cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
ISSN : 14121271     EISSN : 25794248     DOI : 10.21831
Core Subject : Humanities, Art,
HUMANIKA published by P-MKU LPPMP is an academic journal, publishes high quality manuscripts that engage theoretical and empirical issues including education, social sciences, and religion studies. They are tackled from a multidisciplinary perspective. The journal also features case studies focusing on practical implications, or papers related to learning and teaching in social and science disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
PENGETAHUAN, KEKUASAAN, DAN MOBILITAS SOSIAL DALAM NOVEL "DIVERGENT" Irfan, Miftah Nurul
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v16i1.12141

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial di masyarakat modern. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa terjadinya mobilitas sosial di masyarakat modern disebabkan oleh faktor status ekonomi. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang cenderung melihat faktor ekonomi sebagai saluran mobilitas, penelitian ini melihat bahwa penguasaan terhadap pengetahuan dapat mendorong terjadinya mobilitas sosial pada masyarakat modern. Tak hanya itu, penguasaan seseorang atau kelompok terhadap pengetahuan akan menciptakan kelas elite baru di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis) dan objek penelitian yang menceritakan kehidupan masyarakat modern dalam novel Divergent.
ANCAMAN TERHADAP DASAR NEGARA "PANCASILA" BAGI RAKYAT INDONESIA DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA Santosa, Heru
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v11i1.20997

Abstract

Bangsa Indonesia yang setengah – setengah melaksanakan dasar Negara Pancasila sekarang ini banyak kendala – kendala yang timbul. Dari situ pertama tentang kehidupan keagamaan banyak terjadi gesekan – gesekan keyakinan di dalam masyarakat sehingga timbul anarki  atau bertindak hakim sendiri. Demikian juga sila kedua tentang kemanusiaan  sudah mulai hilang rasa kemanusiaannya. Persatuanpun sudah mulai memudar  dan demokrasi juga hanya kelihatan semu karena hanya memikirkan kepentingannya sendiri sehingga timbul rasa keadilan yang tidak merata. Maka dengan demikian bangsa  Indonesia sudah selayaknya kembali dengan dasar  Negara Indonesia Pancasila secara lahir batin dalam melaksanakannya,  baik dari segi dasar Negara sebagai segala sumber hukum atau sebagai Pandangan hidup Bangsa.  Untuk mengejawantahkan kesejahteraan bangsa Indonesia dengan mendanai lembaga –lembaga riset  yang dapat di harapkan hasil produksinya  untuk kesejahteraan bangsa Indonesia sehingga mengurangi ketergantungannya produk- produk dari luar. Satu kata kunci : mandiri.     
Efektivitas pembelajaran aqidah akhlak di Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga Gunungkidul Yogyakarta Rubini, Rubini
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i1.32303

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran aqidah akhlak, efektivitas pembelajaran, faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran aqidah akhlak di madrasah tsanawiyah sunan kalijaga gunung kidul Yogyakarta. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, subjek penelitian adalah guru dan siswa madrasah tsanawiyah sunan kalijaga gunung kidul Yogyakarta kelas VIII dengan jumlah 15, tekhnik pengumpulan data metode observasi, wawancara dan dokumentasi, serta angket. Metode analisis data adalah untuk menganalisis data yang telah terkumpul untuk lebih lanjut diinterpretasikan dan disimpulkan. Hasil penelitian adalah proses pembelajaran aqidah akhlak menggunakan kurikulum Kementerian Agama dan Kementerian Diknas, pembelajaran dilaksanakan setiap hari rabu pukul 07.00–08.30, diawali dengan pembukaan membaca basmallah dan lanjutkan dengan penyampaian materi atau inti, kemudian diakhiri dengan evaluasi dan di tutup dengan pembacaan hamdallah. dalam penyampaian materi, guru menggunakan berbagaimacam metode yang variatif sesuai dengan materi yang disampaikan, dan dalam proses pembelajaran siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan tertib. Efektivitas pembelajaran aqidah akhlak terbukti efektif. Dan faktor pendukung dalam pembelajaran ini adalah adanya dukungan yang baik dari kepala sekolah, adanya fasilitas yang memadai, penggunaan metode pembelajaran yang tepat, dan minat siswa yang cukup tinggi dalam mengikuti pembelajaran aqidah akhlak, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya kerjasama antara pihak sekolah dengan orang tua. The purpose of this study was to determine the process of learning aqidah akhlak, the effectiveness of learning, supporting and inhibiting factors in learning aqidah akhlak at Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga Gunung Kidul Yogyakarta. This type of qualitative research with a descriptive approach, research subjects are teachers and students of the madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga Gunung Kidul Yogyakarta class VIII with a total of 15, data collection techniques are observation methods, interviews and documentation, and questionnaires. The data analysis method is to analyze the data that has been collected for further interpretation and conclusion. The results of the study are the process of learning aqidah akhlak using the curriculum of the Ministry of Religion and the Ministry of National Education, learning is carried out every Wednesday at 07.00 - 08.30, starting with opening reading basmallah and continuing. with the delivery of the material or core, then it ends with an evaluation and closes with a reading of the hamdallah. In delivering the material, the teacher uses various methods which vary according to the material presented, and in the learning process students can follow the learning in an orderly manner. The effectiveness of learning aqidah morals is proven to be effective. And the supporting factors in this learning are the existence of good support from the principal, the existence of adequate facilities, the use of appropriate learning methods, and the high interest of students in participating in learning aqidah morals, while the inhibiting factor is the lack of cooperation between the school and parents
FENOMENA KENAKALAN REMAJA DI INDONESIA Lestari, Puji
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v12i1.3649

Abstract

Fenomena kenakalan remaja di Indonesia semakin hari semakin menunjukkan hal-hal yang lebih distruktif dan meresahkan kehidupan masyarakat baik dalam lingkup kecil maupun luas. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu adanya sifat-sifat atau karakteristik genetik yang diturunkan oleh orang tua, serta pengaruh lingkungan yang berkaitan dengan keluarga, sekolah, teman bermain atau lingkungan masyarakat umum. Perkembangan tentang dinamika remaja itu sendiri sangat diperlukan bagi orang tua dan pendidik yang banyak berhubungan dengan mereka. Era globalisasi banyak sekali memunculkan ekses-ekses dalam masyarakat yang berkaitan dengan pola perilakunya. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat bersama orang tua dan pendidik maupun para profesional menyatukan langkah untuk memahami, mengelola, serta mengajak remaja mengembangkan diri secara positif dan konstruktif sehingga di masa mendatang mereka dapat tumbuh menjadi generasi muda yang dewasa, matang, dan berkualitas.   Kata kunci: kenakalan remaja, orang tua, globalisasi
PORNOGRAFI DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Ajat Sudrajat
Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v6i1.3806

Abstract

Pornografi telah mengundang kontroversi, sejak dari yang anti sampai pada yang ingin membiarkan dan mempertahankannya. Banyak hal yang terkait dengan pornografi, sejak dari soal sejarah, kebudayaan, politik, teknologi, sampai ekonomi. Demikian pula, pornografi telah melahirkan arus pemikiran yang beragam. Pornografi diyakini memiliki sejarah panjang seiring dengan perjalanan umat manusia. Tetapi, kapan sesunguhnya pornografi mulai mendapat perhatian, tentu harus ada bukti-bukti historis yang menguatkannya. Tanpa bermaksud mengabaikan sejarah panjang pornogarafi, abad ke-20 telah mencatat terjadinya pengembang-biakan pornografi yang luar biasa. Pengembang-biakan ini tidak lepas dari perkembangan kebudayaan manusia, sejak dari demokratisasi, kebebasan berekspresi, ditemukannya mesin cetak, alat fotografi, dan teknologi komunikasi. Sehingga akhirnya, pornografi menjadi bagian komoditi yang menghasilkan milliaran rupiah.
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KINERJA GURU DI KECAMATAN GIRIMULYO KABUPATEN KULON PROGO Sunartini, Fransisca Valeria; Dewayani Soeharto, Triana Noor Edwina
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v16i1.12070

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui hubungan antara kompetensi pedagogik dan kinerja guru. Populasi penelitian ini adalah guru SD di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo. Sampel penelitian diambil dengan teknik kelompok sampel, dengan sampel berjumlah 40 orang. Alat ukur yang digunakan, yaitu skala kompetensi pedagogik dan skala kinerja guru. Teknik analisa data menggunakan uji statistik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang signifikan dan positif antara kompetensi pedagogik guru dan kinerja guru SD di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Dasar Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo.
Keefektivan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu mahasiswa pada mata kuliah pendidikan Pancasila Triyani, Triyani
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v19i2.27226

Abstract

This study aims to develop and apply the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to the Pancasila (civic) education course with the aim of strengthening the attitudes, knowledge, and skills of students regarding Pancasila education. The research output produced is the publication of research results in scientific journals. The research instruments used in this study were a curiosity questionnaire and a description of the questions to test the students' critical thinking skills. The subjects of the trial in this study were 55 sophomore students in the third semester. The effectiveness of the data analysis based on the results of the test was done by determining the percentage of students' mastery learning and determining the gain score <g> in the class used as the research subject. Based on the achievement of mastery learning, classical learning reached 83.64% with the number of students 46 out of 55 students. Gain score <g> is 0.61 or is in the "moderate" category. Based on the results of tests of students' critical thinking skills, the CTL approach was effective to improve students' critical thinking skills. The achievement of students' curiosity based on the results of the questionnaire is in the "very high" category, by the percentage reaching 72.73% or as many as 40 students from 55 students. In addition, the gain score <g> is 0.61 or is in the "moderate" category. Based on the curiosity questionnaire, it showed that the CTL approach is effective for developing a student's curiosity. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata kuliah pendidikan Pancasila dengan tujuan untuk memperkokoh sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa mengenai pendidikan Pancasila. Luaran penelitian yang dihasilkan adalah publikasi hasil penelitian pada jurnal ilmiah. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket rasa ingin tahu dan soal uraian untuk uji kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester tiga (3) yang berjumlah 55 mahasiswa. Analisis data keefektivan berdasarkan hasil tes dilakukan dengan cara menentukan persentase ketuntasan belajar peserta didik dan menentukan gain score <g> pada kelas yang dijadikan subjek penelitian. Berdasarkan pencapaian ketuntasan pembelajaran secara klasikal mencapai 83.64% dengan jumlah mahasiswa 46 dari 55 mahasiswa. Gain score <g> sebesar 0.61 atau berada pada kategori "sedang". Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis mahasiswa menunjukkan bahwa pendekatan CTL efektiv untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Ketercapaian rasa ingin tahu mahasiswa berdasarkan hasil angket pada kategori "sangat tinggi" yakni dengan persentase mencapai 72.73% atau sebanyak 40 mahasiswa dari 55 mahasiswa. Selain itu gain score <g> sebesar 0.61 atau berada pada kategori "sedang". Berdasarkan angket rasa ingin tahu menunjukkan bahwa pendekatan CTL efektif untuk mengembangkan rasa ingin tahu mahasiswa. 
GAGALNYA PERANG ANTARA AMERIKA DAN UNISOVIET ( P D. III ) DI ERA PERANG DINGIN SEKALIPUN KEDUA NEGARA ADIDAYA SALING BERSAING PERSENJATAAN DAN TERLIBAT DALAM BERBAGAI KONFLIK REGIONAL DI BELAHAN BUMI Murtamadji, Murtamadji
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v8i1.21009

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mencoba mengungkap beberapa faktor penyebab gagalnya perang besar antara Amerika Serikat dengan Unisoviet yang boleh kita sebut sebagai Perang Dunia III di era Perang Dingin ,sekalipun kedua negara Adi Daya tersebut terlibat dalam berbagai konflik regional di belahan Bumi, serta diantara keduanya timbul ketegangan , persaingan persenjataan maupun kecurigaan.            Setelah berakhirnya PD II Negara Amerika dan Unisoviet dianggap sebagai negara Adidaya jauh lebih kuat dari negara negara lain di dunia. Keduanya saling bersaing dan berusaha memperluas pengaruhnya terhadap negara negara di dunia. Amerika sebagai negara Kapitalis dan unisoviet sebaga negara Sosialis Komunis, namun taksatupun dari mereka cukup kuat untuk memaksakan keinginannya kepada negara Adidaya lainnya. Dari persaingan, pergolakan, dan ketegangan serta kecuriaan ini terjadilah konflik antara kedua negara Adidaya tersebut yang disebut Perang Dingin. Pengaruh negara Adidaya tersebut melibatkan negara negara kecil yang bukan Super Power ( Adidaya ), hal ini terjadi karena negara negara kecil berkecenderungan mencari perlindungan keamanan dari negara negara yang mereka anggap kuat dan mampu melindungi. Kondisi inilah yang memicu timbulnya konflik regional dikalangan negara negara kecil yang sedang berkembang. Dari hasil kajian ini dapat diketahui bahwa faktor faktor yang menjadi penyebab gagalnya perang besar antara Amerika Serikat dengan Unisoviet di era perang dingin adalah : Adanya Balance of Power, balance of teror, perimbangan persenjataan nuklir, serta adanya sikap moral yang baik dan perasaan yang sama sama takut antara kedua negara adidaya , menyebabkan timbulnya sikap hati hati kedua negara Adidaya dalam mengambil keputusan untuk mendahului menekan tombol nuklirnya ( menyerang ). Kondisi seperti inilah yang menyebabkan  perang besar antara Amerika dan Unisoviet  tidak terjadi secara terbuka, meskipun dibelahan bumi yang lain terjadi konflik regional.            Kajian ini memungkinkan dapat dijadikan pelajaran bagi negara negara kecil yang sedang berkembang , untuk tidak menggantungkan diri pada negara besar dalam mencari perlindungan keamanan, agar tidak dijadikan alat untuk kepentingan promosi kekuatan senjata oleh negara negara super power. Justeru dengan mengembangkan kekuatan militer secara profesional yang dibarengi dengan pengembangan IPTEK dan persenjataan yang canggih, akan mampu mengimbangi kekuatan negara lawan, sehingga hal ini dapat berfungsi sebagai daya tangkal bagi negara lawan, dan kenyataannya perimbangan kekuatan itu memang penting dalam menjamin perdamaian dunia. Hal ini seperti ungkapan Yunani kuno "Sivis Pakem Para Bellum" artinya "jika anda ingin damai maka bersiaplah untuk perang".
MODEL INTEGRASI NILAI ISLAM DALAM PEMBELAJARAN SAINS Marvavilha, Azmah; Suparlan, Suparlan
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v18i1.23129

Abstract

Dalam konteks masa kini, agama dan sains memiliki relasi yang saling melengkapi,dapat didialogkan, dan didiskusikan. Dikotomi antara sains dan agama dapatdiintegrasikan secara akurat, sehingga antara sains dan agama tidak berdiri sendiri-sendiri.Adanya integrasi antara sains dan agama, diharapkan akan menambah keyakinan dansemakin menyadari keagungan Allah swt. Dalam konteks pembelajaran sains, integrasisains dan agama dapat dikategorikan dalam tiga konteks, yakni bayani, burhani, dan"˜irfani. Bayani, sains diintegrasikan dengan teks Alquran. Burhani, sains diintegrasikandengan konteks sosial, budaya, dan realitas alam. Irfani, sains diintegrasikan denganmanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan ketiga konteks tersebut, diharapkanpembelajaran akan semakin lebih bermakna.In contemporary context, religion and science have a complementary relations, it canbe dialogued and discussed. The dichotomy between science and religion can beaccurately integrated, so that between science and religion does not stand alone. Theexistence of integration between science and religion, is expected to add confidence and bemore aware of the majesty of Allah swt. In the context of science learning, the integrationof science and religion can be categorized in three contexts, bayani, burhani, and 'irfani.Bayani, science is integrated with the text of the Alquran. Burhani, science is integratedwith the social context, culture, and the reality of nature. Irfani, science is integrated withbenefits in everyday life. With these three contexts, learning is expected to be moremeaningful.
Perkembangan kognitif dalam Islam dan model bioekologi urie bronfenbrenner untuk hidup di era revolusi 4.0 Perdana, Riki
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v19i2.29261

Abstract

Human development is influenced by many factors so that each stage requires different treatments in order to become fully human. This study aims to describe the human development of the bioecological model and be related to the concept of human development in Islam. The method used is a literature review, by reviewing a number of scientific articles published from 2010 - 2020. Articles obtained from a number of indexed journals such as Google Scholar, Copernicus, Scopus Elsevier, Sage publication and other indexes. The results showed that there were five (5) stages of human development in the bioecological model including microsystems, mesosystems, ecosystems, macrosystems, and chronosystems. There are nine (9) stages of human development in an Islamic perspective ranging from 0 years to 80 years and above. In life in the era of industrial revolution 4.0 there are several points that become basic principles such as flexibility, efficiency, digitalization, decentralization, and individualization of needs. The conclusion of this research is that for every child development, it cannot be carried out directly with the pattern of the industrial revolution 4.0, each stage requires a different treatment so that the pattern of life in accordance with the Islamic religious guidance without lagging with the current of globalization. Perkembangan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga setiap tahap membutuhkan perlakuan yang berbeda agar dapat menjadi manusia seutuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan manusia model bioekologi dan dihubungkan dengan konsep perkembangan manusia dalam islam. Metode yang dilakukan adalah literature review, dengan merivew sejumlah artikel ilmiah yang terbit sejak tahun 2010 – 2020. Artikel diperoleh dari sejumlah jurnal terindeks seperti google scholar, copernius, scopus Elsevier, Sage publication dan indeks lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima (5) meliputi mikrosistem, mesosistem, eksosistem, makrosistem dan kronosistem. Terdapat Sembilan (9) tahapan perkembangan manusia mulai dari 0 th hingga 80 th ke atas. Dalam kehidupan di era revolusi industri 4.0 ada beberapa poin yang menjadi prinsip dasar yaitu fleksibilitas, efisiensi, digitalisasi, desentralisasi dan individualisasi kebutuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada setiap perkembangan anak, tidak bisa langsung dijalankan dengan pola revolusi industri 4.0, setiap tahapan memerlukan perlakukan yang berbeda agar pola kehidupan sesuai dengan tuntuan agama Islam tanpa tertinggal dengan arus globalisasi.

Page 11 of 21 | Total Record : 207


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 2 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 1 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 1 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 2 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 7 No. 1 (2007): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum More Issue