cover
Contact Name
Muhammad Nur Findra
Contact Email
muhammad.findra@gmail.com
Phone
+6285276956000
Journal Mail Official
muhammad.findra@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jusuf Abdulrahman, Kampus Gambesi Universitas Khairun Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 31091334     DOI : -
Core Subject :
MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation (JMA) berisi artikel peer-review penelitian dasar dan terapan dalam berbagai bidang yang relevan dengan ilmu manajemen sumber daya perairan. Jurnal ini menerbitkan artikel, komunikasi singkat, dan ulasan yang berkontribusi pada pemahaman ilmiah di bidang manajemen sumber daya perairan termasuk di dalamnya ekobiologi sumber daya perairan, produktivitas lingkungan perairan, konservasi sumber daya perairan, dinamika populasi dan pengkajian stok, manajemen sumber daya perairan/perikanan, sosial ekonomi perikanan, sistem informasi geografis dan penginderaan jauh, serta bidang-bidang lain yang terkait dengan manajemen dan inovasi sumber daya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Estimasi Biomassa Mangrove Menggunakan NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) di Desa Soligi, Kabupaten Halmahera Selatan Ardan Samman; Supyan Supyan; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.342

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang tumbuh pada habitat intertidal antara daratan dan laut di daerah tropis serta subtropis. Keberadaan mangrove sangat penting dalam mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim karena kemampuannya yang signifikan dalam menyimpan karbon pada biomassa dan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomassa ekosistem mangrove berdasarkan kategori NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) di pesisir Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan dengan total luas area 12,12 hektar dan total biomasa mencapai 899,78 ton. Kategori NDVI dibagi menjadi empat kelas yaitu: Sangat Rendah, Rendah, Sedang, dan Tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kategori Tinggi berkontribusi terbesar terhadap total biomasa dengan 639,94 ton/ha, terdiri dari 499,97 ton/ha untuk biomassa di atas tanah (AGB) dan 139,98 ton/ha untuk biomassa di bawah tanah (BGB). Sebaliknya, kategori Sangat Rendah menunjukkan nilai biomasa yang sangat rendah, yaitu 0,32 ton/ha. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan karbon dan mendukung keberlanjutannya.
Kelimpahan Gastropoda pada Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran Raut Nugrahening Widhi; Raut Wahyuning Paluphi; Muh. Aksa Azis; Disnawati Disnawati; Salim Abubakar
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.343

Abstract

Terumbu karang tidak hanya menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, tetapi juga menjadi sumber utama mata pencaharian dan penghidupan bagi jutaan manusia yang tinggal di kawasan pesisir. Diantara berbagai kelompok organisme yang menghuni ekosistem ini, gastropoda memiliki peran ekologi yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan gastropoda di Pantai Bama Taman Nasional Baluran. Metode yang digunakan pada penalitian ini adalah LIT (Line Intercept Transect) atau sering di sebut transek garis sepanjang 50 m dan transek kuadrat 1×1 m transek diletakkan diatas garis LIT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis gastropoda yang terdiri dari enam famili, yaitu Strombus luhuanus (Strombidae), Conus literatus (Conidae), Trochus niloticus (Trochidae), Cypraea annulus (Cypraeidae), Turbo imperialis (Turbinidae), dan Coralliophila abbreviate (Muricidae). Kepadatan gastropoda tertinggi ditemukan pada stasiun 2 yaitu 42 ind/m2 daru jenis S. luhuanus. Kepadatan gastropoda terendah terdapat pada stasiun 2, yaitu jenis C. annulus dengan nilai 7 ind/m2.
Identifikasi dan Implementasi Kearifan Lokal untuk Konservasi Perikanan di Kelurahan Tadenas, Kecamatan Moti, Kota Ternate Muajmin Hudin; Supyan Supyan; M. Said Alhaddad; Nurhalis Wahidin; Irham Irham; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.344

Abstract

Kelurahan Tadenas di Kecamatan Moti, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, adalah contoh wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya perikanan dan kelautan yang melimpah, menjadikannya fondasi utama perekonomian lokal. Meskipun masyarakat lokal memiliki kearifan tradisional yang berpotensi efektif dalam pelestarian sumber daya, pengetahuan mengenai jenis, bentuk penerapan, dan efektivitas kearifan lokal tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk pelestarian sumber daya perikanan dan kelautan berbasis kearifan lokal di Kelurahan Tadenas, Kecamatan Moti, Kota Ternate. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada Desember 2023 hingga Januari 2024. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi praktik-praktik lokal melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis kearifan lokal yang berkontribusi terhadap pelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan di lokasi peneltian antara lain oti masou/oti maruahang, cum ifa, boboso ikan, gura jaru, dan solo pece. Kearifan lokal yang ditemukan terbagi dalam dua bagian menurut wujudnya yakni kearifan lokal yang berwujud dan tidak berwujud. Kearifan lokal yang berkontribusi langsung terhadap pelestarian sumber daya perikanan dan kelautan di lokasi penelitian adalah solo pece, boboso ikan, dan gura jaru. Praktik-praktik ini tidak hanya mencerminkan relasi spiritual antara masyarakat dan lingkungan, tetapi juga berfungsi sebagai bentuk konservasi berbasis budaya. Namun, keberlanjutan kearifan lokal tersebut menghadapi tantangan dari modernisasi dan perubahan pola hidup.
Hubungan Kerapatan Mangrove dengan Kepadatan Gastropoda di Pulau Donrotu, Desa Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan Salim Abubakar; Sunarti Sunarti; Riyadi Subur; Rugaya H. Serosero; Rina Rina; Endah Sri Widiyanti; Raut Nugrahening Widhi; Raut Wahyuning Paluphi; Rini Sri Yati Shani Basri
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.362

Abstract

Kerapatan mangrove dapat mempengaruhi struktur komunitas biota yang hidup di dalamnya. Kepadatan gastropoda memiliki hubungan yang sangat erat dengan kerapatan mangrove. Semakin tinggi kerapatan mangrove, maka semakin tinggi pula kepadatan gastropoda yang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis mangrove dan gastropoda, menentukan kerapatan mangrove dan kepadatan gastropoda hutan mangrove serta menentukan hubunga kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe  Kecamatan Jilolo Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember-Desember 2024 di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat. Pengamatan jenis mangrove dan gastrpoda dilakukan secara bersaman pada saat air surut menggunakan metode garis transek yang ditarik secara horizontal sebanyak 3 buah berdasarkan zonasi mangrove (depan, tengah, belakang) dengan panjang masing-masing lintasan 50 m dan setiap lintasan ditempatkan 10 buah plot berukuran 10 x 10 m. Hasil penelitian diperoleh Komposisi jenis mangrove yang diperoleh sebanyak 7 jenis (Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Ceriops decandra, Ceriops tagal, Sonneratia alba, Xylocarpus granatum, Scyphiphora hydrophylacea). Komposisi jenis gastropoda sebanyak 13 jenis (Terebralia palustris, Terebralia sulcata, Turbo intercostalis, Turbo breneus, Nerita squamulata, Nerita nigrita, Littoraria scabra, Littoraria glabrata, Monodonta, Mitra paupercula, Mitra coronata, Chicoreus capucinus). Kerapatan jenis mangrove tertinggi pada jenis Rhizophora stylosa dan terendah pada jenis Scyphiphora hydrophyllacea. Kepadatan jenis gastropoda tertinggi terdapat pada jenis Littoraria scabra dan terendah pada jenis Nerita squamulata. Kerapatan mangrove memiliki hubungan positif yang sangat kuat dengan kepadatan gastropoda.
Biodiversitas Gastropoda pada Ekosistem Lamun di Pulau Donrotu, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat Sunarti Sunarti; Yuyun Abubakar; Riyadi Subur; Salim Abubakar; Rina Rina; Ariyati H. Fadel; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.363

Abstract

Gastropoda termasuk dalam phylum moluska yang diketahui berasosiasi dengan baik terhadap ekosistim lamun. Komunitas gastropoda merupakan komponen yang penting dalam rantai makanan di padang lamun dan secara ekologis padang lamun memiliki peran penting bagi ekosistim. Ekosistem padang lamun merupakan habitat dan sumber makanan bagi ikan maupun biota perairan lainnya. Salah satu biota yang umum dijumpai di padang lamun adalah Gastropoda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis gastropoda, biodiversitas gastropoda yang meliputi kepadatan, keanekaragaman, dominansi dan kemerataan jenis gastropoda pada ekosistem lamun di pulau Donrotu. Pengambilan sampel gastropoda dilakukan pada saat air surut. Sampel gastropoda yang ditemukan, kemudian dimasukan kedalam kantong plastik yang telah berisi label. Selanjutnya sampel gastropoda tersebut dibawa kedarat untuk dihitung jumlah individu tiap jenisnya dan dideterminasi berdasarkan ciri-ciri morfologi seperti bentuk cangkang, warna cangkang, bukaan mulut cangkang dan lingkaran spiralnya berdasarkan petunjuk Dharma (1992). Berdasarkan hasil penelitian, maka komposisi jenis gastropoda yang ditemukan pada ekosistem lamun di pulau Donrotu adalah sebanyak13 jenis. Kepadatan jenis gastropoda tertinggi pada ekosistem lamun di pulau Donrotu, terdapat pada jenis Cypraea tigris dan terendah terdapat pada jenis Cymbiola vespertilio. Untuk keanekaragaman jenis gastropodanya tergolong sedang dan tidak ada jenis yang mendominasi serta penyebaran jenisnya sangat merata.
Kondisi Vegetasi Mangrove dan Keanekaragaman Jenis Ikan di Kawasan Gampong Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan Khairunnas Khairunnas; Nabil Zurba; Adi Imam Wahyudi; Setiadi M Noor
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.364

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya ikan dan keseimbangan ekologi wilayah pesisir, termasuk di kawasan Gampong Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyangga alami tetapi juga sebagai habitat penting bagi berbagai jenis ikan dan organisme perairan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi vegetasi mangrove dan keanekaragaman jenis ikan di kawasan perairan mangrove Gampong Padang Bakau. Metode yang digunakan meliputi penentuan area sampling dan wawancara langsung dengan nelayan setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indeks Nilai Penting ekosistem mangrove Padang Bakau yang terdiri dari beberapa jenis yaitu Rhizopora apiculata sebesar 97,908%, Bruguiera gymnorrizha sebesar 55,901%, Ceriops tagal sebesar 43,155%, dan Aegiceras corniculatum sebesar 6,685%. Hasil tangkapan ikan sebanyak 785 individu yang terdiri dari 17 spesies dan 14 famili. Nilai indeks keanekaragaman (H') sebesar 2,774 menunjukkan kategori keanekaragaman sedang. Kualitas perairan menunjukkan kisaran salinitas antara 19–20‰, suhu 20,7–20,8ºC, pH 6,90–7,00, dan oksigen terlarut 4–7 ppm. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kawasan ini masih menyimpan potensi keanekaragaman hayati, tekanan terhadap vegetasi mangrove perlu segera ditangani untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya perikanan yang bergantung padanya.
Identifikasi Jenis Makrozoobentos pada Ekosistem Lamun di Desa Lamanggau, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi Sofyan Sofyan; LM. Junaidin Sirza; Bahtiar Hamar
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 2 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i2.368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, menganalisis keanekaragaman, kelimpahan, serta hubungan antara keanekaragaman bentos dengan kondisi ekosistem lamun di Desa Lamanggau, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan transek kuadrat pada tiga stasiun pengamatan. Hasil identifikasi berhasil menemukan sembilan spesies makrozoobentos yang tergolong dalam empat filum: Annelida (Nereis vexillosa, Sipunculus nudus), Echinodermata (Echinometra mathaei, Holothuria atra), Mollusca (Littorina scabra, Cerithium citrinum, Nassarius pullus, Crassostrea gigas, Siphonaria atra), dan Arthropoda (Pagurus bernhardus). Spesies dengan kelimpahan tertinggi adalah L. scabra. Analisis indeks ekologi menunjukkan keanekaragaman sedang (Shannon-Wiener H' = 2,08–2,17), keseragaman tinggi (Pielou J' = 0,90–0,94), dan dominansi rendah (Simpson D = 0,13–0,15). Hasil ini mengindikasikan struktur komunitas bentos yang stabil, seimbang, dan tidak didominasi oleh spesies tertentu, yang merefleksikan kondisi ekosistem lamun yang masih baik. Kualitas habitat yang optimal, heterogenitas substrat, dan kondisi perairan yang mendukung menjadi faktor penting dalam mempertahankan keanekaragaman bentos. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekosistem lamun Desa Lamanggau memiliki nilai ekologis tinggi dan perlu dijaga kelestariannya.
Estimasi Simpanan Karbon Dioksida Terumbu Karang (Studi Kasus Hol Sulamadaha Kota Ternate) Aditiyawan Ahmad; Adi Noman Susanto; Zainul Abidin Rumagiar; Ardan Samman; Mesrawaty Sabar; Rusmawati Labenua
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 2 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i2.371

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem laut yang memiliki peran penting dalam siklus karbon global. Ekosistem ini mampu menyerap dan menyimpan karbon. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persen tutupan karang dan luas area terumbu karang, menganalisis serapan karbon terumbu karang, dan menganalisis simpanan karbon dioksida di Perairan Hol Sulamadaha. Metode yang digunakan adalah survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen tutupan terumbu karang di Hol Sulamadaha sebesar 27,34% dengan luas terumbu karang 0,42 Ha. Nilai serapan karbon terumbu karang sebesar 3,66 ton C dan simpanan karbon dioksida (CO2) sebesar 13,45 ton CO2/Ha. Berdasarkan simulasi, peningkatan persen tutupan karang sebesar 5% per tahun maka membutuhkan waktu 9 tahun untuk mencapai persen tutupan maksimal terumbu karang yaitu 98%, dengan nilai serapan karbon 57,66 ton C dan nilai simpanan karbon dioksida (CO2) sebesar 211,61 ton CO2/Ha.
Analisis Mangrove Sebagai Karbon Biru untuk Mitigasi Pemanasan Global dengan Menggunakan Google Earth Engine di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate Rifan Marasaoly; Nurhalis Wahidin; Ardan Samman; Mesrawaty Sabar; Rusmawati Labenua; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 2 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i2.421

Abstract

Mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyerap dan menyimpan karbon biru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi vegetasi mangrove, menghitung biomassa di atas permukaan (AGB) dan biomassa bawah permukaan (BGB), total biomassa (TAB), stok karbon (TSC), serta mengestimasi potensi sekuestrasi CO2 di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Data diperoleh melalui citra satelit Sentinel-2 yang diolah menggunakan platform Google Earth Engine (GEE). Nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerapatan vegetasi mangrove, yang kemudian menjadi dasar perhitungan biomassa dan karbon tersimpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NDVI berada pada kategori rapat (0,36–0,64) dengan luas tutupan 13,05 ha. Total biomassa tercatat sebesar 2.179,69 ton, terdiri dari 1.941,69 ton AGB dan 242,21 ton BGB. Stok karbon yang tersimpan (TSC) mencapai 1.024,46 ton, dengan potensi sekuestrasi CO2 sebesar 3.119,65 ton. Sementara itu, kategori emisi sedang dan rendah masing-masing melepaskan –13,91 ton dan –69,90 ton CO2. Hasil ini menegaskan peran signifikan ekosistem mangrove di Kelurahan Tafaga dalam penyimpanan karbon dan penyerapan CO2, serta menunjukkan perlunya rehabilitasi pada area degradasi. Temuan ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan konservasi dan strategi mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.
Studi Keanekaragaman Gastropoda di Perairan Sungai Krueng Woyla, Kabupaten Aceh Barat Meri Monita; Friyuanita Lubis; Nabil Zurba; Mira Mauliza Rahmi; Adi Imam Wahyudi
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 2 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i2.463

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman gastropoda dan mengetahui hubungan keanekaragaman jenis gastropoda dengan parameter kualitas perairan yang ada di Sungai Krueng Woylah Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan stasiun penelitian menggunakan teknik purposif sampling. Pengambilan sampel gastropoda dilakukan pada tiga lokasi stasiun, dalam setiap stasiun terdiri dari tiga sub stasiun dengan ukuran 10x10 meter, didalam sub stasiun terdapat 15 transek berukuran 1x1 meter yaitu dua titik pada sudut masing-masing transek dan satu titik pada bagian tengah transek. Hasil penelitian ditemukan Kelompok gastropoda sebanyak 5 spesies dari 4 ordo yaitu Neotaenioglossa antara lain spesies Tarebia lineata, Tarebia granifera, dari ordo Mesogastropoda spesies Thiara scabra, ordo Ceanogastropoda spesies Faunus ater dan dari ordo Archaeogastropoda yaitu spesies Neritina turita. Dari masing-masing stasiun memiliki nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 0,57-0,64 dikategorikan rendah, nilai indeks keseragaman berkisar antara 0,35-0,41 dikategorikan rendah, dan nilai indeks dominansi berkisar antara 0,59-0,69 dikategorikan tinggi. Hubungan keanekaragaman gastropoda dengan parameter kualitas perairan menunjukkan bahwa berkorelasi positif yang artinya memiliki hubungan berbanding lurus/searah antara dua parameter yaitu keanekaragaman dan oksigen terlarut (DO). Parameter lingkungan di perairan Sungai Krueng Woyla menunjukkan rerata nilai suhu yaitu 28,43°C, nilai pH 7,7 dan oksigen terlarut 6,54 mg/l.

Page 1 of 2 | Total Record : 12