cover
Contact Name
Pharmascience
Contact Email
dita.sandi@ulm.ac.id
Phone
+6285189393438
Journal Mail Official
jps@ulm.ac.id
Editorial Address
https://pharmascience.ulm.ac.id/index.php/pharmascience/about
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : https://doi.org/10.20527/jps.v13i1
Core Subject :
ournal of Pharmascience accepts scientific articles as original reasearch articles and review articles on pharmacy and health. Journal of Pharmascience publishes various scientific articles covering Pharmacy and Pharmaceutical Sciences in the field but not limited to: Clinical Pharmacy Community Pharmacy Pharmacology Natural Pharmacy Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Technology Pharmaceutical Management Pharmaceutical Education Apart from the topics above, the Journal of Pharmascience also accepts other manuscripts in the health field, such as: Validation and development of analytical methods for a variety of samples, including food Implementation and analysis of a variety of surveys related to medical therapy, disease, health procedures, and other aspects of health
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Formulasi dan Karakterisasi Fisik Tablet Floating Mukoadhesif Ranitidin HCl Aristha Novyra Putri; Dyera Forestryana
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5771

Abstract

Gastrotentive Drug Delivery System merupakan sistem penghantar yang bermanfaat untuk memperpanjang waktu tinggal sediaan di dalam lambung yang bertujuan untuk pemberian obat lokal pada saluran cerna bagian atas ataupun untuk efek sistemik. Ranitidin hydrochloride (RHCl) adalah golongan histamine H2 receptor antagonist memiliki waktu paro ranitidine HCl yaitu 2 – 3 jam, bioavailabilitas absolut ranitidine HCl 50%, ranitidin HCl sangat baik diabsorbsi di lambung, dan dimetabolisme di kolon, sehingga bioavailabilitas di kolon sangat rendah, sehingga cocok dikembangkan dalam bentuk Gastroretentive Drug Delivery System (GRDDS). Penilitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan tablet floating mukoadhesif Rantidin HCl berdasarkan rancangan formula factorial design 23, sehingga menghasilkan 8 formula. Selanjutnya dilakukan uji karakteristik fisik granul dan tablet tablet floating mukoadhesif Rantidin HCl. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kecepatan alir granul ada rentang 4,599±0,115 - 7,615±0,081 gr/detik; sudut diam pada rentang 26,47±0,164 - 30,31°±1,769; fisik tablet keseluruhan formula berbentuk bulat; warna putih kekuningan; memiliki diameter 12,9 mm; ketebalan tablet 2,8 ± 0,05 - 3,53 ± 0,05 mm; rentang rata – rata bobot tablet 8 formula adalah 478,2±0,81 - 578,3±0,64 mg; friability pada rentang 0,28±0,002 - 0,47±0,002 %; dan uji swelling index terjadi pengembangan tablet dari waktu ke waktu selama 6 Kata kunci: Ranitidin HCl, floating-muccoadhesive, swelling index, Gastroretentive, Factorial Design
Formulasi Dan Uji Stabilitas Gel Antijerawat Yang Mengandung Kuersetin Serta Uji Efektivitas Terhadap Staphylococcus epidermidis Rina Apriana; Dina Rahmawanty; Mia Fitriana
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5772

Abstract

Jerawat adalah abnormalitasnya produksi sebum pada kelenjar sebasea yang biasanya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus epidermidis. Kuersetin adalah kelompok flavonoid yang memiliki senyawa fenol sehingga dapat menghambatStaphylococcus epidermidis pada konsentrasi 0,05% b/b. Tujuan penelitian ini untuk menetapkan pengaruh penambahan konsentrasi kuersetin terhadap efektifvitas penghambatan Staphylococcus epidermidis dan untuk menentukanpengaruh penambahan kuersetin terhadap sifat fisika kimia dan stabilitas fisika kimia gel kuersetin. Gel yang sudah diformulasi dilakukan evaluasi fisika kimia sediaan dan dilakukan uji efektivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dengan menggunakan media Mueller Hinton agar. Evaluasi sediaan gel kuersetin meliputi organoleptis seperti bau dan warna, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas dan sediaan di uji stabilitas selama 12 minggu dengan suhu 4ºC, 28±2ºC dan 40ºC. Analisa data menggunakan ANOVA Test hasil uji statistik menunjukkan dengan penambahan konsentrasi kuersetin dalam sediaan gel memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidisyang ditunjukkan adanya perbedaan bermakna (p0,05). Hasil uji stabilitas fisika kimia gel yang diperoleh dengan penambahan kuersetin dalam sediaan gel tidak memberikan pengaruh yang ditunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini dengan penambahan konsentrasi kuersetin dalam sediaan gel memberikan pengaruh dalam penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidisyang ditunjukkan adanya perbedaan bermakna (p0,05).Penambahan konsentrasi kuersetin dalam sediaan gel tidak memberikan pengaruh terhadap stabilitas gel kuersetin yang ditunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna (p>0,05). kata kunci : Jerawat, Kuersetin, Staphylococcus epidermidis.
Pengaruh Penggunaan Jenis Pati Pada Karakteristik Fisik Sediaan Edible Film Peppermint Oil Intan Martha Cahyani; Intan Aprilia Choirul Anggraini; Melvina Findyana Sari; Sita Tamara; Siti Zaemonah
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5773

Abstract

Peppermint oil adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan destilasi uap dari bagian di atas tanah tanaman berbunga Mentha Piperita Linne. Kandungan utama dari peppermint oil adalah menthol (35-55%) yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dan penyegar mulut. Hal inilah yang menjadikan dasar untuk diformulasikannya peppermint oil dalam sediaan edible film sebagai penyegar mulut dengan menggunakan pati yang merupakan pembentuk film yang baik karena mengandung amilosa cukup tinggi. Amilosa bersifat tidak larut dalam air dingin tetapi menyerap sejumlah besar air dan mengembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis pati pada karakteristik fisik sediaan edible film peppermint oil. Pati yang digunakan berasal dari pati gandum, pati garut, pati jagung, dan pati kentang. Penelitian ini dilakukan dengan konsentrasi 025% tiap pati. Uji karakteristik fisik meliputi organoleptis, waktu hancur, tensile strength, percentage elongation, young’s modulus, dan percentage LoD. Uji tanggapan pengguna meliputi aspek warna, bentuk, bau, dan rasa serta uji Angka Lempeng Total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis amilum yang berbeda berpengaruh signifikan pada karakteristik fisik dan tanggapan pengguna. Peningkatan kadar amilosa pada pati meningkatkan waktu hancur, tensile strength, young’s modulus, dan menurunkan percentage elongation serta percentage LoD dari edible film peppermint oil antar formula. Hasil uji Angka Lempeng Total memenuhi syarat yaitu < 104 koloni/g. Kata kunci : edible film, karakteristik fisik, peppermint oil, pati
Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Dengan Penyakit Penyerta Di Poli Jantung RSUD Ratu Zalecha Martapura Riza Alfian; Yugo Susanto; Siti Khadizah
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5774

Abstract

Hipertensi dengan penyakit penyerta adalah salah satu penyebab kematian nomor satu di dunia. Hal tersebut pasti akan membahayakan jiwa pasien dan menurunkan kualitas hidup pasien. Kualitas hidup merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan intervensi pelayanan kesehatan, baik dari segi pencegahan maupun pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien hipertensi dengan penyakit penyerta gagal jantung dan hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus di poli jantung RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif pada pasien rawat jalan di poli jantung selama periode Desember 2015 – Januari 2016. Subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 71 orang yang terbagi atas 58 orang (82,36 %) pasien hipertensi dengan penyakit penyerta gagal jantung dan 13 orang (17,64 %) pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mengunakan kuesioner Short Form 36 (SF 36). Hasil penelitian menunjukkan untuk 58 orang pasien hipertensi dengan penyakit penyerta gagal jantung 15 orang (25,86%) kualitas hidup baik, dan 43 orang (74,14%) kualitas hidup kurang baik, total skor kualitas hidup rata-rata yaitu 46,21 dengan nilai skor tiap dimensi yaitu fungsi fisik 48,71, fungsi emosi 64,9, fungsi sosial 50,25, kesehatan umum 44,11, keadaan fisik 31,9, keadaan emosi 36,23, dimensi nyeri 36,85, dan fatique 58,72. Sedangkan untuk 13 orang pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus 9 orang (69,23 %) kualitas hidup baik dan 4 orang (30,77 %) kualitas hidup kurang baik, total skor kualitas hidup rata-rata yaitu 67,93 dengan nilai skor tiap dimensi yaitu fungsi fisik 69,54, fungsi emosi 86,00, fungsi sosial 75,96, kesehatan umum 49,68, keadaan fisik 63,46, keadaan emosi 66,67, dimensi nyeri 61,92, dan fatique 70,19. Berdasarkan hasil penelitian di Poli Jantung RSUD Ratu Zalecha Martapura dapat disimpulkan bahwa pasien hipertensi dengan penyakit penyerta gagal jantung mayoritas memiliki gambaran kualitas hidup yang kurang baik dan pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus mayoritas memiliki gambaran kualitas hidup baik. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Hipertensi dengan penyakit penyerta
Profil Glukosa Darah Tikus Putih Setelah Pemberian Ekstrak Minyak Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus) Sebagai Alternatif Antidiabetes Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah; Heri Budi Santoso; Nurlely Nurlely
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak minyak ikan patin dan dosis ekstrak minyak ikan patin yang tepat untuk menurunkan kadar glukosa darah pada tikus jantan kondisi hiperglikemia. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan pada 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari 1. Kontrol normal, 2. Kontrol positif, 3. Kontrol negative, 4. Kelompok A (Ekstrak minyak ikan patin A), 5. Kelompok B (Ekstrak minyak ikan patin B) dan 6. Kelompok C (Ekstrak minyak ikan patin C). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak minyak ikan patin (EMIP) berpengaruh terhadap profil glukosa darah tikus putih. Dosis yang dapat menurunkan kadar glukosa darahpaling tinggi pada tikus putih adalah 72,8 mg/kg BB Kata kunci : diabetes melitus, ikan patin, minyak
Pengaruh Pengetahuan dan Job Description Terhadap Kinerja Bidan Desa Pada Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) (Studi Observasional di Kabupaten Tanah Bumbu) Andi Indah Haryani Muharnadiah
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5776

Abstract

Kinerja dipengaruhi oleh kemampuan potensi (Intelegentia question) dan kemampuan realita (pengetahuan dan skill). Untuk meningkatkan kinerja bidan desa dibutuhkan kejelasan tentang wewenang tugas dan tanggungjawab yang diuraikan secara jelas dan rinci dalam bentuk job description (deskripsi pekerjaan) agar memudahkan mereka dalam menyelesaikan pekerjaan. Di Kabupaten Tanah Bumbu hingga saat ini belum pernah ada penelitian yang berkaitan tentang kinerja bidan desa dalam penyelenggaraan Poskesdes. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pengetahuan dan job description terhadap kinerja bidan desa pada penyelenggaraan Poskesdes di Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang dilakukan berupa analisis univarian dan multivarian. Hasil penelitian menunjukkan Pengetahuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja bidan desa ada penyelenggaraan Poskesdes di Kabupaten Tanah Bumbu berdasarkan hasil uji parsial dengan nilai signifikan sebesar 0,216 (nilai Sig>0,05). Job description berpengaruh sangat signifikan terhadap kinerja bidan desa pada penyelenggaraan Poskesdes di Kabupaten Tanah Bumbu berdasarkan hasil uji parsial dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (nilai Sig
Efek Antihiperglikemik dari Ekstrak Batang Tanaman Sapat (Mitragyna speciosa) Pada Mencit Jantan Yang Diinduksi Streptozotocin Fitriyanti Fitriyanti; Helmina Wati
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5777

Abstract

Tanaman Sapat (Mitragyna speciosa) adalah tanaman endemik di Kalimantan Selatan. Secara empiris digunakan masyarakat sebagai obat antihiperglikemik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan senyawa kimia dan efek ekstrak antihiperglikemik Mitragyna speciosa terhadap mencit jantan Balb/c yang diinduksi dengan Streptozotocin (STZ) dengan memantau kadar glukosa yang berperan sebagai antidiabetes. Sebanyak 20 mencit jantan balb/c dibagi menjadi 4 kelompok (N = 5) berupa kelompok kontrol negatif, kelompok normal, kelompok kontrol positif diberi glibenclamide 0,013mg / 20gBB, kelompok kontrol negatif akan diberikan STZ selama 4 hari pada dosis 40mg / KgBB ip dan 1 kelompok perlakuan akan diberi dosis EBMS 225mg (IV) secara oral selama 7 hari berturut-turut mulai hari ke-13 sampai ke-19, pengukuran kadar glukosa darah akan dilakukan pada hari ke-0, hari ke-13, hari ke-20.Data yang didapat dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan EBMS tidak dapat menurunkan glukosa darah puasa pada dosis 225mg /KgBB Kata kunci: Tanaman sapat, kadar gula darah puasa, streptozotocin
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Antioksidan Dari Buah Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) Sutomo Sutomo; Hadi Azhari; Arnida Arnida; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Rahmat Yunus
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5778

Abstract

ABSTRAK Antioksidan berfungsi untuk menetralisir radikal bebas, sehingga dapat mencegah dan melindungi terjadinya kerusakan tubuh yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif. Salah satu tanaman endemik Kalimantan Selatan yang teridentifikasi mengandung antioksidan alami yaitu kasturi (Mangifera casturi Kosterm.). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa antioksidan dari buah M. casturi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan KLT , KCV, dan kromatografi kolom gravitasi. Identifikasi senyawa dengan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR serta uji kualitatif antioksidan dan aktifitas kuantitatif antioksidan isolat. Ekstraksi 2500 gram serbuk buah M. casturi dengan metanol diperoleh 840,69 gram ekstrak kental berwarna coklat. Fraksinasi 60 gram ekstrak metanol dengan fraksi etil asetat menghasilkan 8,3 gram ekstrak kering. Fraksi etil asetat difraksinasi kembali menggunakan KCV dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5; 4:6; 3:7) v/v, etil asetat : metanol (5:5 v/v), 100% metanol diperoleh fraksi A, B, C, D, E, F, G, dan H. Fraksi H dipilih untuk di isolasi menggunakan kromatografi kolom gravitasi dengan eluen n-heksana : etil asetat : metanol (5:3:0,5; 5:4:1; 5:4:2; 5:6:2; 5:6:2,5) v/v dan 100% metanol. Uji kualitatif KLT menunjukkan isolat H-7 mengandung senyawa antioksidan dengan pereaksi DPPH. Aktivitas antioksidan isolat H-7 memiliki nilai IC50¬ sebesar 4,61±0,57 ppm. Analisis isolat H-7 dengan UV-Vis menghasilkan puncak pada λ 274,8 nm (pita I) dan λ 218 nm (Pita II). Analisis FTIR menunjukkan gugus fungsi dari isolat H-7 yaitu -OH, C-H aromatik, C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, dan C-O. Kata Kunci : Antioksidan, buah M. casturi, DPPH, fraksi etil asetat, Isolasi
Kualitas Pelayanan Informasin Obat (Konseling) di Apotek Kabupaten Garut Riza Permana Suci; Yardi Saibi; Asep Dasuki
Journal of Pharmascience Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5779

Abstract

ABSTRAK Peran apoteker telah mengalami pergeseran dalam beberapa dekade terakhir. Peran yang sebelumnya lebih berorientasi kepada produk (product oriented) telah beralih kepada peran yang lebih berfokus kepada pasien (patient oriented). Salah satu peran yang berfokus kepada pasien adalah pelaksanaan pemberian informasi obat ataupun konseling di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kualitas pelayanan pemberian informasi obat dan atau konseling oleh tenaga kefarmasian di apotek di wilayah Kabupaten Garut, Jawa barat. Rancangan penelitian berupa potong lintang dengan pendekatan deskriptif. Untuk mengamati pelaksanaan pemberian informasi obat/konseling, dilakukan dengan pendekatan simulasi pasien penggunakan resep yang mengandung obat antidiabetes dan obat lain yang saling berinteraksi menurut literatur. Penelitian ini mendapat izin dari dinas kesehatan kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian informasi obat oleh tenaga kefarmasian kepada pasien di apotek wilayah garut dilakukan oleh asisten apoteker dan apoteker. Kualitas layanan pemberian informasi obat yang dilakukan oleh apoteker sedikit lebih baik jika dibandingkan pelayanan yang dilakukan oleh asisten apoteker. Kualiltas layanan informasi obat yang dilakukan oleh apoteker masuk kategori kurang baik sedangakan yang diberikan oleh asisten apoteker dalam kategori buruk. Informasi obat pada pasien dengan penyakit kronis hendaknya dilakukan secara langsung oleh apoteker. Apoteker perlu meningkatkan kemampuannya dalam memberikan informasi obat kepada pasien. Kata Kunci : apoteker komunitas, apotek, peran apoteker, Garut, Indonesia ABSTRACT The pharmacist role in Indonesia as well as in the global world has shifted in the last few decades. The previous role that more focus on product has changed to the role that orient to patient care. One of this new pharmacist role form is giving apropriate information about the drug to patien either in the form of simple information or in the form of more complete i.e counceling in community pharmacy or apothec. This research aimed to evaluate the quality of drug information service and or counselling conducted by pharmacy staff in pharmacy in Garut regency, West Java province. This was a cross- sectional study with descriptive approach. Patient simulation method was used to evalulate the practice of drug information delivery and or counselling by pharmacy staff eithe by pharmacy technician or pharmacist to patient come with antidiabetic prescription. This research was conducted by the permission from publich health office of Garut regency. The result showed that the quality of drug information delivery conducted by pharmacist was slightly better than pharmacy technician did. Pharmacist should served patient with chronic desease such as diabetict directly. Both pharmacy technician and pharmacist need to improve their knowledge and skill in handling patient. Key word : community pharmacist, pharmacy , Pharmacist role, Garut, Indonesia
Analisis Kualitatif Rhodamin B Dalam Bumbu Tabur Pada Penjual Jajanan di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin Dwi Rizki Febrianti; Muhammad Rahman Hakim
Journal of Pharmascience Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5780

Abstract

ABSTRAK Bumbu tabur adalah bumbu yang fungsinya untuk memberikan rasa pelezat pada makanan atau jajanan yang biasanya berwarna merah atau orange terang yang di curigai mengandung bahan pewarna dilarang yaitu Rhodamin B. Rhodamin B adalah bahan kimia yang digunakan untuk pewarna merah pada industri tekstil dan plastik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keberadaan zat pewarna Rhodamin B yang diduga terdapat pada bumbu tabur pada penjual jajanan di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin.Metode yang digunakan untuk uji kualitatif adalah metode kromatografi lapis tipis (KLT). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling insidental. Sampel yang didapatkan pada penelitian ini berjumlah 16 bumbu tabur rasa balado.Sebelum melakukan pengujian sampel dipreparasi terlebih dahulu menggunakan metode penyerapan benang wol bebas lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 sampel ditemukan 5 sampel mengandung Rhodamin B. Berdasarkan hasil penelitian ini, masih ditemukan bumbu tabur rasa balado pada penjual jajanan di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin tidak aman dikonsumsi. Kata Kunci : Bumbu Tabur, Rhodamin B, Kromatografi Lapis Tipis ABSTRACT Spice flavor gives a flavor to the food or snacks, that are usually red or orange light that allegedly contain a prohibited coloring of Rhodamine B. Rhodamin B is a chemical used for red dyes in the textile and plastics industries. The aim of this research is to prove the existence of Rhodamin B dye which is suspected to be found in spice on the seller of snack in North Banjarmasin Subdistrict of Banjarmasin. The method used for qualitative test is thin layer chromatography (TLC) method. Sampling was done by incidental sampling technique. The samples obtained in this study amounted to 16 spice flavor balado.Before doing sample testing dipreparasi first using the method of absorption of fat-free yarn wool. The results showed that from 16 samples found 5 samples containing Rhodamin B. Keywords : Seasoning Flavor, Rhodamin B, Thin Layer Chromatography

Page 5 of 37 | Total Record : 362