cover
Contact Name
LPPM UWGM Samarinda
Contact Email
lppm@uwgm.ac.id
Phone
+6282189998560
Journal Mail Official
abdimasmahakam@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wahid Hasyim No.28, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Mahakam
ISSN : -     EISSN : 25495755     DOI : https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3671
Core Subject : Education,
Universitas Widya Gama Mahakam publishes the journal Abdimas Mahakam twice a year, in January and July. The online version of the journal carries the ISSN 2549-5755 . Researchers from around the world who are interested in all aspects of community participation are represented here. English and Bahasa Indonesia versions of the article are both available
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 313 Documents
Pelatihan Pengolahan Kerupuk Telur Asin bagi Anak Remaja dan Pemuda di Yayasan Tabela Harapan Bangsa Kota Palangka Raya Lisnawaty Silitonga; Iis Yuanita; Indra Beres Panggabean; Krisly Serena Damanik; Anania Zega
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3837

Abstract

Kerupuk dikenal sebagai salah satu makanan ringan kering dengan kandungan pati cukup tinggi, digemari masyarakat baik muda maupun tua dan dikonsumsi sebagai bahan pangan pendamping ataupun sebagai jajanan yang dapat meningkatkan kesukaan terhadap makanan utama yang dihidangkan. Kerupuk memberikan tingkat kesukaan selera makan bagi orang yang mengkonsumsinya dan juga bernilai nutrisi yang tinggi karena satu butir telur asin mengandung energi 98 kal, protein 7,5 gr, lemak 7,3gr, karbohidrat 2,4gr, kalsium 66gr, fosfor 86,4mg, Fe 0,9mg, vitamin A 139µg, thiamin 0,15mg. Tujuan pelaksanaan kegiatan di Yayasan Tabela Harapan Bangsa ini agar anak remaja dan pemuda mampu mengolah produk kerupuk dari bahan yang bernutrisi (telur asin) dan memiliki keterampilan mengemas sehingga mereka dapat berwirausaha bila sudah keluar dari Yayasan Pengabdian dilakukan dengan metode koordinasi dengan pengelola Yayasan, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan pengolahan kerupuk berbahan tambahan telur asin, monitoring, obseravasi dan akhirnya melakukan evaluasi kegiatan dengan melihat kelanjutan yang dilakukan mitra. Hasil yang diperoleh dengan adanya pelatihan ini (1). Peserta pelatihan sangat antusias dalam melakukan kegiatan (2). Peserta yang berada di yayasan memiliki keterampilan dalam membuat kerupuk telur asin dan melanjutkan kegiatan pembuatan kerupuk telur asin setiap hari Jumat dan Sabtu (3). Peserta memiliki aktifitas tambahan yaitu mengolah kerupuk telur asin serta mampu menjual produk mereka ke jemaat gereja dimana mereka beribabadah serta dititipkan ke warung dekat yayasan dengan harga Rp.10.000 per pouch ± (50 g) (4). Peserta juga memahami cara mengemas yang baik dan menarik. Kata Kunci: Pengolahan, kerupuk, telur asin,Yayasan Tabela HB, Palangka Raya
Pemberdayaan Literasi Al-Qur’an Melalui Program Mengaji Berbasis Metode Tartil di Lingkungan Masyarakat Desa Matawia Nurmin Aminu; Kamarudin; Hijrawatil Aswat; Wa Ode Dian Purnamasari; Suarti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3861

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an melalui penerapan metode tartil pada kegiatan mengaji di lingkungan masyarakat Desa Matawia. Permasalahan rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an, terutama terkait ketepatan makhraj, panjang pendek bacaan, dan penguasaan kaidah tajwid, masih menjadi tantangan di berbagai kelompok usia sehingga diperlukan sebuah pendekatan pembelajaran yang sistematis, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Melalui program ini, peserta dibimbing secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, perbaikan bacaan melalui tahsin, penguatan pemahaman tajwid, hingga praktik tilawah yang dilakukan secara terstruktur sesuai kemampuan masing-masing. Proses pelatihan dilengkapi dengan pendampingan intensif dalam kelompok kecil, yang memungkinkan tutor memberikan koreksi langsung dan mendorong pembelajaran kolaboratif melalui model peer learning. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui observasi bacaan dan tes prapost untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta secara objektif. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kelancaran membaca, ketepatan dalam menerapkan tajwid, serta meningkatnya rasa percaya diri peserta dalam membaca Al-Qur’an di hadapan pembimbing maupun kelompoknya. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa metode tartil tidak hanya efektif dalam memperkuat literasi Al-Qur’an, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan budaya keagamaan masyarakat melalui pembiasaan belajar yang terarah, terpadu, dan berkesinambungan.
Peningkatan Literasi Digital dan Literasi Keuangan Digital melalui Aplikasi Pencatatan laporan Keuangan Digital: SMART untuk UMKM Anak Berkebutuhan Khusus di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Sylviana Maya Damayanti; Arry Akhmad Arman; Arinda Mentari Putri; Octaviani Ratna Sari Santoso
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3882

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan UMKM yang beranggotakan ABK, yaitu kelompok keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Berdasarkan hasil analisis kondisi awal, kelompok UMKM ini memiliki potensi ekonomi melalui usaha mikro berbasis produk, namun masih menghadapi kendala utama berupa minimnya pencatatan keuangan dan lemahnya kapasitas pemasaran digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan dua tujuan utama. Pertama, mengembangkan aplikasi pencatatan keuangan sederhana dan mudah digunakan oleh UMKM ABK bernama SMART guna meningkatkan kemampuan mereka dalam memonitor arus kas, mencatat transaksi, dan memahami kondisi keuangan usaha. Kedua, memberikan pelatihan pemasaran dan marketing digital agar UMKM ABK mampu mempromosikan produk secara lebih efektif, memanfaatkan media sosial, serta meningkatkan jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kampung Rancakihiang, RT 01/RW 10 Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Jawa Barat, Indonesia dengan dihadiri oleh 29 peserta. Metode yang digunakan adalah penelitian action research dan workshop dimana para peserta mendapatkan pelatihan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi SMART untuk pencatatan laporan keuangan secara digital. Integrasi aplikasi keuangan dan pelatihan pemasaran ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas digital dan kemandirian ekonomi UMKM ABK secara berkelanjutan. Penyebaran penggunaan SMART kepada banyak UMKM baik ABK ataupun tidak dapat menjadi keberlanjutan dari kegiatan pengabdian ini.
Pemanfaatan Media Sosial, Content Marketing & e-WOM Marketing pada UMKM Ritel di Desa Cikeas Udik Kabupaten Bogor: Bahasa Indonesia Syamsudin Baharsyah; Hasanudin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3896

Abstract

Kegiatan pengabdian ini adalah untuk memfasilitasi dan memberikan edukasi kepada para pelaku usaha UMKM ritel di Desa Cikeas Udik – Bogor, dalam hal bagaimana mereka menerapkan strategi pemasaran dengan memanfaatkan media sosial, content marketing dan e wom marketing pada usaha yang mereka jalankan, serta berupaya memperluas jaringan pemasarannya, sehingga omset penjualan terus meningkat serta dapat menyerap lebih banyak pegawai, pada akhirnya dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Desa Cikeas Udik. Permasalahan yang dialami pada umumnya adalah rendahnya pengetahuan dan pemahaman terkait pemanfaatan Media Sosial, Content Marketing & E-WOM Marketing sebagai sebuah strategi pemasaran yang dinilai cukup efektif dan efisien dalam menarik minat para pelanggan, dan sumber daya yang dimiliki saat ini belum cukup mampu untuk mendapatkan solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi, sehingga pertumbuhan usaha dan omset penjualan UMKM ritel ini relatif cukup stagnan dan operasional bisnis sulit untuk berkembang. Metode yang diterapkan adalah diawali dengan Pre-Test, kemudian presentasi materi, diskusi tanya jawab dan evaluasi dengan Post-Test. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada tanggal 28-29 Juni 2025, dikuti 20 peserta. Materi mengenai strategi pemasaran, pemanfaatan media sosial, content marketing & e wom marketing untuk meningkatkan omset penjualan. Hasil kegiatan PKM ini adalah adanya peningkatan wawasan peserta dan merangsang motivasi untuk selalu berpikir inovatif dan kreatif dalam berwirausaha dibanding sebelum mengikuti pelatihan.
CINTA SEHAT: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Diare di Desa Awang Bangkal Barat Aisya Amelia; Ahla Syauqia; Destisa Denti Seiza Pratiwi; Beny Acah Yakwan; Iskandar
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3909

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama yang memengaruhi angka kesakitan dan kematian, terutama di masyarakat pedesaan dengan akses terbatas terhadap air bersih dan sanitasi yang layak dan tingkat pengetahuan yang rendah, khususnya tentang tatalaksana diare. Hal ini dapat dicegah dan dikurangi angka kejadiannya dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan judul “CINTA SEHAT: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Diare di Desa Awang Bangkal Barat”. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan tatalaksana diare, sehingga angka kematian dan kesakitan akibat diare dapat dikurangi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap utama, antara lain persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan sikap dan pengetahuan yang signifikan tentang pencegahan diare dan pembuatan Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang benar. Program ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong perubahan perilaku menuju praktik sanitasi yang lebih baik. Sebagai kesimpulan, kegiatan pengabdian CINTA SEHAT terbukti efektif dapat meningkatkan sikap dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan tatalaksana diare dan perilaku PHBS.
Pelatihan Pembuatan Olahan Sirup Jahe Merah pada Jamaah Pengajian Langgar Ar Rahman Kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru Noor Muthaminah; Dona Marisa; Eko Suhartono; Iskandar; Irham Taufiqurrahman
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3910

Abstract

Penurunan daya tahan tubuh merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang rentan terjadi pada kelompok pralansia dan lansia akibat perubahan fisiologis sistem imun. Pemanfaatan bahan alam sebagai minuman kesehatan menjadi alternatif promotif dan preventif yang aman dan mudah diterapkan di masyarakat. Jahe merah diketahui mengandung senyawa bioaktif gingerol dan shogaol yang berpotensi sebagai imunomodulator. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jamaah pengajian Langgar Ar-Rahman Kelurahan Loktabat Utara dalam pemanfaatan jahe merah melalui pelatihan pembuatan sirup jahe merah sebagai minuman kesehatan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu perizinan dan diskusi untuk identifikasi masalah, edukasi mengenai manfaat jahe merah terhadap imunitas, serta pelatihan pembuatan sirup jahe merah. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan peserta setelah edukasi, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari dominan “kurang” pada pre-test menjadi “cukup” dan “baik” pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan secara langsung proses pembuatan sirup jahe merah dengan benar. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat tradisional secara rasional, tetapi juga memberikan keterampilan yang berpotensi mendukung kemandirian kesehatan dan ekonomi. Dengan demikian, pelatihan pembuatan sirup jahe merah dapat menjadi model intervensi berbasis masyarakat dalam upaya peningkatan daya tahan tubuh dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
A Assistance in Processing Kokang Leaf Pupur Dingin to Increase Product Value Added in Dasawisma Activities in Kota Bangun I Village Miftakhur Rohmah; Nike Widuri; Yulian Andriyani
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.3901

Abstract

Kokang leaves (Lepisanthes amoena) are a native Kalimantan plant that have long been used by local communities as a natural raw material for traditional skin care products in the form of pupur dingin. However, their utilization remains limited to personal or household use and has not been developed into products with higher economic value. This situation has led to the emergence of a community-based approach to increase the utilization of local resources through simple processing technologies. This community service activity aims to strengthen the capacity of Dasawisma members in Kota Bangun I Village, Kutai Kartanegara Regency, in processing kokang leaves into value-added products, and to evaluate whether such processing is economically viable at the household scale. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach, involving participatory discussions, hands-on training, and guided production practices. Economic feasibility was assessed using the Hayami value-added method, applied to a standardized household-scale production scenario to provide a realistic estimate of value added. The findings indicate that kokang leaves can be processed into pupur dingin using simple, locally accessible technology. The participatory approach was observed to enhance participant knowledge and practical skills, as evidenced by successful product replication during guided training and active engagement in group reflections. The value-added analysis shows that the processing activity generates a positive added value of IDR 9,500 per kg of raw material, with a value-added ratio of 47.50%. This indicates that the activity is economically viable at the household level, despite its modest scale. In addition to modest economic gains, this activity demonstrates two key contributions: the technical replicability of kokang leaf processing at the household scale, and a positive though limited economic return confirmed through value-added analysis. With continued support for production consistency and simple packaging, the processing of kokang leaves into pupur dingin has the potential to be developed further as a sustainable community-based economic activity.
Stunting Prevention through Cadre Guidance on Early Detection of Toddler Growth and Development with The SDIDTK Application in Malingping – Banten Rena Mailani; Sri Gunda Fahriana Fahrudin; Sri Yani; Indah Permatasari; Raufina Riandhani Mulyoto; Andini Azzahra
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.3904

Abstract

Background: Stunting reduction programs are ongoing in every region in Indonesia, as part of the effort to achieve Indonesia Emas 2045. Good growth supports healthy development. Children who experience stunting will experience developmental disorders. Other factors that influence child development are the environment, parenting styles, and appropriate stimulation from an early age. Early screening can prevent developmental disorders or more severe disabilities. Stunting prevention is carried out through various methods, including basic training in early detection of growth and development and appropriate stimulation to address challenges. Integrated health post (Posyandu) cadres, as the frontline providers of services for infants and toddlers, need to be trained in early detection of growth and development using a simple and fast tool, the Android-based SDIDTK application. The Android-based SDIDTK application is a simple, fast, and accessible instrument for measuring growth and development, available anywhere and anytime. The interpretation of the results obtained in the Android-based SDIDTK application is easy to understand so it is hoped that everyone can apply it, including Posyandu cadres in Malingping sub-district, Lebak – Banten. Objectives: Contribute to preventing stunting by early detection of toddler growth and development. Methods: This community service was implemented using the counseling and mentoring method. Results: The community service are in the form of increased understanding, skills and roles of the Malingping District community, Lebak - Banten regarding early detection of toddler growth and development. Conclusions: The program was conducted as expected and received a positive feedback from the community.
Optimalisasi Pemahaman Prinsip Desain melalui Sosialisasi Tipografi Dasar di SMK Negeri 7 Palembang Mukhsin Patriansah; Didiek Prasetya; Avrio Fadhil Ashari; Arjun Kusuma Dijaya
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.3918

Abstract

Kreativitas merupakan kemampuan individu dalam menemukan solusi baru terhadap permasalahan, khususnya dalam proses perancangan komunikasi visual. Dalam konteks pendidikan vokasi, pemahaman terhadap prinsip desain dan tipografi dasar menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman prinsip desain melalui kegiatan sosialisasi tipografi dasar kepada siswa kelas XII jurusan DKV di SMK Negeri 7 Palembang. Metode yang digunakan meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan pendekatan pembelajaran partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi, serta praktik eksplorasi bentuk huruf. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 25 orang. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari yakni pada hari Senin, tanggal 27 April 2026. Capaian dapat dilihat melalui partisipasi peserta, pemahaman materi, kemampuan berdiskusi, serta hasil praktik eksplorasi bentuk huruf yang menunjukkan 6 karya siswa memperoleh nilai ‘sangat baik’ dengan skor nilai angka 3,5 ke atas. Sementara, 36% atau 9 karya siswa yang memperoleh nilai rata-rata 2,8 sampai dengan 3,4 dengan kategori ‘baik’. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dan pemahaman siswa terhadap klasifikasi huruf, keterbacaan, keseimbangan visual, dan penerapan tipografi sebagai elemen utama desain. Selain itu, siswa juga mampu menuangkan ide kreatif secara lebih terstruktur dalam karya visual yang dihasilkan. Kegiatan sosialisasi ini menunjukan kontribusi positif dalam meningkatkan kreativitas sekaligus memperkuat pemahaman prinsip desain, sehingga dapat mendukung kesiapan siswa dalam menghadapi tuntutan dunia industri kreatif.
Implementasi Alat Pengering Kopi Berbasis Mikrokontroler sebagai Solusi Kendala Mikroklimat pada BUMDesa Barokah, Desa Ngebel, Ponorogo Anggara Wiyono Wit Saputra; Sugiarto; Denny Widhiyanuriyawan; Langgeng Setyono; Arief Budi Nugroho
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.3943

Abstract

Desa Ngebel di lereng Gunung Wilis memiliki potensi kopi Robusta yang besar, namun terkendala oleh tingginya kelembapan udara dan anomali cuaca yang menyebabkan proses pengeringan konvensional memakan waktu hingga 14 hari dengan kadar air yang tidak stabil, sehingga menurunkan kualitas citarasa biji kopi. Pengabdian ini hadir sebagai solusi melalui intervensi teknologi yang terbukti mampu mereduksi waktu pengeringan secara signifikan menjadi hanya 3–4 hari sekaligus menjaga konsistensi kadar air akhir pada standar optimal 12%. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna berupa alat pengering kopi Smart Dryer Box berbasis mikrokontroler Arduino Uno sebagai solusi standarisasi proses pascapanen kopi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang diterapkan secara nyata mulai dari tahap identifikasi kebutuhan bersama dan pemetaan kendala mikroklimat bersama pengurus BUMDesa, pengambilan keputusan partisipatif terkait spesifikasi desain kapasitas Smart Dryer Box, hingga proses instalasi perangkat serta pelatihan teknis operasional bagi operator di BUMDesa Barokah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Smart Dryer Box mampu menstabilkan suhu ruang pengering pada rentang 45°C hingga 50°C secara otomatis, yang secara signifikan mereduksi durasi pengeringan dari sekitar 2 minggu menjadi hanya 3-4 hari tanpa tergantung cuaca. Analisis data terhadap performa alat membuktikan bahwa perangkat ini dirancang efektif untuk mengejar target kadar air biji kopi pada standar 12% secara konsisten melalui simulasi durasi pengeringan yang terukur tanpa tergantung pada sinar matahari. Selain itu, berdasarkan evaluasi performa kerja melalui indikator praktik, mitra menunjukkan tingkat pemahaman sebesar 85% yang diukur dari keberhasilan pengoperasian mandiri sistem otomasi serta ketepatan dalam melakukan prosedur perawatan alat. Kesimpulannya, hilirisasi teknologi otomatisasi ini berhasil meningkatkan efisiensi produksi dan menjamin mutu kopi Robusta Wilis yang berkelanjutan. Program ini memberikan dampak nyata pada penguatan daya saing ekonomi desa melalui modernisasi infrastruktur pertanian berbasis digital.