lansia menyebabkan fungsi tubuh menurun, kehilangan massa tulang secara bertahap adalah salah satu penurunan ini, serta diikuti penurunan kekuatan otot, semua ini mengakibatkan gangguan mobilitas fisik pada lansia. Tujuan: effektifitas penerapan ROM terhadap kekuatan otot pada lansia dengan gangguan mobilitas fisik. Metode: penelitian ini menggunakan metode praeksperimen dengan desain one group pretest dan post test. Hasil: latihan ROM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot pada lansia dengan gangguan mobilitas fisik. Kesimpulan: pemberian tindakan ROM terbukti efektif meningkatkan nilai kekuatan otot pada lansia yang mengalami gangguan mobilitas fisik, dengan rata-rata peningkatan nilai kekuatan otot ekstermitas atas 0,87dan ekstermitas bawah 0,78 Saran: diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini dapat digunakan membantu perawat memberikan intervensi ROM pada lansia yang mengalami gangguan mobilitas fisik untuk meningkatkan kekuatan otot.
Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman Dengan Pemberian Jus Sirsak Terhadap Kadar Asam Urat Pada Lansia Penderita Gout Arthritis Esther Lenny; Gizka Puti Anggraeni
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v6i2.62

Abstract

Latar Belakang: Asam urat atau gout arthritis dalam istilah medis, merupakan kondisi peradangan pada sendi yang mengakibatkan gejala nyeri yang terasa panas, pembengkakan, dan kekakuan sendi karena kadar asam urat yang tinggi. Kadar normal asam urat adalah laki-laki yaitu 3,5-7 mg/dl dan untuk perempuan yaitu 2,6-6 mg/dl. Menurut WHO (World Health Organization), sekitar 355 juta penduduk di seluruh dunia yang terserang gout arthritis. Di Indonesia, angka kejadian Gout Arthritis juga tinggi, dengan prevalensi sebesar 81%. Menurut data Kemenkes RI tahun 2018, jumlah penderita gout arthritis di DKI Jakarta mencapai 6,76%. Penyakit gout arthritis sering terjadi pada orang lanjut usia karena penurunan fungsi ginjal dan konsumsi makanan tinggi purin. Salah satu cara untuk menurunkan kadar asam urat yaitu dengan minum jus sirsak. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh jus sirsak terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia penderita gout arthritis. Metode: Studi kasus dengan analisis deskriptif terhadap 2 klien. Hasil: Setelah dilakukan pengkajian pada klien I dan II ditemukan keluhan nyeri, dan diangkat diagnosis nyeri kronis berhubungan dengan kondisi musculoskeletal kronis. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian jus sirsak 2x sehari sebanyak 200 ml selama 7 hari berturut-turut. Klien 1 mengalami penurunan kadar asam urat dari 9,3 mg/dl menjadi 5,7 mg/dl dan klien 2 mengalami penurunan kadar asam urat dari 8,6 mg/dl menjadi 5,0 mg/dl. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian jus sirsak terhadap menurunkan kadar asam urat pada lansia penderita gout arthritis di PSBD Budi Bhakti 2 Cengkareng.
Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman dengan Isometric Handgrip Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Lenny Rosbi Rimbun; Atikah Maulia
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v6i2.63

Abstract

Latar Belakang: Usia lanjut merupakan golongan yang lebih rentan terserang berbagai penyakit. Kekuatan dan fungsi imun pada lansia akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia berdampak pada perubahan sistem kardiovaskular timbulnya penyakit hipertensi dimana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Tujuan: Mengidentifikasi keefektifan isometric handgrip exercise pada klien lansia hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan intervensi terapi non farmakologi isometric handgrip exercise untuk menurunkan tekanan darah yang diberikan selama 15 menit pada pagi, siang, dan sore hari dalam 3 hari berturut- turut sesuai kriteria inklusi yaitu 2 orang responden berusia >60 tahun dan tidak mengkonsumsi obat anti hipertensi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dari tekanan darah pada kedua klien, pada klien 1 dengan rata-rata penurunan tekanan darah systole sebesar 10 mmHg dan tekanan diastole 4 mmHg serta pada klien 2 didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah systole 13 mmHg dan tekanan diastole 6 mmHg. Kesimpulan: studi kasus ini membuktikan bahwa pemberian isometric handgrip exercise efektif guna penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Derajat Hipertensi pada Lansia Karyatin; Tati Hidayati
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v6i2.64

Abstract

Non-communicable diseases still contribute to the highest mortality rate in Indonesia, especially hypertension. One of the factors of hypertension is physical activity. WHO also estimates that 1 in 5 women worldwide have hypertension. This number is greater among men, which is 1 in 4 people (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2023). The purpose of this study was to determine the degree of hypertension, determine physical activity, and analyze the relationship between physical activity and hypertension at the Kenanga Posbindu, Grogol Village. The population of this study was 55 respondents with hypertension. The sample of this study used a purposive sampling technique so that a sample of 34 respondents was obtained. The focus of this study was the incidence of hypertension and physical activity. The analysis used in this study was an analysis using SPSS with the Chi-Square test. The results of the analysis showed that Hypertension with Grade 2 was 52.9% higher than Hypertension with Grade 1, which was 47.1%. Physical activity 52.9% were quite active. There is a significant relationship between physical activity and hypertension (P value = 0.017). The conclusion of this study is that hypertension sufferers who do less physical activity have a 2.31 times greater chance of experiencing grade II hypertension when compared to hypertension sufferers who do light physical activity. This can be caused by other factors such as high physical stress, rest or other lifestyle factors.
Asuhan Keperawatan Kebutuhan Aman Nyaman dengan Pemberian Modern Dressing Hydrogel untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Diabetik Efa Ampriyanti; Dea Aprilya
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Ulkus diabetik terjadi akibat gangguan pada pembuluh darah arteri, kulit kering, dan deformitas pada kaki. Perawatan luka menggunakan modern dressing hydrogel mampu mempercepat proses penyembuhan luka dengan menghilangkan jaringan yang telah mati atau nekrotik secara alami melalui proses autolisis debridemen dan menciptakan lingkungan yang lembap di area sekitar luka, serta membantu melembutkan atau menghancurkan jaringan nekrotik tanpa merusak jaringan sehat sekitar. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan modern dressing hydrogel untuk mempercepat proses penyembuhan luka diabetik. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pemberian intervensi modern dressing hydrogel yang dilakukan selama 14 hari dengan frekuensi perawatan 3 hari sekali pada klien yang memiliki ulkus diabeti esktermitas bawah di PSBDBB 2 Cengkareng. Hasil Penelitian: Menunjukan keberhasilan pada perawatan luka menggunakan modern dressing hydrogel yang ditandai dengan adanya perubahan ukuran luka, warna tepi luka, warna dasar luka, klien 1 yaitu ukuran luka P: 4 L: 3,5 dan warna tepi luka kuning, warna dasar luka hitam dan keras menjadi P: 3,5 L: 3 dan warna tepi luka kemerahan, warna dasar luka hitam, lunak dan sedikit terlepas dari dasar luka. Sedangkan pada klien II tidak terjadi perubahan ukuran luka dimana ukuran luka yaitu P: Kaki kanan 8 x 10,5 cm, kaki kiri Kaki kiri 4,5 x 7 cm dan terjadi perubahan pada warna dasar luka yaitu kemerahan 60%, kuning 40%. Kesimpulan: Perawatan menggunakan modern dressing hydrogel dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetik.
ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN BELAJAR PADA LANSIA DEMENSIA DENGAN MASALAH PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF MENGGUNAKAN TERAPI PUZZLE balqis ariqah; Donny Richard Mataputun
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Demensia merupakan kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif seperti daya ingat, kemampuan berfikir, orientasi, pemahaman, kemampuan belajar, dan bahasa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terkait Asuhan keperawatan pemenuhan Kebutuhan belajar pada lansia demensia dengan masalah penurunan fungsi kognitif menggunakan Terapi Puzzle. Metode penelitian: Menggunakan metode studi kasus dengan intevensi Terapi Puzzle dilakukan selama 5 hari dengan durasi waktu 20 menit. pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan Instrumen MMSE. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa lansia yang melakukan Terapi Puzzle mengalami adanya peningkatan fungsi kognitif pada lansia demensia. Pada pengkajian MMSE pada pasien 1 di dapatkan skor hari pertama 18 (kerusakan aspek fungsi mental ringan) menjadi 28 (Aspek kognitif fungsi mental baik), sedangkan pada pasien II di dapatkan skor hari pertama 20 (kerusakan aspek fungsi mental ringan) menjadi 27 (Aspek kognitif fungsi mental baik). Kesimpulan :Terapi Puzzle terbukti efektif sebagai terapi Non-farmakologis yang dapat dilakukan pada lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif. Terapi puzzle dapat merangsang aktivitas otak yang berhubugan dengan daya ingat dan konsentrasi. Saran : Diharapkan Terapi puzzle dapat diterapkan secara rutin dalam lingkungan pelayanan lansia sebagai Intervensi keperawatan Non-farmakologi untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman dengan Penerapan Senam Ergonomis terhadap Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di PSBDBB2 hayati hayati; Donny Richard Mataputun
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami lansia dan menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Lansia memiliki risiko tinggi mengalami hipertensi akibat proses penuaan yang memengaruhi sistem kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh senam ergonomis terhadap tekanan darah lansia dengan hipertensi di PSBDBB 2 Jakarta Barat pada bulan Mei 2025 dengan responden sebanyak 2 orang.