cover
Contact Name
Pharmascience
Contact Email
dita.sandi@ulm.ac.id
Phone
+6285189393438
Journal Mail Official
jps@ulm.ac.id
Editorial Address
https://pharmascience.ulm.ac.id/index.php/pharmascience/about
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : https://doi.org/10.20527/jps.v13i1
Core Subject :
ournal of Pharmascience accepts scientific articles as original reasearch articles and review articles on pharmacy and health. Journal of Pharmascience publishes various scientific articles covering Pharmacy and Pharmaceutical Sciences in the field but not limited to: Clinical Pharmacy Community Pharmacy Pharmacology Natural Pharmacy Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Technology Pharmaceutical Management Pharmaceutical Education Apart from the topics above, the Journal of Pharmascience also accepts other manuscripts in the health field, such as: Validation and development of analytical methods for a variety of samples, including food Implementation and analysis of a variety of surveys related to medical therapy, disease, health procedures, and other aspects of health
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik di Kelurahan Keraton Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Rahmayanti Fitriah; Mahriani Mahriani; Ika Maulida Nurrahma
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7358

Abstract

ABSTRAK Obat generik adalah obat yang penamaannya didasarkan pada kandungan zat aktif tertentu dalam suatu obat dan tidak menggunakan merk dagang. Persepsi pasien terhadap obat generik di masa penerapan JKN ini dinilai oleh banyak pengamat masih buruk, salah satunya yang menyatakan bahwa masih ada persepsi yang salah tentang obat generik, yaitu obat generik dianggap sebagai obat murah sehingga mutunya diragukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap obat generik di Kelurahan Keraton Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan melalui lembar kuesioner, dengan sampel yang dipilih menggunakan metode Stratified Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui uji kuesioner kepada 100 responden untuk menilai gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Dari total sampel dijumpai bahwa 45 orang (45%) responden memiliki tingkat pengetahuan dengan katagori “sedang”. Kepada para pembuat kebijakan kesehatan diharapkan terus meningkatkan sosialisasi obat generik. Kepada pelayanan kesehatan, agar dapat meningkatkan kinerja dalam penyuluhan program promosi obat generik di daerah. Kata Kunci :  Obat Generik, Masyarakat, Tingkat Pengetahuanl  ABSTRACT             Generic drugs are drugs that are named after the activecontained, and not using a trademark. The community’s perception of generic drugs during the JKN application was deemed unsavory by many observers, generic drugs are considered as cheap medicine with doubtable quality. This study aims to determine the level of public knowledge about generic drugs in Kelurahan Keraton Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar South Borneo Indonesia. This research is a descriptive researchusing a cross sectional design. The data were collected through a questionnaire, with the sampled selection using Stratified Random Sampling method. Based on the results of the research conducted by the questioning 100 respondents to obtain the level of public knowledge about generic drugs. Of the total sample found, (45%) respondents (45%) has a knowledge level with the category "medium". To health policy makers to continue to increase the socialization of generic drugs. To health services, to improve education programs in the promotion of generic programs in the region. Keywords : Generic Drugs, Society, Level of Knowledge
Studi Observasional Pola Penggunaan dan Tingkat Pengetahuan Tentang Anti Inflamasi Non Steroid pada Masyarakat Kelurahan Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan Muhammad Rizki Akbar; Difa Intannia; Herningtyas Nautika Lingga
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i2.7772

Abstract

Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) merupakan golongan obat untuk nyeri dan inflamasi yang banyak digunakan di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik responden, pola penggunaan AINS, dan tingkat pengetahuan masyarakat di kelurahan Sungai Besar. Penelitian ini adalah penelitian noneksperimental dengan metode observasional deskriptif dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik quota sampling. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi berjumlah 96 responden. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat kelurahan Sungai Besar yang menggunakan AINS adalah berjenis kelamin perempuan (56,25%), berumur 26–45 tahun (59,38%), berpendidikan SMA/SMK (43,75%), dan bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (36,64%). Pola penggunaan AINS meliputi jenis AINS yang digunakan adalah asam mefenamat (73,95%), waktu terakhir menggunakan obat 1 bulan terakhir (83,33%), cara memperoleh obat tanpa resep dokter (78,12%), tempat pembelian obat di apotek (83,33%). Tujuan pengobatan untuk mengurangi rasa nyeri (73,96%), bentuk sediaan obat yang digunakan sediaan tablet (100%), cara penggunaannya langsung diminum (100%), dan aturan pakai 3 x sehari (84,38%), responden tidak mengalami efek samping selama penggunaan AINS (83,33%), serta responden (96,87%) tidak memiliki kondisi penyakit lain/riwayat penyakit dalam penggunaan AINS. Tingkat pengetahuan responden terkait penggunaan AINS tinggi (77,08%). Kesimpulan dari penelitian ini responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi tentang penggunaan obat AINS.Kata Kunci : AINS, Pola Penggunaan, Tingkat PengetahuanNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) are a class of drugs for pain and inflammation that are widely used in the community. The aim of this study was to identify the characteristics of the respondents, the pattern of using NSAIDs, and the level of knowledge of the people in the Sungai Besar village who had used NSAIDs. This research is a non-experimental research with descriptive observational method with quota sampling technique. The research sample that met the inclusion and exclusion criteria was 96 respondents. The research instrument is a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The results showed that the Sungai Besar community who used AINS were female (56.25%), aged 26–45 years (59.38%), had a high school education (43.75%), and worked as housewives ( 36.64%). The pattern of NSAID use includes the type of NSAID used is mefenamic acid (73.95%), the last time using the drug in the last 1 month (83.33%), get medicine without a doctor's prescription (78.12%), buy medicine at the pharmacy (83 ,33%). The purpose of treatment is to reduce pain (73.96%), the dosage form of the drug used is tablet (100%), how to use it directly to drink (100%), and the rule of use 3 times a day (84.37%), respondents do not experience side effects during the use of NSAIDs (83.33%), and respondents (96.87%) did not have other disease conditions/history of disease in the use of NSAIDs. The level of knowledge of respondents related to the use of NSAIDs is high (77.08%). The conclusion of this study is that respondents have a high level of knowledge about the use of NSAIDs.
FTIR and Chemometrics Application on Determination of Total Flavonoid Content of Pasak Bumi Root Extract (Eurycoma longifolia Jack.) Liling Triyasmono; Ana Ulfah; Muhammad Ikhwan Rizki; Khoerul Anwar; Totok Wianto; Heri Budi Santoso
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.7923

Abstract

The combination of FTIR and chemometrics is an alternative method on determination of total flavonoid content of pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) root extract. This study aims to determine the method of FTIR and chemometrics can be used for determination of total flavonoid content and determine the total flavonoid content of E. longifolia root extract using FTIR and chemometrics. The samples from three growing area were determined their flavonoid content by colorimetric method and measured their absorbance by FTIR spectrophotometer. The analysis was done by PCA chemometrics to grouping IR spectra based on growing area and PLSR to determine prediction model of total flavonoid content of E. longifolia root extract. The best grouping and prediction model is shown by IR spectra in the range of wavenumbers 1800-1540 cm-1 with  total variation is 99%  and prediction model with equation y = 0.995x + 0.002 (R2 calibration = 0.995; R2 validation = 0.970; RMSEC = 0.008; RMSECV = 0.021). The total flavonoid content of E. longifolia root extract (% b/b ± SD) from Mandiangin, Condong, and Sabuai is 0.225 ± 0.009; 0.437 ± 0.007; and 0.466 ± 0.016 (R2 = 0.995 and RMSEP = 0.008). Based on this, the combination of FTIR and chemometrics can be used to predict the total flavonoid content of unknown E. longifolia root extract
Evaluasi Penyimpanan Obat di Gudang Farmasi RSUD Ratu Zalecha Martapura Octa Linda Lestari; Nani Kartinah; Noor Hafizah
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.7926

Abstract

Penyimpanan adalah kegiatan untuk menghindari obat dari kerusakan baik fisik dan kimia serta memastikan kualitas obat tetap terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan obat di Instalasi Gudang Farmasi RSUD Ratu Zalecha Martapura berdasarkan indikator USAID. Penelitian bersifat deskriptif non-eksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif. Indikator yang dievaluasi yaitu tingkat akurasi persediaan obat, tingkat akurasi penempatan obat, tingkat akurasi pengambilan obat, waktu pemrosesan permintaan obat, pemanfaatan ruang penyimpanan, serta tingkat keamanan di lokasi penyimpanan menurut USAID. Hasil penelitian menunjukkan persentase tingkat akurasi persediaan obat 100%, persentase tingkat akurasi penempatan obat sebesar 85%, dan persentase tingkat akurasi pengambilan obat 97%. Waktu yang diperlukan oleh petugas gudang dalam pemrosesan permintaan obat yaitu 3 - 66 menit, persentase pemanfaatan gudang untuk menyimpan obat sebesar 43%, dan terdapat Standar Prosedur Operasional terkait tingkat keamanan obat di gudang penyimpanan obat. Dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi berdasarkan indikator USAID menunjukkan penyimpanan obat di Gudang Farmasi RSUD Ratu Zalecha Martapura masih belum efisien karena masih terdapat indikator yang belum memenuhi standar yaitu indikator tingkat akurasi penempatan obat dan tingkat akurasi pengambilan obat. Storage of medicine is an activity to prevent drugs from physical and chemical damage and to guarantee the quality of drugs. This study aims to evaluate the drug storage at the Installation of Pharmacy in Ratu Zalecha Martapura Hospital based on USAID indicators. This research is a descriptive non-experimental study with a cross-sectional study and prospectively data. The indicators evaluated are the accuracy of drug supplies, the accuracy of drug placement, the accuracy of drug collection, the processing time for drug requests, the utilization of storage space, and the level of security at storage locations according to USAID. The results showed an accurate rate of drug supplies was 100%, percent of the accuracy rate of drug placement was 85%, and percent of the accuracy of drug-taking was 97%. The time required by warehouse officers in processing drug requests is 3 - 66 minutes, the percentage of warehouse used to store drugs is 43%, and there are Standard Operating Procedures related to the safety level of drugs in drug storage warehouses. The conclusion of this research is the evaluation based on USAID indicators show that drug storage in the Pharmacy Warehouse of the Ratu Zalecha Martapura Hospital is still inefficient because there are still indicators that do not meet the standards, namely indicators of the accuracy of drug placement and the accuracy of drug-taking.Keywords :   Drug Storage, Warehouse, USAID Indicator, Pharmaceutical Managemen
Faktor Risiko Yang Berpengaruh Pada Kejadian Tuberkulosis dengan Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUD Ulin Banjarmasin Aulia Mashidayanti; Nurlely Nurlely; Nani Kartinah
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.7928

Abstract

MDR-TB (Multidrug-Resistant Tuberculosis) adalah salah satu jenis TB yang resisten dengan OAT (Obat Anti Tuberculosis) dengan resisten terhadap 2 obat anti tuberculosis yang paling ampuh yaitu rifampisin dan isoniazid. Obat rifampisin dan isoniazid sudah tidak efektif dalam membunuh kuman mycobacterium tuberkulosis dikarenakan kuman yang sudah resisten terhadap obat tersebut. MDR-TB merupakan suatu permasalahan yang menjadi hambatan utama dunia dalam pemberantasan TB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko apa saja yang dapat berpengaruh pada kejadian tuberkulosis dengan multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) di RSUD Ulin Banjarmasin dengan variabel yang ditinjau adalah pengetahuan, motivasi dan keteraturan minum obat. Metode penelitian dengaan rancangan Cross Sectional dengan metode pengambilan dengan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan diagnosis tuberkulosis multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) dan pasien TB Non MDR yang digunakan sebagai pembanding yang dipilih secara acak. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko yang terbukti berpengaruh pada kejadian TB-MDR adalah keteraturan minum obat (p-value< 0,05). Oleh karena itu, untuk mengurangi potensi bertambahnya penderita TB-MDR, maka perlu diperhatikan lagi keteraturan minum obat penderita, memastikan agar penderita benar-benar rutin dan teratur dalam minum obat.  MDR-TB (Multidrug-Resistant Tuberculosis) is one of tuberculosis characterized by resistant to anti-TB drug (Anti Tuberculosis Drug). An MDR-TB event is a resistance event to 2 of the most effective anti-TB drugs which are rifampicin and isoniazid. Rifampicin and isoniazid are no longer effective in killing Mycobacterium tuberculosis bacteria due to its resistant to the drug. The purpose of this study is to identify any risk factors that can affect the incidence of tuberculosis with multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) in RSUD Ulin Banjarmasin. The variables in this study were knowledge, motivation and regularity of taking drugs. The research method was a cross sectional design using questionnaire to the patients. The population in this study was all patients with a diagnosis of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) and non-MDR TB patients who used as a comparison which were selected randomly. The results of this study indicate that the risk factor that has been shown to influence the incidence of MDR-TB was the regularity of taking medication (p-value <0.05). Therefore, to reduce the potential of MDR-TB sufferers to increase, it is necessary to pay attention to taking drug regularity of patient, ensuring that the patient is really routine and taking medication regularly.Keywords: RSUD Ulin Banjarmasin, MDR-TB (Multidrug-Resistant Tuberculosis), Tuberculosis
Gambaran Informasi dan Tindakan Petugas Kesehatan Terhadap Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banjar Kesty Aprini; Nurlely Nurlely; Nani Kartinah
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.8021

Abstract

Petugas kesehatan mempunyai pengaruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan terhadap pasien TB yang akan berpengaruh terhadap kepatuhan berobat.  Tujuan penelitian ini menentukan persentase petugas kesehatan kategori baik, cukup, kurang dalam memberikan informasi dan tindakan terhadap pasien tuberkulosisdi Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilakukan terhadap 97 petugas kesehatan dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner. Subjek pada penelitian ini yaitu tim program TB (Dokter, Perawat, Petugas lab) dan Apoteker/AA. Penilaian dilakukan terhadap karakteristik petugas, informasi dan tindakan yang diberikan petugas kesehatan terhadap kepatuhan berobat pasien TB yaitu dikategorikan baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian pada karakteristik petugas kesehatan yaitu jenis kelamin perempuan sebanyak 68 orang, kategori umur >30 tahun sebanyak 57 orang, pendidikan terakhir yang paling banyak yaitu D3 sebanyak 47 orang, masa jabatan sebagai petugas TB (perawat) yang paling banyak yaitu selama <5 tahun sebanyak 20 orang. Informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan terhadap kepatuhan berobat pasien TB dalam kategori baik yaitu 61 (62,88%)  petugas kesehatan dan tindakan petugas TB sebanyak 47 (48,46%) petugas kesehatan. Oleh karena itu petugas kesehatan perlu memperhatikan lagi terkait kinerja pelayanan kesehatan agar informasi dan tindakan terhadap kepatuhan berobat pasien TB jauh lebih baik Health workers have an influence on the quality of health services, including health services for TB patients which will affect treatment compliance. The purpose of this study was to determine percentage of health workers in good, sufficient, and inadequate categories in providing information and action on tuberculosis patients in Banjar District. This research was conducted on 97 health workers with a cross sectional approach using a questionnaire. The subjects in this study were TB team programs which consist of Doctors, Nurses, Lab Officers and Pharmacists/Pharmacist assistant. An assessment was made of  staff characteristics, information and actions given by health workers to TB patient treatment was categorized as good, sufficient and lacking. Thye result of this study characteristics on health workers are female sex which were  68 people, age categories>30 years as many as 57 people, the most recent education is D3 which were 47 people, while the longest term as TB officers (nurses) was for less than 5 years which were 20 people. Information provided by health workers on TB patient compliance in the good category was 61 (62.88%) health workers and the actions of TB workers were 47 (48.46%) health workers. Therefore, it is necessary to pay more attention to the performance of health services so that information and actions on TB patient compliance more better Keywords: TB Health care workers, Tuberculosis, Information, Action
Sand Granules Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Eupatorium inulifolium Kunth.) sebagai Larvasida Alami Pemberantas Demam Berdarah Dengue Puji Hartati; Yance Anas; Ririn Lispita Wulandari
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i1.8067

Abstract

ABSTRAK             Penelitian sebelumnya telah mengungkap efek larvasida ekstrak etanol daun kirinyuh (Eupatorium inulifolium Kunth.) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Ekstrak ini selanjutnya dapat dikembangkan dalam bentuk sediaan sand granules sehingga mudah digunakan sebagai larvasida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sand granules ekstrak etanol daun Eupatorium inulifolium Kunth (EEDE) yang memenuhi standar karakteristik fisik granul dan menguji efek larvasidanya pada larva nyamuk Aedes aegypti. Sand granules EEDE dibuat dengan metode  granulasi basah dengan variasi konsentrasi kollidon (1%-5%), explotab (1%-3%) dan sacharum lactis (78,44%-84,44%). Karakteristik fisik berbagai formula Sand granules EEDE yang diuji adalah kecepatan alir dan sudut diam. Uji efek larvasida dilakukan pada 25 ekor larva instar III nyamuk Aedes aegypti selama 24 jam dengan replikasi sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula Sand granules EEDE (F1-F5) memenuhi standar karakteristik fisik dengan kecepatan alir (16,69-19,35) g/detik dan sudut diam granul 32,94°-35,76°. F1-F5 juga memiliki efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dengan persentase kematian larva dalam 24 jam sebesar (33,0-39,2) %. Akan tetapi, efek larvasida tersebut lebih kecil dibandingkan dengan EEDE 670 ppm (49,6%) dan Temefos® 0,01 ppm (100,0%). Hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa proses pembuatan sand granules akan menyebabkan penurunan efek larvasida EEDE. Kata Kunci: Daun kirinyuh, efek larvasida, karakteristik fisik, sand granules  ABSTRACT Previous studies reported Eupatorium inulifolium Kunth. leaves ethanol extract (ELEE) have a larvicidal effect on Aedes aegypti larvae. This extract can be developed into sand granules formulation, making it easy to use as a natural larvicidal. This study means to obtain the ELEE sand granules formula that meets the granule's physical characteristics standard, and asses it's a larvicidal effect on Aedes aegypti larvae. Sand granules of ELEE produced with the wet granulation method. The differences between formulas are variations of Kollidon (1%-5%), Explotab (1%-3%), and Saccharum Lactis (78.44%-84.44%) concentration. The physical characteristics of the various KLEE sand granules formulas observed are flow rate and angle of repose. The assay of the ELEE larvicidal effect was carried out on twenty-five Aedes aegypti Instar III larvae for 24 hours with five replications. The results showed that all ELEE sand granules formulas (F1-F5) met the physical characteristics standard, with a flow rate (16.69-19.35) g/sec and an angle of repose 32.94 °-35.76°. F-F5 also had larvicidal effects on Aedes aegypti larvae, with larval mortality within 24 hours (33.0-39.2) %. However, their larvicidal effect is slight compared to ELEE 670 ppm (49.6%) and Temefos® 0.01 ppm (100.0%). This study also concludes that the process of sand granules preparation will diminish the larvicidal effects of ELEE. Keywords: Kirinyuh leaves, larvacidal effect, physical characteristics, sand granules
Validasi Kuesioner Pengetahuan Anemia dan Suplemen Zat Besi Pada Ibu Hamil Susan Fitria Candradewi; Ginanjar Zukhruf Saputri; Adnan Adnan
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i1.8069

Abstract

ABSTRAK Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah dalam kehamilan. Data WHO pada tahun 2001 menunjukkan bahwa lebih dari 50 % wanita hamil mengalami anemia. Anemia pada kehamilan merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin kurang dari 11 mg/dL. Prevalensi anemia di Indoensia cukup tinggi yaitu sebesar 50-63%, sedangkan prevalensi di DI Yogyakarta adalah 14,32%.  Penelitian mengenai pengetahuan ibu hamil terkait kondisi kehamilannya di Selangor  diperoleh bahwa pengetahuan ibu hamil pada kategori baik, namun sebagian besar dari subyek memiliki penegtahuan yang rendah terkait suplemen zat besi. Instrumen penelitian mengenai pengetahuan dan suplemen zat besi yang tervalidasi di Indonesia masih belum ada, sehingga data pengetahuan ibu hamil mengenai kehamilan dan suplemen zat besi masih sangat kurang. Metode dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengembangan instrumen penelitian (kuesioner) yang dilakukan validasi oleh tiga orang ahli di bidangnya masing-masing (validasi konten). Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pilot test untuk mengetahui masukan maupun umpan balik dari subyek terkait kesalahan dan item pertanyaan yang membingungkan. Pilot test juga digunakan untuk mengukur waktu pengisian kuesioner. Langkah terakhir adalah melakukan validasi construct yang dilakukan pada 49 subyek penelitian. Analisis statistik menggunakan pearson correlation  dan cronbach alpha digunakan untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner. Subyek penelitian dalam validasi ini adalah sebanyak 49 pasien hamil yang mendapatkan suplemen zat besi dan atau asam folat di RS PKU Muhammadiyah Gamping pada periode Agustus sampai dengan September 2019. Berdasarkan hasil Uji validitas terhadap 15 item pertanyaan diperoleh 2 item pertanyaan yang tidak valid, selanjutnya item pertanyaan dihapus dan dilakukan validasi ulang dan diperoleh hasil valid dengan nilai koefisien pearson correlation ditasa nilai r tabel. Hasil uji reliabilitas menggunakan cronbach alpa diperoleh semua item pertanyaan memiliki nilai cronbach alpa diatas 0,6 sehingga dinyatakan reliabel. Kata Kunci: Validasi, pengetahuan, ibu hamil, suplemen zat besi     ABSTRACT Anemia in pregnancy is one of the problems in pregnancy. WHO data in 2001 showed that more than 50% of pregnant women had anemia. Anemia in pregnancy is a condition where the hemoglobin level is less than 11 mg / dL. The prevalence of anemia in Indonesia is quite high at 50-63%, while the prevalence in DI Yogyakarta is 14.32%. Research on the knowledge of pregnant women regarding their pregnancy conditions in Selangor shows that the knowledge of pregnant women is in the good category, but most of the subjects have low knowledge regarding iron supplementation. Research instruments on validated knowledge and supplementation of iron in Indonesia still do not exist, so data on knowledge of pregnant women regarding pregnancy and iron supplements is still lacking. The method in this study was to develop a research instrument (questionnaire) which was validated by three experts in their respective fields (content validation). The next step is to conduct a pilot test to find out input and feedback from subjects related to errors and confusing question items. Pilot tests are also used to measure the time to fill out the questionnaire. The final step is to construct validation conducted on 49 research subjects. Statistical analysis using Pearson correlation and Cronbach alpha was used to measure the validity and reliability of the questionnaire. Research subjects in this validation were 49 pregnant patients who received iron supplements and / or folic acid at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital in the period of August to September 2019. Based on the results of the validity test of 15 question items, there were 2 items that were invalid, further items questions were deleted and re-validated and valid results obtained with the Pearson correlation coefficient ditasa r table values. The reliability test results using Cronbach Alpha are obtained all questions items have a Cronbach Alpha value above 0.6 so that it is declared reliable. Keywords:validation, knowledge, pregnant women, iron suplements
Sediaan Ekstrak Air Daun Gaharu (Aquilaria microcarpa) Memiliki Potensi Memperbaiki Kulit yang Terpapar Sinar Ultraviolet Destria Indah Sari; Dina Rahmawanty; Yunita Jultan; Siti Sumiati Naba
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i1.8071

Abstract

ABSTRAK Sinar ultraviolet dapat memberikan dampak yang merugikan terhadap kulit. Meskipun sinar ultraviolet juga memberikan manfaat seperti memediasi sintesis vitamin D, namun paparan berlebih sinar ultraviolet dapat menyebabkan kelainan kulit dan dapat menimbulkan resiko kesehatan, seperti atropi, perubahan pigmen, keriput, dan malignancy (keganasan). Reaksi tersebut timbul karena pembentukan radikal bebas dan untuk mengatasinya diperlukan antioksidan. Ekstrak daun Aquilaria microcarpa diketahui mengandung flavanoid, yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Pemanfaatan ekstrak daun Aquilaria microcarpa dalam bentuk sediaan merupakan langkah untuk meningkatkan kenyamanan pemakaian dan memaksimalkan manfaat ekstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan sediaan ekstrak daun Aquilaria microcarpa dalam memperbaiki kulit yang terpapar sinar matahari. Kulit yang digunakan dalam penelitian adalah kulit mencit dewasa galur Balb/C yang telah diberi perlakuan selama 8 hari.  Pengamatan dilakukan terhadap lapisan epidermis dan dermis terhadap masing-masing ketebalan dan jumlah melanosit. Hasil penelitian menunjukkan sediaan ekstrak daun Aquilaria microcarpa memiliki potensi memperbaiki kulit yang terpapar sinar ultraviolet. Kata Kunci: paparan sinar ultraviolet, Aquilaria microcarpa,   ABSTRACT Ultraviolet rays could give negative effect to skin. Although ultraviolet rays also give benefit, for example, catalyzing vitamin D synthesis, but excessive exposure of ultraviolet rays may cause skin disorders, such as atropy, pigment changes, wrinkles, and malignancy. Those reactions caused by free radicals formation and need antioxidant to reduce them. Aquilaria microcarpa leaves extract were revealed to have flavanoid, which can be used as antioxidant. Its usage as dosage form was a step to increase acceptability and to maximize benefit of the extract. This research was aimed to determined Aquilaria microcarpa leaves extract ability to recover skin-previously exposed to ultraviolet rays. Skin used in this research were full grown mice Balb/C whom treated after 8 days. Epidermis thickness and melanocyte cell numbers were counted and compared with UV group and control group. The result showed Aquilaria microcarpa leaves extract as dosage form has potency to recover skin which exposure to ultraviolet rays. Keywords: ultraviolet rays exposure, Aquilaria microcarpa
Analisis Cost Of Illness Drug Reaction With Eosinophilia Systemic Symptoms Di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta Vicryanto Halid; Dyah Aryani Perwitasari; Sri Awalia Febriana
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i1.8073

Abstract

ABSTRAK Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptom (DRESS) adalah reaksi alergi kulit dengan demam, kenaikan eosinofil darah dan komplikasi organ. Sulitnya diagnosa dan lama terapi serta berpotensi kekambuhan membuat DRESS menjadi masalah karena mempengaruhi ekonomi. Cost of illness (COI) merupakan analisis menentukan beban ekonomi penyakit yang terdiri dari beberapa perspektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui total COI dari perspektif Rumah sakit berdasarkan jenis DRESS, jenis obat, dan jumlah obat penyebab DRESS. Penelitian non-experimental dengan desain cross-sectional retrospektif. Subyek penelitian 21 pasien. Parameter biaya komponen biaya medis langsung yaitu biaya instalasi gawat darurat, pengobatan, monitoring, penunjang dan rawat jalan. Hasil analisis data berupa median (range). Median total COI DRESS dengan komplikasi organ adalah Rp.13.194.963 dan Rp.10.123.495 untuk pasien DRESS tanpa komplikasi organ. Antibiotik menjadi obat penyebab DRESS terbanyak (55,55%) dengan range total biaya tertingginya Rp.53.576.350. Kesimpulan: Total COI DRESS di RSUP Dr.Sardjito tahun 2014-2018 satu pasien adalah Rp.13.546.700.Kata Kunci: Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptom, Cost OF illness, biaya medis langsung, komplikasi organ, perspektif Rumah sakit.  ABSTRACT Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptom (DRESS) are allergic skin reactions with fever, elevated blood eosinophils and organ complications. Difficult diagnosis and duration of therapy and potential recurrence make DRESS a problem because it affects the economy. Cost of illness (COI) is an analysis determining the economic burden of a disease consisting of several perspectives. This study aims to determine the total COI from the perspective of the hospital based on the type of DRESS, the amount and type of causative drug of DRESS. Non-experimental research with a retrospective cross-sectional design. Study subjects 21 patients. The cost parameters of the direct medical component costs are the costs of the emergency department, treatment, monitoring, support and outpatient care. The results of data analysis are in the form of a median (range). Results: The total median of COI DRESS with organ complications was Rp.13,194,963 and Rp.10,123,495 for DRESS patients without organ complications. Antibiotics became the most common drug causing DRESS (55.55%) with the highest total cost range of Rp.53,576,350. Conclusion: Total COI DRESS at Dr.Sardjito General Hospital in 2014-2018 one patient was Rp.13,546,700. Keywords: Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptom, Cost of Illness, direct medical costs, organ complications, perspective of the hospital.