cover
Contact Name
Pharmascience
Contact Email
dita.sandi@ulm.ac.id
Phone
+6285189393438
Journal Mail Official
jps@ulm.ac.id
Editorial Address
https://pharmascience.ulm.ac.id/index.php/pharmascience/about
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : https://doi.org/10.20527/jps.v13i1
Core Subject :
ournal of Pharmascience accepts scientific articles as original reasearch articles and review articles on pharmacy and health. Journal of Pharmascience publishes various scientific articles covering Pharmacy and Pharmaceutical Sciences in the field but not limited to: Clinical Pharmacy Community Pharmacy Pharmacology Natural Pharmacy Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Technology Pharmaceutical Management Pharmaceutical Education Apart from the topics above, the Journal of Pharmascience also accepts other manuscripts in the health field, such as: Validation and development of analytical methods for a variety of samples, including food Implementation and analysis of a variety of surveys related to medical therapy, disease, health procedures, and other aspects of health
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Studi Farmakognostik dan Uji Parameter Nonspesifik Ekstrak Metanol Kulit Batang Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) Sutomo Sutomo; Nadya Agustina; Arnida Arnida; Fadilaturrahmah Fadilaturrahmah
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5761

Abstract

ABSTRAK Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan Selatan. Kulit batang M. casturi mengandung beberapa golongan senyawa yang berpotensi sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data hasil analisis farmakognostik, batas-batas maksimal kandungan senyawa tertentu dan profil kromatogram kandungan kimia ekstrak metanol kulit batang M. casturi. Analisis farmakognostik terhadap tumbuhan meliputi morfologi, anatomi, dan identifikasi kandungan kimia. Batasan maksimal kandungan senyawa tertentu berdasarkan parameter non spesifik meliputi kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, total bakteri dan kapang, dan kadar Pb dalam ekstrak. Karakteristik tumbuhan M. casturi yaitu memiliki batang berwarna coklat tua dengan permukaan kasar dan bergetah, daun berwarna hijau, berbentuk lancet, kulit buah matang berwarna coklat keunguan, daging buah berwarna kuning terang hingga jingga, berbau khas, berasa manis agak asam dan banyak mengandung serabut. M. casturi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, fenol dan saponin yang dibuktikan berdasarkan uji identifikasi kimia dan analisis secara KLT. Pengujian parameter non spesifik ekstrak metanol kulit batang M. casturi secara berturut-turut yaitu, kadar air 12,5±0,7%; kadar abu total 1,0±0,5%; kadar abu tidak larut asam 0,67±0,28%; tidak terdeteksi adanya pertumbuhan bakteri pada ekstrak kulit batang M. casturi; sedangkan total kapang yaitu 250 koloni/g; dan kadar Pb yaitu 3 mg/kg. Kata Kunci: Kasturi, analisis, farmakognostik, Mangifera casturi, parameter non spesifik ABSTRACT Kasturi (Mangefera casturi Kosterm.) is one of the endemic plants of South Kalimantan. M. casturi bark contain several group of compounds potential to the treatment. This research aims to provide data analysis results pharmacognostic, maximum limits of certain compounds and profile chromatogram of chemical content of methanol extract from M. casturi bark. Pharmacognostic analysis of the plant include morphology, anatomy, and the identification of compounds. The maximum limits of certain coumpounds by non-specific parameters include water content, total ash, ash content insoluble in acid, total bacteria and fungi, and Pb content in the extract. M. casturi characteristic is having dark-brown stems with roughly surface and sticky, green leaves, lancet-shapes, fruit skin has a purplish brown colour, flesh of fruit has a bright yellow till orange colour, distinctive smell, slightly sour sweet taste, and contains lots of fiber. M. casturi bark contains alkaloids, flavonoids, terpenoids, phenols, and saponins that has been proved by chemical identification test and analysis of TLC. Non-specific parameter testing about methanol extract of M. casturi bark consecutively given, water content 12,5±0,7%; total ash 1,0±0,5%; ash content insoluble in acid 0,67±0,28%; undetected any bacterial contamination in the extract of M. casturi bark; while the total mold contamination is 250 colonies/g; and Pb contents is 3 mg/kg. Key words: Kasturi, pharmacognostic analysis, Mangifera casturi, non-specific parameter
Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Uji Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) dengan Metode DPPH Alifni Adha Bakti; Liling Triyasmono; Muhammad Ikhwan Rizki
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5762

Abstract

ABSTRAK Bahan alam dapat dijadikan bahan obat baru karena mengadung metabolit sekunder. Di Indonesia terdapat lebih kurang 30.000 jenis tumbuh-tumbuhan yang mengandung metabolit sekunder, lebih kurang 7.500 jenis diantaranya termasuk tanaman berkhasiat obat. Salah satunya adalah tanaman kasturi (Mangifera casturi Kosterm.). Tanaman M. casturi merupakan tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang hanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikonsumsi, tidak untuk pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun M. casturi. Penelitian ini bersifat non-eksperimental. Sampel yang digunakan adalah daun M. casturi yang berasal dari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Penentuan Kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi kompleks AlCl3 sedangkan aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian diperoleh kadar flavonoid total ekstrak etanol daun M. casturi sebesar 9,31 ± 0,08 %b/b dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 34,558 ppm sehingga termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat aktif. Kata kunci: Antioksidan, DPPH, Flavonoid Total, Mangifera casturi. ABSTRACT Natural resources can be used as the new medicine ingridients because it has second metabolite. In Indonesia, there are more than 30.000 kinds of plants that contain second metabolite, more or less than 7.500 kinds of those are medicinal plants. One of those plants is Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.). M. casturi is a typical plant from South Kalimantan that be used as a food not as a medicine. The purpose of this research is to determine the total of flavonoid content and anti-oxidant activity from ethanol extract of M. casturi leaves. This study is a non-experimental research. Sample which used in this research is M. casturi Leaves from Banjar Region, South Kalimantan. The research for total Flavonoid content is done by UV-Vis spectrophotometric with AlCl3 reagent complex while the anti-oxidant activity is determined by DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) method. The result of this research are extract of M. casturi leaves obtains 9,31 ± 0,08 %b/b of total flavonoid and the antioxidant activity result with IC50 value is 34,558 ppm, so it can be categorized as a very active anti-oxidant. Keywords: Antioxidant, DPPH, Total Flavonoid, Mangifera casturi.
Karakterisasi Mikroemulsi Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Dengan Pembawa Virgin Coconut Oil (VCO), Polisorbat 80, dan Sorbitol Silvi Putri Irawati; Dina Rahmawanty; Mia Fitriana
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5763

Abstract

ABSTRAK Minyak nilam (Pogostemon cablin Benth.) mengandung patchouli alcohol yang berpotensi sebagai antioksidan. Pembuatan mikroemulsi dapat membantu minyak nilam menembus lapisan kulit untuk menghindari kerutan pada kulit. Mikroemulsi terdiri dari surfaktan, kosurfaktan, minyak dan air. Polisorbat 80 digunakan sebagai surfaktan yang apabila dikombinasikan dengan VCO akan membentuk ukuran globul mikroemulsi yang kecil. Sorbitol sebagai kosurfaktan untuk membantu menurunkan tegangan antarmuka. Tujuan penelitian ini untuk menetapkan konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO), polisorbat 80 dan sorbitol yang dapat diformulasikan sebagai sediaan mikroemulsi minyak nilam yang memenuhi karaketristik fisik yang baik. Karakterisasi dilakukan dengan pengujian organoleptis, ukuran partikel, tipe emulsi, bobot jenis, pH, viskositas dan uji stabilitas mekanik dengan sentrifugasi. Hasil pengamatan menunjukkan formula mikroemulsi yang optimum adalah F1 dengan komponen 1,96%b/b VCO, 15,68%b/b polisorbat 80, dan 1,96%b/b sorbitol. Mikroemulsi minyak nilam secara organoleptis tidak berwarna, beraroma nilam dan transparan. Ukuran partikel yang diperoleh yaitu 4,691±0,08 µm, tipe mikroemulsi adalah tipe M/A, bobot jenis sebesar 1,0278±0,0004, nilai pH yaitu 7,273±0,015 dan nilai viskositas adalah 15cPs. Hasil uji sentrifugasi menunjukkan sediaan mikroemulsi transparan dan tidak terjadi pemisahan fase. Kesimpulannya adalah konsentrasi VCO, polisorbat 80 dan sorbitol pada F1 dapat diformulasikan sediaan mikroemulsi yang memenuhi sifat fisik yang baik. Kata kunci: minyak nilam, mikroemulsi, VCO, polisorbat 80, sorbitol ABSTRACT Patchouli oil (Pogostemon cablin Benth.) containing patchouli alcohol that has potential antioxidant effect. Patchouli oil have to be formulated in microemulsion dosage forms to increase the stability and to help its penetration through human skin. Microemulsion consisting of surfactant, co-surfactant, oil and water. Polysorbate 80 was used as surfactant, the combine of polysorbate 80 and VCO can produce smaller microemulsion globule. Sorbitol was used as co-surfactant to help decrease interfacial tension. The purpose of this study was to assign the concentration of Virgin Coconut Oil (VCO), polysorbate 80 and sorbitol that could be processed as microemulsion of patchouli oil which had the best characteristic. The microemulsion characterization were includes organoleptic test, particle size measurement, specific gravity, type of emulsion, pH, viscosity and mechanical stability with centrifugation test. The results of observations showed that optimum formula was F1 with 1.96%w/w VCO, 15.68%w/w polysorbate 80, and 1.96%w/w sorbitol. This formula had clear, colorless organoleptic, and aromatic patchouli oil. The average particle size was 4.691±0.08 µm, the type of microemulsion was o/w, the specific gravity was 1,0278±0,0004, pH 7,273±0,015 and theviscosity was 15cPs. The microemulsion was stable with centrifugation test. The conclusion of this study was the microemulsion could be made by F1 formula. Keywords: patchouli oil, microemulsions, VCO, polysorbate 80, sorbitol
Daya Reduksi Ekstrak Etanol Biji Aquilaria microcarpa, Aquilaria malaccensis, dan Aquilaria beccariana Terhadap Ion Ferri (Fe3+) dengan Metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) Liling Triyasmono; Beny Rahmanto; Wawan Halwany; Fajar Lestari; Muhammad Ikhwan Rizki; Khoerul Anwar
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5764

Abstract

ABSTRAK Daya reduksi merupakan salah satu indikator potensi aktivitas suatu senyawa sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya reduksi ekstrak etanol biji Aquilaria microcarpa, Aquilaria malaccensis, dan Aquilaria beccariana terhadap Ion Ferri (Fe3+). Serbuk kering biji A. microcarpa, A. malaccensis, dan A. beccariana dimaserasi menggunakan etanol 70%. Daya reduksi ditentukan dengan metode FRAP (ferric reducing antioxidant power) yang didasarkan atas kemampuan senyawa dalam mereduksi senyawa besi(III)-tripiridil-triazin menjadi besi(II)-tripiridil triazin pada pH 3,6. Absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 598 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol biji A. microcarpa, A. malaccensis, dan A. beccariana mempunyai daya reduksi berturut-turut sebesar 6,39±1,58; 119,95±28,04; dan 62,12±6,57 µM ekivalen troloks/g ekstrak. Kata kunci: biji, Aquilaria microcarpa, Aquilaria malaccensis, Aquilaria beccariana, FRAP ABSTRACT Reducing power is one indicator of potential antioxidant activity of a compound. This study aims to determine the reduction power of the ethanol extract of the seeds of Aquilaria microcarpa, Aquilaria malaccensis, and Aquilaria beccariana against Ferric ion (Fe3+). Dry powder of A. microcarpa, A. malaccensis, and A. beccariana seeds was macerated using 70% ethanol. Reducing power determined using FRAP (ferric reducing antioxidant power) that is based on the ability of the compounds in reducing iron compounds (III) -tripiridil-triazine to iron (II) -tripiridil triazine at pH 3.6. The absorbance was measured using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 598 nm. The results showed ethanol extract of seeds of A. microcarpa, A. malaccensis, and A. beccariana have reducing power of 6.39 ± 1.58; 119.95 ± 28.04; and 62.12 ± 6.57 µM troloks equivalents / g extract respectively. Key words: seeds, Aquilaria microcarpa, Aquilaria malaccensis, Aquilaria beccariana, FRAP
Analisis Komponen Kimia Minyak Atsiri Pada Ekstrak Metanol Daun Kelor Wiwit Denny Fitriana
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5765

Abstract

ABSTRACT Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi senyawa daun Moringa oleifera sebagai obat herbal di Indonesia. Daun M. oleifera digunakan untuk mengurangi kadar gula darah, antiinflamasi, antioksidan dan antimikroba. Hal tersebut dibuktikan dengan penggunaan daun M. oleifera sebagai obat tradisional dan diidentifikasi terdapat senyawa fitokimia pada ekstrak daun M. oleifera. Pada ekstrak metanol terdapat minyak atsiri yang merupakan senyawa utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi minyak atsiri dari ekstrak daun M. oleifera. Digunakan metode kuantitatif dan eksperimental untuk mengidentifikasi minyak esensial dalam daun M. oleifera. Analisis Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS) dari minyak atsiri dari daun M. oleifera menunjukkan terdapat total 15 senyawa. Senyawa utama adalah asam heksadekanoat (metil ester) (No 3., 11.99%), 9,12,15-Octadecatrienoic asam (No 5. 17,36%), fitol (No 6, 5,42%), 7,10,13- asam Hexadecatrienoic (no 8, 3,15%) dan oktadekanoat asam stearat (no 9, 2,42%). Kata kunci: daun oleifera Moringa, minyak atsiri, Kromatografi Gas Spektrometri Massa, asam heksadekanoat ABSTRACT Investigations were carried out to evaluate the compounds of Moringa oleifera leaves as herbal medicines In Indonesia. M. oleifera leaves are used to reduce blood sugar level, antiinflammatory, antioxidant and antimicrobial. It established the medicinal uses of M. oleifera leaves and identified phytochemicals present in M. oleifera leaves extracts. The Methanol exstract present of Essential oil is the major led compounds. This study aimed to identified chemical compounds of Essential oil from M. oleifera methanol exstract. It used quantitative and experimental methods that established the uses and identified essential oil in M. oleifera leaves. Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS) analysis of the total neutral essential oil from M. oleifera leaves showed a total of 15 compounds. The major compounds were Hexadecanoic acid (methyl ester) (no 3., 11.99%), 9,12,15-Octadecatrienoic acid (no 5. 17.36%), phytol (no 6, 5.42%), 7,10,13-Hexadecatrienoic acid (no 8, 3.15%) and Octadecanoic acid Stearic (no 9, 2.42%). Keywords: Moringa oleifera leaves, Essential oil, Gas Chromatography Mass Spectrometry, Hexadecanoic acid
Pengaruh Tingkat Pengetahuan, Motivasi dan Faktor Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Kota Banjarbaru Tahun 2017 Esty Restiana Rusida; Rosihan Adhani; Roselina Panghiyangani
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5766

Abstract

Hipertensi memberikan kontribusi untuk hampir 9,4 juta kematian akibat penyakit kardiovaskuler setiap tahun. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat. Kasus/pasien hipertensi di kota Banjarbaru terjadi peningkatan yang signifikan dibanding kabupaten lain yaitu sebesar 375%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan, motivasi, faktor obat terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Banjarbaru, Puskesmas Sei Besar dan Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang dilakukan berupa analisis univarian, bivarian, dan multivarian. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p Value= 0,000,Exp B=0,264). Tidak ada pengaruh yang signifikan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat (p value= 0,622) di Puskesmas Banjarbaru, Puskesmas Sei Besar dan Puskesmas cempaka pada tahun 2017. Ada pengaruh yang signifikan antara faktor obat dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi (p value = 0,002, Exp B= 0,022). Kesimpulan yang didapat yaitu pengetahuan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Banjarbaru, Puskesmas Sei Besar dan Puskesmas cempaka pada tahun 2017 (p value = 0,000, Exp B= 0,264). Kata kunci: hipertensi, pengetahuan, motivasi, obat
Uji Tanggap Rasa Pasta Gigi Kombinasi Triklosan-Ekstrak Etanol Daun Suji (Pleomele angustifolia N.E Brown) dengan Bahan Pengikat CMC-Na Elya Zulfa; Rima Andriani
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5767

Abstract

Daun suji biasa digunakan oleh masyarakat sebagai obat kumur untuk menghilangkan plak. Pasta gigi merupakan salah satu bentuk sediaan yang cocok untuk kesehatan mulut dengan bahan aktif triklosan, namun triklosan bersifat korosif, resisten terhadap bakteri, dan mempengaruhi sistem hormonal khusunya hormon reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi kombinasi triklosan-ekstrak etanol daun suji (T-EEDS) pada sediaan pasta gigi terhadap tanggap rasa dari masyarakat. Ekstrak etanol 70% daun suji diperoleh dengan metode maserasi, kemudian dilakukan pembuatan sediaan pasta gigi dengan variasi konsentrasi kombinasi T-EEDS yaitu FI (1:0), FII (0,5;0,5), FIII (0:1). Pasta gigi yang diperoleh dilakukan uji tanggap rasa. Hasil pengujian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semua formula yang dibuat berada pada rangking 2 yang berarti “dislike very much”. Kata Kunci : daun suji, triklosan, pasta gigi, tanggap rasa
Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Dengan Metode DPPH Nuraina Mardiah; Catherina Mulyanto; Audifa Amelia; Lisnawati Lisnawati; Dyah Anggraeni; Dina Rahmawanty
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5768

Abstract

Kulit bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sangat jarang dimanfaatkan oleh masyarakat. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kulit bawang merah mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak kulit bawang merah yang mampu menghambat 50% absorbansi DPPH. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental. Kulit bawang merah diekstraksi, dilakukan skrining fotokimia, dan dilakukan penetapan IC50 antiradikal bebas. Rendemen ekstrak kulit bawang yang diperoleh adalah sebesar 5,381 %. Berdasarkan penelitian ini diketahui ekstrak kulit bawang merah mengadung polifenol, flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan triterpenoid, kuinon serta seskuiterpen dan monoterpen. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit bawang merah dapat dilihat dari nilai IC50 yaitu sebesar 15,44 ppm sedangkan IC50 kuersetin yaitu sebesar 2,69 ppm. Nilai IC50 ekstrak kulit bawang merah yang diperoleh termasuk dalam golongan antioksidan yang sangat aktif. Kata kunci: Allium ascalonicum L.; antioksidan
Pengembangan Formula dan Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Kombinasi Daun Teh dan Mangkokan Yang Diinkorporasikan ke dalam Spray Sebagai Penumbuh Rambut Garnadi Jafar; Ira Adiyati; Faisha Farras Kartanagara
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5769

Abstract

Lebih dari 90%, rambut rontok diakibatkan oleh alopesia androgenetik, Purwantini Indah et al. mengatakan bahwa daun teh dan mangkokan memiliki aktivitas sebagai penumbuh rambut yang setara dengan hair tonic, nanoemulsi memiliki ukuran
Aktivitas Antioksidan dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etil Asetat Daun Kersen (Muntingia calabura) Anita Dwi Puspitasari; Ririn Lispita Wulandari
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5770

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura ) secara empiris di masyarakat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satu potensi yang dimiliki dari daun kersen adalah sebagai antioksidan. Senyawa aktif yang dimiliki oleh daun kersen yang memiliki aktivitas antioksidan diantaranya adalah fenolik, flavonoid, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan penetapan kadar flavonoid total ekstrak etil asetat daun kersen (Muntingia calabura). Pembuatan ekstrak etil asetat daun kersen menggunakan metode maserasi dengan pelarut etil asetat. Analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan pembanding vitamin C. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri Ultra Ungu-Sinar Tampak dengan pembanding Quersetin. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid, saponin, fenolik, flavonoid, dan tannin. Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat daun kersen dengan nilai IC50 sebesar 53,25 µg/mL dengan penbanding vitamin C (IC50 25,74 µg/mL ). Hasil penetapan kadar flavonoid total sebesar 93,21 mgEQ/g Ekstrak. Kata kunci: antioksidan, flavonoid total, muntingia calabura

Page 4 of 37 | Total Record : 362