cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Saintek
ISSN : 14123991     EISSN : 25287036     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
ANALISIS PADA SISTEM INFORMASI AKADEMIK MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE SYSTEM USABILITY SCALE Wresni Anggraini; Reski Mai Candra; Widad Ulfika Sari
Jurnal Penelitian Saintek Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v25i2.28763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pada Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM), mengetahui tingkat usability-nya, dan memberikan rekomendasi perbaikan SIAM. Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Riau mulai Februari hingga Juli 2019. Tahap awal pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi langsung terhadap objek penelitian yaitu Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM) UMRI. Sampel diambil menggunakan metode random sampling. Sebanyak 4.623 mahasiswa aktif pengguna SIAM Universitas Muhammadiyah Riau terpilih menjadi sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) untuk mengetahui tingkat usability, mengidentifikasi permasalahan, dan memberi rekomendasi perbaikan SIAM. Hasil penelitian menunjukan bahwa SIAM sudah acceptable atau dapat diterima oleh penggunanya dan memiliki skala nilai C+ dan memiliki rating good; dan fitur SIAM belum dirancang dengan baik; dan SIAM memiliki banyak inkonsistensi. Beberapa rekomendasi perbaikan dari beberapa pihak diharapkan dapat dijadikan sebagai rujukan bagi tim pengembang sistem dalam melakukan perbaikan usability system sehingga SIAM memiliki tingkat usability yang tinggi dan dapat mencapai kepuasan pengguna.(THE ANALYSIS ON STUDENTS ‘ACADEMIC INFORMATION SYSTEM USING USABILITY SCALE SYSTEM)This study was aimed at identifying the problems in the Student Academic Information System (SAIS), determining the level of usability, and providing recommendations for the improvement of SAIS. This study was conducted at Muhammadiyah Riau University from February to July 2019. The initial stage of data collection was carried out by direct observation of the research object, namely the UMRI SIAS. In determining the sample, from the random sampling, the 4,623 active students were taken a part in SAIS, Muhammadiyah University of Riau. This study was conducted using the System Usability Scale (SUS) method to determine the level of usability, identify problems, and provide recommendations for improvements to SIAS. The results show that SIAS is acceptable and feasible to its users. SIAS got C+ (good) rating scale since its functions and features are not well designed and has many inconsistencies. Some recommendations for improvement from several parties are expected to be used as a reference for the system development team in improving the usability of the system so that SIAS get a higher level of usability and can achieve user satisfaction.
STUDI AWAL DISTRIBUSI TEMPERATUR ELEMEN BAHAN BAKAR REAKTOR CEPAT BERPENDINGIN GAS Balya Lutviana Laila Saro; Fiber Monado; Menik Ariani
Jurnal Penelitian Saintek Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v25i2.27744

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis desain reaktor berdasarkan aspek termal hidrolik dan melakukan perhitungan distribusi temperatur elemen bahan bakar pada kondisi tunak. Perhitungan dilakukan secara komputasi dengan menggunakan MATLAB (MATrix LABoratory). Metode yang digunakan ialah studi literatur dan perhitungan komputasi. Studi awal distribusi temperatur elemen menggunakan bahan bakar reaktor cepat berpendingin gas atau Gas-cooled Fast Reactor (GFR). GFR ini didesain dengan bahan bakar uranium metal (U-10%wtZr), pendingin Helium (He), kelongsong stainless steel 316 (SS316) dan daya 500 MWt. Untuk menghitung distribusi temperatur elemen bahan bakar maka akan digunakan dengan asumsi distribusi kerapatan daya di dalam bahan bakar merata ke segala arah baik untuk arah radial maupun aksial dan transfer panas berlangsung pada keadaan tunak untuk 1 kanal pendingin.Perhitungan distribusi temperatur elemen bahan bakar pada kondisi tunak dilakukan dengan menggunakan  persamaan-persamaan yang diadaptasi dari Duderstadt dan Hamilton. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa reaktor berada dalam batas aman dengan temperatur maksimum berada di bawah nilai titik leleh bahan bakar, sehingga dari keadaan ini dapat menunjang keamanan pengoperasian reaktor.PRELIMINARY STUDY OF THE  ELEMENT TEMPERATURE DISTRIBUTION OF GAS-COOLED FAST REACTORThe study was aimed at analyzing the design of the reactor based on thermal-hydraulic aspects and calculating the temperature distribution of the fuel element under steady conditions. The calculations were done computationally using MATLAB (MATrix LABoratory). The method used was the study of literature and computational calculations. Preliminary studies of the temperature distribution of the elements using a Gas-cooled Fast Reactor (GFR). The GFR is designed with uranium metal fuel (U-10% wtZr), Helium cooler (He), 316 stainless steel cladding (SS316) and 500 MWt power. To calculate the temperature distribution of the fuel element, assuming the distribution of the power density in the fuel is evenly distributed in all directions. All directions for both radial and axial direction and heat transfer took place under steady-state for 1 cooling channel. The calculation of the temperature distribution of the fuel element under steady-state performed using equations adapted from Duderstadt and Hamilton. The results of this study indicate that the reactor is within safe limits with maximum temperatures below the value of the melting point of the fuel.  The conclusion was it is able to support the safety of the reactor operation.
PENENTUAN AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL CABAI MERAH DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Alfi Sapitri; Eva Diansari Marbun; Ulfayani Mayasari
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i1.39859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji fitokimia terhadap ekstrak etanol Cabai merah (Capsicum annum L.) dan uji aktivitasnya terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pengujian aktivitas antibakteri ini menggunakan metode difusi agar dengan menggunakan kertas cakram dengan tiga kali pengulangan. Ekstrak etanol cabai merah dibuat dengan konsentrasi 45, 60, 75, dan 90%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Media yang digunakan sebagai uji antibakteri pada penelitian ini yaitu Mueller-Hinton Agar (MHA). Hasil skrining fitokimia terhadap ekstrak etanol cabai merah menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder tersebut yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan Steroid/triterpenoid. Steroid berfungsi sebagai antimikroba. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan adanya kandungan senyawa capsaicin yang terkenal sebagai senyawa aktif antimikroba. Ekstrak etanol cabai merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli zona bening terendah pada konsentrasi 45% dan zona bening tertinggi pada konsentrasi 90%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak cabai merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri.THE ABILITY OF RED CHILI ETHANOL EXTRACT IN INHIBITHING THE GROWTH OF BACTERIAThis study aimed to perform a phytochemical test on the ethanolic extract of red chili (Capsicum annum L.) and test its activity against the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. This antibacterial activity test used the agar diffusion method using disc paper with three repetitions. Red chili ethanol extract was made with concentrations of 45%, 60%, 75% and 90%. The antibacterial activity test was carried out using the Kirby Bauer method. The medium used as an antibacterial test in this study was Mueller-Hinton Agar (MHA). The results of phytochemical screening of red chili ethanol extract showed the presence of secondary metabolites. The secondary metabolites are alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids/triterpenoids. Steroids serve as  antimicrobials. The results of this study also revealed the presence of capsaicin compounds which are known as active antimicrobial compounds. Red chili ethanol extract had antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria in the lowest clear zone at a concentration of 45% and the highest clear zone at a concentration of 90%. It can be concluded that red chili extract has antibacterial activity against bacterial growth inhibition.
SINTESIS ANALOG KURKUMIN 2,6-BIS-(E)-4-HIDROKSI-3-METOKSI BENZILIDIN)-SIKLOHEKSA-1-ON BERBAHAN DASAR VANILIN DENGAN KATALIS HCl Rahma Diyan Martha; Tutik Dwi Wahyuningsih; Chairil Anwar
Jurnal Penelitian Saintek Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v25i2.34106

Abstract

Tujuan penelitian ini memodifikasi gugus β-diketon sehingga dapat meningkatkan stabilitas dari analog kurkumin.Metode yang digunakan yaitu sintesis senyawa analog kurkumin berbahan dasar vanillin sebagai sumber benzaldehida dan sikloheksanon sebagai sumber keton dengan katalis asam (HCl). Dianalisis dengan KLT dan instrumentasi FTIR,direct-MS,1H NMR dan 13C NMR. Dari hasil analisis titik leleh, KLT, FTIR, direct-MS, 1H- dan 13C-NMR, bahwa senyawa target telah terbentuk berupa padatan warna kuning kehijauan, memiliki titik leleh 210-212 °C dan rendemen 53,00% serta hasil KLT terdapat spot baru yang berfluorosensi. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa senyawa analog kurkumin (2,6-bis-((E)-4-hidroksi-3-metoksibenzilidin)-sikloheksa-1-on) dapat disintesis melalui kondensasi aldol menggunakan starting material vanilin sebagai sumber benzaldehida dan sikloheksanon sebagai sumber keton dengan katalis asam (HCl).THE SYNTHESIS OF CURCUMINE ANALOGUE 2,6-BIS-(E)-4-HIDROKSI-3-METOKSI BENZILIDIN)-SIKLOHEKSA-1-ON FROM VANILIN WITH HYDROCLORIDE ACID CATALYSTThe aim of this study was to modify the β-dicetone group so as to increase the stability of the curcumin analogue. The method used is the synthesis of a curcumin analogue compound based on vanillin as a source of benzaldehyde and cyclohexanone as a source of ketones with an acid catalyst (HCl). Analyzed by TLC and FTIR instrumentation, direct-MS, 1H NMR and 13C NMR. From the analysis of melting point, TLC, FTIR, direct-MS, 1H- and 13C-NMR, that the target compound has been formed in the form of a greenish yellow solid, has a melting point of 210-212 ° C and a yield of 53.00% and the results of TLC are new fluorescent spot. Thus, it can be concluded that the curcumin analogue compound (2,6-bis - ((E) -4-hydroxy-3-methoxy benzylidine) -cyclohexa-1-on) can be synthesized through aldol condensation using vanillin as a source of benzaldehyde and cyclohexanone. as a source of ketones with an acid catalyst (HCl).
AKTIVITAS ANTIDIABETES METABOLIT SEKUNDER BAKTERI ENDOFIT ASAL KULIT KAYU MANIS Purbowatiningrum Ria Sarjono; Hendra Dwipa Rifky Mahardika; Nies S. Mulyani; Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Nor Basid Adi Prasetyawibowo; Ismiyarto Ismiyarto
Jurnal Penelitian Saintek Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v25i2.32892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri endofit yang bersimbiosis dengan kulit kayu manis, mendapatkan data kemampuan inhibisi enzim α-glukosidase dari metabolit sekunder isolat bakteri endofit yang didapatkan, serta mendapatkan informasi mengenai kandungan kimia dari metabolit sekunder isolat bakteri endofit yang didapat. Bahan yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas sampel kulit kayu manis (Cinnamomum burmanii) yang didapatkan dari daerah Kopeng, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan dalam sterilisasi adalah metode klorin. Pengamatan morfologi koloni dilakukan dengan pewarnaan gram sedangkan Uji Inhibisi α-glukosidase dari metabolit menggunakan metode dari Sancheti. Aktivitas antidiabetes diuji menggunakan metode penghambatan enzim α-glukosidase. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah lima isolat bakteri memiliki yang bentuk beragam yakni streptobacillus (isolat C1, isolat C4, dan isolat C5), diplobacillus (isolat C2), dan diplococcus (isolat C3). Kemampuan inhibisi α-glukosidase tertinggi dihasilkan oleh metabolit sekunder isolat C5 yakni sebesar 45,634% pada konsentrasi 100 ppm. Penapisan fitokimia pada penelitian ini menunjukkan bahwa metabolit sekunder isolat C5 yang memiliki daya inhibisi tertinggi mengandung senyawa flavonoid, tanin, kuinon dan saponin.ANTIDIABETIC ACTIVITY FROM SECONDARY METABOLIM ENDOPHYTIC BACTERIA BARKThis study was aimed at isolating endophytic bacteria symbiotic with cinnamon bark, obtaining data on the inhibition ability of α-glucosidase enzymes from secondary metabolites of endophytic bacterial isolates obtained, and obtaining information on the chemical content of secondary metabolites of endophytic bacterial isolates obtained. The materials used in this study consisted of the samples of cinnamon bark (Cinnamomum burmanii) obtained from Kopeng, Semarang. The method used in sterilization was the chlorine method. Colony morphological observations were carried out by using gram staining, while the α-glucosidase inhibition test of metabolites used the Sancheti method. The antidiabetic activity was tested using the α-glucosidase enzyme inhibition method. The results show that five bacterial isolates had various forms, namely streptobacillus (isolate C1, isolate C4, and isolate C5), diplobacillus (isolate C2), and diplococcus (isolate C3). The highest α-glucosidase inhibition ability was produced by secondary metabolites of isolate C5, namely 45.634% at a concentration of 100 ppm. Phytochemical screening in this study showed that the secondary metabolites of isolate C5 which had the highest inhibitory power contained flavonoids, tannins, quinones and saponins.
PERBANDINGAN AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK DAN MINYAK ATSIRI RIMPANG Curcuma mangga Val. TERHADAP SEL MCF-7 Purwanto Purwanto; Putri Khaerani Cahyaningrum; Retno Sunarminingsih Sudibyo
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i1.39977

Abstract

Rimpang Curcuma mangga Val. banyak digunakan sebagai obat herbal antikanker payudara. Penelitian aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara banyak dilakukan utamanya untuk minyak atsiri rimpang, dan hanya sedikit penelitian terhadap ekstraknya. Walaupun demikian belum ada yang membandingkan aktivitas sitotoksik dari ekstrak dan minyak atsiri tersebut terhadap sel kanker payudara; meskipun kandungan senyawa keduanya berbeda. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas sitotoksik dari ekstrak dan minyak atsiri rimpang C. mangga Val. secara in vitro terhadap sel kanker payudara MCF7. Ekstrak rimpang dibuat secara maserasi menggunakan pelarut n-heksana; sedangkan minyak atsiri dibuat melalui destilasi uap irisan rimpang selama 5 jam. Uji aktivitas sitotoksik in vitro dilakukan menggunakan metoda MTT Assay. Rendemen minyak dari ekstrak n-heksana rimpang C. mangga Val. adalah 1,15 x 10-2 % sedangkan rendemen minyak atsiri adalah 6,3 x 10-2 %. Hasil uji sitotoksik menghasilkan IC50 ekstrak 106,414 µg/ml (R2=0,9677) dan minyak atsiri 198,557 µg/ml (R2=0,8037). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak rimpang C. mangga Val. lebih sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 daripada minyak atsirinya, karena kandungan ekstrak mayoritas diterpenoid (53,18%) sedangkan minyak atsiri mayoritas monoterpenoid (51,34%).THE COMPARISON BETWEEN THE ACTIVITIES OF CYTOTOXIC EXTRACTS AND ESSENTIAL OILS OF RHIZOME Curcuma mango Val. TOWARD MCF-7 CELLSCurcuma mangga Val. rhizome has been used as herbal anti breast cancer. Researches on cytotoxic activity towards breast cancer cells have been done especially to the rhizome’s essential oil; and only few researches done to the extract. However there is no cytotoxic activity comparation of the extract and essential oil towards breast cancer cells; even tough their substance contents are different. Therefore, this study aimed to compare the cytotoxic activity in vitro of the extract and essential oil of C. mangga Val. rhizomes towards breast cancer cells of MCF-7. The rhizome extract was prepared by maceration using N-hexane; while the essential oil was prepared by steam distillation for 5 hours of the sliced rhizomes. The in vitro cytotoxic test was carried out using MTT Assay. The yield of oil from rhizome extract was 1.15 x 10-2 %; while the yield of essential oil was 6.3 x 10-2 %. The IC50 of extract oil was 106.414 µg/ml (R2=0.9677) and the IC50 of essential oil was 198.557 µg/ml (R2=0.8037). It shows that rhizome extract of C. mangga Val. was more cytotoxic towards MCF-7 than the oil because the majority content of extract were diterpenoids (53.18%) while the oil were monoterpenoids (51.34%).
KAJIAN POTENSI ANTIOKSIDAN ALAMI BERBAGAI LIMBAH TANAMAN Rukiah Lubis; Nur Hidayah; Nopriyeni Nopriyeni
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i1.39527

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan antioksidan (antosianin, vitamin A, C, dan E) dari limbah kulit buah senduduk (Melastoma malabathricum L.), jantung pisang, jengkol. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan. Analisa antosianin dan vitamin A, C, dan E dilakukan di Balai Besar Industri Agro, Bogor. Bahan yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari kulit buah senduduk, jantung pisang, dan jengkol. Analisis kandungan vitamin A dilakukan pada sampel mengunakan alat High Performance Liquid Cromatography (HPLC). Penentuan  kadar  antosianin  dihitung menggunakan metode perbedaan pH. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan alami yang paling tinggi menurut analisis kandungan vitamin A, C, E dan antosianin dari ketiga limbah tanaman (buah senduduk, jantung pisang, kulit jengkol), terdapat pada kulit buah senduduk dan kulit jantung pisang yaitu kandungan vitamin C (111.33 mg/kg dan 263.33 mg/kg) dan kandungan antosianin (684.008 mg/100g dan 174.289 mg/100g). Dapat disimpulkan bahwa buah senduduk dan jantung pisang bisa dijadikan sebagai antioksidan alami yang baik berdasarkan hasil analisis kandungan vitamin A, C, E, dan kandungan antosianin.THE STUDY OF POTENTIAL NATURAL ANTIOXIDANTS FROM PLANT WASTEThis study was aimed at analyzing the content of antioxidants (anthocyanins, vitamins A, C, and E) from the rind of sanduduk’s fruit (Melastoma malabathricum L.), Blossom of the banana plant (Musa acuminata Colla), jengkol (Archidendron pauciflorum) fruit. The research was conducted for six months. Analysis of anthocyanins and vitamins A, C, and E was performed at Balai Besar Industri Agro, Bogor. The materials used in this research consisted of sanduduk rind, banana blossom, and jengkol fruit. Vitamin A content analysis was performed on the samples using High Performance Liquid Chromatography (HPLC). The determination of anthocyanin levels was calculated using the pH difference method. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed that the highest natural antioxidant activity according to the analysis of vitamin A, C, E and anthocyanin content from the three wastes, found in sanduduk rind and banana blossom which contain vitamin C ( 111.33 mg/kg and 263.33 mg/kg) and anthocyanin (684.008 mg/100g and 174.289 mg/100g). It can be concluded that sanduduk fruit and banana blossom can be used as a good natural antioxidant based on the results of analysis of vitamin A, C, E, and anthocyanin content.
ANALISIS POTENSI ENERGI TERBARUKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI MANOKWARI SELATAN Elias Kondorura Bawan; Antonius D. Palintin; Eric A. Patandianan
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i1.37311

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi energi listrik di kabupaten Manokwari Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2019 di Kabupaten Manokwari Selatan pada tiga Distrik. Survei geologi dilakukan dengan pendekatan geologi regional Lembar Ransiki. Untuk analisis hidrologi dan kemiringan lereng dilakukan dengan menggunakan citra satelit, Digital Elevation Model (DEM) dan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) serta pengukuran di lapangan untuk penentuan debit lapangan. Kondisi hidrologi yang menjadi kajian meliputi potensi debit dan curah hujan. Perhitungan debit air pada DAS menggunakan metode FJ. Mock. Data evapotranspirasi potensial dihitung dengan menggunakan metode Pennman Modifikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa debit andalan pada sungai Susmorof mencapai 1500 L/dt masing-masing untuk kepentingan pengembangan sistem. Total potensi PLTMH di dua lokasi yang dikaji adalah sebesar 30,4 kW di sungai Bengko kampung Sihu dan 73,4 kW. Untuk pengembangan PLTMH di Kampung Susmorof hal ini penting untuk ditindaklanjuti pada tahapan studi kelayakan dan penyusunan perencanaan detail desain.THE ANALYSIS OF RENEWABLE ENERGY POTENTIAL OF MICROHYDRO POWER PLANT IN SOUTH MANOKWARIThe purpose of this study was to analyze the potency of electrical energy in South Manokwari district. The research was conducted in July 2019 in South Manokwari Regency in three districts. The geological survey was carried out using the Ransiki Sheet regional geological approach. For hydrological and slope analysis, satellite imagery, Digital Elevation Model (DEM) and Indonesian Earth Map (RBI) and Geographic Information System (GIS) applications as well as measurements in the field were used to determine field discharge. The hydrological conditions under study include the potential for discharge and rainfall. Calculation of water discharge in the watershed uses the FJ Mock method. Potential evapotranspiration data were calculated using the Modified Pennman method. This study shows that the mainstay discharge in the Susmorof river reaches 1500 L/s each for the purpose of system development. The total potential for MHP in the two locations studied are 30.4 kW in the Bengko river, Sihu village and 73.4 kW. For the development of MHP in Susmorof Village, this is important to be followed up at the stage of feasibility studies and preparation of detailed design planning.   
PENGARUH UKURAN PARTIKEL KAOLIN TERHADAP MORTALITAS, PERTUMBUHAN, DAN PERKEMBANGAN ULAT GRAYAK JAGUNG Widia Herhayulika; Yusup Hidayat; Agus Susanto
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i2.42983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel mineral kaolin terhadap mortalitas, pertumbuhan dan perkembangan larva S. frugiperda. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas formulasi mineral kaolin konsentrasi 4% dengan ukuran saringan 100, 200, 300, 400, dan 500 mesh; kontrol air; dan kontrol wetting agent+dispersant agent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel mineral kaolin berpengaruh terhadap mortalitas, lama perkembangan, berat pupa, dan kemunculan imago S. frugiperda. Mineral kaolin ukuran partikel 500 mesh menghasilkan mortalitas larva S. frugiperda (28,75%) yang berbeda nyata dengan kontrol (0,00%) pada 48 jam setelah perlakuan. Sementara itu, pada pengamatan 23 hari setelah perlakuan, semua ukuran partikel mineral kaolin yang diuji menyebabkan mortalitas larva S. frugiperda sebesar 31,25-51,25%; yang berbeda nyata dengan kontrol (0,00%). Perlakuan mineral kaolin 500 mesh menghasilkan total perkembangan larva dan pupa yang terlama yaitu 22,25 hari; berat pupa paling rendah yaitu 0,1506 g serta kemunculan imago normal yang terendah yaitu 8,00 ekor (dari 20 larva yang diberi perlakuan). Dengan demikian, mineral kaolin pada ukuran 500 mesh dapat diaplikan sebagai bahan pengendali hama S. frugiperda.EFFECT OF KAOLIN PARTICLE SIZE ON MORTALITY, GROWTH, AND DEVELOPMENT OF FALL ARMY WORMThis study aimed to determine the effect of kaolin mineral particle sizes on mortality, growth and develpoment of S. frugiperda larvae. The research method used a Randomized Block Design (RBD) with 7 treatments and 4 replications. The treatments consisted of kaolin mineral formulation concentration of 4% with the particle sizes of 100, 200, 300, 400 dan 500 mesh.Two controls were used namely water and wetting agent+dispersant agent. The results showed that the particle size of the kaolin mineral had an effect on mortality, developmental time, pupal weight and emergence of S. frugiperda adult. Kaolin mineral with a particle size of 500 mesh resulted in mortality of S. frugiperda larvae (28,75%) which was significantly different from the control (0,00%) at 48 hours after treatment. Meanwhile, on observation 23 days after treatment, all tested kaolin mineral particle sizes caused the mortality of S. frugiperda larvae of 31,25-51,25%, which was significantly different from the mortality in control (0,00%). The 500 mesh kaolin mineral treatment resulted in the longest total larval and pupal development (22,25 days), the lowest pupal weight (0,1506 g) and the lowest normal adult emergence (8 of 20 treathed larvae). Thus, the kaolin mineral at a size of 500 mesh can be applied as a pest control material for S. frugiperda.
Uji Sitotoksitas dan Hambatan Ekspresi VEGF pada Sel 4T1 Minyak Atsiri Rimpang Curcuma mangga Val. Nurul Mukhlisa; Retno S. Sudibyo; Retno Murwanti
Jurnal Penelitian Saintek Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v26i2.41386

Abstract

TNBC (Triple Negative Breast Cancer) merupakan kanker payudara yang paling ganas dengan resiko kambuh dan metastasis yang tinggi. Terapi yang efektif untuk pasien TNBC adalah menggunakan kemoterapi, namun banyak pasien mengalami drug resistant yang dapat meningkatkan mortalitas. TNBC bersifat metastasis ke organ tubuh lain yang ditandai dengan terjadinya angiogenesis. VEGF merupakan salah satu faktor angiogenik sehingga studi hambatan ekspresi protein tersebut dapat digunakan sebagai target pengembangan obat anti TNBC. Rimpang Curcuma mangga Val. digunakan masyarakat Yogyakarta sebagai herbal antikanker payudara, dan minyak atsirinya bersifat sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dan MCF-7; namun belum terbukti sitotoksik terhadap sel TNBC. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi antikanker TNBC minyak atsiri rimpang C. mangga Val. melalui uji sitotoksisitasnya terhadap sel 4T1 dengan kontrol positif alpelisib dan penghambatannya pada ekspresi protein VEGF. Hasil penelitian menunjukkan IC50 alpelisib terhadap sel kanker 4T1 adalah 32,975 µg/ml; sedangkan IC50 minyak atrisi C. mangga Val. adalah 91,96 µg/ml. Tidak ada perbedaan signifikan aktivitas penghambatan ekspresi protein VEGF antara minyak atsiri C. mangga Val dan alpelisib. Dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri C. mangga Val. memiliki potensi antikanker payudara triple negative. CYTOTOXICITY AND VEGF - EXPRESSION INHIBITION TESTS OF C. mangga Val. ESSENTIAL OIL ON 4T1 CELLSTNBC (Triple Negative Breast Cancer) is the most malignant of breast cancer with high risk of recurrence and metastasis. The most effective therapy for TNBC patients is chemotherapy. However, many patients experienced with the drug resistant which increases of the mortality risk.  TNBC is metastatic to other organs with indicated by angiogenesis process. VEGF is an angiogenic-factor-protein, so inhibition of its expression can be used as a target for anti-TNBC drug development. Curcuma mangga Val. rhizomes are widely used in Yogyakarta as an herbal anti-breast cancer. Research showed that the essential oil of C. mangga Val. had cytotoxic activity on T47D and MCF7 cells. However, there is no cytotoxic activity research on TNBC yet. This study is to determine the TNBC-anticancer potency of C. mangga Val. essential oil through its cytotoxic activity towards 4T1-breast cancer cells with alpelisib as the positive control, and its inhibition of VEGF-protein expression. The results showed the alpelisib’s IC50 was 32.975 µg/ml; while C. mangga Val. oil’s IC50 was 91,96 µg/ml against 4T1-breast cancer cells. There was no significantly different of VEGF-expression inhibition between C. mangga Val. oil and alpelisib. It could be concluded that C. mangga Val. essential oil at a potency of anti-triple negative breast cancer.