cover
Contact Name
Pharmascience
Contact Email
dita.sandi@ulm.ac.id
Phone
+6285189393438
Journal Mail Official
jps@ulm.ac.id
Editorial Address
https://pharmascience.ulm.ac.id/index.php/pharmascience/about
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : https://doi.org/10.20527/jps.v13i1
Core Subject :
ournal of Pharmascience accepts scientific articles as original reasearch articles and review articles on pharmacy and health. Journal of Pharmascience publishes various scientific articles covering Pharmacy and Pharmaceutical Sciences in the field but not limited to: Clinical Pharmacy Community Pharmacy Pharmacology Natural Pharmacy Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Technology Pharmaceutical Management Pharmaceutical Education Apart from the topics above, the Journal of Pharmascience also accepts other manuscripts in the health field, such as: Validation and development of analytical methods for a variety of samples, including food Implementation and analysis of a variety of surveys related to medical therapy, disease, health procedures, and other aspects of health
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Karakteristik Fisika Sediaan Suspensi Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) dengan Variasi Carboxymethyl Cellulose Sodium (CMC-Na) Mia Fitriana; Wawan Halwany; Khoerul Anwar; Liling Triyasmono; Beny Rahmanto; Susy Andriani; Nur Ainah
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i1.8087

Abstract

ABSTRAK Gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) merupakan salah satu hasil hutan yang memiliki aktivitas antioksidan. Ekstrak etanol daun A. microcarpa terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sangat aktif. Ekstrak etanol daun A. microcarpa kemudian dibuat menjadi sediaan suspensi dengan variasi CMC-Na sebagai agen pengsuspensi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi CMC-Na terhadap karakteristik fisik suspensi ekstrak etanol daun A.microcarpa. Suspensi dibuat dengan variasi CMC-Na pada F1 (0,5% CMC-Na), F2 (1% CMC-Na) dan F3 (1,5% CMC-Na). Evaluasi sediaan suspensi meliputi organoleptis, uji viskositas, uji pH, uji homogenitas serta uji berat jenis suspensi. Nilai evaluasi suspensi dianalisis secara statistik dengan software SPSS 21. Hasil evaluasi fisik menunjukkan bahwa penambahan  konsentrasi CMC-Na akan meningkatkan nilai viskositas dan berat jenis sediaan. Kesimpulan dari pengujian ini adalah variasi konsentrasi CMC-Na mempengaruhi hasil viskositas, serta berat jenis suspensi (p<0,05) dan tidak mempengaruhi hasil organoleptis, homogenitas dan pH suspensi.  Kata kunci: Gaharu, suspensi, CMC-Na  ABSTRACT Gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) is one of the Borneo’s forest products that has antioxidant activity. Ethanol extract of A. microcarpa folium has been shown to have antioxidant activity that is classified as very active. The ethanol extract of A. microcarpa folium was then made into a suspension preparation with variations of sodium CMC as a suspending agent. This study aimed to determine the effect of sodium CMC concentration on the physical characteristics of the ethanol extract of A.microcarpa folium. Suspension was made with variations of sodium CMC in F1 (0.5% sodium CMC), F2 (1% sodium CMC) and F3 (1.5% sodium CMC). Evaluation of suspension preparations included organoleptic, viscosity test, pH test, homogeneity test and suspension specific gravity test. The suspension evaluation data were analyzed statistically with SPSS 21 Software.  The physical evaluation results showed that the addition of sodium CMC concentration would increase the viscosity and specific gravity of the preparation. The conclusion of this test was that variations in the concentration of sodium CMC affected the results of viscosity and suspension specific gravity (p <0.05) and did not affect the organoleptic yield, homogeneity and pH of the suspension. Keywords: Gaharu, suspension, 
Analisis Pengaruh Penggunaan Depot Medroxyprogesterone Acetate Terhadap Kenaikan Berat Badan Akseptor di Puskesmas Perumnas II Pontianak Nurmainah Nurmainah; Sri Wahdaningsih; Syaazaratul Qamelia Innas
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.8400

Abstract

Kontrasepsi suntik merupakan salah satu kontrasepsi hormonal yang masih menjadi pilihan akseptor dalam mengatur kehamilan. Namun demikian, penggunaan kontrasepsi suntik Depot Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) diketahui dapat meningkatkan berat badan selama pemakaian enam (6) bulan atau lebih. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan DMPA terhadap kenaikan berat badan akseptor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor baru suntik DMPA di Puskesmas Perumnas II Pontianak pada bulan Januari 2018 hingga Maret 2019. Variabel dari penelitian ialah usia, pekerjaan, paritas, dan kenaikan berat badan. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis paired t-test. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 81 akseptor. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa sebagian besar akseptor berusia 20-35 tahun (71,6%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (97,5%), mempunyai 2 anak atau lebih (77,8%), dan memiliki kenaikan berat badan 0-2 kg (44,4%). Berdasarkan hasil analisis paired t-test bahwa penggunaan suntik KB 3 bulan (DMPA) memiliki pengaruh terhadap kenaikan berat badan akseptor dengan nilai p=0,001. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh penggunaan DMPA terhadap kenaikan berat badan akseptor. Injectable contraception is a hormonal contraceptive used by acceptors in regulating pregnancy. However, the use of Depot Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) is known to increase body weight after six months of use or more.. The purpose of this study was to analysis the effect of using DMPA on weight gain. This study was an observational study with cross sectional analytic study design. The population in this study were all new acceptors who used DMPA at the Perumnas II Pontianak Public Health Care in January 2018 to March 2019. Variables from the study were age, occupation, parity, and weight gain. Analysis was performed using paired t-test analysis. The sampling technique used was purposive sampling, where the number samples that met the inclusion and exclusion criteria were 81 acceptors. The results showed that most of the acceptors were aged 20-35 years (71,6%), work as housewives (97,5%), had 2 or more children (77,8%), and gained weight 0-2  kg (44,4%). Based on the results of paired t-test analysis, the use of DMPA has an effect on the acceptor’s weight gain with a value of p = 0.001. The conclusion of this study is that there is an effect of the use of DMPA on acceptor weight gain.Keywords: Acceptors, DMPA, weigt gain 
Analisis Profil Lipid Ikan Gelodok (Periophthalmodon schlosseri) di Desa Tanipah dan Desa Kuala Lupak Kalimantan Selatan Gusti Maharani; Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.8458

Abstract

Lipid adalah kelompok molekul alami yang berperan penting sebagai bahan bakar metabolisme, stabilitas membran sel dan komponen penting pada struktur sel didalam tubuh. Penelitian profil lipid ikan gelodok dilakukan dengan pemeriksaan kolesterol total, trigliserida, High Density Lipoprotein (HDL), dan Low Density Lipoprotein (LDL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa profil lipid yang ada pada ikan gelodok (Periothalmodon schlosseri) di perairan desa Kuala Lupak dan desa Tanipah, Kalimantan Selatan. Rancangan penelitian dilakukan secara eksploratif dengan menentukan lokasi pengambilan sampel. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah purposive sampling atau pengambilan sampel secara isidental berdasarkan pertimbangan heterogenitas lokasi sampel. Pemeriksaan profil lipid dilakukan dengan metode enzimatik. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu profil lipid ikan timpakul pada perairan desa Tanipah mengandung kolesterol total sebanyak 101.17±36.06 mg/dL, HDL Kolesterol 26.5±7.06 mg/dL, LDL Kolesterol 50±26.9 mg/dL dan trigliserida sebanyak 134.8±146.07 mg/dL, sedangkan hasil profil lipid pada desa Kuala Lupak mengandung kolesterol total sebanyak 76.09±25.7 mg/dL, HDL Kolesterol 24±11.3 mg/dL, LDL Kolesterol 27.8±16.2 mg/dL, dan trigliserida 97.3±90.2 mg/dL, berdasarkan hasil yang didapatkan mengindikasikan bahwa kadar profil lipid pada ikan gelodok memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai kadar normal ikan pada umumnya.Lipids are a group of natural molecules that important role as fuel metabolism, cell membrane stability and important components of cell structure in the body. The research of lipid fish lipid profiles was carried out by examining total cholesterol, triglycerides, High Density Lipoprotein (HDL), and Low Density Lipoprotein (LDL). This research aims to determine and analyze the existing lipid profile in the gelodok (Periothalmodon schlosseri) in the waters of Kuala Lupak and Tanipah villages, South Kalimantan. The research design was carried out exploratively by determining the location of sampling. The sampling technique used was purposive sampling based on consideration of heterogeneity of sample locations. Lipid profile examination was carried out using an enzymatic method. The results obtained in this study are the lipid profile of the lead fish in the waters of Tanipah village containing total cholesterol as much as 101.17 ± 36.06 mg / dL, HDL Cholesterol 26.5 ± 7.06 mg / dL, LDL Cholesterol 50 ± 26.9 mg / dL and triglycerides as much as 134.8 ± 146.07 mg / dL, while the results of the lipid profile in Kuala Lupak village contained 76.09 ± 25.7 mg / dL total cholesterol, HDL Cholesterol 24 ± 11.3 mg / dL, Cholesterol LDL 27.8 ± 16.2 mg / dL, and triglycerides 97.3 ± 90.2 mg / dL, based on the results obtained indicate that the lipid profile level in the mackerel fish has a lower value than the normal value of fish in general.Keywords: lipid, Perithalmodon schlosseri, total cholesterol, Lipoprotein, Triglycerides
Profil Darah Ikan Gelodok (Periophthalmodon schlosseri) dan (Boleophthalamus boddarti) di Desa Kuala Tambangan Pelaihari, Kalimantan Selatan Nita Azhari; Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.8465

Abstract

Profil darah memiliki peran yang sangat penting dalam fisiologi metabolisme dan aktifitas tubuh hewan. Kuala Tambangan memiliki banyak potensi sumber daya ikan salah satunya ikan gelodok. Ikan gelodok di kawasan ini mudah ditemukan, akan tetapi sampai sekarang belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil darah ikan gelodok jenis Periophthalmodon schlosseri dan Boleophthalamus boddarti pada ekosistem mangrove yang berada di desa Kuala Tambangan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penangkapan hewan langka yaitu line transek, metode hemositometer dan metode sahli parameter yang dihitung hemoglobin, eritrosit, leukosit, hematokrit, MCV (Mean Corpusculla Volume), MCH (Mean Cell Hemoglobin), MCHC (Mean Cell Hemoglobin Concentration) pada 2 jenis ikan gelodok 34 ekor P. schlosseri dan 34 ekor B. boddarti. Hasil yang didapatkan adalah eritrosit P. schlosseri 3,87±0,58 x 106 sel/μL; B. boddarti 3,78±0,73 x 106 sel/μL 2 jenis ikan gelodok ini memiliki nilai eritrosit diatas batas normal; leukosit P. schlosseri 11,91±5,61 x103 sel/μL dan B. boddartii 9,72±4,24 x103 sel/μL nilai leukosit pada 2 jenis ikan gelodok ini berada di atas batas normal; hemoglobin P. schlosseri 11,59±1,75 % dan B. boddartii 11,75±1,96 % dari hasil yang didapat kadar hemoglobin pada 2 jenis ikan gelodok ini berada di atas batas normal kadar hemoglobin ikan pada umumnya; hematokrit P. schlosseri 34,32±5,57 % dan B. boddartii 35,71±5,44 % hasil hematokrit yang didapat dari 2 jenis ikan gelodok ini yaitu di atas batas normal; jenis P. schlosseri memiliki nilai MCV 88,72±6,62 μm3 yang berada di bawah batas normal; MCH 29,92±0,69 pg/sel yang berada di bawah batas normal; MCHC 33,99±3,97 g/dL pada jenis ini nilai MCHC masih berada pada batas normal; jenis B. boddartii memiliki nilai MCV 96,16±17,96 μm3 yang berada di bawah batas normal; MCH 31,51±5,50 pg/sel yang masih berada di batas normal; MCHC 32,87±1,77 g/dL nilai MCHC pada jenis ini masih berada pada batas normal. Blood profile has a very important role in the physiology of metabolism and animal body activities. Kuala Tambangan has a lot of potential fish resources, one of which is the fish Mudskipper. Mudskipper fish in this area are easy to find, but until now it has not been utilized properly by the community. The purpose of this study was to determine the blood profile of the Periophthalmodon Schlosseri and Boleophthalamus boddarti fish species in the mangrove ecosystem in the village of Kuala Tambangan, Tanah Laut District, South Kalimantan . The method used in this study is the method of catching endangered animals namely trasnek line, hemocytometer method and parameter Sahli method which is calculated hemoglobin, erythrocytes, leukocytes, hematocrit, MCV (Mean Corpuscular Volume), MCH (Mean Cell Hemoglobin), MCHC (Mean Cell Hemoglobin Concentration) on 2 types of fish, 34 Periophthalmodon schlosseri and 34 Boleophthalmus boddarti. The results obtained were P. schlosseri erythrocytes 3.87 ± 0.58 x 106 cells / μL; B. boddarti 3.78 ± 0.73 x 106 cells / μL 2 types of fish Mudskipper has erythrocyte values above the normal limit; P. schlosseri leukocytes 11.91 ± 5.61 x103 cells / μL and B. boddartii 9.72 ± 4.24 x103 cells / μL leukocyte values in these 2 types of jagged fish are above normal limits; hemoglobin P. schlosseri 11.59 ± 1.75 % and B. boddartii 11.75 ± 1.96 % from the results obtained by the hemoglobin levels in these 2 types of fishes are above the normal limit of fish hemoglobin levels in general; hematocrit P.schlosseri 34.32 ± 5.57 % and B. boddartii 35.71 ± 5.44 % hematocrit results obtained from these 2 types of mudskipper fish are above normal limits; P.schlosseri species had MCV values of 88.72 ± 6.62 μm3 which were below normal limits; MCH 29.92 ± 0.69 pg / cell that is below the normal range; MCHC 33.99 ± 3.97 g / dL in this type the MCHC value is still in the normal range; type B. boddartii has a MCV value of 96.16 ± 17.96 μm3 which is below normal limits; MCH 31,51 ± 5.50 pg / cell which is still in the normal range; MCHC 32.87 ± 1.77 g / dL MCHC values in this type are still within normal limits.Keywords: gelodok, blood, kuala tambangan
Analisis Glukosa Ikan Gelodok (Periopthalmodon schlosseri) di Perairan Desa Tanipah dan Desa Kuala Lupak, Barito Kuala Kalimantan Selatan Dewita Rinowati; Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.8468

Abstract

Sumber energi dan biomarker terhadap kondisi fisiologis ikan dipengaruhi oleh faktor kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil glukosa pada ikan gelodok (Periopthalmodon schlosseri) di Desa Tanipah dan Desa Kuala Lupak, Kabupaten Barito Kuala sebagai sumber pengetahuan. Metode yang digunakan adalah  GOD-PAP yaitu penetapan glukosa darah dari sampel serum dan plasma secara enzimatik menggunakan Glukosa Oksidase Para Amino Phenazone menghasilkan warna merah yang diukur dengan fotometer. Hasil yang didapatkan kadar glukosa rata-rata ikan gelodok dari pengambilan Desa Tanipah didapatkan 45,87 ± 13,6 mg/dL Pengambilan di Desa Kuala Lupak rata-rata kadar glukosa sebesar 49,75 ± 27,6 mg/dL. Glukosa ikan gelodok yang didapatkan dari kedua desa tersebut berada dibatas normal kadar glukosa darah pada ikan. Kata Kunci: Glukosa, darah, ikan gelodok, GOD-PAP, glikogen  Energy sources and biomarkers of fish physiological conditions are influenced by blood glucose levels. This study aimed to determine the glucose profile of the jellyfish (Periopthalmodon schlosseri) in Tanipah Village and Kuala Lupak Village, Barito Kuala Regency as a source of knowledge. The method used is GOD-PAP namely the determination of blood glucose from serum and plasma samples enzymatically using Glucose Oxidase The Amino Phenazone produces a red color as measured by a photometer. The results obtained by the average level of glucose in Mudskipper from the taking of Tanipah Village were 45.87 ± 13.6. Taking in the village of Kuala Lupak the average glucose level was 49.75 ± 27.6 mg / dL. Mudskipper fish glucose obtained from the two villages is within the normal limits of blood glucose levels in fish.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Bunga Teratai (Nymphaea pubescens Willd) Amalia Khairunnisa; Nashrul Wathan; Mia Fitriana; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Nisriyati Fiddina
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.8486

Abstract

Nymphaea pubescens Willd telah diketahui mempunyai efek antibakteri, terutama pada biji dan daunnya. Tetapi sampai saat ini bagian bunga dari tanaman tersebut belum dilakukan pengujian aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri dan penentuan konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak metanol bunga N. pubescens terhadap S. aureus dan E. coli. Proses ekstraksi bunga N. pubescens dimaserasi menggunakan pelarut metanol dengan perbandingan 1: 4 b/v. Metode pengujian yang digunakan ada dua yaitu metode difusi untuk pengujian aktivitas antibakteri dan metode dilusi untuk pengukuran konsentrasi hambat minimum (KHM). Hasil skrining fitokimia didapatkan bahwa ekstrak metanol bunga N. pubescens mengandung senyawa golongan fenolik, saponin dan flavonoid. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak metanol bunga N.pubescens mampu menghambat S. aureus (diameter hambat 10 ± 0,29 mm) dan E.coli (diameter hambat 10,2 ± 0,50 mm). Konsentrasi hambat minimum dari ekstrak metanol bunga N. pubescens terhadap S.aureus sebesar 12,5% dan terhadap E.coli sebesar 25%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol bunga N. pubescens memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Nymphaea pubescens Willd has known to have antibacterial effects, especially on the seeds and leaves. However, until now the flower of the plant has not been tested for antibacterial activity. The purpose of this study was to perform phytochemical screening, antibacterial activity test and determine the minimum inhibitory concentration (MIC) of the methanol extract of N. pubescens flowers against S. aureus and E. coli. The process of extracting N. pubescens flowers is macerated using methanol as a solvent with a ratio of 1: 4 w / v. There are two test methods used, namely the diffusion method for testing antibacterial activity and the dilution method for measuring the minimum inhibitory concentration (MIC). The results of phytochemical screening showed that the methanol extract of N. pubescens flowers contained phenolic compounds, saponins, and flavonoids. The results of the antibacterial activity test showed that the methanol extract of N.pubescens flowers was able to inhibit S. aureus (inhibition diameter 10 ± 0.29 mm) and E. coli (inhibitory diameter 10.2 ± 0.50 mm). The minimum inhibitory concentration of the methanol extract of N. pubescens flowers against S.aureus was 12.5% and against E. coli was 25%. It can be concluded that the methanol extract of N. pubescens flowers has antibacterial activityKeywords: Nymphaea pubescens, lotus flower, methanol extract, antibacterial
REVIEW: SINTESIS TURUNAN ANDROGRAFOLID PADA GUGUS HIDROKSIL C-3 DAN C-19 Sri Indrayani; Sandra Megantara; Febrina Amelia Saputri
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.8495

Abstract

Andrografolid merupakan senyawa diterpenoid utama dari tanaman Andrographis paniculata dan telah dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologi. Andrografolid memiliki struktur menarik yang terdiri dari α-alkiliden γ-butirolakton, dua ikatan olefin pada C-8 and C-12 dan tiga gugus hidroksil. Dari ketiga gugus hidroksil tersebut, salah satunya adalah gugus hidroksil alilik pada C-14 dan yang lainnya adalah gugus hidroksil sekunder dan primer pada C-3 dan C-19. Gugus hidroksil C-3 dan C-19 merupakan gugus yang potensial untuk dimodifikasi. Review ini menjelaskan tentang pentingnya gugus hidroksil andrografolid pada C-3 dan C-19 dan pengaruhnya terhadap aktivitas biologis yang ditimbulkannya. Modifikasi andrografolid pada gugus tersebut dengan menambahkan gugus hidroksibenzaldehid dapat meningkatkan efek farmakologis sebagai anti-HIV. Esterifikasi yang terjadi pada C-3 dan C-19 dapat meningkatkan aktivitas sebagai antitumor. Penambahan ester aromatik baik di C-3 dan C-19 dapat mengurangi aktivitas senyawa sebagai antitumor. Modifikasi pada gugus tersebut dapat dilakukan dengan mekanisme reaksi substitusi nukleofilik dengan penambahakn katalis dan pemanasan. Pemanasan dengan metode iradiasi microwave memberikan hasil sintesis dengan nilai rendemen yang paling tinggi.  Andrographolide is a diterpenoid lactone isolated from the herb of Andrographis paniculata and known for its multiple pharmacological activities. Andrographolide has an interesting architecture consisting of an α-alkylidene γ-butyrolactone moiety, two olefin bond (C-8 and C-12), and three hydroxyls groups. Of the three hydroxyl groups, one is allylic at C-14, and the others are secondary and primary at C-3 and C-19, respectively. Hydroxyl groups C-3 and C-19 are the potential groups to be modified. The review describes the importance of the hydroxyl groups of andrographolide located at C-3 and C-19 and its effect toward its biological activity. Modification by adding hydroxyl-benzaldehyde moiety to the hydroxyl groups could increase the activity of the compound as anti-HIV. Esterification at C-3 and C-19 could also enhance the activity of the compund as antitumor. The addition of aromatic esters both at C-3 and C-19 could lose the compound’s activity as antitumor. Modification of the hydroxyl groups of andrographolide located at C-3 and C-19 could be carried out by the mechanism of nucleophilic substitution reactions with the addition of catalysts and heating. Heating by using microwave irradiation method gives the highest synthesis yield.Keywords: Andrographolide, Andrographis paniculata, hydroxyl groups
Penggunaan Antibiotik untuk Penanganan Ulkus dan Gangren Diabetikum Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Riyan Stiyanto; Iin Suhesti
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.8578

Abstract

Penyakit Diabetes melitus yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan komplikasi dan membahayakan kehidupan pengidapnya. Salah satu komplikasi diabetik yang sering terjadi adalah neuropati (kerusakan syaraf) di kaki yang menyebabkan ulkus kaki, infeksi, dan bahkan keharusan untuk amputasi kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persentase penggunaan antibiotika empiris yang rasional serta pengaruhnya terhadap outcome terapi pada pasien Diabetes melitus dengan ulkus dan gangren di RSUD Dr Moewardi Surakarta dan RSUD Bagas Waras Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data pada penelitian dilakukan secara retrospektif dan prospektif selama periode Januari sampai Agustus 2018. Ketidakrasionalan penggunaan antibiotika empiris dievaluasi dengan metode Gyssens. Sebanyak 36 pasien yang memenuhi kriteria inklusi 75% pasien mendapatkan terapi antibiotika empiris yang rasional dan 25% pasien mendapatkan terapi antibiotika empiris yang tidak rasional. Uji Chi Square dengan taraf kepercayaan 5% (p < 0,05) digunakan untuk membandingkan rasionalitas pengunaan antibiotika terhadap outcome terapi. Hasil Fisher’s Exact Test (Two Tailed) menunjukkan bahwa ada hubungan/pengaruh antara rasionalitas penggunaan antibiotika empiris dengan outcome terapi tetapi pemberian antibiotika empiris tidak berpengaruh pada angka leukosit bagi pasien, baik di RSUD Bagas Waras Klaten maupun RSUD dr. Moewardi Surakarta.Diabetes mellitus that is not managed properly can cause complications to endanger life. One of the diabetic complications that often occurs is foot neuropathy (nerve damage) inducing foot ulcers, infections, and even the necessity for a leg amputation. This study aims to determine the percentage of rational use of empirical antibiotics and their effects on outcomes therapy of diabetes mellitus patient with ulcers and gangrene in RSUD dr. Moewardi Hospital Surakarta and Bagas Waras Hospital Klaten. This study is an observational study with data collection in the study carried out retrospectively and prospectively from January to August 2018. The irrationality of using empirical antibiotics evaluated by the Gyssens method. Thirty six patients were enrolled and 75% of them treated with rational and empirical antibiotic therapy,. Chi-Square Test with a confidence level of 5% (p <0.05) used to compare the rationality of antibiotic use to the therapeutic outcome, the results of the Fisher Exact Test (Two-Tailed) indicated that there were relationship/influence between the rationality of using empirical antibiotics and outcomes therapy, but there was no influence between the rationality of using empirical antibiotics and leucocyte both in RSUD Bagas Waras Klaten and RSUD dr. Moewardi Surakarta.Keywords: Diabetes mellitus, therapeutic outcome, empirical antibiotic rationality
Gambaran Pasien yang Menggunakan Suplemen Kalsium di Poliklinik Sub Spesialis Bedah Onkologi RSUD Ulin Banjarmasin Adella Adella; Noor Cahaya; Siti Rahmah
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.8598

Abstract

Suplemen kalsium banyak digunakan oleh pasien yang menderita kanker dengan terapi hormonal di poliklinik sub spesialis bedah onkologi RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik berupa umur dan jenis kelamin pasien yang menerima suplemen kalsium, jenis kanker, obat lain yang diberikan bersama pemberian kalsium, jenis suplemen kalsium, frekuensi pemberian kalsium, lama pemberian kalsium dan penggunaan suplemen kalsium dari lama pemberian kalsium dan obat terapi hormonal yang digunakan di poliklinik sub spesialis bedah onkologi RSUD Ulin Banjarmasin. eksperimental deskriptif  adalah jenis penelitiannya serta pengambilan datanya dengan retrospektif menggunakan sumber cacatan medik pada tahun 2018. Data Populasi digunakan dengan kriteria inklusi adalah pasien kanker usia >18 tahun, menerima suplemen kalsium dan kriteria eksklusi yaitu penderita kanker dengan informasi catatan medik yang kurang lengkap/tak ditemukan. Total jumlah populasi yang digunakan adalah 55 pasien. Hasil dan kesimpulan penelitian didapatkan karakteristik berdasarkan usia pada rentang 26-35 tahun (1,81%), 36-45 tahun (10,91%), 46-65 tahun (43,64%), 56-65 tahun (40,00%) dan >65 tahun (3,64%); jenis kelamin perempuan (100%); jenis kanker berupa kanker payudara (98,18%) dan kanker tiroid (1,82%); obat lain yang diberikan bersama pemberian kalsium adalah obat golongan hormonal, kemoterapi sitotoksik, analgesik, H2 Blocker, ACE Inhibitor, Antihistamin, Bifosfonat, Analog vitamin D serta multivitamin lainnya; jenis suplemen kalsium yang didapat yaitu kalsium karbonat (100%); frekuensi pemberian kalsium 1x sehari 500 mg (100%); lama pemberian kalsium selama 7 hari (1,82%), 15 hari (1,82%), 20 hari (1,82%), 21 hari (1,82%), 30 hari (92,72%) dan penggunaan suplemen kalsium dari lama pemberian kalsium dan obat terapi hormonal yang digunakan adalah 7, 15, 20 dan 21 hari dengan jumlah pasien masing-masing 1 pasien terapi hormonal yang digunakan yaitu letrozole dan 30 hari dengan jumlah pasien 51 terapi hormonal yang digunakan yaitu letrozole, anasrozole, tamoxifen, goserelin acetate, megestrol acetate, dan levothyroxine. Kata Kunci: Suplemen, Kalsium, Onkologi, Hormonal, Kanker Calcium supplements are widely used by patients who suffer cancer with hormonal therapy at oncology surgery sub specialist polyclinic at Ulin Regional Public Hospital Banjarmasin. The research aims to describe the characteristics of the age and gender of patiens who receive calcium supplements, types of cancer, other drugs given with calcium, types of calcium supplements, frequency of calcium administration, duration of calcium administration and the use of calcium supplements from the duration of calcium administration and hormonal therapy drugs used at oncology surgery sub specialist polyclinic at Ulin Regional Public Hospital Banjarmasin. The research type is non-experimental descriptive and the data retrieval is taken restropective by using medical record as the source in 2018. The population data used with inclusion criteria are patients who suffer cancer with the age of > 18 years old, consumed calcium supplements and the exclusion criteria are patients with incomplete / not found medical record. The total population used are 55 patients. The research result and conclusion shows that the characteristics based on age is between 26-35 years old (1,81%), 36-45 years old (10,91%), 46-65 years old (43,64%), 56-65 years old (40,00%) and > 65 years old (3,64%); female (100%); types of cancer in the form of breast cancer (98,18%) and thyroid cancer (1,82%); other drugs given with calcium are hormonal medicine groups, cytotoxic chemotherapy, analgesic, H2 Blocker, ACE Inhibitor, Antihistamine, Bisphosphonates, Vitamin analogues D and other multivitamins; types of calcium supplements obtained is calcium carbonate (100%); frequency of calcium administration is 1 x 500 mg (100%) each day and duration of calcium administration is 7 days (1,82%), 15 days (1,82%), 20 days (1,82%), 21 days (1,82%), 30 days (92,72%) and the use of calcium supplements from the duration of calcium administration and hormonal therapy drugs used were 7,15,20 and 21 days with 1 patient each of hormonal therapy used letrozole and 30 days with 51 patients using hormonal therapy letrozole, anasrozole, tamoxifen, goserelin acetate, megestrol acetate, dan levothyroxine.
Gambaran Karakteristik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menggunakan Suplemen Kalsium di Poliklinik Sub Spesialis Ginjal Hipertensi Rawat Jalan RSUD Ulin Banjarmasin Nurul Izzah Al Kamaliah; Noor Cahaya; Siti Rahmah
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.8599

Abstract

Kalsium diberikan kepada pasien gagal ginjal kronik (GGK) stadium akhir untuk menangani kondisi abnormalitas metabolisme mineral dan tulang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik pasien GGK pengguna kalsium. Jenis penelitian deskriptif, pengambilan data secara retrospektif di poliklinik sub spesialis ginjal hipertensi RSUD Ulin Banjarmasin. Kriteria inklusi subyek penelitian adalah pasien gagal ginjal kronik (stage 1-5) yang menerima kalsium usia ≥17 tahun dan kriteria eksklusi merupakan penderita dengan catatan medik yang kurang sempuran/tidak ditemukan. Sejumlah 313 subyek penelitian diambil data dan dianalisa secara deskriptif. Hasil dan kesimpulan didapatkan karakteristik berupa usia (tahun) 17-25 (1,92%), 26-35 (7,03%), 36-45 (21,41%), 46-55 (37,38%), 56-65 (25,24%) dan >65 tahun (7,03%); jenis kelamin laki-laki (51,76%), perempuan (48,24%); penyakit utama gagal ginjal kronik stage 5 (100%); penyakit penyerta hipertensi (44,40%), hipertensi + 1 penyakit penyerta (30,99%), hipertensi + 2 penyakit penyerta (15,01%), hipertensi + 3 penyakit penyerta (2,88%), hipertensi + 4 penyakit penyerta (0,32%), diabetes melitus (1,60%), anemia, dispepsia, hiperurisemia, CVA dan BPH (0,32%), tanpa penyakit penyerta (2,88%) lama menjalani pengobatan <5 tahun (92,01%) dan ≥ 5 tahun (7,99%); kalsium yang digunakan kalsium karbonat (99,68%) dan kombinasi kalsium karbonat dan kalsium laktat (0,32%); frekuensi penggunaan kalsium 3 x 1 (99,36%), 2 x 1 (0,32%) dan 3 x 2 (0,32%); lama pemberian 7 hari (2,24%), 10 hari (1,28%), 15 hari (0,32%) dan 30 hari (96,17%), dengan efek samping (5,75%) dan tanpa efek samping (94,25%); obat lain yang digunakan oleh pasien gagal ginjal kronik yakni obat kelompok antihipertensi (ARB, CCB, diuretik, BB), antidiabetika, antihiperlipidemia, antiplatelet, antiangina, analgetik-antipiretik, kortikosteroid, obat sistem saluran pernafasan, sistem saluran cerna, sistem endokrin, sistem saluran saraf pusat, gangguan darah, antihistamin, anti-pirai, antibiotika serta vitamin dan mineral. Kata Kunci: Suplemen, Kalsium, Gagal Ginjal Kronik, Hipertensi, Cuci Darah  CCalcium is administered to patients with end-stage chronic kidney disease to deal with conditions of mineral and bone metabolism abnormalities. This research aims to describe the characteristics of patients with chronic kidney disease who consumed calcium. This is a descriptive research type, the data retrieval  retrospectively from kidney hypertension sub specialist polyclinic at Ulin Banjarmasin Regional Public Hospital. The inclusion criteria of research subjects are patients with chronic kidney disease (stage1-5) who consumed calcium at the age ≥ 17 years old and the exclusion criteria of research subjects are patients with incomplete / not found medical record. The data of 313 research subjects is taken and analyzed descriptively. The result and conclusion is that the characteristic in the form of age 17-25  (years old)  (1.92%), 26-35 (7.03%), 36-45 (21.41%), 46-55 (37.38%), 56-65 (25.24%) and > 65 (7.03%) years old; male gender (51.76%), female (48.24%); the main cause of stage 5 chronic kidney disease (100%); comorbidities of hypertension (44.40%), hypertension+1comorbidities, hypertension+2comorbidities (15.01%), hypertension+3comorbidities (2.88%), hypertension+4comorbidities (0.32%), diabetes melitus (1.60%), anemia, dispepsia, hiperurisemia (0.32%), without commorbidities (2.88%); long suffered < years (92.01%) and ≥ 5 years (7.99%); the calcium used is calcium carbonate (99.68%) and combination of calcium carbonate and calcium lactate (0.32%); frequency of calcium consumption 3 x 1 (99.36%), 2 x 1 (0.32%), and 3 x 2 (0.32%); administration time of 7 days (2.24%), 10 days (1.28%), 15 days (0.32%) and 30 days (96.17%), with side effects (5.75%) and without side effects (94.25%); the accompanying drugs used antihypertensive (ARB, CCB, diuretic, BB), antidiabetic, antihyperlipidemia, antiplatelet, antiangina, analgesic-antipyretic, corticosteroid, respiratory system drugs, digestive system, endocrine system, respiratory system drugs, blood disorders, antihistamine, anti-pirai, antibiotic, vitamin and mineral.