GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed academic journal that publishes original research articles, conceptual papers, and literature reviews in the field of Islamic Religious Education. The journal aims to advance scholarly discussion and promote the development of theory and practice in Islamic education across diverse contexts. The scope of the journal includes, but is not limited to, the following areas: Philosophy and Foundations of Islamic Religious Education Studies on epistemology, principles, and philosophical perspectives of Islamic education. Curriculum and Instruction in Islamic Education Design, development, and evaluation of curricula and instructional practices in formal, non-formal, and informal education. Teaching Methods and Pedagogical Innovation Approaches, strategies, and innovations in teaching and learning Islamic Religious Education. Educational Technology and Digital Media in Islamic Education The use of digital tools, e-learning, and media in supporting Islamic teaching and learning. Teacher Education and Professional Development Competencies, training, and professional growth of Islamic education teachers and educators. Assessment and Evaluation in Islamic Education Models, instruments, and practices of assessment in Islamic learning environments. Islamic Character Education and Moral Development Studies on akhlaq, ethics, and values education based on Islamic teachings. Islamic Education and Social Transformation The role of Islamic education in addressing social change, cultural dynamics, and community development. Comparative and International Studies in Islamic Education Cross-cultural and global perspectives on Islamic education systems and practices. Policy, Leadership, and Management of Islamic Education Governance, leadership, and policy analysis in Islamic educational institutions. The journal encourages interdisciplinary research that connects Islamic education with related fields such as communication, sociology, psychology, and media studies.
Articles
60 Documents
Analisis Pengembangan Model Pembelajaran Bagi Karakter Generasi Alpha Pada Mata Pelajaran Fiqih di Kelas 1 MTs Al-Islamiyah Jakarta
Abdul Muhit;
Muhammad Rendy Maulana
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37542/6mma6889
Pendidikan merupakan upaya sadar transformasi segala pengetahuan yang telah didapat oleh orang dewasa kepada mereka yang dianggap belum dewasa. Pendidikan transformasinya meliputi beberapa aspek kehidupan yakni ilmu pengetahuan, budaya, sekaligus nilai-nilai yang berkembang pada suatu generasi agar dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya. Sedangkan pendidikan menurut UU sisdiknas adalah usaha sadar dan nyata untuk menciptakan suasana kegiatan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Peneliti menggunakan data primer dan sekunder sebagai cara untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian. Adapun pengertian dari data primer ialah jenis data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dilapangan tempat penelitian. Data yang langsung didapatkan dari sumber dan diberi kepada pengumpul data atau peneliti yang mana sumber datanya dapat dikumpulkan dengan wawancara dengan subjek penelitian baik secara observasi ataupun pengamatan langsung. Dari penelitian diatas siswa generasi peneliti dapat mendapatkan kesimpulan dari penggunaan teknologi dan internet dalam pembelajaran di kelas, pembelajaran tersebut dapat meningkatkan minat belajar siswa sehingga hal tersebut dapat membantu meningkatkan prestasi siswa dalam pelajaran fiqih di MTs Al-Islamiyah Jakarta.
Efektivitas Implementasi Metode Make a Match pada Pelajaran Fikih di MTs Hidayatul Umam
Ali Imran;
Ahmad Farhan Febriansyah
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37542/drpsy113
Pemilihan metode pembelajaran yang tepat sangat mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belaar peserta didik. Dikelas VIII MTs Hidayatul Umam metode pembelajaran yang digunakan pendidik yaitu metode ceramah dan tanya jawab. Pendidik berusaha melibatkan selruh peserta didik dalam proses ppembelajaran serta merangsang keatktifan belajar peseta didik. Namum, keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajarn hanya di dominasi oleh sebagian peserta didik tertentu saja. Serta masih banyak peserta didik yang urang berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Sehingga aktivitsa dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih tergolong rendah. Oleh kkarena itu perlu diterapkan suatu pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif. Salah metode yang digunakan yaitu metode make a match, metode make a match yaitu peserta didik mencari pasangan sambal belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Jenis penelitian ini adalah Peneltian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), dilakukan sebanyak dua siklus, setiap siklus dilakukan dengan dua kali pertemuan, dengan empat tahap, yaitu perencanaan,pelaksanaan,observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII dengan jumlah 30 peserta didik.data dilakukan melalui lembar observasi dan tes pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa, rata-rat hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Presentase ketuntasan juga meningkat. Pada pra siklus presentase ketuntasan sebesar 43,4%. Siklus I sebesar 54,3% dan siklus II 80%. Adapun aktivitas belajar peseta didik juga meningkat. Pada pra siklus rata-rata aktivtas belajar siswa sebesar 51,55%. Siklus I sebesar 53,44% dan siklus II sebesar 74,36%. Dengan demikian metode pembelajaran make a match dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivisitas peserta didik di kelas VIII MTs Hidayatul Umam.
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Pelajaran PAI di SMP Negeri 2 Depok
Erna Fauziah;
Laela Ayu Adibah
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37542/mqk8p623
SMP Negeri 2 Depok merupakan sekolah adiwiyata berakreditasi A yang sudah menerapkan model pembelajaran inovatif dan kooperatif salah satunya group investigation. Adapun, fokus masalah dalam penelitian ini yaitu tentang model pembelajaran group investigation terhadap motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa di SMP N 2 Depok yaitu kelas VII, VIII dan IX, sedangkan sampelnya di kelas VIII H-K. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Untuk teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu: angket, dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan rxy= 0,540, melihat rhitung lebih besar daripada rtabel baik pada taraf signifikansi 5% (0,279) maupun 1% (0,361) pada df 52 (df = N-2). Maka ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Depok.
Kurikulum Pendidikan Seksualitas Berbasis Islam melalui Platform Kelas Webinar Akun Taulebih
Muhamad Ibtissam Han;
Siti Nurul Izzah Firdausi
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37542/90rsqb07
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Pendidikan seksualitas yang merupakan hal penting untuk dipelajari oleh setiap individu, terutama remaja. Namun, masih banyak masyarakat yang merasa malu dan tabu untuk membicarakan tentang seksualitas. Islam sebagai agama yang mengatur seluruh urusan manusia tentu sangat melarang seseorang melakukan tindakan kekerasan seksualitas, sebab dalam pendidikan seksualitas bukan hanya aspek psikologi, sosial, budaya, hukum tetapi aspek agama juga diperlukan. Kurikulum di sekolah belum dijumpai yang membahas secara detail mengenai pendidikan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui materi dan implementasi kurikulum Taulebih. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, yang mana penelitian ini hanya menganalisis dan menyajikan fakta sehingga mudah dipahami dan disimpulkan, kemudian menggunakan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian yang sudah dilakukan didapatkan mengenai materi implementasi kurikulum di platform Taulebih pelaksanannya terstruktur dengan baik. Hal itu sesuai dengan tahapan implementasi kurikulum yang terlaksana. Kemudian, didukung oleh SDM yang berkualitas dan faktor pendukung lainnya juga membuat materi kurikulum dapat tersusun dengan baik.
Pembentukan Karakter Disiplin pada Siswa melalui Kegiatan Mutaba’ah Yaumiyah di Kelas XI SMA Adzkia Islamic School Tangerang Selatan
Mufassirul Alam;
Faris Pratama Hermawan
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37542/61wp1490
Model pembelajaran daring atau online yang kini memang menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk kegiatan belajar mengajar saat pandemi Covid-19. Yang dimana saat ini telah membuat efek samping tersendiri bagi para siswanya. Terlebih pada sekolah-sekolah yang mengedepankan program pembentukan karakter pada siswa. Program-program kegiatan sekolah yang dahulu telah mampu membentuk karakter siswa yang kuat dan tangguh pada setiap lulusannya. Kini tengah diuji dalam hal ketahanan programnya. Dikarenakan model kegiatan belajar yang dilakukan saat ini dengan sistem jarak jauh atau tidak. Penelitian ini di latar belakangi oleh kegelisahan hati dari peneliti sendiri terhadap keadaan Pandemi saat ini khususnya pada Program pembentukan Karakter Siswa. Penelitian ini juga meneruskan penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan di tahun 2020 dengan judul penelitian Pendidikan Karakter Baik dan Kuat (BAKU) di SMP Adzkia Islamic School oleh Endah Nuryana. Penelitian skripsi ini di lakukan dengan metode penelitian deskritif kualitatif yang ditujukan untuk mendapatkan hasil dari gambaran pembentukan karakter disiplin. Adapun metode deskritif merupakan metode untuk mendapatkan gambaran secara sistematis tentang fenomena yang ada terkait pembentukan karakter disiplin pada siswa melalui kegiatan mutaba’ah yaumiyah di kelas. Dengan adanya program pembentukan karakter disiplin pada siswa melalui kegiatan mutaba’ah yaumiyah hal tersebut membantu guru-guru dan bagian pembinaan sehingga lebih mampu mengontrol peserta didik yang sudah memenuhi target dengan peserta didik yang belum menjalankan amanah dengan maksimal atau belum memenuhi targetannya. Mutaba’ah yaumiyah menjadi salah satu acuan bahan kontrol sekoah dan yayasan dalam program pembentukan karakter.
Korelasi Program Remedial terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 7 Tangerang Selatan
Fikri Maulana;
Maula Sufi Ramadhina
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37542/yr20rt94
Korelasi Program Remedial Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 7 Tangerang Selatan, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah Universitas PTIQ Jakarta. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah adanya Korelasi Program Remedial Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 7 Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Field Research dan menggunakan pendekatan korelasional. Rancangan penelitian ini menggunakan desain korelasi. Dalam penelitian yang menjadi populasi adalah peserta didik kelas VIII. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dari analisis data dan uji korelasi yang telah penulis dalam hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa: Berdasarkan hasil uji hipotesis variabel program remedial dan prestasi belajar tidak terdapat korelasi antara keduanya. Hal ini dapat dilihat berdasarkan pada hasil perhitungan SPSS yang didapat dalam Pearson Correlation/nilai korelasi untuk program remedial adalah dengan sig (2-tailed) sebesar 0,989 dan untuk prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah dengan sig (2-tailed) sebesar 0,989, yang dimana apabila sig (2-tailed) sebesar 0,989 > 0,05 atau lebih besar dari 0,05 bahwa hubungan antara kedua variabel adalah positif. Dan dapat dilihat dari derajat korelasi yaitu senilai -0,002 yang dimana sangat tidak ada korelasinya.
Pendidikan Profetik; Tinjauan Implementatif dalam Pendidikan Islam Abad 21
Naelul Mubarok
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37542/3zh1x634
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontekstualisasi pendidikan profetik dalam konteks pendidikan abad 21. Dalam penelitian ini membahas sejimlah teori dan konsep yang digagas para ahli, landasan, tujuan dan fungsi, prinsip serta ragam pendekatan dalam pendidikan profetik. Metode yangd iguanakan dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Data diperoleh dengan menganalisa litelatur-litrlatur yang berhubungan dnegan pendidikan profetik dan kemudiana disajikan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan profetik masih sangat dibutuhkan dalam konteks pendidikan modern saat ini. Pendidikan profetik dengan berbagai pendekatanya dapat menata moralitas siswa serta mengkonstruksi cara berfikir yang baik untuk menjadikan siswa menjalankan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
Komunikasi Pendidikan Islam: Tinjauan Model Implementatif Praktis di Sekolah
Sri Mulya Nurhakiky
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37542/8k50fs14
Komunikasi adalah tindakan memberikan informasi kepada orang lain dengan maksud agar orang lain mempunyai informasi yang sama dengan pesannya. Komunikasi dapat dilakukan dengan satu arah atau dua arah/multi arah. Pesan yang disampaikan pengirim kepada penerima dapat dikemas secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik lisan maupun tulisan. Komunikasi nonverbal merupakan komunikasi yang dikemas dalam suatu pesan tanpa kata-kata. Pandangan komunikasi para partisipan terbagi menjadi komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi masa, dan komunikasi organisasi. Belajar adalah suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa dan guru sebagai fasilitator. Pembelajaran terjadi dalam proses belajar dan mengajar. Dengan demikian pembelajaran memerlukan interaksi menunjukkan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi, artinya di dalamnya terdapat proses penyampaian pesan oleh guru kepada siswa.
Inovasi Pembelajaran Guru Dengan Media Digital di Era 5.0 sebagai Daya Pikat Siswa pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
Nur Afif
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37542/91qrae75
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan menganalisis inovasi pembelajaran guru dalam mengintegrasikan media digital di era 5.0 sebagai strategi daya pikat siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Peningkatan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan paradigmatik dalam dunia pendidikan, memasuki era 5.0 yang ditandai dengan adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan, Internet of Things, dan interkoneksi yang semakin luas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru PAI, siswa, serta analisis dokumen terkait. Responden penelitian ini adalah guru PAI dan siswa kelas yang telah mengalami pembelajaran dengan inovasi media digital. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mendalam tentang strategi inovatif yang diterapkan oleh guru PAI dalam mengintegrasikan media digital, serta dampaknya terhadap ketertarikan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran PAI. Analisis data akan mengidentifikasi kelebihan dan kendala dalam penerapan inovasi ini, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI melalui media digital di era 5.0. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran berbasis teknologi dalam konteks pelajaran PAI, sekaligus memberikan pandangan yang lebih komprehensif terkait tantangan dan peluang pembelajaran di era 5.0.
Persepsi Siswa pada film Islami dalam Pemahaman Akidah Akhlak tentang Materi Husudzon di SMP Islam Ruhama
Wildan Alwi;
Miftahul Khoirot
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37542/kmn39897
Persepsi Siswa pada Film Islami dalam Pemahaman Akidah Akhlak Tentang Materi Husnudzon di Sekolah SMP Islam RUHAMA, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah Institut PTIQ Jakarta. Media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, taperecorderr, kaset, video, camera, video recorder, film slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi dan komputer. Salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media megandung dan membawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu siswa. Adapun fokus masalah penelitian ini yaitu tentang Persepsi Siswa pada Film 99 Cahaya di Langit Eropa dalam Pemahaman Akidah Akhlak tentang Materi Husnudzon. Persepsi merupakan suatu proses yang timbul akibat adanya sensasi. Sensasi adalah aktivitas merasakan atau penyebab keadaan emosi yang menggembirakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (FieldResearch). Subjek penelitian dalam penelitian adalah Siswa kelas VIII di SMP Islam RUHAMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu: obsrvasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Siswa pada Film Islami dalam Pemahaman Akidah Akhlak tentang Materi Husnudzon di Sekolah SMP Islam RUHAMA sebagai berikut: penggunaan film pada media pembelajaran audio visual dapat mempermudah siswa dalam mendapatkan informasi dari film yang berkaitan dengan pemahaman materi dan meningkatkan daya ingat siswa yang lebih kuat serta mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam analisis dengan begitu siswa tidak mudahpercaya begitu saja terhadap setiap informasi yang didapat. Dengan media film siswa tidak bosan dan mendapat pengalaman baru dari pembelajaran yang menyenangkan. Media pembelajaran audio visual dilakukan dengan fasilitas yang memadai dengan faktor pendukung dan penghambat serta kelebihan dan kekurangan dalam pemahaman siswa melalui media audio visual.