cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Kesehatan Mental dalam Cerita Pendek Pilihan Kompas Era Pandemi Covid-19 Sri Ulina Br Sembiring; Sumiyadi Sumiyadi; Halimah Halimah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15298

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gejala psikologis, khususnya kesehatan mental yang terdapat dalam cerpen media massa era pandemi melalui analisis psikologi sastra. Data bersumber dari Cerpen Pilihan Kompas 2020: Macan dan Cerpen Pilihan Kompas 2021: Keluarga Kudus. Cerpen yang dianalisis meliputi Apa yang McCartney Bisikkan di Telinga Janitra karya Sasti Gotama, Sendiri-sendiri karya Okky Madasari Akar Bahar Tiga Warna karya Lina PW, serta Redian dan Kulkas Barunya karya Teguh Affandi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mental selama pandemi Covid-19, seperti yang disajikan dalam cerpen di media massa Kompas, seringkali berhubungan dengan masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, dan stres, yang sejalan dengan gejala-gejala umum gangguan kejiwaan yang dialami oleh masyarakat Indonesia.  Selain itu, hasil analisis cerpen ini memberi informasi faktual untuk pengembangan intervensi kesehatan mental yang kreatif dan efektif.Mental Health in Short Stories Selected by Kompas in the Covid-19 Pandemic EraThe purpose of this research is to describe psychological symptoms, particularly mental health issues depicted in mass media short stories during the pandemic era, through a literary psychology analysis. The data is sourced from"Cerpen Pilihan Kompas 2020: Macan" and "Cerpen Pilihan Kompas 2021: Keluarga Kudus." The analyzed short stories include "What McCartney Whispered to Janitra" by Sasti Gotama, "Alone" by Okky Madasari, "Akar Bahar Tiga Warna" by Lina PW, as well as "Redian and His New Refrigerator" by Teguh Affandi. The findings indicate that the state of mental health during the Covid-19 pandemic, as portrayed in short stories in Kompas mass media, is often associated with psychological issues such as depression, anxiety, and stress, aligning with common symptoms of mental disorders experienced by the Indonesian society. In addition, the results of this short story analysis provide factual information for the development of creative and effective mental health interventions.
Representasi Pengetahuan dan Keterampilan Berpikir Aras Tinggi dalam Modul Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama Sarwiji Suwandi; Chafit Ulya; Nugraheni Eko Wardani; Sugit Zulianto; Titi Setiyoningsih
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi pengetahuan dan keterampilan berpikir aras tingi dalam modul ajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi dan wawancara. Sumber data mencakupi dokumen modul dan informan guru dan pakar. Teknik cuplikan dengan purposive sampling. Data divalidasi dengan triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dan analisis model interaktif. Temuan penelitian adalah semua dimensi pengetahuan dan aspek keterampilan berpikir aras tinggi terdapat dalam modul dengan sebaran yang berbeda. Jumlah pengetahuan faktual paling banyak dibandingkan dengan pengetahuan lainnya. Sementara itu, keterampilan mencipta merupakan keterampilan aras tinggi yang paling banyak ditemukan. Implikasi dari penelitian ini adalah pengetahuan konseptual dan metakognitif perlu lebih ditingkatkan dalam penyusunan modul pembelajaran bahasa Indonesia.Representation of Knowledge and Higher Order Thinking Skills in Junior High School Indonesian Language ModulesThis research aims to describe the dimensions of knowledge and high-order thinking skills in teaching modules. This type of research is descriptive qualitative with a content analysis and interview approach. Data sources include module documents and teacher and expert informants. Sampling technique using purposive sampling. Data were validated by triangulation of sources and methods. Data analysis uses content analysis techniques and interactive model analysis. The research findings are that all dimensions of knowledge and aspects of high-order thinking skills are contained in modules with different distributions. The amount of factual knowledge is the largest compared to other knowledge. Meanwhile, creative skills are the most frequently found high-level skills. The implication of this research is that conceptual and metacognitive knowledge needs to be further improved in preparing Indonesian language learning modules.
Kajian Ekologi Sastra pada Puisi-Puisi Kontemporer di Indonesia Dian Hartati; Ahmad Abdul Karim
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15454

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap muatan ekologis dalam puisi-puisi kontemporer karya penyair Indonesia. Puisi-puisi yang dipilih berasal dari kurun waktu lima belas tahun (2007-2022). Kajian puisi menggunakan pendekatan kualitatif interaktif dan ditopang dengan desain ekologi sastra Greg Garrard. Subjek penelitian dilakukan pada tujuh puisi kontemporer bertema lingkungan. Teknik pengumpulan data menerapkan teknik membaca, teknik mencatat, dan teknik studi literatur terhadap berbagai sumber untuk menguatkan data primer. Data yang terkumpul diolah melalui beberapa tahapan, meliputi pemilihan data, pemaknaan data, serta simpulan berupa tafsir terhadap data-data terpilih. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi-puisi kontemporer Indonesia mengandung enam konsep muatan ekologis Greg Garrard. Muatan tersebut di antaranya 1) pencemaran, 2) hutan belantara, 3) bencana, 4) tempat tinggal, 5) binatang, dan 6) bumi. Pencemaran direpresentasikan oleh perusakan hutan dan perang. Hutan belantara direpresentasikan oleh terlantarnya ladang dan hilangnya tempat tinggal hewan. Bencana direpresentasikan perubahan iklim. Tempat tinggal direpresentasikan dalam istilah pondok. Bintang direpresentasikan melalui burung, anjing, ikan, kunang-kunang, lembu, gajah, dan buaya. Bumi direpresentasikan dalam perubahan kondisi alam, eksploitasi kekayaan bumi, dan penggambaran bumi sebagai pantai yang cantik. Penyair kontemporer Indonesia berusaha menyadarkan masyarakat untuk lebih perhatian pada lingkungan sekitar.Study of Literary Ecology in Contemporary Indonesia PoemsThis research was conducted to reveal the ecological load in contemporary poetry by Indonesian poets. The selected poems come from fifteen years (2007-2022). The poetry study uses an interactive qualitative approach supported by Greg Garrard's literary ecological design. The research subjects were seven contemporary poems with environmental themes. Data collection techniques apply reading, note-taking, and literature study techniques to various sources to strengthen primary data. The collected data is processed through several stages, including data selection, data interpretation, and conclusions in the form of interpretations of the selected data. The results of the analysis show that contemporary Indonesian poems contain six concepts of Greg Garrard's ecological content. These contents include 1) pollution, 2) wilderness, 3) disasters, 4) habitats, 5) animals, and 6) the earth. Pollution is represented by forest destruction and war. Wilderness is represented by the abandonment of fields and the loss of animal habitation. Disasters represent climate change. Residence is represented in the term cottage. Stars are represented through birds, dogs, fish, fireflies, cows, elephants, and crocodiles. The earth is represented in changes in natural conditions, the exploitation of the earth's wealth, and the depiction of the earth as a beautiful beach. Contemporary Indonesian poets are trying to make people aware of being more attentive to the surrounding environment.
Model Sinektik Multiliterasi dalam Pembelajaran Menulis Puisi Bambang Eko Hari Cahyono; Agung Nasrulloh Saputro; Panji Kuncoro Hadi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pembelajaran menulis puisi dan implementasi model pembelajaran sinektik multiliterasi dalam pembelajaran menulis puisi pada mahasiswa. Penelitian dilaksanakan pada empat perguruan tinggi di wilayah eks Keresidenan Madiun. Sumber data yang digunakan yaitu informan sebanyak empat dosen dan mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Puisi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran menulis puisi pada program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di wilayah eks Keresidenan Madiun belum berjalan secara baik. Pembelajaran puisi yang dilakukan dosen lebih banyak menekankan pada aspek teori dan kurang mendorong tumbuh kembangnya kreativitas mahasiswa. Penerapan model pembelajaran sinektik multiliterasi mampu meningkatkan daya cipta mahasiswa dalam menulis puisi. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kualitas puisi yang diciptakan oleh mahasiswa dan meningkatnya daya kreatif, baik mahasiswa maupun dosen.Synectic Multiliteracy Model in Learning to Write PoetryThis research aims to describe the conditions of learning to write poetry and the implementation of the synectic multiliteracy learning model in learning to write poetry for students. The research was carried out at four universities in the former Madiun Residency area. The data sources used were informants as many as four lecturers and students who were taking poetry courses. Data analysis was carried out using an interactive analysis model. The results of the research show that the quality of learning to write poetry in the Indonesian language and literature education study program in the former Madiun Residency area has not gone well. Poetry learning carried out by lecturers places more emphasis on theoretical aspects and does not encourage the growth and development of student creativity. The application of the multiliteracy synectic learning model can increase students' creativity in writing poetry. This is marked by the increasing quality of poetry created by students and increasing creative power, both students and lecturers.
Metafora Pertanian pada Masyarakat Pandhalungan Yoga Yolanda; Rusdhianti Wuryaningrum; Anita Widjajanti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15474

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelusuri ragam metafora yang memanfaatkan leksem-leksem dalam domain pertanian oleh masyarakat Pandhalungan. Perspektif penelitian ini adalah semantik kognitif sehingga dalam proses analisis data digunakan mekanisme kognitif, yaitu citra-skema dan metafora konseptual. Data yang digunakan adalah leksem-leksem dalam domain pertanian, dapat berupa tanaman, ritual, peralatan, organisasi, pengolahan lahan, dan pengolahan hasil. Data tersebut berupa bahasa yang hidup di masyarakat Pandhalungan (Jawa, Madura, atau bahasa Indonesia). Data diperoleh melalui simak bebas libat cakap, dokumentasi, wawancara, serta kuesioner. Untuk mendukung keabsahan data digunakan pengecekan data pada buku daftar istilah atau kamus pertanian serta melalui validasi ahli. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedekatan antara masyarakat Pandhalungan dengan pertanian serta akulturasi budaya yang terjadi di Pandhalungan memengaruhi cara berbahasa mereka. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya leksem domain pertanian yang digunakan sebagai metafora. Metafora tersebut dapat diklasifikasikan dalam metafora struktural, ontologis, dan orientasional. Fungsi digunakannya leksem pertanian sebagai metafora oleh masyarakat Pandhalungan adalah untuk memperjelas maksud pembicaraan, mengonkretkan entitas abstrak, serta membuat tuturan lebih eufemistis. Penelitian ini memberikan bukti bahwa masyarakat Pandhalungan percaya diri dan bangga terhadap identitasnya.Agricultural Metaphors in the Pandhalungan CommunityThis study explores the various metaphors that utilize lexemes in the agricultural domain by the Pandhalungan community. The research perspective is cognitive semantics, so the data analysis process employs cognitive mechanisms, namely image schema and conceptual metaphor. The data used consists of lexemes in the agricultural domain, which can include plants, rituals, tools, organizations, land cultivation, and processing of agricultural products. The data consists of Javanese, Madurese, or Indonesian languages. The data is obtained through free conversations, documentation, interviews, and questionnaires. To support data validity, data checks are conducted using agricultural glossaries or dictionaries, as well as expert validation. Data analysis is carried out using the interactive model by Miles & Huberman. The research findings suggest that the close relationship between the Pandhalungan community and agriculture, as well as the cultural acculturation that occurs in Pandhalungan, influence their way of speaking. This is evidenced by the significant use of agricultural domain lexemes as metaphors. These metaphors can be classified into structural, ontological, and orientational metaphors. The function of using agricultural lexemes as metaphors by the Pandhalungan community is to clarify the intended meaning of the discourse, concretize abstract entities, and make the utterance more euphemistic. This research provides evidence that the Pandhalungan community is confident and proud of its identity.
Modal Ekonomi, Sosial, Kultural, dan Simbolik Penulis Perempuan dari Aceh Pasca-Tsunami Muhammad Fadli Muslimin; Lismalinda Lismalinda
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah lebih dalam tentang modal ekonomi, sosial, kultural, dan simbolik penulis perempuan dari Aceh pascatsunami. Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan teori arena produksi kultural dari Pierre Bourdieu. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat empat agen atau penulis perempuan dari Aceh yang berkontestasi di arena sastra Indonesia. Dalam mencapai posisinya, sastrawan memiliki empat modal, yaitu (1) modal ekonomi keempat penulis perempuan di antaranya adalah sebagai editor, jurnalis, guru, dosen, dan mahasiswa doktor; (2) modal sosialnya, yaitu jejaring dengan pihak luar, seperti komunitas sastra dan budaya, portal berita, riset proyek; (3) modal kultural, yaitu pendidikan hingga jenjang doktor, pengalaman jurnalistik, pelatihan sastra; (4) modal simbolik, yaitu kolaborasi riset, terbitnya karya di media nasional, kerja sama penerbitan dan pemerintah daerah.Economic, Social, Cultural, and Symbolic Capital Women Writers in the Indonesian Literature Arena Post-TsunamiThis research aims to examine more deeply the economic, social, cultural, and symbolic capital of Acehnese women writers after the Tsunami. Qualitative methods were used in this research using Pierre Bourdieu's arena of cultural production theory. The results of this research are that there are four Acehnese female agents or writers who are contesting in the Indonesian literary arena. In achieving their position, they have four capitals, namely (1) economic capital. The four female writers include editors, journalists, teachers, lecturers, and doctoral students; (2) social capital, namely networking with outside parties, such as literary and cultural communities, news portals, and research projects; (3) cultural capital, namely education up to doctoral level, journalistic experience, literary training; (4) symbolic capital, namely research collaboration, publication of works in national media, publishing partnerships, and local governments. 
Cegah Awal Penyebaran Hoaks di Media Sosial: Menggagas Pengembangan Instrumen Pengenalan Hoaks Krisanjaya Krisanjaya; Ida Widia
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan dimensi, elemen, atau aspek yang dapat digunakan dalam pencegahan awal penyebaran berita bohong dan 2) memanfaatkan instrumen cegah awal penyebaran hoaks (ICAPH) seperti dimaksud dalam Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) Borg dan Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencegah secara dini penyebaran berita bohong di media sosial dapat digunakan 14 butir pernyataan (dimensi emosi, konten, literasi informasi, kategori informasi, opini, dan sumber) ke dalam instrumen yang disingkat ICAPH. Hasil pengembangan instrumen menunjukkan bahwa ICAPH dapat digunakan untuk mencegah secara dini penyebaran berita bohong atau hoaks. Prevent The Initial Spread of Hoaxes on Social Media: Initiated an Instrument DevelopmentThis article elaborates on the importance of developing instruments to prevent the initial spread of fake news or hoaxes. This research specifically aims to: 1) determine the dimensions, elements or aspects that can be used in early prevention of the spread of fake news and 2) utilize the Instrument for Early preventing the spread of hoaxes (ICAPH) in the provisions of the articles of Republic of Indonesia Law Number 11 of 2008. Research using research and development (R&D) Bord and Gall methods. The research results show that to prevent the early spread of fake news on social media, 14 statement items (emotional dimensions, content, information literacy, information categories, opinions and sources) can be used in an instrument abbreviated as ICAPH. The results of instrument development show that ICAPH can be used to prevent the early spread of fake news or hoaxes.
Pengembangan Sistem Informasi Bahasa Indonesia untuk Semua (SIBIUS) Berdasarkan Kebutuhan Seleksi Nasional Berbasis Tes Salamah Salamah; Halimah Milladunka Nazilah; Machrus Abadi; Eti Setiawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15551

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran digital berdasarkan Seleksi Nasional Berbasis Teks. Melalui jenis penelitian pengembangan model 4D (penetapan, perancangan, pengembangan, diseminasi), dikembangkan Situs Informasi Bahasa Indonesia untuk Semua (SIBIUS) dalam bentuk website yang mengintegrasikan beberapa platform interaktif lain. Pada tahap perancangan, dibahas pengumpulan materi, rancangan alur website, dan platform yang diintegrasikan. Pada tahapan pengembangan, dibahas penyajian dan substansi SIBIUS yang terdiri dari halaman beranda, materi, latihan soal, forum, kontak, grup, dan berbagi berkas. Materi yang diangkat adalah kaidah kebahasaan (sintaksis-semantik) dan literasi yang disajikan dalam bentuk visual (Canva), audio (VoiceThread), serta isyarat (HandTalk). Adapun latihan soal disajikan dalam platform interaktif seperti Oodlu, WordWall, Wizer.me, dan dibahas secara audio-visual. Ragam kebahasaan SIBIUS adalah formal-interaktif. Media pembelajaran divalidasi oleh ahli media pembelajaran dan bahasa. Hasil diseminasi mendapat respons dan komentar yang positif sehingga membuktikan kelayakan SIBIUS untuk diimplementasikan. Development of the Indonesian Language Information System for All (SIBIUS) Based on the Needs of Test-Based National SelectionThis study aims to develop digital learning media based on the National Text-Based Selection. Through the type of 4D model development research (determination, design, development, dissemination), the Indonesian Language Information Site for All (SIBIUS) was developed as a website that integrates several other interactive platforms. At the design stage, the materials collection, the website flow design, and the integrated platforms were discussed. At the development stage, the presentation and substance of SIBIUS were discussed, consisting of the home page, materials, practice questions, forums, contacts, groups, and file sharing. The materials raised are language rules (syntax-semantics) and literacy presented in visual (Canva), audio (VoiceThread), and gesture (HandTalk) forms. The practice questions are presented in interactive platforms such as Oodlu, WordWall, Wizer.me, and discussed audio-visually. The language variety of SIBIUS is formal-interactive. The learning media was validated by experts in learning media and language. The results of the dissemination received positive responses and comments, thus proving the feasibility of SIBIUS for implementation.
Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing untuk Tenaga Kerja Asing Vita Diah Setyoningrum; Roswita Lumban Tobing
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk tenaga kerja asing di Realia Language and Culture Center Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa catatan lapangan yang dikumpulkan lewat observasi langsung, wawancara semi terstruktur, dan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring dengan sistem one-on-one teaching. Media pembelajaran yang digunakan, meliputi Zoom, Google Docs, YouTube, WhatsApp, foto, artikel, rekaman audio, audio, Microsoft PowerPoint, dan infografis. Hambatan yang dihadapi berupa pemelajar merasa bosan, gangguan jaringan internet, dan kesulitan dalam menangkap maksud dari kosakata baru.Indonesian Language Learning Media for Foreign Speakers for Foreign WorkersThis study aims to describe BIPA learning media for foreign workers at the Realia Language and Culture Center in Yogyakarta. This study uses a case study approach. Data collection in this study is in the form of field notes collected through direct observation, semi-structured interviews, and document analysis. The data analysis technique used is the descriptive data analysis technique of the Miles and Huberman interactive analysis model which includes the stages of data collection, reduction, presentation, and conclusion. The study results indicate that the implementation of learning is carried out online with a one-on-one teaching system. The learning media used include Zoom, Google Docs, YouTube, WhatsApp, photos, articles, audio recordings, audio, Microsoft PowerPoint, and infographics. The obstacles faced are that learners feel bored, internet network disruptions, and difficulty in understanding the meaning of new vocabulary. 
Representasi Lumbung Gastronomi Jawa dalam Cerpen dan Dongeng Minuman Nusantara Karya Suyitman Elvira Damayanti; Ari Ambarwati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.16541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah muatan gastronomi Jawa dalam Cerpen dan Dongeng Minuman Nusantara Karya Suyitman. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang mendeskripsikan gastronomi Jawa berupa minuman tradisional dan metafor yang dimilikinya. Data dalam penelitian ini adalah kalimat dan wacana karya sastra dan tulisan-tulisan bermuatan gastronomi Jawa dimanfaatkan sebagai referensi dalam proses analisis. Adapun pendekatan yang digunakan adalah gastrokritik. Data dikumpulkan dengan teknik membaca cermat dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek minuman yang dihadirkan pengarang berupa asal-usul, cita rasa, daerah asal, bahan-bahan, dan cara pembuatan. Minuman tradisional dalam buku tersebut juga memiliki fungsi metafor yang meliputi lambang perjalanan dan rendah hati, identitas kultural, prinsip hidup, keberhasilan dan kebahagiaan, arena interaksi sosial, media negosiasi, media aktualisasi diri, pengenalan karakter, dinamika kehidupan, dan gaya hidup.Representation of Javanese Gastronomic Granary in Suyitman's “Short Stories and Tales of Indonesian Drinks”The objective of this study is to analyze the Javanese culinary content included in Cerpen dan Dongeng Minuman Nusantara by Suyitman. With the help of traditional drinks and their metaphors, Javanese gastronomy is described in this qualitative descriptive study design. The data in this research are monologs, dialogues, any sentences and discourses from the literary work and the references from Javananes cuisine writings is utilize to analyze it. The method used refers to gastrocriticism. The Miles and Huberman model was used to analyze the data after it was gathered using close reading techniques. The results of the research show that the aspects of the traditional drink presented by the author are the origin, taste, region of origin, ingredients, and method of production. The traditional drink in the book also has a metaphorical function involving the symbol of journey and modest character, cultural identity, life principles, success and happiness, social interaction arena, social prestige, negotiation utility, self-actualization utility, character introduction, life dynamics, and lifestyle.