cover
Contact Name
Khomarudin, M.Pd
Contact Email
khomarudin@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285603361404
Journal Mail Official
edueksos@gmail.com
Editorial Address
Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : 10.24235
Core Subject :
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is open access and peer-reviewed journal, investigating and discussing the dynamics of teaching and learning of social education and social-economic problems occuring in the society context of the primary, senior, and higher education level.In addition, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education E learning in social and economics studies Religious studies perspective on the social and ecomoics subject
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
POLA PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK SIKAP SISWA Royan royan; Nuryana Nuryana; D Suryatman
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i1.6121

Abstract

 ABSTRAK             Pendidikan multikultural dalam mewujudkan sebuah bangsa yang kuat maju adil dan makmur tanpa membedakan etnis ras agama dan budaya. Di era globalisasi yang sekarang semakin cepat ini akan memberikan dampak yang baik dan buruk sehingga dalam hal ini banyaknya siswa yang saling ingin menang sendiri, mumudarnya intoleransi terhadap sesama ini memicu timbulnya konflik dalam sekolah sehingga pendidikan multikultural ini merupakan stategi pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya sebagai pemersatu dan mengembangkan sikap antar sesama            Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriftif sementara teknik pengumpulan data menggunakan  studi wawancara, dokumntasi dan observasi dengan subyek yang digunakan dalam penelitian adalah guru dan siswa-siswi MTs Nasuhiyyah dan analisa data dengan mengunakan pengumpulan data, seleksi dan reduksi.            Hasil penelitian menyatakan bahwa pendidikan multikultural di MTs Nasuhiyyah  merupakan suatu pengembangan untuk menjadikan siswa siswi lebih toleran memiliki sikap yang  baik menghargai perbedaan satu sama lain serta saling mendukung satu sama lain guna terwujudnya Indonesia yang unggul. Kata kunci : pola pendidikan, multikultural, sikap ABSTRACT Multicultural education in realizing a strong, developed nation that is just and prosperous without distinguishing between ethnic, racial, religion and culture. In the era of globalization which is now increasingly fast will have good and bad impacts so that in this case many students who want to win each other alone, the morbidity of intolerance towards each other triggers conflict in schools so that multicultural education is an educational strategy that develops cultural values as a unifier and develop attitude between people            This research is a qualitative study using descriptive methods while data collection techniques using interview studies, documentations and observations with the subjects used in the study are teachers and students of Nasuhiyyah MTs and data analysis using data collection, selection and reduction.The results of the study stated that multicultural education at MTs Nasuhiyyah was a development to make students more tolerant to have a good attitude respecting each other's differences and supporting each other in order to realize a superior Indonesia. Keywords: educational patterns, multicultural, attitudes                                                     
PERANAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL DALAM PEMBENTUKAN INTERAKSI SOSIAL Nihayatun Hasanah; Aris Suherman; Yeti Nurizzati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i1.6143

Abstract

ABSTRAK MTs Negeri 6 Cirebon Kabupaten Cirebon merupakan sekolah yang di dalamnya terdapat persoalan menyangkut interaksi sosial dengan latar belakang budaya yang berbeda. Dengan demikian, kurangnya interaksi sosial antarsiswa dan guru, kurangnya saling menghargai satu sama lain saat proses pembelajaran IPS,menjadikan pentingnya peranan model pembelajaran berbasis multikultural agar siswa dapat menghargai satu sama lain dan terjalinya interaksi sosial yang baik.Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengkaji tentang model pembelajaran berbasis multikultural di MTs Negeri 6 Cirebon Kabupaten Cirebon. 2)Mengkaji tentang peranan model pembelajaran berbasis dalam pembentukan interksi sosial di MTs Negeri 6 Cirebon Kabupaten Cirebon.3)Mengkaji tentang Faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran berbasis multikultural terhadap pembentukan interaksi sosial pada mata pelajaran IPS siswa di MTs Negeri 6 Cirebon Kabupaten Cirebon.Pembelajaran berbasis multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui, menerima dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan gender, ras dan klas sosialJenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitiannya adalah Guru Ilmu Pengetahuan Sosial, Waka Kurikulum dan siswa kelas VII MTs Negeri 6 Cirebon. Teknik yang digunakan dalam menentukan subjek penelitian adalah Triangulasi Sumber. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknikanalisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajiandata, dan penyimpulan dataHasil penelitian ini menunjukan bahwa pada model pembelajaran berbasis multikultural dalam pembentukan interaksi sosial pada mata pelajaran IPS menggunankan metode yang menyesuaikan dengan materi yang disampaikan oleh guru. Peranan model pembelajaran berbasis multikultural dalam pembentukan interaksi sosial siswa yang baik di dalamnya terkandung nilai-nilai multikutural yaitu sikap toleransi, bertanggungjawab, bersahabat, kerjasama dan empati terhadap siswa. Faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran berbasis multikuktural di MTs Negeri 6 Cirebon adalah faktor guru, peseta didik, sarana prasarana dan lingkungan. Dari faktor penghambat adalah guru, peserta didik, keluarga dan fasilitas (sarana prasarana). Kata Kunci : Model Pembelajaran Berbasis Multikultural, Interaksi Sosial, IPS   ABSTRACK MTs Negeri 6 Cirebon Cirebon Regency is a school in which there are problems involving social interaction with different cultural backgrounds. Thus, the lack of social interaction between students and teachers, the lack of mutual respect for each other during the social studies learning process, makes the role of multicultural-based learning models important by instilling multicultural values so students can respect each other and the establishment of good social interaction.The objectives of this study are: 1) To examine multicultural-based learning models in MTs Negeri 6 Cirebon, Cirebon District. 2) Assessing the role of the learning based model in the formation of social interactions in MTs Negeri 6 Cirebon, Cirebon Regency. 3) Reviewing the supporting and inhibiting factors of multicultural-based learning models towards the formation of social interaction in students' social studies in MTs Negeri 6 Cirebon, Cirebon Regency. Multicultural based learning is a policy in the practice of education in recognizing, accepting and affirming human differences and similiarities associated with gender, race and social class.This type of research is qualitative research. The research subjects were Social Sciences Teachers, Curriculum Waka and VII grade students of MTs Negeri 6 Cirebon. The technique used in determining the research subject is Source Triangulation. Data collection techniques used were participant observation, interviews, and documentation studies. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and data conclusions.The results of this study indicate that the multicultural-based learning model in the formation of social interaction in social studies subjects uses methods that adjust to the material presented to teacher. The role of multicultural-based learning models in the formation of good student social interactions contained in multicultural values namely tolerance, responsibility, friendship, cooperation and empathy for students. Supporting and inhibiting factors of multicultural-based learning models in the formation for grade VII students at MTs Negeri 6 Cirebon are the factors of teachers, student trainees, infrastructure and the environment. From the inhibiting factors are the teacher, students, families and facilities (infrastructure). Keywords: Multicultural Based Learning Model, Social Interaction, Social Studies.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI Rinita Rosalinda Dewi; Edi Suresman; Lidya Mustikasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i1.6144

Abstract

AbstrakAbad 21 merupakan abad globalisasi, artinya kehidupan manusia pada abad ini mengalami perubahan yang fundamental dan berbeda dengan tata kehidupan dalam abad sebelumnya. Perguruan Tinggi merupakan salah satu jenjang pendidikan yang menghadapi tantangan pada abad ini yaitu daya saing, kualifikasi dan kompetensi dosen, peningkatan infrastruktur pendidikan, dan technology readiness. Selain itu timbul juga permasalahan yaitu meningkatnya kasus tawuran antar pelajar dan mahasiswa, mabuk-mabukan, narkoba, kasus pemerasan hingga kekerasan diantara pelajar dan mahasiswa, tingginya tingkat kepercayaan dosen kepada mahasiswa untuk bisa mengurus dirinya sendiri yang seringkali disalahgunakan serta plagiasi karya ilmiah. Oleh karena itu, pada abad ini diperlukan pembangunan insan berkarakter dan bermartabat yakni dapat mengintegrasikan pendidikan karakter dalam seluruh kegiatan di perguruan tinggi. STIT Qurrota A’yun adalah salah satu perguruan tinggi yang berusaha membangun kampus yang religius, berkarakter dan bermartabat. Salah satu strategi yang dilakukan oleh STIT Qurrota A’yun adalah dengan kebijakan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai pendidikan karakter di perguruan tinggi. PKn merupakan mata kuliah yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak serta kewajibannya untuk menjadi warga negara yang berkarakter seperti yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Pengintegrasian PKn sebagai pendidikan karakter di perguruan tinggi ini dilakukan dengan memasukkan nilai-nilai karakter dalam perencanaan (silabus dan RPP), bahan ajar dan media, implementasi di kelas, penilaian, monitoring, dan evaluasi kegiatan secara keseluruhan.Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Karakter, Perguruan TinggiAbstract The 21st century is a century of globalization, meaning that human life in this century underwent fundamental changes and is different from the order of life in the previous century. Higher Education is one of the levels of education that faces challenges in this century, namely competitiveness, qualifications and competence of lecturers, improvement of educational infrastructure, and technology readiness. Besides, problems also arise, namely increased cases of brawls between students and students, drinking, drugs, cases of extortion to violence between students and students, the high level of lecturer trust in students to be able to take care of themselves that is often misused and plagiarism of scientific work. Therefore, in this century, it is necessary to build character and dignified human beings that can integrate character education in all activities in higher education. STIT Qurrota A’yun is one of the tertiary institutions that strive to build a religious, character and dignified campus. One of the strategies carried out by STIT Qurrota A’yun is with the Civic Education (PKn) policy as character education in tertiary institutions. Civic is a course that focuses on the formation of citizens who understand and can carry out their rights and obligations to become citizens of character as mandated by the Pancasila and the 1945 Constitution. Integrating Civic Education as character education in these tertiary institutions can be done by incorporating character values in planning (syllabus and lesson plans), teaching materials and media, implementation in class, assessment, monitoring, and evaluation of overall activities.Keywords: Civic Education, Character Education, College
PENGARUH PENERAPAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL TERHADAP SIKAP DAN TOLERANSI Dewi Sartika; Nasehudin Nasehudin; Suniti Suniti
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i1.6229

Abstract

ABSTRAK Keberagaman etnis di Indonesia memunculkan sebuah kebutuhan akan pendidikan yang memperhatikan unsur kepedulian dan sensifitas terhadap masalah multikultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendidikan multikutural terhadap sikap toleransi Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif regresif, dan desain penelitian ini menggunakan penyebaran angket (questionneaire). Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu uji prosentase, uji normalitas, uji  homogenitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji regresi linier berganda, uji koefisien derteminasi, uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa prosentase angket mengenai penerapan pendidikan multikultural  adalah 84% dikategorikan sangat baik, mengenai sikap siswa didapatkan skor 80% dengan kategori baik dan mengenai toleransi siswa menyatakan bahwa kepribadian siswa menumbuhkan rasa saling bertoleransi pada kelas VIII SMP N 1 Ciwaringin Kabupaten Cirebon adalah 81% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian bahwa nilai F hitung sebesar 39,712 > dari F tabel 3.29. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel  Pendidikan multikultural (X) berpengaruh secara signifikan terhadap Sikap siswa (Y1) dan Toleransi siswa (Y2). Kata Kunci: Pendidikan Multikultural, Sikap, Toleransi. ABSTRACT Ethnic diversity in Indonesia raises a need for education that pays attention to ignorance and sensitivity to multicultural problems. This study aims to study the effect of applying multicultural education to students' respect. This research is a quantitative research with regressive quantitative research type, and the design of this study uses a questionnaire (questionnaire). Data collection techniques consist of observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis techniques are percentage test, normality test, homogeneity test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, multiple regression test, coefficient of dememination test, hypothesis test. The results showed the percentage of questionnaires regarding the application of multicultural education is 84% categorized very well, regarding the attitudes of students obtained a score of 80% with a good category and about student tolerance stating that student personalities foster a sense of mutual tolerance in class VIII SMP N 1 Ciwaringin Cirebon Regency is 81% with a very good category. Based on the results of the study that the calculated F value of 39.712> from F table 3.29. So it can be concluded that the variable multicultural Education (X) significantly influences the attitude of students (Y1) and student tolerance (Y2). Keywords : Multicultural education, Attitudes, Tolerance.
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Pindi Ratna Sari; Suwatno Suwatno; Budi Santoso
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i1.6290

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan metode problem solving.Metode yang digunakan peneliti adalah metode penelitian kuasi eksperimen dengan kuantitatif, yaitu dengan memberi dua perlakuan berbeda terhadap dua kelompok siswa.Kelompok pertama diberikan sistem pembelajaran melalui metode problem solving sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelompok kedua mendapat pembelajaran dengan metode konvensional sebagai kelas kontrol.Penelitian ini di lakukan di kelas X IPS 2 dan X IPS 4 di SMAN 2 Lembang. Berdasarkan hasil penelitin ini menujukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dibanding siswa kelas kontrol dalam menanggapi materi yang disampaikan dengan menggunakan metode problem solving hal ini dapat dilihat dari nilai posttest kelas eksperimen tertinggi yaitu 90 sedangkan nilai postest kelas kontrol tertinggi yaitu 80. Pengujian Hipotesis (Uji-t) postest dapat dilihat bahwa nilai probabilitas signifikan atau p-valuenya adalah 0,008 atau lebih kecil dari 0,05 atau 5% yang artinya metode problem solving berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didikdi SMAN 2 Lembang pada kelas X IPS2 pada mata pelajaran ekonomi. Kata Kunci: Problem Solving dan Berpikir Kritis ABSTRACTThe purpose of this study is to study the improvement of students' thinking by using problem solving methods. The method used by researchers is a quasi-experimental research method with quantitative, by providing different assistance to two groups of students. The first group provides a learning system through problem solving methods as an experimental class, while the second group learns by conventional methods as a control class. This research was conducted in class X IPS 2 and X IPS 4 in SMAN 2 Lembang. Based on the results of this research shows what is meant by an increase in the ability to think critically the experimental class of students controlling the material presented using the problem solving method this can be seen from the post-test scores of the experimental class increased by 90 while the post-test scores reached 80. The posttest (t-test) hypothesis can be seen because the significant probability value or p-value is 0.008 or smaller than 0.05 or 5%, which means the problem solving method for the critical thinking skills of students in SMAN 2 Lembang in class X IPS 2 in economic subjects. Keywords: Problem Solving and Critical Thinking
TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA BERDASARKAN SELF REGULATED LEARNING MELALUI METODE GUIDED DISCOVERY LEARNING Mauliana Wayudi; Suwatno -; Budi Santoso
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i2.6329

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat: 1) pengaruh self regulated learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan metode pembelajaran guided discovery learning; dan 2) tingkat kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan tingkat self regulated learning melalui metode guided discovery learning. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Seunagan sebanyak 35 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner untuk melihat tingkat self regulated learning masing-masing siswa, pemberian tes kepada siswa sebelum dan sesudah pemberian perlakuan dengan metode guided discovery learning. Hasil penelitian yang diperoleh: 1) Dari hasil uji regresi sederhana diperoleh nilai F sebesar 16,548 dengan angka signifikansi 0,000 yang dapat disimpulkan bahwa secara signifikan self regulated learning berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui metode guided discovery learning karna angka sig. < 0,05; 2) Untuk tingkat kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan tingkat self regulated learning diperoleh hasil: (a) siswa dengan tingkat self regulated learning tinggi, memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi (81,52); (b) siswa dengan tingkat self regulated learning sedang, memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi (77,5); dan (c) siswa dengan tingkat self regulated learning rendah, memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori sedang (70,00).Kata Kunci: Berpikir Kritis, Self Regulated Learning, dan Guided Discovery LearningABSTRACTThe purpose of this study is to see: 1) independent learning that is regulated against students' critical thinking abilities through the application of discovery guided learning methods; and 2) the level of students' critical thinking skills based on the level of self regulated learning through the guided discovery learning method. The sample in this study were 35 social studies class X students of SMA Negeri 1 Seunagan. Data collection is done by collecting questionnaires to see the level of learning that is individually set by each student. The results of the study are obtained: 1) From the simple regression results obtained an F value of 16.548 with a significance value of 0.000 which can be concluded that significant independent learning is regulated towards improving students' thinking abilities through methods guided by learning findings because of the numbers sig. <0.05; 2) For the level of critical thinking ability of students based on the level of independent learning the results obtained are: (a) students with a regulated level of independent learning have high critical thinking skills (81.52); (b) students with moderate level of independent learning, having critical thinking skills with a high category (77.5); and (c) students with low levels of self-regulated learning, have the ability to think critically in the medium category (70.00).Keywords: Critical Thinking, Self Regulated Learning, and Guided Discovery Learning
PENGARUH METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI MATERI PAJAK Citra Anggreini; Eeng Ahman; Ikaputera Waspada
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i2.6347

Abstract

ABSTRAKMetode pembelajaran yang tepat digunakan pada kelas akan menimbulkan semangat belajar siswa. Siswa tidak akan merasa bosan dan siswapun dapat dilatih untuk berfikir kreatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar pengaruh kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran ekonomi materi pajak dengan menggunakan metode problem solving. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Ciwidey Kabupaten Bandung. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yaitu XI IPS 1 dengan jumlah 34 siswa. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) untuk mengetahui efek perlakuan (treatment). Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian dapat disimpulkan Kriteria pengujiannya adalah jika Sig. (Signifikansi) atau nilai probabilitas < 0,05 maka distribusi adalah tidak normal, sedangkan jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 maka distribusi adalah normal. Dalam kemampuan pemecahan masalah siswa menggunakan metode problem solving memperoleh nilai rata-rata 79 sebelum perlakuan nilai rata-rata dineroleh 27 dengan nilai KKM 70. Pada ketentusan indikator kemampuan pemecahan masalah siswa dengan pemberian soal esai sebanyak 5 nomer maka rata-rata nilai diperoleh 66,95 dengan kategori baik.Kata Kunci: Problem Solving, kemampuan pemecahan Masalah, Mata                                        Pelajaran Ekonomi ABSTRACTAppropriate learning methods used in class will encourage students' learning enthusiasm. Students will not feel bored and students can be trained to think creatively. This study aims to determine how much influence the students' problem solving abilities have on economic subjects tax material using the problem solving method. This research was conducted at SMAN 1 Ciwidey, Bandung Regency. The subjects of this study were students of class XI majoring in Social Sciences (IPS) namely XI IPS 1 with a total of 34 students. The method to be used is quasi-experimental (quasi-experimental) to determine the treatment effect. Data analysis techniques using the validity and reliability test, normality test and hypothesis test. The results of the study concluded that the testing criteria were if Sig. (Significance) or probability value <0.05 then the distribution is not normal, whereas if the significance value or probability value> 0.05 then the distribution is normal. In problem solving abilities students use the problem solving method to obtain an average value of 79 before treatment with an average value of 27 with a KKM value of 70. In the determination of the indicators of students' problem solving abilities by giving essay questions by 5 numbers, the average value is 66, 95 with a good category.Keywords: Problem Solving, Problem Solving Ability, Economic Subjects
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN BAGI PELAKU USAHA MIKRO DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Kamaludin Kamaludin
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v10i1.6371

Abstract

ABSTRAKPenggunaan teknologi digitalisasi memiliki nilai positif dalam kegiatan usaha yaitu interaksi antara penjual dan pembeli dalam transaksi kegiatan usaha tanpa harus berinteraksi langsung atau tanpa bertatap muka, biaya yang digunakan relatif murah, semakin tidak terasanya faktor jarak, serta ketersediaan selama 24 jam secara penuh. Kurangnya pemahaman terhadap strategi pemasaran serta terhadap peluang pengembangan kegiatan usaha melalui sistem teknologi digitalisasi merupakan permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terhadap strategi pemasaran yang dilakukan oleh pelaku usaha mikro serta memperoleh kajian mendalam terhadap konsep strategi pemasaran yang relevan bagi pelaku usaha mikro di era Revolusi Industri 4.0 dan mengembangkan kegiatan usaha melalui sistem teknologi digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus penelitian yaitu menganalisa strategi pemasaran yang tepat bagi pelaku usaha mikro di era Revolusi Industri 4.0 dalam rangka mengembangkan usahanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi.Penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat empat komponen utama dalam penerapan strategi pemasaran yaitu spesifikasi produk dengan merek, analisis penetapan harga, distribusi yang digunakan, dan mekanisme mengenalkan produk dengan melakukan edukasi terhadap konsumen. Keberlangsungan sebuah kegiatan usaha tergantung dari kualitas yang dihasilkan. Tanpa kualitas yang baik, modal yang sudah dikeluarkan akan sulit mencapai tingkat pengembalian produksi maupun tingkat pengembalian investasi. Standar kualitas ini merupakan tolak ukur yang diyakini dan dilaksanakan dengan komitmen sebagai sebuah filosofi dalam berbisnis bagi pelaku usaha mikro. Standar kualitas ini harus menjiwai strategi marketing dari mulai internal marketing, eksternal marketing maupun interaktive marketing Kata kunci : Pelaku usaha mikro, revolusi industri 4.0, strategi pemasaranABSTRACTThe use of digitalization technology has a positive value in business activities namely the interaction between the seller and the buyer in the transaction of business activities without having to interact directly or without face-to-face, the cost used relatively cheaply, the less noticeable the distance factor, and the availability for 24 hours in full. Lack of understanding of marketing strategies as well as business activity development opportunities through digitalization technology systems is an issue that will be reviewed in this study. This research aims to obtain an overview of marketing strategies carried out by micro-entrepreneurs as well as obtain an in-depth study of the concept of marketing strategies relevant to micro-enterprises in the era of Industrial Revolution 4.0 and develop business activities through digitalization technology systems. This research uses a qualitative approach with a research focus that is analyzing the right marketing strategies for micro-entrepreneurs in the era of the Industrial Revolution 4.0 to grow their business. The data collection techniques used in this study are observation techniques, interview techniques, and documentation techniques. This research hypothesizes that there are four main components in the implementation of marketing strategies, namely product specifications by brand, pricing analysis, the distribution used, and mechanisms of introducing products by educating consumers. The sustainability of business activity depends on the quality produced. Without good quality, the capital already issued will be difficult to achieve the level of return on production as well as the rate of return on investment. This quality standard is a benchmark that is believed and implemented with a commitment as a philosophy in doing business for micro-businesses. This quality standard should animate marketing strategies ranging from internal marketing, external marketing, and interactive marketing.Keywords: Marketing strategy, micro-business struggle, industrial revolution 4.0 
STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI JAWA BARAT Hisny Fajrussalam; Uus Ruswandi; Mohamad Erihadiana
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i1.6385

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilatabelakangi oleh keragaman etinik, suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama, dan status sosial masyarakat di Jawa Barat yang berpotensi terjadinya konflik horizontal apabila tidak dibekali dengan pendidikan multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustaan dan teknik konten analisis. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan multikultural memiliki peran penting dalam rangka menumbuhkan sikap saling menghargai, tidak mudah curiga, dan membangkitkan semangat untuk menjaga keutuhan NKRI. Walaupun penelitian mengenai pendidikan multikultural sudah banyak dilakukan, namun kenyataannya model pendidikan seperti ini belum dapat direalisasikan secara utuh dalam jiwa masyarakat Jawa Barat. Oleh karenanya, diperlukan adanya strategi pengembangan pendidikan multikultural untuk menjaga keharmonisan masyarakat di Jawa Barat serta menumbuhkan sikap pluralisme dan menghargai perbedaan. Strategi pengembangan yang dapat dilakukan adalah brainstorming (tukar gagasan) dan  pelaksanaan kegiatan, baik yang bersifat wacana (seperti seminar, lokakarya, dan talk show), maupun yang bersifat praktis (seperti riset, penyusunan modul, penyusunan kurikulum baru, pembuatan buku, pelatihan-pelatihan, simulasi, kampanye media dan lainnya). Kata Kunci: Strategi, Pendidikan Multikultural, Pengembangan  ABSTRACT The research is motivated by the diversity of ethics, ethnicity, language, skin color, religion, and social status of the people in West Java which has the potential for horizontal conflicts if not equipped with multicultural education.This study uses a qualitative analysis with library research methods and content analysis techniques. The data obtained is compiled, analyzed and concluded. The results showed that multicultural education has an important role in the framework of fostering mutual support, not being suspicious, and encouraging the spirit to maintain the integrity of the Unitary Republic of Indonesia. Although research on multicultural education has been done a lot, supporting this educational model cannot be fully realized in the soul of the people of West Java. Therefore, there is a need for a multicultural education development strategy to demand harmony in the community in West Java and also foster pluralism and respect for differences. Development strategies that can be carried out are brainstorming (instead of leadership) and implementation of activities, both those that oppose discourse (such as seminars, training, and talk shows), and also practical ones (such as research, module settings, new curriculum connections, bookmaking, training, simulations, media campaigns, and others). Keywords: Development, Multicultural Education, Strategy
MEMBANGUN KESADARAN DEMOKRASI MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Bambang Yuniarto
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i1.6388

Abstract

ABSTRAK             Tulisan ini merupakan kajian literatur yang membahas peningkatan kesadaran demokrasi warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum melalui pendekatan kontekstual pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan secara konseptual pendekatan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kesadaran demokrasi warga negara dalam pelaksanaan kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Metode kajian yang digunakan adalah analisis kepustakaan. Keseluruhan konsep, data dan informasi dihimpun dari berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian dan dokumen literatur lainnya; kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual memiliki potensi sangat efektif untuk digunakan sebagai instrumen pendidikan kewarganegaraan dalam meningkatkan kesadaran warga Negara (siswa/mahasiswa) dalam pelaksanaan kemerdekaan berpendapat di muka umum. Kata Kunci: Demokrasi, Pendekatan Kontekstual, Pendidikan Kewarganegaraan.  ABSTRACT This article is a literature study that discusses raising awareness of citizens' democracy in conveying public opinion through a contextual approach in the learning of citizenship education. This study aims to conceptually illustrate a contextual learning approach to improve the democratic awareness of citizens' independence in order to convey a public opinion. The method of study used is library analysis. Overall concepts, data and information are compiled from a variety of literary sources such as scientific journals, books, research reports and other literary documents; Then analyzed with a qualitative approach. Results showed that contextual learning approaches have a very effective potential to be used as a citizenship education instrument in raising awareness of citizens (students) in the conveying of independence argues in public. Keywords: Democracy, contextual approach, citizenship education