cover
Contact Name
Abdul Muhit
Contact Email
gapai@ptiq.ac.id
Phone
+628131887955
Journal Mail Official
gapai@ptiq.ac.id
Editorial Address
Jl Lebak Bulus Raya no 2 CIlandak Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Published by Institut PTIQ Jakarta
ISSN : 30631963     EISSN : 3063203X     DOI : https://doi.org/10.37542/gapai
Core Subject :
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed academic journal that publishes original research articles, conceptual papers, and literature reviews in the field of Islamic Religious Education. The journal aims to advance scholarly discussion and promote the development of theory and practice in Islamic education across diverse contexts. The scope of the journal includes, but is not limited to, the following areas: Philosophy and Foundations of Islamic Religious Education Studies on epistemology, principles, and philosophical perspectives of Islamic education. Curriculum and Instruction in Islamic Education Design, development, and evaluation of curricula and instructional practices in formal, non-formal, and informal education. Teaching Methods and Pedagogical Innovation Approaches, strategies, and innovations in teaching and learning Islamic Religious Education. Educational Technology and Digital Media in Islamic Education The use of digital tools, e-learning, and media in supporting Islamic teaching and learning. Teacher Education and Professional Development Competencies, training, and professional growth of Islamic education teachers and educators. Assessment and Evaluation in Islamic Education Models, instruments, and practices of assessment in Islamic learning environments. Islamic Character Education and Moral Development Studies on akhlaq, ethics, and values education based on Islamic teachings. Islamic Education and Social Transformation The role of Islamic education in addressing social change, cultural dynamics, and community development. Comparative and International Studies in Islamic Education Cross-cultural and global perspectives on Islamic education systems and practices. Policy, Leadership, and Management of Islamic Education Governance, leadership, and policy analysis in Islamic educational institutions. The journal encourages interdisciplinary research that connects Islamic education with related fields such as communication, sociology, psychology, and media studies.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
Relevansi antara Digitalisasi Sumber Materi Ajar dengan Pembelajaran PAI dari Konten Youtube Edukatif Islami Abdul Muhit
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/49jqj134

Abstract

Proses pendidikan di sekolah mengalami perubahan besar selama era digitalisasi. Untuk memastikan bahwa siswa tetap tertarik untuk belajar, guru harus terus berinovasi untuk menemukan ide baru, sumber daya, dan alat pembelajaran yang sesuai dengan kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana YouTube berfungsi sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Penelitian kepustakaan adalah jenis penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa YouTube sangat efektif untuk pembelajaran di era digital. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan melalui media ini meningkatkan semangat siswa dan memberikan respons yang baik terhadap pelajaran yang diberikan. Faktor-faktor berikut menunjukkan tingkat efektifitas: 1) Efisiensi waktu, karena siswa dapat belajar mandiri kapan saja dan di mana saja; 2) Kemudahan akses secara mandiri, karena cukup memiliki paket internet dengan harga terjangkau; dan 3) Banyaknya materi pembelajaran yang tersedia dan disajikan dengan jelas, rinci, dan dengan konsep yang menarik dan menyenangkan, seperti animasi dan ilustrasi yang relevan dengan perkembangan.
Dinamika Keilmuan Islam Dari Fase Pembentukan Hingga Masa Kejayaan Mufassirul Alam; Faizatul Munawaroh
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/d8pgya83

Abstract

Kemunculan tradisi keilmuan Islam dimulai dari turunnya wahyu sampai lahirnya disiplin ilmu. Dan dalam praktik nyatanya umat Islam memang tidak hanya melakukan pengkajian dan pengembangan dalam bidang al-‘ulumus-syar’iyyah (ilmu-ilmu yang berorientasi keagamaan) saja, akan tetapi juga dalam bidang ilmu pengetahuan secara umum. Begitu dalamnya keilmuan dalam Islam sehingga tidak mengenal dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Selama ilmu menguatkan keyakinan manusia akan kebesaran Sang Pencipta, maka penting dilakukan pengkajian dan pendalaman. Dalam Islam mencari ilmu bukan semata-mata dianjurkan, melainkan diwajibkan atas setiap muslim. Mendalaminya adalah usaha menguatkan iman dan menghindarkan dari segala penyimpangan. Dengan konsep Islam manusia diarahkan menyaring lalu memilah dan menjaga keutuhan ilmu sendiri dari perusakan sistematis sehingga melahirkan kehidupan yang sejahtera. Karena rusaknya ilmu menjadi penyebab kerusakan suatu masyarakat.
Upaya Penguatan Life Skills Melalui Modernisasi Kurikulum Dayah Badruddin; Dede Rosyada; didin Saefuddin; Suparto
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/7eez6g42

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis modernisasi kurikulum pada tiga Dayah yaitu Dayah Mudi Mesra Samalanga, Dayah Darul’ Ulum, dan Dayah Insan Qur’ani di Provinsi Aceh. Hal ini untuk membantu siswa mengembangkan kepribadian kompetitif dan mandiri. Penelitian ini mengadopsi perspektif fenomenologis dan metodologi penelitian kualitatif berdasarkan sumber tertulis dan lisan, data observasi, dan referensi ilmiah terkait. Penelitian ini menemukan bahwa Dayah di Aceh telah mengalami perubahan sistematis untuk lebih memenuhi tuntutan santri dalam menghadapi tantangan masa kini. Dayah menawarkan program keterampilan hidup, seperti pertukangan kayu, pertanian, dan beternak sapi yang bermanfaat bagi keterampilan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa Dayah telah beradaptasi dengan perubahan zaman sebagai lembaga budaya dengan meningkatkan tujuan, strategi pengajaran, dan alat penilaiannya. Dampak modernisasi kurikulum terhadap kemandirian belajar telah membawa peningkatan baik dalam jumlah maupun kualitas siswa. Kenyataan empiris ini mendukung bahwa keikhlasan dan ketakwaan harus ditanamkan dengan cara yang lebih praktis. Siswa perlu diberikan kecakapan hidup yang memungkinkannya hidup mandiri sekaligus berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Temuan ini menolak klaim Moulton (2008) yang menyatakan bahwa iklim intelektual di lembaga pendidikan Islam tradisional hanya mentransmisikan aturan dan norma, tidak mendorong siswa untuk menantang tradisi Islam atau terlibat dalam pemikiran independen dan kritis.
Analisis Nilai Edukatif Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Sehari-Hari Hayati
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/2b08xk43

Abstract

Penguatan nilai-nilai Islami yang dikembangkan dari pendidikan dari novel memiliki implikasi yang kuat terhadap pembentukan kebiasaan anak. Orangtua dan guru perlu diharapkan untuk memberikan motivasi yang berkaitan dengan Pendidikan dan berhubungan dengan pembentukan karakter positif di dalam kehidupan anak-anaknya. Hasil dari analisis novel ini menunjukkan bahwa implementasi novel dari Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye dalam Kehidupan Sehari-Hari yakni peran dan tanggung jawab orang tua, keluarga, dan guru yang merupakan penentu dalam pembentukan jati diri seorang anak terutama dalam shalatnya.
Karakteristik Peserta Didik Masa Khalifah Al-Ma’mun & Implikasinya di Era Sekarang Ine Ratu Fadliah
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/8qr6dv85

Abstract

Tulisan ini mengupas era keemasan pendidikan Islam di masa Khalifah Al-Ma'mun (786- 833 M). Era ini ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat dan sistem pendidikan yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik peserta didik, profil lulusan, dan proses belajar-mengajar pada era tersebut, serta mengkaji implikasinya bagi pendidikan Islam di masa kini. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi literatur dan analisis historis. Sumber data primer berupa teks-teks sejarah dan karya ilmiah tentang pendidikan di era Al-Ma'mun, sedangkan data sekunder berupa penelitian terdahulu dan sumber-sumber lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peserta didik era Al-Ma'mun memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tekad yang kuat, dan disiplin tinggi. Profil lulusannya adalah individu yang berilmu pengetahuan luas, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Proses belajar-mengajar pada era tersebut menekankan pada hafalan, pemahaman, dan penerapan ilmu pengetahuan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik peserta didik era Al-Ma'mun dapat diimplementasikan dalam pendidikan Islam masa kini. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan metode belajar yang aktif dan partisipatif, menumbuhkan rasa ingin tahu dan disiplin, serta menekankan pada nilai-nilai moral dan akhlak mulia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam yang berkualitas dan berkemajuan di era modern.
Proses Pembelajaran Pendidikan Inklusi pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) “Tunagrahita” di SDN 4 Srikandi Indah Rahma Anggita; Andit Triono
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/caf7nv91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran Inklusi pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) “Tunagrahita” dan mengetahui faktor penghambat dan pendukung proses pembelajaran Inklusi di SD N 4 Sirkandi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, subjek penelitian adalah siswa ABK kelas IV, wali kelas dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kriteria keabsahan data dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi empat kriteria yaitu: keterpercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan tahapan seperti: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Proses pembelajaran inklusi untuk anak berkebutuhan khusus (tunagrahita) pada mata pelajaran matematika, ips, dan bahasa Indonesia di kelas IV SD N 4 Sirkandi tidak berjalan dengan baik dan sesuai tujuan pendidikan inklusi. Hal ini disebabkan faktor guru yang menerapkan pembelajaran dalam kelas menyetarakan kemampuan siswa antara anak reguler dan ABK. Pendekatan yang membantu proses pembelajaran inklusi dapat berjalan berkelanjutan adalah adanya pendampingan mandiri oleh guru kelas pada ABK. Adapun Evaluasi yang digunakan adalah tes secara tertulis dan lisan yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Faktor yang mendukung dan menghambat adalah lingkungan sarana prasarana di sekolah, faktor tidak adanya guru pendamping, dan faktor siswa itu sendiri.
Edutainment, Konsep Pembelajaran Menyenangkan Perspektif Al-Qur’an Agus Nur Qowim
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/tew8pr71

Abstract

Proses pembelajaran setidaknya melibatkan dua pihak sebagai pemeran utama, yakni guru dan murid. Suasana pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar yang dijalani siswa. Pembelajaran harus berdasar pada sebuah konsep yang bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Salah satu konsep yang bisa dijadikan rujukan adalah Edutainment, sebuah konsep pembelajaran yang berusaha menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, menggembirakan dan menggairahkan. Al-Qur’an dalam beberapa term-nya mempertegas pentingnya konsep edutainment dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dari beberapa term yang ditemukan, Al-Qur’an mengisyaratkan pentingnya menciptakan suasana pembelajaran yang penuh dengan buadaya senyum, interaksi yang penuh canda tawa, yang pada akhirnya akan menumbuhkan kebahagiaan baik secara lahiriah ataupun batiniah. Secara metodis, Al-Qur’an mengarahkan kepada salah satu metode pendidikan yakni pendidikan melalui bermain.
Hegemoni Bimbingan Belajar Islami Lalu Muhammad Samiudin
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/17txw398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami peran besar bimbingan belajar islami dalam membentuk sikap siswa selama proses belajar. Sikap belajar yang dimaksud adalah bagaimana proses belajar yang disarankan di dalam Islam, sekaligus memberikan pemahaman kepada orangtua terhadap pentingnya menerapkan nilai-nilai agama dalam mengarahkan belajar anaknya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, karena didasarkan pada data-data yang diambil dari buku, jurnal, surat kabar, sedangkan pendekatan yang digunakan penelitian kepustakaan. Adapun hasil penelitian ini diantaranya pertama, keunikan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Kedua, belajar sebagai upaya perbaikan kualitas kehidupan. Ketiga, keberadaan bimbingan islami dalam membentuk sikap belajar siswa.
Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Inklusi Rice Nurahmi; Andit Triono
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/hcnydk94

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi atau observasi di SDN Manggarai 03 Kecamatan Tebet Jakarta Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan anak berkebutuhan khusus inklusif kelas VA angkatan 2022-2023 yang berjumlah dua orang siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari observasi minat membaca dengan bantuan instrumen lembar observasi. Dengan menggunakan metode SAS, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam membaca dengan metode struktur analitik sintetik meningkat pada setiap siklusnya. Pada tahap prasiklus subjek penelitian, siswa X dan Y yang hanya mengenal huruf dan belum bisa menyusun kalimat juga belum bisa membaca. Pada siklus satu siswa X sudah mulai mampu merangkai huruf menjadi kata dan merangkai kata menjadi kalimat sederhana. Masih siswa Y belum mampu merangkai kata menjadi kalimat. Pada siklus II siswa X dan Y sudah mampu menyusun kalimat menjadi satu paragraf dan mulai mampu membaca perlahan. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode analitik struktural sintetik (SAS) meningkatkan minat membaca siswa berkebutuhan khusus. Bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk memberikan pembaharuan dengan mengembangkan media pembelajaran berbasis metode SAS.
Tinjauan Historis Tradisi Keilmuan Islam Bidang Al-Qur’an Zaenal Abidin Riam; Suheri
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/09kypg53

Abstract

Al-Qur’an yang berada dalam pengawasan Allah Swt senantiasa terpelihara dari segala bentuk distorsi, memiliki spektrum yang unik tentang ilmu (science). Ketinggian nilai pandang AlQur’an terhadap ilmu pengetahuan banyak disinggung di dalamnya, Turunnya Al-Qur’an merupakan respon nyata terhadap dunia ilmu pengetahuan di saat itu. Lahirnya ilmu pengetahuan menempati posisi yang sangat penting dalam Islam, sejarah telah mengungkapkan ilmu hadir bersamaan dengan munculnya Islam itu sendiri. Tepatnya dalam peristiwa ketika Rasulullah saw menerima wahyu pertama, yang awal diperintahkan kepadanya adalah “membaca”. Jibril memerintahkan Muhammad: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan- mu yang menciptakan” QS. al-’Alaq (96:1). Perintah ini tidak hanya sekali diucapkan Jibril tetapi berulang sampai Nabi dapat menerima wahyu tersebut. Dari kata iqra ini kemudian lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca teks baik yang tertulis maupun tidak. Penelitian ini bertujuan menyajikan fakta historis tentang pencapaian keilmuan Islam di bidang Al-Qur’an dan relevansinya untuk kebangkitan dunia keilmuan Islam masa kini. Integrasi keilmuan sangat diperlukan dalam membangun dunia Islam. Untuk itu, dengan memahami konsep-konsep Islam dan tradisi keilmuan dengan baik, akan meluruskan persepsi manusia yang salah, akan meluaskan pandangan yang sempit, dan akan mengembalikan kejayaan Islam di mata dunia. Saat ini bukan masanya lagi disiplin ilmu agama (Islam) menyendiri dan steril dari kontak dan intervensi ilmu-ilmu sosial dan ilmu- ilmu kealaman dan begitu pula ilmu-ilmu sosial dan kealaman tidak boleh steril dari keilmuan Islam.