cover
Contact Name
Febri Adi Prasetya
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6282135809779
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Perum. Bumi Pucanggading, Jln. Watunganten 1 No 1-6, Kelurahan Batursari, Mranggen , Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah, 59567
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan
ISSN : 28090403     EISSN : 28090268     DOI : 10.55606
Core Subject : Education,
Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial dan studi budaya. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan diterbitkan 3 kali setahun: Januari, Mei dan September. Silakan buat Artikel Template baru lalu kirimkan naskah Anda.
Articles 408 Documents
Systematic Literature Review on the Effectiveness of Communicative Language Teaching (CLT) in Enhancing EFL Students’ Speaking Skills
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i1.6154

Abstract

This research investigates the effectiveness of Communicative Language Teaching (CLT) in enhancing English language proficiency among second language learners. Using a qualitative approach, the study explores learner engagement, cultural awareness, and the role of teachers in CLT. Participants held positive perceptions of CLT, which facilitated real-life language practice and boosted their confidence. Improved English proficiency, especially in speaking, listening, and interactive skills, resulted from the learner-centred and practical nature of CLT. The research emphasizes the importance of integrating CLT techniques into language teaching and underscores the need for welldesigned teacher training programs to optimize CLT's benefits in diverse language learning contexts. This study aims to inform educators and policymakers in developing efficient and learner-centred language programs to meet the demand for English proficiency in an interconnected world.
Analisis Kerentanan terhadap Risiko Krisis Iklim pada Tiga Komunitas: Peternak Sapi, Petani Tadah Hujan, dan Nelayan di Pulau Lombok
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.6162

Abstract

The climate crisis caused by human activity is increasing the frequency and intensity of extreme events such as droughts, floods, and storms, including on Lombok Island, which is heavily dependent on natural resources. This study analyzes the vulnerability levels of three main communities in Lombok: cattle ranchers (East Lombok), rain-fed farmers (Central Lombok), and fishermen (West Lombok). The approach used is the Livelihood Vulnerability Index (LVI), integrated with the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) framework, encompassing three main dimensions: exposure, sensitivity, and adaptive capacity. Data were obtained through a survey of 90 respondents selected using stratified random sampling, as well as secondary data from relevant agencies. This method was chosen based on its ability to comprehensively measure vulnerability and compare three distinct livelihood-based communities, which cannot be achieved through other methods such as the CVI or SoVI. The results show that rain-fed farmers have the highest vulnerability with an LVI-IPCC score of 0.03 due to their high exposure to rainfall variability. Cattle farmers have a moderate level of vulnerability with an LVI-IPCC score of -0.0006 due to their high sensitivity to feed and water availability. Fishermen have the lowest vulnerability with an LVI-IPCC score of -0.0017 due to their greater adaptive capacity, including livelihood diversification and social support. These findings indicate that vulnerability levels are strongly influenced by adaptive capacity and dependence on natural resources. Therefore, community-based adaptation strategies need to be developed to strengthen resilience to the climate crisis.
Fenomena Kesehjateraan Psikologis Pada Pegawai TASPEN: Studi Kualitatif di PT TASPEN (Persero)
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i1.6571

Abstract

Psychological well-being refers to an individual’s ability to function optimally, maintain positive relationships, experience meaning in life, manage their environment, grow personally, and accept themselves fully. In modern work settings, psychological well-being has become a crucial factor influencing motivation, performance, and organizational sustainability. This study aims to explore the phenomenon of psychological well-being among employees at PT TASPEN (Persero) and examine how the organizational culture shapes the six dimensions of psychological well-being proposed by Ryff. A descriptive qualitative approach was employed through semi-structured interviews with seven informants across different job levels, complemented by observations and document analysis. Data were analyzed using Thematic Analysis. The findings indicate that positive relations and purpose in life are the strongest dimensions, supported by workplace solidarity and a sense of public service meaning. Conversely, autonomy, environmental mastery, and personal growth show disparities across job levels due to hierarchical structures and administrative burdens. This study highlights the need for more inclusive policies, equitable training opportunities, and streamlined procedures to enhance employees’ psychological well-being sustainably.
Penangan Terhadap Penindakan Tindak Pidana Narkotika Yang Dilakukan Oleh Anggota Militer Angkatan Darat Oleh Polisi Militer (Studi di Pengadilan Militer 1-04 Palembang)
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.6698

Abstract

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius yang tidak hanya menyasar masyarakat sipil, tetapi juga prajurit TNI Angkatan Darat yang seharusnya menjadi garda terdepan pertahanan negara. Keterlibatan anggota militer dalam tindak pidana narkotika merupakan pelanggaran berat yang mencederai disiplin dan kehormatan militer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses penanganan serta penindakan hukum terhadap anggota TNI-AD yang melakukan tindak pidana narkotika, serta peran Polisi Militer sebagai penyidik dalam lingkungan peradilan militer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data penelitian diperoleh melalui studi lapangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang dan Polisi Militer setempat, yang mencakup observasi, wawancara mendalam dengan narasumber terkait, serta studi dokumen terhadap putusan perkara narkotika. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai prosedur hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penindakan terhadap prajurit TNI-AD yang terlibat narkotika dilakukan melalui mekanisme Peradilan Militer yang diatur dalam UU No. 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan tunduk pada UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Polisi Militer memegang peranan sentral dalam tahap penyidikan dan penyerahan perkara. Penegakan hukum di Pengadilan Militer I-04 Palembang menunjukkan komitmen tegas melalui penerapan sanksi pidana penjara yang diikuti dengan pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer (PDTH) sebagai upaya efek jera dan pembersihan institusi. Hambatan dalam penanganan perkara umumnya berkaitan dengan pembuktian di lapangan dan prosedur administrasi pelimpahan perkara dari satuan asal prajurit.
Regulasi Emosi Dewasa Awal Korban Child abuse
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.6755

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan regulasi emosi dalam penyelesaian masalah pada dewasa awal korban child abuse. Pengalaman kekerasan pada masa kanak-kanak berpotensi memengaruhi perkembangan emosional hingga dewasa, termasuk munculnya disregulasi emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari dua dewasa awal di Kota Palembang, yaitu MA dan VP, yang memiliki riwayat kekerasan fisik dari orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi kedua subjek cenderung belum adaptif. Berdasarkan aspek regulasi emosi menurut Gross, ditemukan kesulitan dalam strategi regulasi, pengendalian impuls, mempertahankan perilaku berorientasi tujuan, serta penerimaan emosi. MA cenderung mengarahkan emosi ke dalam diri, sedangkan VP lebih banyak menggunakan strategi penghindaran. Pola tersebut berdampak pada kurang efektifnya penyelesaian masalah pada dewasa awal korban child abuse.
Dinamika Perilaku Seksual Kompulsif dan Trauma pada Korban Pelecehan Seksual
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.6775

Abstract

Pelecehan seksual merupakan bentuk kekerasan yang berdampak luas tidak hanya secara fisik tetapi juga psikologis. Pelecehan seksual dapat berpengaruh pada perkembangan perilaku seksual kompulsif dan kondisi emosional yang tidak stabil. Tujuan studi kasus untuk menggali dinamika psikologis perilaku seksual kompulsif. Penelitian ini juga digunakan sebagai dasar pemahaman terhadap trauma psikologis yang dialami. Partisipan adalah 2 informan dipilih secara purposive, kriterianya yaitu orang dewasa korban pelecehan seksual semasa kanak-kanak. Pengambilan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan alat tes sebagai pelengkap. Analisa data melalui interpretasi langsung dari data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan psikodinamika korban pelecehan seksual bisa memberikan dampak berupa perilaku seksual kompulsif dan trauma psikologis.
Integrasi Pendekatan Student Centered Learning Aktif dengan Media Pembelajaran Digital dalam Pembelajaran Akuntansi untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.6850

Abstract

The rapid development of digital technology has created a growing need for innovative learning approaches that can enhance student engagement and deepen conceptual understanding. This need is particularly evident in accounting courses, which are still frequently delivered through traditional lecture-based methods. Therefore, this study aimed to examine the effectiveness of implementing an active Student-Centered Learning (SCL) approach integrated with digital learning media in improving students’ conceptual understanding. The study employed a quasi-experimental method using a pretest–posttest control group design. The participants consisted of 108 second-semester students from the Accounting Education Study Program who were divided into an experimental group and a control group. The research instruments included a conceptual understanding test, an observation sheet to monitor learning activities, and a questionnaire to capture students’ responses. The findings revealed that the experimental group achieved a higher mean posttest score (82.7) compared to the control group (74.1), with the difference being statistically significant (p < 0.05). Furthermore, the N-Gain score for the experimental group was categorized as moderate (0.50), while the control group showed a low category (0.26), with a large effect size (d = 1.02). Observational data also indicated an increase in students’ participation during the learning process, and approximately 87% of students reported that the material was easier to understand through case-based discussions supported by digital media. In conclusion, the integration of an active SCL approach with digital learning media proved to be effective in enhancing students’ conceptual understanding in accounting learning.
Panggung Sejarah Terbentuknya Kabupaten Pasangkayu: Sebuah Studi Pustaka
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.6895

Abstract

This research aims to examine in-depth the historical stages of the formation of Pasangkayu Regency through a literature review approach. The primary focus of the research is to explore the historical, social, political, and administrative dynamics underlying the region's formation as an autonomous region. The method used is library research, which involves collecting and analyzing various written sources such as history books, government documents, scientific journals, and archives related to the regional expansion process. The study's findings indicate that the formation of Pasangkayu Regency was inseparable from the aspirations of local communities seeking improved public services, accelerated development, and strengthened regional identity. Furthermore, geographic factors, natural resource potential, and strategic government considerations played a crucial role in the process of regional expansion from its parent region. This process involved a lengthy process, from the discourse of expansion, administrative struggles, to official determination by the central government. The formation of Pasangkayu Regency resulted from a complex interaction between historical, social, and political factors that developed at the time. This research is expected to contribute to enriching local historical studies and serve as a reference for further research on the dynamics of regional expansion in Indonesia.