cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
ISSN : 14121271     EISSN : 25794248     DOI : 10.21831
Core Subject : Humanities, Art,
HUMANIKA published by P-MKU LPPMP is an academic journal, publishes high quality manuscripts that engage theoretical and empirical issues including education, social sciences, and religion studies. They are tackled from a multidisciplinary perspective. The journal also features case studies focusing on practical implications, or papers related to learning and teaching in social and science disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
AKAR RADIKALISME ISLAM DI INDONESIA Ummah, Sun c
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v12i1.3657

Abstract

"Agama sudah semestinya ditinggalkan manusia bukan karena alasan teologis, tetapi karena agama telah menjadi sumber kekerasan sekarang ini dan pada setiap zaman di masa yang lalu". Ungkapan Harris dalam The End of Faith: Religion: Terror and the Future of Reason ini patut direnungkan karena maraknya berbagai isu kekerasan, bentrokan, permusuhan, di ranah sosial politik pada ujungnya sering berakhir pada permasalahan agama. Agama sangat potensial menyulut api kekerasan tetapi media massa ditengarai juga sangat berperan dalam menyulut api permusuhan ini. Tidak hanya itu, pencarian identitas Muslim yang takkunjung usai serta tekanan sosiopolitik dan sosiohistoris Barat yang merepresentasikan Islam sebagai agama teror, menambah runyam dan buruknya representasi Islam di mata agama lainnya. Untuk itu diperlukan pemahaman bahwa Islam adalah agama perdamaian yang membawa kesejukan bagi agama dan kepercayaan lainnya. "Agama dan kepercayaan boleh berbeda-beda tetapi bertuhan satu jua". Dengan berdasar pada landasan ini diharapkan tidak terjadi "right or wrong is my country", hanya mendaku bahwa agamakulah yang paling benar. hi[� a.�_��[p>  ganegarQ� ss�_�Q telah berfungsi sebagai alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaan. Sosok Pendidikan Kewarganegaraan (Civic atau Citizenship) yang demikian memang sering muncul di sejumlah negara, khususnya negara-negara berkembang termasuk Indonesia.  
POLEMIK EPISTEMOLOGI PANCASILA DAN DEMOKRASI YANG KONSTRUKTIF BESERTA IMPLEMENTASINYA Agustinus Edward Tasma; Heru Santoso
Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v6i1.3813

Abstract

As cristalization values of Indonesion basics, Pancasila has reflections of our self of Nations. Pancasila has representation of everything differents in Nusantara Islands. With Pancasila it can be used on missions for our governents. In Indonesian conditions has wached essential of Pancasila as phylosophies groundlach and we have concern of phylosophy  as way of live by differents in Indonesian governent.
KAPITALISME SUARA HATI Ismulyadi, CB
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v16i1.12142

Abstract

Kapitalisme terus melangkah maju. Sejak munculnya, sebagai suatu sistem pada era akhir abad 16, kapitalisme masuk dalam berbagai bidang baik pendidikan, media, industri, rumah sakit, lingkungan hidup dan bahkan pada wilayah yang dianggap sakral dan privat: agama. Kapitalisme seolah seperti busa spon yang menyerap berbagai aspek dan masih menyisakan bekasnya. Kapitalisme kerap kali menjadi tema sensitif dan mengalami penolakan. Wajah kapitalisme dianggap jahat karena terkesan eksploitatif dan diramalkan akan mengalami keruntuhan. Dalam perjalanan sejarah, kapitalisme menunjukkan sosok barunya. Dinamika kontekstual dan perkembangan global mengharuskan kapitalisme memperbaiki diri dan berpartisipasi langsung dalam menangani masalah-masalah kemanusiaan universal dan lingkungan hidup sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
PERANAN PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI Nany S, Y Ch
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v10i1.20998

Abstract

Indonesia saat ini sungguh sangat memprihatinkan karena banyak fenomena-fenomena yang terjadi di negeri ini,  segala bentuk tindakan kriminal seperti SARA, korupsi, perampasan hak asasi manusia, sampai pada tingkatan yang berbeda-beda. semakin tidak sopannya seorang anak kepada orang tuanya, dan lain-lainnya merupakan tindakan penyimpangan moral dan sikap manusia Indonesia saat ini yang sudah tidak beradab. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengatasi masalah ini. Masyarakat yang sangat didambakan saat ini adalah masyarakat yang beradab (masyarakat madani), yaitu masyarakat yang memiliki rasa kebersamaan, swadaya, mandiri, dan memiliki moral baik, menerima dan menghormati pluralisme yang ada di masyarakat. Pemerintah dengan pembentukan masyarakat madani, akan terwujud bangsa mandiri, damai tanpa ada pembedaan golongan.Indonesia merupakan bangsa yang memiliki dasar negara Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya baik untuk diamalkan, akan tetapi banyak penyimpangan dalam hal pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan, Pancasila hanya digunakan sebagai hafalan saja tanpa memperhatikan pengamalannya. Pancasila hanya digunakan sebagai formalitas belaka. kebaikan-kebaikan yang ada di Pancasila berperan dalam pembentukan masyarakat beradab sebagai sarana mengontrol tingkah laku karena nilai yang terkandung sesuai dengan masyarakat madani. Kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat madani di Indonesia dapat terwujud dengan keteladanan dan saling mengingatkan dengan kebenaran dan kesabaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KEWARGANEGARAAN (CIVIC SKILLS) MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS PORTOFOLIO Murdiono, Mukhamad
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 7 No. 1 (2007): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v7i1.21016

Abstract

Bergulirnya era reformasi yang dimotori oleh gerakan mahasiswa membawa perubahan hampir di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada masa reformasi Pendidikan Kewarganegraan juga sedang dalam proses perubahan menuju Pendidikan Kewarganegaraan dengan paradigma baru (New Indonesian Civic Education). Pendidikan Kewarganegaraan paradigma baru berorientasi pada terbentuknya masyarakat sipil (civil society) dengan memberdayakan warga negara melalui proses pendidikan agar mampu berperan serta secara aktif dalam sistem pemerintahan negara yang demokratis.Untuk mencapai visi dan misi PKn paradigma baru kemudian dikembangkan tiga kompetensi yang harus dimiliki siswa yang meliputi: pengetahuan kewarganegaraan (civic knowldge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), karakter kewarganegaraan (civic disposition/traits). Keterampilan kewarganegaraan yang akan dikembangkan sangat terkait erat dengan strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran kewarganegaraan di sekolah. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) adalah strategi pembelajaran PKn berbasis portofolio.Strategi pembelajaran berbasis portofolio diyakini sebagai salah satu strategi pembelajaran yang dapat melatih siswa atau mahasiswa berperan serta secara aktif dalam sistem pemerintahan. Melalui penerapan strategi pembelajaran berbasis portofolio peserta didik dilatih untuk turut serta dalam mempengaruhi kebijakan publik yang akan dibuat oleh pemerintah. Strategi ini memungkinkan peserta didik, baik siswa maupun mahasiswa, berlatih memadukan antara konsep yang diperoleh dari buku atau penjelasan guru dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan kewarganegaraan yang diperoleh peserta didik dapat tercermin dari prosedur pengembangan portofolio yang meliputi identifikasi masalah, identifikasi alternatif pemecahan masalah, pemilihan alternatif, penentuan rencana tindakan (action plan), pengembangan portofolio, menyajikan portofolio, dan merefleksikan pengalaman belajar.
Front Achmad Widodo, Syukri Fathudin
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v19i1.30062

Abstract

Depan, Daftar Isi, Pengantar
Evaluasi program sosialisasi vaksinasi covid-19 melalui media sosial Aw, Suranto
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i2.43721

Abstract

One of the evaluation parameters that can measure the effectiveness of socialization programs through social media is citizen engagement, namely public involvement in important or essential problems on social media. This evaluation was conducted to analyze the effectiveness of the Covid-19 vaccination socialization program through social media. The object of the evaluation is the netizen conversations on Twitter in the form of messages, statuses, or tweets that mention the keyword 'COVID-19 Vaccine' on social media. The effectiveness criteria of the socialization program were based on the citizen engagement index or the citizen involvement index which is examined from the netizen opinions on sentiment (positive/negative) and emotion (trust/fear) indicators. The evaluation results show that the socialization program has succeeded in increasing positive sentiment and emotions of trust. Positive sentiment was shown by netizens' opinions, which were dominated by posts that supported and accepted the vaccination program. Emotion of trust was dominated by the trust and acceptance posts. This finding, when confirmed with facts in the community, indicates a conformity. The public has supported, approved, trusted and accepted the Covid-19 vaccination.Salah satu parameter evaluasi yang dapat mengukur keefektifan program sosialisasi melalui media sosial  adalah citizen engagement, yaitu keterlibatan publik terhadap suatu problematika penting atau yang dianggap penting di media sosial. Evaluasi ini dilakukan untuk menganalisis keefektifan program sosialisasi vaksinasi Covid-19 melalui media sosial. Objek evaluasi adalah percakapan warganet di Twitter baik berupa pesan, status, maupun tweet yang menyebutkan kata kunci "˜Vaksin COVID-19' di media sosial. Kriteria keefektifan program sosialisasi mengacu kepada citizen engagement index atau indeks keterlibatan warganet yang dianalisis dari opini warganet pada indikator sentimen (positif/negative) dan emosi (trust/fear). Hasil evaluasi menunjukkan Program sosialisasi berhasil meningkatkan sentiment positif dan emosi trust. Sentimen positif ditunjukkan opini warganet yang didominasi unggahan mendukung dan menyetujui vaksinasi. Emosi trust, didominasi oleh unggahan rasa percaya dan menerima. Temuan ini apabila dikonfirmasi dengan fakta di masyarakat, mengindikasikan adanya kesesuaian. Masyarakat telah mendukung, menyetujui, percaya, dan menerima vaksinasi Covid-19.
Efektivitas ice breaking dalam mengurangi kejenuhan peserta didik mempelajari Bahasa Arab Desmidar, Desmidar; Ritonga, Mahyudin; Halim, Syaflin
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i2.41941

Abstract

Kondisi pembelajaran yang statis dipandang tidak proporsional karena menyebabkan peserta didik merasa terbebani, bosan dan jenuh. Kejenuhan belajar didefinisikan sebagai kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dialami oleh siswa yang ditandai dengan penurunan motivasi dan minat peserta didik dalam pembelajaran, motivasi dan minat yang rendah dapat mengakibatkan penurunan prestasi belajar siswa. Kejenuhan belajar terjadi karena proses belajar siswa dilakukan secara terus menerus dan untuk waktu yang lama namun tidak mendapatkan kesuksesan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas ice breaking dalam mengurangi kejenuhan peserta didik pada saat pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Sampel penelitian tersebut adalah peserta didik kelas VIII.1 MTs Negeri 2 Pasaman, yaitu 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penurunan skor rata-rata kejenuhan siswa sebesar 19,07. Pembelajaran dengan menggunakan ice breaking membuat proses pembelajaran mengalami peningkatan kualitas dan hilangnya kejenuhan peserta didik sebesar 15,31%. Rekomendasi kepada guru agar kreatif menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan, salah satunya dengan menerapkan permainan ice breaking dalam proses pembelajaran agar proses pembelajaran menjadi lebih optimal.The demands of learning and teaching and learning activities that menoton judged disproportionate so as to make students feel burdened, bored and saturated. Learning saturation is defined as physical, emotional, and mental fatigue experienced by students characterized by decreased motivation and interest in student learning, which can result in decreased student learning achievement. The saturation of learning occurs because the learning process of students is done continuously and for a long time but does not get success. The purpose of this study is to test the effectiveness of ice breaking to reduce the saturation of students' learning. The research uses quantitative approach with quasi experimental design non equivalent pretest post test control group. The research sample was grade VIII.1 MTsN 2 Pasaman students, which is 41 people. The results showed that there was a decrease in the average score of student saturation of 19.07. A significant change in learning saturation score of 15.31%.  Recommendations to teachers in order to creatively create an interesting and fun learning atmosphere, one of which is by applying ice breaking games in the learning process so that the learning process becomes more optimal.
Analisis pelaksanaan mata kuliah pengenalan lapangan persekolahan (plp) secara daring berdasarkan experiential learning theory Nugraheni, Benedecta Indah
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i2.38224

Abstract

PLP merupakan mata kuliah praktik lapangan untuk memberi pengalaman langsung secara komprehensif kepada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengenai dunia persekolahan dan untuk mengembangkan berbagai kompetensi yang dimiliki seorang guru profesional. Dengan adanya pandemi covid-19, PLP dilaksanakan secara daring, sehingga mahasiswa tidak dapat memperoleh pengalaman secara langsung di sekolah tempat pelaksanaan PLP. Praktik ini menjadi kurang ideal untuk mata kuliah PLP. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil refleksi pengalaman mahasiswa peserta PLP secara daring untuk mengetahui penguasaan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan, pengalaman-pengalaman positif yang diperoleh dan kendala yang dihadapi mahasiswa, sikap atau nilai-nilai yang berkembang dalam diri mahasiswa, serta pengalaman inspiratif dan niat-niat yang dibangun untuk pengembangan diri yang muncul berdasarkan hasil refleksi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menguasai capaian pembelajaran dengan baik dan sangat baik, mahasiswa memperoleh berbagai pengalaman positif dan pengalaman mengatasi kendala yang muncul akibat pandemi, ada sikap atau nilai-nilai yang berkembang dalam diri mahasiswa, mahasiswa memperoleh pengalaman inspiratif, dan muncul niat-niat dari mahasiswa untuk pengembangan diri. Dengan demikian, siklus belajar dalam experiential learning theory dialami oleh mahasiswa peserta PLP daring.School Introduction (PLP) is a field practice course to provide comprehensive direct experience to students of the Teacher Training and Education Faculty (FKIP) regarding school understanding and to develop the various competencies of a professional teacher. In the covid-19 pandemic, PLP has been implemented online, so students cannot gain experience directly at the school where PLP is implemented. This practice is less than ideal for the PLP course. This research aimed to analyze the results of reflections on the experiences of students participating in online PLP to determine the mastery of predetermined learning outcomes, positive experiences, obstacles faced by students, attitudes or values that were developed by students, inspirational experiences, and intentions for self-development that arises based on the results of reflection. This research was a qualitative research. The results showed that students could master learning outcomes well and very well, gained various positive experiences and experiences overcoming obstacles that arise due to the pandemic, developed attitudes or values, gained inspirational experiences, and developed intentions for self-development. Thus, the learning cycle in experiential learning theory was experienced by the students participating the online PLP.
Kenakalan remaja klithih yang mengarah pada konflik sosial dan kekerasan di Yogyakarta Jatmiko, Datu
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i2.37480

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai peristiwa klithih yang akhir-akhir ini terjadi di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Klithih merupakan jenis kenakalan remaja yang mengarah pada konflik sosial dan kekerasan di masyarakat. Klithih pada awalnya adalah sebuah ajang yang digunakan oleh para remaja untuk menunjukkan eksistensinya di dalam pergaulan antar remaja di Yogyakarta. Pada akhirnya klithih akhirnya berubah menjadi ajang untuk menciptakan sebuah konflik sosial dan kekerasan dengan menyasar siapa saja yang berada di jalan raya. Penyebab umum terjadinya klithih selain untuk menunjukkan eksistensi kelompok remajanya/ peer group juga karena lemahnya pengawasan dan control sosial oleh keluarga dan sekolah karena sebagian besar pelakunya adalah remaja anak sekolah. Dalam perspektif sosiologi, tidak ada jawaban tunggal dalam menjelaskan realitas sosial termasuk fenomena klithih ini karena sosiologi merupakan ilmu sosial berparadigma ganda. Demikian juga dalam menjelaskan realitas klithih di Yogyakarta. Tinjauan klithih di jalanan Kota Yogyakarta ini vital dilakukan agar supaya penjelasan tidak parsial sehingga dapat mengungkapkan pemahaman yang universal dan menyeluruh. Pilihan teoretik tersebut memiliki implikasi metodologis yang selanjutnya diharapkan berakhir pada ditemukannya langkah penyelesaian yang tepat oleh seluruh pihak yang terkait. Langkah solutif untuk pencegahan dan mengatasi terjadinya klithih perlu dilakukan untuk mengembangkan relasi sosial menjadi lebih harmonis dan humanis sekaligus mengurangi terjadinya penyakit sosial yang berupa klithih. This paper aims to get information about klithih events that recently occurred in the city of Yogyakarta and surrounding areas. Klithih is a type of juvenile delinquency that leads to social conflict and violence in society. Klithih was originally an event used by teenagers to show their existence in the association between teenagers in Yogyakarta. Eventually klithih finally turned into a place to create a social conflict and violence by targeting anyone who was on the highway. The most common cause of klithih in addition to showing the existence of adolescents/peer groups is also due to the weak supervision and social control by families and schools because most of the perpetrators are teenage school children. In the perspective of sociology, there is no single answer in explaining social reality including this klithih phenomenon because sociology is a social paradigm with multiple paradigms. Likewise in explaining the reality of klithih in Yogyakarta. This klithih review on the streets of Yogyakarta is vital so that the explanation is not partial so that it can reveal a universal and comprehensive understanding. The theoretical choice has methodological implications which are then expected to end in the discovery of an appropriate settlement step by all parties concerned. Solutive steps to prevent and overcome the occurrence of klithih needs to be done to develop social relations to be more harmonious and humanist while reducing the occurrence of social diseases in the form of klithih.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 2 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 1 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 1 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 2 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 7 No. 1 (2007): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum More Issue