cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: April 2015" : 24 Documents clear
Communication Activities On Creating Shared Value (CSV) between Nestle Indonesia and Consumers Arfika Pertiwi Putri; Nuriyatul Lailiyah; Tandiyo Pradekso; NS Ulfa
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.553 KB)

Abstract

Nestle is a company which connects its business fields on its business chain through acts that help social issues which later was elaborated by Porter and Kreamer in 2006 into creating shared value (CSV). Michael Porter and Mark Kramer then formulate CSV as a business strategy concept to emphasize the importance of place social issues and needs intocompany strategy planning. It includes communication, interaction with consumers via manyways and channels. The purpose of the research is to recognize how communication activities on creating shared value Nestle Indonesia and consumers is carried out. The research used Berlo communication theory, Innovation Diffusion theory, marketing communication, involvement, one-way and two-way communication, and cause related marketing (CRM). The type of the research was qualitative descriptive using grounded research approach and case study as the research method. The result of the research shows that there is a communication strategy in the essence of CSV business strategy of Nestle Indonesia. CSV of Nestle Indonesia consists of agroup of programs where they are derived from marketing communications mix which delivers a consistent message that company’s values are intersected with global consumer’s values (create value). The communication process between consumers and Nestle is a dialog of co-learning and co-creation experience by diffusing innovation and knowledge to customers. Furthermore, there is a co-enrichment, co-production activities inthe CSV activity chain. Key element of the process are relevant contact point, virtual and non-virtual community role, and the role of opinion leaders and formers by sharing responses where customers interact with other customers (C2C). Mass media is also an essential factor to brace the existing values in the CSV programs so that they are more acknowledged by a larger audience. An interconnected network then is built between one element and another creating a communication network.
Memahami Perilaku Komunikasi dalam Adaptasi Budaya Pendatang dan Hostculture berbasis Etnisitas Ilham Prasetyo; Taufik Suprihatini; Hapsari Dwiningtyas; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.045 KB)

Abstract

Perbedaan budaya antara pendatang dengan hostculture sering memunculkan konflik. Kompetensi komunikasi antarbudaya akan muncul ketika masing-masing pihak yang menjalin kontak atau interaksi dapat meminimalkan kesalahpahaman budaya yaitu usaha mereduksi perilaku etnosentris, prasangka, dan stereotip. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi komunikasi antarbudaya pendatang dan hostculture. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat orang mahasiswa pendatang maupun empat orang hostculture. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori ketidakpastian dan kecemasan, t eori kompetensi komunikasi antarbudaya, teori interaksi adaptasi budaya.Hasil penelitian ini menunjukkan dalam melihat kompetensi komunikasi antarbudaya dari mahasiswa pendatang maupun hostculture harus melalui dari beberapa poin penting yaitu melihat dari motivasi, pengetahuan dan kecakapan. Berdasarkan hasil dilapangan diketahui bahwa terdapat faktor-faktor yang terkait dengan kompetensi komunikasi antar budaya dari pendatang diantaranya kurangnya inisiatif dalam membaur dengan lingkungan, kurangnya informasi yang berkaitan dengan lingkungan baru yang menjadi daerah tujuan, sulitnya menyesuaikan perilaku yang sering dilakukan di daerah asal dengan norma yang berlaku di masyarakat. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi komunikasi antarbudaya dari hostculture diantaranya persepsi hostculture tentang penampilan pendatang mempengaruhi motivasi berkomunikasi dengan pendatang. Kurangnya pengetahuan tentang kebiasan buruk dari pendatang, kurangnya kemampuan dalam mengelola konflik dengan pendatang.Mahasiswa pendatang dan hostculture menunjukkan bahwa ketika berkomunikasi antarbudaya harus memiliki kompetensi komunikasi antarbudaya seperti motivasi, pengetahuan dan kecakapan. Namun kebanyakan dari pendatang dan hostculture tidak menyadari kemampuan yang dimiliki, Apabila kemampuan sudah dimiliki dan dilaksanakan dengan baik, maka terciptanya kesadaran dalam komunikasi antarbudaya (mindfullness) yang dapat meminimalkan terjadinya konflik yang melibatkan budaya yang berbeda.
INTIMATE RELATIONSHIP IN TA’ARUF COUPLE Marlia Rahma Diani; Sri Widowati Herieningsih; Turnomo Rahardjo; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.758 KB)

Abstract

Marriage is something coveted in every relation. There are some ways of introducing to acouple before the wedding. Ta’aruf couples through their introducing and also developing oftheir relationship in a very short. So they didn’t know each other in a specific things.Communication between ta’aruf couples also must go by a mediator. It causes for thedistortions messages in their communication. Besides information about the couple obtainedfrom the process of ta’aruf is also limited because of the intercommunication limits that mustbe obeyed restrictions in accordance with islamic syariah.The purpose of this research is to find the experience of the ta’aruf couples in undergothe process at the communication time and knowing that occur in pairs of closeness inrelationships or intimate relationship. The used theories are Penetration Social Theory byIrwin Altman Damask and Taylor and the Dialectics Relational Theory by Baxter andMontgomery. To describe in detail to the development of intimate relationship in the ta’arufcouples. This research is using qualitative methodology with the approach phenomenology.Subject in this research is the newly married ta’aruf couples, with two or three months ofmarried using ta’aruf process.Based on the results, ta’aruf became a means to know each other and get informationfrom each other to minimize uncertainty information between one another. The ta’arufcouples began to minimize the uncertainly general information of themselves by exchangetheir curriculum vitae who mediated by a mediator.Trust, self disclosure, and responsibilities are becoming a key in relations developingfor a familiar intercourse between ta’aruf couples. In facing a conflict, a ta’aruf couple like todiscussing with a mediator to the conflict that appears. So it would not be a failed factor inta’aruf process.
Pengaruh Terpaan Iklan Hijau di Televisi dan Pengetahuan tentang Manfaat Air Putih terhadap Minat Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Merek Ades pada Komunitas Atlet di Kota Semarang Andhika Putra Nugraha; Adi Nugroho; Agus Naryoso; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.588 KB)

Abstract

Peran komunikasi pemasaran semakin penting dalam pengelolaan suatu perusahaan, apalagi di tengah situasi global yang semakin kompetitif. Strategi komunikasi pemasaran juga mengalami perubahan orientasi seiring perkembangan ilmu dan teknologi, serta kesadaran terhadap lingkungan hidup. Salah satu strategi komunikasi pemasaran tersebut adalah strategi pemasaran hijau, yang dianggap memberikan keunggulan bersaing berkelanjutan. Pemasaran hijau dikembangkan tidak hanya bertumpu kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat mensejahterakan masyarakat melalui tanggung jawab terhadap lingkungan hidup sekitar.Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh terpaan iklan hijau di TV dan pengetahuan tentang manfaat air putih terhadap minat konsumsi AMDK merek ADES pada komunitas atlet di Kota Semarang. Subjek penelitian adalah 111 orang atlet binaan DINPORA Provinsi Jawa Tengah yang diperoleh secara proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian adalah (1) Terpaan iklan hijau di televisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) merek Ades pada komunitas atlet di Kota Semarang (t=3,805 atau p=0,000); dan (2) Pengetahuan tentang manfaat air putih berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) merek Ades pada komunitas atlet di Kota Semarang (t=2,751 atau p=0,007). Saran penelitian adalah kesadaran akan kelestarian lingkungan membawa dampak besar terhadap bentuk komunikasi pemasaran. Pemasaran hijau dianggap sebagai strategi yang unggul untuk meningkatkan minat konsumsi. Implikasi dari pemasaran hijau adalah meningkatkan terpaan iklan hijau.
Mengidentifikasi faktor-fakto afektif pada Mobile Advertising Oki Adi Saputra; Hedi Pudjo Santosa; Djoko Setyabudi; Nurrist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.835 KB)

Abstract

Mobile advertising merupakan media yang sangat diminati para pengiklan saat ini.Diindonesia sendiri berdasarkan data belanja perusahaan yang diambil olehNelsien pada tahun 2007, total biaya yang dikeluarkan sampai dengan 20 triliununtuk mobile advertising.Hal tersebutkarena SMS ads dianggap sebagai media iklan yang bias menjangkau konsumen melalui channel personal, yaitutelepon selular mereka. Untuk mengukur efek iklan pada penelitian ini peneliti menggunakanTeoriHierarchy Of Effects Model (Model Hirarki-Efek). Iklan mempengaruhikonsumen melalui beberapa tahapan dalam urutan, dimulai dari kesadaranpertama mengenai produk atau jasa hingga tahap pembelian yang sesungguhnya.Hasil penelitian ini menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan efektivitas mobile advertising sehingga dapat meningkatkan affective effect yang pada konsumen yang membuka mobile advertising. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor faktor afektif pada mobile advertising
Strategi Penggunaan Identitas Lokal oleh Pamityang2an Qwerty Radio Dalam Mempertahankan Eksistensi Irfan Zuldi; Joyo NS Gono; Turnomo Rahardjo; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.129 KB)

Abstract

Radio Streaming adalah bentuk digital dari radio konvensional. Radio Streaming saat ini dinilai lebih efisien dan mudah karena perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga banyak orang beralih ke radio streaming. Bermula dari sebuah kontrakan di daerah Yogyakarta, para pendiri radio streamingPamityang2an qwerty radio ini memulai mengudara. Dengan menggunakan twitter sebagai alat komunikasi dengan para pendengarnya, radio ini adalah radio yang pertama kali mengudara dengan konsep tidak dengan suara penyiarnya, melainkan twitter sebagai penggantinya.Penulis meneliti strategi penggunaan identitas lokal dan kebudayaan oleh Pamityang2an qwerty radio dalam mempertahankan eksistensi. Yogyakarta kota yang sangat menjunjung tinggi budaya membuat radio ini sangat dikenal dikalangan anak muda, tidak hanya di Yogya saja melainkan di luar kota karena penggunaan teknologi streaming yang membuat jangkauan yang tidak terbatas selama para pendengar memiliki koneksi internet. Selain itu unsur kebudayaan yang melekat dari radio ini sangat kental, yang membuat radio ini sangat menarik untuk diteliti. Konsep streaming yang dipadukan dengan twitter sangat membantu dalam melebarkan pendengar mereka. Dan identitas lokal serta kebudayaan yang mereka usung pun membedakan mereka dengan radio streaming lainnya. Di perjalanannya yang memasuki tahun kelima, Pamityang2an qwerty radio juga menemukan hambatan-hambatan dalam menjalankan radio ini, seperti perpanjangan tangan dari radio konvensional yang merambah dunia streaming dengan dana yang besar, serta munculnya radio-radio streaming lainnya. Namun, hal tersebut dihadapai dengan strategi yang mereka punya untuk dapat mempertahankan eksistensi mereka hingga saat ini.
PENGARUH INTENSITAS MENONTON SINETRON REMAJA DAN MEDIASI ORANG TUA TERHADAP PERILAKU KEKERASAN Shahnaz Natasha Anya; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.125 KB)

Abstract

Maraknya sinteron remaja tidak hanya memberikan dampak positif saja, namun dapat membawa dampak negatif pula. Di dalam sinetron remaja banyak mengandung adegan kekerasan baik verbal maupun fisik di setiap episodenya. Hal ini tentu menghkhawatirkan karena penonton utamanya adalah para remaja. Remaja sangat mudah terpengaruh dan mencontoh apa yang mereka lihat. Disinilah peran mediasi orang tua dibutuhkan untuk menimimalisir dampak negatif dari sinetron remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas menonton sinetron remaja dan mediasi orang tua terhadap anak ketika menonton sinetron remaja terhadap perilaku kekerasan. Dasar pemikiran yang digunakan adalah social learning theory dan parental mediation theory. Penelitian kuantitaif ini menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sample 73 siswa dan siswi dengan usia 13-14 tahun di SMP Islam Hidayatullah Kota Semarang. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dengan bantuan spss 20. Uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa intensitas menonton sinetron remaja berpengaruh positif dan sangat signifikan (sig. =0,000) terhadap perilaku kekerasan dengan persamaan regresi linier sederhana Y= Y=2,679 + 0,451 . Hasil uji hipotesis kedua menunjukkann bahwa bahwa variable intensitas menonton sinetron remaja jika dihitung bersama-sama menggunakan teknik analisis regresi berganda berpengaruh terhadap perilaku kekerasan remaja dengan nilai signifikansi untuk intensitas menonton sinetron remaja sebesar (sig.=0,000). Sedangkan variabel mediasi orang tua tidak berpengaruh terhadap perilaku kekerasan dengan nilai signifikansi untuk mediasi (sig.=0,628). Kesimpulan dari uji hipotesis adalah intensitas menonton sinetron remaja berpengaruh positif terhadap perilaku kekerasan. Semakin rendah intensitas menonton sinetron remaja maka semakin rendah perilaku kekersaan. Sedangkan intensitas menonton sinetron remaja dan mediasi orang tua tidak berpengaruh terhadap perilaku kekerasan. Saran yang diberikan penelitian ini adalah untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan variable lain seperti faktor internal dari pribadi remaja dan faktor eksternal seperti interaski peer group, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Orang tua di sarankan menerapkan diet televisi bagi anak dan waspada terhadap tontonan anak.
HUBUNGAN TERPAAN PESAN PERINGATAN BAHAYA MEROKOK DAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ROKOK DENGAN MINAT BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA Bella Prawilia; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.933 KB)

Abstract

The number of teenage smokers in Indonesia has increased each year. Government's efforts in reducing the number of smokers is to include a warning message about the dangers of smoking on cigarette advertisements. The latest warning message has a difference with the previous warning message. The latest one are have picture and with a shorter sentence.This research is a quantitative study with explanatory type, which aims to knowing correlation between exposure to warning message about the dangers of smoking and level of knowledge about cigarette to interest in quitting smoking in adolescents. The theory used is the theory of Cognitive Response. The population of the research was teenage boys who become an active smokers with population numbers unknown. This research uses technique of non-random sampling which taken samples 60 people. The primary data were analyzed using Pearson correlation test with the help of SPPS program.The results of the Pearson correlation analysis show that between variable exposure to warning message about the dangers of smoking (X) with variable level of knowledge about smoking (Z) has a significant correlation. This is shown by the value of significance is 0,033 which mean the level of significance is smaller than 0.05 and the value of the correlation coefficient is 0,276. Variable level of knowledge about smoking variables (Z) with variable interest in quitting smoking (Y) has significant correlation. This is showed by the value of significance is 0.005 which mean smaller than 0.05 and the value of the correlation coefficient is 0,359.The government as policy maker about warning message on cigarette advertisements should be consistent in an effort to reduce the number of smokers in Indonesia. The proportion of warning message can be wider in print media and outdoor media and also give more duration on cigarette advertisements in electronic media so it can be more clearly seen by all audiences.Key words: Exposure to Warning Message, Level of Knowledge, Interest in Quitting Smoking.
Memahami Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Antara Pemilik Homestay dengan Wisatawan Asing di Karimunjawa Meidiza Firda Mapikawanti; Sri Widowati Herieningsih; Taufik Suprihartini; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.773 KB)

Abstract

Karimunjawa merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan asing. Banyak masyarakat Karimunjawa memanfaatkan peluang tersebut untuk membuka bisnis homestay. Pemilik homestay dan wisatawan asing, memiliki perbedaan kebudayaan, kebiasaan, dan bahasa, sedangkan mereka harus dapat hidup berdampingan dan saling berkomunikasi setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi komunikasi antarbudaya antara pemilik homestay dengan wisatawan asing di Karimunjawa. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang menjelaskan pengalaman unik pemilik homestay dan wisatawan asing dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview) dengan enam subjek penelitian, yaitu tiga orang pemilik homestay dan tiga orang wisatawan asing di Karimunjawa. Penelitian ini menggunakan Teori Kompetensi Komunikasi Antarbudaya oleh Lustig dan Koester (1996), Teori Interaksi Simbolik oleh George Herber Mead (1934), serta Teori Pengelolaan Ketidakpastian dan Kecemasan oleh William Gudykunst (2005) sebagai landasan teori.Berdasarkan hasil penelitian, tidak semua wisatawan asing mengalami ketidakpastian dan kecemasan ketika pertamakali datang ke Karimunjawa, hal ini dikarenakan singkatnya kunjungan mereka yaitu hanya beberapa hari dan tujuan mereka ke Karimunjawa adalah untuk berlibur. Meskipun tidak semua wisatawan asing mengalami kecemasan dan ketidakpastian, namun mereka melakukan strategi aktif, pasif, dan interaktif untuk menghindari dan mengurangi kecemasan dan ketidakpastian mereka. Strategi tersebut mereka gunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai Karimunjawa dan pemilik homestay. Untuk dapat berkomunikasi secara lancar, pemilik homestay dan wisatawan asing menggunakan aktivitas non verbal kinesis, yaitu menggunakan gerakan tangan dan anggota tubuh bersamaan dengan komunikasi verbal dan tergolong dalam perilaku non verbal illustrator yang bersifat komunikatif, informatif, daninteraktif. Penelitian menunjukkan bahwa pemilik homestay dan wisatawan asing memiliki motivasi yang kuat untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi, memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kebudayaan, kebiasaan dan bahasa masing-masing, dan bertindak untuk membaur dan berkomunikasi. Selain itu, mereka juga memahami konteks komunikasi antarbudaya dan memiliki kepantasan dan efektivitas dalam interaksi antarbudaya. Hal-hal tersebut merupakan komponen yang dibutuhkan untuk mencapai kecakapan dalam kompetensi komunikasi antarbudaya.
Father Daughter Relationship dalam Film I Am Sam Karya Jessica Nelson Bhaswarani Oktadianisty; Hapsari Dwiningtyas; Wiwid Noor Rakhmad; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.664 KB)

Abstract

Father daughter relationship mengacu pada Oedipus complexyang diungkapkan psikoanalis Sigmund Freud dengan menempatkan sosok ayah sebagai pusat dari kehidupan anak perempuan setelah anak perempuan tidak lagi menjadikan ibu sebagai objek cinta menjadikan ibunya sebagai saingan untuk mendapatkan cinta ayah. Film I Am Sam ini mencoba menyajikanfather daughter relationship secara berbeda dengan menghadirkan sosok ayah yang menyandang disabilitas tunagrahita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi teks yang digunakan oleh sutradara melalui film dan juga untuk mengetahui nilai-nilai dalam kultur dominan yang tidak bisa dilepaskan oleh film ini terkait dengan naturalisasi fatherdaughter relationship dengan kondisi dimana sang ayah merupakantunagrahita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika model Roland Barthes melalui tahapan analisis sintagmatik dan paradigmatik dengan menggunakan lima kode pokok pembacaan teks.Strategi film dalam melakukan naturalisasi dengan menunjukkan bahwa seorangtunagrahita mampu berfungsi sebagai ayah, anak perempuan dari tunagrahitatumbuh normal, ikatan emosional anak perempuan dengan ayahnya ketika sedang berkonflik (ditunjukkan melalui ekspresi tertawa, menangis, marah, kecewa dan bahagia), adegan-adegan yang melibatkan kontak fisik antara ayah dan anak perempuan (pelukan, ciuman, menggendong, dan bergandengan), serta adanya transformasi nilai-nilai sosial dari ayah ke anak perempuan.Dalam rangka mendukung kaum penyandang disabilitas tunagrahita dalam mengasuh anak, masih terdapat nilai-nilai penolakan terhadap penyandang disabilitas tunagrahita yang tidak bisa dilepaskan oleh film ini. Penyandang tunagrahita yang selalu membutuhkan dan mendapatkan bantuan orang lain dalam mengasuh anaknya menjadi bukti bahwa film ini masih mengadopsi nilai-nilai yang terdapat dalam kultur dominan. Namun film ini juga menunjukkan bahwa anak perempuan tidak bisa melepaskan diri dari ayahnya terlepas dari kemampuan intelektual ayah itu sendiri, apakah ayahnya seorang tunagrahita atau tidak.

Page 1 of 3 | Total Record : 24