cover
Contact Name
NURAMAN
Contact Email
nuraman_sanusi@umbanten.ac.id
Phone
+6283873654601
Journal Mail Official
pedagoscript@umbanten.ac.id
Editorial Address
Jalan Ki Ajurum No.002, Cipocok Jaya Kota Serang, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
PedagoScript: Journal of Teaching and Texts (PJTT)
ISSN : -     EISSN : 32142839     DOI : https://doi.org/10.67219/pwhjry87
Core Subject :
PedagoScript: Journal of Teaching and Texts (PJTT) publishes original research articles and scholarly works within the general field of education, with a primary emphasis on pedagogy, teaching and learning processes, and instructional practices across educational contexts. The journal is dedicated to advancing educational theory, policy, and practice through research that examines learning, instruction, and educational development in formal and non-formal settings.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Analisis Komponen Makna an-Nur dan adh-Dhiya’ sebagai Metafora Cahaya Ilahi dalam Al-Qur’an Meki Polanda; Sutisna; Indra Lesmana; Rizki
PedagoScript : Journal of Teaching and Texts (PJTT) Vol. 1 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/pwhjry87

Abstract

Konsep cahaya merupakan salah satu simbol penting dalam Al-Qur’an yang diekspresikan melalui berbagai istilah dengan muatan makna yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan komponen makna kata an-nur dan adh-dhiya’ dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung leksem an-nur dan adh-dhiya’, sedangkan data sekunder meliputi kamus Arab klasik dan modern, kitab tafsir, serta literatur semantik Al-Qur’an yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan semantik, khususnya analisis komponen makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa an-nur dan adh-dhiya’ tidak berada dalam relasi sinonimitas, melainkan merepresentasikan dua konstruksi makna cahaya yang berbeda secara sistematis dalam medan semantik Al-Qur’an. An-nur berfungsi sebagai metafora epistemologis dan spiritual yang berkaitan dengan petunjuk, iman, dan kesadaran batin, sedangkan adh-dhiya’ merepresentasikan cahaya yang bersifat fisik, energetik, dan kosmologis. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep cahaya Ilahi dalam Al-Qur’an dibangun melalui sistem bahasa yang terstruktur dan presisi, sehingga pendekatan semantik memberikan kontribusi penting dalam memperdalam pemahaman metafora Qur’ani.
Kerangka Konseptual Integrasi Artificial Intelligence untuk Penguatan Literasi, Numerasi, dan Etika Digital dalam Pembelajaran Abad 21 Siti Nahriah Aprianti; Riris Septiana Sita Dewi; Meki Polanda; Nuraman
PedagoScript : Journal of Teaching and Texts (PJTT) Vol. 1 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/pjtt.1.1.58

Abstract

Perkembangan pembelajaran abad ke-21 menuntut penguatan kompetensi literasi, numerasi, dan etika digital seiring dengan meningkatnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan. Meskipun AI menawarkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui personalisasi, analitik pembelajaran, dan umpan balik adaptif, pemanfaatannya masih menghadapi tantangan konseptual dan pedagogis, khususnya terkait keselarasan dengan tujuan pendidikan dan nilai etika. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan kerangka konseptual integrasi Artificial Intelligence dalam penguatan literasi, numerasi, dan etika digital pada pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menganalisis dan mensintesis literatur dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI yang efektif harus ditempatkan dalam kerangka pedagogik yang holistik dengan mengaitkan dimensi kognitif (literasi dan numerasi) dan dimensi etis (etika digital). AI berperan dalam memperkuat literasi dan numerasi melalui pembelajaran adaptif berbasis data, sekaligus mendukung pembentukan kesadaran etis peserta didik terhadap penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Kerangka konseptual yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi rujukan teoretis dan praktis bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis AI yang berkelanjutan dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Pengaruh Program Tahfidz Al-Qur’an terhadap Kualitas Hafalan Santri di Rumah Mahir Qur’an Rayhana Maulidia II Kota Jambi Harmoko; Mardiana; Raoda Tul Jannah Maruddani
PedagoScript : Journal of Teaching and Texts (PJTT) Vol. 1 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/pjtt.1.1.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program tahfidz Al-Qur’an terhadap kualitas hafalan santri di Rumah Mahir Qur’an Rayhana Maulidia II Kota Jambi. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya kualitas hafalan Al-Qur’an yang tidak hanya diukur dari jumlah hafalan, tetapi juga dari ketepatan tajwid, kelancaran, dan ketahanan hafalan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 27 santri yang dipilih dari populasi 162 santri. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, sedangkan analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap kualitas hafalan santri dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan koefisien determinasi sebesar 0,705. Hal ini menunjukkan bahwa program tahfidz memberikan kontribusi sebesar 70,5% terhadap peningkatan kualitas hafalan santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan program tahfidz Al-Qur’an yang terstruktur, khususnya melalui metode talaqqi, mampu meningkatkan kualitas hafalan santri secara signifikan.
Kajian Konseptual Teknologi Pembelajaran Adaptif Berbasis Profil Belajar untuk Penguatan Self-Regulated Learning dan Berpikir Kritis Mahasiswa Siti Nahriah Aprianti aprianti; Himmatul Mursyidah; Meki Polanda; Partono
PedagoScript : Journal of Teaching and Texts (PJTT) Vol. 1 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/pjtt.1.1.60

Abstract

Perkembangan teknologi digital di pendidikan tinggi menuntut penerapan pembelajaran yang adaptif dan personal untuk mengakomodasi keberagaman karakteristik belajar mahasiswa. Namun, praktik pembelajaran yang masih bersifat seragam menyebabkan rendahnya kemampuan self-regulated learning dan berpikir kritis mahasiswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan kerangka konseptual teknologi pembelajaran adaptif berbasis profil belajar sebagai upaya penguatan self-regulated learning dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research melalui analisis dan sintesis literatur ilmiah yang relevan dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi konsep, prinsip, dan hubungan antarvariabel yang esensial. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran adaptif yang memanfaatkan profil belajar mahasiswa, seperti preferensi belajar dan kesiapan kognitif, mampu mendukung personalisasi pembelajaran, meningkatkan kemandirian belajar, serta mendorong proses refleksi dan berpikir kritis. Artikel ini menghasilkan kerangka konseptual terpadu yang memposisikan teknologi pembelajaran adaptif sebagai medium pedagogik strategis dalam penguatan self-regulated learning dan berpikir kritis mahasiswa di pendidikan tinggi.
Penggunaan Media Bergambar Berbantuan Audio dalam Pembelajaran Huruf Hijaiyah dan Kosakata Bahasa Arab pada Anak Usia Dini di PAUD Kober Nurul Ikhwan Kecamatan Tunjung Teja Nuraman; Alia Ade Erwina; Septina
PedagoScript : Journal of Teaching and Texts (PJTT) Vol. 1 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/pjtt.1.1.61

Abstract

Pembelajaran huruf Hijaiyah dan kosakata bahasa Arab pada anak usia dini masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan media pembelajaran yang kurang variatif sehingga anak sulit mengingat bentuk, bunyi huruf, dan kosakata bahasa Arab. Kondisi ini menuntut penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang belajar melalui pengalaman visual dan auditori. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media bergambar berbantuan audio dalam pembelajaran huruf Hijaiyah dan kosakata bahasa Arab pada anak usia dini di PAUD Kober Nurul Ikhwan Kecamatan Tunjung Teja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif terhadap 13 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media bergambar berbantuan audio memberikan dukungan terhadap kemampuan anak dalam mengenal dan mengingat huruf Hijaiyah serta kosakata bahasa Arab, meskipun kemampuan menulis masih menunjukkan variasi sesuai perkembangan motorik halus anak.
Tipologi Musawwighat Mubtada’ Nakirah dalam Al-Qur’an: Analisis Integratif Sintaksis dan Semantik Tamah; Imas Masitoh; Annisa Neila Izzatin; Mega Satria Nurul Falah
PedagoScript : Journal of Teaching and Texts (PJTT) Vol. 1 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/pjtt.1.1.62

Abstract

Mubtada’ berupa nakirah pada susunan jumlah ismiyyah menurut kaidah dasar dianggap fenomena tidak umum kecuali disertai komponen musawwigh. Tetapi, hal ini banyak ditemui dalam Al-Qur’an dengan beraneka ragam fungsi makna. Tujuan kajian ini untuk mengategorikan berbagai bentuk musawwighat mubtada’ nakirah, serta memaparkan implikasi sintaksis dan semantiknya. Metode kualitatif-deskriptif digunakan melalui pendekatan integratif antara sintaksis dan semantik. Menggunakan data berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan jurnal yang relevan, lalu dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis dengan gramatikal konstektual. Hasil temuan menunjukkan mubtada’ nakirah dalam Al-Qur’an digunakan secara terstruktur dengan musawwighat sintaksis, semantik, dan pragamatis. Memaparkan dua puluh tiga musawwighat secara rinci, serta menegaskan bahwa integrasi bentuk dan makna dalam jumlah ismiyyah berfungsi sebagai strategi wacana, bukan sekedar kaidah nahwu. Dari temuan diketahui bahwa penggunaan mubtada’ berupa nakirah bukan sebuah pemalingan kaidah, tetapi merupakan strategi kebahasaan yang sistematis dan bermakna.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI SISWA Nok Izatul Yazidah; Siti Napfiah; Rina Puspitasari
PedagoScript : Journal of Teaching and Texts (PJTT) Vol. 1 No. 2 (2026): PedagoScript: Journal of Teaching and Texts
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/pjtt.1.2.75

Abstract

Mathematics learning is frequently perceived by students as difficult and unengaging due to the prevalence of abstract concepts that are challenging to visualize. This condition contributes to low levels of learning concentration and underdeveloped mathematical critical thinking skills among students. Mathematical critical thinking and learning concentration are essential competencies in 21st-century mathematics education; however, conventional instructional approaches often face limitations in effectively facilitating these competencies. This study aims to examine the role of Augmented Reality (AR)-based mathematics learning media in facilitating students’ mathematical critical thinking skills and enhancing their learning concentration. The study employed a descriptive qualitative research design, with fourth-grade students of MI Raden Patah as the research participants. Data were collected through classroom observations and semi-structured interviews. The findings indicate that the use of AR-based learning media enhances students’ learning focus, promotes active participation, and stimulates key indicators of mathematical critical thinking, including analyzing, evaluating, and drawing systematic conclusions. These results suggest that interactive learning media such as Augmented Reality contribute to more meaningful and engaging learning experiences and support the development of higher-order thinking skills. Therefore, Augmented Reality-based learning media represent a viable and innovative alternative for improving the quality of mathematics instruction.
Understanding Learners’ Creative English Expressions: A Pragmatic Study in Kampung Inggris ubaidillah ubay
PedagoScript : Journal of Teaching and Texts (PJTT) Vol. 1 No. 2 (2026): PedagoScript: Journal of Teaching and Texts
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/pjtt.1.2.76

Abstract

This study investigates the English conversations of second-language learners in Kampung Inggris, Pare, Kediri. It aims to identify learners’ unique English utterances, describe their semantic meanings (literal meanings) and pragmatic interpretations (intended meanings), and examine their structural characteristics. A qualitative research design was employed, using participant observation and semi-structured interviews to collect data.   The findings revealed that learners frequently produced unique English utterances in the form of phrases and sentences during daily interactions. These utterances differed from those commonly used by native speakers and often deviated from Standard English grammar. The identified grammatical features included errors in pronoun agreement, verb grouping, question formation, comparative degree, adjective order, word choice, addition of unnecessary forms of *to be*, and omission of auxiliary verbs. Although many utterances successfully conveyed communicative intentions, some created ambiguity in interaction.   The study concludes that these unique utterances resulted from learners’ tendency to simplify English through word-for-word translation from their first language without fully considering contextual appropriateness in the target language. This tendency was influenced by both interlingual interference and intralingual factors, reflecting the learners’ ongoing interlanguage development in the process of second-language acquisition.

Page 1 of 1 | Total Record : 8