cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Evaluasi Blended Learning Pada Mata Kuliah Menulis Karya Ilmiah Menggunakan Model Context, Input, Process, Product Meina Febriani; Qurrota Ayu Neina; Wagiran Wagiran
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.13592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan penerapan dan mengevaluasi blended learning pada mata kuliah Menulis Karya Ilmiah pascapandemi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada evaluasi konteks, input, proses, dan produk blended learning. Evaluasi dilakukan menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Lokasi penelitian berada di Universitas Negeri Semarang melalui platform elena.unnes.ac.id sebagai media pembelajaran daring dan tatap muka klasikal dalam pembelajaran luring. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pelaksanaan blended learning meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang memadukan pembelajaran tatap muka secara luring dan moda daring; 2) evaluasi CIPP memberikan kontribusi berupa temuan inovasi model pembelajaran, pemanfaatan teknologi secara maksimal, pola interaksi dosen dan mahasiswa, serta konstruksi baru peran dosen dan mahasiswa. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program, serta memberikan masukan berharga bagi pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan.Evaluation of Blended Learning Courses on Writing Scientific Papers Using the Context, Input, Process, Product ModelThe research aims to describe the application and evaluation of blended learning in the Writing Scientific Papers course in the post-pandemic period. The research approach used is a qualitative approach with a focus on evaluating the context, input, process, and blended learning products. Evaluation is carried out using the Context, Input, Process, Product (CIPP) model. The research location is at Semarang State University via the elena.unnes.ac.id platform as a classic online and face-to-face learning medium for offline learning. The research results show that the implementation of blended learning includes the planning, implementation, and evaluation stages of learning which combine offline face-to-face learning and online modes. Second, the CIPP evaluation provides contributions in the form of findings on learning model innovations, maximum use of technology, interaction patterns between lecturers and students, as well as new constructions of the roles of lecturers and students. This research has important implications in identifying program strengths and weaknesses, as well as providing valuable input for policymakers and educational practitioners.
Expressing Emotions in Activity Write a Poetry: an Investigation of Literacy Abilities (Ekspresi Emosi pada Aktivitas Menulis Puisi: Sebuah Investigasi Kemampuan Literasi) Turahmat Turahmat; Mohammad Afandi; Atikah Syamsi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13631

Abstract

Penelitian ini berupaya menawarkan dan menyajikan pembelajaran bahasa Indonesia yang menarik melalui pengungkapan emosi dalam kegiatan menulis puisi sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi berdasarkan pengalaman belajar bahasa siswa sekolah dasar di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental). Penelitian ini mengambil sampel sekolah dasar di Jakarta, Bekasi dan Cirebon dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan observasi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 68,52 dan kelas kontrol sebesar 53,70. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan literasi melalui ekspresi emosi membaca puisi cocok untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa siswa, sehingga pembiasaan literasi dapat menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa siswa.This research seeks to offer and present interesting Indonesian language learning through conveying emotions in writing poetry activities as an effort to improve literacy skills based on the language learning experiences of elementary school students in Indonesia. This type of research is quasi-experimental (Quasi Experimental). This research took samples from elementary schools in Jakarta, Bekasi and Cirebon with a total sample of 107 respondents. The data collection techniques used in this research were questionnaires, tests and observations. The research results showed that the average learning outcome for experimental class students was 68.52 and that of the control class was 53.70. This shows that literacy habituation through the emotional expression of reading poetry is suitable for improving students' language literacy skills, so that literacy habituation can be an alternative for teachers to improve students' language literacy skills.
Diskriminasi terhadap Ibu Bekerja dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye: Sebuah Analisis Wacana Kritis Noni Andriyani; Anang Santoso; Gatut Susanto
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.13642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ideologi Tere Liye dalam novelnya yang berjudul Sesuk mengenai ibu bekerja dalam sudut pandang analisis wacana kritis. Teori yang digunakan adalah teori penalaran dialektis dalam analisis wacana kritis oleh Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat diskriminasi terhadap ibu bekerja dalam novel Sesuk melalui narasi-narasi yang digunakan oleh pengarang untuk menggambarkan sosok ibu bekerja. Bahkan, kekuasaan pengarang dalam novel ini juga tampak sangat mencolok dengan mematikan tokoh Ibu bekerja yang dianggap akan merusak generasi. Selanjutnya, secara teoretis, penelitian ini berimplikasi terhadap pengayaan kajian teori analisis wacana kritis Fairclough generasi baru dan secara praktis turut mengingatkan pembaca bahwa di dalam novel sekalipun setiap pengarang senantiasa memiliki ideologi yang disampaikan dan pembaca diharuskan jeli untuk memilah dan memilih konsep ideologi yang layak dijadikan contoh atau tidak. Discrimination against Working Mothers in the Novel Sesuk Tere Liye's Work: A Critical Discourse AnalysisThis study aims to describe the ideology of Tere Liye in his novel entitled Sesuk about working mothers from the point of view of critical discourse analysis. The theory used is the theory of dialectical reasoning in critical discourse analysis by Norman Fairclough. The results of the study show that there is discrimination to working mothers in the novel Sesuk through the narrations used by the author to describe the figure of working mothers. The author's power in this novel also looks very striking by turning off the working mother character who is considered to be detrimental to the generation. Furthermore, theoretically, this research has implications for enriching the study of the new generation of Fairclough's critical discourse analysis theory and practically, helping to remind readers that even in a novel, even though every author always has an ideology conveyed, the reader is required to be observant in sorting out and choosing ideological concepts that are worthy of being exemplary or not.
Pengaruh Model ARCS dan Motivasi Belajar terhadap Keterampilan Menulis Teks Pidato Persuasif (The Effect of the ARCS Model and Learning Motivation on Persuasive Speech Text Writing Skills) Inti Ikhlasani; Syahrul Ramadhan; Ahmad Johari Sihes; Norliza Jamaluddin
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13705

Abstract

This study aims to (1) explain the effect of the ARCS and conventional learning models on writing skills; (2) explain the effect of the ARCS model Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) on writing skills for students who are highly motivated to learn; (3) explain the effect of the ARCS model on writing skills for students with low learning motivation; and (4) explain the interaction between the ARCS learning model with learning motivation towards writing skills. This type of research is a quasi-experiment. Sampling was done by purposive sampling technique. The research samples are class IXB and IXE. The research findings showed (1) the persuasive speech text writing skills of students taught by the ARCS model were higher than students taught by the conventional model for both students with high learning motivation and low learning motivation; and (2) there is an interaction between the ARCS model and learning motivation in influencing persuasive speech text writing skills.Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan pengaruh model ARCS Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dan model pembelajaran konvensional terhadap keterampilan menulis; (2) menjelaskan pengaruh model ARCS terhadap keterampilan menulis untuk siswa yang bermotivasi belajar tinggi; (3) menjelaskan pengaruh model ARCS terhadap keterampilan menulis untuk siswa yang bermotivasi belajar rendah; dan (4) menjelaskan interaksi antara model pembelajaran ARCS dengan motivasi belajar terhadap keterampilan menulis. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian, yaitu kelas IXB dan IXE. Temuan penelitian menunjukkan (1) keterampilan menulis teks pidato persuasif siswa yang diajar dengan model ARCS lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan model konvensional baik pada siswa bermotivasi belajar tinggi maupun bermotivasi belajar rendah; dan (2) terdapat interaksi antara model ARCS dan motivasi belajar dalam memengaruhi keterampilan menulis teks pidato persuasif.
Development of Online Indonesian Language Teaching Materials for Foreign Speakers for level 1 learners Helmi Muzaki; Gatut Susanto; Didin Widyartono; Ilham Aksani; Pensri Panich
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.14287

Abstract

The aims of this research is to produce bold Indonesian language teaching materials for Foreign Speakers (BIPA) for BIPA 1 students. This research uses a 4D model development model, namely defining, designing, developing and disseminating. The characteristics of the resulting teaching materials consist of 10 lesson units that can be used for learning BIPA 1 in bold. Learning topics are adapted to the BIPA 1 curriculum and relate to everyday life. These topics include letters and numbers, introductions, greetings, people closest to you, question words, simple sentences, mention of time in Indonesia, adjectives and basic expressions. The variety of Indonesian used in this open material varies between formal and informal according to the situation being discussed. Based on feasibility tests on aspects of graphics and organization, presentation, content, language and cultural values contained in the teaching materials, it can be concluded that the BIPA 1 darts teaching materials are suitable for use by BIPA 1 students.Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Secara Online untuk Pembelajar Tingkat 1Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) daring bagi pemelajar Tingkat 1. Penelitian ini menggunakan model pegembangan model 4D yaitu define, design, development, dan disseminate. Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan terdiri atas 10 unit pelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran BIPA 1 secara daring. Topik pembelajaran disesuaikan kurikulum BIPA 1 dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Topik-topik tersebut diantaranya huruf dan angka, perkenalan, salam sapaan, orang terdekat, kata tanya, kalimat sederhana, penyebutan waktu di Indonesia, kata sifat, dan ungkapan dasar. Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahan ajar ini ragam formal dan informal disesuaikan dengan situasi yang dibahas. Berdasarkan uji kelayakan terhadap aspek kegrafikaan dan organisasi, penyajian, isi, bahasa, dan nilai budaya yang terkandung dalam bahan ajar dapat disimpulkan bahwa bahan ajar daring BIPA 1 ini layak digunakan oleh pebelajar BIPA 1.
Ekspresi Tutur Pejabat Publik dalam Wacana Percakapan Virtual di Facebook (Public Officials' Speech Expressions in Virtual Conversation Discourse on Facebook) Erwin Erwin
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.14366

Abstract

This article presents the reality of speech expressed by the Governor of West Nusa Tenggara via his Facebook account. Data collection used documentation techniques, namely by capturing images on Bang Zul Zulkieflimansyah's Facebook account which were posted in May 2022. The research results showed that the Governor of West Nusa Tengggara used his Facebook account to express himself in the form of cultural, artistic and culinary appreciation; convey an appeal; greet the public; provide motivation; providing compensation; disaster responsse activities; health information; sports information; information about attending activities; tourist attraction information; meet the characters; joke (entertainment); educational information; responsse to farmer and rancher problems; legal events; and political events. Public officials tend to (dominantly) use Facebook as a means to express themselves as figures who are popular and have social sensitivity.Tulisan ini menyajikan tentang realitas tutur yang diekspresikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat melalui akun Facebook. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, yaitu dengan menangkap gambar pada akun Facebook Bang Zul Zulkieflimansyah yang diposting pada bulan Mei 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gubernur Nusa Tengggara Barat menggunakan akun Facebook-nya untuk mengekspresikan dirinya berupa apresiasi kebudayaan, seni, dan kuliner; menyampaikan himbauan; menyapa masyarakat; memberikan memotivasi; pemberian santunan; kegiatan respons bencana; informasi kesehatan; informasi olah raga; informasi menghadiri kegiatan; informasi objek wisata; bertemu dengan tokoh; lelucon (hiburan); informasi pendidikan; respons masalah petani dan peternak; peristiwa hukum; dan peristiwa politik. Pejabat publik cenderung (dominan) menggunakan Facebook sebagai sarana untuk mengkspresikan dirinya sebagai sosok yang merakyat dan memiliki kepekaan sosial.
Construction of Moral Value and Depiction of Indonesian-Chinese Folktale in Keong Mas Story Tri Wahyu Retno Ningsih; Lu Li Qian Qian; Hukmawati Hukmawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.14740

Abstract

One way to construct moral values in children is through stories. The purpose of this study is to find the construction of moral values with different cultural backgrounds in the Indonesian and Chinese versions of the Keong Mas story. The method that used in this research is a qualitative descriptive approach using literature and documentation studies. The data source is the Indonesian-Chinese version of the Keong Mas story. The results showed that the structural analysis in the two Keong Mas stories have a high degree of similarity. This similarity can be seen in the themes, characters and characterizations, plot, and mandate. The theme of the story of Keong Mas is courage, patience and courage. The main characters are a girl and a young man. The difference can be found in the settings. In the Indonesian version of the story it is set in a village, a forest edge, at home, a river, and a palace, while the Chinese version of the story is set in a village, on the side of a road around rice fields, at home, without bringing up a royal setting at all. The Indonesian and Chinese versions of the Keong Mas story construct moral values through themes which are fortitude and the mandate that a person must always do good things and strive so that his desires can be achieved.Konstruksi Nilai Moral dan Penggambaran Cerita Rakyat Indonesia-Tionghoa dalam Cerita Keong MasSalah satu cara untuk mengonstruksi nilai moral pada anak adalah melalui cerita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan konstruksi nilai moral yang berbeda latar belakang budaya dalam cerita Keong Mas versi Indonesia dan Tionghoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi literatur dan dokumentasi. Sumber datanya adalah cerita Keong Mas versi Indonesia-Tiongkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis struktural pada kedua cerita Keong Mas mempunyai tingkat kemiripan yang tinggi. Kemiripan tersebut terlihat pada tema, tokoh dan penokohan, alur, serta amanat. Cerita Keong Mas versi Indonesia dan Tionghoa mengonstruksi nilai-nilai moral melalui tema-tema yang bersifat ketabahan dan amanah bahwa seseorang harus selalu berbuat baik dan berusaha agar keinginannya dapat tercapai.
Cerita Rakyat sebagai Sarana Berliterasi Kearifan Lokal: Pendekatan Ekologi Sastra Edy Suryanto; Sumarwati Sumarwati; Atikah Anindyarini; Hadiyah Hadiyah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.14802

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai edukatif kearifan lokal dalam cerita rakyat tentang pelestarian lingkungan untuk siswa sekolah dasar. Sumber data berupa cerita rakyat di Kabupaten Karanganyar. Pengambilan data secara purposive sampling terhadap cerita rakyat (1) Asal-usul Tanaman Sayur di Desa Pancot, (2) Asal-usul Tanaman Jagung di Desa Nglurah, (3) Kisah Sunan Lawu, (4) Asal-usul Sondokoro, dan (5) Asal Mula Sapta Tirta Pablengan. Teknik baca-catat digunakan untuk pengumpulan data, sedangkan teknik interaktif untuk analisis data. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kelestarian alam dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Manusia harus memiliki sikap rendah hati, peduli, dan bertanggung jawab terhadap alam, serta kehidupan semua makhluk di dalamnya. Dengan cara menghargai, merawat, dan menjaga keseimbangan ekosistem, dapat diciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi masa depan. Masalah pelestarian lingkungan penting ditanamkan melalui pengenalan kearifan lokal dalam cerita rakyat sejak dini, khususnya pada  pendidikan dasar.Folklore as a Means of Literating Local Wisdom: Literary Ecology ApproachThis research aims to analyze the educational value of local wisdom in folklore about environmental conservation for elementary school students. The data source is folklore in Karanganyar Regency. Data were collected using purposive sampling on folklore (1) The Origins of Vegetable Plants in Pancot Village, (2) The Origins of Corn Plants in Nglurah Village, (3) The Story of Sunan Lawu, (4) The Origins of Sondokoro, and (5) The Origins of Sapta Tirta Pablengan. Note-reading technique was used for data collection, while interactive techniques for data analysis. The results of the analysis can be concluded that preserving nature and the environment is a shared responsibility. Humans must have a humble, caring, and responsible attitude towards nature and the lives of all creatures in it. By respecting, caring for and maintaining the balance of the ecosystem, we can create a better environment for future generations. Therefore, it is important to instill environmental conservation issues through the introduction of local wisdom in folklore from an early age in elementary education.
Lanskap Linguistik di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi Ahmad Khoiril Anam; Yogi Purnama; Hilda Hilaliyah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15054

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kontestasi bahasa, pelaku dan fungsi Lanskap Linguistik (LL) di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. Metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta dengan teori LL. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan fotografi, teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik koleksi data, reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini terdapat dua kontestasi bahasa dengan empat variasi yaitu 1) bahasa Indonesia; 2) bahasa Inggris; 3) bilingual bahasa Indonesia-Inggris; dan 4) campur kode. Kontestasi bilingual bahasa Indonesia-Inggris mencapai 61,56% atau 660 temuan, kontestasi bahasa Indonesia 36,11% atau 387 temuan, kontestasi bahasa Inggris ditemukan 2,15% atau 23 temuan, kontestasi campur kode ditemukan dua kasus atau 0,18%. Pelaku otoritas publik sebagai pelaku utama LL dengan tanda publik. Bootom up tidak ditemukan karena situasi tanpa pertandingan.Linguistic Landscape at Patriot Candrabhaga Stadium in Bekasi CityThis research aims to describe language contestation, actors, and functions of the linguistic landscape at Patriot Candrabhaga Stadium, Bekasi City. The method used in this research is a descriptive research method using a qualitative approach and landscape linguistics theory. As for the data collection technique, this research uses observation and photography techniques, technic analysis data in this research using collecting data interpretation and conclusion. The result of this research shows that linguistic landscape Patriot Candrabhaga stadium, Bekasi City, there are two language contestations with 4 variations that is 1) Indonesian language 2) English language 3) bilingual language Indonesian-English; (4) code mixing. Contestation bilingual Indonesian-English language reaches 61,56% or 660 findings. Contestation Indonesian language 36,11% or 387 findings, contestation English language findings 2,15% or 23 findings, contestation code mixing findings two cases or 0,18%. The actors of public authority as the main actors in the linguistic landscape with public signs. Bottom-up not found due to no-match situation.
Makna Tanda pada Poster Digital sebagai Media Promosi Wisata: Pendekatan Semiotika Saussure Tri Pujiati; Meria Zakiyah Alfisuma
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15297

Abstract

Poster wisata berisi ajakan dengan menggunakan tanda-tanda berupa teks dan juga gambar visual yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini berupaya untuk melihat pemaknaan verbal dan visual pada poster wisata digital di Bangkalan, Madura. Penelitian dengan desain deskriptif kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dari poster digital yang ada di Bangkalan, Madura. Poster wisata digital yang diteliti sebanyak 3 buah dan telah diunggah ke media sosial (FB, IG, dan Tiktok). Poster wisata digital dilengkapi dengan penggunaan 3 bahasa (Madura, Indonesia, dan Inggris) dan juga desain gambar yang menarik yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Madura. Penelitian dengan menggunakan pendekatan teori Semiotik Saussure ini menunjukkan hasil bahwa tampilan visual dan verbal pada poster memberikan informasi yang jelas terkait ajakan untuk mengunjungi tempat wisata di Bangkalan. The Meaning of Signs on Digital Posters as Tourism Promotion Media: Saussure's Semiotic ApproachTourist posters contain invitations using signs in the form of text and also visual images that are interesting to examine.This research attempts to look at the verbal and visual meaning of digital tourist posters in Bangkalan, Madura. This research with a qualitative descriptive design was carried out using data collection techniques in the form of documentation from digital posters in Bangkalan, Madura. There were 3 digital tourist posters researched and uploaded to social media (FB, IG, and Tiktok). Digital tourist posters are equipped with the use of 3 languages, (Madurese, Indonesian and English) and also attractive image designs that depict the local wisdom of the Madurese people. Research using Saussure's semiotic theory approach shows the results that the visual and verbal displays on the poster provide clear information regarding the invitation to visit tourist attractions in Bangkalan.Â