cover
Contact Name
Donny Richard Mataputun
Contact Email
lppmstikessumberwaras@gmail.com
Phone
+6285354712921
Journal Mail Official
lppmstikessumberwaras@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Sumber Waras
ISSN : 30324262     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.63704/jksw.v6i2.64
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras berfokus pada bidang keperawatan, administrasi Kesehatan dan bidang kainnya dalam lingkup Kesehatan. Alamat STIKes Sumber Waras Jalan Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta Barat 11440 Telp. (021)-5682011, Ext. 146, Fax. 56967453, PO Box. 2528 email: stikessumberwaras@gmail.com website: www.stikessumberwaras.ac.id www.jurnal.stikessumberwaras.ac.id
Articles 88 Documents
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman Terapi Pijat Akupresur Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi sundari_02 sundari_02
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia, terutama akibat gaya hidup modern yang kurang sehat. Angka kejadian hipertensi terus meningkat dan menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penanganan hipertensi secara farmakologis memiliki efek samping, sehingga penatalaksanaan alternatif nonfarmakologi seperti terapi akupresur diperlukan. Tujuan: Mengetahui gambaran asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan aman dan nyaman melalui terapi pijat akupresur terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, serta mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas terapi tersebut terhadap perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah tindakan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan perbandingan pada dua lansia penderita hipertensi. Terapi pijat akupresur diberikan satu kali sehari selama lima hari dengan durasi 20 menit. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah diberikan terapi pijat akupresur selama lima hari, kedua lansia mengalami penurunan tekanan darah dan skala nyeri yang signifikan. Pada pasien pertama, tekanan darah menurun dari 149/90 mmHg menjadi 136/86 mmHg. Pada pasien kedua dari 151/97 mmHg menjadi 133/90 mmHg. Kesimpulan: Terapi pijat akupresur efektif menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Intervensi ini juga meningkatkan rasa nyaman dan dapat dijadikan sebagai alternatif nonfarmakologi yang aman dan sederhana dalam asuhan keperawatan lansia.
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Risiko Terjadinya Sarcopenia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Ngrau Desa Tanjungsari Hidayu Adi Prana; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan berkurangnya massa dan kekuatan otot, yang berkontribusi pada meningkatnya risiko sarcopenia pada lanjut usia. Kondisi ini berdampak pada penurunan kemampuan fisik, mobilitas, serta kualitas hidup. Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan dan stabilitas otot, sementara kurangnya aktivitas dapat mempercepat hilangnya massa otot dan memperparah sarcopenia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sarcopenia pada lansia. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross sectional dilakukan di Posyandu Lansia Ngrau, Desa Tanjungsari, dengan jumlah responden 51 orang. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner PASE (Physical Activity Scale for Elderly), sedangkan risiko sarcopenia dinilai dengan kuesioner SARC-F (Strength, Assistance in walking, Rise from a chair, Climb stairs, and Falls). Hasil: Analisis menggunakan uji Spearman rank menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p<0,05). Uji chi square untuk mengetahui odds ratio juga menghasilkan nilai 0,002 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sarcopenia pada lansia.
Analysis of Patient Satisfaction with Nursing Services at Eka Hospital Cibubur Outpatient Unit: A SERVQUAL Method Arif Sujadi; Elsya Fernita Rosanti; Erika Fitria
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patient satisfaction is one of the key indicators for assessing the quality of hospital services and influences its competitiveness. This study aims to analyze the gap between patient expectations and reality regarding nursing services at the Eka Hospital Cibubur Polyclinic. This study is quantitative and uses the SERVQUAL (service quality) method to measure patient satisfaction based on five dimensions: Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance, and Empathy. The study sample used an accidental sampling technique obtained by 89 respondents participating by completing an online questionnaire. The results showed that the average patient expectation value was 4.52, while the average reality value was 4.39, resulting in a SERVQUAL gap of (-0.13). Based on the results, improvements are still needed related to services to increase patient satisfaction. However, the level of conformity between expectations and reality reached 97%, which indicates that overall, the service is in accordance with patient expectations. Keywords: Patient satisfaction, SERVQUAL, Service quality, Eka Hospital Cibubur
Effectiveness of Health Education Videos on Knowledge of Preventive Care for Foot Wounds in Diabetes Patients: A Systematic Literature Review Andi Muh. Zulfikar; Fitrah
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v7i2.96

Abstract

Based on data from the International Diabetes Federation (IDF), in 2024, 106.9 million adults aged 20-79 years in Southeast Asia will develop diabetes. This number is estimated to increase by 73%, reaching 185 million people by 2050. This increase in cases continues to occur due to problems in producing insulin so that cells cannot receive glucose for metabolism. The purpose of this study was to determine the effectiveness of health education videos on knowledge of foot wound prevention care in diabetic patients. The method in this study used a Systematic Literature Review, searching for data or information sources through Google Scholar, then conducting selection through quality assessment with inclusion and exclusion criteria. The results of the study showed that the initial level of knowledge of diabetes patients, especially regarding foot care and wound prevention, was in the category of poor to very poor before educational interventions were given. After education, there was a significant increase in the level of knowledge after providing education using video/digital media. The conclusions collectively confirm that educational videos or digital/audiovisual media are highly effective and relevant intervention methods for increasing patient knowledge and behavioral intentions for foot ulcer prevention. This increased understanding is key to fostering patient awareness and self-care skills, which ultimately reduces the risk of serious complications such as diabetic foot ulcers. Keywords : Foot Wounds, Diabetes, Education, Video.
The Overview of Nurses' Caring Behavior Toward Patients in the Polyclinic Room of Eka Family Mother and Child Special Hospital in North Jakarta in 2025 Antiza Purnama; Dinda Queen Margaretha
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambaran Perilaku Caring Perawat pada Pasien di Ruang Poliklinik Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Eka Family Jakarta Utara Tahun 2025.Caring adalah perhatian perawat dengan sepenuh hati terhadap pasien. Kepedulian, empati, komunikasi yang lemah lembut dan rasa kasih sayang perawat terhadap pasien akan membentuk hubungan perawat–klien yang terapeutik. Perilaku caring perawat sangat erat kaitannya dengan mutu pelayanan yang mempengaruhi kepuasan pasien. Ketika perilaku caring diterapkan maka pasien puas dengan pelayanan yang diberikan. Namun dengan angka yang menunjukkan bahwa perawat memiliki perilaku caring masih terdapat tanggapan pasien bahwa pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan harapan mereka. Keperawatan merupakan suatu pelayanan yang holistik yang melingkupi Bio, Psiko, Sosio dan Spiritual yang didalamnya terkandung perilaku caring. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Gambaran Perilaku Caring Perawat pada Pasien di Ruang Poliklinik Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Eka Family. Jenis penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan pendekatan Consecutive sampling, responden sebanyak 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan perilaku caring perawat dalam kategori sangat baik sebanyak 24 responden (70,6%), Diharapkan para perawat dapat mempertahankan dan meningkatkan perilaku caring dalam setiap interaksi dengan pasien, termasuk aspek komunikasi, empati, dan kepedulian terhadap kebutuhan emosional maupun fisik pasien. Kata Kunci: Perilaku Caring Perawat, Keperawatan
Condition of The Fire Protection System in Building A University X, 2024 Kustia Anggereni; Dhewi Mega Sari
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran pada gedung merupakan salah satu kasus kebakaran yang dapat menyebabkan banyak korban jiwa. Kebakaran gedung yang paling sering terjadi adalah pada bangunan tempat tinggal, di mana penyebab kebakaran terbesar adalah korsleting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fasilitas proteksi kebakaran di Gedung A, Universitas X pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendeskripsikan fasilitas proteksi kebakaran yang tersedia di Gedung A, Universitas. Metode observasi digunakan untuk menilai kondisi fasilitas proteksi kebakaran, dan wawancara dengan petugas terkait digunakan untuk mengonfirmasi hasil observasi yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif di gedung A termasuk dalam kategori cukup baik, dengan pemenuhan aspek inspeksi sebesar 56% dan sistem proteksi kebakaran pasif di gedung A termasuk dalam kategori cukup baik dengan pemenuhan aspek inspeksi sebesar 47%. Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif termasuk dalam kategori cukup baik. Hal ini menjelaskan bahwa seluruh gedung memiliki fasilitas proteksi kebakaran tetapi dalam kondisi buruk atau tidak memenuhi standar yang berlaku. Perlu dilakukan pemeliharaan dan uji fungsional pada fasilitas yang ada secara berkala dan melakukan penilaian risiko kebakaran untuk menentukan fasilitas tambahan yang belum tersedia di A, Universitas X.
Foot Care and Indications of Diabetic Peripheral Neuropathy in T2DM Patient Rizki Andriani; Rita Ariana; Anita Tiara; Diah Hastuti; Mahanta Qaribi
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v7i2.99

Abstract

Latar Belakang: Neuropati perifer diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis paling sering pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) dan dapat menyebabkan ulkus kaki hingga amputasi apabila tidak terdeteksi sejak dini. Berbagai studi melaporkan prevalensi neuropati perifer berkisar antara 17–46% pada pasien DMT2. Perawatan kaki yang baik dan pemeriksaan skrining sederhana seperti Ipswich Touch Test (IpTT) berperan penting dalam mencegah risiko neuropati dan komplikasinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku perawatan kaki dengan indikasi terjadinya NPD pada pasien DMT2. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel berjumlah 100 responden DMT2 yang dipilih secara purposive sampling di sebuah Puskesmas. Indikasi neuropati perifer dilakukan menggunakan instrumen Ipswich Touch Test (IpTT) dan penilaian perilaku perawatan kaki digunakan instrumen Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Sebanyak 51% responden memiliki perilaku perawatan kaki yang baik, dan hanya 18% responden yang mengalami indikasi neuropati perifer. Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara perilaku perawatan kaki dan indikasi neuropati perifer diabetik (p = 0,015). Responden dengan perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peluang 4,7 kali lebih besar untuk mempertahankan sensasi kaki normal dibandingkan dengan responden yang memiliki perilaku perawatan kaki kurang baik (OR = 4,70; 95% CI = 1,42–15,52). Kesimpulan:Terdapat hubungan signifikan antara perilaku perawatan kaki dengan indikasi terjadinya neuropati perifer pada pasien DMT2. Perawatan kaki yang baik berperan dalam menurunkan risiko neuropati.
Implementation of SBAR and EMR-Based Bedside Handover to Improve Service Quality and Patient Safety Iwan Matsum; Delima Yanti
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v7i2.100

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan dan keselamatan pasien sangat dipengaruhi oleh komunikasi antar perawat pada saat handover. Bedside handover dengan kerangka SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) yang terintegrasi dengan Electronic Medical Record (EMR) diharapkan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi klinis. Tujuan: Menilai efektivitas implementasi bedside handover berbasis SBAR-EMR terhadap kepatuhan perawat, persepsi komunikasi, dan kelengkapan dokumentasi di sebuah rumah sakit di Pekanbaru. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain two group pretest-posttest. Sampel sebanyak 157 perawat dipilih menggunakan proportional stratified random sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=78) dan kontrol (n=79). Intervensi berupa pelatihan SBAR, penerapan template digital SBAR di EMR, dan supervisi selama 8 minggu. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan audit EMR. Analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Implementasi SBAR-EMR meningkatkan kepatuhan handover (p<0,001), persepsi komunikasi klinis (p<0,001), dan kelengkapan dokumentasi EMR (p<0,001). Input real-time EMR meningkat menjadi 73,2%. Kesimpulan: Bedside handover berbasis SBAR yang diintegrasikan dengan EMR terbukti efektif meningkatkan kualitas komunikasi antar perawat, persepsi positif, dan dokumentasi klinis. Intervensi ini memperkuat budaya keselamatan pasien dan dapat diadaptasi pada rumah sakit lain.
Case Study On The Application Of The Brisk Walking Exercise Technique For Reducing Blood Pressure In Hypertensive Patients Sinta Wijayanti; Marlina Diyan Safitri; Fitri Nuriya Santy; Shanty Chloranyta; Elok Faradisa
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v7i2.101

Abstract

Hypertension is one of the chronic diseases with a very high prevalence worldwide, influenced by various factors such as environment, genetics, lifestyle, and the use of certain medications like birth control pills. Increased blood pressure in hypertensive patients has a significant impact on the risk of serious cardiovascular complications such as heart disease, heart failure, stroke, and kidney failure. Blood pressure control can be achieved thru self- management, which includes medication adherence, healthy lifestyle changes such as regular physical activity, and a low-sodium diet. One effective physical activity for lowering blood pressure in hypertensive patients is brisk walking. Based on this, this study aims to determine the effect of the brisk walking exercise technique on lowering blood pressure in hypertensive patients at RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. The method used by the researcher in this study is descriptive with a case study approach. The measuring instrument in this study used a sphygmomanometer, and the brisk walking exercise technique was applied according to the SOP. The research findings indicate a decrease in blood pressure among hypertensive patients after performing brisk walking exercise daily for eight days. The brisk walking exercise technique can lower blood pressure in hypertensive patients at RSD dr A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.
Effect of Pursed Lips Breathing Exercise on Respiration Rate in Children with Bronchopneumonia at Sumber Sanas Hospital Dwi Salsa Hamidah
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v8i1.105

Abstract

Bronchopneumonia, also referred to as lobular pneumonia, is an inflammatory condition of the lung parenchyma that may extend to the bronchioles and alveoli. Its etiology includes bacteria, viruses, fungi, and foreign bodies. One of the non-pharmacological interventions that can be applied is pursed lips breathing (PLB), which is beneficial for improving ventilation, releasing trapped air, slowing the respiratory rate, and promoting relaxation in children. This study aimed to examine the effect of PLB exercise on the respiratory rate of children with bronchopneumonia at Sumber Waras Hospital in 2025. A quantitative method was employed with a quasi- experimental one-group pretest–posttest design. The study sample consisted of 10 children with bronchopneumonia, selected using a total sampling technique. Data were analyzed with a dependent t-test to compare respiratory rate values before and after the intervention. The findings revealed a reduction in the average respiratory rate following PLB exercise. Statistical analysis confirmed a significant difference in respiratory rate between pre- and post-intervention (p = 0.000). Conclusion: Pursed lips breathing exercise is effective in lowering respiratory rate among children with bronchopneumonia. This intervention can be recommended as a supportive non-pharmacological therapy in pediatric nursing care for respiratory problems.