cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Januari 2016" : 55 Documents clear
Pengaruh Intensitas Komunikasi Antarpribadi dan Tingkat Kecemburuan Terhadap Kualitas Hubungan Asmara Pasangan LDR Zahra Natty Fakhrana; Agus Naryoso; Dwi Purbaningrum; Nurriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.181 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya masyarakat yang sedang menjalaniLong Distance Relationships (LDR). LDR adalah suatu hubungan intim antara individuyang secara geografis terisolasi dari satu sama lain. Kebanyakan mahasiswa melakukanhubungan pacaran jarak jauh (Rohlfing, 1995; Sahlstein, 2006; Stafford, 2005. Percakapanrutin adalah model dalam menjalin komunikasi interpersonal yang berkualitas dalamsebuah hubungan (Wood & Duck, 2006a, b). Dalam menjalani LDR kecemburuan lebihsering terjadi karena masing-masing individu tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadipada pasangannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas komunikasiantarpribadi dan tingkat kecemburuan terhadap kualitas hubungan asmara pasangan LDR.Penelitian ini merupakan tipe penelitian eksplanatori, yang menjelaskan pengaruh antarvariabel. Jumlah populasi penelitian ini tidak diketahui karena peneliti tidak mengetahuijumlah pasti masyarakat yang menjalani LDR, dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang.Pemilihan sampel menggunakan teknik snowball sampling dan data dikumpulkan denganmenggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah faktor analisis dan regresilinear berganda.Peneliti melakukan verifikasi terhadap teori penetrasi sosial untuk mengetahuipengaruh intensitas komunikasi antarpribadi (X1) terhadap kualitas hubungan asmarapasangan LDR (Y). Sedangkan teori model proses konflik dyadic untuk mengetahuipengaruh tingkat kecemburuan (X2) terhadap kualitas hubungan asmara pasangan LDR(Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh positif antara intensitaskomunikasi antarpribadi terhadap kualitas hubungan asmara pasangan LDR, dibuktikandengan nilai t hitung (7.347) > t tabel (1.994) dan signifikansi berada pada angka 0.000 <0.05. (2) Tidak terdapat pengaruh antara tingkat kecemburuan terhadap kualitas hubunganpasangan asmara LDR, dibuktikan dengan nilai t hitung (0.958) < t tabel (1.994) dansignifikansi berada pada angka 0.341 > 0.05. (3) Tidak ada pengaruh antara intensitaskomunikasi antarpribadi dan tingkat kecemburuan terhadap kualitas hubungan asmarapasangan LDR, dibuktikan dengan nilai t hitung (-1.895) < t tabel (1.994) dan signifikansiberada pada angka 0.62 > 0.05. Kesimpulan bahwa tidak ada pengaruh antara intensitaskomunikasi antarpribadi dan tingkat kecemburuan terhadap kualitas hubungan asmarapasangan LDR.
Penggunaan Instagram sebagai Media Promosi Kuliner Kota Semarang (Studi Kasus pada Komunitas Online @jakulsemarang) Wafda Afina Dianastuti; Lintang Ratri Rahmiaji; Sri Budi Lestari; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.574 KB)

Abstract

Instagram adalah social media berbagi foto yang mulai banyak digunakan untuk kepentingan komunikasi pemasaran dengan ciri khasnya yang mengedepankan pesan visual dan interaktivitas yang tinggi. Pemasaran menggunakan media sosial sedang populer khususnya di bidang kuliner. Salah satunya adalah akun @jakulsemarang atau Jajanan Kuliner Semarang yang memanfaatkan Instagram untuk memberi ulasan mengenai kuliner Kota Semarang dan mempromosikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan Instagram sebagai media promosi kuliner Kota Semarang dengan studi kasus pada komunitas online @jakulsemarang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari studi dokumentasi unggahan akun @jakulsemarang serta wawancara dengan pemilik akun dan follower. Teori yang digunakan adalah Teori Media Baru dan The 7C Framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram sebagai media promosi memiliki fitur-fitur yang memenuhi enam aspek dari The 7C Framework, yaitu context, content, community, communication, connection, dan commerce. Context berperan dalam menarik minat, tetapi content merupakan penentu respon target sasaran. Community menyebarkan pesan secara luas dan personal, communication menjalin interaksi antara pemasar dengan target sasaran, connection memberi kemudahan akses informasi dalam sekali klik melalui tag dan hashtag, sedangkan commerce mendorong terjadinya pembelian. Kekuatan utama Instagram terletak pada content, community, dan connection. Satu-satunya aspek yang tidak terpenuhi adalah customization, tetapi ternyata aspek ini tidak berperan. Dalam kasus akun @jakulsemarang, respon followers terhadap kuliner yang dipromosikan sangat dipengaruhi oleh tren, selera, dan media habit. Followers paling aktif pada pukul 12.00-19.00 dan terutama sore hari. Keberhasilan terlihat ketika followers tertarik dengan foto yang diunggah, sehingga mereka mengklik like, menulis komentar, testimonial, merekomendasikannya kepada teman, mem-follow akun online shop yang dipromosikan, dan mengunjungi tempat kuliner tersebut. Keberhasilan juga dapat dibuktikan dengan klaim para klien bahwa jumlah followers dari akun online shop mereka bertambah dan pengunjung meningkat.
Efektifitas Terpaan Iklan Aplikasi Instant Messenger Line di Televisi dan Faktor Demografis terhadap Minat Mengunduh Aprilla Agung Yunarto; Wiwid Noor Rakhmad; Turnomo Rahardjo; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.335 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi berdampak secara tidak langsung terhadap industri aplikasi instant messenger di Indonesia. Para pengembang / developer berusaha melakukan kegiatan pemasaran dengan tujuan produknya dapat diterima oleh konsumen. Line sebagai aplikasi instant messenger pendatang baru di Indonesia juga berusaha menarik perhatian konsumen salah satunya melalui cara iklan di media televisi. Namun, minat mengunduh masyarakat terhdap Line nampaknya masih kalah dengan para kompetitornya yang lebih dulu terjun di industri ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar efektifitas terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi dan faktor demografis terhadap minat mengunduh aplikasi instant messenger Line. Model Pemrosesan Informasi, Teori Kategori Sosial dan Model Sosial Budaya digunakan untuk menjelaskan efektifitas terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi dan faktor demografis terhadap minat mengunduh aplikasi instant messenger Line. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mempunyai smartphone dan mengunduh Line yang terterpa iklan aplikasi instant messenger Line di televisi yang diambil sebanyak 50 orang, dengan teknik purposive sampling.Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk melakukan uji hipotesis. Uji hipotesis menunjukkan nilai t variabel terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi adalah 3,644 atau lebih besar dari t tabel (2,012), sehingga terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi mempengaruhi minat mengunduh aplikasi instant messenger Line. Sedangkan, nilai t variabel faktor demografis adalah 2,197 atau lebih besar dari t tabel (2,012), sehingga faktor demografis mempengaruhi minat mengunduh aplikasi instant messenger Line. Untuk mengetahui pengaruh antara semua variabel bebas terhadap variabel terikat dilakukan uji F dimana nilai F hitung sebesar 11,732 atau lebih besar dari F tabel (3,195), sehingga variabel terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi dan faktor demografis bersama-sama mempengaruhi minat mengunduh aplikasi instant messenger Line.Variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen adalah sebesar 33,3%, dimana sumbangan efektif dari variabel terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi sebesar 25,93% dan variabel faktor demografis menyumbang sebesar 7,39%.
Produksi Program Acara Talk Show “Sore Binggo” di Pro 2 RRI Semarang (Produser) Damayanti, Fitri; Lukmantoro, Triyono; Rahmiaji, Lintang Ratri; Hendriama, Titiek
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.282 KB)

Abstract

Kita memang tidak bisa menghindari perkembangan global, mau tidak mau kita harus menerima dan mengikuti perkembangan zaman apabila tidak ingin tertinggal. Perkembangan media informasi baru yang lebih efektif dan efisien sangat pesat sehingga dapat menyingkirkan media informasi konvensional seperti radio. Namun, dengan berbagai inovasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkecimpung di bidang ini, membuat radio sampe sekarang masih eksis dan memiliki kelompok peminatnya sendiri.Inilah alasan penulis memilih membuat program di radio dan menyasar anak muda sebagai target pendengarnya. Karena penulis ingin kembali meningkatkan pendengar radio khususnya Pro 2 RRI Semarang di kalangan anak muda. Selama pelaksanaan program ini, penulis bertugas sebagai produser yang mengkonsep acara, menentukan tema, narasumber, jadwal narasumber, sampai mengawasi proses berjalannya program, serta melakukan evaluasi di akhir program agar kedepannya tidak terjadi kesalahan yang sama.Sore Binggo sendiri merupakan acara talk show yang informatif dan menghibur. Talk show ini berdurasi satu jam mulai pukul 4-5 sore, dan disiarkan setiap hari Kamis dan Jumat. Konsep dari talk show ini selain memberi informasi dan tetap menghibur juga memiliki tema yang berbeda-beda di tiap siarannya. Setiap Kamis, tema yang diangkat seputar kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak muda di Semarang, seperti kegiatan di kampus masing-masing atau bisa juga kegiatan perseorang yang dapat menginspirasi para pendengar. Sedangkan setiap Jumat, tema yang diangkat seputar film. Untuk tema film ini kami berhasil mengundang salah satu nominasi Eagle Award Metro TV untuk berbagi cara membuat film dokumenter bagi para pemula dan respon yang kami dapatkan dari para pendengar pun baik. Begitu pula untuk tema-tema lain.Proses pengerjaan program talk show ini bukan tidak menemui kendala, beberapa kendala yang kami hadapi selama proses pengerjaan adalah, narasumber yang harus diganti karena tidak bisa datang serta narasumber yang harus dihubungi via telephon karena berhalangan hadir. Namun, itu semua dapat dilalui dengan baik dan tidak menghalangi prose produksi. Terbukti dengan pencapaian yang diperoleh dengan berhasil menaikkan jumlah pendengar RRI Pro 2 Semarang yang awalnya hanya 29 % menjadi 70% dan juga bisa menaikkan jumlah pendengar Sore Binggo menjadi 83% yang awalnya hanya sebesar 3% saja.
Fenomena Selfie Kalangan Remaja Perempuan di Instagram Puji Purwati; Hedi Pudjo Santosa; Lintang Ratri Rahmiaji; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.953 KB)

Abstract

Fenomena selfie merupakan fenomena yang lahir dari perkembangan teknologi yang semakin pesat. Selfie adalah seni foto diri yang biasanya dilakukan sendirian atau bersama orang lain dengan menggunakan kamera yang ada pada handphone dan gadget canggih lainnya, kemudian diupload ke situs – situs jejaring sosial. studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memberikan penjelasan tentang pengalaman remaja perempuan dalam aktivitas selfie di Instagram serta untuk mengetahui konsep diri mengenai penampilan fisik yang terbentuk dalam diri masing – masing remaja perempuan, karena penelitian ini juga melibatkan isu – isu kecantikan perempuan dengan konsep cantik putih, tinggi, dan langsing yang selama ini media massa ciptakan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Interaksi Simbolik karya dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer dengan didukung oleh Teori Media Baru dan Teori Mitos Kecantikan Perempuan karya Naomi Wolf.Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja perempuan berlomba – lomba untuk terlihat cantik melalui sebuah foto selfie yang mereka upload di media sosial Instagram, dan mereka juga memiliki pose – pose selfie favorit yang sering digunakan saat selfie, yang mana pose – pose tersebut adalah pose – pose selfie yang dipercaya mampu mendongkrak kecantikan fisik yang mereka miliki. Remaja perempuan pelaku selfie memiliki alasan yang beragam mengapa mereka menyukai selfie, tetapi alasan dan motivasi yang paling krusial adalah karena mereka ingin menunjukkan penampilan fisik yang dimilikinya. Selfie menjadi kebutuhan dalam diri remaja perempuan, sehingga mereka cenderung menghiraukan penilaian orang lain terhadap foto selfie yang dihasilkan, dalam arti penilaian orang lain akan foto selfie-nya tidak memberikan pengaruh yang besar bagi remaja perempuan dalam menilai dirinya sendiri, karena remaja perempuan menilai diri mereka berdasarkan dengan pemahaman mereka atas diri mereka sendiri bukan hanya karena penilaian dari orang lain.Adapun hal menarik yang membuktikan bahwa remaja perempuan yang tidak dinilai cantik secara sosial, justru mereka lebih percaya diri mengenai kecantikan atau penampilan fisik mereka, sehingga konsep diri mereka cenderung positif. Dari fenomena selfie, konsep diri positif dapat terlihat pada aktivitas mereka saat sebelum upload selfie, yaitu mereka tidak memanipulasi foto selfie-nya secara berlebihan, karena mereka dapat menerima diri apa adanya, sedangkan untuk remaja perempuan yang sering dinilai cantik secara sosial, justru dia memiliki kepercayaan diri yang lebih rendah, dan konsep diri yang negatif. Dari fenomena selfie, konsep diri negatif pada diri remaja perempuan ditunjukkan dari aktivitasnya dalam melakukan selfie, yang mana dia selalu berusaha untuk memanipulasi foto selfie-nya secara berlebihan dengan cara merubah bentuk – bentuk wajah dan tubuhnya pada foto selfie-nya tersebut.
PENGARUH INTENSITAS KOMUNIKASI DALAM KELUARGA DAN TINGKAT KEDEKATAN FISIK TERHADAP INTIMATE RELATIONSHIP Desy Nurulita; Agus Naryoso; Sri Budi Lestari; Nurriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.493 KB)

Abstract

Background of this research is caused by the condition in this modern era, when both parents working that makes low intensity of communication in family. Modern society work very hard and have a very little time to gather with family. This is why so many parents don’t have a good phisical proximity even emotional proximity to their children. Whereas communication during adolescence ia a significant challenge for parents. The result shows that intensity of family communication has the effect to intimate relationship which influenced by some factors like frequency and duration of meet, call and send message to their family. Phisical proximity has the effect to intimate relationship which influenced by some factors like frequency of  gather, eat, hang out, doing hobby, holiday, sleep, and pray together with family. And intensity of family communication and phisical proximity has the effect to intimate relationship as many as 33,2%.
Sikap Media Terhadap Isu Kenaikan Harga BBM Bersubsidi (Analisis Framing Pemberitaan Koran Tempo dan Harian Sindo) Arlinda Nurul Nugraharini; Taufik Suprihatini; Turnomo Rahardjo; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.847 KB)

Abstract

Kenaikan Harga BBM bersubsidi merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang menggunakan bahan bakar bersubsidi sebagai bahan bakar utama. Tentu saja hal tersebut menarik perhatian para awak media untuk menjadikan isu tersebut sebagai bahan pemberitaannya. Pemberitaan yang disajikan dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda pada masing – masing media.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sikap Koran Tempo dan Harian Sindo Jateng dalam menanggapi isu kenaikan harga BBM bersubsidi yang dianalisis melalui pemberitaan – pemberitaannya. Analisis yang digunakan adalah model analisis framing Robert N. Entman, yang terdiri dari empat perangkat yaitu Define Problems ( pendefinisian masalah ), Diagnose Cause ( memperkirakan penyebab masalah ), Make Moral Judgement ( membuat keputusan moral ), dan Treatment Recommendation ( Menekankan penyelesaian ). Sementara teori yang dipakai adalah teori konstruksi reaitas sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pemberitaan dari Koran Tempo didominasi oleh pemberitaan yang lebih mendukung pihak pemerintah. Sangat jarang Tempo mengeluarkan pemberitaan yang tidak senada dengan pemerintah, seperti pemberitaan tentang aksi penolakan dari masyarakat yang keberatan atas kebijakan kenaikan BBM bersubsidi. Tempo lebih bermain aman dalam memberitakan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Sedangkan pada Harian Sindo Jateng, sebagian besar pemberitaannya yang terkesan menyudutkan pemerintah sebagai pihak yang salah dalam membuat kebijakan tersebut. Terlihat dari beberapa pemberitaan tentang aksi penolakan kebijakan pemerintah dalam menaikkan BBM bersubsidi, mendapat porsi lebih banyak dibanding pemberitaan yang menyuguhkan informasi terkait tujuan dari kenaikan harga BBM bersubsidi.
EFEKTIFITAS KEGIATAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DJARUM BAKTI PENDIDIKAN “PAKEM” DAN KEKUATAN WORD OF MOUTH TERHADAP PERILAKU SUPORTIF COMMUNITY Rian Irmawan; Agus Naryoso; Sri Budi Lestari; Nurriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.544 KB)

Abstract

Kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) sangatlah penting dilakukan guna menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Akan tetapi, tidak jarang fenomena kegiatan CSR kurang efektif dilakukan oleh beberapa perusahaan, baik dari segi percenanaan kegiatan maupun sikap positif dari pihak terkait. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kegiatan CSR yang dilakukan oleh Djarum melalui programnya bernama PAKEM dan juga kekuatan word of mouth dalam mempengaruhi sikap suportif target sasaran (community).Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Teori Integrasi Komunikasi dan Teori Stakeholder dan teori efektifitas kegiatan CSR yang dikemukakan oleh Doorley dan Garcia. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 40 orang untuk data kuantitatif, sesuai dengan target sasaran program PAKEM yang hanya berjumlah 40 orang. Sedangkan untuk data kualitatif, berjumlah 4 narasumber.Analisis regresi linear berganda digunakan untuk melakukan uji hipotesis. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi variabel efektifitas kegiatan PAKEM ialah 0,889 atau lebih besar dari α (0,05), sehingga efektifitas kegiatan CSR PAKEM tidak mempunyai pengaruh terhadap perilaku supotif target sasaran. Sedangkan nilai signifikansi variabel kekuatan word of mouth ialah 0,000 atau lebih kecil dari α (0,05), sehingga kekuatan word of mouth mempunyai pengaruh terhadap perilaku suportif target sasaran. Untuk mengetahui pengaruh antara semua variabel bebas terhadap variabel terikat dilakukan uji F dimana nilai F hitung sebesar 26.909 atau lebih besar dari F tabel (3,25), sehingga variabel efektifitas kegiatan CSR PAKEM dan kekuatan word of mouth bersama-sama mempengaruhi perilaku suportif target sasaran (community).
PENGARUH INTENSITAS MENGAKSES MEDIA SOSIAL ADIDAS DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SPORT SHOES ADIDAS DI KALANGAN REMAJA WANITA Purnama, Ayu Sri; Herieningsih, Sri Widowati; Pradekso, Tandiyo; Rakhmad, Wiwid Noor
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.216 KB)

Abstract

Sport shoes merupakan salah satu jenis sepatu yang di minati oleh masyarakat saat ini, Selain itu akhir-akhir ini salah satu jenis sport shoes yakni running shoes menjadi fashion baru dikalangan remaja di Indonesia. Namun salah satu produsen sports shoes yaitu adidas saat ini kurang diminati bila dibandingkan dengan kompetitornya hasil survey mengenai sport shoes yang digunakan dan diminati oleh remaja wanita di Indonesia menunjukkan bahwa Adidas menempati urutan ke- tiga setelah nike dan converse kemudian data top brand index kategori remaja menunjukkan bahwa sport shoes Adidas sangat fluktuatif dari tahun 2012 – 2015.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas mengakses media sosial adidas dan citra merek terhadap keputusan pembelian sport shoes adidas di kalangan remaja wanita. teori yang digunakan adalah teori ketergantungan dan teori respon kognitif. populasi dalam penelitian ini adalah remaja wanita yang berusia 18 – 22 tahun dan berdomisili di semarang dan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 responden dengan teknik purposive sampling.Dalam uji hipotesis, penulis menggunakan analisis regresi berganda, hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara intensitas mengakses media sosial Adidas dan citra merek terhadap keputusan pembelian. uji hipotesis yang pertama menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara intensitas mengakses media sosial terhadap keputusan pembelian sport shoes adidas di kalangan remaja wanita. kemudian Uji hipotesis yang kedua menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara citra merek terhadap keputusan pembelian sport shoes adidas di kalangan remaja wanitaKesimpulan dari penelitian ini adalah hipotesis pertama dan kedua tidak terbukti karena tidak terdapat pengaruh antara intensitas mengakses media sosial terhadap keputusan pembelian sport shoes adidas di kalangan remaja wanita kemudian tidak terdapat pengaruh antara citra merek terhdap keputusan pembelian sport shoes adidas di kalangan remaja wanita.
Strategi Komunikasi Pemasaran Indihome PT.Telkom Wilayah Jateng Timur Selatan ( WITEL ) Solo Dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Konsumen. Ageng P., Eka Puspita; Herieningsih, Sri Widowati; Yulianto, M; Lailiyah, Nurriyatul
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.683 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Pemasaran Indihome PT.Telkom Wilayah JatengTimur Selatan ( WITEL ) Solo. PT.Telekomunikasi Indonesia ( TELKOM ) merupakan salah satu perusahaan penyelenggaraan informasi dan telekomunikasi serta penyedia jaringan telekomunikasi terlengkap dan terbesar di Indonesia. Saat ini mengeluarkan produk baru yang diberi nama Indihome, dimana produk Indihome ini merupakan produk Bundling yang telah menyediakan layanan Triple Play ( 3P) terdiri dari telephone rumah, internet dan tv kabel yang memeiliki kemampuan dapat di rewind atau pause. Sehingga menarik untuk dijadikan obyek penelitian yang dilakukan di PT.Telkom Wilayah Jateng Timur Selatan ( Solo ) dalam upaya meningkatkan jumlah konsumen. Semakin banyaknya produk dari kompetitor menyebabkan persaingan kompetitor di pasaran yang semakin meningkat.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai strategi yang dilakukan perusahaan dalam hal komunikasi pemasaran dalam meningkatkan jumlah konsumen. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengambilan data dalam penelitian dengan wawancara, dokumentasi, rekaman, dan kepustakaan. Dengan menggunakan teori Bauran Komunikasi Pemasaran Terintegrasi Integrated Marketing Communication ( IMC ) dan Marketing mix 4P.Berdasarkan hasil penelitian dalam penelitian ini adalah dapat mengambil kesimpulan bahwa kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Pt.Telkom WITEL Solo adalah dengan menggunakan elemen bauran komunikasi pemasaran yang terintegrasi atau disebut dengan Integrated Marketing Communication ( IMC ) terdiri dari advertesing, sales dan di dukung dengan aktivitas door to door dari para sales. Advertesing dengan memanfaatkan media Above The Line ( ATL) brosur, radio, spanduk dan Below The Line ( BTL) program talkshow di radio dan tv lokal, website, media sosial. Pada tahapan sales promotion perusahaan menggunakan pemberian promo dan potongan harga, salah satu yang diberikan adalah pemasangan gratis pada penggunaan awal layanan indihome pada bulan pertama dan telephone gratis 1000 menit lokal dan interlokal. Personal selling yang dilakukan perusahaan mengandeng pengembang perumahan. Selanjutnya pada tahapan public relations melakukan hubungan baik dengan media lokal untuk program talkshow, directmarketing yang dijalankan perusahaan dilakukan dengan direct call atau outbound call dan melakukan pengiriman surat kepada pelanggan yang terakhirr pada online marketing yang dijalankan dengan memanfaatkan media internet dengan media sosial facebbok dan twiteer, website. Selanjutnya perusahaan juga menggunakan cara dalam promosi dengan melakukan penjualan secara door to door dengan face to face kepada calon pelanggan tujuannya agar lebih interaktif, pelanggan dalam menggali informasi yang luas tentang produk. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah jika dilihat dari strategi komunikasi pemasaran yang telah dilakukan sudah cukup berjalan dengan baik, yaitu dengan menggunakan konsep dan teori dalam komunikasi pemasaran promotion mix. Dilihat dari jumlah konsumen yang setiap bulannya mengalami kenaikan, hal ini menunjukkna bahwa program-program komunikasi pemasaran yang dijalankan PT.Telkom WITEL Solo adalah cukup efektif.