cover
Contact Name
Mujib Ubaidillah
Contact Email
mujib_ubaidillah@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285729320217
Journal Mail Official
sceducatia@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Department of Biology Education, Faculty of Education and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan, Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45131
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains
ISSN : 23031530     EISSN : 25277596     DOI : https://doi.org/10.24235/sc.educatia
Core Subject :
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains publishes scientific paper the results of the study and review of the literature in the sphere of natural sciences education and natural science. Additionally, this journal also covers the issues of environmental education & environmental science. This journal is published twice a year in June and December. Focus Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains publishes original research articles in the study of science education and natural science. Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains accepts articles related to environmental education and environmental science. Scope This journal specializes in studying the theories and practices of science education and natural science, and is intended to express original research and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics: Teaching and Learning Science Education Science Education Policy Science Teacher Education Biology Chemistry Physics Environmental Education and Environmental Science
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
SYSTEMIC LUPUS ERITHEMATOSUS (SLE): KELAINAN AUTOIMUN BAWAAN YANG LANGKA DAN MEKANISME BIOKIMIAWINYA Evi Roviati
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i2.474

Abstract

Belum banyak orang yang mengenal penyakit lupus atau Systemic Lupus Erithematosus (SLE), karena memang penyakit langka. Namun akhir-akhir ini ada kecenderungan peningkatan prevalensi terjadinya kasus lupus ini.  Gejala yang paling mudah dikenali adalah adanya bercak merah di sekitar wajah yang menyerupai kupu-kupu yang disebut “Butterfly Rush”.  Mekanisme biokimiawinya belum banyak diketahui, namun penyebab pastinya adalah disfungsional sistem imun.  Kelainan ini disebabkan adanya mutasi pada gen-gen yang menentukan permukaan sel limpfosit, sehingga antibodi menyerang bagian-bagian tubuh sendiri, atau yang disebut dengan autoimun.
Development of Argumentation-Based Critical Thinking Skills Tests in Microbiology Laboratory Evi Roviati; Ari Widodo; Widi Purwianingsih; Riandi Riandi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 8 No. 1 (2019): June 2019
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v8i1.475

Abstract

This study aims to develop an instrument used to measure students' argumentation-based critical thinking skills (CTS) in microbiology practicum activities.  This study used a phased model for the development of tools, which consists of the stages of defining constructs and formulating objectives in the form of mapping aspects of the critical thinking skills and the microbiology concepts, formulating test item formats, constructing item questions, constructing scoring guidelines, evaluating by experts for content validation, pilot testing on students and analyzing the results. The test items were then analyzed to determine the validity, reliability, distinguishing features and degree of difficulty. The instrument produced in this study used 6 CTS indicators which were considered the most relevant to argumentation and laboratory activities, and consisted of 18 open-ended questions with 5 contexts. The results of expert validation show that the instrument is content valid and can be used for the next step. Furthermore, the results of the pilot test show that of the 18 questions that were tested, as many as 17 questions were declared valid and 1 question was corrected.  Overall the test questions were declared reliable. Thus, the results of this study recommend the use of questions on this test in studies that measure argumentation-based critical thinking skills in microbiology laboratory.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DALAM BENTUK MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 9 CIREBON PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM Resti Wayu Danaswari; Evi Roviati; Kartimi Kartimi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.477

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran biologi yang hanya terfokus pada penyampaian materi semata.  Pembelajaran yang ada sekarang tidak bersifat kontekstual. Guru masih menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi. Guru belum menggunakan media pembelajaran oleh karena itu media komik bisa digunakan sebagai salah satu alternatif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan bahan ajar dalam bentuk media komik pada materi pembelajaran ekosistem, untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan bahan ajar media komik dengan bahan ajar buku paket pada materi pembelajaran ekosistem, untuk mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar media komik yang digunakan.Sample dalam penelitian ini adalah satu kelas eksperimen dengan jumlah 35 siswa dan satu kelas kontrol dengan jumlah 34 siswa. Teknik pengembangan media menggunakan model 4-D (Define, Design, Development & Disseminate), desain penelitian yang digunakan yaitu pretest-posttes control group, pengambilan sample dalam penelitian ini dengan purposive sampling yaitu penentuan kelas eksperimen dan kontrol berdasarkan rujukan dari guru IPA kelas X.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan test.Validasi media didapat dari hasil analisis perhitungan validasi ahli dengan nilai rata-rata persentase paling tinggi yaitu sebesar 74,6% yang kriterianya dinyatakan layak pada aspek efek media terhadap strategi pembelajaran. Nilai rata-rata siswa kelas eksperimen mengalami kenaikan yaitu dari nilai rata-rata Pre Test 57.13 menjadi 75,88 pada rata-rata Post Test dan nilai rata-rata gain sebesar 0.40. Sedangkan kelas kontrol rata-rata siswa mengalami kenaikan dari nilai rata-rata awal 57.94 menjadi 68.38 pada rata-rata akhir dan nilai rata-rata gain sebesar 0.23. Rata-rata gain kelas eksperimen 0.40 terbilang sedang dan kelas kontrol 0.23 terbilang rendah. Uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikan menunjukkan 0,000 < 0,05 maka Ha diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan media komik dan kelas yang tidak menggunakan media komik. Hasil respon siswa terhadap media komik menunjukkan kriterium 77% yang berkategori kuat.Pembelajaran dengan mengembangkan bahan ajar komik menurut ahli media, bahasa dan materi layak digunakan, hasil belajar siswa yang menggunakan media ini juga meningkat yang terlihat dari perbedaan yang signifikan pada hasil tes. Respon siswa pada media komik ini juga sangat bagus dibuktikan dengan kategori yang kuat.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SAINS, LINGKUNGAN, TEKNOLOGI, MASYARAKAT DAN ISLAM (SALINGTEMASIS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM KELAS X DI SMA NU (NADHATUL ULAMA) LEMAHABANG KABUPATEN CIREBON Muhammad Taufik Aditia; Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.478

Abstract

AbstrakPengembangan modul pembelajaran berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis) merupakan bagian dari pembelajaran yang mengaitkan lingkungan sekitar dengan nilai – nilai Islam menjadi tak terpisahkan sebagai aplikasi integrasi dengan pembelajaran biologi tentang ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul  pembelajaran berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis) pada konsep Ekosistem kelas X, mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa beserta perbedaannya antara yang diterapkan modul dan yang tidak dietrapkan, dan mengkaji respon siswa terhadap pengembangan modul berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis) di  kelas X di SMA NU (Nadhatul Ulama) Lemahabang Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode eksperimen.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui angket, uji modul berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis), dan tes hasil belajar. Untuk uji analisis digunakan uji normalitas, uji homogenitas dan Uji t Paired Sample Test.Berdasarkan hasil penelitian tentang pengembangan bahan ajar melalui beberapa tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain modul, pengemebangan bahan ajar, validasi modul oleh para ahli, dan uji coba modul. Peningkatan hasil belajar siswa dengan modul sebesar 0,28 dengan kriteria cukup baik. Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan  antara kelas eksperimen dan control. Respon dari siswa sebesar 82.07% yang berarti sangat kuat terhadap penggunaan modul. Kata kunci : Modul Biologi Berbasis (Salingtemasis), Hasil Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM KELAS X DI SMA NEGERI 1 KRANGKENG Ainatur Rahmah; Ina Rosdiana Lesmanawati; Wahidin Wahidin
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.480

Abstract

Belajar ialah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Pembelajaran sains di SMA Negeri 1 Krangkeng masih memfokuskan pada penguasaan konsep, kemampuan siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis (KBK) masih rendah.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengkaji bagaimana aktivitas siswa pada penerapan Model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa (2) untuk mengkaji seberapa besar perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol (3) untuk mengetahui respon siswa pada penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Desain penelitian ini menggunakan model pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, observasi, dan angket.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) KBK siswa pada saat diterapkan Model pembelajaran inkuiri terbimbing sebagian besar 80% dengan kategori baik (2) Hasil N-gain kelas eksperimen sebesar 0.42 sedangkan kelas kontrol 0.21. Hasil statistik menunjukkan bahwa nilai sig 0.001<0.05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terdapat perbedaan signifikan peningkatan KBK antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol (3) Prosentase rata-rata angket sebesar 80% dengan kategori sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam aktivitas belajar kelas eksperimen mengalami peningkatan KBK, KBK kelas eksperimen meningkat lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol, siswa merespon dengan baik penerapan Model pembelajaran inkuiri terbimbing. Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir Kritis
PENERAPAN PENDEKATAN SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, SOCIETY) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS IMTAQ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 8 KOTA CIREBON Siti Komariah; Nurul Azmi; Ria Yulia Gloria
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.481

Abstract

Kegiatan pembelajaran bermuatan nilai, perlu dilakukan, demi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Kurangnya kepedulian siswa terhadap lingkungan merupakan salah satu contoh belum berhasilnya suatu pendidikan. Hasil observasi yang penulis lakukan menunjukkan lebih dari 50% nilai ulangan siswa belum mencapai KKM. Hal yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan menerapkan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ, yang memudahkan siswa memahami materi yang diajarkan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) aktivitas siswa saat penerapan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ; (2) perbedaan peningkatan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dalam pembelajaran Biologi berbasis IMTAQ dengan siswa yang tidak diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dan tidak berbasis IMTAQ; (3) respon siswa terhadap penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan angket. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X, berjumlah 329 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Data hasil tes dianalisis dengan uji Independent Samples Test (uji t). Hasil penelitian menunjukkan (1) aktivitas siswa saat penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ mengalami peningkatan dan tergolong baik, dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 71,47%; (2) hasil uji statistik menunjukkan sig. 0,001 < 0,05, Ha diterima yaitu terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ dengan siswa yang tidak diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dan tidak berbasis IMTAQ pada konsep pencemaran lingkungan di kelas X SMA Negeri 8 Kota Cirebon; (3) rata-rata persentase angket secara keseluruhan 79,68% dengan kriteria kuat, artinya siswa memberikan respon yang baik terhadap penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa  terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ dengan siswa yang tidak diajar dengan pendekatan SETS dan tidak berbasis IMTAQ.Kata Kunci : Pendekatan SETS, Berbasis IMTAQ, Hasil Belajar
PROFESIONALISME MAHASISWA BIOLOGI MENGINTEGRASIKAN PELAJARAN BIOLOGI DENGAN AGAMA ISLAM Anda Juanda
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.483

Abstract

Integrasi disiplin ilmu umum (pelajaran biologi) dengan pelajaran  agama Islam merupakan keniscayaan di semua jenjang pendidikan mulai pendidikan dasar (SD/MI) hingga Perguruan Tinggi (PT).  Tanpa adanya integrasi antara kedua pelajaran tersebut bisa menimbulkan dampak dikotomi (terpisah) antara pelajaran biologi dengan pelajaran agama Islam.Para pengembang kurikulum harus peduli terhadap pengintegrasian mata pelajaran. Pengintegrasian berarti memadukan, mengabungkan, dan menyatukan antar disiplin ilmu. Bagaimanapun juga, kurikulum (mata pelajaran) adalah suatu hal yang terintegrasi. Kadar dan tingkat keintegrasian pelajaran biologi dengan pelajaran agama Islam lebih ditentukan oleh filosofis pengembang kurikulum/guru,  dibandingkan berdasarkan data empiris. Kata kunci: integrasi, kurikulum, pengembang kurikulum
PENERAPAN PROJECT BASE LEARNING (PBP) BAGI MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA MATA KULIAH SAINS TERAPAN Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.485

Abstract

Pembelajaran Berbasis  (PBL/PBP) memiliki potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna untuk pebelajar usia dewasa(andragogi) termasuk mahasiswa calon guru biologi,guna mempersiapkan untuk memasuki lapangan kerja. Tidak terkecuali bagi mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah sains terapan yang menuntut mahasiswa untuk aktif secara mandiri maupun kolaboratif dalam mengintegrasikan teoritik dengan masalah-masalah yang terkait dengan konsep sains. Penelitian dilakukan pada mahasiswa calon guru biologi di semester 7 dengan instrumen berupa observasi dan penilaian unjuk kerja. Didapatkan hasil pada penerapan PBL/PBP efektif dengan rerata indikator observasi sebesar 80,5. Pada penilaian produk hasil kerja/proyek mandiri didapatkan rerata 89,7 dan penilaian produk hasil kerja/proyek kelompok didapatkan rerata 91,6. Dengan demikian  PBL/PBP efektif bagi mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah sains terapan. Kata Kunci : PBP, Sains Terapan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS VII SMP NEGERI 3 SUMBER Ratnasari Ratnasari; Endang Endang; Djohar Maknun
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i2.486

Abstract

Maraknya pencemaran lingkungan dan rendahnya sikap peduli siswa terhadap lingkungan membuat semakin parahnya fenomena  global warming yang terjadi di masa kini. Guru sebagai agen perubahan sangatlah penting dalam pendidikan . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Mengkaji penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas VII SMP Negeri 3 Sumber, 2) Mengkaji peningkatan sikap peduli siswa terhadap lingkungan pada konsep pencemaran lingkungan di kelas VII SMP Negeri 3 Sumber, dan 3) Mengkaji respon siswa terhadap model pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas VII SMP Negeri 3 Sumber. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Sumber yang beralamat di Jl. Ki Ageng Tapa Kel. Pajambon Kec. Sumber Kab. Cirebon, tepatnya di kelas 7c (kelas eksperimen) 31 siswa dan di kelas 7a (kelas kontrol) 31 siswa. Hasil penelitian Terdapat perbedaan peningkatan sikap peduli siswa terhadap lingkungan yang signifikan (α = 0,05) antara kelas yang menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing (N-gain = 0,73) dan kelas yang tidak menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing (N-gain = 0,55).  Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) dapat meningkatkan sikap peduli terhadap lingkungan pada konsep pencemaran lingkungan. Kata Kunci:     Sikap Peduli Lingkungan, Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Pencemaran Lingkungan
ANALISIS PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT PESISIR DALAM PEMANFAATAN TUMBUHAN MANGROVE SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF UNTUK MENGHADAPI KETAHANAN PANGAN Eka Fitriah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i2.487

Abstract

Salah satu potensi sumber daya alam yang terdapat di lingkungan perairan pantai adalah tumbuhan mangrove. Masyarakat umum belum begitu mengetahui akan potensi hutan mangrove terutama sebagai penghasil cadangan pangan untuk membantu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Masyarakat Desa Ambulu kecamatan Losari Kabupaten Cirebon selama ini belum optimal memanfaatkan tumbuhan mangrove sebagai bahan pangan alternatif. Tujuan Penelitian ini mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat pesisir Desa Ambulu Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon dalam memanfaatkan tumbuhan mangrove sebagai pangan alternatif untuk menghadapi ketahanan pangan,  mengetahui kandungan gizi dari tumbuhan mangrove sabagai pangan alternatif untuk menghadapi ketahanan pangan, mengetahui fokus pemberdayaan yang diharapkan oleh masyarakat pesisir Desa Ambulu dalam memanfaatkan tumbuhan mangrove sebagai pangan alternatif. Penelitiaan merupakan studi kasus dengan desain studi lapangan (Field research). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi teknik interview/ wawancara, teknik dokumentasi, serta teknik observasi. teknik analisis deskriptif yang terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu; reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat di desa Ambulu, pada umumnya menganggap bahwa  hutan  mangrove mempunyai banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Keberadaan tumbuhan mangrove di desa ambulu dapat berperan untuk mencegah terjadinya abrasi pantai, tempat berkembang biak ikan, udang dan kepiting (Nursery ground), selain itu dapat dimanfaatkan juga untuk kayu bakar, bahan bangunan dan tumbuhan seperti bakau dan avicennia dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan. Masyarakat desa ambulu yang memanfaatkan tumbuhan mangrove sebagai bahan pangan sekitar 5%. Partisipasi masyarakat desa Ambulu dalam pengelolaan kawasan mangrove cukup baik, terdapat kelompok pengawas mangrove (Pokwasma) yang sudah terlatih. Masyarakat dan pokwasma berperan serta aktif dalam menanam, merawat, menjaga kelestarian hutan mangrove di desa Ambulu. Kandungan gizi tumbuhan mangrove antara lain mengandung karbohidrat yang tinggi, lemak, protein dan kadar air sehingga dapat dijadikan pangan alternatif. Diperlukan suatu pemberdayaan berbasis masyarakat melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan keterampilan dan pendampingan kepada masyarakat dalam pemanfaatan tumbuhan mangrove sebagai pangan alternatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan untuk menjaga, memelihara dan melestarikan tumbuhan mangrove. Kata Kunci : Tumbuhan Mangrove, Pangan Alternatif, Ketahanan pangan

Page 2 of 26 | Total Record : 252