cover
Contact Name
Dinda Assalia Avero Pramasheilla
Contact Email
dindaassalia@unja.ac.id
Phone
+6289662820084
Journal Mail Official
jurnalprabungseni@gmail.com
Editorial Address
Prodi Sendratasik, FKIP, Univ. Jambi. Jl. Jambi - Muara Bulian. KM. 15, Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Prabung Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29647444     EISSN : 29647452     DOI : https://doi.org/10.22437/jpps.v1i01.21233
Core Subject :
Jurnal Prabung Seni merupakan jurnal ilmiah pengkajian dan penciptaan seni pertunjukan untuk mahasiswa. Dikelola oleh Program Studi Seni Darma, Tari dan Musik (Sendratasik) Universitas Jambi. Prabung Seni menerima tulisan hasil studi atau penelitian di bidang seni drama (teater), tari, dan musik dalam berbagai kemungkinan sudut pandang.
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
JURNAL BENTUK GERAK DALAM RITUAL PENGOBATAN BESALE SUKU ANAK DALAM DI DESA NYOGAN, KABUPATEN MUARO JAMBI: Ritual Besale Anggraini, Alda Widya; Handayani, Lusi; Gustyawan, Tofan
Jurnal Prabung Seni : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 5 No. 1 (2026): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jps.v5i1.43450

Abstract

Ritual Besale merupakan ritual pengobatan yang dilakukan Suku Anak Dalam di Desa Nyogan Kecamatan Mestong untuk mengobati orang sakit. Ritual ini dilakukan dengan menyiapkan sesajian dan melakukan gerak-gerak yang dipimpin oleh dukun. Ritual Besale dapat berlangsunmg selama berhari-hari apabila penyakit yang tdiganggu roh halus tersebut tidak kunjung sembuh. Tujuan pnelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana bentuk gerak dalam ritual Besale. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah ritual Besale dilakukan oleh Suku Anak Dalam dengan dipimpin oleh dukun Sale. Ritual ini dilakukan dengan tiga gerak yaitu gerak berentak maju, gerak berentak mundur, dan gerak berentak berputar. Setiap gerak dilakukan oleh dukun yang diikuti anggota menari. Ritual ini dilengkapi dengan properti seperti jari lipan dan bale. Gerak dalam ritual besale disusun atas ruang, waktu dan tenaga. Tenaga dalam gerak Besale mulai dari lemah hingga kuat. Ruang dalam ritual Besalle adalah ruag sempit hingga luas, dan waktu dalam ritual Besale adalah waktu yang dibentuk oleh penari.
BENTUK DAN FUNGSI KESENIAN RONGGIANG PASAMAN DALAM UPACARA PERNIKAHAN DI NAGARI UJUNG GADING KECAMATAN LEMBAH MELINTANG KABUPATEN PASAMAN BARAT Suci Inpirani; Bahar, Mahdi; Utami, Yhovy Hendricasri
Jurnal Prabung Seni : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 5 No. 1 (2026): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jps.v5i1.44885

Abstract

Kesenian Ronggiang Pasaman merupakan kesenian yang ada di Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melitntang, Kabupaten Pasaman Barat. Pertunjukan ini ditampilkan pada salah satu rangkaian upacara pernikahan, yaitu dipertunjukan pada malam hari sekitar jam 22.00 sampai jam 02.00 dini hari. Kesenian Ronggiang Pasaman mempunyai bentuk dan fungsi yang membedakan antara pertunjukan kesenian Ronggiang Pasaman dengan kesenian yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kesenian Ronggiang pasaman dan untuk mengetahui fungsi kesenian Ronggiang Pasaman dalam upacara pernikahan di Nagari Ujung Gading. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan teknik pengumpulan data dan analisis data. Hasil penelitian ini adalah bentuk kesenian Ronggiang yang terdiri dari beberapa unsur yang membentuknya yaitu gerak tari, iringan musik, pola lantai, kostum dan rias, tempat pertunjukan dan penonton. Adapun Fungsi kesenian Ronggiang Pasaman yaitu ada fungsi primer dan fungsi sekunder. Fungsi primer pada kesenian Ronggiang Pasaman adalah sebagai hiburan bagi masyarakat yang menyaksikan pertunjukan ini. Selain itu fungsi sekunder dari kesenian Ronggaiang Pasaman yaitu sarana ekonomi, media memperkenalkan budaya, pelestarian budaya, media ekspresi diri, dan status sosial ekonomi.
Niskala Matruhbala Firda Anggraini; Riswani, Riswani; Nur Rahmayani, Wahdania
Jurnal Prabung Seni : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 5 No. 1 (2026): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jps.v5i1.49409

Abstract

Penciptaan karya tari terinspirasi dari kisah perjalanan hidup pengkarya yang ditinggal oleh ibu kandung untuk selamanya. Pemilihan ini berakar pada bengkung sebagai properti yang berfungsi sebagai penangkal bagi ibu yang lagi mengandung dan melahirkan, yang di percayai masyarakat pada zaman dahulu di desa Senaung, Muaro Jambi. Bengkung adalah kain panjang yang ± 5 meter yang bertujuan untuk menguatkan tubuh dengan melilit dan memuturkan tubuh. Sehingga tubuh ditutupi bengkung tersebut. Warna bengkung ini merah, putih, dan hitam dipercayai masyarakat memiliki arti berupa penangkal. Gerak landasan penciptaan karya adalah gerak silat seni melayu Jambi yang berasal dari desa Muaro Jambi. Karya tari ini digarap dengan tipe dramatik dan menggunakan desain dramatik kerucut tunggal. Metode penciptaan tari yang digunakan terdiri dari riset, perumusan konsep, pengembangan konsep, diskusi dan perwujudan tari. Karya tari yang terdiri dari tiga bagian ini menggunakan konsep panggung arena dengan menggunakan properti bengkung dan kain putih.
TRANSFORMASI SYAIR PANTUN SENANDUNG JOLO KE DALAM KOMPOSISI MUSIK GERAK BALEK Inriyanti, Putri; Gunawan, Indra; Dekti, Gen
Jurnal Prabung Seni : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 5 No. 1 (2026): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jps.v5i1.54492

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses kreatif transformasi tradisi lisan Senandung Jolo yang berasal dari kelurahan Tanjung, kecamatan Kumpeh Ilir, kabupaten Muaro Jambi ke dalam sebuah komposisi musik instrumental berjudul “Gerak Balek”,. Latar belakang penciptaan ini didasari oleh estetika era Romantik yang mengedepankan kebebasan berekspresi melalui integrasi elemen musik rakyat ke dalam karya akademik sebagai upaya revitalisasi budaya lokal agar tetap relevan dalam ekosistem seni modern. Tujuan utama penelitian adalah transformasi karakteristik visual dari bagian sampiran syair, khususnya objek “Perahu” dan “Jala”, ke dalam elemen auditori yang mencakup aspek struktur, orkestrasi, timbre, tempo, dan melodi. Metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif melalui tahapan observasi lapangan selama tiga bulan, wawancara mendalam bersama maestro tradisi, serta analisis musikologi terhadap materi vokal asli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya ini diwujudkan dalam format ansambel campuran yang disusun dalam satu gerakan utuh dengan mengadopsi prinsip struktural bentuk Binary. Tema A (Perahu) bergerak dalam tonalitas F Mayor dengan penggunaan teknik Moto Perpetuo untuk merepresentasikan gerakan mendayung di perairan, sedangkan Tema B (Jala) menggunakan tonalitas Bb Mayor dengan aplikasi teknik Canon guna menggambarkan jalinan jala yang saling terhubung. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa elemen tradisional Senandung Jolo memiliki fleksibilitas tinggi untuk ditransformasikan menjadi inovasi karya seni baru yang memperkaya diskursus musik di Provinsi Jambi tanpa menghilangkan identitas budaya aslinya.