cover
Contact Name
Donny Richard Mataputun
Contact Email
lppmstikessumberwaras@gmail.com
Phone
+6285354712921
Journal Mail Official
lppmstikessumberwaras@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Sumber Waras
ISSN : 30324262     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.63704/jksw.v6i2.64
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras berfokus pada bidang keperawatan, administrasi Kesehatan dan bidang kainnya dalam lingkup Kesehatan. Alamat STIKes Sumber Waras Jalan Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta Barat 11440 Telp. (021)-5682011, Ext. 146, Fax. 56967453, PO Box. 2528 email: stikessumberwaras@gmail.com website: www.stikessumberwaras.ac.id www.jurnal.stikessumberwaras.ac.id
Articles 88 Documents
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman dengan Penerapan Latihan Isometrik Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Lansia Galih; Dea Aprilya
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami peningkatan kadar asam urat akibat perubahan metabolisme tubuh. Kondisi ini dapat memicu gout arthritis (GA) yang ditandai dengan nyeri sendi dan gangguan mobilitas. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti latihan isometrik menjadi alternatif terapi yang mudah, aman, dan efektif untuk menurunkan kadar asam urat serta meningkatkan kenyamanan lansia. Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan isometrik terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia dengan GA. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif analitik terhadap dua klien lansia di Panti PSBDBB 2 Cengkareng, Jakarta Barat. Intervensi berupa latihan isometrik dilakukan selama 3 hari secara berturut-turut, 1 kali per hari dengan durasi 15–20 menit. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Latihan isometrik memberikan hasil positif terhadap penurunan kadar asam urat. Klien I mengalami penurunan dari 9,9 mg/dL menjadi 5,4 mg/dL, sedangkan klien II dari 7,2 mg/dL menjadi 5,6 mg/dL. Selain itu, nyeri pada sendi juga berkurang, dan aktivitas harian menjadi lebih lancar. Kesimpulan: Latihan isometrik efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman lansia dengan GA. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah responden yang lebih besar dan memperpanjang durasi intervensi guna memperoleh hasil yang lebih signifikan.
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman Dengan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi: Hypertension, Elderly, How to breathe deeply Yatimi Yatimi; Ns. Esther Lenny Dorlan Marisi; Ns. Cicelia Ernawati Rahayu
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menua adalah proses alami dalam kehidupan manusia. Dengan bertambahnya usia dapat mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologis. Salah satunya pada sistem kardiovaskular, di mana pembuluh darah menjadi kurang elastis dan kemampuan jantung dalam memompa darah (curah jantung) menurun, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. WHO (2024), mencatat jumlah hipertensi 2,6 miliar kasus. Data SKI (2023) menunjukkan tekanan darah sebesar 56,8%. Salah satu tindakan non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi relaksasi napas dalam. Tujuan: Untuk mengetahui apakah relaksasi napas dalam dapat berpengaruh terhadap lansia dengan hipertensi di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti (PSBDBB) 2 Cengkareng Jawa Barat 2025. Metode: Populasi pada penelitian ini adalah seluruh warga binaan Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti (PSBDBB) 2 Cengkareng Jawa Barat, subyek yang digunakan sebanyak 2 responden sesuai dengan faktor inklusi dan eksklusi. Intervensi dilakukan selama 10 menit, dua kali sehari, 6 kali selama tiga hari berturut-turut, setelah itu dilakukan post-test, diikuti dengan identifikasi serta analisis hasil pretest dan posttest. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan dalam bentuk tabel. Hasil: Setelah diberikan terapi relaksasi napas dalam menunjukan adanya penurunan tekanan darah kepada kedua responden. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam dapat dijadikan salah satu alternative pada lansia dengan hipertensi secara mandiri karena terbukti dapat berpengaruh terhadap tekanan darah.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audiovisual Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Terhadap Pengetahuan Remaja Putri di MAN 1 Jakarta Barat Nur Azizah Nofiyana Sholehah; Cicielia Ernawati Rahayu; Mia Atlantic
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan kanker agresif dan ancaman serius bagi perempuan. Data dari Globocan mencatat bahwa dari total 396.914 kasus kanker di Indonesia dan 68.858 kasus (16,6%) merupakan kanker payudara, dengan angka kematian yang mencapai 22.000 jiwa (Kemenkes RI, 2022). Penyebab pasti dari kanker payudara belum diketahui secara jelas, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi, seperti riwayat keluarga, perubahan hormonal, usia menarche yang terlalu dini (kurang dari 12 tahun), kelebihan berat badan, konsumsi lemak tinggi, stres psikologis yang berkepanjangan, serta faktor eksternal lainnya. (Olfah et al., 2019). Untuk itu perlu upaya promotive dalam hal ini meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara seperti SADARI terutama pada remaja putri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan remaja putri. Metode: Penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test melibatkan 38 responden, dengan menggunakan purposive sampling. Hasil: Hasil didapat dengan analisis univariate dan bivariate dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan setelah intervensi dengan p value < 0,01. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan berbasis audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai SADARI.
Asuhan Keperawatan Kebutuhan Aman Nyaman dengan Mobilisasi dan Pemberian Massage Effleurage Menggunakan VCO Terhadap Risiko Dekubitus Pasien Lansia dengan Stroke Indah Nuraeni Eka Putri Radi; Irman
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ulkus dekubitus adalah kerusakan kulit, jaringan akibat tekanan terus-menerus, terutama di area tulang ekor, tumit, dan pinggul. Kondisi ini umum terjadi pada pasien dengan imobilisasi, seperti penderita stroke. Stroke adalah gangguan aliran darah ke otak yang bisa disebabkan oleh sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Menurut (World Stroke Organization (WSO) 2024,stroke menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia dengan 12 juta kasus baru setiap tahun. Di DKI Jakarta, prevalensi stroke mencapai 12,2% (Nadhifah & Sjarqiah, 2022). Salah satu upaya untuk menurunkan risiko dekubitus pada lansia dengan stroke adalah dengan Mobilisasi dan Massage Effleurage menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO). Tujuan: Untuk mengetahui Mobilisasi dan Massage Effleurage menggunakan VCO terhadap penurunan risiko dekubitus pada lansia dengan stroke. Metode: Studi kasus deskriptif terhadap 2 klien. Hasil: Setelah dilakukan pengkajian klien I dan II mengalami penurunan mobilitas, keluhan gatal, ketidaknyamanan kulit. dan diangkat diagnosis risiko gangguan integritas kulit ditandai penurunan mobilitas. Intervensi yang dilakukan pemberian Mobilisasi dan Massage Effleurage menggunakan VCO 2x sehari selama 5 hari. Skor risiko dekubitus klien I turun dari 11 (risiko tinggi) ke 16 (risiko rendah), dan klien II dari 12 (risiko tinggi) ke 16 (risiko rendah). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa Mobilisasi dan Massage Effleurage dengan VCO efektif menurunkan risiko dekubitus pada lansia stroke di PSBD Budi Bhakti 2 Cengkareng.
Asuhan Keperawatan Gerontik Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman dengan Terapi Pijat Refleksi Kaki pada Lansia Hipertensi Vivi Lutfia Auliyani; Ns. Esther Lenny Dorlan Marisi; Irman
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan prevalensi hipertensi secara signifikan berkorelasi dengan proses penuaan demografis serta meningkatnya paparan terhadap faktor-faktor risiko perilaku, seperti pola konsumsi tinggi natrium, rendah kalium, dan kurangnya aktivitas fisik. Salah satu cara menangani hipertensi yaitu dengan terapi pijat refleksi kaki. Lansia adalah individu yang berusia enam puluh tahun ke atas. Hipertensi atau dikenal dengan tekanan darah tinggi ini terjadi apabila peningkatan tekanan darah sistole dan diastole secara konsisten di atas 140/90 mmHg sedangkan tekanan darah yang dianggap normal adalah 120/80 mmHg atau lebih rendah (Ekasari et al., 2021). Tujuan: Mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada responden hipertensi dengan pemberian terapi pijat refleksi kaki untuk menurunkan tekanan darah sehingga kebutuhan aman nyaman dapat terpenuhi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan analisa deskriptif terhadap 2 responden yang diberikan terapi pijat refleksi kaki, intervensi diberikan 2 kali sehari dengan durasi 20 menit selama 3 hari. Hasil: Setelah dilakukan terapi pijat refleksi kaki, responden I mengalami penurunan tekanan darah dari 154/95 mmHg menjadi 150/94 mmHg dan responden II dari 154/100 mmHg menjadi 137/100 mmHg. Hal tersebut menunjukkan bahwa terapi pijat refleksi kaki dapat menurunkan tekanan darah sehingga diharpakan responden dapat menerapkan terapi pijat refleksi kaki sebagai salah satu terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah.
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Oksigenasi dengan Posisi Semi Fowler dan Inhalasi dalam Mengatasi Bersihan Jalan Napas di Instalasi Gawat Darurat indri maria sihombing; Mia Atlantic; Ns. Cicelia Ernawati Rahayu
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pneumonia is characterized by fever and increased phlegm production which can inhibit the effectiveness of airway clearance, causing shortness of breath. Data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) recorded 877,531 cases of pneumonia in all age groups, the increasing number of cases requires more comprehensive care to prevent complications, namely respiratory failure. The need for oxygen is one of the basic demands that people have to maintain physiological and psychological balance. One of the components of gas, oxygen is very important in the metabolic process that keeps all body cells alive. Objective: To obtain an overview of nursing care in meeting oxygenation needs through the use of the semi-Fowler position and inhalation as an effort to overcome airway clearance disorders Research Method: Case study conducted on 2 respondents. The intervention given was the provision of a semi-Fowler position and inhalation in the Emergency Installation of Sumber Waras Hospital. Research Results: after the intervention of providing a semi-fowler position and inhalation during the Emergency Room, both respondents experienced an increase in oxygen saturation of around 3% -6%, shortness of breath decreased from 25x/minute to 21x/minute, and were able to expel 2-3cc of thick, green, and smelly sputum. Conclusion: Providing a semi-fowler position and inhalation has been proven to reduce shortness of breath, expel sputum and increase oxygen saturation.
Asuhan Keperawatan Terapi Menggambar Terhadap Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia di PSBDBB 2 Cengkareng Amanda_nurrohman10. revangga; Mia Atlantic
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: the elderly experience various health problems, one of which is impaired cognitive function, one type of cognitive function disorder that is common in the elderly is, characterized by complaints from respondents such as not remembering dates, days, years, feeling dissatisfied with their lives. Therefore, the main nursing diagnosis is memory impairment related to the aging process. One of them handles cognitive function disorders non-pharmacologically, namely by providing drawing therapy. Objective: to provide nursing care to reduce cognitive function by providing drawing therapy for the elderly. Method: case study of 2 respondents by providing intervention for 5 days. Researcher results: in respondent I and respondent Translated with DeepL.com (free version) II obtained, namely after being given the intervention of giving drawing therapy, respondent I from the MMSE score of moderate cognitive function decline (20) to no cognitive function impairment with MMSE score (28) while respondent II from the MMSE score of severe cognitive function decline (10) to no cognitive function impairment with MMSE score (24). Conclusion: drawing therapy is proven effective to reduce cognitive function in the elderly.
Asuhan Keperawatan Luka Pengaruh Efektifitas Zinc Cream Terhadap Penyembuhan Luka Diabetikum di PSBDBB 2 Cengkareng Jakarta Barat Annisa Sukma Wianda Dwipa; Oryza Intan Suri
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Diabetes mellitus or diabetes is a hereditary disease whose incidence is increasing due to unhealthy lifestyles. It was found that 2% of the Indonesian population aged more than 15 years was diagnosed with Diabetes Mellitus. Uncontrolled Diabetes Mellitus will develop diabetic wound complications. Diabetic ulcers are wounds caused by nerve damage, blood vessel damage. It is caused by the blockage of small blood vessels which is the impact of peripheral vascular occlusive disease. Objective: To determine the effectiveness of Zinc Cream on diabetic foot wound care. Methods: Case studies were conducted on 2 respondents, the intervention provided was to perform foot wound care once for 7 consecutive days. Results: After the wound care intervention using Zinc Cream, there were changes in wound characteristics in both clients. Patient 1 showed a change in wound size from 14cmx10.5cm to 13.5cmx9cm, while patient 2 showed a change in size from 3.5cmx3.5cmx6cm with slough to 3cmx2.5cmx5cm without slough. This shows the effectiveness of Zinc Cream in overcoming the problem of diabetic foot wounds. Conclusion: having diabetes with foot wounds can be uncomfortable and wound care using Zinc Cream is effective in improving the appearance of wounds although results are influenced by the physical condition and characteristics of the wound.
Efektivitas Pemberian Lidah Buaya terhadap Pertumbuhan Jaringan Luka Diabetes Melitus di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bakhti 2 Sutan Fachru Rozy; Ns. Karyatin, M.Kep.
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Diabetic foot ulcers are a complication of diabetes mellitus (DM) that occur due to pressure on the lower extremities and are often associated with other complications. Aloe vera has been shown to promote tissue growth in wounds, thereby aiding the healing process. Objective: To identify the effectiveness of aloe vera in promoting tissue growth in diabetic mellitus wounds. Methods: This study employed a case study method by providing wound care interventions for seven consecutive days, once daily for 30 minutes, to elderly clients with diabetic ulcers on the lower extremities at PSBDBB 2 Cengkareng. Results: The findings demonstrated positive outcomes in wound care using the non-pharmacological technique of aloe vera extract application, as evidenced by changes in wound color and tissue growth. In respondent 1, the wound color changed from pale red with less than 50% granulation tissue to pink with more than 50% granulation tissue. In respondent 2, the wound color changed from pale red to pink. Conclusion: Wound care using aloe vera extract can support the healing process in patients with type II diabetic ulcers. Keywords : Aloe Vera, Tissue growth, Diabetic wounds.
Perbedaan Pengaruh Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis Lansia Ajeng Suko Handayani; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya angka harapan hidup menyebabkan jumlah lansia semakin bertambah, yang membuat mereka lebih rentan mengalami perubahan fisiologis, khususnya pada otot dan sistem muskuloskeletal, sehingga berdampak pada keseimbangan tubuh. Gangguan keseimbangan ini dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko jatuh. Aktivitas fisik seperti Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise berpotensi memperbaiki keseimbangan dinamis melalui penguatan otot dan stimulasi proprioseptor. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, menggunakan rancangan two group test design dengan pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Lansia Dewi Ratih, Ngadirejo, Sukoharjo, dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Pengukuran keseimbangan dilakukan menggunakan Time Up and Go Test. Hasil: Analisis perbedaan pengaruh menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,011 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh antara Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia.