cover
Contact Name
Febri Adi Prasetya
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6282135809779
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Perum. Bumi Pucanggading, Jln. Watunganten 1 No 1-6, Kelurahan Batursari, Mranggen , Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah, 59567
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan
ISSN : 28090403     EISSN : 28090268     DOI : 10.55606
Core Subject : Education,
Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial dan studi budaya. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan diterbitkan 3 kali setahun: Januari, Mei dan September. Silakan buat Artikel Template baru lalu kirimkan naskah Anda.
Articles 408 Documents
Analisis Pola Asuh Strict Parents terhadap Perilaku Berontak Mahasiswa
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i1.5668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pola asuh strict parents atau otoriter terhadap perilaku berontak pada mahasiswa berdasarkan teori Baumrind. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah mahasiswa yang memiliki latar belakang pengalaman diasuh dengan pola pengasuhan yang ketat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh strict parents ditandai dengan kontrol tinggi, aturan yang ketat, komunikasi satu arah, dan penggunaan hukuman sebagai bentuk pengendalian perilaku. Mahasiswa yang mengalami pola asuh tersebut cenderung merasa tertekan, kurang bebas mengekspresikan diri, dan menunjukkan perilaku berontak seperti berbohong, melanggar aturan kecil, atau bersikap pasif-agresif. Selain itu, hubungan emosional antara anak dan orang tua menjadi berjarak akibat minimnya kehangatan dan empati. Berdasarkan teori Baumrind, kondisi ini mencerminkan ciri khas pola asuh otoriter yang menekankan kepatuhan tanpa memberikan ruang negosiasi, sehingga berpotensi memunculkan konflik batin dan perilaku resistif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi orang tua dan pendidik untuk menerapkan pola asuh yang lebih seimbang antara disiplin dan kasih sayang guna membentuk hubungan sehat antara orang tua anak.
PENCURIAN DATA BERBENTUK DIGITAL MELALUI SISTEM ELEKTRONIK DI INDONESIA
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum dan penegakan hukum terhadap tindak pidana pencurian data digital di Indonesia, serta menelaah efektivitas perlindungan hukum bagi pemilik data pribadi dalam era digital. Penelitian menggunakan metode hukum normatif atau penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan yuridis normatif yang menelaah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier seperti peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta dokumen pendukung lainnya. Analisis dilakukan secara kualitatif, dengan menguraikan dan menafsirkan data secara logis dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum mengenai perlindungan data pribadi di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya penegakan hukum, keterbatasan sumber daya penegak hukum, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan data pribadi. Dalam kasus pencurian data elektronik (phishing), meskipun telah tersedia landasan hukum, proses pelacakan pelaku dan penindakan hukum masih belum optimal karena sifat kejahatan siber yang lintas batas. Pembahasan penelitian ini menegaskan bahwa perlindungan terhadap data pribadi membutuhkan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas lembaga penegak hukum, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri digital, dan masyarakat untuk menciptakan keamanan siber yang komprehensif.
Kerentanan Petani Padi dan Gerakan Penolakan Terhadap Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5687

Abstract

The expansion of oil palm plantations in close proximity to rice cultivation areas generates apprehension and concern regarding the well-being of paddy farmers in Rias Village. This condition further adds to the list of realities of vulnerability faced by the rice farmers there. This paper critically analyzes the forms of vulnerability and resistance movements demonstrated by Rias Village's paddy farmers against the expansion of oil palm plantations. This research employs a qualitative methodology utilizing a phenomenological approach. Data collection was executed through interviews, observations, literature reviews, and documentation. The findings of this study reveal that since the advent of oil palm expansion, the vulnerabilities experienced by paddy farmers have intensified across multiple dimensions: (1) Ecologically, manifested by an increase in the number and variety of pests detrimental to rice crops, and a reduction in the water availability within irrigation channels; (2) Economically, evident in the inflation of operational costs for paddy cultivation due to a heightened need for pesticides and pest control agents; and (3) Socially, characterized by a decline in trust (distrust) among farmers and farm laborers toward village and regional elites. Conversely, the form of resistance employed by the farmers against the pace of oil palm expansion utilizes a veiled or concealed resistance stance, which avoids direct acts of refusal in the presence of elite figures, instead employing cultural approaches and deliberation (consensus-building) with policymakers.
EFL Students’ Self-Directed Learning of Listening Comprehension Skill using YouTube Videos
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5701

Abstract

English has developed into a global language that is widely spoken and used as a second language in a number of countries. As a result, people recognize the importance of English fluency in all aspects of global communication. Technology advances at a breakneck pace in the twenty-first century. YouTube is Indonesia's second most popular social media platform. With YouTube's popularity, it has the potential to become a TELL product as a learning medium. Listening is a critical talent that everyone should acquire and practice. Listening is the process through which listeners process information obtained from visual and aural cues in order to identify what is happening and what the speakers are attempting to express (Rubin, 1995). This study investigated the impact of using YouTube on the listening skills of adult students of English as a foreign language in Bekasi, Indonesia. The findings of this study are based on observations of EFL students who are taught listening skills through the use of audio recordings and demonstrate a low level of motivation to learn. This study also looked into how YouTube can help EFL students become more motivated.
Analysis of Comparative Language Styles in the Poetry of Nias Songs
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): September: Inovasi : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v3i3.5702

Abstract

This study aims to describe and analyze the comparative figurative language found in Nias song lyrics. A qualitative approach was employed using content analysis on fifteen traditional Nias songs containing personification and simile. The results reveal that comparative figurative language plays a crucial role in enriching meaning and strengthening emotional expression. Personification endows nature, animals, and inanimate objects with human traits, creating a deep emotional connection between humans and their environment. Meanwhile, simile is used to emphasize meaning through vivid and imaginative comparisons, such as likening pain to a wound rubbed with salt or a lover’s departure to a leaf carried by the wind. These stylistic devices not only enhance poetic aesthetics but also reflect the cultural values, spirituality, and worldview of Nias society. Thus, Nias song lyrics function as a medium of aesthetic expression and a means of preserving local cultural identity.
PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA PELAKU PENGIRIMAN ANAK YANG DI EKSPLOITASI KE LUAR NEGERI (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 548/K/PID.SUS/2013)
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5709

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku pengiriman anak yang dieksploitasi ke luar negeri, khususnya berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 548/K/Pid.Sus/2013. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji ratio decidendi (pertimbangan hukum) hakim dalam menjatuhkan putusan serta kesesuaiannya dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa buku dan jurnal hukum, serta bahan hukum tersier berupa kamus dan ensiklopedia. Analisis dilakukan secara preskriptif analitis untuk menilai penerapan hukum terhadap fakta hukum dalam putusan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku pengiriman anak ke luar negeri yang menyebabkan anak tereksploitasi telah memenuhi unsur tindak pidana perdagangan orang sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UU No. 21 Tahun 2007. Mahkamah Agung menilai bahwa perbuatan terdakwa yang mengirim anak berusia 16 tahun ke luar negeri dengan dokumen palsu merupakan bentuk eksploitasi anak dan pelanggaran terhadap hukum. Oleh karena itu, terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan serta denda sebesar Rp120.000.000,00. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan hukum secara konsisten dan berkeadilan dalam melindungi anak dari kejahatan perdagangan orang.
Exploring EFL Teachers’ Experience Using Small Group Discussion in Reading Comprehension
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5719

Abstract

Studi ini mengeksplorasi pengalaman guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) dalam menerapkan diskusi kelompok kecil (SGD) untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa di SMP di Karawang, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan inkuiri naratif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan satu guru Bahasa Inggris yang berpengalaman dalam menerapkan SGD. Analisis tematik mengungkapkan beberapa temuan utama: (1) SGD meningkatkan keterlibatan dan kepercayaan diri siswa, (2) mendorong pembelajaran antarteman dan pemahaman teks secara kooperatif, (3) meningkatkan pemahaman melalui penciptaan makna kolaboratif, (4) menggeser peran guru dari instruktur menjadi fasilitator, dan (5) menghadirkan tantangan terkait ukuran kelas, keseimbangan partisipasi, dan penilaian. Para guru mengatasi tantangan ini dengan membentuk kelompok heterogen, menetapkan peran, dan mengintegrasikan evaluasi sejawat. Temuan ini mendukung gagasan bahwa SGD tidak hanya meningkatkan pemahaman membaca tetapi juga keterampilan komunikasi dan kerja sama tim. Studi ini menyimpulkan bahwa diskusi kelompok kecil, jika dirancang dan dipandu dengan cermat, dapat mendorong pembelajaran aktif dan meningkatkan hasil membaca EFL. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi SGD dalam konteks yang lebih luas dan mengembangkan strategi penilaian yang efektif untuk pembelajaran berbasis kelompok.
Pengaruh Media Ular Tangga Raksasa Terhadap Kemampuan Penjumlahan dan Pengurangan Anak Hambatan Intelektual di SLB Rela Bhakti 1 Gamping
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5738

Abstract

This study aims to determine the extent to which the giant snakes and ladders game media influences the ability to perform addition and subtraction among students with intellectual disabilities at SLB Rela Bhakti 1 Gamping. This research employed an experimental method with a one-group pre-test and post-test design. The subjects consisted of four second-grade students with mild intellectual disabilities, selected using a saturated sampling technique. Data were collected through mathematics skill tests administered before and after the implementation of learning activities using the giant snakes and ladders media. The data were analyzed using the Wilcoxon Sign Rank Test with SPSS version 27. The results indicated a significant improvement in students’ ability to perform addition and subtraction after learning with the giant snakes and ladders media. The use of this media created a fun learning atmosphere, enhanced students’ focus and participation, and helped them understand mathematical concepts more concretely. Therefore, it can be concluded that the giant snakes and ladders game media has a positive effect on improving the arithmetic skills of students with mild intellectual disabilities, particularly in addition and subtraction operations, and can serve as an interesting and adaptive alternative learning media for students with special needs.
MALADMINISTRASI DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5741

Abstract

Maladministrasi merupakan perilaku atau perbuatan melawan hukum dan etika dalam proses administrasi pelayanan publik. Berbicara tentang Maladministrasi tentu erat kaitannya dengan UU No.30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, UU No.25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik serta UU No.37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Ombudsman dalam mencegah Maladministrasi serta penegakan Hukum terhadap Penyelenggara Negara yang melakukan Maladministrasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Hukum Normatif, yaitu pendekatan undang-undang dan pendekatan sejarah. Peraturan Ombudsman Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2019 memberikan ketentuan tentang pencegahan Maladministrasi yaitu dilakukan dengan tahap deteksi, analisis dan perlakuan pelaksanaan saran. Untuk proses penegakan hukum terhadap tindakan Maladministrasi dapat dilakukan melalui peradilan (litigasi) maupun melalui lembaga pengawas (nonlitigasi).
Penegakan Hukum Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 Terhadap Kasus Perizinan Pembukaan Tambang di Pulau Kecil Raja Ampat
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.5756

Abstract

Abstrak : Memperoleh izin usaha pertambangan merupakan persyaratan hukum yang harus dipenuhi untuk memastikan bahwa semua proses yang dilakukan di dalam pertambangan mematuhi persyaratan dan tidak melanggar standar pertambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mensinkronisasi konsistensi Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 dan faktor-faktor penghambat penerapannya, khususnya terkait pembukaan tambang terhadap lingkungan. Penelitian ini mengkaji Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 dan penerapannya sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan pendekatan undang-undang, dan berbagai sumber sekunder, temuan penelitian ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan, dan otorisasi penguatan regulasi dan penegakan hukum dengan tetap berpegang pada prinsip penghentian.