cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
Ahlal.pkl@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.39 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31237037     DOI : https://doi.org/10.66914/an-naba
Core Subject :
An Naba Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang terbit tiga kali dalam setahun, didedikasikan untuk mempublikasikan hasil penelitian empiris, studi kasus, dan kajian teoretis di bidang pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini berfokus pada integrasi strategi pendidikan dalam upaya pengembangan masyarakat di dunia nyata, dengan tujuan mendorong kemajuan yang berkelanjutan melalui berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan sosial. Secara harfiah An Naba berasal dari bahasa Arab yang berarti berita besar atau informasi penting. Sejalan dengan makna tersebut, jurnal ini hadir sebagai wadah diseminasi gagasan inovatif, metodologi, dan praktik terbaik. An Naba bertujuan menyebarkan informasi berdampak besar yang mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberdayakan berbagai lapisan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
Penguatan Literasi Digital melalui Edukasi Bijak Menggunakan Gadget bagi Siswa Kelas IV, V, VI di SDN Pundungan, Juwiring, Klaten Lavenia Mardi Astuti; Syafi Widiya Pratama; Dina Fathya Nurjanah
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/gyjeek61

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly increased gadget use among elementary school children, including students at SDN Pundungan, Juwiring District, Klaten Regency. Preliminary observations by the KKN (community service) team revealed that most students were already accustomed to using gadgets for playing games, watching videos, and accessing social media, yet lacked understanding of wise usage practices such as managing screen time, selecting age-appropriate content, and maintaining digital safety. In response to this issue, a community outreach program titled "Wise Gadget Use: Safe, Smart, and Responsible" was conducted, involving 86 students from grades IV, V, and VI. The activity was carried out through PowerPoint presentations, educational videos, and interactive question-and-answer sessions, covering topics such as the benefits of gadgets, time management, content selection, digital security, and responsible usage. The results showed active student participation during the interactive sessions, although improvements in understanding could not be measured quantitatively, as no pre-test or post-test instruments were used. This activity serves as an initial step toward strengthening digital literacy among elementary school students and needs to be followed up with ongoing guidance from teachers and parents.
Penguatan Karakter Islami Anak Usia Dini melalui Sinergi Keluarga, Satuan Paud, dan Masyarakat di Kelurahan Karang Jaya Kota Prabumulih Muhtarom; Adinda Maya Khusnul Khotimah; Dwi Ana Maharani; Sasta Mayang Triputri; Indriani; M. Nazid Fajrurrokhman; Arief Nurrahman; Jovi Ramadhani; Muhammad Muzoffar; Mela Avita Sari; Elda Kurniya; Dina Fatmalah Narda; Dona Yufika; Karina Salsabella; Deni Dapa Maulana
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/8y97de93

Abstract

Islamic character education in early childhood is a fundamental basis for shaping a generation of noble morals during the golden age of child development. This study aims to describe the forms of synergy among families, early childhood education (PAUD) institutions, and the community in strengthening children's Islamic character in Karang Jaya Village, Prabumulih City, and to identify its supporting and inhibiting factors. This research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with parents, PAUD educators, and community leaders, and documentation studies, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that families serve as the foundation for instilling faith, worship, and moral values; PAUD institutions structure the habituation of Islamic values through curricula and daily activities; while the community reinforces the socio-religious environment through religious study groups, Qur'anic learning centers, and neighborhood religious activities. The synergy among the three parties in Karang Jaya Village is manifested through routine parent-teacher communication, parenting programs, the involvement of religious leaders in school activities, and the utilization of community religious facilities. The main inhibiting factors include parents' limited time, the scarcity of structured collaborative programs, and the influence of gadgets on children's religious value internalization. This study recommends strengthening scheduled tripartite communication and developing community-based programs as strategies to optimize the strengthening of early childhood Islamic character. Keywords: Islamic character; early childhood; educational synergy; family; PAUD; community Abstrak. Pendidikan karakter Islami pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia sejak periode emas (golden age) perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk sinergi antara keluarga, satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan masyarakat dalam menguatkan karakter Islami anak di Kelurahan Karang Jaya, Kota Prabumulih, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan orang tua, pendidik PAUD, dan tokoh masyarakat, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai peletak dasar nilai akidah, ibadah, dan akhlak; satuan PAUD berperan menstrukturkan pembiasaan nilai Islami melalui kurikulum dan kegiatan harian; sedangkan masyarakat berperan sebagai penguat lingkungan sosial-keagamaan melalui majelis taklim, TPA, dan kegiatan keagamaan lingkungan. Sinergi ketiga pihak di Kelurahan Karang Jaya terwujud dalam bentuk komunikasi rutin orang tua-guru, program parenting, keterlibatan tokoh agama dalam kegiatan sekolah, dan pemanfaatan fasilitas keagamaan masyarakat. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan waktu orang tua, minimnya program kolaboratif terstruktur, serta pengaruh gawai terhadap penanaman nilai keagamaan anak. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komunikasi tripihak secara terjadwal dan pengembangan program berbasis komunitas sebagai strategi optimalisasi penguatan karakter Islami anak usia dini. Kata kunci: karakter Islami; anak usia dini; sinergi pendidikan; keluarga; PAUD; masyarakat
Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Anak dan Remaja Perempuan Melalui Edukasi “Kenali dan Jaga Tubuhmu” Di Desa Bolopleret Ilma Nafiah; Devi Refalina; Moch Sahal Nurhidayatullah; Resa Ardityas Damayanti; Aqmarina Suci Ramadhani; Lutfita Natasya; Serly Herlina Amanda; Indriyani Nugraheni; Mukti Ali Zidane Albari; Nirina Khoirun Naja Musyafa; Akhdan Zufarr Athallah
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/s99dsb10

Abstract

Sexual harassment is a social problem that can affect children, adolescents, women, and men, with impacts on victims’ physical, psychological, and social well-being. Limited understanding of body boundaries, forms of sexual harassment, and appropriate actions to take when experiencing or witnessing harassment is an issue that requires serious attention. This community service activity aimed to increase children’s and adolescents’ knowledge and awareness of sexual harassment prevention through the educational program “Know and Protect Your Body.” The activity was conducted on July 11 and 18, 2026, by students of KKN Group 225 from UIN Raden Mas Said Surakarta in Bolopleret Village through tutoring sessions and Youth Posyandu activities. The method employed was Participatory Action Research (PAR), involving observation, interviews, focus group discussions (FGDs), socialization, discussions, question-and-answer sessions, and documentation. The results indicated participants’ enthusiasm and active involvement, as well as improved understanding of body boundaries, forms of sexual harassment, self-protection, and mechanisms for seeking help. Continuous educational efforts are expected to contribute to the creation of a safe, caring, and responsive environment that supports the protection of children and adolescents.
Program Penanaman Pohon sebagai Upaya Penghijauan dan Pelestarian Lingkungan Desa Ilham Noorfaizi; Hasna Nabilla Azzahra; Rahma Anjani; Usaid Ali Syahril Abdullah; Muntaha
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/kdr5qj45

Abstract

Greening programs are one of the efforts to improve environmental quality while utilizing vacant land to provide benefits for the community. This activity was carried out in the Family Welfare Empowerment (PKK) gardens of RW 04, RW 05, and RW 06 in Pundungan Village through the Community Service Program (KKN). The activity aimed to increase community awareness of the importance of greening, utilize vacant land as productive land, and support household food security. The implementation methods included site surveys, coordination with the village government and PKK cadres, seedling procurement, socialization, joint planting activities with the community, and initial maintenance assistance. The results showed that the program was successfully implemented with high community participation. Hundreds of food crop seedlings, including chili, eggplant, tomato, mustard greens, and water spinach, were planted, along with 60 avocado, petai, tabebuya, and gmelina trees. The activity also encouraged community members to independently maintain the plants. The program provided ecological benefits through increased vegetation cover and land utilization, as well as socio-economic benefits through strengthened mutual cooperation and the potential for additional household food sources. Program sustainability requires regular maintenance and continuous pest control.
Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Warga Desa Baturanjang Melalui Kegiatan Cek Kesehatan Gratis : Kolaborasi Kukerta 41 dan Puskesmas Kecamatan Cipeucang Encep Syarifudin; Siti Aisah; Hanum Salsabilla; Bai Agis Triani; Arbi Nazhief Fauzan; Maulana Ramdani
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/tp4akt44

Abstract

Kemajuan ekonomi dan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, terutama di daerah pedesaan dengan layanan kesehatan terbatas, sangat penting untuk kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat. Desa Baturanjang di Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, memiliki sumber daya yang terbatas dan jarak dari fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang jauh. Akibatnya, cakupan skrining kesehatan di daerah ini belum optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis (tekanan darah, gula darah, dan kolesterol), meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendeteksi penyakit tidak menular (PTM) sejak dini, dan meningkatkan kerja sama antara tenaga medis Puskesmas dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA). Dengan menggunakan Participatory Action Research (PAR), masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap langkah proses, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil acara menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi, dan menemukan banyak kasus gula darah tinggi, kolesterol berlebih, dan hipertensi yang sebelumnya tidak terdeteksi. Peserta juga diajarkan tentang pola hidup sehat dan cara rujukan ke Puskesmas Kecamatan untuk perawatan tambahan. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa KUKERTA dan tenaga kesehatan efektif dalam meningkatkan akses ke layanan kesehatan dasar, mendeteksi PTM sejak dini, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Kata Kunci: Cek Kesehatan Gratis, Penyakit Tidak Menular, Deteksi Dini, Participatory Action Research, KUKERTA.     Abstract Economic progress and awareness of the importance of regular health check-ups, especially in rural areas with limited healthcare services, are crucial for social well-being and public health. Baturanjang Village in Cipeucang District, Pandeglang Regency, has limited resources and is far from advanced healthcare facilities. As a result, health screening coverage in this area is not optimal. The objectives of this community service activity were to provide free health checks (blood pressure, blood sugar, and cholesterol), raise awareness of the importance of early detection of non-communicable diseases (NCDs), and strengthen collaboration between Community Health Center (Puskesmas) medical personnel and Community Service Program (KUKERTA) students. Using Participatory Action Research (PAR), the community was actively involved in every step of the process, from needs identification, planning, implementation, and evaluation. The event results showed high community participation, and identified many cases of high blood sugar, high cholesterol, and hypertension that had previously gone undetected. Participants were also taught about healthy lifestyles and how to refer to the Sub-district Health Center for additional care. This program demonstrates that collaboration between KUKERTAstudents and healthcare workers is effective in increasing access to basic healthcare services, early detection of non-communicable diseases (NCDs), and raising public awareness of the importance of regular health check-ups. Keywords: Free Health Checks, Non-Communicable Disease, Early Detection, Participatory Action Research, KUKERTA.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Ecobrick sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Masyarakat di Dukuh Tegalrejo, Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten Adiq Muflih Trisnadin; Fadil Hidayatulloh Rohman; Faiz Rifki; Hanny Nurfadillah; Iffah Syarifatun; Mutiara Rivadina; Nafi’ah Naylul Muna; Novista Ayu Fitriya; Via Hesti Pratiwi; Viska Anggraita; Zulfa Zahria Izana
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/x2wqxh37

Abstract

Plastic waste management in RT 20/RW 07, Tegalrejo Hamlet, Karangpakel Village, Trucuk District, Klaten Regency, remains an environmental challenge that requires continuous attention. The problem is reflected in the limited public awareness regarding waste sorting and the persistence of plastic waste burning practices that may contribute to environmental pollution. This community service activity aims to improve community knowledge, awareness, and skills in managing household plastic waste through the implementation of a participation-based ecobrick program. The activity was conducted using a Community-Based Participatory Approach consisting of four stages: preparation, education and socialization, collaborative ecobrick production with residents, and the inauguration, handover, and evaluation of the activity outcomes. Data were collected through participatory observation, activity documentation, recording of production results, and interviews with residents, youth organization members, and RT administrators. The collected data were analyzed using a descriptive qualitative approach. The results indicate that the program successfully improved community understanding of the importance of sorting plastic waste at the household level and enhanced technical skills in producing ecobricks according to recommended density standards. Community participation resulted in an RT identity nameboard made from ecobricks, demonstrating that plastic waste can be transformed into a functional and educational product. This program highlights the potential of ecobrick as a sustainable community-based plastic waste management model, although further programs require measurable evaluation instruments to assess long-term environmental impacts.Keywords: Ecobrick, Plastic Waste Management, Community Participation, Community Empowerment, Community Service.AbstrakPermasalahan pengelolaan sampah plastik di RT 20/RW 07 Dukuh Tegalrejo, Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten masih menjadi tantangan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian. Kondisi tersebut terlihat dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta masih ditemukannya kebiasaan pembakaran limbah plastik yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah plastik rumah tangga melalui penerapan program ecobrick berbasis partisipasi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Approach melalui empat tahapan, yaitu persiapan, edukasi dan sosialisasi, praktik pembuatan ecobrick bersama masyarakat, serta peresmian, penyerahan, dan evaluasi hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, pencatatan hasil produksi, serta wawancara dengan warga, anggota karang taruna, dan pengurus RT yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah plastik dari sumbernya serta peningkatan keterampilan dalam pembuatan ecobrick sesuai standar kepadatan. Produk yang dihasilkan berupa papan nama identitas RT berbahan ecobrick sebagai bentuk pemanfaatan limbah plastik menjadi produk fungsional dan edukatif. Program ini menunjukkan bahwa ecobrick berpotensi menjadi model pengelolaan sampah plastik berbasis masyarakat yang berkelanjutan.Kata kunci: Ecobrick, Pengelolaan Sampah Plastik, Partisipasi Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat, Pengabdian Kepada Masyarakat.