cover
Contact Name
zainuddin
Contact Email
zainuddin@uqi.ac.id
Phone
+6282281538984
Journal Mail Official
zainuddin@uqi.ac.id
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indralaya, Kec. Indralaya, Kab. Ogan Ilir, Prov. Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
ISSN : -     EISSN : 27741842     DOI : 10.53649/contemplate
Core Subject :
Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman e ISSN 2774 1842 is a peer reviewed journal published by LP3M Universitas Al Quran Ittifaqiah UQI Indralaya. Established in 2020, the journal publishes scholarly works in Islamic Studies and related fields. Contemplate is an open access journal published twice a year in January June and July December. Authors are required to follow the journal guidelines carefully. Manuscripts that do not comply with the prescribed format will not be considered for publication.
Arjuna Subject : -
Articles 82 Documents
PENDIDIKAN KARAKTER HIJAU DI SEKOLAH DASAR: PERSPEKTIF EKO-PSIKOLOGI AL-QUR’AN Avina Amalia Mustaghfiroh
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v6i2.2119

Abstract

Krisis lingkungan global menuntut sistem pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter ekologis yang berlandaskan nilai spiritual. Artikel ini mengusulkan konsep Pendidikan Karakter Hijau dalam kerangka Eko-Psikologi Qur’ani, yaitu integrasi antara prinsip teologi-ekologi Islam dan teori eko-psikologi kontemporer sebagai pendekatan holistik dalam pendidikan dasar. Perspektif eko-psikologi Qur’ani menegaskan bahwa keterhubungan batin manusia dengan alam merupakan bagian dari fitrah dan kesehatan spiritual yang harus ditumbuhkan sejak dini. Dalam konteks pendidikan dasar, konsep ini diwujudkan melalui model pembelajaran berbasis pengalaman dan refleksi Qur’ani, seperti kegiatan nature-based learning, proyek penghijauan, serta pembiasaan spiritual yang menumbuhkan empati ekologis. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti amanah, ihsan, dan tawazun dalam kurikulum, model ini diharapkan dapat membentuk peserta didik yang berjiwa ekologis, berakhlak Qur’ani, dan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.
Dari Nash Ke Akhlak: Tafsir Tarbawi Wahbah Az-Zuhaili Atas Qs. Luqman (31): 12-19 Dan Relevansinya Bagi Pendidikan Karakter Kontemporer Khozinul Alim; Almujahid Almujahid; Faris Markida
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 7 No 1 (2026): Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v7i1.2124

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep pembentukan karakter dalam tafsir tarbawi Wahbah az-Zuhaili terhadap QS. Luqman (31): 12-19 serta relevansinya dengan penguatan pendidikan karakter di era kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis secara mendalam penafsiran az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir fī al-‘Aqīdah wa al-Syarī‘ah wa al-Manhāj pada jilid yang memuat QS. Luqman ayat 12 hingga 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam rentang ayat tersebut, az-Zuhaili merumuskan kurikulum karakter yang hierarkis dan terintegrasi, dimulai dari fondasi tauhid, pilar ibadah dan sosial, hingga etika personal. Nilai-nilai karakter yang diidentifikasi meliputi: syukur, tauhid, birrul walidain, kesadaran akan pengawasan Allah, disiplin ibadah, tanggung jawab sosial, kesabaran, anti-kesombongan, kesederhanaan, dan pengendalian diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir tarbawi az-Zuhaili atas QS. Luqman: 12-19 menawarkan model pendidikan karakter yang integratif dan relevan untuk menjawab dekadensi moral di era digital.
Analisis Metode Tafsir Maudhu’i dalam Kajian Al-Qur’an Kontemporer Agus Rifki Ridwan; Irmawati Irmawati; Nurul Nurul
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 7 No 1 (2026): Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v7i1.2125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode tafsir maudhu'i (tematik) dalam kajian Al-Qur'an kontemporer dengan menelaah konsep dasar, prosedur penerapan, keunggulan, keterbatasan, serta relevansinya dalam menjawab berbagai persoalan modern. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur yang membahas metodologi tafsir dan perkembangan studi Al-Qur'an kontemporer. Data diperoleh dari sumber-sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan teori dan praktik tafsir maudhu'i, kemudian dianalisis secara sistematis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai karakteristik dan kontribusi metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir maudhu'i memiliki kemampuan untuk menghadirkan pemahaman yang utuh dan terintegrasi terhadap suatu tema dengan menghimpun seluruh ayat yang relevan, sehingga mampu mengurangi kecenderungan penafsiran parsial. Selain itu, metode ini dinilai efektif dalam menghubungkan pesan-pesan Al-Qur'an dengan kebutuhan masyarakat kontemporer, khususnya dalam isu pendidikan, sosial, lingkungan, dan moderasi beragama. Meskipun demikian, penerapannya memerlukan ketelitian dalam memahami konteks ayat agar tidak mengabaikan dimensi historis dan linguistik Al-Qur'an. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir maudhu'i merupakan metode yang relevan dan strategis dalam pengembangan studi Al-Qur'an modern karena mampu menghasilkan pemahaman yang sistematis, kontekstual, dan aplikatif terhadap berbagai persoalan kehidupan.
Dakwah Digital Sebagai Upaya Anti-Bullying: Studi Akun @Quranreview Aghnia Faradits; Try Mellisa Sukma; Niswatul Malihah
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 7 No 1 (2026): Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v7i1.2128

Abstract

Fenomena bullying di Indonesia terus meningkat dan menimbulkan dampak serius bagi kesehatan psikologis korban. Dalam perspektif Islam, meskipun istilah bullying tidak disebutkan secara eksplisit, Al-Qur’an mengandung ajaran yang melarang perilaku mengejek, menghina, dan merendahkan orang lain. Di era digital, media sosial menjadi sarana efektif penyebaran pesan keagamaan, salah satunya melalui akun Instagram @quranreview. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang digunakan dalam pembahasan bullying, menganalisis penafsirannya, serta mengungkap nilai-nilai anti-bullying yang disampaikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @quranreview memanfaatkan QS. Al-Hujurat:11 dan QS. At-Taubah:79 sebagai landasan utama dalam membahas bullying. Penafsiran disajikan secara tematik, komunikatif, dan kontekstual melalui media visual yang menarik. Nilai-nilai yang ditekankan meliputi pentingnya menjaga lisan, menghormati sesama, berakhlak mulia, serta membalas keburukan dengan kebaikan sebagai upaya preventif terhadap bullying.
Analisis Wacana Kritis Terhadap Meme Hadis Tentang Peran Ganda Wanita Di Media Sosial: Kajian Kesetaraan Gender Perspektif Hadis Nabi Ekatul Hilwatis Sakinah; Satrio Widjaksono
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 7 No 1 (2026): Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v7i1.2140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi dan konstruksi wacana mengenai peran ganda wanita dalam meme hadis yang tersebar di media sosial Facebook. Di era digital, meme hadis menjadi instrumen dakwah visual yang efektif namun menyimpan kontestasi ideologi gender antara pandangan konservatif dan progresif. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough yang mencakup tiga dimensi: analisis teks (mikro), praktik diskursus (meso), dan praktik sosial-budaya (makro). Sumber data primer berasal dari unggahan meme hadis pada akun Facebook Mubadalah.id, Muslimah.salafy, dan Surabaya Mengaji. Hasil penelitian menunjukkan adanya polarisasi ideologis: (1) Akun Mubadalah.id mengonstruksi wacana kesetaraan gender melalui penafsiran kontekstual yang mendukung peran publik perempuan sebagai bentuk aktualisasi diri dan bantuan ekonomi keluarga. (2) Sebaliknya, akun Muslimah Salafy dan Surabaya Mengaji memproduksi wacana tradisional-tekstualis yang menekankan domestikasi perempuan dengan narasi bahwa tempat terbaik bagi wanita adalah di dalam rumah. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial telah menjadi arena negosiasi makna otoritas hadis, di mana teks yang sama diproduksi secara berbeda untuk melegitimasi ideologi gender tertentu di tengah dinamika sosial modern.
The Role of the Qur'an Literacy Completion Program in Enhancing Junior High School Students' Qur'an Reading Proficiency in the Digital Era Anis Susanti; Masnunah Masnunah
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 7 No 1 (2026): Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v7i1.2157

Abstract

The ability to read the Qur'an is a fundamental competency that should be possessed by Muslim students. This study aims to analyze the implementation of the Qur'an Reading Completion Program (Tuntas Baca Al-Qur'an/TBQ) in improving the Qur'an reading skills of seventh-grade students at SMP Negeri 1 Tanjung Lago and to explain its urgency in the digital era. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. The findings indicate that the TBQ program enhances students' reading fluency, pronunciation accuracy (makhraj), understanding of tajwid rules, and self-confidence in reciting the Qur'an. The program also contributes to the development of religious character and a culture of religious literacy. In the digital era, understanding the Qur'an serves as an important moral and spiritual foundation for students in responding to information challenges and technological advancements.
ASWAJA DAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL: RELEVANSI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN MORAL GENERASI MUDA Miftahul Jannah; Rizki Yulandi; Putri Permatasari; Gea Andini Flora Riska; Angel Lica Puspitasari
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v6i2.2171

Abstract

This study examines the relevance of character education based on Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaja) values as a moral bulwark for the younger generation in facing the moral crisis caused by the negative influence of social media in the digital era, using the perspective of Imam Al-Ghazali's thought. Employing a library research method with a descriptive-analytical approach to classical and contemporary Islamic literature, this study finds that the four core Aswaja values — tawassuth, tawazun, tasamuh, and i'tidal strongly correlate with Al-Ghazali's concept of tahdzib al-akhlaq in Ihya' Ulumuddin, and prove effective as protective instruments against digital social pathologies such as radicalism, cyberbullying, and moral decadence. Al-Ghazali's methodology of riyaḍah al-nafs and muhasabah is relevant when operationalized through three pillars: ta'lim al-qalb, ta'lim al-'aql, and ta'lim al-jasad, which holistically cultivate the spiritual and moral resilience of the younger generation. This study recommends the reconstruction of Islamic education curricula to systematically integrate Aswaja values across all levels of education.
Hakikat dan Wujud Ilmu Balaghah Sebagai Unsur Ilmu Tafsir Tiara Sani; Rahmi Damis; Rosmini Amin
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 7 No 1 (2026): Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v7i1.2179

Abstract

Ilmu balaghah memiliki kedudukan yang sangat krusial dalam studi tafsir Al-Qur’an karena berfungsi sebagai instrumen untuk menangkap kedalaman makna, estetika lafaz, dan ketepatan konteks ayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat ilmu balaghah, wujud penerapannya dalam kajian Al-Qur’an, serta kedudukannya sebagai unsur esensial dalam ilmu tafsir. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana data bersumber dari literatur klasik dan kontemporer terkait balaghah dan ulumul Qur'an. Hasil kajian menunjukkan bahwa hakikat balaghah bertumpu pada keselarasan ungkapan yang fasih dengan tuntutan situasi (muqtadha al-hal). Penerapan ilmu balaghah dalam tafsir mewujud melalui tiga cabang utamanya: ilmu ma’ani (kesesuaian struktur ujaran dengan konteks), ilmu bayan (penyingkapan makna kiasan/simbolik), dan ilmu badi’ (ornamen keindahan bahasa). Dengan demikian, ilmu balaghah bukan sekadar kajian estetika tambahan, melainkan prasyarat metodologis yang esensial bagi mufassir untuk menghasilkan penafsiran yang akurat, mendalam, dan kontekstual, serta mengungkap mukjizat (I’jaz) al-Qur’an.
TAFSIR TAHLILI SEBAGAI PARADIGMA ANALISIS AL-QUR'AN: TELAAH HISTORIS DAN METODOLOGIS Haeril Haeril; Tasmin Tangngareng; Abdul Ghany
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v6i2.2256

Abstract

Penelitian ini mengkaji metode tafsir tahlili yang merupakan salah satu metode penafsiran Al-Qur'an klasik dan paling sering digunakan oleh para mufasir. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi pengertian, sejarah perkembangan, unsur-unsur pembentuk, serta kelebihan dan kekurangan dari metode analitis ini. Metode tahlili melakukan pendekatan komprehensif dengan menguraikan ayat demi ayat sesuai dengan urutan mushaf Utsmani melalui berbagai analisis seperti linguistik, semantik, kontekstual, dan struktural. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun metode ini menawarkan pemahaman yang mendalam, kaya akan hikmah, dan multidimensional, ia juga memiliki keterbatasan berupa kompleksitas waktu, potensi perbedaan pendapat yang membingungkan bagi kaum awam, serta risiko penafsiran yang terlalu literal. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengayaan khazanah ilmu tafsir dan pemahaman Al-Qur'an secara utuh
Isu Keadilan Gender dan Hak-Hak Perempuan: Analisis Tafsir Tahlili QS. Al-Nisa/4:1 (Penciptaan dan Kesetaraan) Andi Nurima; Tasmin Tangngareng; Abdul Ghany
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 7 No 1 (2026): Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v7i1.2257

Abstract

Keadilan gender dan pemenuhan hak-hak perempuan dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, serta politik masih menghadapi tantangan struktural dan budaya patriarkal di Indonesia. Guna meluruskan bias gender yang kerap dilegitimasi oleh penafsiran teks keagamaan lama yang bersifat hierarkis, kajian ini mengkaji QS. al-Nisā’/4:1 dengan pendekatan tafsir kontemporer. Ayat ini menegaskan bahwa seluruh umat manusia, baik laki-laki maupun perempuan, diciptakan dari nafs wāhidah (asal-usul jiwa yang satu). Hasil kajian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis mufradat (khalaqa, nafs wāhidah, dan zawjahā), Al-Qur'an secara substansial menolak superioritas salah satu jenis kelamin dan menempatkan keduanya pada martabat kemanusiaan yang setara. Munasabah ayat ini bertindak sebagai landasan etis kemitraan dan tanggung jawab sosial untuk ayat-ayat berikutnya dalam Surah al-Nisā’ yang mengatur perlindungan hak domestik dan publik. Penafsiran kontemporer dari tokoh seperti Muhammad Abduh, M. Quraish Shihab, dan Buya Hamka merekonstruksi pandangan patriarkis lama dengan menekankan nilai kerja sama timbal balik (ta'āwun) serta pembagian peran yang adil dalam kehidupan modern demi menjaga keberlangsungan tatanan sosial yang inklusif.