cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Pengacuan Anafora dalam Cerpen Lukisan Perkawinan dan Skenario Pembelajarannya di Sekolah Menengah Atas Asep Muhyidin
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.12859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan pemarkah pengacuan anafora pada cerpen Lukisan Perkawinan karya Hamsad Rangkuti. Data yang diambil yaitu satuan lingual berupa kalimat-kalimat dalam cerpen yang memiliki pemarkah pengacuan anafora. Data dianalisis dengan menggunakan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pemarkah pengacuan anafora pronomina, yakni persona, demonstratif, dan komparatif. Pronomina persona berupa: 1) pronomina pertama:  aku, -ku, ku-, saya, kami, kita; 2) pronomina kedua: kau, -mu, tuan; dan 3) pronomina ketiga: ia, dia, -nya, mereka. Pemarkah pronomina demonstratif berupa: 1) penunjuk umum: itu dan ini; 2) penunjuk tempat: di sana dan sana; dan 3) penunjuk ihwal: begitu. Pemarkah pengacuan anafora komparatif berupa perbandingan umum, yakni seperti. Hasil penelitian ini dapat diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Untuk itu, guru harus mampu membuat skenario pembelajaran untuk dilaksanakan di dalam kelas.Anaphora References in the Short Story Lukisan Perkawinan and Learning Scenarios in High SchoolThis research aims to describe the use of anaphoric reference markers in the short story Lukisan Pekawinan by Hamsad Rangkuti. The data taken are lingual units in the form of sentences in short stories which have anaphora reference markers. Data were analyzed using the agih method. The results of the research show that there are three markers of pronoun anaphora reference, namely personal, demonstrative and comparative. Personal pronouns are in the form of: 1) first pronoun: aku, -ku, ku-, saya, kami, kita; 2) second pronoun: kau, -mu, tuan; and 3) third pronoun: ia, dia, -nya, mereka. Demonstrative pronoun markers are: 1) general markers: itu and ini; 2) place markers: di sana and sana; and 3) pointer: begitu. The reference marker for comparative anaphora is in the form of a general comparison, namely seperti. The results of this research can be integrated into Indonesian language learning in high school. For this reason, teachers must be able to create learning scenarios to be implemented in the classroom.
Bentuk Wacana Fatis dalam Interaksi Sosial Masyarakat Jawa (Forms of Phatic Discourse in the Javanese Social Interaction) Rangga Asmara; I Dewa Putu Wijana; Sulistyowati Sulistyowati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.12993

Abstract

This research aims to describe the formal forms or manifestations of phatic discourse within the conversational discourse structure among the Javanese community. The data in this research are phatic discourses as units filling conversational/interactive discourse. Data collection was centered in Magelang. Data collection was carried out through non-participant observation techniques involving 22 respondents. During the data collection process, the researcher also conducted recording, notation, and translation. The analytical methods used in this research are referential equivalence, pragmatic equivalence, and distributional methods. Based on the research, in terms of form, phatic discourse is constructed with sentence-forming elements of news, questions, and commands. This proves that phatic discourse can be used in all modes of communication, whether declarative, interrogative, or imperative. However, pure phatic discourse with sentence-forming elements of commands was not found in its usage. In Javanese social interaction, phatic discourse is present and used as words that do not convey meaning but serve a social function.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk formal atau wujud wacana fatis dalam struktur wacana percakapan di kalangan masyarakat Jawa. Data dalam penelitian ini ialah wacana fatis sebagai satuan pengisi wacana percakapan/interaktif. Latar pengambilan data dipusatkan di Magelang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi nonpartisipan yang melibatkan 22 responden. Selama pengumpulan data berlangsung, peneliti juga juga melakukan perekaman, pencatatan, dan pentranslasian. Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode padan referensial, padan pragmatis, metode agih. Berdasakan penelitian, dari segi bentuk, wacana fatis dikonstruksi dengan unsur pembentuk kalimat berita, tanya, dan suruh. Hal ini membuktikan wacana fatis dapat digunakan pada semua modus komunikasi, baik deklaratif, interogatif, dan imperatif. Namun demikian, wacana fatis dengan unsur pembentuk kalimat suruh murni tidak ditemukan penggunannya. Dalam interaksi sosial masyarakat Jawa, wacana fatis hadir dan digunakan sebagai kata-kata yang tidak membawa arti, melainkan untuk memenuhi suatu fungsi sosial.
Konsep Ideal Lanskap Linguistik di Ibu Kota Negara Baru (Ideal Concept of Linguistic Landscape in New State Capital) Saefu Zaman; Anis Rahmawati; Kurniawan Kurniawan
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13049

Abstract

As the center of activity and the face of the country, the new national capital (IKN) must show national identity, one of which can be demonstrated by its linguistic landscape. This study aims to project a new national capital (IKN) linguistic landscape (LL) that highlights national identity. This research is a literature study with a qualitative descriptive method. The data of this research are studies of the linguistic landscape, regulations on language use, and data on the linguistic landscape in Jakarta as a reflection of the linguistic landscape in the new IKN. The results of the study show that in order to achieve the ideal linguistic landscape of the IKN with an Indonesian identity, the linguistic landscape in the new IKN must be principled in prioritizing the Indonesian language. To support the functions of the linguistic landscape, namely information and symbolic functions, foreign languages and/or regional languages can be used to accompany or clarify Indonesian. To achieve this, synergy is needed between the government, public area managers, and business actors. The implication of applying the ideal concept of a linguistic landscape in IKN is the establishment of the IKN area which is a symbol of the state and has an Indonesian identity.Sebagai pusat kegiatan dan wajah negara, ibu kota negara (IKN) baru harus memperlihatkan identitas kenegaraan, yang salah satunya bisa ditunjukkan dengan lanskap linguistiknya. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan lanskap linguistik (LL) ibu kota negara (IKN) baru yang menonjolkan identitas nasional. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kajian-kajian lanskap linguistik, regulasi penggunaan bahasa, dan data lanskap linguistik di Jakarta sebagai refleksi lanskap linguistik di IKN baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai lanskap linguistik ideal IKN yang beridentitas keindonesiaan, lanskap linguistik di IKN baru harus berprinsip pada pengutamaan bahasa Indonesia. Untuk menunjang fungsi lanskap linguistik yakni fungsi informasi dan simbolik, bahasa asing dan/atau bahasa daerah dapat digunakan untuk mendampingi atau memperjelas bahasa Indonesia. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergisitas antara pemerintah, pengelola kawasan publik, dan para pelaku usaha. Implikasi penerapan konsep ideal lanskap linguistik di IKN adalah terbangunnya kawasan IKN yang menjadi simbol negara dan beridentitas keindonesiaan.
Keterbacaan Teks Berita di Kompas.com sebagai Alternatif Bahan Ajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Readability of News Texts on Kompas.com as an Alternative Teaching Material for Indonesian Language Subjects) Siti Zumrotul Maulida; Thoifatul Ningtyas
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13189

Abstract

The aim of this research is to describe the readability of news texts on Kompas.com as teaching material for class 8 Indonesian SMP/MTs. This research is a literature study. The data in this research are 30 Kompas.com news texts collected using documentation techniques. Readability level was measured using Fry charts. Steps to analyze data include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Checking the validity of the data was carried out by theoretical triangulation. The results showed that two texts were at the 7th grade reader level, five texts were at the 8th grade reader level, six texts were at the 9th grade level, eleven texts were at the 10th grade reader level, five texts were at the 11th grade reader level, and one text was at the 11th grade level. reader class level 12. The results of this research can be used as an alternative teaching material in schools for Indonesian language subjects, especially news text material for grade 8 SMP/MTs.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterbacaan teks berita di Kompas.com sebagai bahan ajar mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 8 SMP/MTs. Penelitian ini merupakan studi pustaka. Data dalam penelitian ini adalah 30 teks berita Kompas.com yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Tingkat keterbacaan diukur menggunakan grafik Fry. Langkah menganalisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua teks berada pada tingkat pembaca kelas 7, lima teks pada tingkat pembaca kelas 8, enam teks berada pada tingkat kelas 9, sebelas teks pada tingkat kelas pembaca 10, lima teks pada tingkat kelas pembaca 11, dan satu teks berada pada tingkat kelas pembaca 12. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar di sekolah untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, khususnya materi teks berita kelas 8 SMP/MTs.
Karakteristik Teks Resensi pada Portal Apresiasi Online sebagai Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (Characteristics of Review Texts on Online Appreciation Portals as Indonesian Language Learning Materials in High Schools) Arifatul Hikmah; Sumarwati Sumarwati; Muhammad Rohmadi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13211

Abstract

This study aims to describe topics, discourse structures, building blocks of cohesiveness, and their use as learning materials in high schools. The data sources were 10 online appreciation portals including Bacapetra.co, Kurung Buka, Buruan, Labrak, Metafor.id, Digital Madrasah, Lensastra.id, Ngewiyak.com, and Balairungpress. The results of the study show (1) the dominant sensitivity topic is about social issues regarding tensions between those who dominate and ordinary people, gender tensions, and economic problems; (2) the text structure consists of opening paragraphs, connecting paragraphs, and closing paragraphs; (3) cohesiveness building elements in the form of grammatical cohesion, namely reference, substitution, deletion, and conjunctions and lexical cohesion, namely repetition, synonymy, collocation, hyponymy, antonym, and equivalence; (4) the text in the relevant online portal is used as learning material for 11th-grade high school students, especially in phase F of the Independent Curriculum. Learning Outcomes of Reading and Viewing Elements with TPACK-based learning.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan topik, struktur wacana, unsur pembangun kohesivitas, dan pemanfaatannya sebagai materi ajar di sekolah menengah atas. Sumber data penelitian berupa 10 portal apresiasi online antara lain Bacapetra.co, Kurung Buka, Buruan, Labrak, Metafor.id, Madrasah Digital, Lensasastra.id, Ngewiyak.com, dan Balairungpress. Hasil penelitian menunjukkan (1) topik resensi yang dominan adalah tentang permasalahan sosial mengenai kesenjangan antara yang berkuasa dan masyarakat biasa, kesenjangan gender, dan masalah ekonomi; (2)  struktur teks terdiri atas paragraf pembuka, paragraf penghubung, dan paragraf  penutup; (3) unsur pembangun kohesivitas berupa kohesi gramatikal, yaitu pengacuan, penyulihan, pelesapan, dan konjungsi serta kohesi leksikal, yaitu repetisi, sinonimi, kolokasi, hiponimi, antonimi, dan ekuivalensi; (4) teks dalam portal online relevan dimanfaatkan sebagai materi ajar pada siswa kelas 11 SMA terutama pada fase F Kurikulum Merdeka Capaian Pembelajaran Elemen Membaca dan Memirsa dengan pengajaran berbasis TPACK.
A Gynocritical Reading of Laut Bercerita in Contemporary Indonesian Children's Literature (Pembacaan Kritis Laut Bercerita Sebagai Karya Sastra Anak Indonesia Masa Kini dari Perspektif Ginokritik) R. Hariyani Susanti; Welli Marlisa; Vera Sardila; Vany Fitria
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13343

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi representasi karakter perempuan dalam sastra anak Indonesia dengan menggunakan pendekatan ginokritik. Objek penelitian adalah novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Penelitian ini menggunakan teori ginokritik yang dikembangkan oleh Elaine Showalter. Penelitian dilakukan melalui analisis kualitatif novel, menggunakan teknik analisis isi dan close reading. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya menerapkan pendekatan ginokritik dalam menganalisis sastra anak, karena hal ini mengungkapkan representasi karakter perempuan yang kompleks dan nuansa dalam novel. Penelitian ini mengungkap bagaimana karakter perempuan dalam Laut Bercerita menunjukkan agensi, pemberdayaan, dan perlawanan terhadap norma patriarki, menantang stereotip gender tradisional. Implikasi penelitian ini mendorong penerapan pendekatan ginokritik dalam menganalisis sastra anak, sebagai alat yang kuat untuk mempromosikan kesetaraan gender dan membangun hubungan gender yang lebih adil dalam masyarakat Indonesia.This study explores the representation of female characters in Indonesian children's literature using a gynocritical approach. The object of the study is the novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori. The study employs the gynocritical theory developed by Elaine Showalter, which focuses on the experiences and perspectives of women in literature. The research is conducted through a qualitative analysis of the novel, using content analysis and close reading techniques. The results of the study demonstrate the importance of applying a gynocritical approach in analyzing children's literature, as it uncovers the nuanced and complex representation of female characters in the novel. The study reveals how the female characters in Laut Bercerita exhibit agency, empowerment, and resistance to patriarchal norms, challenging traditional gender stereotypes. The study concludes that gynocritical readings can contribute to broader efforts to promote gender equality, challenging traditional gender stereotypes and promoting more equitable gender relations.
Peningkatan Kompetensi Wirausaha Literasi Mahasiswa Melalui Penerapan Edu-technopreneurship (Improving Literacy Entrepreneurial Student Competence through implementing Edu-Technopreneurship) Chafit Ulya
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13362

Abstract

This study aims to explain the procedures for implementing edu-technopreneurship in improving student literacy entrepreneurial competence. The research used classroom action research. The research participants were 40 students and one collaborator lecturer. Data collection techniques were taken from journals, questionnaires, observations, interviews, and document analysis. Test the validity of the data using data source triangulation, method triangulation, and informant review, as well as self-validation, peer validation, and academic validation. The data analysis technique used an interactive analysis model. The results of this study indicated that the procedure for implementing edu-technopreneurship consists of four stages, namely planning, implementation, evaluation, and competition. The application of edu-technopreneurship is proven to improve students' entrepreneurial literacy competence in three dimensions, namely knowledge, skills, and entrepreneurial attitude.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan prosedur penerapan edu-technopreneurship dalam meningkatkan kompetensi wirausaha literasi mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Partisipan penelitian adalah 40 mahasiswa dan satu dosen kolaborator. Teknik pengumpulan data menggunakan jurnal, kuesioner, observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan review informan, serta validasi diri sendiri, validasi rekan sejawat, dan validasi akademik. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur penerapan edu-technopreneurship terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, implementasi, evaluasi, dan kompetisi. Penerapan edu-technopreneurship terbukti mampu meningkatkan kompetensi wirausaha literasi mahasiswa pada tiga dimensi, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap berwirausaha.
Pengungkapan Seksualitas, Pornografi, dan Prostitusi pada Video Podcast: Kajian Semiotik Budaya (The Phenomena of Sexuality, Pornography, and Prostitution on Vodcasts: Cultural Semiotics Study) Saefu Zaman; Royan Nur Fahmi; Anis Rahmawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13426

Abstract

This study aims to examine these cultural anomalies from a linguistic and cultural semiotic perspective. The research data is the utterances of female guest stars on Dedy Corbuzier and Nikita Mirzani's vodcast content related to sexuality, pornography and prostitution. The results of this study were (1) female guest stars dared to tell about non-spousal sex activities openly (2) sexual relations can be commercialized even though the perpetrator does not want to be said to be practicing prostitution; (3) female guest stars have sexual relations only with the man she wants; (4) there is a shift in eastern culture to a materialistic culture; (5) the cultural shift that occurred was allegedly caused by two main factors; and (6) net citizens is more open and non-judgmental about perpetrators in responding to free sex and prostitution, although some still refuse. The results of this research can be used by stakeholders in managing content on YouTube so that it does not harm society in general.Penelitian ini bertujuan mengkaji keanomalian budaya dari sudut pandang linguistik dan semiotik budaya. Data penelitian ini adalah ujaran para bintang tamu perempuan pada konten vodcast milik Dedy Corbuzier dan Nikita Mirzani yang berkaitan dengan seksualitas, pornografi, dan prostitusi. Hasil penelitian ini adalah (1) perempuan bintang tamu berani menceritakan kegiatan hubungan seks bukan suami-istri secara terbuka (2) hubungan seksual dapat dikomersialkan meskipun pelaku tidak mau dikatakan melakukan praktik prostitusi; (3) perempuan bintang tamu melakukan hubungan seksual hanya dengan pria yang dimauinya; (4) terjadi pergeseran budaya timur dari budaya materialistis; (5) pergeseran budaya yang terjadi ditengarai disebabkan dua faktor; dan (6) warga net sudah lebih terbuka dan tidak menghakimi pelaku dalam menanggapi perilaku seks bebas dan prostitusi meskipun sebagian masih ada yang menolak. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan dalam mengatur konten-konten di Youtube agar tidak merugikan masyarakat secara umum. 
Preservasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Mantra Dayak Bakati` pada Tradisi Barape Sawa: Kajian Antropolinguistik (The Preservation of Local Values in The Ritual Spell of Barape Sawa Dayak Bakati`: An Antropolinguistic Study) Fransiska Ericha; R. Kunjana Rahardi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13444

Abstract

This study aims to describe strategies or efforts to preserve local wisdom values in the Dayak Bakati’ Mantra in the Barape Sawa Tradition. This study uses an anthropolinguistic approach. This research is included in the type of qualitative research using the Spradley ethnographic method which is simplified into five stages. The data from this study are excerpts from the utterances of the Dayak Bakati’ Mantra in the Barape Sawa Tradition which contain local wisdom values. The data source is the owner of the Barape Sawa Mantra, Dayak Bakati’ Rara. The results of the study show that the values of local wisdom found in the Dayak Bakati’ Mantra in the Barape Sawa tradition are the values are respecting others, the value of human relations with nature, the value of love, the value of respecting ancestors, and the value of hope. The strategies for preserving local wisdom values in the mantra of the Barape Sawa tradition offered are integrating local wisdom values in learning, integrating local wisdom values in the family, carrying out the Barape Sawa tradition every year, and documenting local wisdom traditions and values into credible writing.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi atau upaya mempreservasi nilai-nilai kearifan lokal dalam Mantra Dayak Bakati’ pada Tradisi Barape Sawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropolinguistik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi Spradley yang disederhanakan menjadi lima tahap. Data dari penelitian ini adalah kutipan tuturan Mantra Dayak Bakati’ pada Tradisi Barape Sawa yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Sumber data adalah pemilik mantra Barape Sawa, Dayak Bakati’ Rara. Pada penelitian ini ditemukan hasil bahwa nilai-nilai kearifan lokal dalam Mantra Dayak Bakati’ pada tradisi Barape Sawa adalah nilai menghormati sesama, nilai hubungan manusia dengan alam, nilai cinta kasih, nilai menghormati leluhur, dan nilai pengharapan. Strategi preservasi atau pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dalam mantra pada tradisi Barape Sawa yang ditawarkan adalah mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi, mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam keluarga, melaksanakan tradisi Barape Sawa setiap tahun, dan mendokumentasikan tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sebuah tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Perilaku Membaca Murid Sekolah Dasar Kelas Tinggi di Era Intenet (The Reading Behavior of High Grade Elementary School Students in the Internet Age) Sultan Sultan; Muhammad Rapi; Asri Ismail; Suardi Suardi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.13487

Abstract

This study aims to explain the reading behavior of high school and elementary school students in the internet era. The research was designed with a quantitative-comparative descriptive approach. The data source is elementary school students at SD Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar City. Data collection is done through a questionnaire. Research data analysis was carried out through the stages: data management, data analysis, and interpretation of the results. The results of the study show that: (1) the presence of the internet has changed reading behavior from print to online. Reading activity is not a priority activity for students to do when using the internet, (2) gender has an influence on reading behavior. Male and female students differ in their use of the internet, their interest in reading topics of fiction and non-fiction, and their efforts to obtain reading materials.Penelitian ini bertujuan mengeksplanasi perilaku membaca murid sekolah dasar kelas tinggi di era internet. Penelitian dirancang dengan pendekatan deskriptif kuantitatif-komparatif. Sumber data adalah murid sekolah dasar SD Islam Athirah Bukit Baruga Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan melalui angket. Analisis data penelitian dilakukan melalui  tahapan;  pengelolaan data, analisis data, dan penafsiran hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kehadiran internet telah mengubah perilaku murid sekolah dasar kelas tinggi. Dalam aspek perilaku membaca, murid sekolah dasar mengalami pergeseran perilaku dari membaca bahan tercetak ke membaca bahan online. Aktivitas membaca bukan merupakan aktivias prioritas yang dilakukan murid dalam pemanfaatan internet. (2) Variabel gender memiliki pengaruh terhadap perilaku membaca murid sekolah dasar kelas tinggi. Murid laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dalam pemanfaatan internet, kegemaran dalam topik bacaan fiksi dan nonfiksi, dan usaha memperoleh bahan bacaan.Â