cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN TIPE ReBUNG UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Mulyono Mulyono
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 19, No 01: Mei 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14534.331 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v19i01.5645

Abstract

-
BUILDING STUDENT’S MOTIVATION THROUGH “FOCUS GROUPDISCUSSION(FGD)” AS A LEARNING STRATEGYTO ENHANCE SPEAKING COMPETENCEAT SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA Herawati, Reni
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2013: COPE, No. 02, Tahun XVII, Nopember 2013
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1320.696 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i0.3003

Abstract

This paper outlines the results of a survey which was carried out, to identifystudents’ motivation and attitudes towards English learning especially speaking.Teaching English, especially speaking at Class XI IPA 1, SMA N 7 Yogyakarta,is very challenging. However, the writer as the teacher found some problems inlearning process at the early school year. To have an effective learning process shehad to manage the class into active and motivated classes, hence, a daunting taskin terms of designing an activity that would serve to develop the students’ speakingskills emerged. The atmosphere that was not conducive in the classes consisting ofstudents derived from different previous classes. They were commonly unable toget along well and tend to be silent and passive. This had led the writer to makean effort to find an effective learning strategy to be implemented in her speakingclass. The researcher performed a research entitled “Building Student’s Motivationthrough Focus Group Discussion (FGD) as a Learning Strategy to Enhance Students’Speaking Competence at SMA Negeri 7 Yogyakarta”. This research was aiming atdescribing the effectiveness of FGD as the learning strategy to enhance the students’motivation; describing how it could enhance speaking capability among the studentsof SMA N 7 Yogyakarta. Some valuable findings were proven. There was a significantimprovement in the student’s motivation. They were creating conducive class.They were getting better gradually in developing and organizing idea. All studentswere supposed to get opportunity to be involved in active class participation; asa result, the class lived up. This learning strategy could guide students to becomemotivated, autonomous, and confident students. To top all, “FGD” was proven tobe an effective technique to solve the problems of lack motivation at Class XI IPA1, SMAN 7 Yogyakarta and to enhance the students’ competence of speaking.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Anna Dwi Purwanti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3898.411 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3957

Abstract

Kendala yang banyak dijumpai pada pembelajaran IPA adalah karena kurangnya minat belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Hal ini mengakibatkan nilai belajar siswajuga kurang maksimalkarenatidak bisa mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Keberhasilan dari pembelajaran ditentukan oleh seberapa besar minat siswa pada mata pelajaran tertentu, sehingga harus lebih diperhatikanoleh berbagaipihak dalam rangka mengukurtingkat keberhasilan dalam proses pembelajaran. Upaya untuk membantu mengatasi masalah tersebut dicoba dengan menggunakan sebuah metode pembelajaran yang tepat, yaitu dengan menerapkan pendekatan kontekstual bagi siswa. Dalam hal iniyang digunakan adalah strategi pembelajaran inkuiri, dimana siswa melaksanakan proses pembelajaran dengan mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar. Siswa berfikir kritis dan analistis untuk menemukan sendirijawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan, dilakukan melalui tanyajawab antara guru dan siswa. Dengan penerapan pendekatan kontekstual diharapkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPA akan meningkat, sehingga siswa bisa mencapai keberhasilan dalam pembelajaran
PERANAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM MENONTON TELEVISI YANG BERMANFAAT BAGI PERKEMBANGAN MORAL ANAK Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.854 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan/mengillustrasikan televisi yang ditonton oleh anak dirumah atau ditempat lain, pendapat orang tua terhadap acara televisi yang ditonton oleh anak, cara orang tua dalam memberikan bimbingan pada anak nya saat menonton televisi untuk perkembangan moral, hambatan orang tua untuk mengatasi hambatan orang tua dalam membimbing anaknya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriftif. Data penelitian yang berupa dokumentasi dan hasil wawancara dengan beberapa informasi orang tua anak. Hasilnya adalah deskrisi mengenai pengaruh televisi terhadap perkembangan moral anak
MENGANALISIS KUALITAS TES SEBAGAI SALAH SATU KOMPETENSI GURU PROFESIONAL Sujati, H
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 9, No 01: Februari 2005
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5903.086 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v9i01.5438

Abstract

Mengevaluasi pengajaran merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh setiap guru yang profesional. Selama ini kompetensi tersebut hanya dimaknai secara sempit, yakni menyusun, melaksanakan tes dan memberikan nilai berdasarkan skor hasil tes tersebit. Sementara kualtias itu sendiri hampir tidak pernah dipikirkan oleh guru. Tulisan ini berupaya memaparkan bagaimana suatu tes dianalisis baik secara kualtiatif maupun kuantitatif. Analisis tes secara kuantitatif meliputi penemuan indeks kesukaran butir,d aya beda butir, keefektifan pengecoh (khusus untuk tes pilihan ganda) dan reliabilitas
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK SEBAGAI PEMBANGUN KETERAMPILAN BERTANYA PRODUKTIF SISWA Sulistyorini, Dwi Ermavianti Wahyu
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2056.01 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membangun keterampilan bertanya produktif siswa pada mata pelajaran anatomi dan fisiologi; dan (2) mengembangkan caraberpikir siswa agar terampil bertanya produktif melalui model pembelajarankooperatif tipe pair check. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan setting kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada semester ganjil bagi siswa kelas X Tata Kecantikan 2 tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan pemantauan partisipatif, kuisioner, dan studi dokumentasi. Data hasil pengamatan, wawancara, diskusi dengan kolaborator, dan dokumen dianalisis secara deskriptif, identifikasi, interprestasi, validasi dan inferensi. Analisis data meliputi tahapan mengidentifikasi, deskripsi dan interprestasi, validasi, dan inferensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 9 tahapan untukmembangun keterampilan bertanya produktif siswa pada mata pelajaran anatomi, yaknimenjelaskan konsep, membagi siswa dalam kelompok, membagikan teks, melaksanakan pair check, siswa bertukar peran, mencocokkan jawaban, membimbing dan mengarahkan, mengecek jawaban benar, dan mendapatkan reward. Kondisi awal yang menunjukkan siswa ketika mengungkapkan pertanyaan secara singkat dan jelas memperoleh kriteria cukup pada 6 komponen yang diamati, sedangkan pada akhir kegiatan (siklus 2) mengalami peningkatan memperoleh kriteria baik. Hal itu terlihat dari frekuensi siswa dalam bertanya yang mengalami peningkatan, dan mampu membaca secara produktif sesuai dengan teks/bacaan yang diberikan oleh guru
SOSOK GURU DAN PEMBINMNNYA DI ERA MILENIUM III Umar Umar
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 4, No 01: Februari 2000
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3658.8 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v4i01.5331

Abstract

-
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI AKTUALISASI DIRI GURU PROFESIONAL Sriningsih, Cicilia
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 7, No 01: Februari 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4146.38 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v7i01.5423

Abstract

Guru profesional adalah guru yang dirinya sebagai guru dengan baik, sehingga teladan bagi siswanya. terutama guru gang peranan mengembangkan mungkin. Bakat, dapat menjadi Guru Sekolah Dasar kelas, dalam hal ini memegang peranan penting potensi terutama dalam siswa seoptimal minat, kemampuan dan kemauan siswa akan dapat dikembangkan oleh guru seoptimal mungkin mampu memahami perkembangan aktualisasi apabila setiap guru dan memperhatikan kejiwaan siswanya. Melalui aktualisasi guru yang profesional tentunyasiswa akan dapat menemukan apa yang diharapkan dan dibutuhkan dariseorang guru. Pernyataan tersebut menuntut guru agar: (l) menguasai  kompetensi dan melaksanakan dasar keguruan, (2) memahami perkembangan kejiwaan mengaktualisasikan siswa, dan (3) diri secara profesional. Dengan demikian, peningkatan mutu pendidikan melalui aktualisasi guru yang profesional dapat dicapai.
Kapan Guru Profesional Nurtanio Agus Purwanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 11, No 01: Mei 2007
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7793.84 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v11i01.5478

Abstract

Berbagai permasalahan yang dihadapi guru dalam menjalankan kewajiban dan tugasnya terletak pada upaya peningkatan kemampuan profesional yang kurang diperhatikan secara maksimal. Tanggung jawab peningkatan kemampuan profesional guru terletak pada: 1) individu guru; 2) lembaga penghasil tenaga keguruan; 3) organisasi profesi; dan 4) sekolah yang menaungi guru yang bersangkutan. Strategi peningkatan kemampuan profesional dapat dilakukan baik secara indvidual maupun kolektif. Peningkatan yang berkelanjutan akan membawa perubahan kemampuan profesional guru secara berkelanjutan pula
METODE PENGINTEGRASIAN NILAI MORAL DAN AGAMA DALAM PEMBELAJARAN ILMU BIOLOGI DI SMA Laspitorini, Sri
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 14, No 01: Mei 2010
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7596.245 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v14i01.5503

Abstract

Mengintegrasikan nilai moral dan agama dalam kurikulum pendidikan nasional merupakan tuntutan logis dari penetapan tujuan pendidikan nasional, yakni menciptakan generasi yang beriman dan bertaqwa dan cakap dalam bidang keilmuan dan telknologi. Namun dalam pengimplementasiannya terdapat sejumlah hambatan baik yangabersifat ideologis, psikologis maupun metodologis. Tulisan ini mencoba memusatkan perhatian pada upaya pengintegrasian nilai moral dan agama, dalam hal ini adalah agama islam, ke dalam pembelajaran ilmu biologi di SMA. Sejauh memungkinkan, berbagai hambatan yang bersifat idelogis, psikologis, dan metodologis di atas akan dijawan dalam tulisan singkat ini.

Page 7 of 21 | Total Record : 208