cover
Contact Name
Arwan Wiratman
Contact Email
arwan.wiratman@uinpalopo.ac.id
Phone
+6285343748580
Journal Mail Official
kareba@liacore.org
Editorial Address
BTN Pao-Pao Permai Blok C9 No. 10, Kel. Paccinongan, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia.
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31102581     DOI : https://doi.org/10.64850/kareba.v1i1.14
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat adalah wadah publikasi ilmiah dari Lia Center of Research and Education. Nama Kareba diambil dari bahasa Makassar dan Bugis, bermakna kabar atau berita. Penamaan ini secara kuat merefleksikan misi jurnal untuk menyebarkan kabar baik berupa inovasi dan solusi nyata yang lahir dari kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal ini menyediakan wadah bagi akademisi dan praktisi untuk berbagi hasil karya yang memberikan dampak positif nyata, mencakup bidang konservasi bahasa dan budaya, pendidikan, teknologi terapan, serta rekayasa sosial dan lingkungan. Setiap naskah melalui proses seleksi ketat untuk menjaga integritas ilmiah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Edukasi Kesehatan Mental Remaja di Pondok Pesantren Pesawat Kulonprogo Yogyakarta Hodiri Adi Putra; Norra Hendarni Wijaya
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/kareba.v2i1.97

Abstract

Kesehatan mental khususnya pada remaja menjadi masalah yang tidak tabu lagi karena dimasa tersebut termasuk masa yang unik dari periode transisi di mana individu mengalami perubahan secara fisik maupun psikologis dari seorang anak menuju dewasa. Manfaat dan pentingnya bagi remaja untuk mengetahui dan memahami kesehatan mental dengan baik agar bisa mengendalikan dan mengontrol emosi. Penanganan yang salah atau kurang tepat akan berakibat yang kurang menyenangkan bahkan dapat berakibat buruk bagi kesehatan remaja. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri dan agar lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada santri tentang kesehatan mental secara tatap muka di aula dengan jumlah peserta 164 santri. Kegiatan dimulai mulai dari pukul 20.00-22.00. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner baku dilakukan uji pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan santri tentang kesehatan mental. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahun dan pemahaman santri secara signifikan tentang kesehatan mental. Sarannya tetap perlu diberikan kegiatan lanjutan untuk mampu memberikan kesadaran penuh dan kebiasaan dalam menjaga kesehatan mental bagi remaja.
Pemberdayaan Para Pemuda Karang Taruna di Desa Medalsari melalui Pelatihan Konten Kreatif Berbasis Potensi Lokal Sigit Widiatmoko; Reizka Kemala Nazar; Iqo Fathihatur Roziqoh; Mana Daromest
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/kareba.v2i1.223

Abstract

Pemanfaatan internet di kalangan para generasi muda, khususnya di Desa Medalsari, masih cenderung bersifat konsumtif dan belum optimal sebagai sarana promosi potensi lokal. Padahal desa di Kabupaten Karawang ini memiliki potensi alam dan budaya yang menjanjikan, namun belum terkomunikasikan secara luas melalui media digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan keterampilan produksi konten kreatif pemuda desa sebagai upaya pemberdayaan dan penguatan promosi desa wisata. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan metode penyuluhan, pelatihan praktik, demonstrasi, dan pendampingan. Peserta berjumlah 25 pemuda yang dibagi ke dalam lima kelompok, masing-masing terdiri atas lima orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, serta penilaian produk konten. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada seluruh aspek yang diukur, dengan rata-rata kenaikan lebih dari 40 persen, serta peningkatan tertinggi pada kemampuan produksi video pendek. Setiap kelompok berhasil menghasilkan satu artikel promosi dan satu video berdurasi 1–3 menit yang siap dipublikasikan. Selain itu, terbentuk tim kreatif desa yang terdiri atas delapan pemuda sebagai pengelola media sosial secara berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik yang terintegrasi dengan pembentukan struktur lokal mampu mendorong keterlibatan aktif pemuda dan memperkuat kapasitas desa dalam promosi digital secara mandiri.
Kegiatan Mancing Bersama untuk Memperkuat Komunikasi Sosial Masyarakat Desa Faisal Muzzamil; Rangga Maulana Alif; Siti Annisa
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/kareba.v2i1.225

Abstract

Memancing saat ini, menjadi kegiatan yang tengah populer di berbagai kalangan masyarakat. Kegiatan memancing ini bukan hanya sekedar untuk mendapatkan ikan, tapi ada banyak manfaat di dalamnya, termasuk manfaat dari segi sosial. Berlatar belakang dari manfaat sosial dari kegiatan memancing inilah, maka dilaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Kegiatan Mancing Bersama untuk Memperkuat Komunikasi Sosial Masyarakat Desa. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Parakan Garokgek, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Secara metodologis, kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu: (1) Tahap Persiapan; (2) Tahap Pelaksanaan; (3) Tahap Evaluasi. Secara teoretis, kegiatan PKM ini berlandaskan pada Social Capital Theory dari Robert D. Putnam. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan PKM tersebut, maka didapatkan tiga hasil berikut: (1) Tahap persiapan dalam kegiatan KPM ini dilakukan dengan cara observasi dan sosialisasi; (2) Tahap pelaksanaan kegiatan PKM ini sudah terealisasikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan; (3) Tahap evaluasi dalam kegiatan KPM ini mendapatkan hasil bahwa kegiatan memancing bersama merupakan social capital bonding yang dapat membangun dan memperkuat hubungan sosial masyarakat. Hasil kegiatan PKM ini, diharapkan dapat berguna dan berkontribusi untuk dua aspek berikut, yaitu: (1) Aspek teoretis untuk pengembangan teori-teori komunikasi dan sosiologi yang berbasis kegiatan kolektif dalam suatu kelompok masyarakat; (2) Aspek praktis sebagai gambaran dan panduan bagi pelaksanaan PKM selanjutnya dengan bentuk kegiatan sosial yang berguna untuk membangun hubungan sosial masyarakat.
Sosialisasi Klasifikasi, Karakteristik, Identifikasi Peserta Didik Penyandang Disabilitas di Sekolah Dasar Negeri Jagalan Mojokerto Reza Sutarna Putri; Ossy Firstanti Wardany; Nurazizah Rahmi R
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/kareba.v2i1.235

Abstract

Pada era ini istilah tentang Pendidikan Inklusi sudah tidak asing lagi bagi kalangan masyarakat. Dalam menyelaraskan pendidikan tersebut maka diperlukan adanya pengetahuan dan keterampilan untuk para pendidik agar memahami klasifikasi, karakteristik, dan pendidik diharapkan mampu melakukan identifikasi dini terhadap peserta didik penyandang disabilitas. Pelaksanaan sosialisasi pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan hal tersebut. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Sosialisasi pengabdian ini dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026 sampai dengan Selasa, 3 Maret 2026 di SDN Jagalan Kota Mojokerto Provinsi Jawa Timur. Jumlah keseluruhan peserta sosialisasi ini adalah 9 orang yang terdiri dari 6 guru kelas, 1 guru PJOK, 1 guru PAI, dan Kepala Sekolah. Materi yang disosialisasikan pada hari pertama adalah klasifikasi dan karakteristik, pada hari kedua adalah identifikasi. Hasil yang didapatkan melalui evaluasi yaitu pengetahuan serta keterampilan pendidik mengalami peningkatan sebesar 32,67%, dari rata-rata awal yaitu 66,33% menjadi 99%. Dapat disimpulkan bahwa sosialisasi pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan serta keterampilan guru dalam memahami klasifikasi, karakteristik, dan identifikasi peserta didik penyandang disabilitas.

Page 2 of 2 | Total Record : 14