cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 1 (2020)" : 16 Documents clear
Status Sosial Unsur Penokohan Pada Cerita Pendek “Sang Guru Juki” Karya Ahmad Tohari Ardhian Nurhadi; Nova Daniar Adriyanti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.3816

Abstract

This study aims to examine and determine the function of social status and role of the behaviour and character of figures in the community system. The data source in this study is a short story entitled "Sang Guru Juki" by Ahmad Tohari. The resulting data is in the form of quotes that contain aspects of social values and status in the short stories. Researchers' data collection techniques used the observation and note technique. The results of the short story analysis contain vital social elements and values, especially in the characterization elements. Some of the intrinsic aspects conveyed in the story have a strong comparison in giving the message through the characters, especially the Juki character. The social element developed in the report include moral aspects, ethical aspects, and educational aspects. The Juki character depicted in the story has a profession as a teacher. However, the behaviours and attitudes that are built into the story do not show Juki's character as a teacher who must be emulated by his students. Juki tends to take advantage of their social status and role to fulfil their desires and desires.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengetahui fungsi status sosial dan peran dalam hubungannya dengan perilaku dan watak tokoh dalam sistem masyarakat. Sumber data pada penelitian ini adalah cerpen berjudul Sang Guru Juki karya Ahmad Tohari. Data yang dihasilkan berupa kutipan-kutipan yang memuat aspek-aspek nilai sosial dan status dalam cerpen. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik simak dan catat. Hasil analisis cerpen memuat unsur dan nilai sosial yang kental terutama pada unsur penokohannya. Beberapa unsur intrinsik yang disampaikan dalam cerita memiliki komparasi kuat dalam penyampaian amanat melalui tokoh-tokohnya terutama tokoh Juki. Aspek sosial yang dikembangkan dalam cerita meliputi aspek moral, aspek etika, dan aspek pendidikan. Tokoh Juki digambarkan dalam cerita memiliki profesi sebagai seorang guru. Namun perilaku dan sikap yang dibangun dalam cerita tidak menunjukkan watak Juki sebagai seorang guru yang harus diteladani oleh muridnya. Juki cenderung memanfaatkan status dan peran sosialnya untuk memenuhi nafsu dan keinginannya sendiri.
Pembelajaran Menulis Teks Anekdot dengan Menggunakan Metode Discovery Learning Teti Sobari; Mutiara Ramadhan
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.4246

Abstract

One of the texts used in language learning is anecdotal text. This study aims to improve students' knowledge and skills on anecdotal text material. This research was conducted in two cycles, each of which consisted of two meetings. The stages in this research consist of planning, implementing and reflecting. The method in this research is Classroom Action Research. Subjects taken in this study were all students of class X Multimedia 1 SMK TI Garuda Nusantara Cimahi. Based on the research results obtained, it can be concluded that the level of difficulty of the learning material can affect student outcomes. This can be seen from the assessment of students' knowledge skills, which are better than writing skills. Learning using the discovery learning method can increase students 'knowledge of anecdotal texts and improve students' ability to write anecdotal texts.Salah satu teks yang digunakan pada pembelajaran bahasa adalah teks anekdot. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan siswa pada materi teks anekdot. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang tiap siklusnya terdiri atas dua pertemuan. Tahapan dalam penelitian ini terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Metode dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Multimedia 1 SMK TI Garuda Nusantara Cimahi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan materi pembelajaran dapat memengaruhi hasil siswa. Hal tersebut dilihat dari penilaian kemampuan pengetahuan siswa lebih baik dibandingkan kemampuan menulis. Pembelajaran dengan menggunakan metode discovery learning dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai teks anekdot serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks anekdot.
Tindak Tutur Direktif Humanis Langsung dalam Film “Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo” Nurlaili Irias Putri; Ida Zulaeha
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.4942

Abstract

The purpose of this study was to analyze the form of direct speech acts and the function of explicit humanist directive speech acts. The data source in this research is the film “Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo” by the director Mirwan Arfah. The data were collected using the observation method, basic tapping techniques, advanced technique of listening to the free to speak competently, and the advanced technique of note-taking. The validity of the data used triangulation: source, technique, and time. Data were analyzed using the practical matching method with the basic technique of sorting the determinants. Based on the mode, it includes: declarative, interrogative, and imperative. The function of direct humanist directive speech acts includes: asking, begging, inviting, asking, ordering, prohibiting, forgiving, and advising.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk tindak tutur langsung dan fungsi tindak tutur direktif humanis langsung. Sumber data dalam penelitian ini adalah film “Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo” Sutradara Mirwan Arfah. Data dikumpulkan dengan metode simak, teknik dasar sadap, teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik lanjutan catat.Keabsahan data menggunakan triangulasi: sumber, teknik, dan waktu. Data dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP). Berdasarkan modusnya, meliputi: deklaratif, interogatif, dan imperatif. Fungsi tindak tutur direktif humanis langsung, meliputi: meminta, memohon, mengajak, bertanya, memerintah, melarang, memaafkan, dan menasihati.
Perempuan dalam Novel “Bidadari Bermata Bening” Karya Habiburrahman El Shirazy Anita Anita; Zainal Rafli; Siti Ansoriyah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.5363

Abstract

Women are considered weak and are considered inferior to men. This is widely used in novels as a form of literary work that can provide changes in thinking. The purpose of this research is to examine the value of women "Ayna" in the novel "Bidadari Bermata Bening" in terms of the theme. This qualitative research uses content analysis methods. The data sources are in the form of words, phrases and sentences in the novel. Based on the first theme, women experience family conflicts and are used for political purposes. Ayna is depicted as a figure of a woman who is acted on from a human rights perspective. The second theme is Ayna's struggle to achieve her dreams and love. Ayna is a smart woman who always carries out religious orders. The love that Ayna has is well guarded and finally, Ayna finds happiness.Perempuan dianggap kaum lemah dan dianggap lebih rendah dari laki-laki. Hal tersebut banyak diangkat dalam novel sebagai bentuk karya sastra yang mampu memberikan perubahan pemikiran. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji nilai perempuan “Ayna” dalam novel “Bidadari Bermata Bening” ditinjau dari tema. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis isi. Sumber data berupa kata, frasa, dan kalimat dalam novel. Berdasarkan tema pertama, perempuan mengalami konflik keluarga, dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Ayna digambarkan sebagai sosok perempuan yang tertindak dari segi hak kemanusiaan. Tema kedua adalah perjuangan Ayna dalam meraih cita-cita dan cintanya. Ayna menjadi sosok perempuan cerdas dan selalu menjalankan perintah agama. Cinta yang dimiliki Ayna dijaga dengan baik dan akhirnya Ayna mendapatkan kebahagiaan.
Improving Students’ Narrative Text Writing Ability Through The Picture and Picture Learning Model Azmy Ali Muchtar; Aceng Rahmat; Herlina Herlina
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.5427

Abstract

Menulis merupakan kegiatan mengungkapkan isi pikiran atau perasaan. Salah satu jenis teks yang biasa digunakan dalam belajar menulis adalah teks atau esai naratif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks naratif menggunakan model pembelajaran picture and picture. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes menulis, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran picture and picture memberikan pengaruh terhadap kemampuan menulis teks naratif. Rerata nilai keterampilan menulis teks naratif pada tahap observasi sebesar 64.9 pada siklus pertama mencapai 70.1 dan pada siklus kedua sebesar 75.2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan kemampuan menulis teks naratif siswa dan memberikan nuansa pembelajaran yang menyenangkan serta menjadikan siswa aktif dan antusias dalam belajar.Writing is an activity to express thoughts or feelings. A type of text commonly used in learning to write is a narrative text or essay. The objective of this study is to improve the ability to write narrative texts using the Picture and Picture Learning Model (PPLM). The research method is categorized as classroom action research, which was conducted in two cycles. The data collection techniques include writing tests, interviews, and observations. The results showed that the implementation of the Picture and Picture Learning Model (PPLM) influenced the ability to write narrative texts. The average score of writing narrative text skills at the observation stage was 64.9, and in the first cycle, it reached 70.1, while in the second cycle it reached 75.2. These results indicate that the Picture and Picture Learning Model (PPLM) can improve students' ability to write narrative texts and provide fun learning nuances that make students active and enthusiastic about learning.
Keterbacaan Wacana Buku Teks BIPA "Sahabatku Indonesia" Tingkat Madya Dwi Endah Septyani; Zainal Rafli; Liliana Muliastuti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.5448

Abstract

Not many readability studies have been carried out on Indonesian language textbooks for foreign speakers (BIPA). This study analyzes BIPA Sahabatku Indonesia textbooks' readability at B1 and B2 levels through fog index. The research method used is the descriptive qualitative method. Data collection was carried out using documentation techniques on discourses in the BIPA Sahabatku Indonesia textbook published by the Ministry of Education and Culture in 2016. According to the fog index criteria, this research is used as teaching materials for reading skills, namely eight lessons in textbooks B1 and eleven lessons on B2. Data were analyzed using measurement techniques through the fog index formula developed by Gunning. Based on the fog index, level B1 textbooks had a mean score of 2.98 with elementary criteria, while B2 level textbooks had a mean score of 4.02 with easy standards. Thus, as a representation of the existing BIPA textbooks, the intermediate level Sahabatku Indonesia book, both B1 and B2, shows less ideal criteria.Belum banyak dilakukan kajian keterbacaan terhadap buku teks Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbacaan wacana buku teks BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B1 dan B2 melalui fog index. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi terhadap wacana-wacana yang terdapat dalam buku teks BIPA Sahabatku Indonesia terbitan Kemendikbud tahun 2016. Sampel penelitian ini adalah wacana-wacana yang digunakan sebagai bahan ajar keterampilan membaca dan sesuai dengan kriteria fog index, yakni delapan wacana pada buku teks tingkat B1 dan sebelas wacana pada buku teks tingkat B2. Data dianalisis dengan teknik pengukuran melalui formula fog index yang dikembangkan oleh Gunning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan fog index, buku teks tingkat B1 memiliki skor rerata 2,98 dengan kriteria sangat mudah, sedangkan buku teks tingkat B2 memiliki skor rerata 4,02 dengan kriteria mudah. Dengan demikian, sebagai representasi buku teks BIPA yang ada, buku Sahabatku Indonesia tingkat madya, baik tingkat B1 maupun B2 menunjukkan kriteria kurang ideal.
Penyimpangan Pemakaian Kaidah Fungtor Kalimat Pada Artikel Jurnal Priscila Felicia Elu; R Kunjana Rahardi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.6078

Abstract

Conjunctions are part of the construction of a sentence. In writing, there is often a deviation from the sentence function rules related to the conjunction. This study aims to describe the errors of sentence functions in Indonesian. This qualitative research data source is the Indonesian Language Education Master Program students, Sanata Dharma University Yogyakarta. This research's data are sentences in journal articles that deviate from the rules of Indonesian sentence functions. From 100 data, 45 functional errors, 31 conjunction errors, four-function, and conjunction errors at once, and 20 idea ineffectiveness. These functions' errors were categorized into 14 errors in the subject function, 15 errors in the predicate function, three errors in the object function, and 13 errors for both the subject and predicate functions.Konjungsi merupakan bagian dari konstruksi sebuah kalimat. Dalam sebuah tulisan, acap kali terjadi penyimpangan kaidah fungtor kalimat berkaitan dengan konjungtor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan fungtor-fungtor kalimat berbahasa Indonesia. Sumber data penelitian kualitatif ini adalah para mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Data penelitian ini adalah kalimat-kalimat dalam artikel jurnal yang menyimpang dari kaidah fungtor-fungtor kalimat bahasa Indonesia. Dari 100 data, ditemukan 45 kesalahan fungtor, 31 kesalahan konjungtor, empat kesalahan fungtor dan konjungtor sekaligus, dan 20 ketidakefektifan gagasan. Adapun kesalahan fungtor tersebut dikategorisasikan menjadi 14 kesalahan pada fungtor subjek, 15 kesalahan pada fungtor predikat, tiga kesalahan pada fungtor objek, dan 13 kesalahan untuk fungtor subjek dan predikat sekaligus.
Penggunaan Alih Kode Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Berperspektif Gender Bekty Tandaningtyas Sundoro
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.6108

Abstract

The gender difference is one that affects the use of code-switching. This study aims to describe and explain the types and impacts of code-switching used in gender-based learning. The data in this study are in the form of speech events between teachers and students in Indonesian language learning at SMK Negeri 1 Banyumas. Data was collected by paying attention to gender aspects. Sources of data in this study are documents and informants. The technique of data using interview, observation, proficient, and listening method. The data validity technique uses the triangulation technique of data sources and informant reviews. Data analysis used the intralingual matching method. The results showed that the use of codes was more common in classes with male teachers than female teachers. The positive impact of using code-switching by male teachers makes learning more communicative and students seem enthusiastic about participating in learning. The positive impact on classrooms with female teachers makes learning more formal because teachers can minimize the use of code-switching.Perbedaan gender adalah salah satu yang memengaruhi penggunaan alih kode. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis dan dampak alih kode yang digunakan dalam pembelajaran berdasarkan gender. Data dalam penelitian ini berupa peristiwa tutur antara guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Banyumas. Data dikumpulkan dengan memperhatikan aspek gender. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen dan informan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, metode cakap dan simak. Teknik validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber data dan review informan. Analisis data menggunakan metode padan intralingual. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan alih kode lebih banyak dijumpai dalam kelas dengan guru laki-laki dibandingkan guru perempuan. Dampak positif penggunaan alih kode yang dilakukan guru lelaki menjadikan pembelajaran lebih komunikatif dan siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran. Dampak positif pada kelas dengan guru perempuan menjadikan pembelajaran lebih formal karena guru dapat meminimalisasi penggunaan alih kode.
Ekranisasi Novel Hanum & Rangga: Faith & The City Lisma Meilia Wijayanti; Bambang Eko Hari Cahyono; Lulus Irawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.6123

Abstract

The ecranization process allows for change. With this change, generally, the audience will compare between the two. Thus, the audience's appreciation and even the novelist of a film often create satisfaction or vice versa. The purpose of this research is to describe and explain the expansion of the novel Hanum & Rangga: Faith & The City into the film Hanum & Rangga: Faith & The City in terms of plot. This type of research used in this research is qualitative with a qualitative descriptive method. From the results of the expansion analysis, it was found 46 shrinkage findings, 30 additional findings, and 43 varied findings. Thus, the theory of ecranization proves that the storyline of a film that departs from the novel will not be the same.Proses ekranisasi memungkingkan adanya perubahan. Dengan adanya perubahan tersebut, umumnya penonton akan membandingkan antara keduanya. Maka, apresiasi penonton bahkan penulis novel dari sebuah film seringkali menimbulkan kepuasan atau justru sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan ekranisasi novel Hanum & Rangga: Faith & The City ke dalam film Hanum & Rangga: Faith & The City dari segi alur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis ekranisasi ditemukan 46 temuan penciutan, 30 temuan penambahan, dan 43 temuan perubahan bervariasi. Dengan demikian, teori ekranisasi membuktikan bahwa alur cerita sebuah film yang berangkat dari novel tidak akan sama persis.
Pemerolehan Bahasa Pada Anak Berkebutuhan Khusus Leni Rahmania; Anggia Suci Pratiwi; Rahmat Permana
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.6689

Abstract

Children's language acquisition is not only influenced by stimulation factors, but also by responding to a set of tools. This study aims to describe the language acquisition of children with special needs in SDIT Idrisiyyah Tamansari, Tasikmalaya City, West Java. Data were collected using observation, interviews, and documentation. The validity test was carried out by expert judgment and triangulation. The results showed that the acquisition of syntactic language through several components, namely: sentences, clauses, phrases, and words. The syntactic acquisition is in the form of being able to say, but there is still an incorrect pronunciation.Pemerolehan bahasa anak bukan hanya dipengaruhi faktor rangsangan, tetapi juga dengan mengadakan respon pada seperangkat peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak berkebutuhan khusus di SDIT Idrisiyyah Tamansari, Kota Tasikmalaya Jawa Barat. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas dilakukan dengan expert judgment dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa sintaksis melalui beberapa komponen, yaitu: kalimat, klausa, frasa, dan kata. Pemerolehan sintaksis berupa mampu mengatakan, tetapi masih ada pengucapan yang tidak tepat.

Page 1 of 2 | Total Record : 16