cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
ISSN : 14121271     EISSN : 25794248     DOI : 10.21831
Core Subject : Humanities, Art,
HUMANIKA published by P-MKU LPPMP is an academic journal, publishes high quality manuscripts that engage theoretical and empirical issues including education, social sciences, and religion studies. They are tackled from a multidisciplinary perspective. The journal also features case studies focusing on practical implications, or papers related to learning and teaching in social and science disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
Implementasi kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMK Daarut Tauhiid Boarding School Bandung Suhendar, Waway Qodratulloh
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i1.39013

Abstract

Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui pengimplementasian kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMK DTBS Bandung. Permasalahan utama dalam artikel ini adalah apa kebijakan kepala sekolah dan bagaimana kepala sekolah mengimplementasikan kebijakan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menujukan ada 3 (tiga) kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, yakni (1) Guru wajib mengumpulkan dokumen pembelajaran; (2) Meningkatkan kualitas proses pembelajaran, dan (3) sertifikasi keahlian untuk guru produktif. Ketiga kebijakan tersebut diimplementasikan melalui (1) pemberian reward and punishment, (2) pengawasan kinerja guru secara ketat, (3) komunikasi terbuka dengan guru, (4) pemberdayaan MGMP, (5) kunjungan rutin ke kelas, (6) melengkapi sarana prasarana, (7) penyusunan kurikulum khas SMK DTBS, (8) penyelenggaraan pelatihan, (9) membangun kerjasama dengan pihak luar, (10) menghilangkan remedial test, (11) melakukan koordinasi berjenjang, (12) pembiayaan secara penuh oleh sekolah, serta (13) pembuatan surat perjanjian.This article aims to see the implementation of the headmaster policy to improve the teacher performance in SMK DTBS Bandung. The main focus in the article are what the headmaster policy and how the headmaster implements the policy. The research method used is qualitative. The result showed the headmaster issued 3 (three) policies in improving teacher performance, which is (1) Teachers are obliged to collect learning documents; (2) Improve the quality of the learning process, and (3) Certification for teachers. The three policies are implemented by (1) reward and punishment, (2) teacher performance supervision, (3) communication, (4) empowerment of MGMP, (5) class visits, (6) completing the infrastructure, (7) preparation of a typical school curriculum, (8) training arrangements, (9) cooperation with other parties, (10) omitting the remedial test, (11) coordination patterns, (12) full financing by schools, and (13) agreement letter
HUKUM KELUARGA DI TURKI SEBAGAI UPAYA PERDANA PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM Fitria, Vita
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v12i1.3648

Abstract

Upaya pembaruan Hukum Keluarga di belahan dunia Islam mulai terealisasi pada penghujung abad 19M. Kesadaran masyarakat muslim akan tertinggalnya konsep-konsep fikh yang selama ini dijadikan rujukan, menumbuhkan semangat pembaruan dari rumusan Undang-undang lama  yang telah terformat menuju Undang-undang yang lebih mampu mengakomodasi tuntutan perkembangan zaman dan kemajuan Islam itu sendiri. Turki, merupakan negara pertama yang melakukan reformasi Hukum Keluarga Muslim, dan gagasan itu muncul pada tahun 1915. Pengaruh pergesekan dengan pemikiran Barat Modern dan menilik pada perkembangan peradaban barat yang lebih maju, mendorong semangat nasionalisme masyarakat Turki untuk me'modern'kan negaranya. Undang-undang Hukum Keluarga yang merujuk pada hukum Syari'ah justru ditinggalkan. Dengan diproklamirkannya Negara Republik Turki (Turki Modern), diupayakan pula pembentukan UU  Sipil Turki yang mengadopsi dari UU Sipil negara Swiss. Meskipun demikian, mayoritas bangsa Turki tetap yakin bahwa mereka adalah Muslim. Bahkan di kalangan penguasa sebagian besar menegaskan bahwa mereka tidak menolak Islam, mereka hanya mengikuti sikap Barat bahwa agama adalah masalah pribadi (yang mengatur hubungan antara individu dengan Tuhan), bukan sistem   hukum yang harus dilaksanakan oleh negara.   Kata kunci: hukum keluarga, Turki, hukum Islam.
MENANAMKAN NILAI PANCASILA PADA ANAK SEJAK USIA DINI Nany S, Y Ch
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v9i1.3787

Abstract

Nilai Pancasila sangat tepat bila ditanamkan pada anak sejak masih usia dini. Hal ini dimaksudkan agar setelah mereka dewasa, mereka akan terbiasa dengan perbuatan dan tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Anak sangat membutuhkan bimbingan dari orang lain terutama orangtua untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila tersebut. Hal tersebut bisa dilakukan dengan permainan, lagu, rekreasi serta cara-cara lain yang menyenangkan bagi anak. Namun, anak usia dini juga perlu untuk diberikan pendidikan di sekolah, agar penanaman nilai Pancasila tertanam lebih mendalam dalam jiwanya. Menanamkan moral pada anak sejak usia dini juga sangat diperlukan. Dengan demikian, anak bisa mengembangkan sikap dan perilaku yang didasari oleh nilai-nilai Pancasila, agar dia tumbuh menjadi anak yang mempunyai akhlak mulia yang mempunyai moral sesuai harapan bangsa.
IMPLEMENTASI NILAI SOSIAL UKHUWAH ISLAMIAH DI PONDOK PESANTREN Arpannudin, Iqbal
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v16i1.12069

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan dapat dijadikan sebagai sebuah model pengembangan konsep-konsep civics dalam rangka memenuhi life skill warga negara. Sebagian besar aktifitas di pondok pesantren adalah membangun kehidupan santri insan kamil yang mempunyai ketangguhan iman dan kemampuan beramal soleh yang membentuk nilai-nilai perilaku (behavioural values). Pengembangan nilai-nilai perilaku dalam pembentukan individu insan kamil sejalan dengan pengembangan struktur nilai dasar spiritual sebagai pengakuan terhadap martabat manusia (human dignity) yang memunculkan nilai tanggung jawab sosial sebagai bagian dari nilai sosial. Di dalam komunitas pesantren tanggung jawab sosial didasari oleh nilai spiritual yang terkandung dalam konsep ukhuwah islamiah.
Front Rukiyati, Rukiyati
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.23118

Abstract

Halaman Judul, susunan redaksi, kata pengantar, daftar isi
AL-QURAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA Sudrajat, Ajat
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v8i1.21008

Abstract

Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan kepada manusia. Tujuan utama diturunkannya al-Quran adalah sebagai kitab petunjuk yang meliputi bidang akidah, syariah dan akhlak. Akan tetapi di luar ketiga petunjuk tersebut, al-Quran telah memberikan motivasi dan inspirasi kepada umat Islam dalam berbagai bidang kehidupan sehingga melahirkan jenis budaya tertentu.Dialog intelektual yang dilakukan secara kreatif oleh umat Islam terhadap al-Quran ternyata telah menghasilkan lahirnya generasi umat yang dipenuhi dinamika dan kreativitas. Sejarah telah membuktikan keunggulan budaya umat Islam pada masa klasik yang disebabkan dialog kreatif mereka terhadap al-Quran. Sebaliknya ketika al-Quran ditinggalkan, kelumpuhan dan kebekuan segera menyerang dan menjangakiti tubuh umat Islam. Oleh karena itu, sangat wajar ketika para pembaharu menyadari hal tersebut, mereka pun secara serentak menyeru umat Islam untuk kembali kepada al-Quran.
PEMIKIRAN WUJUDIYAH HAMZAH FANSURI DAN KRITIK NURUDIN AL-RANIRI Sudrajat, Ajat
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.23123

Abstract

Penelitian dengan judul "Pemikiran Wujudiyah Hamzah Fansuri dan KritikNurudin Al-Raniri" bertujuan untuk mengetahui: (1) Corak pemikiran wujudiyah HamzahFansuri;(2) Alasan mengapa Nuruddin al-Raniri mengkritik pemikiran Hamzah Fansuri,dan (3) Bagaimana kritik Nuruddin al-Raniri terhadap pemikiran Hamzah Fansuridilakukan.Corak pemikiran wujudiyah Hamzah Fansuri adalah sebagai berikut. Pertama,pada hakekatnya zat dan wujud Tuhan sama dengan zat dan wujud alam. Kedua, tajallialam dari zat dan wujud Tuhan pada tataran awal adalah Nur Muhammad. Ketiga, NurMuhammad adalah sumber segala khalq Allah. Keempat, manusia sebagai mikrokosmosharus berusaha mencapai kebersamaan dengan Tuhan. Kelima, manusia yang berhasilmencapai kebersamaan dengan Tuhan adalah manusia yang telah mencapai kesempurnaan.Alasan utama Nuruddin al-Raniri mengkritisi dan sekaligus menolak pemikiranHamzah Fansuri adalah didasarkan adanya kekhawatiran bahwa ajaran yang disebarkanHamzah Fansuri tersebut akan menyesatkan pemikiran orang-orang awam. BagaimanaNuruddin al-Raniri menghadapi ajaran Hamzah Fansuri adalah dengan menggunakan duapendekatan. Pendekatan pertama bercorak intelektual, yaitu dengan menulis berbagai kitabdan tulisan yang menjelaskan kerancuan-kerancuan sejarah kaum wujudiyah dansekaligus bantahan terhadap faham wujudiyah. Selain itu, ia juga mengadakan debatterbuka melawan pengikut wujudiyah. Pendekatan kedua bercorak kekuasaan, yaitumeminta penguasa untuk melarang peredaran tulisan-tulisan yang memuat ajaran wahdahal-wujud dan bahkan memusnahkan buku-buku tersebut.THOUGHT OF WUJUDIYAH HAMZAH FANSURI ANDCRITICISM OF NURUDIN AL-RANIRIThis study aims to find out: 1) the thought of Wujudiyah Hamzah Fansuri; 2) Thereason Nuruddin al-Raniri criticized Hamzah Fansuri's thought, and (3) the ways in whichNuruddin al-Raniri faced Hamzah Fansuri's thoughts. The style of thinking of WujudiyahHamzah Fansuri is as follows. First, the substance and form of God are essentially thesame as substances and forms of nature. Second, the nature of tajalli from the substanceand form of God at the initial level is Nur Muhammad. Third, Nur Muhammad is thesource of all the khalq of Allah. Fourth, humans as microcosmos must try to achievetogetherness with God. Fifth, humans who succeed in achieving togetherness with God arehuman beings who have achieved perfection. The main reason for Nuruddin al-Raniricriticizing and rejecting Hamzah Fansuri's thinking was based on the concern that theteachings spread by Hamzah Fansuri would mislead the minds of ordinary people. Thereare two approaches used by Nuruddin al-Raniri in dealing with the teachings of Hamzah Fansuri: 1) intellectual approach, by writing various books that explain the historicalambiguities of the Wujudiyah and at the same time denial of Wujudiyah ideology andopen debate against wujudiyah followers; 2) power approach, by asking the authorities toban the circulation of writings that contain the teachings of wahdah al-wujud and evendestroy the books.
Pancasila sebagai paradigma pembangunan industri 4.0 Hanum, Fathikah Fauziah
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v19i1.30157

Abstract

This article aims to find out the concept of Pancasila in the industrial revolution 4.0 byexamining Pancasila as a development paradigm. The development includes economic,education and science and technology development. The Industrial Revolution is tobecome a vision in various lives, especially focusing on economic growth. Thegovernment is focused on improving the economy, education is also designed to be ableto make human resources that can be competitive in the industrial sector. The problem isthat the orientation of development which is more focused on facing industrialdevelopment causes the goal of forming the national personality to be reduced. This wasfollowed by a weakening of national character. The development will not be great if it is notbased on values manifested in the morality of the nation, so that reorientation ofdevelopment is needed which refers to the Pancasila State philosophy, because Pancasilais basically a paradigm in development. The role of Pancasila is to provide some ethicalprinciples to economic development, education and science, and technology.
Sekolah dengan konsep pendidikan humanis Sabaruddin, Sabaruddin
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v20i2.29306

Abstract

Education is a shared duty and responsibility to develop awareness and insight between humans to continue life. Efforts to increase awareness, children's personality, and develop creativity gave birth to an educational approach called "humanization" in the current educational process. Efforts are needed to create humanist schools to create a diverse world of education for students and teachers alike. Humanist education has the concept that humans, as subjects, can face the world and their environment, as well as the ability to overcome and solve problems that will be faced by humans themselves. Humanist school is a school that loves and gives freedom in creativity according to students' interests and talents. The humanist curriculum's goal must be dynamic personal development, integrity, and autonomy, healthy personality attitudes to the environment. Teachers, as initiators, motivators, and facilitators, carry out learning to solve students' problems or social problems. Students understand their potential to develop their potential positive and minimize negative self-potential.
POTRET ISLAM REVOLUSIONER DALAM PEMIKIRAN ALI SYARI'ATI Nugroho, Anjar
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v14i1.3328

Abstract

Abstrak: Ali Syari'ati adalah contoh intelektual sui generis yang berani dalam posisi melawanmainstreem politik maupun pemikiran Islam. Pemahaman Islam yang ditawarkan Ali Syari'atiberbeda dengan pemahaman maintreem saat itu. Islam yang dipahami banyak orang di masaSyari'ati adalah Islam yang hanya sebatas agama ritual dan fiqh yang tidak menjangkau persoalanpersoalanpolitik dan sosial kemasyarakatan. Dalam pemikiran Syari'ati, Islam bukanlah agamayang hanya memperhatikan aspek spiritual dan moral atau hanya sekadar hubungan antara hambadengan Sang Khaliq (Hablun min Allah), tetapi lebih dari itu, Islam adalah sebuah ideologiemansipasi dan pembebasan.Kata Kunci: Ali Syari'ati, Islam Pembebasan, dan Tauhid

Page 9 of 21 | Total Record : 207


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 2 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 1 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 1 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 2 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 7 No. 1 (2007): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum More Issue