cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Agustus 2014" : 29 Documents clear
STRATEGI MANAJEMEN SUARA MERDEKA UNTUK MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PERUSAHAAN DALAM MENGHADAPI MEDIA KOMPETITOR DI JAWA TENGAH (Studi Kasus pada PT. Suara Merdeka Press) Vidya Ayunita; M Yulianto; Djoko Setyabudi; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.659 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang bahwa Harian Suara Merdeka sebagai koran tertua dan market leader di Jawa Tengah sekarang berada pada posisi yang kurang aman karena terjadinya kecenderungan penurunan tiras sejak tahun 2010 walaupun relatif kecil. Sedangkan agresivitas koran kompetitor yang menyerbu pasar semakin banyak. Di sisi lain industri suratkabar termasuk Suara Merdeka perlu mengantisipasi perkembangan media online yang mempengaruhi perilaku masyarakat khususnya anak muda yang sekarang ini kurang suka membaca koran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi manajemen Suara Merdeka untuk mempertahankan eksistensi perusahaan dalam menghadapi media kompetitor di Jawa Tengah dengan meningkatkan tiras dan market share serta untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen Suara Merdeka dalam mengantisipasi perkembangan media online. Penelitian ini didasarkan atas teori manajemen media, khalayak media, analisis SWOT, analisis persaingan, manajemen pemasaran dan konvergensi media.Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang merujuk pada metode penelitian studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah pihak yang berada di dalam manajemen Harian Suara Merdeka sebanyak 7 informan dan pihak yang berada di luar manajemen Suara Merdeka yakni agen (distributor) dan pelanggan Suara Merdeka sebanyak 5 informan. Selain itu juga didasarkan atas observasi peneliti di lapangan. Analisis data yang digunakan adalah pembuatan eksplanasi seperti yang diungkapkan Robert K Yin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suara Merdeka perlu meningkatkan kembali tiras dan market share untuk mempertahankan eksistensi perusahaan sebagai market leader di Jawa Tengah. Strategi yang dipergunakan terutama terkait dengan peningkatan kualitas produk karena kualitas produk Suara Merdeka dinilai menurun. Di samping itu strategi yang terkait dengan bauran pemasaran lain yakni harga, distribusi dan promosi. Kelemahan di salah satu lini bisa melemahkan secara keseluruhan. Sedangkan untuk mengantisipasi perkembangan media online maka strategi konvergensi media yang dilakukan sudah tepat dan perlu diintensifkan untuk saling memperkuat dan melengkapi media-media yang ada di Suara Merdeka Network.Kata Kunci : Strategi manajemen, bauran pemasaran, konvergensi media
Pemaknaan Fans Terhadap Humor Pelecehan Perempuan Dalam Lirik Lagu Band Serempet Gudal Citra Luckyta Lentera Gulita; Hapsari Dwiningtyas; Triyono Lukmantoro; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.392 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai band indie yang masih belum mampu ke luar dari pembicaraan mainstream mengenai perempuan. Serempet Gudal yang menjadi band indie Semarang menawarkan hiburan berupa lirik lagu yang mengarah pada pelecehan perempuan. Pesan-pesan mengenai pelecehan perempuan ini seharusnya dapat menyinggung, tapi ternaturalisasi dengan adanya humor. Seperti lirik lagu humor nyeleneh yang berjudul “Kimcil”, “Zeng”, dan “Selaput Dara”. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat naturalisasi pemaknaan yang terjadi mengenai lirik-lirik lagu Serempet Gudal. Proses pemaknaan ini mencakup isi teks untuk melihat makna dominan melalui preferred reading menggunakan analisis semiotika, interpretasi untuk melihat kategori pemaknaan khalayak dalam respon dominan, negosiasi, atau oposisi, dan tindakan sosial untuk melihat kegiatan komunikasi antara Serempet Gudal dengan fans melalui observasi.            Hasil penelitian dari indepht interview menunjukkan fans yang berada di posisi dominan menyetujui pesan yang ditawarkan dalam lirik lagu tersebut karena sesuai dengan gambaran perempuan yang ideal dan kondisi sosial perempuan seperti apa yang mereka pikirkan. Lalu yang berada di posisi negosiasi setuju dengan gambaran itu namun dia memiliki aturan khusus yaitu karena perempuan itu masih belum dewasa, jadi pantas saja jika dia belum memiliki tubuh yang ideal. Sedangkan yang berada di posisi oposisi tidak setuju karena lirik itu terlalu merendahkan perempuan dan seharusnya laki-laki dapat menjaga perasaan perempuan dengan menasihatinya baik-baik. Hasil penelitian observasi menggambarkan bagaimana humor pelecehan perempuan dapat diterima di komunitas fans akibat hegemoni komunitas itu yang membuatnya semakin tersamar. Bentuk pelecehan perempuan ini masuk dalam teori humor superior karena lebih mengarah pada komentar-komentar tidak senonoh dan cenderung merendahkan. Suatu perasaan superior dengan menganut ideologi patriarki disetiap ejekan-ejekannya, membuatnya menjadi faktor pelecehan perempuan ini menjadi natural di kalangan fans.Kata kunci       : humor, pelecehan, fans, naturalisasi
Strategi Komunikasi Komunitas IndoRunners Destima Nursylva Anggraningrum; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Nuriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.22 KB)

Abstract

Tidak mudah mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat untuk memulai hidup sehat dengan berolahraga lari. Oleh karena itu komunikasi kampanye dilakukan oleh IndoRunners untuk mencapai tujuannya, yaitu menyebarkan virus lari kepada masyarakat Indonesia. Banyak cara yang dilakukan oleh komunitas IndoRunners dalam menyebarkan virus lari tersebut. Dalam kenyataannya, IndoRunners telah tersebar diberbagai kota Indonesia bahkan luar Indonesia, dengan peningkatan yang cukup tajam pada member IndoRunners ditahun 2013-2014. Lalu bagaimanakah strategi komunikasi dijalankan IndoRunners, yang merupakan paduan dari proses perancanaan komunikasi dan manajemen komunikasi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian, menguraikan dan menjelaskan strategi komunikasi kampanye IndoRunners dalam menyebarkan virus lari.Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, mendeskripsikan strategi komunikasi kampanye IndoRunners dalam menyebarkan virus lari tanpa mengoperasionalisasi atau menguji konsep strategi komunikasi kampanye pada realitas yang diteliti. Subjek penelitian ini adalah komunitas IndoRunners sebagai pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendeketan studi kasus. Dengan analisa data yang digunakan adalah analisa data penjodohan pola, yaitu membandingkan suatu pola yang didasarkan atas empiri dengan pola yang diprediksikan atau dengan beberapa prediksi alternative. Peneliti memfokuskan penjodohan pola pada strategi komunikasi yang digunakan oleh IndoRunners sesuai dengan konseptual teori.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas IndoRunners tidak menggunakan strategi sebagai pembimbing dalam taktiknya. Namun lanngsung mengaplikasikannya dalam sebuah taktik sehingga membuat nya tidak sistematis dan ringan karena tidak digunakan strategi sebagai pembimbing lahirnya ide-ide cerdas. Dan pada perencanaan komunikasi indorunners hanya melakukan proses analisis, perumusan tujuan, perumusan pesan, segmentasi sasaran, taktik, sumber daya dan evaluasi. Sedangkan pada proses manajemen komunikasi Indorunners melakukan tahapan perencanaan tanpa uji coba dilapangan, yang selanjutnya di organizing dan melaksanakan pelaksanaan tekhnis dilapangan, dan pada tahap evaluasi manajemen komunikasi IndoRunners tidak dapat mengukur apakah kegiatan komunikasi IndoRunners tepat sasaran atau tidak.
PEJUAG HAK AAK DALAM PROGRAM TOKOH DI CAKRA SEMARAG TV Ghela Rakhma Islamey; Tandiyo Pradekso; Hedi Pudjo Santosa; M Bayu Widagdo; I Nyoman Winata
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.434 KB)

Abstract

Program acara televisi dalam bentuk news features dipilih untuk menceritakan kisah pengajar anak berkebutuhan khusus dan anak jalanan. Bentuk news features pengemasan informasinya ringan dan mudah dicerna oleh masyarakat sehingga seberat apapun materi yang diangkat pemirsa dapat menikmatinya dengan rileks.             News features pada karya bidang ini masuk dalam program Tokoh di Cakra Semarang TV dengan dua episode yakni “Pengajar Manusia Murni” dan “Merajut Asa Anak Jalanan”.  Posisi pekerjaan dibagi berdasarkan tugas dan tanggung jawab masing-masing, yaitu produser, reporter, juru kamera, dan editor.            Konsep tayangan dalam news features ini, menyesuaikan program Tokoh yang sudah ada sebelumnya di Cakra Semarang TV. Namun, ada tambahan beberapa bagian yang berisi talkshow, liputan dengan voice over, interview, dan juga voxpop. Tema yang diangkat untuk news features ini adalah human interest, yakni menampilkan profil orang yang mengabdikan hidupnya untuk berkecimpung di dunia sosial. Narasumber yang diangkat yaitu Drs. Ciptono, Kepala SLBN Semarang dan Yuli Sulistyanto (BDN), fasilitator anak dari Yayasan Setara Semarang.            Setelah melalui tahapan praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, karya ditayangkan melalui Cakra Semarang TV pada hari Senin, tanggal 14 Mei dan 21 Mei 2014, pukul 18.00 WIB. Diharapkan tayangan ini dapat menjadi media untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli serta lebih mengerti pola asuh dan perlakuan yang baik bagi penyandang disabilitas maupun anak jalanan. Kata kunci: news features, human interest, Tokoh, anak berkebutuhan khusus, anak jalanan
Kampanye Literasi Media “Cerdas Memilah dan Memilih Tayangan Televisi” Abstraksi Dhyah Shanti Nur Kartika; Tandiyo Pradekso; Turnomo Rahardjo; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.796 KB)

Abstract

Semakin banyak bermunculan stasiun penyiaran televisi yang dapat diaksesdengan mudah menimbulkan keprihatinan atas muatan isi siaran televisi khususnya bagianak. Diketahui bahwa tidak semua sajian isi siaran tayangan televisi berkualitas,terdapat tayangan yang cenderung membodohi bahkan masuknya materi orang dewasapada program anak dan penggunaan pemeran anak dalam tayangan. Hal tersebut tidaksesuai dengan kebutuhan perkembangan khususnya pada anak karena belum memilikifilter secara utuh pada pengalaman mengkonsumsi isi siaran televisi. Melalui kampanyeliterasi media dengan tema “Cerdas Memilah dan Memilih Tayangan Televisi” digunakansebagai alat komunikasi pemasaran yang memiliki tujuan agar anak memilikiketerampilan dalam memilah dan memilih tayangan televisi sesuai dengan usia. Hal inisebagai salah satu upaya mengurangi pengaruh negatif isi siaran televisi yang cenderungkurang ramah bagi anak. Sedangkan strategi yang digunakan pada kampanye literasimedia ini menggunakan pendekatan komunikasi persuasif.Kata Kunci : Kampanye, Literasi Media, Komunikasi Persuasif
REPRESENTASI IDENTITAS KEINDONESIAAN DALAM FILM MERAH PUTIH Sholakhiyyatul Khizana; Triyono Lukmantoro; Nurrist Surayya Ulfa; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.323 KB)

Abstract

Setiap negara memiliki identitas nasionalnya sendiri, salah satu ciri yang digunakan untuk mengenali negara tersebut. Hal ini menjadi rumit ketika negara tersebut memiliki beragam kebudayaan atau multikultur. Budaya mana yang kemudian akan diangkat untuk dijadikan sebuah identitas nasional. Umumnya sebuah identitas diangkat berdasarkan budaya mayoritas yang berada dalam sebuah negara, hal inilah yang kemudian membuat masyarakat luas menyalahartikan ‘Jawa’ sebagai identitas nasional. Merah Putih merupakan film yang merepresentasikan sebuah identitas keindonesiaan melalui pluralisme. Identitas nasional tidak lagi diangkat berdasarkan sebuah kebudayaan mayoritas namun semua kebudayaan yang mendiami wilayah Indonesia termasuk budaya minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi identitas keindonesiaan dalam film Merah Putih.Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske ‘the codes of television’. Film ini diuraikan secara sintagmatik pada level realitas dan level representasi, sedangkan penguraian level ideologi menggunakan analisis secara paradigmatik.Merah Putih merepresentasikan pluralisme sebagai identitas nasional. Masing-masing karakter dalam film ini dengan baik merepresentasikan budaya asalnya, baik dengan tata cara berpakaian, bahasa yang digunakan, pola pikir,kebiasaan, ritual peribadatan dan sebagainya. Identitas asal yang disandang para karakter dalam film ini memungkinkan terbentuknya berbagai entosentrisme, prasangka, dan stereotip. Kesadaran akan identitas nasionallah yang kemudianmenyatukan berbagai perbedaan yang ada. Temuan yang menarik dalam penelitianini adalah, bagaimana identitas gender ikut terbawa dalam arus perselisihankebudayaan. Pada dasarnya lingkunganlah yang memposisikan kelas sosial laki-laki dan perempuan, dalam film perang berlatar tahun 1940-an ini maskulinitas tampak dijunjung tinggi dan peran perempuan terdiskriminasi. Pluralisme tidak berpengaruhpada kelas sosial ini karena dalam film ini baik budaya mayoritas maupun minoritas memiliki pandangan yang sama terhadap posisi laki-laki dan perempuan di dalam masyarakat.Kata kunci : film, identitas nasional, pluralisme
Analisis Isi Twitter Politikus Indonesia Menjelang Pemilu 2014 Resty Widyanty; Tandiyo Pradekso; Nurrist Surayya Ulfa; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.085 KB)

Abstract

Twitter adalah salah satu media sosial yang banyak digunakan saat inidengan angka pengguna yang terus meningkat dari tahun ke tahun, termasuk diIndonesia. Twitter dipercaya telah membawa bentuk baru dalam duniakomunikasi, termasuk komunikasi politik. Di Indonesia dan beberapa negaralainnya, penggunaan Twitter oleh politikus telah menjadi hal yang lumrah.Politikus mulai mengadopsi dan menggunakan Twitter sebagai cara baru dalamberinteraksi dengan audiens, terutama menjelang dan semasa kampanye pemilihanumum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola politikus Indonesia dalammenggunakan Twitter dan topik apa yang mereka bicarakan di dunia Twittersebelum masa kampanye berlangsung.Penelitian ini mengacu pada konsep penggunaan Twitter oleh politikusdari Tamara Small dan Graham et al. Analisis isi dilakukan terhadap 2.174 tweetyang dikeluarkan oleh politikus Indonesia selama 3 bulan menjelang pemilihanumum di tahun 2014, yaitu September, Oktober, dan November 2013. Ujireliabilitas data dilakukan dengan uji korelasi di antara tiga coder.Hasil penelitian menunjukkan pola politikus Indonesia dalammenggunakan twitter sebagai media berkomunikasi dengan audiens sebelum masakampanye. Politikus Indonesia telah intensif menggunakan Twitter sebelum masakampanye berlangsung. Dimana rata-rata tweet yang dikeluarkan oleh politikusadalah berkisar dari angka 15 - 441 tweet tiap bulannya. Twitter digunakan untukmenjalin hubungan atau berinteraksi dengan audiens melalui fitur Retweet danReply yang telah disediakan. 50% tweet yang dikeluarkan oleh politikusberbentuk Retweet. Politikus Indonesia pun lebih banyak mengeluarkan tweetyang memberikan gambaran mengenai pandangan dan ide politikus terhadapsuatu isu tertentu (position taking) sebanyak 48% tweet. Disamping itu, politikusjuga menginformasikn hal personal seperti berita mengenai keluarga mereka dankegiatan politikus itu sendiri (updating) sebanyak 35%. Mengenai topik yangterkait dengan isu politik dan kampanye hanya sedikit dibicarakan oleh politikusIndonesia di twitter. Topik berupa Sapaan dikeluarkan oleh politikus Indonesiasebanyak 22%. Hal tersebut tampaknya dipengaruhi oleh masa kampanye yangmasih jauh dan belum berlangsung di tahun 2014. Twitter dalam hal ini digunakanoleh politikus Indonesia sebagai sarana menjalin hubungan serta berinteraksi,menyampaikan pendapat, menginformasikan kegiatan dan hal personal kepadaaudiens.Kata kunci: Penggunaan sosial media, Twitter, komunikasi politik, analisis isi
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pendengar Radio TRAX FM Semarang Noni Meisavitri; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.953 KB)

Abstract

Dewasa ini pertumbuhan industri media massa semakin menunjukkankompetensinya yang ketat. Terlebih lagi dengan kehadiran media online atauinternet di Indonesia, hal in menjadikan media massa cetak dan elektronikberusaha menyajikan terobosan yang terbaik. Salah satunya adalah media massaeletronik berupa radio siaran yang makin berkembang menjadi sebuah radiojaringan. TRAX FM Semarang sebagai sebuah radio jaringan TRAX harus bisamengikuti perkembangan jaman dengan memberikan pelayanan yang berkualitasdi dalam sebuah program. Karena pelayanan yang berkualitas akan menimbulkansatu kepuasan dalam diri konsumen dalam hal ini pendengar. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan faktor kualitas pelayanan radio siarandengan kepuasan pendengar radio TRAX FM Semarang. Teori yang digunakanadalah SERVQUAL (service quality) yaitu reliabilitas, responsiveness, assurance,empathy dan tangible dari Parasuraman (dalam Tjiptono dan Chandra, 2005 :145), konsep kepuasan menurut Kotler (1997 : 36) dan Stauss dan Neuhaus(dalam Sumarwan (2011 : 146) dan teori diskonfirmasi menurut Sumarwan (2011: 143). Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory(penjeasan). Sedangkan teknik pengambilan samplenya adalah judgementalsampling (pengambilan contoh penilaian) salah satu bentuk dari conveniencesampling (Sumarwan, 2011 : 94) dengan total sampel sebanyak 100 responden.Alat yang digunakan untuk analisi data adalah uji statistic Kendall’s tau_b.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan terdapathubungan yang signifikan antara reliabilitas dalam pelayanan dengan kepuasanpendengar ditunjukkan dengan koefisien korelasi 0,521. Hipotesis keduamenunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara responsiveness dalampelayanan dengan kepuasan pendengar ditunjukkan dengan koefisien korelasi0,510. Hipotesis ketiga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antaraassurance dalam pelayanan dengan kepuasan pendengar ditunjukkan dengankoefisien korelasi 0,613. Hipotesis keempat menunjukkan terdapat hubungan yangsignifikan antara empathy dalam pelayanan dengan kepuasan pendengarditunjukkan dengan koefisien korelasi 0,613. Hipotesis kelima menunjukkanterdapat hubungan yang signifikan antara tangible dalam pelayanan dengankepuasan pendengar ditunjukkan dengan koefisien korelasi 0,620.Kata Kunci : Radio, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pendengar
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN IKLAN POP- UP DIHINDARI Saraswati, Ayu; Pradekso, Tandiyo; Setyabudi, Djoko; Rakhmad, Wiwid Noor
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.331 KB)

Abstract

Tingginya penggunaan internet saat ini, membuat sejumlah perusahaan dan pengiklan melirik internet untuk menjadi media beriklan dengan kelebihan yang ditawarkan. Banyak macam iklan di internet, salah satunya adalah iklan pop-up. Iklan pop-up adalah iklan yang muncul secara tiba-tiba di halaman situs, yang mana ukuran dari iklan pop-up hampir menutupi halam situs. Iklan pop-up kerap kali dianggap mengganggu dan dihindari.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan iklan pop-up dihindari. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian eksploratif dengan metoda studi kasus. Konsep pemikiran untuk acuan penelitian ini menggunakan konsep Louise Kelly dalam penelitiannya “Advertising Avoidance in the Online Social Networking Environment”. Data penelitian ini diperoleh dari in-depth interview terhadap lima informan dengan kriteria pengguna aktif internet dan mengetahui mengenai iklan pop-up.Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan iklan pop-up dihindari adalah mitos buruk dan kekhawatiran terhadap iklan pop-up. Banyaknya mitos mengenai iklan pop-up yang menyatakan bahwa terdapat virus dalam iklan pop-up menyebabkan iklan pop-up dihindari, di samping hal tersebut kekhawatiran pengguna internet terhadap kuota yang akan habis jika melihat dan mengklik iklan pop-up juga membuat para pengguna internet berfikir dua kali untuk mengklik iklan pop-up. Pesan iklan kurang sesuai, dalam hal ini terdapat dua hal mengenai pesan iklan pop-up yang menjadi alasan iklan pop-up dihindari, yaitu pesan iklan yang menipu dan pesan iklan yang tidak sesuai dengan segmentasi produk dari iklan tersebut. Kemunculan iklan pop-up yang kurang menarik akan membuat para pengguna internet menghindari iklan dan kemunculan iklan secara berulang-ulang juga membuat para pengguna internet tidak ingin secara berulang-ulang membaca iklan karena merasa sudah mengetahui isi pesan. Kurang mengetahui mengenai regulasi iklan di internet, pengguna internet merasa jika media yang digunakan untuk beriklan tidak dapat dipertanggungjawabkan membuat para pengguna internet tidak ingin membaca iklan dan lebih memilih menghindarinya, dan resiko pada brand, iklan pop-up adalah iklan yang dihindari dan dianggap mengganggu hal ini berimbas kepada produk yang tengah ditawarkan, karena dianggap produk yang mengganggu. Key words : iklan pop-up, iklan di internet, iklan dihindari, eksploratif

Page 3 of 3 | Total Record : 29