cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Kesalahan Fonologi pada Keterampilan Membaca Pemelajar BIPA di Universitas Rajabhat Songkhla Thailand Tatik Ekawati; Veni Nurpadillah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.16590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan fonologis yang terjadi saat pemelajar Bahasa Indoneisia bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Rajabhat Songkhla ketika melakukan kegiatan keterampilan membaca. Penelitian ini adalah sebuah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan di dalam penelitian ini terdiri dari berbagai dokumen audio, peristiwa, dan informan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik dasar simak bebas libat cakap (SBLC) dan wawancara. Teknik cuplikan data yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi teori dan triangulasi sumber data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kesalahan berbahasa yang dipadukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terdapat tiga jenis jenis kesalahan tataran fonologi, yaitu perubahan fonem, penghilangan fonem, dan penambahan fonem. Implikasi hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar pada mata kuliah BIPA dan fonologi.Phonological Errors on the Reading Skills of BIPA Learners at Rajabhat Songkhla University, ThailandThis research aims to analyze phonological errors that occur when Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) students at Rajabhat Songkhla University when carrying out reading skills activities. This research is a qualitative descriptive study. The data used in this research consists of various audio documents, events and informants. The data collection method used was through basic techniques of free-involved listening (SBLC) and interviews. The data sampling technique used is a purposive sampling technique. Testing the validity of the data in this research was carried out using the method of theoretical triangulation and data source triangulation. The data analysis technique used is a language error analysis technique combined with data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show three types of phonological level errors, namely phoneme changes, phoneme deletions and phoneme additions. The implications of the results of this research can be used as teaching material in BIPA and phonology courses.
Makna Metafora pada Pembelajaran Bahasa dan Budaya Indonesia di kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.16645

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi interaksi antara bahasa, pemikiran, dan budaya, dengan mengacu pada Hipotesis Sapir-Whorf (SWH) dan Teori Metafora Kognitif (CMT) untuk menyampaikan bahwa bahasa memiliki pengaruh signifikan terhadap kognisi. Bukti empiris turut disertakan untuk mendukung klaim ini dengan menganjurkan interpretasi moderat dari SWH, serta menekankan Relativitas Linguistik dari Determinisme Linguistik. Selain itu, pendekatan CMT, diperkenalkan oleh Lakoff dan Johnson, juga digunakan untuk menyoroti bagaimana metafora membentuk persepsi dan perilaku orang. Analisis meluas ke bagaimana bahasa merangkum pengalaman, sikap, dan nilai budaya melalui metafora, menyarankan bahwa menginkorporasikan metafora budaya ke dalam pendidikan bahasa asing dapat meningkatkan kompetensi antarbudaya dari siswa. Dengan fokus pada pengajaran bahasa Indonesia, ilustrasi tentang bagaimana metafora memberikan wawasan ke dalam perspektif budaya dan linguistik dari penutur jati dapat membantu mempromosikan pemahaman antarbudaya yang lebih dalam.The Meaning of Metaphors in Learning Indonesian Language and Culture in Indonesian Language Classes for Foreign Speakers (BIPA)This paper explores the interaction between language, thought, and culture, drawing on the Sapir-Whorf Hypothesis (SWH) and Cognitive Metaphor Theory (CMT) to argue that language significantly influences cognition. We present empirical evidence supporting this claim and advocate for a moderate interpretation of SWH, emphasizing Linguistic Relativity over Linguistic Determinism. Additionally, we delve into CMT, introduced by Lakoff and Johnson, highlighting how metaphors shape our perceptions and behaviors. Our analysis extends to how language encapsulates cultural experiences, attitudes, and values through metaphors, suggesting that incorporating cultural metaphors into foreign language education can enhance students' intercultural competence. By focusing on Bahasa Indonesia, we illustrate how metaphors provide insights into the cultural and linguistic perspectives of native speakers, promoting a deeper intercultural understanding.
Linguistic Landscape to Shape Citizens’ Consumptive Behavior: A Case Study of the Pamulang Protocol Line M Wildan; Ulfa Julianti; Nahoras Bona Simarmata
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.16723

Abstract

The paper's core issue is the domination of the commercial word on store and restaurant signboards created by corporate actors, which has repercussions for developing citizens' consumer behavior. This essay seeks to clarify how language presentation, language preferences, and language signs employed by business actors are the foundation for developing citizens' consumer behavior. This essay uses a sequential explanatory design and mixed approaches. Data were gathered through photography techniques, interviews, and the distribution of questionnaires via Google Forms. Both narrative analysis and data interpretation techniques were used to analyze the data. The findings of this study revealed that 66.34% of presentations were in Indonesian, and that preference was due to similar speech communities among business actors and consumers, as well as the language signs being understood by the majority of shoppers and diners. This study concluded that inhabitants understand the language signs offered and preferred by business actors along the Pamulang protocol line, which also contributes to the creation of residents' consumer behavior.Lanskap Linguistik untuk Membentuk Perilaku Konsumtif Warga: Studi Kasus Jalur Protokol Pamulang Masalah utama tulisan ini adalah terdapatnya dominasi kata yang mengarah pada ranah komersial di papan nama toko dan restoran yang dibuat oleh aktor perusahaan sehingga memiliki dampak pada pengembangan perilaku konsumtif warga. Tulisan ini berusaha mengklarifikasi bagaimana penyajian bahasa, preferensi bahasa, dan tanda-tanda bahasa yang digunakan oleh pelaku usaha adalah sebagai dasar untuk mengembangkan perilaku konsumtif warga. Tulisan ini menggunakan desain penelitian sekuensial dan pendekatan campuran. Data dikumpulkan melalui teknik fotografi, wawancara, dan penyebaran kuesioner melalui Google Forms. Dalam rangka menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis naratif dan teknik interpretasi data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa 66,34% presentasi dalam bahasa Indonesia dan preferensi itu disebabkan oleh komunitas tutur yang serupa di antara pelaku usaha dan konsumen serta tanda-tanda bahasa yang dipahami oleh mayoritas pembeli dan pengunjung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa warga memahami rambu-rambu bahasa yang ditawarkan dan disukai oleh pelaku usaha di sepanjang jalan protokol Pamulang, yang juga berkontribusi pada terbentuknya perilaku konsumtif warga.
Bagaimana Etika Bicara Melayu Membentuk Gaya Komunikasi Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Riau? Roziah Roziah; Sudirman Shomary; Alvi Puspita; Tri Yuliawan; Hermaliza Hermaliza; Juli Yani
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.16763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika bicara dalam budaya Melayu dan relevansinya bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Riau. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain eksplanatori sekuensial. Tahap kualitatif dilakukan terlebih dahulu untuk mengungkap etika berbicara dalam perspektif budaya Melayu, dilanjutkan dengan tahap kuantitatif untuk mengukur pemahaman pemelajar BIPA. Penelitian dilakukan di Universitas Islam Riau dengan studi kasus terhadap pemelajar BIPA dari Thailand, Nigeria, dan Kamboja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berbicara perspektif budaya Melayu, meliputi: 1) berbicara untuk beramah-tamah dan mendapat berkah, 2) berlembut lidah untuk menegakkan tuah, 3) bermulut manis bercakap lemak, 4) berbicara ingat amanah, 5) berkata lurus bercakap benar, 6) larangan menyergah saat bersedekah, 7) jangan bicara sembarangan dalam gelanggang, dan 8) salah nasihat kepala berulat. Penelitian ini juga mengusulkan strategi pengajaran BIPA berbasis diagnostik budaya untuk meningkatkan kompetensi pragmatik pemelajar. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan multikultural dalam pengajaran bahasa. How Do Malay Speech Etiquettes Shape the Communication Style of Indonesian Language Learners for Foreign Speakers in Riau?This study aims to analyze the etiquette of speaking in Malay culture and its relevance for Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) learners in Riau. This study uses a mixed method with a sequential explanatory design. The qualitative stage was carried out first to reveal the etiquette of speaking in a Malay cultural perspective, followed by a quantitative stage to measure the understanding of BIPA learners. The study was conducted at the Islamic University of Riau with case studies of BIPA learners from Thailand, Nigeria, and Cambodia. The results of the study indicate that the etiquette of speaking in a Malay cultural perspective includes: 1) speaking to be friendly and get blessings, 2) being soft-tongued to uphold good fortune, 3) being sweet-spoken to speak well, 4) speaking remembering the mandate, 5) speaking straight to speak correctly, 6) prohibition of attacking when giving alms, 7) do not speak carelessly in the arena, and 8) wrong advice will have a caterpillar head. This study also proposes a BIPA teaching strategy based on cultural diagnostics to improve learners' pragmatic competence. The implications of this study emphasize the importance of a multicultural approach in language teaching.
Naming Natural and Cultural Tourism Objects in Medalsari Village, Karawang Regency Suntoko Suntoko; Abduloh Abduloh; Tedi Purbangkara; Ahmad Abdul Karim; Sigit Widiatmoko
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.16866

Abstract

This research was conducted to reveal the application of the Sapir-Whorf hypothesis in naming tourist attractions in Medalsari Village, Karawang Regency. The research applies a qualitative study design, ethnographic methods, and the umbrella of anthropolinguistic studies to uncover the naming story, meaning, and cultural values behind the naming of tourist attractions.  The research results reveal that the naming of natural and cultural tourism objects in Medalsari Village cannot be separated from the role of central figures who contribute to the development of the village. Several tourist attractions have changed names due to commercialization and efforts to revitalize local culture. The names were reconstructed as part of a strategy to attract tourist interest and support the market narrative. This naming process supports the Sapir-Whorf hypothesis, which emphasizes that language, culture, and ways of thinking are closely related to people's lives. This research contributes to promoting tourist attractions in Medalsari Village and helps develop teaching materials in higher education. Integrating teaching materials focused on local wisdom can build a learning atmosphere that is more inclusive, interactive, and in line with student needs.  Utilizing teaching materials that are close to students can improve the quality of learning and have an impact on student learning experiences.  Penamaan Objek Wisata Alam dan Budaya di Desa Medalsari Kabupaten KarawangPenelitian ini dilakukan untuk mengungkap penerapan hipotesis Sapir-Whorf dalam penamaan objek wisata di Desa Medalsari, Kabupaten Karawang. Penelitian menerapkan desain studi kualitatif, metode etnografi, serta payung kajian antropolinguistik untuk menganalisis nama, makna, serta nilai budaya di balik penamaan objek wisata.  Hasil penelitian mengungkap bahwa penamaan objek wisata alam dan budaya di Desa Medalsari tidak lepas dari peran tokoh-tokoh sentral yang berkontribusi dalam perkembangan desa. Beberapa objek wisata mengalami perubahan nama dikarenakan adanya komersialisasi dan upaya revitalisasi budaya lokal. Rekonstruksi nama-nama dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk menarik minat wisatawan dan mendukung narasi pasar. Proses penamaan ini mendukung hipotesis Sapir-Whorf, yang menegaskan bahwa bahasa, budaya, dan cara berpikir saling berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini turut andil mempromosikan objek wisata di Desa Medalsari serta berdaya guna dalam pengembangan materi ajar di perguruan tinggi. Pengintegrasian materi ajar berfokus pada kearifan lokal dapat membangun suasana belajar yang lebih inklusif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.  Pemanfaatan materi ajar yang dekat dengan mahasiswa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta berdampak terhadap pengalaman belajar mahasiswa. 
Karcis-Delay sebagai Media Terapi Wicara pada Anak dengan Gangguan Keterlambatan Bicara Afrinar Pramitasari; Ariesma Setyarum; Aji Cokro Dewanto; Firda Aulia Hafizha
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.16888

Abstract

Keterlambatan berbicara pada anak jika dibiarkan dan tidak ditangani dengan benar dapat menjadi suatu gangguan serius yang bisa mempengaruhi perkembangan lain baik kognitif, kemandirian, maupun sosial. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui analisis kebutuhan media karcis-delay dan 2) mendeskripsikan desain karcis-delay sebagai alternatif terapi wicara pada anak dengan gangguan keterlambatan berbicara. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket, wawancara, dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) media karcis-delay sangat dibutuhkan sebagai stimulus untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak dengan gangguan keterlambatan berbicara 2) berdasarkan hasil analisis, diperoleh kebutuhan konten media karcis-delay yaitu kartu emosi dan penyebabnya. Kartu emosi yang disusun berupa emosi marah, sedih, bahagia, takut, terkejut, dan jijik beserta penyebabnya.Delay-Ticket as a Speech Therapy Media for Children with Speech Delay DisordersSpeech delays in children are left untreated and not handled properly, they can become a serious disorder that can affect other developments, including cognitive, independence, and social development. The aims of this research are 1) to understand the analysis of the need for delay-ticket media and 2) to describe the delay-ticket design as an alternative speech therapy for children with speech delay disorders. This research method is research and development. Data collection techniques include observation, questionnaires, interviews, and FGD. The results of the research show that 1) ticket-delay media is really needed as a stimulus to improve the speaking ability of children with speech delay disorders. 2) Based on the results of the analysis, it was found that the content needed for ticket-delay media was emotional cards and their causes. The emotion cards are arranged in the form of emotions of anger, sadness, happiness, fear, surprise, and disgust, along with their causes.
Campur Kode Pemelajar Bahasa Indonesia di Universitas Thammasat Thailand Hari Bakti Mardikantoro; Rahayu Pristiwati; Wati Istanti; Hamam Supriyadi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.16998

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan wujud campur kode serta faktor yang mempengaruhi wujud campur kode pada peristiwa tutur pemelajar bahasa Indonesia bagi penutur asing di Universitas Thammasat Thailand. Untuk mengkaji masalah dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan teori sosiolinguistik. Data dijaring dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Adapun peristiwa tutur yang diteliti adalah peristiwa tutur para pemelajar bahasa Indonesia di Universitas Thammasat Thailand. Untuk menganalisis data digunakan metode padan subjenis referensial. Selain itu, analisis data juga menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian adalah ada campur kode pada tuturan mahasiswa Universitas Thammasat yang sedang belajar bahasa Indonesia melalui Program BIPA. Jenis campur kode tersebut adalah campur kode ekstern karena campur kode terjadi antara bahasa Indonesia dan bahasa asing (bahasa Thai). Adapun faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode adalah penutur dan topik pembicaraan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar mata kuliah BIPA dan sosiolinguistik.Code Mixing in Indonesian Language Learners' Speech Events for Foreign Speakers at Thammasat University, ThailandThis research aims to determine the form of code mixing and the factors that influence the form of code-mixing in the speech events of Indonesian language learners for foreign speakers at Thammasat University, Thailand.  A qualitative approach was used to examine the problem in this research, using sociolinguistic theory. Data was collected using the listening method and the skill method. The speech events studied were those of Indonesian language students at Thammasat University, Thailand. The referential subtype matching method was used to analyze the data. Apart from that, data analysis also uses the Miles and Huberman model. The results of the research show that there is code-mixing in the speech of Thammasat University students who are studying Indonesian through the BIPA Program. This type of code-mixing is external code mixing because code mixing occurs between Indonesian and a foreign language (Thai). The factors that influence the occurrence of code-mixing are the speaker and the topic of conversation. It is hoped that the results of this research can be used as teaching material for BIPA and Sociolinguistics.
Sejarah dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Naskah Jawa Karya Mbah Wastari Muchamad Fauyan; Anwar Efendi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.17122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sejarah dan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam naskah Jawa karya Mbah Wastari. Naskah ini memunculkan pertanyaan tentang keabsahan informasi yang terkandung di dalamnya, khususnya terkait sejarah Desa Ujungnegoro dan Syekh Maulana Maghribi Ujungnegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan filologis, dengan teknik pengumpulan data melalui inventarisasi, deskripsi, suntingan, terjemah, dan pemaknaan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beragam informasi dalam naskah Mbah Wastari, termasuk legenda-legenda tentang Ujungnegoro dan Gua Aswatama, serta nilai-nilai pendidikan karakter yang menekankan hubungan manusia dengan Tuhan, sesamanya, diri sendiri, dan lingkungannya. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya memahami dan mengapresiasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam naskah tradisional untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan pemahaman akan sejarah lokal dan warisan budaya.History and Values of Character Education in Javanese Manuscripts by Mbah WastariThis study aims to investigate the history and values of character education contained in the Javanese manuscript by Mbah Wastari. This manuscript raises questions about the validity of the information contained therein, especially regarding the history of Ujungnegoro Village and Syekh Maulana Maghribi Ujungnegoro. The research method used is qualitative descriptive and philological research, with data collection techniques through inventory, description, editing, translation, and interpretation of the text. The results of the study indicate that there is a variety of information in Mbah Wastari's manuscript, including legends about Ujungnegoro and the Aswatama Cave, as well as character education values that emphasize the relationship between humans and God, others, themselves, and their environment. The implications of this study are the importance of understanding and appreciating the values of character education in traditional manuscripts to be applied in everyday life and to increase understanding of local history and cultural heritage.
Kritik Sosial dalam Cerpen Tawa Gadis Padang Sampah Karya Ahmad Tohari: Kajian Sosiologi Sastra Ho Ngoc Hieu
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.17257

Abstract

Kritik sosial memainkan peran penting dalam mencerminkan masalah-masalah sosial dalam kehidupan masyarakat. Karya sastra memungkinkan pengarang untuk menggambarkan pandangannya tentang kehidupan sosial melalui narasi yang tercipta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam cerpen Tawa Gadis Padang Sampah karya Ahmad Tohari dari perspektif sosiologi sastra. Pendekatan sosiologi sastra digunakan dengan fokus pada teori kritik sosial dalam sebuah penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian data-data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Tawa Gadis Padang Sampah karya Ahmad Tohari. Hasil penelitian mengungkap bentuk-bentuk kritik sosial dalam cerpen tersebut: (1) isu perlindungan hak anak; (2) kesenjangan sosial; (3) kemiskinan kalangan bawah; (4) kondisi lingkungan hidup; dan (5) pencemaran lingkungan.Social Criticism in the Short Story Tawa Gadis Padang Sampah by Ahmad Tohari: A Study Of Literary SociologySocial criticism plays a crucial role in reflecting societal issues within a community. Literature allows authors to depict their perspectives on social life through created narratives. In this context, the purpose of this study is to describe the forms of social criticism in the short story Tawa Gadis Padang Sampah (The Laughter of the Garbage Girl) by Ahmad Tohari from the perspective of literary sociology. The research employs a sociological approach, focusing on social criticism theory. Data collection techniques include documentation and literature review, followed by descriptive analysis and content analysis. The primary data source for this study is the short story Tawa Gadis Padang Sampah by Ahmad Tohari. The research findings reveal five forms of social criticism in the story: (1) child rights protection issues, (2) social disparity, (3) poverty among the lower class, (4) environmental conditions, and (5) environmental pollution.
Muatan Ekologi dalam Bahan Literasi Sekolah Dasar pada Website Kemendikbud: Analisis Korpus Iqbal Jefiza; Pratomo Widodo; Titik Sudartinah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.17701

Abstract

Masalah lingkungan menjadi perhatian penting belakangan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui muatan ekologi dalam bahan literasi sekolah dasar pada website Kemendikbud. Data penelitian kualitatif ini berupa 47 buku literasi sekolah dasar tahun 2016 sampai 2019 pada laman Kemendikbud. Analisis data menggunakan metode software korpus berupa AntConc. Penelitian ini mengevaluasi tema-tema ekologi berdasarkan teori Greg Gerrard, seperti: pencemaran, hutan belantara, bencana, tempat tinggal, dan binatang. Hasil penelitian menunjukkan muatan ekologi dalam bahan bacaan literasi sekolah didominasi oleh ekologi hutan belantara. Ekologi pencemaran memiliki jumlah sangat rendah. Jumlah dan kualitas bahan bacaan literasi yang mengandung muatan ekologi perlu ditingkatkan agar dapat lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada siswa.Ecological Content in Materials Elementary School Literacy Materials on the Ministry of Education and Culture Website: A Corpus AnalysisEnvironmental issues have become an important concern lately. The purpose of this study was to determine the ecological content in elementary school literacy materials on the Ministry of Education and Culture website. The data for this qualitative study were 47 elementary school literacy books from 2016 to 2019 on the Ministry of Education and Culture page. Data analysis used the corpus software method AntConc. This study evaluated ecological themes based on Greg Gerrard's theory, such as pollution, wilderness, disaster, shelter, and animals. The results showed that the ecological content in school literacy reading materials was dominated by wilderness ecology. Pollution ecology has a very low number. The number and quality of literacy reading materials containing ecological content need to be increased so that they can be more effective in instilling environmental values in students.