cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4: Oktober 2014" : 65 Documents clear
Representasi Kekerasan Terhadap Transgender dalam Film Taman Lawang Nanda Ayu Puspita Ningsih; Dr Sunarto; Hapsari Dwiningtyas; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.266 KB)

Abstract

Film merupakan salah satu media massa yang digunakan untuk menyampaikan pesan sekaligus ideologi kepada khalayak. Film merepresentasikan kejadian-kejadian yang ada di dunia nyata dengan memasukkan ideologi dari pembuat film. Film Taman Lawang merupakan film yang menggambarkan adanya bentuk-bentuk kekerasan terhadap transgender. Tindak kekerasan tersebut muncul karena performativitas transgender yang dianggap menyimpang dari heteronormativitas.Di dalam penelitian ini terdapat 19 leksia yang telah dipilih berdasarkan tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk -bentuk kekerasan terhadap transgender yang terdapat di dalam film Taman Lawang sekaligus mendeskripsikan ideologi gender dominan yang ada di dalam film Taman Lawang. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes secara sintagmatik dan paradigmatik. Pada analisis paradigmatik menggunakan lima kode pokok pembacaan teks dari Roland Barthes. Bentuk-bentuk kekerasan dapat dilihat melalui makna sintagmatik dan paradigmatik dengan menunjukkan bahwa tokoh waria dalam film ini menjadi obyek kekerasan yang tampak dan tidak tampak dari berbagai pihak sehingga menjadikan waria berada pada posisi yang inferior. Bentuk kekerasan yang tampak berupa kekerasan verbal, fisik, psikologis dan seksual. Sedangkan bentuk kekerasan yang tidak tampak adalah kekerasan struktural dan kekerasan simbolik. Representasi berbagai macam bentuk kekerasan terhadap transgender umumnya ditunjukkan dengan tampak natural dalam film ini melalui gaya sutradara dalam mengkombinasikan genre komedi dan horor dalam penyampaian isi film sehingga bersifat ringan dan menghibur. Dengan demikian menunjukkan bahwa film ini berusaha menaturalisasi tindak kekerasan tersebut agar menjadi wajar di dalam pandangan masyarakat. Budaya kekerasan yang terdapat di dalam film ini merupakan hasil dari performativitas kekerasan yang berpengaruh dalam memperkuat heteronormativitas yang ada di dalam masyarakat. Hal tersebut didukung dengan adanya ideologi gender dominan di dalam film ini yaitu ideologi patriarki yang dapat diketahui dari pelaku tindak kekerasan yang umumnya dilakukan oleh laki-laki. Kata kunci : transgender, heteronormativas, kekerasan, film
Konstruksi Relasi Komunikasi Keluarga dalam Film I Not Stupid Too Chykla Azalika; Hapsari Dwiningtyas; Wiwid Noor Rakhmad; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.575 KB)

Abstract

Keluarga adalah sebuah lembaga yang masih memiliki nilai sakral di dalam masyarakat. Penggambaran keluarga dalam perfilman Timur sering menjadikan konflik keluarga menjadi fokus utama dalam cerita. Hal ini dapat dilihat dari salah satu film yang berjudul I Not Stupid Too, sebagai contoh film produksi Singapura yang menceritakan mengenai hubungan komunikasi keluarga yaitu antara orang tua dan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap gagasan mengenai normalitas keluarga melalui pesan teks yang ditampilkan dalam film I Not Stupid Too, serta penjabaran bagaimana konstruksi relasi komunikasi keluarga dikonstruksi dan dikomunikasikan kepada publik. Ahli studi keluarga seperti Brock dan Barnard (1999) dan Walsh (1982) melihat keberfungsian keluarga sebagai sistem keluarga yang sehat yang bisa dilihat dari struktur dan proses interaksi dalam keluarga. Keluarga memainkan peranan penting dalam membangun kesejahteraan, pengasuhan, dan pendidikan dasar kepada anggota-anggota keluarga. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa film I Not Stupid Too yang menggambarkan sebuah disfungsi keluarga sebagai fokus utamanya dan telah menjadi salah satu contoh yang jelas tentang pergeseran media dalam menggambarkan sebuah relasi komunikasi keluarga.Menggambarkan sebuah keluarga dalam film I Not Stupid Too berarti memproduksi tanda-tanda yang ada dalam film I Not Stupid Too yang berhubungan dengan keluarga, di mana tanda-tanda tersebut meliputi story yang menjelaskan mengenai peristiwa dalam film I Not Stupid Too. Peristiwa dalam sebuah cerita merupakan suatu kesatuan yang membentuk plot sebagai pengaturan kejadian-kejadian yang terjadi. Hingga tanda yang berhubungan dengan ekspresi wacana atau discourse dalam film I Not Stupid Too. Film I Not Stupid Too memperlihatkan keluarga yang memiliki disfungsi di dalamnya yang mencakup ketidak harmonisan, acuh tak acuh antar anggota keluarga hingga tidak ada rasa saling memiliki satu sama lain. Pada intinya film I Not Stupid Too menggambarkan keluarga yang masih terbelenggu dengan normalitas keluarga yang ada, terbukti dalam film tersebut menggambarkan yang menjadi panutan dalam masyarakat adalah orang tua. Disfungsi keluarga dalam film ini ditafsirkan sebagai pecahnya suatu unit keluarga, terputusnya atau retaknya struktur peran sosial jika satu atau beberapa anggota keluarga gagal menjalankan kewajiban dan peran mereka. Unsur-unsur seperti sudut pandang, narator, dan karakter yang terdapat dalam film I Not Stupid Too memperlihatkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh kedua keluarga berakibat pada buruknya perkembangan anak.Kata Kunci: Film, Konstruksi, Analisis Naratif
Hubungan Terpaan Iklan Produk Rokok di Media Massa dan Interaksi Peer Groupdengan Minat Merokok pada Remaja Pramitha, Dara; Herieningsih, Sri Widowati; Santosa, Hedi Pudjo; Pradekso, Tandiyo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.012 KB)

Abstract

Kenaikan jumlah perokok remaja di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, salah satunya ialah semakin maraknya iklan produk rokok di media massa. Selain itu remaja lebih sering menghabiskan waktu bersama teman sebaya (peer group). Faktor – faktor tersebut akan mendorong remaja untuk mencoba merokok, terlebih lagi jika teman – teman sebayanya merupakan perokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan iklan produk rokok di media massa dan interaksi peer group dengan minat merokok pada remaja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah Advertising Exposure Process Modeldan Social Learning Theory. Peneliti mewawancarai siswa SMP N 27 Semarang sebanyak 79 orang untuk mengisi kuesioner penelitian. Analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah Koefisien Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara terpaan iklan produk rokok di media massa dengan minat merokok pada remaja, dimana nilai signifikansinya sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,924. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara terpaan iklan produk rokok di media massa dengan minat merokok pada remaja. Selanjutnya, terdapat hubungan pula antara interaksi peer group dengan minat merokok pada remaja, dimana nilai signifikansinya sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,896. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara interaksi peer group dengan minat merokok pada remaja. Key words: terpaan iklan, peer group, minat merokok
HUBUNGAN TINGKAT KETIDAKPASTIAN DAN KONSEP DIRI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KOMUNIKASI PRIA PADA TAHAP PERKENALAN DENGAN WANITA Rwanda Zwazdianza Azwar; Dr Sunarto; Wiwid Noor Rakhmad; Sri Widowati
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.025 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya prosentase pria yang mengalami kecemasan komunikasi ketika berkomunikasi dengan wanita yang belum dikenal. Setiap hubungan personal baik teman, sahabat, kekasih, dan sebagainya terbentuk melalui tahap-tahap, salah satunya adalah tahap kontak atau perkenalan. Tahap kontak atau perkenalan menjadi krusial karena pada tahap ini masing-masing individu akan memutuskan apakah hubungan dapat dilanjutkan ke tahap selajutnya atau tidak. Dengan demikian, kecemasan komunikasi secara tidak langsung akan menghambat pria untuk mengembangkan hubungan dengan wanita. Kecemasan komunikasi yang dialami pria ditentukan oleh dua faktor, yaitu ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria dengan tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria pada tahap perkenalan. Beberapa teori yang digunakan pada penelitian ini antara lain teori pengurangan ketidakpastian, teori selanjutnya yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan konsep diri yang dimiliki pria, dan teori terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kecemasan komunikasi.Penelitian ini merupakan tipe penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif, dan menggunakan paradigma positivistik. Populasi dalam penelitian ini adalah pria berusia 20-40 tahun yang mengikuti produk atau pelatihan Hitman System dan mengalami kecemasan komunikasi. Sampel yang digunakan adalah non random dengan teknik accidental sampling dikarenakan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus uji korelasi Rank Kendall, diketahui terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau semakin tinggi tingkat ketidakpastian pria maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami pria. Diketahui pula terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), dapat dikatakan semakin positif konsep diri pria maka semakin rendah tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria. Terakhir, didapati bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dan konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau pria mengalami ketidakpastian yang tinggi ketika berkenalan dengan wanita maka tingkat kecemasan komunikasi yang dialaminya juga akan meningkat, namun jika pria memiliki konsep diri yang positif maka tingkat kecemasan yang dialaminya akan menurun.Kata kunci: Tingkat Ketidakpastian, Konsep Diri, dan Tingkat Kecemasan Komunikasi
Karya Bidang Jurnalistik Produksi Feature TOKOH Di Cakra Semarang TV Rijalul Vikry; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo; I Nyoman Winata
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.303 KB)

Abstract

Program feature adalah salah satu program kreatif yang bisa menarik perhatian dan tidak membosankan untuk ditonton. Program feature dipilih karena pengemasan informasinya yang ringan dan mudah dicerna oleh masyarakat. Dengan tema human interest program ini mengangkat kisah tentang perjalanan seorang mahasiswa penulis buku best seller, penjual sayur pengasuh anak-anak jalanan, kyai penjaga makam di pulau yang terkena abrasi, komunitas makelar bantuan sosial, belajar bahasa Inggris melalui metode penginstalan otak bawah sadar, dan mantan salesman yang menjadi pengusaha sukses yang memajukan desa tempat tinggalnya. Konsep produksi feature TOKOH ini disesuaikan dengan program TOKOH yang sudah ada di Cakra Semarang TV. Namun ada beberapa tambahan dan perubahan yang membuatnya berbeda yaitu liputan singkat profil narasumber, testimonial orang-orang terdekat narasumber, perubahan komposisi segmen, tips dan pesan yang menginspirasi dan memotivasi. Ada enam episode yang ditayangkan yaitu “Sastrawan Muda Berbakat”, “Ibu Asuh Anak Jalanan”, “Kyai Penjaga Makam”, “Komunitas Tangan Kedua”, “Belajar Bahasa Inggris Melalui Otak Bawah Sadar”, “Desa BuLe”. Posisi pekerjaan dibagi berdasarkan tugas dan tanggungjawab masing-masing yaitu sutradara, penulis naskah, koordinator talent host, penata kamera, dan penyedia alat.Setelah melalui tahapan pra produksi, produksi, dan pasca produksi, produksi feature ini ditayangkan setiap hari Senin, pukul 18.00 WIB, dari tanggal 9 Juni 2014 sampai dengan 21 Juli 2014. Program feature ini diharapkan menjadi media yang mengedukasi, menginspirasi, dan memotivasi masyarakat dalam setiap episodenya.Kata kunci: feature, human interest, tokoh, prestasi, dedikasi
Resistensi Terhadap Konstruksi Dominan Homoseksual dalam Film Coklat Stroberi Vivitri Endah Andriani; Dr Sunarto; Hapsari Dwiningtyas; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.41 KB)

Abstract

Film merupakan salah satu media massa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan sekaligus menyebarkan ideologi kepada masyarakat. Film juga dapat dijadikan sebagai media untuk melakukan perlawanan terhadap suatu konstruksi dominan di masyarakat. Melalui film Coklat Stroberi, sutradara Ardy Octaviand ingin menunjukkan adanya bentuk-bentuk perlawanan yang dilakukan oleh figur homoseksual terhadap konstruksi dominan di masyarakat dan mempresentasikan logika kebenaran yang di munculkan oleh film terkait dengan adanya perlawanan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika dari Roland Barthes melalui tahapan analisis sintagmatik dan paradigmatik dengan menggunakan lima kode pokok pembacaan teks. Teori Resistensi James C. Scott digunakan untuk menjelaskan bentuk-bentuk perlawanan yang terdapat di dalam film. Penelitian ini menunjukkan hasil, bahwa perlawanan yang dilakukan homoseksual baik secara sembunyi-sembunyi (mempertahankan orientasi seksual) dan terbuka (berpelukan, ciuman, bergandeng tangan), berhujung pada penerimaan lingkungan sosial homoseksual. P enerimaan masyarakat terhadap homoseksual menunjukkan adanya ideologi liberalisme di dalam lingkungan masyarakat yang toleran terhadap homoseksual.Pengungkapan identitas (coming out) yang dilakukan homoseksual mendapatkan penolakkan maupun penerimaan. Penolakkan yang datang dari orang tua homoseksual menunjukkan masih adanya pemikiran dominan heteronormativitas di dalam film. Penerimaan terhadap figur homoseksual datang dari teman-teman dan lingkungan masyarakat yang berasal dari kalangan atas, penerimaan tersebut mengacu pada penggunaan teori Queer Judith Butler yang menganggap identitas sebagai sesuatu yang bersifat cair. Terdapat naturalisasi yang ditunjukan dengan adanya pemikiran stereotip homoseksual ( gay), dimana homoseksual ditampilkan dengan karakter feminin yang terlihat dari pakaian, gesture tubuh serta ekspresi. Film ini juga menunjukkan adanya logika kebenaran, bahwa menjadi seorang homoseksual merupakan pilihan mengenai orientasi manusia dalam memenuhi kebutuhan secara seksual. Selain itu, perlawanan melalui identitas dan menampilkan kemesraan homoseksual menciptakan suatu mitos, salah satu diantaranya adalah mitos bahwa homoseksual bukanlah suatu penyimpangan dan penyakit yang dapat ditularkan dalam lingkungan sosialnya. Kata kunci : Film, Resistensi, Semiotika, Homoseksual, Identitas
Produksi Program Acara Berita Feature “Harmoni Islam” di Cakra Semarang TV sebagai Juru Kamera Nanda Dwitiya Swastha; M Bayu Widagdo; Hedi Pudjo Santosa; I Nyoman Winata; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.764 KB)

Abstract

Televisi merupakan salah satu media massa yang memiliki fungsi penting sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Keunggulan berupa sifat audio-visual menjadikan televisi masih menjadi media massa yang digemari oleh sebagian besar masyarakat hingga kini. Oleh sebab itu, para stasiun televisi dituntut kreatif dalam menciptakan program acara yang mampu menarik minat masyarakat untuk menontonnya.Pada momen Ramadhan, stasiun televisi nasional maupun lokal berupaya menciptakan program acara bertemakan “bulan suci” tersebut. Sayangnya, tidak seluruh program acara bertemakan Ramadhan memiliki konten yang edukatif. Beberapa program acara Ramadhan justru hanya menonjolkan komedi yang terkadang mengandung unsur kekerasan, baik secara verbal maupun non verbal, dengan tujuan memperoleh rating dan share yang tinggi.Upaya untuk menampilkan program acara Ramadhan yang edukatif dan menarik menjadi alasan utama kami untuk menciptakan program Harmoni Islam. Pada dasarnya, program Harmoni Islam merupakan salah satu produk jurnalistik berbasis feature yang mengulas informasi seputar Islam untuk mengisi momen Ramadhan dan ditampilkan secara santai, mudah dipahami, dan didukung visual yang menarik. Target audience menyasar masyarakat yang berada pada usia produktif dengan karakter aktif, memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, dan mampu memahami ajaran Islam yang disampaikan melalui pesan audio-visual.Setelah melalui tahapan praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, program Harmoni Islam ditayangkan di Cakra Semarang TV setiap hari selama bulan Ramadhan mulai tanggal 28 Juni 2014 sampai 27 Juli 2014 pukul 17.00 WIB. Melalui program acara televisi ini diharapkan masyarakat memperoleh tayangan yang edukatif, sehingga mampu meningkatkan wawasan dan amalan ibadah di bulan Ramadhan.Kata Kunci: televisi, program acara, Ramadhan, Islam
HUBUNGAN TERPAAN IKLAN POLITIK PRABOWO SUBIANTO DI TELEVISI DAN INTENSITAS KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK REFERENSI TERHADAP MINAT MEMILIH Ari Mukti Wibowo; Sri Widowati Herieningsih; Taufik Suprihartini; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.121 KB)

Abstract

Pada masa pemilu presiden tahun 2014 ini terlihat banyaknya iklan politik yang muncul di media massa khususnya televisi. Prabowo Subianto merupakan salah satu kandidat yang telah ditetapkan oleh KPU sebagai calon presiden. Iklan politik Prabowo Subianto seringkali tayang di berbagai media televisi nasional. Penelitian ini merupakan tipe penelitian eksplanatory yang bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan iklan politik Prabowo Subianto di televisi dan intensitas komunikasi dalam kelompok referensi terhadap minat memilih. Sampel penelitian ini adalah warga Semarang berusia 17 tahun ke atas yang memiliki hak pilih dan pernah menyaksikan iklan politik Prabowo Subianto di televisi. Sampel yang digunakan adalah non random dengan teknik accidental sampling. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah The Learning Hierarcy Theory yang diungkapkan Rotzoll dan Teori kelompok rujukan dari Hyman.Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus uji korelasi Rank kendall, maka diketahui terdapat hubungan positif yang signifikan antara terpaan iklan politik Prabowo Subianto di televisi (X1) dengan minat memilih (Y). Hasil nilai signifikansi yakni 0,010 dengan nilai korelasi sebesar 0,325. Dengan demikian semakin tinggi terpaan iklan maka semakin tinggi minat memilih. Iklan politik merupakan sarana menyampaikan pesan-pesan politik. Akibatnya secara tidak langsung khalayak telah melakukan proses belajar dalam mencerna serta mengingat pesan yang telah diterimanya. Kondisi tersebut tanpa disadari merupakan upaya mengubah sikap khalayak. Pesan-pesan didalam iklanyang menerpa khalayak mampu mempengaruhi aspek kognitif. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus uji korelasi Rank Kendall juga diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensitas komunikasi dalam kelompok referensi (X2) dengan minat memilih (Y). Hasil hasil nilai signifikansi yakni 0,004 dengan nilai korelasi sebesar 0,361. Dengan demikian semakin tinggi intensitas komunikasi dalam kelompok referensi maka semakin tinggi minat memilih. Kelompok referensi merupakan sarana bagi individu untuk mencari acuan dalam bersikap ataupun keyakinan untuk bertindak. Sedangkan intensitas komunikasi didalam kelompoknya akan semakin meningkatkan kohesifitas, kepercayaan, dan konformitas. Oleh karena itu, intensitas juga mempengaruhi seberapa besar sugesti yang diberikan oleh kelompok tersebut dapat diterima oleh indiviu didalamnya.Kata kunci: terpaan iklan, intensitas komunikasi dalam kelompok referensi dan minat memilih
Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Motivasi Kerja pada Perusahaan PT. CNTIC (China National Technical Import & Export Corporation) Triana Lestari; Taufik Suprihatini; Much Yulianto; Nuriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.08 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu karyawan PT. CNTIC pebangunan PLTU Cilacapmelakukan demo secara berulang-ulang pada tahun 2013 dengan perumusan masalahpimpinan sangat menerapkan aturan safety first namun terjadi incident jatuhnya karyawandari ketinggian saat bekerja sampai meninggal dunia dan tuntutan karyawan mengenaitambahan gaji, makanan tambahan, tunjangan ketinggian tidak cepat direspon dengan baiksehingga waktu yang seharusnya digunakan karyawan untuk bekerja tersita untuk demo.Tujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan dan iklim komunikasiorganisasi dengan motivasi kerja karyawan pada perusahaan PT. CNTIC pembangunanPLTU Cilacap.Upaya menjawab permasalahan dan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakanteori X yang dilkembangkan McGregor (1967) dan teori ERG yang dikembangkan olehAlderfe (1972) dengan menggunakan metode kuantitatif. Obyek penelitian karyawanPT.CNTIC pembangunan PLTU Cilacap. Sampel sebanyak 152 responden, menggunakankuesioner sebagai teknik pengumpulan data dan selanjutnya data kuantitatif dianalisa melaluiStatistical Package For Socil Science (SPSS) dengan diwujudkan dalam mono tabel dantabulasi silang dan uji korelasi menggunakan Kendall TauHasil dari penelitian ini adalah gaya kepemimpinan memiliki hubungan yang lemahdengan motivasi kerja karyawan dengan korelasi sebesar 0,091, iklim komunikasi memilikihubungan yang emah dengan motivasi keja dengan hubungan sebesar 0,028, secara bersama-sama gaya kepemimpinan dan iklim komunikasi memiliki hubungan yang lemah denganmotivasi kerja yaitu sebesar 0,164 dengan koefisien determinasi 0,027 artinya variabel gayakepemimpinan dan iklim komunikasi dapat menjelaskan perubahan motivasi kerja sebesar2,7% sehingga 97,3% dipengaruhi oleh faktor lain.Disarankan untuk mendukung penerapan Safety First maka kebutuhan akan AlatPelindung diri dipenuhi, bila perusahaan menghadapi masalah dan belum dapat memenuhituntutan karyawan maka hendaknya dikomunikasikan dengan lebih terbuka karena karyawanterutama laki-laki bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.Key Words : Gaya Kepemimpinan, Iklim Komunikasi, Motivasi kerja
Memahami Pengalaman Individu yang Resisten dengan Industri Rokok dalam Mengikuti Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis Andrinanta Putra Pratama; Djoko Setyabudi; Nurrist Surayya Ulfa; Nuriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.611 KB)

Abstract

Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis merupakan contoh dari program CSR dari PT Djarum dengan antusias masyarakat yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang ingin bergabung dengan kedua program tersebut. Kedua program tersebut bertujuan meningkatan citra PT Djarum di masyarakat, dengan melibatkan para individu yang berasal dari latar belakang yang cenderung bertentangan dengan industri rokok, dalam hal ini mahasiswa dan atlet.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman individu yang resisten dengan industri rokok dalam mengikuti Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dengan mengaitkan antara pengalaman informan dalam kedua program tersebut dengan perubahan persepsi dari informan yang cenderung menjadi positif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para individu yang cenderung resisten dengan industri rokok mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan program tersebut sebelum mengikuti program, yang mempengaruhi persepsi awal dari informan. Beberapa informan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa mereka mengalami konflik intrapersonal dengan memilih untuk mengikuti program tersebut. Dalam mengikuti Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis, para informan mendapatkan manfaat positif berupa pelatihan, serta mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan soft skills yang didapat. Para informan juga mengikuti berbagai kegiatan di dalam Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis yang bertujuan untuk mendekatkan informan kepada PT Djarum, industrinya, serta dilibatkan dalam berbagai program. Setelah mengikuti berbagai kegiatan dalam kedua program tersebut, informan memiliki persepsi yang cenderung positif,  baik terhadap Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis maupun terhadap PT Djarum sebagai penyelenggara program tersebut. Walaupun terungkap adanya persepsi positif,  peserta juga mengungkapkan harapannya agar PT Djarum dapat mengurangi porsi industri rokok dan lebih mengembangkan industri di bidang lain. Key words: kegiatan CSR, pengalaman individu, persepsi