cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
DESAIN DAN PERMODELAN ULANG HAND DRYER JENIS DOUBLE SLIMMING NOZZLE M. Averoes Al-ghazales; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.078 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas cara dan prosedur proses desain dan permodelan ulang hand dryer double slimming nozzle berdasarkan hukum dasar desain, prinsip desain, dan panduan desain menurut Pahl & Beitz dan Narayana dkk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses desain dan permodelan dan menguji hasil desain dengan representasi detail engineering drawing yang mendiskripsikan karakteristik produk hand dryer. Produk ini dirancang ergonomis dan efisien berdasarkan susunan geometri. Proses pengkonsepan produk dan pembentukan produk dengan bantuan software CAD dilakukan untuk membentuk model hand dryer double slimming nozzle. Hal yang menarik dari hand dryer jenis ini yaitu easy use, ergonomis, less energy. Hasil desain berupa susunan 30 jenis komponen, 4 jenis subassembly, dan 1 full assembly hand dryer. Hasil desain juga diuji secara virtual dengan penyederhanaan beban gaya dan penyederhanaan aliran fluida pada komponen – komponen utama produk untuk mendiskripsikan karakteristik produk dan cara kerja produk ini
PENINGKATAN NILAI KALOR BIOBRIKET CAMPURAN SEKAM PADI DAN DOMINANSI KULIT KACANG METE DENGAN METODE PIROLISA Onky Eridhani; Arijanto Arijanto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.815 KB)

Abstract

The requirement of fuel in Indonesia has increased recently. It needs an alternative fuel in order to increase the production of energy resources. One of the alternative energy sources is biomass. The materials to create biomass in Indonesia are rice husk, cocoa shell, and cashew shell. From these materials, biomass then is formed into biobriquette to increase mass density. The objective of this research is knowing the influence of pyrolysis process against the increasing of biobriquette heat value and knowing the comparison of the best heat value result of biobriquette composition 75% cashew shell – 25% rice husk from Torrefaction and the different pyrolysis method. Biobriquette which is used is made from the mixture of rice husk and cashew shell. Pyrolysis is a chemical putrefaction process from organic substance with high heating temperature within 300 ⁰C – 500 ⁰C. The research was held by using biobriquette composition 50% cashew shell – 50% rice husk, 75% cashew shell – 25% rice husk, and 100% cashew shell with mass percentage. Those materials of biobriquette are blended, and then bonded with PVA glue, and after that it was formed into briquette with 25 – 30 mm height and diameter is 25 mm. And then, the briquettes are pyrolized by temperature of 350, 400, and 450 ⁰C with a varied holding time within 15, 30, and 45 minutes. The result of this research is all of those variations can increase the heat value of biobriquette. The highest heat value result of biobriquette from these 3 compositions occured at the composition of biobriquette 100% cashew shell which was tested at the temperature of 450 ⁰C with the holding time at 30 minutes is 7233,1 call/g. However, The biobriquette’s mass had also decreased by the amount of 63,38% from the former weight 9,9 gram. From torrefaction and pyrolysis method with different variation which had ever been done before, biobriquette with the composition of 75% cashew shell – 25% rice husk at this pyrolysis test produced the highest heat value, that is 6407,6 call/g.
KAJIAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS MATERIAL KOMPOSIT DENGAN MATRIK AlSiMg DIPERKUAT DENGAN SERBUK SiC Bayu Setiadi; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.561 KB)

Abstract

Metal matrix composite (MMC) merupakan jenis material komposit dengan matrik logam. Penelitian ini mencakup material komposit berbasis MMC dengan bahan dasar aluminium dan berpenguat serbuk SiC. Tujuan dari penelitian ini adalah Meneliti sifat fisis berupa densitas, porositas, struktur mikro dan sifat mekanis berupa kekerasan dan kekuatan tekuk pada komposit AlSiMg-SiC yang diperkuat oleh serbuk SiC dengan persentase berat 0 %, 5 %, 7.5% dan 10 %. Bahan aluminium mempunyai keuntungan yaitu ringan,tahan korosi, namun aluminium mempunyai kekuatan dan kekerasan yang rendah. Komposit AlSiMg-SiC ini dibuat dengan menggunakan metode stir casting. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian densitas, pengujian kekerasan, perhitungan porositas, mikrografi dan bending. Penambahan Mg dilakukan untuk memeberikan efek wettability pada matrik. Dari pengujian diperoleh hasil bahwa semakin bertambah persentase SiC densitasnya bertambah dengan nilai terendah 2.637 gr/cm3 sampai variasi 7.5 % sebesar 2.667 gr/cm3.Hasil pengujian porositas bahwa semakin bertambahnya persentase serbuk SiC maka porositasnya bertambah, dengan variasi tertinggi 10 % sebesar 1.532 %. Kekerasan diketahui semakin bertambahnya variasi SiC kekerasanya meningkat 28.4 %. Hasil bending diketahui bahwa semakin bertambahya variasi SiC tegangan yang dihasilkan meningkat 26.7 %
ANALISIS STRESS CORROSION CRACKING AISI C20500 DENGAN VARIASI PEMBEBANAN PADA MEDIA KOROSI AIR Fajar Eka Putrandono; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.01 KB)

Abstract

Pengujian Stress Corrosion Cracking (SCC) dilakukan untuk mengetahui korosi retak tegang pada logam akibat dari gabungan antara gaya tarik statik dengan lingkungan khusus. SCC terjadi karena adanya tiga kondisi yang saling berkaitan, yaitu adanya tegangan tarik, lingkungan yang korosif, dan sensifitas material. Pada pengujian ini menggunakan spesimen kuningan. Tegangan yang diberikan berupa tegangan tarik yang berasal dari pembebanan statik pada sistem pengungkit dengan variasi pembebanan 20 kg, 25 kg, dan 30 kg. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa kegagalan disebabkan karena pengaruh media korosif. Semakin besar tegangan, maka terjadinya Stress Corrosion Cracking semakin cepat. Kekerasan uji menurun seiring dengan lamanya benda uji terendam dalam media korosif. Jenis retak yang terjadi pada Kuningan adalah retak intergranular.
ANALISIS KEKUATAN TABUNG GAS LPG DENGAN BAHAN BAJA SG295 DAN KOMPOSIT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Fahrizal Ega Ferri Anis; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.522 KB)

Abstract

Semakin berkembangnya pola kehidupan masyarakat dewasa ini, maka masyarakat konsumen menuntut adanya penyediaan tabung gas LPG yang lebih aman dan terjaminnya perlindungan konsumen. Permasalahannya adalah kualitas dan kinerja tabung gas LPG 3 kg yang kurang memenuhi standar dan keselamatan bagi konsumen. Terutama disebabkan dengan beredarnya tabung gas LPG ilegal yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 1452:2007) ICS 23.020.30 Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang berakibat pada keselamatan konsumen. Dari hasil analisis tegangan yang terjadi pada tabung LPG 3 kg menggunakan material SG295 dan komposit GFRP, didapatkan tegangan von mises. Pada komposit GFRP dilakukan variasi orientasi serat yaitu: 0,0,0, (0,90,0), (0,45,0), (0,45,90), dan (0,90,45) dan didapatkan tegangan maksimum. Dalam laporan ini juga didapatkan faktor keamanan dan berat rasio komposit.
RANCANG BANGUN BODI MOBIL TIPE URBAN CONCEPT BERPENUMPANG TUNGGAL DENGAN KAPASITAS MAKSIMUM 70 KG Aditya Utama Rahmadiyanto; Susilo Adi Widyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.617 KB)

Abstract

This research discuss about design and manufacture a car body of urban concept single passenger type with maximum capacity of 70 kg. The purpose of this research is to design the car body using Solidworks software, fabricate the car body that has been designed, and also to analyze the force of the car body. The designing and testing process of car body using the assist of software CAD, while the fabrication of car body using the tools and machining which provided by Manufacturing Laboratory and the result was assembled  to frame/chassis that has been made before. But, in this research the researcher underlined in manufacturing of car body. The type of car body used is composite type, which the car body separated with its chassis. The material for fabricating car body using ST 37 steel plate with thickness of 0,9 mm. The result of design is a car body with dimensions 1200 mm x 2500 mm x 1150 mm. The car body design also tested for frontal crash impact virtually with the closing speed of 56 km/h crushing a rigid barrier and resulted the value of Von Misses Stresses, Displacement, Strain and Resultant Velocity that presence the resilience of the car body that showed in enclosure in the end of this report
Estimasi Berat dan Tinggi Badan Orang Jawa Dari Pengukuran Telapak Kaki Menggunakan Digital Foot Scanner Angga Pramuditia Valiandi; Dwi Basuki Wibowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.441 KB)

Abstract

Telapak kaki manusia mengandung informasi untuk berbagai keperluan diantaranya yaitu untuk menganalisis tipe telapak kaki (flat foot, normal, dan high arch),  menentukan ukuran sepatu, tipe kaki cacat dan normal, serta identifikasi pelaku tindak kejahatan dari jejak telapak kaki yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan mencari korelasi antara panjang kaki (FL, foot length), lebar kaki (FW, foot width), dan luas kontak telapak kaki (FAC, foot area contact) terhadap jenis kelamin, tinggi badan (BH, body height), dan berat badan (BM, body mass) orang Jawa. FL, FW, dan FAC diperoleh dari hasil pemindaian (scanning) telapak kaki menggunakan digital foot scanner dan diolah menggunakan software MATLAB. Seratus dua mahasiswa Departemen Teknik Mesin (DTM) UNDIP dengan usia dan berat badan rata-rata 20 tahun (antara 17 – 26 tahun) dan 63.3 kg (antara 39 – 129 kg) diminta melakukan scanning tersebut. Hasilnya terdapat korelasi yang signifikan antara FL dan BH (r = 0.771), FL dan BM (r = 0.697), FW dan BH (r = 0.646), FW dan BM (r = 0.697), serta FAC dan BM (r = 0.733) keseluruhan subyek penelitian sedangkan antara FAC dan BH tidak terdapat korelasi baik untuk keseluruhan subyek penelitian maupun berdasarkan jenis kelamin (r = 0.449 dan r = 0.320)
PENGUJIAN DIRECT EVAPORATIVE COOLING POSISI VERTIKAL DENGAN ALIRAN SEARAH Feliks Lou Meno Sitopu; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.397 KB)

Abstract

Evaporative cooling adalah pendingin yang ramah lingkungan dan hemat energi untuk pendinginan gedung di daerah yang memiliki iklim panas dan kering. Secara sederhana Evaporative cooling bekerja dengan menguapkan air ke udara, selama penguapan berlangsung sistem tersebut harus menyerap panas yang berasal dari udara masuk yang bersentuhan dengan air. Sebagian panas diserap oleh air dan udara menjadi lebih dingin. Air tidak mengalami kenaikan suhu selama proses ini, tetapi hanya berubah dari fase cairan menjadi uap. Pengujian ini menggunakan Direct Evaporative Cooing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui temperatur, kelembaban udara dan efektifitas yang dapat dicapai oleh mesin direct evaporative cooling. Adapun penelitian ini dilakukan dengan mengontrol suhu dan kelembaban udara masuk. Direct evaporative cooling, dapat menurunkan temperature sebesar 3-4OC, untuk Tin 30OC, untuk Tin 35OC dapat menurunkan temperatur sebesar 6-7OC, sedangkan untuk Tin 40OC dapat menurunkan temperatur sebesar 8-11OC. Efektifitas tertinggi terjadi ketika temperatur masuk 40OC, dimana efektitasnya bisa mencapai 94 %, sehingga penggunaan evaporative cooler paling optimal pada temperatur masuk 40OC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi temperatur masukan dan variasi kelembaban relatif masuk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efesiensi direct evaporative cooling.
PEMODELAN SINYAL GETARAN YANG DISEBABKAN OLEH CACAT PADA RING LUAR DARI BANTALAN SILINDER Cahaya Ramadhan; Achmad Widodo; Djoeli Satrijo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.397 KB)

Abstract

Roller bearing is a very important component for almost all forms of machinery. Because of the widespread use and importance, their failure is most often the cause harm and breakdown. Diagnosis of damage to rolling element bearing usually done using vibration analysis with the detect the characteristic frequency of bearing defect generated due to interaction with the rolling elements. This study was conducted to model and diagnose cylindrical bearing damage. An analysis of vibration signals from a rolling element defect through a single point on the outer ring bearing cylinder using ANSYS FEA software has been done. Bearing is modeled and compared with bearing without defect with the bearing who have a variety of different defect sizes. Defects makes the vibration signal that occurs in the outer ring cylindrical bearing without defect and with defect produce differences in peak amplitude.
ANALISIS KEGAGALAN BAUT PENGIKAT GEARBOX PADA LOKOMOTIF KERETA REL DIESEL ELEKTRIK (KRDE) Wahyu Setia Aji; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.789 KB)

Abstract

Analisa kegagalan merupakan metode investigasi secara sistematis untuk mencari penyebab mekanisme kegagalan suatu komponen atau peralatan. Penelitian ini menjelaskan tentang analisa kegagalan baut pengikat gearbox pada lokomotif kereta rel diesel elektrik (KRDE). Baut mengalami patah pada pengoperasian selama 8 bulan. Baut berstandar SAE J429 Medium Carbon Grade 5 dengan dimensi panjang 6 inch, diameter luar (d) 25,4 mm, diameter efektif (d2) 23,34 mm, jarak bagi (p) 3,175 mm dan jumlah ulir 8/inch. Metode yang digunakan antara lain studi literatur, pengamatan visual dan pengumpulan data, analisa tegangan, uji komposisi, uji metalografi, uji kekerasan serta pengolahan data dan analisa hasil pengujian. Dari hasil pengamatan visual terlihat adanya tanda beachmark yang sering dijumpai di kasus patah lelah dan kehadirannya pertanda positif bahwa material uji mengalami patah lelah. Tegangan geser yang terjadi sebesar 96,71 MPa dan safety factor (Sf) sebesar 3,5. Dari uji komposisi terlihat bahwa baut sesuai dengan standar SAE J429. Namun uji kekerasan menunjukkan nilai kekerasan yang tidak sesuai yaitu antara 23,5 – 28,88 HRC. Diperkuat dengan uji metalografi yang memperlihatkan ukuran butir tidak merata dan fasa yang  berupa ferrite dan perlite. Disimpulkan bahwa baut mengalami kegagalan akibat patah lelah yang dipercepat dengan proses quench and temper yang tidak sempurna pada saat baut diproduksi.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue