cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Wilayah Indramayu: Kajian Lanskap Linguistik Moh. Fajrul Alfien; Ani Rakhmawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.17999

Abstract

Pemakaian bahasa pada papan nama toko merupakan salah satu bentuk penggunaan bahasa di ruang publik. Fenomena tersebut secara implisit merepresentasikan vitalitas suatu bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vitalitas bahasa Jawa dialek Indramayu di ruang publik Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Papan nama toko dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi melalui aplikasi Google Maps. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ditemukan dua bentuk pemakaian bahasa di ruang publik Indramayu, yakni monolingual dan bilingual. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling sering ditampilkan di ruang publik. Di sisi lain, bahasa Jawa dialek Indramayu yang menjadi mayoritas bahasa ibu masyarakat lokal tidak mendapatkan porsi yang baik di ruang publik. Dengan demikian, melemahnya vitalitas bahasa Jawa dialek Indramayu di ruang publik menjadi salah satu indikasi kepunahan bahasa daerah.The Use of Indonesian in Public Spaces in Indramayu Region: A Linguistic Landscape StudyThe use of language on shop signs is one form of language used in public spaces. This phenomenon implicitly represents the vitality of a language. This study aims to determine the vitality of the Indramayu dialect of Javanese in the Indramayu public space. This study uses a qualitative method. Shop signs in this study were collected using documentation techniques through the Google Maps application. The study results show that two forms of language use were found in the Indramayu public space: monolingual and bilingual. Indonesian and English are the languages most often displayed in public spaces. On the other hand, the Indramayu dialect of Javanese, which is the majority of the local community's mother tongue, does not get a good portion in public spaces. Thus, the weakening vitality of the Indramayu dialect of Javanese in public spaces is one indication of the extinction of regional languages.
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Kejuruan Ida Zulaeha; Hasnah Setiani; Suratno Suratno
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.18215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas produk pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluatif dengan metode kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas X Desain Komunikasi Visual 1 di SMK Negeri 11 Semarang, kelas X Boga 2 di SMK Negeri 6 Semarang, dan kelas X Akuntansi 3 di SMK Negeri 9 Semarang. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dan teknik penskoran ratting scale. Hasil penelitian ini adalah produk pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi telah dilaksanakan untuk semua kondisi ideal dengan perolehan skor rata-rata 67%. Produk pembelajaran Bahasa Indonesia memenuhi indikator ketercapaian (1) kompetensi pengetahuan, (2) kompetensi keterampilan, (3) hasil Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan (4) kompetensi yang dibutuhkan menghadapi era digital.Differentiated Indonesian Language Learning In the Independent Curriculum in Vocational High SchoolsThis study aims to evaluate the quality of differentiated Indonesian language learning products in Vocational High Schools (SMK). This study uses an evaluative approach with descriptive quantitative and qualitative methods. The subjects of this study were students of class X Visual Communication Design 1 at SMK Negeri 11 Semarang, class X Culinary 2 at SMK Negeri 6 Semarang, and class X Accounting 3 at SMK Negeri 9 Semarang. Data collection through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used the Miles and Huberman interactive model and the rating scale scoring technique. The results of this study are that differentiated Indonesian language learning products have been implemented for all ideal conditions with an average score of 67%. Indonesian language learning products meet the achievement indicators (1) knowledge competencies, (2) skills competencies, (3) results of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and (4) competencies needed to face the digital era.
Ketauhidan dalam Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji: Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur Yosi Wulandari; Virma Tama Saputra
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.18366

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ketauhidan dalam Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Teori yang digunakan dalam riset ini adalah hermeneutika Paul Ricouer. Subjek penelitian ini adalah 12 pasal pada Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Objek riset ini adalah ketauhidan dalam Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Metode pengumpulan data menggunakan metode baca, simak, dan catat. Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah human instrumen. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Data penelitian dikumpulkan dan dianalisis dengan tahap hermeneutika Paul Ricoure, yaitu objektif, reflektif, dan filosofis. Hasil penelitian ini menemukan ketauhidan Islam dalam gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji pada keseluruhan bait. Ketauhidan dalam Gurindam Dua Belas karya raja Ali Haji ini memuat konsep agama, pengenalan Allah, pemahaman akan diri dan akhirat, serta tata cara ibadah seperti salat, puasa, zakat, dan haji.Monotheism in Gurindam Dua Belas by Raja Ali Haji: Paul Ricoeur's Hermeneutic StudiesThe purpose of this study is to describe monotheism in Gurindam Dua Belas by King Ali Haji. The theory used in this research is Paul Ricouer's hermeneutics. The subject of this research is 12 articles of Gurindam Dua Belas by Raja Ali Haji. The object of this research is monotheism in Gurindam Dua Belas by Raja Ali Haji. The data collection method uses the reading, listening, and recording methods. The research instrument used in this study is a human instrument. The validity of the data uses the triangulation technique of data sources. The research data was collected and analyzed using Paul Ricoure's hermeneutic stages: objective, reflective, and philosophical. The results of this study found the monotheism of Islam in the Gurindam Dua Belas by Raja Ali Haji in the entire temple. Monotheism in Gurindam Dua Belas by King Ali Haji contains the concept of religion, the knowledge of Allah, the understanding of oneself and the hereafter, as well as the procedures of worship such as prayer, fasting, zakat, and hajj. 
Kecerdasan Interpersonal Siswa Melalui Kearifan Lokal pada Program GLS, P5, dan Sabtu Budaya di Lombok Syaiful Musaddat; Syamsinas Jafar; Yuniar Nur Nazir; Ratna Yulida Arsanty
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.18391

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis profil kecerdasan interpersonal siswa sebagai dampak dari pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan Sabtu Budaya. Kajian pada tulisan ini melibatkan sejumlah tokoh adat Sasak, 224 siswa, dan 20 guru dari 10 Sekolah Dasar di Pulau Lombok, NTB, Indonesia. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan disajikan secara naratif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa dari sekolah dengan kategori baik, memiliki kecerdasan interpersonal yang jauh lebih tinggi daripada siswa pada sekolah-sekolah berkategori cukup baik, dan (2) kearifan lokal Sasak sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan, media, atau strategi pengembangan karakter sosial, khususnya kecerdasan interpersonal siswa. Kearifan lokal yang dimaksud, seperti: ngayo ‘saling mengunjungi’ dan saling perasaq ‘saling berbagi’. Sekolah yang berkategori baik, telah melaksanakan GLS dan Sabtu Budaya dengan memanfaatkan berbagai kearifan lokal Sasak.Students' Interpersonal Intelligence Through Local Wisdom In the GLS, P5, and Saturday Cultural Programs in LombokThis study aims to analyze the profile of students' interpersonal intelligence as an impact of implementing the School Literacy Movement (GLS) program, the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and Saturday Culture. The study in this paper involved several Sasak traditional figures, 224 students, and 20 teachers from 10 Elementary Schools in Lombok Island, NTB, Indonesia. The data were analyzed using qualitative descriptive techniques and presented in an explanatory narrative. The results of the study indicate that: (1) students from schools with a good category have much higher interpersonal intelligence than students from schools with a fairly good category, and (2) Sasak local wisdom has great potential to be developed as material, media, or strategies for developing social character, especially students' interpersonal intelligence. The local wisdom in question, such as ngayo 'visiting each other' and saling perasaq 'sharing each other'. Schools categorized as good have implemented GLS and Cultural Saturdays by utilizing various local Sasak wisdom.
Ritual Fek Nono Hau Ana dalam Sistem Pertanian Masyarakat Miomaffo Timur: Kajian Wacana Kritis Teun van Dijk Joni Soleman Nalenan; Yanuarius Seran
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.18463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur makro dan superstruktur dalam wacana ritual Fek Nono Hau Ana berdasarkan pendekatan analisis wacana kritis Teun Van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa wacana ritual Fek Nono Hau Ana dilakukan beberapa lokasi, yakni tola, pintu pertama Oename, pintu kedua Oename, puncak Oename, dan mesbah utama, tetapi masih merupakan satu-kesatuan yang tidak terpisahkan. Tema global wacana ritual Fek Nono Hau Ana adalah religiusitas yang merupakan suatu proses pencarian jalan kebenaran atau petunjuk oleh masyarakat Tun Tun kepada leluhur untuk membuka lahan baru dalam bercocok tanam. Secara skematik, wacana ritual Fek Nono Hau Ana terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan merupakan sapaan kepada leluhur, bagian isi merupakan permohonan izin kepada leluhur, dan bagian penutup merupakan harapan dari masyarakat kepada leluhur keempat suku besar, Maun Ufa, Bana Mnasi, dan sang pemberi berkat untuk memberikan petunjuk perizinan membuka lahan. Penelitian ini berimplikasi langsung pada masyarakat Timur secara khusus, yakni sebagai suatu bentuk pendokumentasian dalam rangka pengantisipasian kepunahan ritual Fek Nono Hau Ana.Fek Nono Hau Ana Ritual in the Agricultural System of the East Miomaffo Community: Teun Van Dijk's Critical Discourse StudyThis study uses Teun Van Dijk's critical discourse analysis approach to describe the macrostructure and superstructure in the Fek Nono Hau Ana ritual discourse discourse. This study uses a qualitative descriptive method. The findings show that the Fek Nono Hau Ana ritual discourse is carried out in several locations, namely tola, the first door of Oename, the second door of Oename, the peak of Oename, and the main altar, but it is still an inseparable whole. The global theme of the Fek Nono Hau Ana ritual discourse is religiosity, a process of searching for the path of truth or guidance by the Tun Tun community to their ancestors to open new land for farming. Schematically, the Fek Nono Hau Ana ritual discourse consists of an introduction, content, and closing. The introduction is a greeting to the ancestors, the content is a request for permission to the ancestors, and the closing is the community's hope for the ancestors of the four major tribes, Maun Ufa, Bana Mnasi, and the giver of blessings to provide guidance for permission to open land. This research has direct implications for Eastern society, namely as a form of documentation to anticipate the extinction of the Fek Nono Hau Ana ritual.
Makna Religiusitas dalam Puisi Ebbhu Karya Sugik Muhammad Sahar: Studi Hermeneutika Paul Ricoeur Moh. Tabarok; Ari Ambarwati; Akhmad Tabrani
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius dalam puisi Ebbhu karya Sugik Muhammad Sahar yang berhubungan dengan masyarakat Madura serta interpretasi nilai-nilai religius berdasarkan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Analisis data mengikuti prosedur hermeneutika Ricoeur yang meliputi: (1) distansiasi (pembacaan objektif teks); (2) interpretasi (pemaknaan simbol dan metafora); (3) apropriasi (kontekstualisasi makna); dan (4) referensi (penemuan makna di balik teks). Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai religiusitas dalam puisi Ebbhu karya Sugik Muhammad Sahar. Nilai-nilai religius ini berhubungan dengan nilai keagamaan yang terdapat pada masyarakat Madura seperti ketaatan dalam beribadah (ubudiyah), penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual (ta’dzim), pencarian ilmu pengetahuan (tholabul ’ilmi), dan keteguhan dalam menjalankan ajaran agama (istiqomah).The Meaning of Religious in The Poetry Ebbhu by Sugik Muhammad Sahar: Poul Ricour's Hermeneutic StudiesThis study aims to describe the religious values in Sugik Muhammad Sahar's Ebbhu poem related to Madurese society and the interpretation of religious values based on Paul Ricoeur's hermeneutic approach. Data collection was conducted through literature study. Data analysis followed Ricoeur's hermeneutic procedures which included: (1) distanciation (objective reading of the text); (2) interpretation (meaning of symbols and metaphors); (3) appropriation (contextualization of meaning); and (4) reference (discovery of meaning behind the text). The results of the study showed the existence of religiosity values in Sugik Muhammad Sahar's Ebbhu poem. In addition, these religious values are related to religious values found in Madurese society such as obedience in worship (ubudiyah), respect for spiritual values (ta'dzim), seeking knowledge (tholabul 'ilmi), and steadfastness in carrying out religious teachings (istiqomah).
Numerical Wordplay in Digital Communication: A Corpus Linguistic Study on Cyber-pragmatics Kunjana Rahardi; Wahyudi Rahmat
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18656

Abstract

This research aims to elucidate the pragmatic significance of employing numerical wordplay with humorous undertones from a cyber-text semio-pragmatics perspective. Social media serves as the primary data source, with textual content featuring instances of numerical wordplay with comedic elements constituting the substantive data. Data collection involved reading and note-taking techniques, followed by identification, selection, classification, and typification to distinguish between suitable and unsuitable data for analysis. Triangulation was employed to validate the data, involving both experts in the field and relevant theoretical frameworks. Contextual analysis was utilized as the analytical method to uncover the pragmatic meanings embedded within the use of numerical wordplay. The findings reveal various pragmatic functions, including concealing speech intent, maintaining secrecy, easing speech delivery, playful engagement, manipulation of speech intent, and inviting humor with speech partners. This research contributes theoretically to the advancement of pragmatics and cyber-pragmatics as interdisciplinary fields within linguistics, particularly in the realm of digital communication. Furthermore, it offers practical implications for fostering further research in pragmatics, especially in the emerging field of cyber-pragmatics, which warrants further exploration and scholarly attention.   Permainan Kata Numerik dalam Komunikasi Digital: Sebuah Studi Linguistik Korpus tentang Pragmatik SiberPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan signifikansi pragmatis dari penggunaan permainan kata numerik dengan nada humor dari perspektif semio-pragmatik teks siber. Media sosial berfungsi sebagai sumber data utama, dengan konten tekstual yang menampilkan contoh permainan kata numerik dengan elemen komedi yang merupakan data substantif. Pengumpulan data melibatkan teknik membaca dan mencatat, diikuti oleh identifikasi, pemilihan, klasifikasi, dan tipifikasi untuk membedakan antara data yang sesuai dan tidak sesuai untuk analisis. Triangulasi digunakan untuk memvalidasi data, melibatkan para ahli di lapangan dan kerangka teoritis yang relevan. Analisis kontekstual digunakan sebagai metode analisis untuk mengungkap makna pragmatis yang tertanam dalam penggunaan permainan kata numerik. Temuan tersebut mengungkapkan berbagai fungsi pragmatis, termasuk menyembunyikan maksud ujaran, menjaga kerahasiaan, memudahkan penyampaian ujaran, keterlibatan yang menyenangkan, manipulasi maksud ujaran, dan mengundang humor dengan mitra tutur. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis terhadap kemajuan pragmatik dan pragmatik siber sebagai bidang interdisipliner dalam linguistik, khususnya dalam bidang komunikasi digital. Lebih jauh, penelitian ini menawarkan implikasi praktis untuk mendorong penelitian lebih lanjut dalam pragmatik, khususnya dalam bidang cyber-pragmatik yang sedang berkembang, yang memerlukan eksplorasi lebih lanjut dan perhatian ilmiah.
Eksplorasi Fonemik terhadap Bahasa Kerinci: Studi pada Isolek Koto Renah Lailatul Rahmi; Rina Marnita; Nadra Nadra
Indonesian Language Education and Literature Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v11i1.18729

Abstract

Bahasa Kerinci sebagai salah satu bahasa daerah di Sumatra memiliki variasi dialektal yang beragam, termasuk isolek Koto Renah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis bunyi, bentuk fonem dan distribusinya, serta pola silabel dalam isolek. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simak dan cakap yang didukung oleh teknik rekam dan catat. Data lisan yang diperoleh kemudian ditranskripsikan secara fonetis dengan merujuk pada International Phonetic Alphabet (IPA). Selanjutnya, data dianalisis melalui uji pasangan minimal, uji distribusi komplementer, serta metode padan fonetis artikulatoris dengan alat ucap sebagai penentu pembentukan bunyi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolek Koto Renah memiliki 37 bunyi yang mencakup vokoid, kontoid, dan diftong. Sistem fonemnya terdiri atas 31 fonem, meliputi enam fonem vokal, yaitu /i/, /e/ /ə/, /a/, /u/, dan /o/ dengan alofon [o~ɔ]; enam fonem diftong, yaitu /əa/ dengan alofon [əa~ea], /ay/, /aw/, /oa/, /ɔa/, dan /ow/ dengan alofon [ow~ou]; serta sembilan belas fonem konsonan, yaitu /p/, /b/, /t/, /d/, /c/, /j/, /k/, /g/, /m/, /n/, /ɲ/, /ŋ/, /l/, /r/, /s/, /w/, /y/, /h/, dan /ʔ/. Pola suku kata yang ditemukan dalam isolek Koto Renah terdiri atas tujuh pola, yaitu V, VK, KV, KD, KDK, KVK, dan KKDK. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan kajian fonologi bahasa Kerinci serta mendukung pelestarian bahasa daerah melalui dokumentasi ilmiah.Phonemic Exploration of Kerinci Language: A Study on Koto Renah Isolect Kerinci language as one of the regional languages in Sumatra has diverse dialectal variations, including the Koto Renah isolect. This study aims to identify and describe sound types, phoneme forms and their distribution, as well as syllable patterns in the isolect. Data collection was conducted using listening and conversational methods supported by recording and note taking techniques. The obtained oral data were then transcribed phonetically with reference to the International Phonetic Alphabet (IPA). Subsequently, the data were analyzed through minimal pair tests, complementary distribution tests, and articulatory phonetic matching methods with speech organs as determinants of language sound formation. The results show that the Koto Renah isolect has 37 sounds encompassing vocoids, contoids, and diphthongs. Its phonemic system consists of 31 phonemes, comprising six vocal phonemes: /i/, /e/, /ə/, /a/, /u/, and /o/ with allophone [o~ɔ], /ay/, /aw/, /oa/, /ɔa/, and /ow/ with allophone[əa~ea]; and nineteen consonant phonemes: /p/, /b/, /t/, /d/, /c/, /j/, /k/, /g/, /m/, /n/, /ɲ/, /ŋ/, /l/, /r/, /s/, /w/, /y/, /h/, and /ʔ/. The syllable patterns found in the Koto Renah isolect consist of seven patterns: V, VK, KV, KD, KDK, KVK, and KKDK. This research has implications for strengthening Kerinci language phonological studies and supports the preservation of regional languages through scientific documentation.
Komparasi Frekuensi Kemunculan Bentuk Standar dan Bentuk Tidak Standar Bahasa Indonesia Berbasis Korpus Rahmad Hidayat; Mochammad Asyhar; Hasanuddin Chaer; Agusman Agusman; Mohammad Fakhri Rahman Setiawan Putra
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan gambaran frekuensi kemunculan bentuk standar dan tidak standar dalam korpus. Korpus yang digunakan adalah korpus LCC Indonesian 2023 yang terdapat dalam situs web https://cqpweb.lancs.ac.uk/. Korpus ini mencakup berbagai teks dari tahun 2008 sampai dengan 2022. Data yang diperbandingkan dalam penelitian ini terdiri dari 12 kategori yang secara keseluruhan terdiri dari 150 bentuk. Analisis data dilakukan dengan membandingkan angka frekuensi antara bentuk standar dan tidak standar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan bentuk standar dalam korpus lebih banyak dibandingkan dengan bentuk tidak standar, yakni 76,46% berbanding 23,44%. Ditemukan pula jumlah bentuk tidak standar lebih banyak dibandingkan bentuk standar pada kategori tertentu serta masih terdapat penggunaan bentuk lewah/mubazir. Penggunaan bentuk tidak standar masih dilakukan oleh penutur bahasa Indonesia sehingga diperlukan langkah strategis untuk mereduksinya.Comparison of Occurrence Frequency of Standard and Nonstandard Forms of Corpus-Based Indonesian LanguageThis study aims to describe the frequency of occurrence of standard forms and nonstandard forms in the corpus. The Indonesian 2023 LCC corpus is found on the website https://cqpweb.lancs.ac.uk/. This corpus includes various texts from 2008 to 2022. The data compared in this study consisted of 12 categories, which in total consisted of 150 forms. The data was analyzed by comparing the frequency rate between standard and nonstandard forms. The results revealed that the use of standard forms in the corpus was more than the nonstandard forms, 76.46% versus 23.44%. It was also found that the number of nonstandard forms is more than the standard forms in certain categories, and redundant forms are still used. It is necessary to take strategic measures to decrease the use of nonstandard forms by Indonesian speakers.
Mendisplai Perilaku Masyarakat Jawa Timur melalui Teks di Ruang Publik Masjid Agung: Kajian Lanskap Linguistik Sugeng Susilo Adi; Dany Ardhian; Mohammad Hasbullah Isnaini
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18845

Abstract

Masjid agung tidak hanya menjadi sarana beribadah, tetapi juga menunjukkan eksistensi simbol-simbol Islam, sejarah, aktivitas masyarakat, dan ikon suatu kota. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi (1) bentuk dan pola penggunaan bahasa, (2) fungsi informasi-simbolis (3) karakter, perilaku, motivasi, gaya hidup,  budaya, dan ekonomi melalui pesan teks. Sejumlah 1818 data foto diambil dari teks-teks pada masjid-masjid agung di 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Pengambilan data menggunakan observasi dan dokumentasi (fotografi). Analisis data menggunakan pendekatan Lanskap Linguistik Landry dan Bourhis (1997) disertai wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 bahasa yang terlibat  dalam teks di ruang publik sekitar masjid agung di Jawa Timur. Dominasi bahasa Indonesia terlihat dalam pola monolingual, bilingual, multilingual. Teks-teks yang terdapat pada masjid agung di Jawa Timur memperlihatkan berbagai aktivitas masyarakat, yaitu ibadah, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pelestarian sejarah. Akan tetapi, teks-teks tersebut juga menunjukkan perilaku masyarakat yang kurang baik, seperti isu kesehatan, keamanan, dan lingkungan.Displaying East Javanese Community Behavior through Texts in the Public Space of the Great Mosque: A Linguistic Landscape StudyThe grand mosque serves not only as a place of worship but also as a symbol of Islamic icons, history, community activities, and the identity of a city. This study aims to investigate (1) the forms and patterns of language use, (2) the symbolic-informational functions, (3) the character, behavior, motivation, lifestyle, culture, and economy through text messages. A total of 1,818 photo data were collected from the texts found on the grand mosques in 38 cities/regencies in East Java. Data collection was conducted through observation and documentation (photography). Data analysis employed the Linguistic Landscape approach by Landry and Bourhis (1997), accompanied by interviews. The findings reveal that 13 languages are involved in the texts found in public spaces around the grand mosques in East Java. The dominance of the Indonesian language is evident in monolingual, bilingual, and multilingual patterns. The texts on the grand mosques in East Java reflect various community activities, including worship, health, education, economics, and historical preservation. However, these texts also highlight undesirable behaviors in the community, such as health issues, security concerns, and environmental issues.