cover
Contact Name
Sheila Ayu Pratama
Contact Email
sheilapratama@unesa.ac.id
Phone
+6282336424221
Journal Mail Official
jkptbunesa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : 31090893     DOI : https://doi.org/10.26740
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan (JKPTB) promotes research in the broad field of Education Research and Technology (including such disciplines as Building Engineering Education, Vocational Education, etc.) with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. Contributions are expected from senior researchers, project managers, research administrators and undergraduate/postgraduate students at advanced stages of their research, representing both public organizations and private industry. Equally, the journal if intended for scholars and students, reseachers working at research organizations and government agencies, and also for enterprises undertaking applied R&D to lead innovations. The editorial contents and elements that comprise the journal include: Theoretical articles Empirical studies Practice-oriented papers Case studies Review of papers, books, and resources. As far as the criteria for evaluating and accepting submissions is concerned, a rigorous review process will be used. Submitted papers will, prior to the formal review, be screened so as to ensure their suitability and adequacy to the journal. In addition, an initial quality control will be performed, so as to ensure matters such as language, style of references and others, comply with the journal´s style. The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Vocational and Building Engineering Educational field. Teaching and learning in building engineering and civil engineering education Evaluation, assessment, and certification in building engineering and civil engineering education, human resources management in civil engineering and building engineering education Vocational resources in building engineering and civil engineering education Policy and contemporary issues in building engineering and civil engineering education Other things related to Building Engineering and Civil Engineering Education
Articles 548 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PRACTICE REHEARSAL PAIRS DENGAN AUTOCAD 3D PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR DENGAN PERANGKAT LUNAK DI SMKN 2 SURABAYA DWI SEPTIAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i1.19019

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah siswa XI GB SMKN 2 Surabaya kurang aktif dalam pembelajaran, siswa malu bertanya kepada guru dan siswa yang belum bisa membayangkan bentuk bangunan yang akan digambar karena kurangnya media pendukung yang digunakan untuk memvisiualkan bentuk sebenarnya dari bagian bangunan yang akan digambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata hasil belajar setelah menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCad 3D. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan desain penelitian One-Shot Case Study. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI GB 2 yang mendapat perlakuan menggunakan Model Pembelajatan Kooperatif Tipe Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCad 3D. Instrumen penelitian adalah tes hasil belajar psikomotorik. Hasil penelitian ini adalah rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan Model Pembelajatan Kooperatif Tipe Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCad 3D lebih besar dari 80. Hasil belajar menggunakan Model Pembelajatan Kooperatif Tipe Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCad 3D menunjukkan nilai rata-rata kelas sebesar 83,14. Analisis uji hipotesis menghasilkan nilai t hitung > nilai t tabel, yaitu 8,85 > 1,697; yang berarti Ho ditolak sedangkan Ha diterima. Jadi, rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan Model Pembelajatan Kooperatif Tipe Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCad 3D lebih besar (>) dari 80. Kata Kunci: Praktek berpasangan, AutoCad 3D, Menggambar dengan Perangkat Lunak Abstract The background of this research is the students class XI GB SMKN 2 Surabaya are active in learning, students embarrassed to ask the teacher and students can not imagine the shape of building to be drawn due to less supporting media to describe the actual shape of building will be drawn. Purpose research is determine the average results study after use cooperative learning model type practice rehearsal pairs with AutoCAD 3D. Research used is pre-experimental design with research design one-shot case study. Sample in this study is class XI GB 2 were treated using cooperative learning model type practice rehearsal pairs with AutoCAD 3d. instruments research is psycomotor test. Research results determine the average study results after use cooperative learning model type practice rehearsal pairs with AutoCAD 3D bigger than 80. Results of study using cooperative learning model type practice Hrehearsal pairs with AutoCAD 3D shows the average value class of 83,14. Hypothesis test analysis result in the value of t calculate > t table, that is 8,85 > 1,697; which means Ho rejected while ha accepted means that the average student learning outcomes after using Cooperative Learning Model Type Practice Rehearsal Pairs with AutoCAD 3D greater (>) than 80. Keywords: Practice Rehearsal Pairs, AutoCad 3D, Drawing With Software
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN JOBSHEET PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN PADA SISWA KELAS XI TGB DI SMKN 2 SURABAYA KAMIRURIANSAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i1.19045

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pendapat sebagian besar siswa SMK bidang TGB pada umumnya yang menganggap bahwa gambar itu sulit dan membingungkan karena penuh dengan aturan-aturan dan konsep. Hal ini menjadikan siswa pasif dalam pembelajaran dan hasil belajarnya kurang baik. Kepasifan itu salah satunya dikarenakan metode pembelajaran yang digunakan guru bersifat monoton. Pada saat belajar mengajar guru sering menggunakan metode ceramah dengan menampilkan gambar di LCD, kemudian siswa disuruh menggambar dari apa yang telah ditampilkan guru di LCD. Guru hendaknya menggunakan media pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat lebih mengerti terkait materi pelajaran yang diajarkan. Terkait dengan observasi di atas dan permasalahan-permasalahan yang ditemukan di SMKN 2 Surabaya, maka untuk mengatasi masalah-masalah tersebut pembelajaran menggunakan media pembelajaran jobsheet perlu diterapkan agar siswa dapat mendalami materi yang diajarkan serta memudahkan siswa dalam proses menggambar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri atas 3 siklus dari 4 tahapan : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Teknik Gambar Bangunan 1 Program Keahlian Bangunan SMK Negeri 2 Surabaya Tahun Ajaran 2016/2017. Hasil penelitian telah diperoleh media pembelajaran jobsheet, yang oleh validator dinilai 91%. Proses pembelajaran terlaksana dengan baik (siklus I skor 80%, siklus II 87% dan siklus III 95%). Siswa aktif dalam mengikuti pelajaran dan semakin lama semakin aktif dengan memperoleh skor siklus I 77%, siklus II 87% dan siklus III 89%. Hasil belajar juga mengalami peningkatan pada siklus I siswa mendapat rata-rata 77,13, siklus II 82,55 dan siklus III 86,40. Ditinjau dari ketuntasan belajar (≥70) mengalami perbaikan pada siklus I 86,67%, siklus II 93,10% dan siklus III 96,67%. Kata Kunci : Gambar Konstruksi bangunan, Model MPL, Jobsheet, Penelitian Tindakan Kelas, Hasil Belajar. Abstract This research is motivated by the opinion of the majority of vocational students TGB field generally consider that it is difficult and confusing picture because it is filled with rules and concepts. It makes passive students in learning and learning outcomes are less good. Passivity was one of them because the teaching methods used by teachers monotonous. At the time of learning and teaching teachers often use the lecture method to display images on the LCD, then the students were told to draw from what has been displayed on the LCD teachers. Teachers should use instructional media involving active students in the learning process, so that students can better understand the related material taught. Related to the above observations and problems found in SMK State 2 Surabaya, then to overcome these problems using instructional media jobsheet learning need to be implemented so that students can explore the material being taught and facilitate students in the process of drawing. The reaserch method is the model of Action Reaserch (PTK) consist of 3 cycles of four phases : planning, imolementation stage, the stage of observation and reflection stages. The target in this study is a class XI student of Architecture Engineering Building Skils Program 1 SMK State 2 Surabaya Academic Year 2016/2017. The results have been obtained jobsheet instructional media, the validator rated 91%. The learing process is done well ( cycle I score of 80%, 87% the second cycle and the third cycle 95%). Students are active in following the lesson and have become increasingly active to obtain a score of 77% the first cycle, the second cycle 87% and 89% the third cycle. Learning outcomes also increased in the first cycle of students received an average of 77.13, second cycle 82,55 and third cycle 86,40. Judging from mastery learning (≥70) to improve during the first cycle of 86.67%, 93.10% second cycle and third cycle 96,67%. Keywords : Image Building, Model MPL, Jobsheet, Classroom Action Reaserch, Learning Outcome.
PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) DAN MATA PELAJARAN MENGGAMBAR PERANGKAT LUNAK TERHADAP KESIAPAN MENGHADAPI DUNIA KERJA DRAFTER SISWA JURUSAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DI SMK NEGERI 5 SURABAYA RESTUTI RAHMAH IRSANI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i1.19200

Abstract

Kerja dalam bidang drafter adalah salah satu pekerjaan yang diniminati siswa SMK Negeri 5 Surabaya. SMK sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah yang bertujuan untuk menghasilkan tamatan yang memiliki pengetahuan, sikap dan akhlak mulia serta kompetensi yang berstandar nasional dan global sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan nyata pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian ini bersifat regresi yang bertujuan untuk mencari kuatnya atau besarnya pengaruh antara Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) dan Menggambar Perangkat Lunak sebagai variabel independen terhadap Kesiapan menghadapi dunia Kerja sebagai variabel dependen di SMK Negeri 5 Surabaya. Waktu dan tempat penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XIII jurusan bangunan bidang keahlian teknik gambar bangunan tahun ajaran 2014/2015 SMK Negeri 5 Surabaya dengan jumlah sampel 41 siswa dari 84 populasi yang ada. Hasil analisis uji regresi hasil PRAKERIN terhadap nilai Kesiapan Kerja adalah sebesar 0,026 yang dapat dilihat dari persamaan regresi ganda sebagai berikut: Y= 68,786 + 0,026X1 + 0,213X2, dimana Y sebagai Variabel kesiapan kerja dan X1 sebagai variabel nilai prakerin. Pengaruh hasil belajar mata pelejaran menggambar dengan perangkat lunak terhadap Kesiapan Kerja adalah sebesar 0,213 yang dapat dilihat dari persamaan regresi ganda sebagai berikut: Y= 68,786 + 0,026X1 + 0,213X2, di mana Y sebagai variabel Kesiapan Kerja dan X2 sebagai variabel hasil belajar mata pelajaran menggambar dengan perangkat lunak. Variabel hasil belajar mata pelajaran menggambar perangkat lunak (X2) dan nilai PRAKERIN (X1) dapat mempengaruhi nilai Kesiapan Kerja Drafter (Y) sebesar 8,7% Kata Kunci: Hasil Belajar Mata Pelajaran Menggambar Perangkat Lunak, Regresi, Nilai Praktik Kerja Industri, Kesiapan Kerja Drafter Abstract Work in the field of drafter is one of favorit students state vocational schools 5 Surabaya. SMK as an institution level educational medium was intended to produce tamatan who has knowledge, attitudes and attitude noble and competence standard national and global so that needs to be improved its quality in various activities of relevance to the real needs of to the community. This research used a quantitative approach . Design regression this research is aiming to find strong or how major between variables , in the influence of work practices industry ( prakerin ) and drawing software to be independent variable to better prepare for the world of work as variable dependent on state 5 surabaya .Time and place the study is done at a student xiii of the fields of expertise technique picture a building academic year 2014 / 2015 state 5 surabaya the 41 students from 84 population that is. The analysis regression prakerin test results on the readiness employment is worth 0,026 that can be seen from the regression equation double as follows: y = 68,786 + 0,026x1 + 0,213x2 , where he as variable readiness of work and x1 as variable prakerin value .The study results pelejaran draw with the software against readiness employment is worth 0,213 that can be seen from the regression equation double as follows: y = 68,786 + 0,026x1 + 0,213x2 , where he as variable readiness of work and x2 as variable study results subjects draw with software .The study results subjects drawing software ( x2 ) and value prakerin ( x1 ) can affect the readiness work drafter ( y ) of 8,7 %. Keywords: study results subjects drawing software , regression , the work practices industry , readiness drafter work
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA KOMPETENSI DASAR MERANCANG KONSTRUKSI TANGGA    MAIDAR
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i1.19202

Abstract

Berdasarkan wawancara dengan siswa kelas XI TGB 1 permasalahan yang terjadi antara lain siswa hanya mendengarkan penjelasan guru tanpa menghubungkan apa yang dipelajari dengan bagaimana penerapannya di lapangan, siswa kurang memperhatikan apa yang dijelaskan guru, metode yang digunakan guru masih bersifat pembelajaran langsung, siswa kurang dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran, maka diperlukan penyelesaian yang tepat dengan mengimplementasikan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran CTL pada kompetensi dasar merancang konstruksi tangga kelas XI TGB 1, 2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada kompetensi dasar merancang konstruksi tangga, 3) untuk mengetahui respon siswa dengan menggunakan model pembelajaran pada kompetensi dasar merancang konstruksi tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di SMK Negeri 1 Kemlagi Mojokerto. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI TGB 1 sebanyak 28 siswa, data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen adalah lembar validasi perangkat, lembar observasi, tes dan respon siswa. Teknik pengambilan data yang digunakan 1) lembar observasi, 2) tes siklus, 3) angket respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian 1) analisa validasi perangkat pembelajaran, 2) analisa keterlaksanaan model pembelajaran CTL, 3) analisa tes hasil belajar siswa, 4) analisa angket respon siswa. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat peningkatan keterlaksanaan model pembelajaran CTL pada kegiatan guru mengajar. Dalam Kunandar (2010:235) aspek penilaian terdiri dari 4 (empat) dengan masing-masing kategori yaitu: 1 (Kurang Baik), 2 (Cukup), 3 (Baik), 4 (Sangat Baik). Pada siklus I memperoleh hasil 2,39 termasuk dalam kategori Cukup, hasil yang diperoleh pada siklus II terdapat peningkatan dari siklus I yaitu 3,84 termasuk kategori Sangat Baik. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I yang tuntas sebanyak 9 siswa atau sebesar 32,14% dan meningkat pada siklus II sebanyak 26 siswa atau sebesar 92,86%. Hasil angket respon siswa memperoleh nilai tertinggi sebesar 85,7% atau 24 siswa yang menyatakan setuju dengan model pembelajaran CTL, sedangkan nilai terendah sebesar 72,5% atau 20 siswa yang menyatakan model pembelajaran CTL tidak menyenangkan pada mata pelajaran konstruksi tangga. Kata Kunci : Contextual Teaching and Learning (CTL), Hasil Belajar Siswa, Respon Siswa Abstract Based on interviews with students of class XI TGB 1 SMK Negeri Kemlagi Mojokerto, the problems that occur include students only listen to the teacher without explanation what is learned by how the application in the field, students pay less attention to what the teacher explained, students are less involved in learning activities, then Proper completion is required by implementing Contextual Teaching and Learning (CTL) learning models to improve student learning outcomes. The purpose of this research is to 1) to know the implementation of CTL learning model on the basic competence to design the construction of class ladder XI TGB 1, 2) to know the improvement of student learning outcomes by using CTL learning model on basic competence to design the ladder construction, 3) to know the student response by using Learning model on the basic competence of designing stair construction. The type of research used is Classroom Action Research (CAR) conducted in SMK Negeri 1 Kemlagi Mojokerto. The subjects of this research are students of class XI TGB 1 as many as 28 students, the data collected by using instrument is device validation sheet, observation sheet, test and student response. Data collection techniques used were observation sheets, cycle tests and student response questionnaires. Data analysis technique used in the research 1) learning device validation analysis, 2) analysis of learning model implementation of CTL, 3) analysis of student learning result test, 4) student response questionnaire analysis. The result of this research is increasing the implementation of CTL learning model in teaching teacher activity. In Kunandar (2010: 235) assessment aspect consists of 4 (four) with each category namely: 1 (Less Good), 2 (Enough), 3 (Good), 4 (Very Good). In the first cycle I get 2.39 results included in the category Enough, the results obtained in cycle II there is an increase from cycle I ie 3.84 including the category of Very Good. While the students' learning outcomes in the complete cycle I of 9 students or 32.14% and increased in cycle II as many as 26 students or equal to 92.86%. Result of questionnaire of student response get highest score equal to 85,7% or 24 student expressing agree with learning model of CTL, whereas lowest score equal to 72,5% or 20 student expressing CTL learning model is not fun on ladder construction subject Keywords: Coontextual Teaching and Learning, Student Learning Outcomes, Student Response
PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS X TGB SMK NEGERI 2 KRAKSAAN SARAH SALAMAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i1.19255

Abstract

Active Knowledge Sharing merupakan model pembelajaran aktif yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam aspek kognitif. Active Knowledge Sharing merupakan strategi yang menekankan siswa untuk saling berbagi dan membantu dalam menyelesaikan pertanyaan yang diberikan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Active Knowledge Sharing pada mata pelajaran konstruksi bangunan kelas X TGB di SMK Negeri 2 Kraksaan. Model pembelajaran active knowledge sharing ini merupakan model pembelajaran team atau kelompok belajar yang dibentuk secara homogen, dimana pembentukan kelompok belajar dibentuk oleh guru mata pelajaran konstruksi bangunan dan pembelajaran ini diterapkan agar peserta didik terbiasa saling tukar pendapat atau berbagi pengetahuan dengan temannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre experimental dengan bentuk one shot case study. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Kraksaan kelas X Teknik Gambar Bangunan dengan jumlah 32 siswa pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode angket yang berupa lembaran-lembaran validasi yang akan divalidasi langsung oleh para ahli, yaitu Dosen Teknik Sipil UNESA dan Guru dari SMK Negeri 2 Kraksaan. Metode observasi yaitu berupa data keterlaksanaan setiap tahapan model pembelajaran Active Knowledge Sharing, sedangkan metode tes (posttest) dilakukan setelah diberikannya treatment atau setelah mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran Active Knowledge Sharing. Hasil penelitian pelaksanaan model pembelajaran Active Knowledge Sharing terdiri dari: 1) Kelayakan perangkat pembelajaran dengan presentase sebesar 87,91% dinyatakan sangat baik dan layak untuk digunakan. 2) Keterlaksanaan model pembelajaran dengan presentase 83,24% dinyatakan sangat baik dan layak untuk digunakan. 3) Hasil belajar siswa dengan rata-rata 85,81 dengan standar ketuntasan minimum (KKM) yaitu 75. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis data diatas, bahwa pelaksanaan model pembelajaran Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan memenuhi target ketuntasan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Active Knowledge Sharing, Kelayakan, Keterlaksanaan, Hasil Belajar Abstract Active knowledge sharing are learning model active aimed at increasing of student competency in the aspect of cognitive. Active knowledge sharing are the strategy that emphasizes students to share and help in resolving questions given. This study is to find study results students use learning model active knowledge sharing on the subjects of the construction of buildings class X TGB in state vocational schools 2 Kraksaan. Learning model active knowledge sharing this is learning model team or study group formed in homogeneous, where the formation of study group formed by subject teachers the construction of buildings and learning is applied that participants students used to exchange opinion or share knowledge with his friend. The research is the kind of research experimental pretax with the shape of one shot case study. The study is done in vocational school 2 Kraksaan technique class X TGB with the number of 32 in the first half of students completed the school year 2016/2017. And the data in this report is written with a method of poll in the form of validation pages of which will be validated directly by the experts, namely a lecturer of civil engineering UNESA and teachers from vocational school Kraksaan 2. A method of observation namely in the form of feasibility each stage of the kind of classroom active knowledge sharing, while a method of a test (posttest) should be conducted after he gave treatment or after getting learning with kind of classroom active knowledge sharing . The results of research the implementation of the kind of classroom active knowledge sharing consisting of: 1) learning the worthiness of the device with the percentage of 87,91% expressed very good and useful for the used, 2) feasibility kind of classroom with the percentage 83,24% expressed very good and useful for the used, 3) learning outcomes students with an average 85,81 with a standard minimum ketuntasan (KKM) of a 75. A conclusion that may be drawn from the analysis data on , that the implementation of learning model active knowledge sharing can improve learning outcomes students and improve the study results ketuntasan student. Keywords: Model Active Knowledge Sharing, The Worthiness, Implemented, The Test Results
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN HANDOUT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN TEORI KESEIMBANGAN DI SMKN 1 KEMLAGI MOJOKERTO RAHMAT JAMIL
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i2.19692

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan di SMKN 1 Kemlagi Mojokerto ini didasari atas rendahnya hasil belajar siswa kelas X pada kompetensi dasar menerapkan teori keseimbangan. Ketuntasan kelas hanya 45% atau 14 siswa dari 31 siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 75, artinya ada 17 siswa yang belum tuntas atau sebesar 55%. Hal tersebut disebabkan oleh model pembelajaran yang digunakan guru selalu menggunakan model pembelajaran konvensional dengan pembelajaran satu arah, sehingga aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) berpusat pada guru (teacher centered). Untuk itu, dalam menyikapi masalah tersebut perlu dilakukan penelitian dengan model pembelajaran think pair share (TPS) dengan handout yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui kegiatan mengajar guru dengan menerapkan model pembelajaran think pair share dengan handout (2) Mengetahui kegiatan belajar siswa pada saat mengimplementasikan model pembelajaran think pair share dengan handout (3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan mengimplementasikan model pembelajaran think pair share dengan handout. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMKN 1 Kemlagi Mojokerto pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TGB 1 yang berjumlah 31 siswa. Data dalam penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar siswa dan pengamatan keterlaksanaan model pembelajaran think pair share. sumber data dalam penelitian diperoleh dari teman sejawat, prosedur penelitian berbentuk siklus meliputi beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan refleksi. Teknik pengunpulan data menggunakan metode tes dan metode pengamatan, teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis validasi perangkat pembelajaran, analisis keterlaksanaan model pembelajaran think pair share, analisis hasil belajar siswa dan analisis ketuntasan belajar klasikal. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut, (a) hasil validasi silabus mencapai 81% dengan kriteria sangat valid, hasil validasi RPP mencapai 80% dengan kriteria valid, hasil validasi materi mencapai 80% dengan kriteria valid dan hasil validasi soal mencapai 80% dengan kriteria valid, (b) keterlaksanaan kegiatan guru pada siklus I hanya mencapai skor rata-rata dari pengamat 3,09 dengan kriteria baik, kemudian pada pelaksanaan siklus II terjadi peningkatan menjadi 4,3 atau dengan kriteria sangat baik dalam skala 1-5 (c) keterlaksanaan kegiatan belajar siswa yang pada siklus I hanya mencapai skor rata-rata 2,8 dengan kriteria cukup kemudian mengalami peningkatan setelah dilakukan refleksi pada siklus II menjadi 4,2 dengan kriteria baik sekali dalam skala 1-5 (d) setelah mengimplementasikan model pembelajaran think pair share dengan handout hasil belajar siswa pada siklus I hanya mencapai ketuntasan kelas sebesar 48,4% atau hanya 15 dari 31 siswa yang tuntas sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai 72, kemudian pada siklus II ketuntasan kelas mengalami peningkatan menjadi 80,6% atau menjadi 25 dari 31 siswa yang tuntas sesuai KKM. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran think pair share dengan handout dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Handout, Model TPS, Penelitian Tindakan Kelas Abstract The research which had been conducted in SMKN 1 Kemlagi Mojokerto was based on the low learing achievement of grade X on basic competence of applying balance theory. The class achievement was only 45% or 14 of 31 students who reached the passing grade was 75, it means that there were 17 students who had not passed the passing grade or 55%. This case was because the teacher always uses the convensional teaching method with one way learning, moreover the teaching learning process (TLP) was teacher centered. Therefore, to solve the problem, the writer needed to conduct the research by implementing Think Pair Share (TPS) teaching model with handout which was expexted to be able to improve the students learning achievement. The aims of this research were (1) Knowing teacher’s activities by implementing Think Pair Share teaching model with handout (2) Knowing students’ learning activities while being implemented with Think Pair Share teaching model with handout (3) Knowing the improvement of students’ learning achievement by implementing Think Pair Share teaching model with handout. This research was classroom action research (CAR) which was conducted in SMKN 1 Kemlagi Mojokerto on sementer 2 academic year 2016/2017. The subject of the research was grade X TGB 1 students and the number of the students was 31 students. The data of the research was obtained through the test of students’ learning result and observation of Think Pair Share implementation. The data resources of the research was obtained from the colaborator. The research procedures was in the form of cycles covering planing, acting, observing, and reflecting stage. The data collecting technique was used test and observation method. The data analysis technique was used the validity of learning set, the analysis of Think Pair Share implementation, , the analysis of students’ learning result and the analysis of the passing of classical learning. The result of the research was as follow, (a) the result of sylabus validity was 81% with very valid criterion, the result of lesson plans validity was 80% with valid criterion, the result of material validity was 80% with valid criterion, and the result of test validity was 80% with valid criterion, (b) the implementation of teacher’s activities in cycle I only reached the average score from the observer 3,09 with good criterion, then there was improvement of implementation teacher’s activities in cycle II became 4,3 with very good criterion o a scale 1-5 (c) the implementation of students’ learning activities that reached the average score of 2,8 with enough criterion in cycle I was increased afterdoing reflection in cycle II became 4,2 with very good criterion in a scale of 1-5 (d) after implementing Think Pair Share with handout, the students’ learning achievement in cycle I only obtained the class achievement of 48,4% or there were only 15 students from 31 students that reached the Passing Grade with score of 72, then there was improvement of class achievement in cycle II became 80,6% or the number of students who reached the Passing Grade became 25 students of 31 students. Furthermore, it can be concluded that the implementation of Think Pair Share teaching model with handout can improve the students’ learning achievement. Keywords: handout, TPS Model, Classroom Action research.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MINIATUR PADA KOMPETENSI DASAR MENYAJIKAN GAMBAR KONSTRUKSI ATAP SESUAI KAIDAH GAMBAR TEKNIK SISWA KELAS XI TGB DI SMK NEGERI 2 PROBOLINGGO AGUNG SUJITO PUTRO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i2.19871

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh peserta didik di SMKN 2 Probolinggo masih kesulitan dalam memahami materi kompetensi dasar menyajikan gambar konstruksi atap serta mengaplikasikannya dalam kegiatan praktikum, disebabkan media yang digunakan berbentuk maket rumah yang bentuknya lebih fokus pada bentuk eksterior dan interior, sehingga pada konstruksi atapnya siswa tidak dapat melihat secara utuh bagian-bagiannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan media, keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar, dan respon siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dilaksanakan di SMKN 2 Probolinggo semester genap tahun ajaran 2016/2017. Subyek penelitian menggunakan kelas XI TGB. Teknik analisis data berupa analisis kelayakan perangkat dan media pembelajaran, analisis keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar, dan respon siswa. Penelitian menggunakan media miniatur didapatkan empat hasil. (1) Kelayakan media mendapat presentase rata-rata 89,44%, termasuk dalam kualifikasi sangat layak, (2) Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan satu, keterlaksanaan pembelajaran guru mendapat presentase rata-rata sebesar 72,4% dengan kategori baik dan aktifitas pembelajaran siswa mendapat presentase rata-rata sebesar 61% dengan kategori baik. Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan dua, keterlaksanaan pembelajaran guru mendapat presentase sebesar 89,6% dengan kategori sangat baik dan aktifitas pembelajaran siswa mendapat presentase rata-rata sebesar 85% dengan kategori sangat baik, (3) Hasil belajar siswa yang berjumlah 24 siswa telah mencapai target ketuntasan belajar sebesar 100%, serta didapatkan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 77,83 diatas nilai KKM yang diterapkan oleh sekolah sebesar 75, (4) Respon siswa terhadap media miniatur termasuk dalam kriteria sangat baik dengan presentase rata-rata sebesar 87%. Kata Kunci: Pengembangan, Media Miniatur Konstruksi Atap Pelana. Abstract This research in the background behind by the students in SMKN 2 Probolinggo still difficulty in understanding the basic competence materials present the image of the roof contruction and apply it in practical activities, due to the media used in the form of a home model that is more focused on the shape of the exterior and interior, so that on the roof construction students can not see in full the parts. The tudy aims to determine the feasibility of media, learning activity, learning outcomes, and student responses. The research used is research and development, implemented in SMKN 2 Probolinggo even semester of academic year 2016/2017. The research subjects used class XI TGB. Data analysis technique is feasibility analysis of device and learning media, analysis of learning effectiveness, learning outcomes, and student responses. Research using miniature media got four result. (1) Media eligibility earned an average percentage of 89,44%, included in the qualification is very feasible, (2) The implementation of one meeting lesson, the implementation of teacher learning gets an average percentage of 72,4% with good category and student lerning activity gets an average percentage of 61% with good category. The implementation of learning meeting two, the implementation of teacher learning gets a percentage of 89,6% with very good category and student learning activities get an average percentage of 85% with very good category, (3) Student learning outcomes totaling 24 students have achieved the target completeness of learning by 100%, and obtained the average value of learning outcomes of 77,83 above the value of KKM applied by the school for 75, (4) Student responses to miniature media are included in very good criteria with an average percentage of 87 Keywords: Development, Media Miniature Construction Roof Saddlery.
PENGEMBANGAN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE DIAGNOSTIC TEST PADA MATERI DINDING DAN LANTAI BANGUNAN UNTUK MENGUNGKAP PEMAHAMAN SISWA ABDUL RASIT
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i2.20167

Abstract

Jenis evaluasi yang digunakan di penelitian ini adalah two-tier multiple choice diagnostic test. Tes ini memiliki kelebihan level kognitif tinggi sehingga siswa dapat menjawab soal dengan pemahaman yang baik. Tujuan penelitian ini adalah (1) memvalidasi instrumen tes diagnostik tipe two-tier multiple choice, (2) reliabilitas soal tes diagnostik two-tier multiple choice, dan (3) mengujicoba kepada siswa dengan materi dinding dan lantai bangunan. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R & D). Data dikumpulkan melalui tiga tahap tes, yaitu pertama pengujian soal essay. Kedua, pengujian soal pilihan ganda beralasan, dan ketiga pengujian soal tes diagnostik melalui pilihan ganda dua tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) validitas instrumen 10 butir soal dengan rincian soal yang dipertahankan nomor (1, 8, 9, 10), soal yang direvisi nomor (2, 3, 4, 6), dan soal yang dibuang nomor (5 dan 7). (2) reliabilitas soal adalah 0,701 termasuk kategori dapat diterima (Cronbach’s Alpha, dan (3) hasil ujicoba terbatas dengan materi dinding dan lantai bangunan adalah siswa kurang memahami struktur dan fungsi dinding bangunan. Kata Kunci: two-tier multiple choice diagnostic test, Validitas, Reliabilitas Abstract Type of evaluation used in this study is two-tier multiple choice diagnostic test. This test has advantages that are in high cognitive level so that students can answer with a good understanding. The purpose of this study was to obtain results (1) validation of two-tier multiple choice diagnostic test, (2) reliability of two-tier multiple choice diagnostic tests on the walls and floors of the bulding , and (3) test results to with material on the walls and floors of the bulding . This research method is Research and Development (R & D). Data were collected through three tests, first test testing essay. Second test is testing MCQs reasoned. Third test is testing of two-tier multiple choice diagnostic tests. The results showed (1) validity instrument obtained 10 questions with the category of questions maintained (1, 8, 9, 10), a revised questions (2, 3, 4, 6), and discarded questions (5 and 7). (2) Reliability results obtained 0,701 including acceptable categories ( Cronbach’s Alpha), and (3) Results of testing on students with material wall and floor of the building is students don’t understand the structure and function of building walls. Keywords: two-tier multiple choice diagnostic test, Validity, Reliability
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN MEDIA MODUL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN PEMASANGAN BERBAGAI KONTRUKSI BATU BERDASARKAN GAMBAR RENCANA ALIF AWANG SUROYO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i2.20289

Abstract

Belajar berbasis proyek adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif. Fokus pembelajaran ini terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan siswa dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain, memberi kesempatan siswa bekerja secara otonom mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah tentang bagaimana kelayakan perangkat pembelajaran, bagaimana keterlaksanaan pembelajaran dan bagaimana hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah semua siswa kelas XI KBB SMK Negeri 7 Surabaya yang berjumlah 29 siswa. Pada penelitian ini pengambilan data menggunakan teknik observasi, tes, dan angket. Pada teknik analisis data dilakukan dilakukan dengan menganalisis kelayakan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar siswa dan juga pengujian hipotesis dengan uji-t pihak kiri. Hasil penelitian pada kelayakan perangkat pembelajaran mendapat rata-rata rating sebesar 82,92% termasuk dalam kategori sangat layak, dengan t hitung sebesar 32,65 sedangkan t tabel sebesar 2,132 dengan derajat kebebasan sebesar 5% (0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Pada keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis proyek mendapatkan rata-rata sebesar 65,34% temasuk dalam kategori baik, dengan t hitung sebesar 2,52 sedangkan t tabel sebesar 2,353 dengan derajat kebebasan sebesar 5% (0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Sedangkan pada hasil belajar siswa memperoleh rata-rata total sebesar 80,10% dengan t hitung sebesar 8,87 sedangkan t tabel sebesar 1,701 dengan derajat kebebasan sebesar 5% (0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Proyek, media modul, hasil belajar siswa Abstract Project based learning is an innovative model or approach to learning. The focus of this learning lies in the concepts and core principles of a discipline study, involves students in the investigation of problem solving activities and meaningful taks that other, give students the opprtunity to work autonomusly construct their own know ledge, and reached it’s peak produces a real product. The problem in this research is about how feasibility of learning device, how the implementation of learning and how the student is learning outcomes after applying the project based learning model. The research used is descriptive quantitative research. Subject in this study is all 11th graders of KBB SMK Negeri 7 Surabaya which amounted to 29 students. In this research the data collection using the technique of obseruation test and questionnaire. On data analysis techniques performed by analyzing the feasbility of learning devices, the implementation of learning. Student learning outcomes and also hyputhesis testing with left side t test. The result of research on the feasbility of the learning device got an average rating of 82,92% include ded in the very feasible category, with t arithmetic of 32,65 while the t table of 2,132 with the degree of greatness is 5%(0,05), therefore Ho is accepted and Ha is rejected. On the implementation of learn using project based learning model is get an average of 65,34% that was included in the good category, with t arithmetic 2,502 while t table 2,353 with degrees of freedom 5% (0,05), therefore Ho is accepted and Ha is rejected. While in result learn student get average total to 80,10% with t arithmetic 8,87 while t table 1,701 with degrees of freedom 5% (0,05), therefore Ho is accepted and Ha is rejected. Keywords: Project Based Learning Model, media modul, result of student’s study
PENGEMBANGAN MEDIA ADOBE FLASH PLAYER PADA KD MENERAPKAN CARA PEMASANGAN BERBAGAI KONSTRUKSI BATU-BATA BERDASARKAN KETENTUAN DAN SYARAT YANG BERLAKU (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 7 SURABAYA) REYNOLD
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i2.20306

Abstract

Guru dituntut untuk membuat pembelajaran menjadi lebih inovatif agar dapat membuat kondisi belajar tercipta sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, untuk itu sudah seharusnya guru memanfaatkan media atau alat bantu yang mampu merangsang pembelajaran secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah; (1)Menghasilkan media adobe flash player; (2)Menghasilkan perangkat pembelajaran; (3)Mengetahui hasil keterampilan siswa; (4)Mengetahui respon siswa. Jenis penelitian yang dilaksanaan adalah penelitian pengembangan (Research and development). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan Konstruksi Batu Beton SMKN 7 Surabaya. Jumlah subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa (1)Hasil validasi adobe flash player sebesar 90% yang berada dalam kategori Sangat layak; (2)Hasil validasi perangkat adalah 94% yang berada dalam kategori Sangat layak; (3)Rata-rata hasil keterampilan siswa adalah 80,17 yang berarti hasil keterampilan siswa kelas XI KBB SMKN 7 Surabaya setelah penggunaan media adobe flash player adalah lebih besar dari KKM 75; (4)siswa tertarik dan dapat menerima pembelajaran menggunakan media adobe flash player dengan nilai sebesar 3,34 Kata Kunci: Media adobe flash player, perangkat pembelajaran, hasil keterampilan siswa, hasil respon siswa ABSTRACT Teachers are required to make the learning become more innovative in order to create a favorable learning conditions in accordance with the objectives to be achieved, for that teachers should use the media or tools that can stimulate learning effectively and efficiently. The purpose of this research is; (1) Produce a media adobe flash player; (2) Produce a device of learning; (3) Find out the results of studentss skills; (4) Knowing the students response. The type of research conducted is research development (Research and development). The subject of this research is the students of class XI Construction of Concrete Stone SMKN 7 Surabaya. The number of research subject as many as 20 students. The result of research show that (1) the result validation of adobe flash player is 90% which is in the category Very decent; (2) the results validation of the learning device is 94% which is in the category of Very decent; (3) Average student skill result is 80,17 which means skill result student of class XI KBB SMKN 7 Surabaya after use media adobe flash player is bigger than KKM 75; (4) students are interested and can receive learning using media adobe flash player with value of 3.34 Keywords: Media adobe flash player, learning device, student skill result, student response result