cover
Contact Name
Irfan Anshori
Contact Email
irfananshori@unsera.ac.id
Phone
+6287773180070
Journal Mail Official
irfananshori@unsera.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Serang - Cilegon Km. 05 (Taman Drangong) Serang - Banten Telp. 0254 - 8235007 Fax. 0254 - 8235008
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Suar : Jurnal Studi Pendidikan Islam
Core Subject :
SUAR; Jurnal Studi Pendidikan Islam adalah simbol dari cahaya ilmu, petunjuk kebenaran, identitas keilmuan, dan pemantik perubahan. SUAR; Jurnal Studi Pendidikan Islam ingin menjadi suar yang terus menyala, menjadi pelita bagi akademisi, guru, mahasiswa, dan seluruh pemerhati pendidikan Islam dalam menapaki jalan ilmu dan amal.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Konstruksi Kepemimpinan Pendidikan Islam Berbasis Pemikiran Buya Hamka untuk Pengembangan Pendidikan Berkelanjutan di Era Modern Muhammad Azkia Fahmi; Nasiroh Nasiroh; Uryanah Uryanah; Laode Muhammad Alfateh Arifin
SUAR: Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): SUAR
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan teknologi, globalisasi, dan kompleksitas persoalan pendidikan menuntut model kepemimpinan yang tidak hanya efektif secara manajerial, tetapi juga memiliki landasan moral, spiritual, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Buya Hamka sebagai dasar pengembangan model kepemimpinan pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan pendidikan berkelanjutan di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Interpretive Synthesis (CIS) yang dipadukan dengan analisis hermeneutik-kontekstual dan conceptual model building. Data utama bersumber dari karya-karya Buya Hamka yang relevan dengan pendidikan, akhlak, ilmu, manusia, tanggung jawab, dan kehidupan sosial, serta didialogkan dengan literatur tentang kepemimpinan pendidikan Islam dan pendidikan berkelanjutan. Analisis dilakukan melalui pemetaan pengetahuan, interpretasi kontekstual, pengodean konseptual, sintesis komparatif dan kritis, serta konstruksi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Hamka dapat dikembangkan menjadi enam dimensi kepemimpinan pendidikan Islam, yaitu spiritual-intelektual, etis-keteladanan, kritis-inovatif, adaptif, akuntabel, dan sosial-kemaslahatan. Keenam dimensi tersebut membentuk hubungan antara nilai, kapabilitas kepemimpinan, transformasi ekosistem pendidikan, dan pendidikan berkelanjutan. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan pemikiran Buya Hamka dari kajian pendidikan dan karakter menjadi model konseptual kepemimpinan pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai Islam dengan kebutuhan adaptasi, inovasi, tata kelola, dan keberlanjutan pendidikan. Model ini menawarkan kerangka konseptual bagi pengembangan kepemimpinan sekolah, madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam yang berintegritas, adaptif, visioner, dan berorientasi pada kemaslahatan. Pengujian empiris diperlukan untuk memvalidasi konstruk dan penerapan model pada berbagai konteks lembaga pendidikan Islam.
Sosiologi Pendidikan dalam Kultur Ujian: Kejujuran Akademik, Tekanan Prestasi, dan Rasionalitas Siswa di MAN 1 Purbalingga Nisa Nur Fadillah; Muh. Hanif
SUAR: Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): SUAR
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kultur ujian di madrasah tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme evaluasi hasil belajar, tetapi juga menjadi ruang sosial yang memperlihatkan relasi antara kejujuran akademik, tekanan prestasi, kontrol sosial, dan rasionalitas siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kultur ujian di MAN 1 Purbalingga dengan memfokuskan kajian pada praktik kejujuran akademik, tekanan prestasi, dan rasionalitas siswa dalam menghadapi tuntutan evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan 25 informan yang terdiri atas kepala madrasah, guru/wali kelas, dan siswa. Data dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memahami kejujuran sebagai nilai akademik sekaligus nilai religius, tetapi dalam situasi tertentu tekanan memperoleh nilai tinggi mendorong sebagian siswa melakukan kompromi terhadap prinsip tersebut. Guru dan madrasah berperan sebagai agen kontrol sosial melalui pembiasaan nilai kejujuran, tata tertib, pengawasan, dan pemanfaatan sistem ujian digital. Namun, digitalisasi tidak sepenuhnya menghilangkan kecurangan, melainkan mengubah bentuk dan strategi pelanggaran akademik. Temuan juga menunjukkan adanya rasionalitas instrumental ketika siswa mempertimbangkan manfaat, risiko, dan tujuan akademik dalam menentukan perilaku selama ujian. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan integritas akademik di madrasah perlu mengintegrasikan pendidikan karakter, pengelolaan tekanan prestasi, kontrol sosial, dan literasi etis dalam penggunaan teknologi.
Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam di Era Artificial Intelligence: Penguatan Fitrah Manusia Menghadapi Dehumanisasi Algoritma Muhammad Agung Kurniawan; Fatmayati Fatmayati
SUAR: Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): SUAR
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan menghadirkan peluang besar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui personalisasi materi, analisis data, dan pengembangan sistem pembelajaran adaptif. Namun, penggunaan AI yang tidak disertai dengan landasan etik berpotensi menimbulkan dehumanisasi algoritma, yaitu kondisi ketika manusia direduksi menjadi objek data dan kehilangan dimensi moral, spiritual, serta sosialnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi perkembangan AI sebagai upaya menjaga fitrah manusia dari dehumanisasi algoritma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui kajian terhadap literatur ilmiah, buku akademik, dokumen kebijakan, serta sumber normatif Islam berupa Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan fitrah manusia, etika teknologi, akhlak, dan tanggung jawab kekhalifahan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi positif dalam mendukung transformasi pendidikan, tetapi perlu diarahkan melalui nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip etika Islam. PAI memiliki peran strategis dalam menjaga fitrah manusia melalui penguatan konsep karāmah insāniyyah, khalifah, tauhid, amanah, dan tanggung jawab moral dalam penggunaan teknologi. Penelitian ini menawarkan perspektif human-centered Islamic education, yaitu paradigma pendidikan yang menempatkan manusia sebagai pusat, sedangkan AI sebagai instrumen pendukung dalam mencapai tujuan pendidikan Islam. Dengan demikian, PAI tidak hanya berfungsi sebagai penguatan literasi teknologi, tetapi juga sebagai fondasi moral dan spiritual dalam membentuk generasi yang mampu memanfaatkan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.
Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an melalui Metode Talaqqi pada Kegiatan Ekstrakurikuler Siswa Sekolah Dasar Gigih Hadi Nugroho Said; Muhammad Alwi Alfarezi; Harun Harun; Muhammad Hilal Ikbar
SUAR: Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): SUAR
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa sekolah dasar masih menghadapi persoalan, terutama dalam ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kelancaran, dan ketepatan panjang-pendek bacaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode talaqqi dan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di SD Negeri Karanggayam, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan subjek delapan siswa kelas II–VI. Data dikumpulkan melalui tes lisan, observasi, dan dokumentasi. Kemampuan membaca Al-Qur’an dinilai berdasarkan empat aspek, yaitu ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kelancaran membaca, dan ketepatan panjang-pendek bacaan. Data kuantitatif dianalisis melalui nilai rata-rata dan persentase ketuntasan, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan talaqqi melalui kegiatan menyimak, menirukan, pengulangan, setoran individual, dan koreksi langsung mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 72,25 pada Siklus I menjadi 75,17 pada Siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 50% menjadi 83,33%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perbaikan tindakan melalui pengulangan yang lebih intensif, penggunaan potongan ayat yang lebih pendek, dan bimbingan individual memberikan kontribusi terhadap pencapaian kemampuan membaca siswa. Dengan demikian, metode talaqqi dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran ekstrakurikuler Al-Qur’an, khususnya pada kelompok siswa dengan kemampuan awal yang heterogen.
Ekoteologi sebagai Paradigma Reorientasi Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Kesadaran Ekologis Peserta Didik Machdum Bachtiar; Fandy Adpen Lazzavietamsi
SUAR: Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): SUAR
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekologis menunjukkan perlunya penguatan pendidikan yang tidak hanya membangun pengetahuan lingkungan, tetapi juga membentuk kesadaran ekologis yang berakar pada nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai ekoteologi dalam pendidikan agaam Islam, mengidentifikasi kondisi kesadaran ekologis peserta didik, serta merumuskan konstruksi paradigma reorientasi pendidikan agaam Islam berbasis ekoteologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru pendidikan agama Islam, peserta didik, kepala sekolah, dan pengelola program lingkungan, serta observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tauhid, khalifah, dan amanah telah hadir dalam pembelajaran dan budaya ekologis sekolah, tetapi belum terintegrasi secara sistematis dalam keseluruhan proses pendidikan. Kesadaran ekologis peserta didik juga menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan, kepedulian, dan konsistensi perilaku. Penelitian ini menghasilkan konstruksi paradigma reorientasi PAI berbasis ekoteologi melalui alur tauhid, khalifah dan amanah, etika ekologis, kesadaran ekologis, akhlak ekologis, perilaku ekologis, kesalehan ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kesadaran ekologis dalam PAI tidak cukup dilakukan melalui penambahan materi lingkungan, tetapi memerlukan reorientasi pendidikan yang menempatkan tanggung jawab ekologis sebagai bagian integral dari aktualisasi iman dan akhlak peserta didik.

Page 2 of 2 | Total Record : 15