cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
ISSN : 14121271     EISSN : 25794248     DOI : 10.21831
Core Subject : Humanities, Art,
HUMANIKA published by P-MKU LPPMP is an academic journal, publishes high quality manuscripts that engage theoretical and empirical issues including education, social sciences, and religion studies. They are tackled from a multidisciplinary perspective. The journal also features case studies focusing on practical implications, or papers related to learning and teaching in social and science disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
Strategi pembelajaran self regulation dalam pemecahan masalah matematika Lasmanawati, Ati
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i1.29310

Abstract

Artikel mengkaji strategi pembelajaran self-regulation dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Self-regulation merupakan sebuah proses belajar individu melalui faktor lingkungan (environment), faktor pribadi (person) dan faktor perilaku (behavior). Komponen kemampuan self-regulation terdiri atas komponen kognitif, motivasi dan metakognisi. Pada kegiatan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika, peserta didik harus mempelajari kemampuan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah dari fakta-fakta yang sudah ada (learn by doing). Strategi pembelajaran self-regulation adalah suatu strategi pembelajaran yang memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk mengelola secara efektif pembelajarnya sendiri dalam berbagai cara sehingga mencapai hasil belajar yang optimal. Penerapan strategi pembelajaran self-regulation terhadap peserta didik, akan memberikan dampak pada pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematika. Peserta didik yang memiliki self-regulation, akan memiliki motivasi yang lebih besar dalam belajar dan memecahkan masalah matematika. This article examines self-regulation learning strategies in developing mathematical problem-solving abilities. Self-regulation is an individual learning process through environmental factors, personal factors and behavioral factors. The component of self-regulation ability consists of cognitive, motivation and metacognition components. In learning activities, especially in mathematics, students must learn the ability to think critically and the ability to solve problems from the facts that already exist (learn by doing). Self-regulation learning strategy is a learning strategy that gives students the freedom to effectively manage their own learners in various ways so as to achieve optimal learning outcomes. The application of self-regulation learning strategies to students will have an impact on the development of mathematical problem solving abilities. Students who have self-regulation, will have greater motivation in learning and solving mathematical problems.
KONTESTASI PEMIKIRAN DASAR NEGARA DALAM PERWUJUDAN HUKUM DI INDONESIA Soraya, May Rosa Zulfatus
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v14i1.3329

Abstract

Abstrak: Pembentukan dasar negara menempati proses penting dalam sejarah kebangsaan.Dari sinilah kita dapat melihat negara ini mau dibawa ke mana oleh founding fathers. Saatmenilik proses kesejarahan panjang itu, tergambar bahwa kontestasi pemikiran pembentukandasar negara tidaklah sederhana. Para tokoh mencoba merebut simpati dan adu gagasan."Pertaruangan" ide dan gagasan inilah yang menjadikan produk pemikiran dasar negarasenantisa dinamis hingga saat ini. Apalagi dalam perbincangan negara berdasar Pancasilaatau berdasarkan Islam. Peran tokoh nasionalis Islam sangat penting dalam perumusan dasarnegara Indonesia. Terutama pada penghapusan kata-kata yang kurang berkenan pada butirpertama Piagam Jakarta, hal ini tidak lantas dipandang sebagai suatu kekalahan politik umatIslam. Sebaliknya hal ini harus dipandang sebagai sebuah sikap inklusif umat Islam yanghendak dikembangkan demi mewujudkan prinsip Islam sebagai suatu ajaran yang lebihmementingkan kemaslahatan bersama.Kata Kunci: Ide Dasar Negara, Pancasila, Nasionalis Islam,
PENINGKATAN PERILAKU RELIGIUS MELALUI INTEGRASI PEMBELAJARAN PAI DAN PEMBINAAN DI UNIT KEGIATAN KEAGAMAAN MAHASISWA AW, Syukri Fathudin; Sudiyatno, Sudiyatno
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v9i1.3783

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui 1) model  pembinaan keagamaan di UNY; 2) mengetahui apakah ada perbedaan dalam berperilaku religius antara mahasiswa  yang mengikuti pembelajaran PAI terpadu dengan mahasiswa yang mengikuti  pembelajaran PAI; dan 3) mengetahui perilaku religius mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Pendidikan Agama Islam yang terintegarasi dengan pembinaan di unit kegiatan keagamaan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Subjek penelitiannya adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNY kelas A. Objeknya adalah integrasi pembelajaran PAI dan pembinaan keagamaan mahasiswa melalui  pelaksanaan program Tutorial Pendidikan Agama Islam. Hasil yang bisa diperoleh adalah: 1) Model pembinaan keagamaan yang tepat untuk pembinaan keagamanaa melalui   Tutorial Pendidikan Agama Islam adalah dengan strategi pembelajaran melalui diskusi dengan topik-topik kontemporer yang terjadi di masyarakat; 2) Hasil probabilitas 0,857 > 0,05  = Ho diterima. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam berperilaku religius  antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran PAI terpadu dengan mahasiswa yang mengikuti  pembelajaran PAI; dan 3) Perilaku religius mahasiswa  yang mengikuti perkuliahan Pendidikan Agama Islam yang terintegrasi dengan pembinaan di unit kegiatan keagamaan pada umumnya, baik hal tersebut berdasar hasil rata- rata amalan harian yaitu amalan Shalat fardlu dihasilkan rata-rata 3,78 maupun rata-rata amalan bacaan tilawah Al Qur'an yaitu 3,07.
IMPLIKASI BUDAYA ORGANISASI TERHADAP POLA PERILAKU KOMUNIKASI KELOMPOK TANI SUMBER REJEKI Ulfah, Mariana; Chotijah, Siti
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v15i1.7640

Abstract

AbstrakKomunikasi dalam organisasi merupakan aspek yang penting guna menunjangkelangsungan orgnanisasi. Fungsi komunikasi sangat beragam sebagai upaya integrasi,persuasi serta informasi. Kelompok tani adalah salah satu organisasi kemasyarakatanyang penting untuk menopang perekonomian masyarakat pertanian. Setiap organisasimemiliki struktur dan berkomunikasi secara internal dan eksternal. Etnografikomunikasi merupakan metode yang alami untuk memotret fenomena komunikasi. Halini diperlukan untuk memberikan gambaran yang sealamiah mungkin sertamemberikan penggambaran yang komprehensif terkait fenomena sosial. Komunikasiinternal bersifat informal, sedangkan komunikasi eksternal lebih dinamis. Komunikasidilakukan melalui komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal menunjukkanpenggunaan tingkatan bahasa yang berbeda yang terintegrasi dengan nilai dan normakelompok serta nilai sosial. Komunikasi nonverbal memiliki fungsi untuk mendukungatau menggantikan komunikasi verbal. Komunikasi baik verbal maupun nonverbalmerupakan cerminan perilaku yang didasarkan pada konteks kultur dan kontekstualserta sistem pengetahuan yang melatarbelakangi anggota kelompok. Birokrasimembuat alur informasi serta pembagian hak serta kewenangan termasuk dalamkomunikasiKata kunci: pola perilaku, komunikasi, budaya, organisasi, kelompok tani
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM Suparlan, Suparlan; AW, Syukri Fathudin
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.18566

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan model manajemen pendidikan karakterberbasis pembelajaran pendidikan agama Islam di perguruan tinggi umum. Penelitian inimenggunakan prosedur Research and Development (R&D) pada tahap awal, yaitu: (1)analisis permasalahan dan kebutuhan, (2) perencanaan, pengembangan. . Metode yangdigunakan adalah survei dan kajian literatur untuk menghasilkan rumusan desainmanajemen pendidikan karakter berbasis pembelajaran PAI. Teknik Delphi dilakukanuntuk mematangkan model manajemen pendidikan karakter berbasis pembelajaran PAI.Penelitian ini dilakukan di dua Perguruan Tinggi Umum yakni UPI Bandung danUniversitas Negeri Malang ( UM). Hasil penelitian menemukan desain model manajemenkarakter berbasis pembelajaran PAI dilakukan melalui (1) Perencanaan denganmenentukan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk meraihnya. (2)Pengorganisasian, adalah proses pembentukan organisasi sebagai keseluruhan, (3)Pengerakan dilakukan oleh setiap pemimpin/koordinator dalam struktur organiasi baiktingkat universitas/perguruan tinggi/rektorat, fakultas, dan mahasiswa (berbentuk timataupun tidak), dan (4). Pengevaluasian dilakukan secara simultan dan terus menerus baikdalam tingkat universitas/PT, Fakultas, dan kelas/mahasiswa baik evaluasiinternal/eksternal. This study aims to form a learning model based on learning Islamic character education inIslamic public education. This study uses the Research and Development (R & D)procedure at the initial stage, namely: (1) problem analysis and needs, (2) planning,development. The method used is a survey and literature review to produce a formulationof PAI-based character education management design. The Delphi technique wasconducted to finalize the PAI-based learning education character management model. Thisresearch was conducted in two public universities, namely UPI Bandung and Malang StateUniversity (UM). The results of the study found that the design of the PAI-based charactermanagement model was conducted through (1) Planning by determining organizationalgoals and choosing the best way to achieve them. (2) Organizing, is the process of formingan organization as a whole, (3) Dredging is carried out by each leader / coordinator in theorganizational structure at the university / college / rectorate, faculty, and student level(whether it is team or not), and (4) . Evaluation is carried out simultaneously andcontinuously both at the level, faculty, and class / student both internal / externalevaluations.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DALAM MEWUJUDKAN WARGA NEGARA YANG BAIK Kusrahmadi, Sigit Dwi
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v8i1.21003

Abstract

Seorang anak sekolah bernama Christopher harus pulang terlambat, dan baru sampai di rumah  kurang lebih pukul 18.00 sore,  anak tersebut bercerita bahwa di sekolahannya ada anak laki-laki siswa baru kelas 1  SMP menangis, gara-gara ibunya terlambat menjemput. Chirtopher sebagai kakak kelas sekaligus  Dewan   Penggalang (DP)  Pramuka di SMP 1 Negeri  Yogyakarta berkewajiban untuk mendampingi dan menolongnya. Dengan menggunkan hand phone,  personal tersebut berusaha menghubungi orang tuanya sehingga  orang tuanya segera datang untuk menjemputnya. Hal di atas merupakan gambaran bahwa dalam keluarga anak tersebut belum dilatih tentang kemandirian dalam mengahadapi  permasalahan  sehingga karakternya masih lemah belum siap menghadapi hal yang tiba-tiba di luar sekenario.Dalam usaha untuk menggambarkan tentang karakter anak masa kini, banyak anak-anak sekarang yang tidak disliplin dalam berlalu lintas; belum lama ini anak  Satpam Fakultas Bahasa dan Seni UNY,   ketika menuju ke lapangan olah raga,  mereka berboncengan bertiga  dengan naik sepeda motor tanpa helem pengaman dan terjadi tabrakan (kecelakaan)   di Jalan Godean  sehingga satu orang meninggal, sedang yang lain patah kaki  serta tangannya. Dalam berita sebelumnya ada anak SMP  Tegal naik sepeda motor di  jalan raya dan bertabrakan dengan mobil      tengki sehingga mereka mati semua. Gambaran di atas adalah sebagai wujud dari ketidak disiplinan anak-anak yang memiliki karakter tidak baik dan  merupakan prodak jiwa  zaman.  Tulisan ini berusaha untuk menjelaskan tentang bagaimana pentingnya pendidikan karakter bagi anak usia dini agar ketika mereka dewasa memiliki karakter yang baik berdisiplin dan tertib dalam segala hal.
Front Fathudin, Syukri
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v18i1.23124

Abstract

Halaman judul, susunan redaksi, kata pengantar, daftar isi
Konsep pemikiran Mohammed Arkoun dalam aina huwa alfikr al-islāmiy al-mu'āshir Rasyid, Ruslan; Djafar, Hilman
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v19i1.30158

Abstract

Mohammed Arkoun's thought in his monumental work, "aina huwa al-fikr al-islāmiy"was inspired by two famous Muslim intellectuals, Imam Ghazali and Ibn Rusyd. Arkoun'swork is an idea that spurs the spirit of contemporary Muslims to think ahead by using all thepotential they have so that it can make Islam a religion that can adapt to the development ofthe times or in a religious language called shālihun likulli makānin wa shālihun likulli zamānin.In addition, the concept of thought in the work is aimed primarily at opening up broaderhorizons of Arabic Islamic thought and can be used as a method of understandingcontemporary social science based on Islamic views. One effort undertaken by MohammedArkoun is to consolidate modern historical methodology with classical Islamic thought,because for Arkoun that is the only way to achieve a scientific understanding of the historicalthe reality of Islamic society. The perceived impact is the disappearance of all disputes, bothracial and religious. Some of the directions of his thinking are as follows: 1) Arkoun's way ofperceiving himself; 2) Agendas that must be implemented include building an appliedIslamology / islāmiỹāt tathbȉqhiỹah by trying to apply scientific methodology to the Koran;3) The Western way (alGharb) knows Islam; 4) Return to the starting point; 5) Secularismand Islam; 6) Islam, Science, and Philosophy; 7) Islam and Human Rights; 8) Sufism;9) European nationalism; 10) Think openly.
Interpretasi aksi teo-ecology dan transendentalisme terhadap pelestarian lingkungan Alam, Lukis
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v20i2.33482

Abstract

This research presents a reading of the aspects of religious transidentalism in presenting the narrative of environmental preservation. Certainly in that context, the author tries to illustrate with teo-ecology construction based on quranic insights. Therefore, man as a subject, occupies a wide space in realizing the idea of godliness and humanistics in managing the nature and environment that God has given. Result of this study provides a major argument against the meaning of the Quran as the basis of environmental Teo-Ecology which contributes the deepest contribution, so that environmental preservation is always encouraged. In addition, in environmental preservation is necessary also the construction of ecological ethics humanizes the environment itself, so that a balance arises there. Lastly, it is no less important to elicit an attitude of transcendentalism in man that as god's representative on Earth must have mentally managed the environment well.
MENGGAGAS MODEL MANAJEMEN LABORATORIUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Widodo, Syukri Fathudin Achmad
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v13i1.3324

Abstract

Abstrak : Tulisan ini menggagas manajemen laboratorium Pendidikan Agama Islam(PAI) ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Dasar tulisan ini adalah belum ditemukannya modellaboratorium PAI yang ideal sesuai dengan amanat Permenag No.16 tahun 2010, khususnyapasal 24 tentang laboratorium Pendidikan Agama Islam. Manfaat dari Laboratorium PAIsebagai sarana sumber belajar yang efektif sehingga peserta didik mampu menerima materi PAIdengan tuntas dan diharapkan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci : Managemen, Laboratorium Pendidikan Agama Islam, Sekolah Menengah Atas.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 2 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 1 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 1 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 2 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 7 No. 1 (2007): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum More Issue