cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
ANALISIS STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIS HASIL LAS TITIK DAN BRAZING UNTUK INDUSTRI RUMAHAN Deivandra Ginanjar Bhakti; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.063 KB)

Abstract

In the welding process there are several factors that determine the success of welding. The alteration of microstructure of joined metals are expected to change the structure of the material into more dense to make connections become stronger. In this study, the material used is ferrous steel plate with a maximum thickness of 1mm. In order to know the results, It required to use some variation of a parameter such as pressing time and plate thickness used for metal welding process. The process used home brazing welding machine, the connections are welded and welding receive local heat and during the process the temperature is constantly changing so that the temperature distribution is uneven. As a result of this stretch then analyzed the results of the micro structure of the welding process using brazing home welding machine. After analysis of the microstructure was done then analyze the mechanical properties of the weld joint, all this analysis needs to be done in order to ascertain the connection is really strong welds and brazing machine can be used for home-scale cottage industry.  The results of this study indicate that nugget on hardness Vickers test has a value higher than of the base metal which is 172.78 for 8.6 A current and welding time 20 second 191.58 for 6 A current and welding time of 10 second, and the value of base metals 165.7 so percentage obtained with increasing force to the current value of 8.6 A is 7.1 % and for the current 6 A 25.8 %
RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALI IRIGASI BERBASIS ANALISIS EVAPOTRANSPIRASI DENGAN KONTROLER PI Suwoko Suwoko; Susilo Adi Widyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.133 KB)

Abstract

Food is a basic requirement for life so that the availability is absolutely necessary of all time, while the source of the water decreases and becomes scarce during the dry season. One way to meet the water needs of plants properly is to calculate the crop evapotranspiration with Penman-Monteith equation. While the tools to realize the results of these calculations is to create an irrigation controllers system. Irrigation control system that is made has inputs from weather environment obtained with the sensor and has an output valve to drain the water. The type of valve used is linear and also installed on/off valve for comparison that performance. The main parameters are used as input air temperature, wind speed, relative humidity, and solar radiation. All parameters acquired digitally except solar radiation, solar radiation are acquired from correlation shaping using artificial neural networks algorithm with input temperature and light intensity. Artificial neural networks are used feedforward structure with neurons numbered 15. The controller used for each valve is on/off valve is controlled by the controller on/off and linear valves are controlled by a PI controller with constant Kp = 1.15 and Ki = 0.95.The test results are established neural network showed good results, where the error is 1.13%. The simulation results of the control system on/off produces an error of 0.68% and PI control system generates an error of 0.02%, while the application of control system on/off produces an error of 2.20%, and the PI control system generates an error of 1.74%
ANALISIS KEGAGALAN PIPA ELBOW 180° PADA FURNACE Gregorius Sasongko; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.051 KB)

Abstract

Pipa dalam industri minyak dan gas berfungsi sebagai pendistribusi aliran minyak melalui proses pengolahan hingga menjadi minyak siap jual. Namun jika terjadi kegagalan pada komponen ini akan berakibat fatal pada perusahaan migas itu sendiri. Penelitian ini akan menjelaskan tentang analisis kegagalan pipa elbow 180o pada penggunaannya pada furnace yang baru beroperasi selama 2 tahun. Kegagalan ini menimbulkan adanya retakan pada bagian samping pipa elbow yang berhubungan langsung dengan api dari burner. Untuk mengetahui penyebab kegagalan tersebut dilakukan penelitian serta dilakukan investigasi dalam bentuk pengujian laboratorium yaitu pengukuran ketebalan dinding pipa, pengamatan visual, pengujian makrografi dan mikrografi. Dilakukan juga uji komposisi kimia, pengujian kekerasan dengan Rockwell dan Vickers, terakhir untuk menunjang hasil pengujian laboratorium dilakukan pengujian pada permukaan patahan dengan SEM (Scanning Electron Microscope) dan EDS (Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy). Terjadinya kegagalan karena fenomena decarburization pada permukaan pipa akibat suhu tinggi mengakibatkan nilai kekerasan yang rendah pada bagian permukaan material. Material tersebut memenuhi standar ASTM A234 WPB dari hasil uji komposisi kimia dan mikrografi. Patahan yang terjadi adalah patah lelah (fatigue fracture) berdasarkan hasil pengujian makrografi dan SEM karena terlihat ratchet marks dan microcrack yang diduga sebagai awal terjadi patahan (crack initiation). Patah lelah material disebabkan oleh thermal fatigue atau karena beban termal secara fluktuatif. Hasil pengukuran dinding pipa mengindikasikan umur pipa masih layak dan hasil uji EDS menunjukkan adanya korosi pada permukaan patahan dengan Oksigen (O) dan Besi Oksida (FeO) sebagai produk korosi.
RANCANG BANGUN ALAT GERMICIDAL UDARA MENGGUNAKAN SINAR ULTRAVIOLET Freditya Siswanto; Sumar Hadi Suryo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.591 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan rancang bangun desain alat germicidal udara menggunakan sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet dengan panjang gelombang kurang dari 265 nm mempunyai kemampuan dalam menonaktifkan bakteri, virus dan protozoa tanpa mempengaruhi komposisi kimia fluida. Absorpsi terhadap radiasi ultraviolet oleh protein, RNA dan DNA dapat menyebabkan kematian dan mutasi sel. Oleh karena itu, sinar ultraviolet dapat digunakan sebagai germicidal untuk mengendalikan kontaminasi bakteri di udara sehingga akan menghasilkan udara yang steril untuk sistem saluran udara. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian laboratorium terhadap kemampuan alat dalam menonaktifkan bakteri. Pada pengujian laboratorium dilakukan penghitungan koloni bakteri pada media kultur NA dan PDA. Penghitungan dilakukan setelah melakukan isolasi pada media kultur selama 48 jam. Alat germicidal udara yang dibuat mampu menghasilkan udara yang steril. Setelah di treatment menggunakan alat germicidal selama (0, 15 , 30, 45) menit, jumlah koloni mikroorganisme fungi menjadi 102, 31, 11, 6. Sedangkan mikroorganisme bakteri jumlah koloni menjadi 207, 48, 25, 15. Kemampuan untuk mereduksi jumlah bakteri sangat signifikan yang mencapai  92.7% untuk mikroorganisme berjenis bakteri dan 94.1% fungi. Pada penelitian ini juga dilakukan pengukuran terhadap konsumsi daya alat dalam menonaktifkan bakteri. Pengukuran dilakukan terhadap tegangan AC dan tegangan  DC pada alat. Tegangan AC yang diukur merupakan tegangan input dari modul power supply yang dipakai. Sedangkan tegangan DC merupakan tegangan input dari lampu dan fan yang menjadi komponen alat. Konsumsi daya alat total sebesar 14.08 watt. Sedangkan daya yang dikonsumsi fan sebesar 1.736 watt dan lampu ultraviolet sebesar 7.884 watt. Besarnya nilai losses daya pada modul pengubah tegangan 4.46 watt
PERANCANGAN DAN ANALISA SISTEM PERPIPAAN PROCESS PLANT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Hendri Hafid Firdaus; Djoeli Satrijo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.007 KB)

Abstract

Perancangan dan analisa tegangan sistem perpipaan Process Plant dilakukan dengan menggunakan standar ASME B 31.3 Process Piping  pada Natural Gas Plant sub bagian Condensate Recovery Plant yang memiliki fungsi memisahkan condensate dari gas alam yang akan diproses. Perancangan menghasilkan empat jalur pipa utama, yaitu pipa jalur 1 feed gas – three phase separator dengan suhu operasi 102oF dan tekanan operasi 60 Psi, pipa jalur 2 three phase separator – compressor dengan suhu operasi 87oF dan tekanan operasi 52 Psi,  pipa jalur 3 compressor – gas cooler dengan suhu operasi 175oF dan tekanan operasi 440 Psi, dan pipa jalur 4 gas cooler – scrubber dengan suhu operasi 95oF dan tekanan operasi 150 Psi. Masing-masing jalur pipa dianalisa dengan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan software analisa tegangan pipa AUTOPIPE. Hasil analisa pipa jalur 1 memperlihatkan tegangan sustained + angin maksimal sebesar 4514 psi. Pada pipa jalur 2 didapatkan tegangan sustained maksimal sebesar 3841 Psi. Pada pipa jalur 3 didapatkan tegangan hoop maksimal sebesar 11106 Psi. Pada jalur 4 didapatkan tegangan sustained + angin maksimal sebesar 4198 Psi. Selanjutnya dilakukan perbaikan rancangan span support dan pengurangan ketebalan pipa pada keempat jalur pipa. Hasil yang diperoleh adalah : pipa perbaikan jalur 1 dengan tegangan sustained + angin maksimal sebesar 6303 Psi, pipa perbaikan jalur 2 dengan tegangan sustained maksimal sebesar 4699 Psi, pipa perbaikan jalur 3 dengan tegangan hoop maksimal sebesar 13888 Psi dan pipa perbaikan jalur 4 dengan tegangan sustained + angin maksimal sebesar 4936 Psi. Dapat disimpulkan bahwa penambahan panjang span pada sistem perpipaan dapat menaikkan tegangan sustained dan menurunkan tegangan ekspansi termal pada pipa
UJI KARAKTERISTIK TURBIN DARRIEUS PADA HYDROFOIL NACA 0021 DENGAN MEMANFAATKAN ARUS AIR DI COKRO TULUNG Achmad Adiarso; Sudargana Sudargana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.383 KB)

Abstract

Melihat potensi air yang besar dan termasuk energy yang terbaharukan maka penulis mencoba mengembangkan potensi yang ada di sungai-sungai yang ada di Indonesia. Karena semakin berkembangnya turbin-turbin air yang dalam penginstalasian-nya tidak memerlukan bendungan. Selain tidak memerlukan bendungan turbin-turbin tersebut mempunyai efisiensi yang tinggi dibandingkan turbin-turbin yang sudah ada sebelumnya. Dalam hal ini salah satu energi yang  digunakan adalah energi arus air. Dengan potensi air yang cukup deras, sumber mata air Cokro Tulung memiliki potensi untuk pembangkit listrik. Tugas Akhir ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik Turbin Darrieus 3 sudu dengan profil sudu NACA 0021 untuk mengetahui  nilai torsi, daya, dan efisiensi turbin. Karakteristik dari Turbin Darrieus ini adalah diameter 0,72 m, dan tinggi 1,35 m. Hasil perancangan akan menunjukkan hasil perhitungan berupa nilai torsi, daya, dan efisiensi turbin dari 5 variasi kecepatan aliran. Dimana nilai tertinggi didapat pada Torsi   Nm, Daya , dan Efisiensi terbaik pada .
ANALISIS SIFAT MEKANIK KOMPOSIT SERAT GELAS PADA TABUNG CNG TIPE 2 Egastya Fazal Santoso; Muhammad Tauviqirrahman; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.26 KB)

Abstract

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, jumlah kendaraan terutama roda 4 atau lebih maka dibutuhkan pasokan BBM yang mencukupi. Sedangkan saat ini ketersediaan BBM jenis premium maupun solar jumlahnya terus menurun dan harganya semakin melonjak tinggi. Pemerintah telah melakukan uji coba bahan bakar alternatif yaitu BBG. Pada tahun 2012 jumlah total pengguna BBG adalah 16.733.098 dan jumlah SPBBG adalah 21.292 buah. Peringkat pertama adalah Iran dengan 3 juta kendaraan bermotor yang menggunakan BBG dan SPBBG sejumlah 1960 buah. Indonesia sangat tertinggal yaitu dengan peringkat 62 dengan 300 kendaraan bermotor yang memakai BBG dan jumlah SPBBG yang hanya 14 buah. Kesulitan yang dihadapi pemerintah dan para operator angkutan umum adalah harga converter kit yang harganya cukup mahal berkisar antara 18-23 juta rupiah karena harus impor dari luar negeri, beberapa Negara produsen antara lain Jerman, Korea maupun Tiongkok. Begitu juga tabung CNG pun harus impor dari Negara lain, terutama untuk tipe 2 yang terdapat lapisan komposit serat gelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stuktur mikrografi untuk menentukan jumlah lapisan komposit,  mendapatkan nilai kekerasan dan nilai kekuatan tekan serat gelas pada tabung CNG tipe 2. Metodologi yang digunakan pada penelitian tugas akhir ini adalah studi pustaka, persiapan alat dan bahan, membuat spesimen, uji microhardness, uji mikrografi, uji tekan, membuat analisa serta pembahasan,dan membuat kesimpulan. Dari hasil pengujian kemudian didapatkan bahwa terdapat 4 lapisan utama pada serat gelas, nilai kekerasan dengan skala Vickers untuk sisi permukaan adalah 33,1 VHN dan nilai kekerasan pada sisi tebal adalah 35,5 VHN, nilai kekuatan tekan pada serat gelas adalah 65,276 MPa.
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK ALAT TERAPI JARI UNTUK MEMBANTU PROSES REHABILITASI PASIEN PASCA STROKE Rizal Mustofa; Rifky Ismail; Budi Setiyana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke is one of the leading causes of death in the world caused by blockage and broken blood vessels. To restore its function back, a rehabilitation process is needed, one of which is using finger therapy tools. The purpose of this study was to determine the structural strength of the finger therapy device, both on the support structure of the arm and on the structure of the palm of the hand. This study uses the software to determine the acceptable structural strength of the finger therapy device. Based on the simulations that have been carried out, the results obtained are the maximum stress of 0.087 MPa on the forearm support structure and 45,798 MPa on the palm support structure. The total deformation value is 0.001 mm in the forearm support structure and 1.2 mm in the palm support structure. While the safety factor value obtained is 15 on the forearm support structure and 1.18 on the palm support structure. From these results the structure is declared safe and can withstand the maximum load.
PENGARUH VARIASI KETINGGIAN HAK SEPATU TERHADAP PENGURANGAN TEKANAN DI TELAPAK KAKI BELAKANG Azhar Azzyumardi Pasha; Dwi Basuki Wibowo; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepatu hak tinggi adalah jenis sepatu dimana tinggi bagian tumit sepatu lebih tinggi dari pada bagian jari kaki. Salah satu ketidaknyamanan ketika memakai sepatu hak tinggi adalah gaya benturan yang dihasilkan pada saat tumit menghentak landasan (heel strike), benturan tersebut tidak hanya berdampak pada telapak kaki (plantar) namun merambat ke seluruh area kaki hingga tulang belakang. Proses tekanan pada plantar dapat di pindai dengan sistem pemindaian (scanning). Untuk mengetahui perubahan distribusi beban di telapak kaki pada berbagai variasi ketinggian hak sepatu dapat dilakukan dengan cara memasang 9 sensor Force Sensing Resistor (FSR 400 produk Interlink Electronics) pada mika berbentuk mengikuti pola alas sepatu bagian depan (metatarsal) dan belakang (heel) lalu diletakkan di atas permukaan alas sepatu hak tinggi. Pengujian dilakukan terhadap 4 subjek dengan berdiri di atas wedges yang terpasang sensor dan memiliki varisai ketinggian hak yaitu 2 cm, 4 cm dan 6 cm.  Penurunan tekanan terbesar terdapat di area heel pada subjek 4 ketika dilakukan pengujian di variasi ketinggan hak 6 cm pada sensor 1 sebesar 262.09 Pa dan kenaikan tekanan terbesar terdapat di area metatarsal pada subjek 4 di variasi ketinggian hak 6 cm pada sensor 6 sebesar 100.19 Pa. Hasil distribusi tekanan tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik fungsi dari kaki manusia.
RANCANG BANGUN DAN MANUFAKTUR CHASSIS ROBOT AUTOMATED GUIDED VEHICLE (AGV) SEBAGAI PROTOTIPE ALAT TRANSPORTASI BARANG PADA PERUSAHAAN GARMEN Muhammad Surya; Munadi Munadi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Perkembangan abad ke-20 ini sangat cepat khususnya pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa dampak besar bagi pola kehidupan manusia.Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan implementasi rencana strategis "industri 4.0", tingkat kecerdasan dan otomatisasi industri manufaktur terus meningkat. Selama bertahun-tahun perkembangan teknologi (terutama dalam elektronik dan robotika) telah menawarkan AGV beberapa keunggulan dibandingkan sistem penanganan material lainnya, seperti, fleksibilitas perutean, keandalan, biaya pengoperasian yang rendah, pergerakan yang tidak terhalang dan integrasi yang mudah dengan sistem lain. Namun, dalam perancangan chassis robot model AGV(Automated Guided Vehicle) bisa dibilang desain dasar dan belum memiliki analisis yang mendalam yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan. Maka perlu dilkakukan proses pengujian robot AGV seperti mengetahui stress, deformation, dan safety factor pada Chassis, pada penelitian ini memiliki beberapa tahapan dalam melakukan perancangan chassis yaitu Pancangan Desain , pemilihan Material, proses Simulasi, Proses Pembuatan Chassis, dan Pengujian dan Pengambilan Data. Nilai tegangan von-misses maksimum untuk beban 30 kg yang dihasilkan adalah 57,05 MPa, sedangkan nilai total deformasi maksimal yang dihasilkan adalah sebesar 1,43 mm. Nilai safety factor pada tegangan von-mises terbesar adalah sebesar 3,76. Setelah dibandingkan dengan hasil simulasi menggunakan ansys dan dari proses pengujian secara actual tingkat keerorrannya di bawah dari 10% sehingga bisa jadi acuan buat optimasi pengembangan chassis AGV selanjutnya.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue