cover
Contact Name
Febri Adi Prasetya
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6282135809779
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Perum. Bumi Pucanggading, Jln. Watunganten 1 No 1-6, Kelurahan Batursari, Mranggen , Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah, 59567
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan
ISSN : 28090403     EISSN : 28090268     DOI : 10.55606
Core Subject : Education,
Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial dan studi budaya. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan diterbitkan 3 kali setahun: Januari, Mei dan September. Silakan buat Artikel Template baru lalu kirimkan naskah Anda.
Articles 408 Documents
Penerapan Metode Al-Sima’a wa Al-Muhafadzah Terhadap Penguasaan Mufradat Bahasa Arab Siswa Kelas XI MA Amanatul Ummah
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5765

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Al-Simaa’ wa Al-Muhafadzah method in Arabic vocabulary learning and to analyze its effectiveness in improving students’ mastery of mufradat at grade XI of MA Amanatul Ummah. The research background arises from the challenges faced by students in acquiring sufficient vocabulary, which are caused by the limitations of traditional teaching methods, low motivation, and restricted time allocation for Arabic language lessons in madrasahs. The Al-Simaa’ wa Al-Muhafadzah method, which emphasizes listening (al-simā‘) and memorizing (al-muḥāfaẓah), is considered relevant to overcome these issues. This study applied a quantitative approach with a quasi-experimental design. The research subjects consisted of 30 students, and the instruments included vocabulary tests (pre-test and post-test), observation sheets, and questionnaires. Data were analyzed using paired sample t-tests and descriptive analysis. The findings revealed a significant improvement in students’ vocabulary mastery after the implementation of the Al-Simaa’ wa Al-Muhafadzah method. The average score increased from 55.3 in the pre-test to 78.6 in the post-test, with the t-test showing a significant difference (t = 8.92; p < 0.05). Classroom observations also indicated an increase in students’ active participation, while the questionnaire results showed that 80% of students found it easier to remember vocabulary through listening and repetition. However, some students still required visual aids to better understand word meanings. Therefore, it can be concluded that the Al-Simaa’ wa Al-Muhafadzah method is effective in enhancing Arabic vocabulary mastery, as well as fostering students’ motivation and self-confidence. It is recommended that this method be applied continuously and integrated with visual media to accommodate diverse learning styles.
Penggunaan Media Wordwall Untuk Mengembangkan Kemampuan Kosakata Bahasa Inggris Siswa: Studi Kasus
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5768

Abstract

Abstract : This qualitative research with a case study design is the use of interactive Wordwall games to engage in students’ vocabulary skill. This research aims to evaluate the use of WordWall’s game-based learning activities on students’ ability to learn and retain vocabulary, focusing on both immediate vocabulary comprehension and long-term retention. The study was conducted at MTs Darunnida with eighth-grade students as participants. Data were collected through classroom observations and semi-structured interviews to examine how Wordwall influenced students’ emotional engagement in learning English vocabulary. The results of the study from the findings are divided into five main themes: (1) Vocabulary Learning Experience, (2) Preferences for interactive word wall games, (3) Interest in Continued Use of Wordwall, (4) Motivation Challenges in wordwall games, (5) Emotional Engagement. Thus, this study confirmed the use of Wordwall games created a more engaging and interactive learning environment that enhanced vocabulary among students. Keywords: Wordwall, Vocabulary, Cases Study, Student Engagement, Game-based Learning Abstrak : Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini menyelidiki penggunaan permainan Wordwall interaktif dalam pengajaran kosakata kepada siswa SMP dan menganalisis keterlibatan serta pengalaman belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan aktivitas pembelajaran berbasis permainan WordWall terhadap kemampuan siswa dalam mempelajari dan mengingat kosakata baru, dengan fokus pada pemahaman kosakata langsung dan ingatan jangka panjang. Penelitian ini dilakukan di MTs Darunnida dengan siswa kelas delapan sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur untuk mengkaji bagaimana Wordwall memengaruhi keterlibatan emosional siswa dalam mempelajari kosakata bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan Temuan penelitian dibagi menjadi lima tema utama: (1) Pengalaman Belajar Kosakata, (2) Preferensi terhadap permainan dinding kata interaktif, (3) Minat Penggunaan Wordwall Secara Berkelanjutan, (4) Motivasi melalui Tantangan dalam permainan dinding kata, (5) Keterlibatan Emosional. (6) Hasil Penggunaan Wordwall. Aktivitas tersebut juga membantu mereka mengatasi kebosanan belajar, karena format berbasis permainan memberikan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan permainan Wordwall menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan interaktif yang meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Kata kunci: Wordwall, Kosakata, Studi Kasus, Keterlibatan Siswa, Pembelajaran Berbasis Game
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH ADAT
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum terhadap pemegang sertifikat hak atas tanah adat, serta menelaah pertimbangan hakim dalam menyelesaikan sengketa melalui Putusan Nomor 19/Pdt.G/2021/PN Mnk. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dan yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi pemegang sertifikat tanah adat masih lemah akibat belum sinkronnya hukum nasional dengan pengakuan hak adat. Dalam pertimbangannya, hakim memperhatikan kekuatan bukti sertifikat serta eksistensi hak ulayat berdasarkan keterangan saksi dan fakta historis. Perlindungan hukum yang ideal harus mencerminkan keadilan substantif dengan mengintegrasikan hukum adat ke dalam sistem hukum nasional.
PENERAPAN PRINSIP KEADILAN RESTORATIF DALAM PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ANAK PELAKU PENCURIAN
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5771

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip keadilan restoratif dalam pertanggungjawaban pidana bagi anak yang berhadapan dengan hukum, khususnya dalam kasus pencurian, dengan berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). Latar belakang penelitian ini adalah belum optimalnya implementasi pendekatan restoratif dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Anak sebagai pelaku seringkali masih diperlakukan dengan pendekatan retributif layaknya orang dewasa, sehingga mengabaikan prinsip perlindungan khusus dan kepentingan terbaik bagi anak. Permasalahan yang diangkat adalah (1) Bagaimana penerapan prinsip keadilan restoratif dalam pertanggungjawaban pidana anak pelaku pencurian? dan (2) Apa saja kendala yuridis yang menghambat pelaksanaan keadilan restoratif bagi anak di Indonesia? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam implementasi dan hambatan tersebut guna memberikan rekomendasi bagi penguatan sistem peradilan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi kasus. Analisis dilakukan secara kualitatif terhadap bahan hukum primer seperti UU SPPA dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta bahan hukum sekunder yang relevan (Wiyono, 2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan restoratif diimplementasikan melalui mekanisme diversi yang wajib diupayakan pada setiap tingkat pemeriksaan. Fokus utamanya adalah pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, bukan pada pembalasan (Zehr, 2002). Namun, pelaksanaannya masih terkendala oleh beberapa faktor hukum, seperti: batasan ancaman pidana untuk diversi, problematika status residivis pada anak, ketidakharmonisan pedoman teknis antar lembaga penegak hukum, keterbatasan kapasitas dan kuantitas fasilitator, serta budaya hukum masyarakat yang masih cenderung punitif. Disimpulkan bahwa pertanggungjawaban pidana anak secara restoratif memerlukan penguatan regulasi turunan yang harmonis dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di seluruh lini sistem peradilan pidana.
Eksistensi Visum Et Repertum pada Tahap Penyidikan dalam Mengungkap Tindak Pidana Perkosaan
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5772

Abstract

Kasus perkosaan yang dilaporkan kepada pihak kepolisian setelah waktu yang cukup lama sejak peristiwa terjadi sering kali menyebabkan tidak ditemukannya lagi tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Akibatnya, hasil pemeriksaan medis yang tertuang dalam visum et repertum akan berbeda dibandingkan dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan segera setelah kejadian. Hilangnya tanda-tanda kekerasan, yang merupakan salah satu unsur penting dalam pembuktian tindak pidana perkosaan, dapat menyebabkan hasil visum et repertum menjadi terbatas sebagai alat bukti. Menghadapi kondisi demikian, penyidik perlu melakukan langkah-langkah lanjutan untuk memperoleh kebenaran materiil dan mengungkap secara jelas tindak pidana perkosaan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peranan visum et repertum dalam tahap penyidikan untuk mengungkap kasus perkosaan, serta upaya yang ditempuh penyidik ketika hasil visum et repertum tidak mencantumkan adanya tanda kekerasan pada korban. Kajian ini menggunakan teori kepastian hukum dan metode penelitian hukum normatif. Keberadaan visum et repertum memiliki peran yang sangat penting dalam setiap proses penyidikan kasus perkosaan, karena menjadi salah satu alat bantu dalam mengungkap kebenaran. Namun, apabila hasil visum et repertum tidak memuat keterangan lengkap mengenai tanda-tanda kekerasan, penyidik akan melakukan berbagai tindakan tambahan untuk menemukan dan membuktikan unsur kekerasan atau ancaman kekerasan tersebut. Langkah-langkah tersebut meliputi pemeriksaan terhadap pelaku, saksi, dan korban untuk memperoleh keterangan yang lebih lengkap, penyitaan benda-benda yang dapat dijadikan barang bukti, terutama yang mengindikasikan adanya kekerasan terhadap korban, serta jika diperlukan, pemeriksaan langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Analisis Potensi Antimikroba Ekstrak Kunyit (Curcuma longa) terhadap Bakteri Patogen Usus di Desa Sobawagoli
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Januari: Inovasi : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v3i1.5774

Abstract

This study aims to analyze the antimicrobial potential of turmeric extract (Curcuma longa) against intestinal pathogenic bacteria in Sobawagoli Village, as well as to determine the utilization and perception of the community regarding the use of turmeric extract as a natural antimicrobial agent. The research method used was a case study with a descriptive qualitative approach through data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The results showed that most of the community in Sobawagoli Village had used turmeric as a traditional medicine to treat digestive disorders such as diarrhea, flatulence, and coughs. Turmeric is used in simple ways, such as boiling, grating, or squeezing to extract the juice. The curcumin and essential oil content in turmeric rhizomes are known to have antibacterial activity that can inhibit the growth of intestinal pathogens such as Escherichia coli and Shigella dysenteriae. The community has a positive perception of the effectiveness of turmeric as a natural medicine that is safe, easily available, and affordable. The results of this study confirm that the use of turmeric as an antimicrobial has a scientific basis as well as important local wisdom value that should be developed in traditional natural medicine.
Pengaruh Penggunaan Media Geoboard Dan Puzzle Terhadap Kemampuan Geometri Pada Anak Usia Dini di Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5783

Abstract

The purpose of this study was to determine the influence of geoboard and puzzle media on geometry skills in early childhood in Mersam District. The study was conducted at the Melati Integrated Early Childhood Education (PAUD) and An Nisa Early Childhood Education (PAUD) in Mersam District, Batanghari Regency. The study used a quantitative, quasi-experimental approach. Two target groups were compared: one group was given a specific treatment, and the other (the control group) was kept in a specific environment whose effects served as a comparison. The study yielded three conclusions: Geoboard media had an effect on children's geometry skills, with an average increase in scores after use of 51.98. Puzzle media had an effect on children's geometry skills, with an average increase in scores after use of 52.10. Geoboard and puzzle media simultaneously had an effect on children's geometry skills, with calculations in the Sig (Significant) column in the calculation table yielding a sig. 0.845, greater than the probability value of 0.05, or 0.845 > 0.05, indicating that the path analysis coefficient was significant. The study concluded that all three hypotheses were accepted, namely that there was an influence of the independent variables on the dependent variable, both partially and simultaneously. The implication of the study is that the use of geoboard and puzzle media can improve and influence geometry skills in early childhood in Mersam District, Batanghari Regency.
Pemanfaatan Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) dalam Mengatasi Mual, Nyeri Otot, dan Inflamasi Pada Penderita Flu
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei: Inovasi : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v2i2.5786

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of consuming red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) decoction in relieving flu symptoms, including nausea, muscle pain, and inflammation, as well as examining users' subjective experiences in the context of local wisdom-based health practices. The study was conducted using a true experimental randomized pretest-posttest control group design combined with a qualitative approach. Ten respondents who met the inclusion criteria were recruited and then randomized into a treatment group and a control group. The treatment group consumed red ginger decoction twice a day, while the control group did not receive any intervention. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and then analyzed thematically by comparing symptom scores before and after the intervention. The results showed that the treatment group experienced the most significant reduction in nausea intensity, followed by a reduction in muscle pain and inflammation, while the control group showed only minimal changes. The rapid response to nausea was an interesting finding that confirmed the potential of red ginger as a complementary therapy for flu. This study showed that the use of red ginger is not only effective in reducing symptoms but also easy to apply in a household context, thereby potentially strengthening efforts towards family health independence.
Dinamika Komunikasi Dialektis Istri dalam Krisis Relasi Pasca Perselingkuhan Suami
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5791

Abstract

Perselingkuhan rumah tangga sudah banyak ditemui di tengah masyarakat. Ketika perselingkuhan terjadi dalam suatu hubungan rumah tangga, langkah selanjutnya hanya terdapat dua pilihan, yaitu berpisah atau bertahan. Ketika pasangan memilih untuk bertahan, timbulnya kontradiksi pun tidak dapat terelakkan. Melalui pendekatan analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji komunikasi yang dilakukan istri dalam mengatasi kontradiksi yang muncul saat mempertahankan pernikahan pasca perselingkuhan suami. Data dikumpulkan melalui in-depth interview dengan istri yang memilih untuk tetap bertahan dalam pernikahan pasca perselingkuhan suami. Hasil penelitian mengungkapkan adanya adaptasi komunikatif yang beragam yang dilakukan istri dalam mengatasi kontradiksi terhadap keinginan, harapan, perasaan, serta pengelolaan perasaan. Pengelolaan kontradiksi yang dirasakan istri dilakukan baik dengan mengkomunikasikan perasaan istri kepada suami maupun dengan mengatasinya seorang diri tanpa menyampaikan perasaannya kepada suami.
Integrating Weekly Reflective Communication to Enhance Moral Ethics and Classroom Management Effectiveness
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5801

Abstract

The transition from elementary to junior high school is a crucial developmental stage characterized by emotional, social, and behavioral adjustments. Students often experience emotional instability, declining ethical awareness, and weakened communication skills, which negatively affect classroom dynamics. This study aims to examine the effectiveness of integrating weekly reflections with structured teacher–student communication as a strategy to enhance moral and ethical character while supporting effective classroom management. Using a mixed-methods design, data were collected through classroom observations, students’ weekly written reflections, and online questionnaires. Qualitative data were analyzed thematically to identify changes in behavior and attitudes, while quantitative data were analyzed descriptively to assess improvement patterns. The results indicate that consistent engagement in weekly reflections enhances students’ self-awareness, empathy, critical thinking, and self-regulation. Reflective communication between teachers and students also fosters mutual understanding, respect, and a harmonious classroom climate. This study confirms that integrating reflection and communication is effective in strengthening moral and ethical development and supports positive classroom management for students transitioning to junior high school.