Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam is a peer reviewed journal published by Hellow Pustaka Publisher in collaboration with Sekolah Tinggi ilmu Tarbiyah (STIT) Misbahudin Ahmad and PT Birendra Research and Survey. This journal focuses on the learning process and Islamic education, both in terms of models, concepts, products, media, facilities, environmental conditions, and various things that are relevant to learning and education. Scope, Management of Islamic Education, Islamic Learning Models, Islamic Learning Concepts, Islamic Learning Support Products, Islamic Learning Media, Islamic Infrastructure Facilities and Facilities, School Environment Conditions, Islamic Family Education, and Community Education.
Articles
23 Documents
Konsep Belajar Full Day School pada Jenjang Pendidikan Dasar Studi Masyarakat Desa Latukan Lamongan
Muhammad Zakki Multazam;
Ziyadatur Rohmah
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61166/jippp.v2i1.12
Model pendidikan Full Day School menjadi salah satu pendekatan strategis dalam upaya membentuk karakter religius peserta didik secara menyeluruh. Sistem ini memungkinkan integrasi antara pembelajaran akademik dan pembinaan keagamaan dalam kurikulum dan aktivitas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan terpadu (integrated curriculum dan integrated activity) terhadap pembentukan karakter religius peserta didik di sekolah Islam berbasis Full Day School. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan terpadu sangat efektif dalam membentuk karakter religius siswa, yang tercermin dari peningkatan kesadaran beragama, perilaku jujur, disiplin, dan tanggung jawab. Keberhasilan pendekatan ini dipengaruhi oleh peran guru sebagai teladan, dukungan manajemen sekolah, keterlibatan orang tua, serta konsistensi pelaksanaan kegiatan berbasis nilai Islam dalam seluruh aspek pembelajaran.
Pola Dakwah Modern dengan Musik di TPQ Al Wasiyah Campurdarat Tulungagung
Nur Rifdah
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61166/jippp.v2i1.13
Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki tantangan dalam menyampaikan ajaran Islam secara kontekstual dan menarik, khususnya kepada generasi muda. Salah satu pendekatan inovatif yang digunakan adalah melalui media musik, seperti marching band, yang diterapkan di TPQ Al Wasiyah, Desa Tanggung, Campurdarat, Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola dakwah modern dengan media musik dalam meningkatkan minat dan partisipasi santri. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marching band mampu menjadi sarana dakwah yang efektif karena tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Kegiatan ini meningkatkan antusiasme santri dalam pembelajaran agama dan menjadikan TPQ lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media kreatif seperti marching band dapat memperkuat pendidikan keagamaan dan menjadi pola dakwah yang relevan di era modern.
Menemukan Tuhan dalam Kesederhanaan: Nilai Pendidikan dan Refleksi Spiritual dari Semangkuk Mie Ayam
Azzah Nur Fauziyyah;
Declan Mohammad Alifi;
Mochammad Sinung Restendy;
Adin Novitasari
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61166/jippp.v2i2.16
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kontradiksi antara formalitas beragama dan esensi spiritualitas di era modern, di mana agama sering kali hanya menjadi identitas tanpa moralitas atau ditinggalkan karena dominasi rasionalitas dan skeptisisme ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dalam menemukan tuhan dalam kesederhanaan: refleksi spiritual dari semangkuk mie ayam. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang menelaah berbagai sumber pustaka serta menggunakan analisis konten terhadap pengalaman fenomenologis sebagai media refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran akan Tuhan dan keimanan dapat ditemukan melalui kontemplasi terhadap hal-hal sederhana, seperti analogi semangkuk mie ayam yang merepresentasikan keteraturan sistem ciptaan Tuhan melalui perpaduan rasa dan syukur.
Berijtihad dan Spirit Islam di Kampus Babarsari
Fikri Aqilah Syarif;
Mochammad Sinung Restendy;
Adin Novitasari;
Latif Syaipudin
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61166/jippp.v2i2.17
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi konsep ijtihad dan spirit Islam dalam menjawab tantangan modernitas di lingkungan akademik, khususnya di Kampus Babarsari UPN "Veteran" Yogyakarta. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana nilai-nilai dasar Islam yang bersifat tetap dapat beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi partisipatif dan studi literatur yang menelaah pemikiran tokoh hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ijtihad berfungsi sebagai metode adaptasi teknologi dan sosial, seperti dalam penggunaan platform digital untuk pembelajaran dan respons terhadap kesetaraan gender. Sementara itu, spirit Islam termanifestasi dalam praktik disiplin ibadah dan manajemen diri mahasiswa.
Hubungan antara Tuhan, Iman, Ibadah, dan Spritualitas Sosial
Zulkifli Rahman Noor;
Mochammad Sinung Restendy
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61166/jippp.v2i2.18
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan logika manusia dalam menjangkau hakikat ketuhanan secara rasional, yang sering kali menimbulkan keraguan eksistensial di tengah dinamika kehidupan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara iman, spiritualitas, dan dimensi sosial sebagai fondasi moral yang menuntun manusia pada kedamaian batin dan keteraturan hidup. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang mengkaji teks suci Al-Qur'an (Surat Al-Baqarah: 285) serta pemikiran intelektual muslim seperti Ahmad Syafii Maarif, Abu Muslim, dan Syaipudin (2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa iman merupakan inti keberagamaan yang menjawab keterbatasan akal melalui kepercayaan total kepada Tuhan.
Agama Sebagai Kompas Kehidupan di Era Globalisasi
Karya Muhammad Ardiansyah;
Unzila Pradapa Raspinilih;
Pambayun Keiko Aamira
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61166/jippp.v2i2.19
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh derasnya arus globalisasi yang didorong oleh kemajuan teknologi digital, yang selain membuka akses pengetahuan, juga menghadirkan tantangan serius berupa sekularisasi, relativisme moral, dan krisis identitas spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran agama sebagai kompas kehidupan dan fondasi moral yang stabil bagi masyarakat modern dalam menghadapi kompleksitas perubahan global. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang mengkaji berbagai literatur mengenai dampak globalisasi, peran sosiologis agama, dan adaptasi teknologi dalam praktik keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama tidak bertentangan dengan globalisasi; sebaliknya, keduanya dapat bersinergi di mana teknologi menjadi sarana penguatan solidaritas umat, sementara agama memberikan arah etis (seperti kejujuran dan keadilan) agar manusia tidak kehilangan martabat kemanusiaannya.
Moderasi Beragama di Toraja pada Era Digital
Maharani Mantika Nailah;
Adinda Ajeng Jannatunnaim
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61166/jippp.v2i2.20
Penelitian ini mengkaji pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat multikultural di Tana Toraja pada era digital. Indonesia, sebagai bangsa yang majemuk, menghadapi tantangan besar dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah arus globalisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana moderasi beragama dapat menumbuhkan sikap toleransi dan kesatuan, serta mengeksplorasi peran teknologi digital sebagai instrumen penguat harmoni sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dengan menelaah berbagai literatur, artikel ilmiah, dan esai terkait, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan teknologi digital memberikan peluang besar bagi penyebaran nilai-nilai moderasi melalui konten edukatif, diskusi daring, dan literasi keagamaan digital. Di Tana Toraja, pemanfaatan platform digital menjadi kunci untuk memperkenalkan kearifan lokal serta mempererat persaudaraan lintas agama.
Tangkal Korupsi Dengan Kejujuran dan Profesionalitas dalam Prespektif Islam
Muhammad Yusuf Yuda Pratama;
Nazarwa Ayu Hapsari;
Adawia Bunga Shabina
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61166/jippp.v2i2.21
Di era globalisasi yang kompleks, korupsi menjadi tantangan moral yang menggerogoti integritas bangsa. Islam sebagai kompas moral menawarkan nilai-nilai fundamental untuk mengatasi fenomena ini melalui penguatan karakter individu dan profesionalisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kejujuran (ṣidq) dan profesionalitas dalam perspektif Islam sebagai instrumen utama dalam menangkal praktik korupsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Jenis penelitian adalah studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap berbagai literatur, hadis, dan ayat Al-Qur’an yang relevan dengan tema spiritualitas, kejujuran, dan etika kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran dalam Islam mencakup tiga aspek: ucapan, perbuatan, dan niat. Integritas Rasulullah SAW sebagai Al-Amin menjadi model universal dalam membangun kepercayaan publik. Profesionalisme dalam Islam (itqan) tidak hanya menekankan pada kompetensi teknis, tetapi juga pada amanah dan tanggung jawab moral bahwa pekerjaan adalah bentuk ibadah. Kejujuran berfungsi sebagai benteng spiritual yang menciptakan kesadaran akan pengawasan Ilahi (muraqabah), sehingga mencegah penyimpangan seperti suap (risywah) dan penggelapan (ghulul). Kejujuran dan profesionalisme merupakan fondasi utama pemberantasan korupsi. Dampaknya mencakup dimensi spiritual (ketenangan batin), sosial (kepercayaan masyarakat), dan hukum (tata kelola yang transparan). Selain itu, di tengah masyarakat multikultural, penguatan nilai-nilai ini yang dipadukan dengan moderasi beragama berbasis teknologi digital menjadi kunci untuk membangun karakter bangsa yang berintegritas dan harmonis.
Kontradiksi Pendidikan Dasar di Era Digital dan Periode 1990-an
Latif Syaipudin;
Idah Nurfajriya Awwalin
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61166/jippp.v2i2.22
Dunia pendidikan dasar mengalami transformasi paradigma yang radikal, beralih dari metode konvensional berbasis cetak pada periode 1990-an menuju ekosistem digital yang serba instan di masa kini. Perubahan ini menciptakan kontradiksi dalam metodologi, interaksi sosial, hingga ketahanan mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma pendidikan dasar dan mengeksplorasi peran agama serta moralitas sebagai navigasi etis (kompas moral) bagi siswa dan guru di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Jenis penelitian adalah studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap literatur sejarah pendidikan, psikologi perkembangan, dan dampak teknologi terhadap spiritualitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa era 1990-an unggul dalam membangun ketahanan mental dan kedalaman konsentrasi melalui keterbatasan akses, sementara era digital unggul dalam efisiensi informasi namun berisiko pada penurunan rentang perhatian (attention span). Transformasi peran guru dari otoritas tunggal menjadi fasilitator menuntut profesionalisme yang menggabungkan literasi IT dengan integritas moral. Tantangan utama era digital adalah "jihad" melawan distraksi algoritma, di mana nilai kejujuran (shidq) menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas karakter. Harmonisasi antara efisiensi teknologi digital dan nilai-nilai ketekunan tradisional merupakan kunci pendidikan dasar masa depan. Agama berfungsi sebagai kompas moral yang menjaga identitas spiritual siswa agar tetap kokoh secara integritas di tengah kebisingan arus informasi global.
Dari Madzab Klasik Menuju Madzab Google Studi Kasus Generasi Z di MA Matholi’ul Anwar Lamongan dan SMAN 2 Lamongan
Abdulloh Faqih
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61166/jippp.v3i1.23
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 -2021 ini mengangkat fenomena pergeseran nalar fikih offline menuju nalar fikih online generasi Z di MA “Matholi’ul Anwar” Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan dalam mencari dalil atas berbagai masalah kehidupan mereka yang semakin komplek dan baru, namun disisi lain ada dunia digital yang menyediakan informasi tentang hukum islam (fikih) yang lengkap, mudah dan murah namun banyak resiko jika keterampilan bernalar digitalnya kurang memadai. Dengan latar belakang kenyataan ini, pertanyaan yang harus diajukan adalah: Mengapa terjadi proses pergeseran nalar fikih offline menuju nalar fikih online pada Generasi Z? Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi multisitus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi Temuan penelitian menunjukkan, bahwa, pergeseran terjadi karena Generasi Z ini merupakan digital natives atau penutur asli teknologi digital, sehingga lebih menyukai memanfaatkan internet dalam mencari jawaban dan memahami fikih dari pada membaca dan bertanya kepada guru dengan alasan lebih privasi, efektif dan efisien. Inilah generasi madzab google yang pertama dan sesungguhnya dalam tradisi hukum Islam.